"Aku... Aku seorang gay."

Rahang Baekhyun turun kebawah. Mulutnya terbuka lebar. Bola mata sipitnya terlihat membesar. Dia mulai mengeluarkan sedikit keringat melalui keningnya. Padahal dia berada di mobil sport mahal dengan AC menyala. Ya, Baekhyun terkejut, sangat terkejut. Rahasia Chanyeol yang sebenarnya sangat tidak pantas untuk didengar olehnya. Sebenarnya, Baekhyun tidak mempermasalahkan seorang gay, tapi, dia terkejut, bagaimana seorang Chanyeol yang selalu didekati wanita-wanita cantik berdada besar idaman Baekhyun bisa menahan nafsunya ketika dekat dengan wanita-wanita itu. Dan semuanya terjawab. Baekhyun merasa Chanyeol terlalu menyia-nyiakan wajah tampannya. Dia kembali menyadarkan dirinya dan harus merespon Chanyeol akan pernyataannya barusan. Dia berpikir sebentar dan menjawab dengan hati-hati.

"Lalu... sekarang aku boleh turun dan beristirahat dengan nyaman?"

"Ya, silahkan turun."

"Ahh.. terima kasih."

Baekhyun keluar dari mobil sport hitam milik Chanyeol. Jujur, Baekhyun cukup gugup sekarang. Dia dihantui banyak pikiran. Ketika sampai di kamar yang dirindukannya, dia membaringkan tubuhnya di ranjang kesayangannya dan hanya melamun menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya kosong. Dia sama sekali tidak bisa memfokuskan dirinya.

Plakk... Baekhyun menampar pipinya sendiri.

"Sadar Baekhyun... ayo segera mandi dan pergi tidur."

Baekhyun beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi. Ketika mandipun, dia masih melamun. Air mengalir dari showernya mengalir dari atas kepala hingga ujung kakinya. Dia masih saja berpikir, bagaimana seorang Chanyeol bisa menjadi gay. Akhirnya diapun menyelesaikan acara mandinya dengan tidak nyaman.

"Meet Strangers"

Baekhyun berbaring di kasur sambil menutup mata dan memeluk guling berharap pernyataan Chanyeol tadi menghilang dari pikirannya. Tapi gagal. Baekhyun tidak bisa tidur. Istirahatnya benar-benar terganggu karena pernyataan namja yang telah mengantarnya pulang itu. Mau tidak mau Baekhyunpun akhirnya mengambil handphonenya dan menghubungi Kyungsoo.

Kyungsoo: "Hallo? Ada apa Baek? Aku sedang dinner dengan Kai, teleponnya nanti saja ya"

Tutt... tuttt... tuttt... Sambungan diputus secara sepihak oleh Kyungsoo. Baekhyun menggerutu sendiri dan mengutuk Kyungsoo dengan kata-kata kasar dikamarnya dan setelah agak lama merenung. Baekhyun akhirnya membuka pesan yang dianggurkannya sejak pagi. Ya, pesan dari pria yang diberi nama pcy-nim. Dia membuka pesan dari pcy-nim membacanya dan pada akhirnya berinisiatif untuk membalasnya.

Baconee: Hei... aku sudah memutuskannya tadi pagi. Apa itu pilihan yang benar?

Pcy-nim: Menurutku, bila kau tidak menyesal, maka pilihanmu benar. Kau menyesal?

Baconee: Tidak sih... tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur.

Pcy-nim: Ada apa? Ada yang mengganggu pikiranmu?

Chanyeol yang berada diseberang sana, membalas pesan Baconee tersenyum lebar. Pria yang sedang tersenyum ini sudah mengetahui bahwa pemilik akun Baconee adalah teman sekolahnya sendiri dan bahkan satu club, yaitu Baekhyun. Dia pasti sudah tahu alasan bahwa Baekhyun tidak bisa tidur, yaitu karena pernyataan akan rahasianya tadi, dan dia sedang mencoba memancing Baekhyun untuk menceritakannya kepada seorang pcy-nim yaitu Chanyeol sendiri. Chanyeol sudah tahu bahwa Baekhyun adalah tipe pria polos yang memberikan segalanya kepada orang yang sudah dekat dengannya.

Baconee: Tadi sore, temanku memberi tahuku rahasianya... Tidak bisa dibilang temanku juga sih… aku tidak dekat dengannya. Aku tahu aku memang tidak seharusnya membocorkan rahasianya yang bahkan tidak akrab denganku, tapi ini benar-benar sangat menggangguku.

"Got You Baekhyun!"

Pcy-nim: Bukan temanmu? Hmm… tidak apa-apa ceritakan saja padaku, lagipula aku tidak mengenal temanmu itu.

Baconee: hmm...

Baconee: Apa pendapatmu tentang gay?

Pcy-nim: ...

Baconee: Ada apa? Apa pertanyaanku terdengar aneh? Kau benci gay ya?

Chanyeol benar-benar senang bisa memancing Baekhyun membahas kearah sini. Dia memutar kursi belajarnya kesana kemari saking senangnya. Kemudian dia meletakkan tangannya lagi dengan nyaman diatas meja dan mulai mengetik untuk membalas pesan dari pemilik nama Baconee itu.

Pcy-nim: Tidak... aku biasa saja akan gay... tapi kenapa? Rahasia temanmu itu, dia gay?

Baconee: IYA!

Pcy-nim: Lalu? Masalahnya?

Baconee: Aku harus apa? Aku bahkan tidak dekat dengannya, dia bahkan idola semua wanita di sekolah. Dan dia secara tiba-tiba memberitahu bahwa dia gay kepadaku? Aku yang sama sekali tidak akrab dengannya... bukankah itu aneh?

Pcy-nim: Kau tidak dekat dengannya?

Chanyeol mengernyitkan dahinya membaca balasan Baekhyun yang panjang lebar itu. Apakah selama ini hanya Chanyeol sepihak yang mulai merasa semakin dekat dengan Baekhyun? Apakah ini artinya status Chanyeol selamanya hanya akan menjadi teman sekolah dan teman seangkatan serta teman seclub band Baekhyun saja?

Baconee: Bukan tidak dekat sih... kami bahkan satu club, kami hanya pernah bicara beberapa kali dan mungkin pertama kali aku bicara dengannya...kemarin?

Pcy-nim: Kau pertama kali berbicara dengannya kemarin?!

Baconee: Ya, seingatku...

Chanyeol meletakkan handphonenya sebentar diatas meja. Dia menghela napas panjang tidak percaya akan jawaban Baekhyun. Padahal, Chanyeol ingat betul, pertama kali dia dan Baekhyun berkomunikasi itu saat masa orientasi siswa. Mereka berkenalan sebentar dan sepakat untuk ikut club band sebelum mereka dipisah kedalam kelompok berbeda. Chanyeol pikir selama ini Baekhyun hanya tidak mau dekat dengan siapapun karena statusnya sebagai anak pemilik sekolah terbongkar. Tapi ternyata dia salah, ternyata selama ini, Baekhyun tidak ingat kalau ada pria bernama Chanyeol yang dulu sempat akrab dengannya semasa orientasi siswa.

Pcy-nim: Kau yakin?

Baconee: Ahh aku tidak tahu, intinya aku baru mulai bicara dengannya kemarin dan tadi sore dia sudah membocorkan rahasianya padaku bahwa dia gay, apalagi dia memberitahunya tepat setelah aku putus dengan mantan pacarku, awalnya aku pikir, dia bertanya mengenai hubunganku dengan mantanku karena dia tertarik dengan wanita itu, tapi setelah mendengar rahasianya, aku rasa tidak mungkin.

Pcy-nim: Ingin mendengarkan jawabanku alasan kenapa dia memberitahumu bahwa dia gay?

Baconee: Kenapa?

Pcy-nim: Kau yakin ingin mendengarnya? Kau bisa terkejut...

Baconee: Ya, aku ingin mendengarnya dan aku yakin karena biasanya perkataanmu itu ada benarnya, contohnya seperti konsultasi hubunganku dengan mantan pacarku. Dan aku juga tidak akan terkejut.

Pcy-nim: hmm...

Baconee: Cepatlah, aku jadi penasaran .

Pcy-nim: Itu tandanya... dia tertarik padamu.

Bagaikan tersambar petir ketika Baekhyun membaca balasan terakhir dari pria yang diberi nama pcy-nim itu. Tubuhnya membeku dan tangannya bergetar. Bola mata sipitnya benar-benar membesar seakan bisa keluar dari tempatnya. Dia menganga, bahkan 1 buah hamburger terbesar bisa memasuki mulut kecilnya itu. Baekhyun tidak percaya akan kalimat terakhir balasan dari pria yang diberi nama pcy-nim itu. Dia tidak bisa, ahh bukan tidak bisa, tapi dia tidak mau menerima fakta itu, dia belum siap.

Setelah agak lama tidak membalas pesan dari pcy-nim, handphone Baekhyun berbunyi lagi, tanda pesan masuk dan Baekhyun segera membacanya.

Pcy-nim: Ada apa? Kau benci gay?

Baconee: Bukan... bukan aku membenci gay... tapi aku agak sedikit aneh mengenai hubungan sesama jenis.

Pcy-nim: Maksudmu?

Baconee: Apa kau gay?

Kali ini, giliran pria yang diberi nama Pcy-nim itulah yang tidak berani membalas pesan terakhir dari namja yang diberi nama Baconee itu. Dia ragu harus jujur bahwa dia gay atau bohong dan bilang dia adalah pria straight.

Baconee: Kau gay ya? hahaha...

Pcy-nim: Hmm... ya, begitulah...

Chanyeol memutuskan untuk jujur. Dia tahu, cepat atau lambat, Baekhyun pasti akan tahu bahwa Pcy-nim itu adalah Chanyeol sendiri, karena semakin Chanyeol mendekatkan diri dengan Baekhyun, semakin dalam juga dia memasuki kehidupannya dan statusnya pasti akan diketahui.

Baconee: Huhh.. sudah kuduga, pantas saja kau biasa saja mendengar temanku gay.

Pcy-nim: Ehh? Kau tidak masalah berteman dengan gay sepertiku?

Baconee: Sudah kubilang, aku tidak mempermasalahkan gaynya, tapi aku mempermasalahkan orang yang gay itu.

Pcy-nim: Memangnya ada apa dengan temanmu itu?

Baconee: Tadi kau bilang bila dia memberitahuku rahasianya mengenai dia gay, dia tertarik padaku...

Pcy-nim: Ahh... itu... aku hanya bercanda...

Baconee: APA?! KAU SUDAH MEMBUATKU PANIK TADI DAN KAU MENARIK KATA-KATAMU SEKARANG?! HEI! INI BENAR BENAR TIDAK LUCU -_-

Pcy-nim: Maaf... hahaha... mungkin dia memberi tahu rahasianya padamu karena dia sudah merasa dekat denganmu atau ingin mendekatkan diri denganmu. Kau tidak punya teman kan?

Baekhyun terdiam sebentar. Dia mulai berpikir bahwa pernyataan pcy-nim ini ada benarnya juga. Baekhyun tidak punya teman, temannya hanya Kyungsoo, satu-satunya. Mungkin bisa saja Chanyeol hanya ingin mendekatkan diri sebagai teman karena dia tahu Baekhyun tidak punya teman. Tapi apa alasannya dia menjadikan Baekhyun teman? Teman Chanyeol kan banyak. Tunggu? Banyak? Baekhyun hanya pernah melihat Chanyeol hang out bersama Kai dan Sehun. Tunggu? Teman Chanyeol hanya 2? Baekyun baru menyadari hal itu.

Baconee: Iyaa... aku tidak punya teman dan kurasa dia juga kesepian...

Pcy-nim: Huh? Dia kesepian?

Baconee: Ya... kalau dia tidak kesepian, bagaimana bisa dia tidak haus akan wanita dan temannya hanya 2 orang?

Pcy-nim: Temannya hanya 2 orang ?!

Baconee: Ya... setahuku.

Pcy-nim: Eii... pria populer di kalangan wanita sepertinya tidak mungkin temannya hanya 2.

Jujur, Chanyeol cukup terkejut mendengar jawaban Baekhyun. Dia tadinya hanya menganggap enteng pernyataan Baekhyun. Tapi, setelah dipikir-pikir, pernyataan Baekhyun ada benarnya juga, Chanyeol hanya memliki 2 orang teman, yaitu Sehun dan Kai.

Baconee: begitulah faktanya... Ngomong-ngomong, bagaimana rasanya menjadi gay?

Pcy-nim: maksudmu?

Baconee: teman-temanmu tidak terganggu akan fakta bahwa kau gay?

Pcy-nim: hmm... Tidak...

Baconee: kenapa?! Apa mereka sebegitu tidak pedulinya padamu? Ahhahaha...

Pcy-nim: karena yang tahu bahwa aku gay hanya dirimu dan temanku yang gay juga.

Baekhyun terdiam sebentar membaca pesan terakhir dari namja yang sedang berkirim pesan dengannya itu. Dia tidak menyangka bahwa dia adalah salah satu orang terpilih yang tahu bahwa orang yang sedang berkomunikasi dengannya ini adalah seorang gay. Entah kenapa, dia merasa seperti deja vu.

Baconee: benarkah? Wahh... Haruskah aku merasa terhormat? Hahaha...

Pcy-nim: kau straight kan?

Baconee: hmm...

Pcy-nim: kenapa hanya bergumam? Kau tidak menutup kemungkinan kau bisa berubah menjadi gay?

Baekhyun terdiam berpikir sebentar. Benar juga perkataan Pcy-nim ini. Baekhyun sedang muak dengan wanita dan untuk sementara dia sangat tidak ingin berhubungan dengan makhluk bernama wanita. Baekhyun juga tidak begitu jijik dengan hubungan sesama jenis, tapi dia malah penasaran dengan hubungan sesama jenis.

Baconee: Ya... Jujur, mungkin aku bisa berubah menjadi gay kapan saja hahaha... Aku terlalu patah hati dengan wanita..

Pcy-nim: makanya berhati-hatilah dengan makhluk yang namanya wanita.

Baconee: Ehh? Kenapa? Kau jadi gay karena wanita?

Pcy-nim: hmm... Anggap saja begitu.

Baconee: wahh berarti dulu kau straight ternyata... Aku kira kau gay dari awal.

Pcy-nim: kenapa? Apa aneh?

Baconee: tidak... Aku hanya penasaran dengan hubungan sesama jenis.. Hahaha...

Pcy-nim: kau penasaran?

Baconee: yaa... Begitulah...

Pcy-nim: ingin mencobanya?

Baconee: mencoba apa?

Pcy-nim: hubungan sesama jenis? Gay?

Baconee: hah? Bagaimana?

Pcy-nim: Jadilah pacarku dan berkencan denganku.

Baekhyun membeku dikasurnya. Dia meletakkan handphonenya disamping tubuhnya sebentar. Jantungnya berdegup sangat kencang, bahkan jantungnya berdetak lebih cepat daripada saat dia sedang berdua dengan Yeri. Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini.

"Inikah rasanya diajak berkencan? Aku kira sebagai pria, aku harus selalu menjadi yang duluan menyatakan perasaan... Ternyata bila sesama jenis, hal seperti ini bisa terjadi..."

Pcy-nim: Baconee?

Baconee: hmm...

Pcy-nim: kenapa? Kau tidak suka? Kalau begitu kita bisa tetap menjadi teman saja.

Baconee: bukan tidak suka... Tapi bukankah aneh?

Pcy-nim: aneh kenapa?

Baconee: aku bahkan belum pernah bertemu denganmu.

Diujung sana, terlihat Chanyeol tersenyum lebar masih sibuk mengetik handphonenya membalas pesan dari namja yang diberi nama Baconee itu. Dia gemas dengan Baekhyun.

"Hmm... Kau belum pernah bertemu denganku ya.. Hahaha... Kalau begitu kita harus bertemu.. Hahahha..."

Pcy-nim: hmm... Ingin bertemu?

Baconee: caranya?

Pcy-nim: tinggal tentukan waktu dan tempat.

Baconee: hmm...

Pcy-nim: ada apa?

Baconee: aku tidak tahu bagaimana cara merespon pernyataanmu tadi hahaha...

Pcy-nim: jangan jawab dulu. Berikan aku waktu sekitar 2 minggu, kita akan bertemu kurang dari 2 minggu. Bagaimana kalau jumat depan?

Baconee: kau butuh waktu? Kenapa? Bukankah aku yang butuh waktu? Hahahah...

Eh? Ada benarnya juga? Biasanya pihak yang harus menjawablah yang butuh waktu, tapi mengapa Chanyeol, pihak yang sudah dengan matang menyatakan perasaan malah meminta perpanjangan waktu? Bukankah itu aneh? Baekhyun tertawa akan pernyataan tidak siap dari namja bernama pcy-nim itu.

Pcy-nim: hahaha... Maaf... Aku tidak menarik pernyataanku tadi, tapi aku hanya butuh waktu... Jumat depan, sore hari... Bagaimana? Tempatnya akan kukabari nanti.

Baconee: hmm... Baiklah, jumat depan.

Pcy-nim: kau boleh menjawab ajakkan kencanku setelah melihat wajahku dan tahu namaku yang sebenarnya, oke?

Baconee: tapi aku kan bukan gay...

Pcy-nim: aku bilang jumat depan. Sudah ya, aku harus tidur.

Chanyeol menyelesaikan pembicaraan secara sepihak sebelum menunggu balasan Baekhyun. Dia tersenyum lebar. Sekarang, dia seperti sudah merasa bisa tidur dengan sangat nyaman dan bermimpi indah.

Baekhyun berakhir tetap saja tidak bisa memejamkan mata. Ajakkan kencan dari pria yang diberi nama pcy-nim itu benar-benar mengganggu pikirannya. Dia tidak bisa tidur. Entah kenapa dia merasa aneh? deg-degan? Senang? Terkejut? Hatinya terisi kembali? Dia tidak tahu, yang pasti dia merasa seseorang ini sudah berhasil memasuki hidupnya dan membuatnya melupakan masalah besar yang baru-baru ini melandanya. Padahal mereka baru kenal 2 hari, tapi Baekhyun sudah merasa dekat.

Setelah berperang agak lama dengan hati dan pikirannya, akhirnya Baekhyun terlelap dengan handphone yang masih tergenggam di tangannya.

Paginya, Baekhyun tidak nelihat ada pesan masuk sama sekali dari pcy-nim, hanya beberapa pesan dari operator dan sahabatnya yang lebih mementingkan pacarnya yaitu Kyungsoo. Baekhyun bertanya-tanya dalam hati kenapa Pria bernama pcy-nim itu tidak menghubunginya? Paling sedikit mengucapkan selamat pagi? Baekhyun akhirnya meletakkan handphonenya dan mencharge baterai handphonenya yang nyaris habis. Diapun pergi ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke sekolah.

Selama perjalanan duduk di mobil, Baekhyun menyala matikan layar handphonenya, menunggu notifikasi masuk dari pria yang dia tunggu-tunggu untuk menghubunginya, tapi, pria yang dimaksud tak kunjung menghubunginya, yang ada malah pesan Kyungsoo yang marah-marah karena pesannya hanya dibaca, tidak dibalas.

Kyungsoo: Baekhyun... Balas!

Baekhyun: apa sih?

Kyungsoo: kau kemana saja selama ini?!

Baekhyun: nanti aku ceritakan.

Baekhyun menghentikan pembicaraan secara sepihak, dia mematikan layar handphonenya dan memutuskan untuk tidur sepanjang perjalanan sambil menggenggam ponselnya. Entah kenapa Baekhyun sudah banyak tidur bahkan dia bolos hanya untuk tidur. Tetapi dia tetap saja mengantuk. Apakah ini karena hatinya bosan?

Baekhyun sampai di sekolah. Pemandangan tidak mengenakkan pertama adalah dia melihat Yeri dibonceng oleh Taeyong dengan motor sportnya. Seketika, Baekhyun selaku mantan pacar Yeri menjadi bahan omongan satu sekolah pagi itu. Chanyeol yang baru sampai di parkiran mobil dan memarkirkan mobil sportnya segera menghampiri Baekhyun kemudian merangkul pundaknya.

"Hei pendek, kau bawa jasku?"

"Pendek?!"

"Iyaa kan? Kau pendek? Lihat. Tinggimu hanya semulutku? Hahahha"

"Diam kau, kau yang memiliki kalsium berlebih.. Huh..."

Baekhyun mengeluh, melepas rangkulan Chanyeol dan berjalan lebih cepat. Kenapa hari ini suasana hatinya begitu buruk? Apakah karena melihat Yeri dan Taeyong yang sangat serasi? Atau karena dia tidak mendapat pesan dari pcy-nim? Atau karena dia bertemu Chanyeol pagi ini? Dia tidak tahu, yang jelas hari ini dia sangat ingin membolos. Tapi bila dia membolos lagi hari ini, orang tuanya pasti akan memarahinya setelah menerima kabar dari sekolah bahwa Baekhyun bolos selama 3 hari. Mau tidak mau, Baekhyun memasuki kelas dengan suasana hati yang buruk.

"Baekhyun! Kau kemana saja?"

Kyungsoo terbangun dari kursinya dan segera menghampiri Baekhyun yang memasuki kelas dan melempar tasnya asal ke atas meja.

"Diam Kyungsoo, moodku tidak enak."

"Aku sudah tahu kabar kau putus dan dia berpacaran dengan Taeyong..."

"Huh..."

Baekhyun meletakkan kepalanya diatas meja dengan malas dengan tumpuan kedua yangan yang terlipat diatas meja, dia mencoba tidur. Dia menutup mata, tetapi, sahabatnya Kyungsoo terus memancing Baekhyun untuk bercerita, memang Baekhyun berjanji untuk bercerita, tapi sekarang sangat tidak tepat.

"Hei Baekk..."

"Baekki..."

"Hyunniee-yaaa..."

"Baekhyun..aa..."

"Auhh... Kyungsoo.. Kau benar-benar..."

Baekhyun kesal. Dia mengangkat kepalanya, menatap Kyungsoo gemas dan mengepalkan tangannya meremasnya kencang seperti ada sesuatu yang ingin dihancurkan disana.

"Cerita padaku... Hari ini Kai sedang ada urusan di Busan dan hanya hari inilah aku bisa bersamamu..." Kyungsoo menatap Baekhyun serius

"Hmm.. Kyungsoo-ya?"

"Ohh?"

"Haruskah aku jadi gay saja?"

"Meet Strangers"

Note: Chapt ini agak pendek, gak tau kenapa :( Terus aku juga udah putusin bakal up tiap 3 hari sekali ya, jamnya bisa sekitar jam 8-10 malam tergantung inget apa enggak :'v