"Kuharap, jawabanmu Yes."

Chanyeol kemudian menundukkan kepalanya dan mencium kening namja kecil yang berdiri didepannya.

Baru mengecup kening Baekhyun sebentar, bel dari apartemen Chanyeol berbunyi. Yah, benar-benar mengganggu suasana. Bel itu berbunyi karena 2 orang pria yang sedang berdiri didepan yang memencetnya dan membawa 1 kantong paperbag berisi jas yang memiliki wangi seperti tubuh Baekhyun dan terdapat bordiran nama Park Chanyeol.

"Tunggu sebentar.." Chanyeol berbisik tepat disamping telinga Baekhyun yang membuat Baekhyun sedikit... mmm... merinding?

Chanyeol berjalan menuju ke LCD monitor yang dapat menunjukkan wajah tamu yang menekan bel. Wajah Chanyeol cukup masam sekarang. Ya, Kai yang berada didepan pintu apartemennya, dan dibelakangnya ada pacarnya. Jujur, Chanyeol sangat benci dikunjungi disaat seperti ini. Timingnya benar-benar jelek. Karena Chanyeol malas keluar, maka dia bicara pada mic yang berhubungan dengan speaker diluar apartemennya.

Chanyeol: Untuk apa kau kesini? Bersama pacarmu pula!

Kai: Kau yang meminta pacarku kesini!

Chanyeol: Hah? Aku? Aku bahkan tidak pernah bicara dengan pacarmu!

Kyungsoo: Aku membawakan jasmu.

Ahh iya, Chanyeol baru ingat. Kyungsoo. Pria yang namanya disebut-sebut oleh Baekhyun tadi untuk dimintai tolong membawakan jasnya. Chanyeol baru ingat. Dia sama sekali lupa tujuan dia membawa Baekhyun keapartemennya. Ya, dia dibutakan oleh rasa penasarannya akan jawaban Baekhyun mengenai ajakkan kencannya.

Chanyeol: Ahh.. masuklah.

Chanyeol menekan tombol otomatis untuk membuka pengunci di pintu apartemennya. Kai dan Kyungsoo masuk bersama kedalam apartemen Chanyeol. Awalnya ketika mereka masuk, 1 hal yang Kyungsoo dan Kai sadari. Entah mengapa, suasana disana terasa sangat canggung. Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Tapi, intinya suasananya sangat membuat diri merasa mm.. pergi dari apartemen itu?

"Baek... ini yang kau minta." Kyungsoo langsung duduk disebelah Baekhyun.

Ehh? Kapan Baekhyun duduk disofa? Ya, setelah mendengar suara bel, Baekhyun langsung membuka matanya dan dia juga mendengar pembicaraan Chanyeol dengan Kai dan Kyungsoo. Agar tidak terlihat aneh, Baekhyun duduk sambil memegang segelas jeruk yang masih berisi setengah itu.

"Ahh, gomawo Kyung..." Baekhyun mengambil paper bag berisi jas yang diberikan Kyungsoo.

Sementara itu, Kai langsung menuju ke dapur apartemen Chanyeol dan mengambil minum disana tanpa ijin. Tanpa ijin? Ya, tanpa ijin. Kai sudah sering bermain ke apartemen Chanyeol bersama Sehun. Tapi, Kai sama sekali belum pernah datang ke apartemen Chanyeol selain bersama Sehun. Jadi ini pertama kalinya Kai memasuki apartemen Chanyeol bersama orang selain Sehun.

Kai mengambil botol berisi mineral dari kulkas dan meminumnya. Kemudian dia berjalan ke ruang tengah dan memberikan botol air mineral yang sudah dia minum itu kepada Kyungsoo. Untuk apa? Agar Kyungsoo minum juga.

"Chanyeol, kau tidak mau menjamu tamu-tamumu ini?" Kai mulai menjelajah apartemen Chanyeol serasa milik sendiri.

"Bukankah kau biasanya seenaknya menghancurkan apartemenku."

Ya, biasanya bila Kai dan Sehun datang, apartemen Chanyeol yang sangat rapi bisa berubah menjadi kotor dan berantakkan setelah pemakaian brutal oleh Sehun dan Kai. Hanya Sehun dan Kai yang brutal? Bagaimana dengan Chanyeol? Hmm... Chanyeol tidak mau repot-repot memberantakkan apartemennya sendiri dan merapikannya sendiri. Jadi, dia pasti ikut memberantakkan apartemennya, tapi tidak sebrutal Kai dan Sehun karena biasanya Chanyeol asik dengan kegiatan sendiri. Kegiatan sendiri? Ya, musik. Chanyeol akan berada di studio musiknya bila Sehun dan Kai mulai menggila. Dan ketika sudah selesai. Chanyeol akan menyuruh Sehun dan Kai membereskan apartemennya. Dia tidak mau repot-repot membereskan apartemennya sendiri.

"Kau sudah dapat kabar Sehun?"

"Belum."

"Kuharap dia baik-baik saja disana."

Baik-baik saja disana? Sehun kemana? Sehun sedang berada di Jepang. Ya, setelah menempuh 1 tahun di SMA yang sama bersama Chanyeol dan Kai, Sehun melanjutkan pendidikannya di Jepang hingga waktu yang tidak diketahui. Kenapa? Orang tuanya lah yang memaksanya. Sehun dan Luhan, sepasang namja yang sedang menjalin hubungan. Tadinya hal ini tidak dipermasalahkan hingga akhirnya ayah Sehun mengetahui bahwa Sehun menyukai sesama jenis. Ayahnya marah besar dan langsung mengurus surat pindah Sehun. Ya, ayahnya pebisnis besar di Korea, China, dan Jepang. Namanya sudah dikenal dimana-mana. Bila publik tahu bahwa anaknya penyuka sesama jenis. Mau ditaruh dimana wajah ayahnya?

"Ehh? Sehun?" Baekhyun menoleh kearah Chanyeol dan Kai yang barusan menyebut nama Sehun.

"Kenapa Baek?" Kai menatap Baekhyun bingung.

"Sehun kemana?"

"Jepang." Kai menjawab dengan wajah datar.

"Kenapa?"

"Hmm.. kau tidak tahu ya? Apa Luhan tidak bercerita padamu?"

"Luhan? Dia pergi ke China tanpa memberi kabar."

"Well sepertinya mereka sama saja." Chanyeol dengan santai tersenyum kecil dan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas

Chanyeol menyiapkan dapur dan alat makanan serta alat masak. Dia ingin memasak makan malam. Ya, Chanyeol tinggal sendiri tanpa pembantu rumah tangga. Sudah pasti dia bisa memasak, karena tidak mungkin dia selalu makan diluar. Walaupun keluarganya kaya raya, Chanyeol juga masih memikirkan kesehatannya dengan membuat makanan sendiri.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua?" Kai duduk dikursi yang terletak di ruang makan dekat dapur.

"Kupikir Sehun membujuk Luhan di China. Kudengar kedua orang tua mereka sama sekali tidak setuju dengan hubungan mereka." Baekhyun bicara dengan Kai sambil meminum sisa jus jeruknya.

"Yah, orang tua Sehun sangat keras. Kudengar orang tua Luhan juga sama saja. Kupikir, hubungan mereka tak akan bisa. Bagaimana dengamu?"

"Aku?" Baekhyun membulatkan matanya.

"Bukankah kau berpacaran dengan Chanyeol?"

"uhukk..."

Baekhyun tersedak jus jeruk yang diminumnya. Dia jujur cukup terkejut akan pertanyaan Jongin barusan. Apakah Chanyeol bercerita pada Jongin bahwa Chanyeol menyukainya? Tapi Baekhyun pikir Chanyeol bukan tipe yang seperti itu. Sementara itu Chanyeol hanya sebentar menatap Jongin tajam dan melanjutkan acara memasaknya.

"Kalian tidak berpacaran?" Kyungsoo juga ikut bertanya.

"Eii... kami hanya teman." Baekhyun memukul Kyungsoo, mmm, sedikit kecang.

"Ahh... sakit." Kyungsoo mengelus bagian tubuhnya yang dipukul Baekhyun.

"Kupikir kalian berkencan. Dari tatapan mata kalian. Aku bisa mengetahui dalam sekali lihat bahwa kalian sedang berkencan. Hmm... ternyata perkiraanku salah." Kai meminum airnya.

"Kami tidak berkencan kok..." Baekhyun tersenyum canggung.

.

.

.

"Meet Strangers"

Tidak menunggu waktu lama. nasi goreng kimchi buatan Chanyeol telah jadi. 4 piring dan beberapa masih tersisa di panci penggorengan bila ada yang ingin nambah. Ehh? Chanyeol rela membuatkan makanan untuk Kai dan Kyungsoo juga? Ya, bagaimanapun juga, Kai dan Kyungsoo adalah tamunya. Ibu Chanyeol alias Ny Park selalu mengajarkan Chanyeol tata krama untuk menjamu tamu yang datang.

Hanya suara dentangan pertemuan antara piring, sendok, dan garpu selama 15 menit diruangan itu. Keempat namja itu telah kenyang memakan nasi goreng kimchi buatan Chanyeol. Baekhyun juga cukup terkejut mengenai fakta Bahwa Chanyeol bisa memasak dan bisa dibilang, masakannya sangat enak.

"Nasi goreng kimchimu enak. Terima kasih." Baekhyun telah kenyang.

"Ohh.."

"Chanyeol, bisa ikut aku sebentar?" Kai mengajak Chanyeol ke kamar tamu.

Chanyeol hanya menurut dan mengikuti pergerakkan Kai. Dia memasukki kamar tamu. Entah setan dari mana yang merasukki Kai, Kai bisa-bisanya mengunci pintu kamar tersebut. Mereka berada didalam sebuah kamar dengan 1 ranjang dan pintu kamar terkunci. Suasana ini bisa dibilang cukup, aneh?

"Untuk apa mengunci pintu? Kau jadi tertarik pada namja manly sekarang? Hahah..." Chanyeol tertawa.

"Eii... tidak mungkin. Aku harus selalu jadi pihak seme ahahha..."

"Lalu ada apa?"

"Kau menyukainya kan?"

"Hah?"

"Baekhyun... Aku tahu dari tatapan matamu."

"Ohh..."

"Hanya Ohh..? Itu saja? Kau tidak mau menariknya?"

"Sudah."

"Lalu? Dia tidak mau?"

"Dia tidak menerima dan menolaknya, aku tidak tahu."

"Heol.. Bagaimana bisa Park tampan dan pintar serta memiliki banyak talenta yang terlihat sempurna ini sangat lemah mengenai masalah cinta."

"Diam kau hitam." Chanyeol beranjak membuka kunci dan keluar dari kamar.

"Mau kubantu?"

"Hah?" Pergerakkan Chanyeol terhenti.

"Aku bisa membantumu mendapatkan si mungil itu."

"Tidak, aku bisa usaha sendiri."

"Hhh... Kau memang Park Chanyeol, hahaha..."

Kai tertawa akan Chanyeol. Ya, Kai sangat tahu bahwa Chanyeol sangat bodoh mengenai masalah cinta. Chanyeol sama sekali tidak berpengalaman. Ya, Chanyeol tidak sebrutal Jongin. Brutal maksudnya? Jongin, dulu sebelum bersama Kyungsoo. Dia bisa berganti pacar setiap seminggu sekali. Ya, siapa yang tidak mau bersama Jongin, Walaupun berkulit hitam, dia bisa dibilang cukup tampan. Dan 1 nilai plus, Jongin calon pewaris perusahaan ayahnya.

Chanyeol sebenarnya pria baik-baik sebelum dia mengenal Jongin. Ibunya dan ayahnya mendidiknya dengan sangat amat baik seperti berlian. Ketika Chanyeol menaiki sekolah menegah atas, ayah dan ibunya mulai melepasnya untuk hidup mandiri. Ketika itu jugalah, Chanyeol semakin ternoda oleh Kai dan ditambah Sehun.

Baekhyun dan Kyungsoo menikmati acara yang disiarkan di TV LED besar yang berada di ruang tengah Chanyeol. Walaupun sebenarnya Baekhyun tidak menikmati sih. Ya, Baekhyun lebih tertarik terhadap apa yang dilakukan Jongin dan Chanyeol di dalam kamar tamu, berdua.

"Baek..."

"Ohh?"

"Chanyeol, dia menyukaimu kan?"

"Hah?"

"Dia tidak pernah membawa masuk sembarang orang kesini."

"Kau tahu darimana?"

"Kai, dia selalu bilang padaku untuk berhati-hati dengan Chanyeol. Chanyeol itu tidak suka dekat dengan sembarang orang."

"Kau tidak dekat dengannya?" Baekhyun menaikkan sebelah alisnya.

"Tidak."

Glek.. Baekhyun menelan ludahnya kasar. Dia kira, selama ini Kyungsoo cukup dekat dengan Chanyeol karena Kai yang notabenenya adalah pacar Kyungsoo merupakan sahabat dekat Chanyeol. Tapi, yang selama ini dia kira itu bertolak belakang dengan faktanya. Baekhyun sama sekali tidak mengira bahwa Kyungsoo tidak tahu apa-apa mengenai perihal Chanyeol.

"Bila kau sampai masuk kedalam mobilnya dan secara pribadi diijinkan ke apartemennya. Kau sangat spesial Baek..."

"..." Baekhyun membeku tidak bisa berkata-kata.

"Dulu, aku pernah kesini bersama Jongin, tapi entah kenapa aku diusir dan hanya Jongin yang boleh masuk walaupun Jongin sudah memaksa seperti apapun. Pada akhirnya Jongin tidak jadi berkunjung... Tapi, melihat kejadian hari ini, sepertinya dia tahu aku ini sahabatmu, jadinya aku diijinkan masuk."

"Chanyeol... sebenarnya kau pria seperti apa..." Gumam Baekhyun pelan.

"Ohh? Kenapa Baek?" Kyungsoo tidak bisa mendengar gumaman Baekhyun.

"Ahh tidak, tidak apa-apa..." Baekhyun tersenyum pada Kyungsoo.

Chanyeol dan Kai keluar dari kamar tamu dan menuju ruang tengah. Kai menuju sofa dan duduk disebelah Kyungsoo sedangkan Chanyeol duduk di single sofa.

"Karena ini sudah malam dan aku malas menyetir, besok juga hari Sabtu, tidak ada kegiatan sekolah. Ingin menginap Kyung?"

*blush* Wajah Kyungsoo memerah mendengar ajakkan Jongin untuk menginap. Ya, Kyungsoo sebenarnya tidak masalah menginap dirumah orang lain. Orang tuanya pasti mengijinkannya selama Kai masih bersamanya. Omong-omong, orang tua Kyungsoo sudah menyetujui hubungan Kai dengannya. Tapi, yang menjadi masalahnya adalah 1, ini, tempat yang dia inap. Ini adalah apartemen Chanyeol. Apakah tidak masalah?

"Bagaimana?"

"Baiklah, selama aku bersamamu."

Baekhyun mendengar percakapan kedua namja itu dan jawaban Kyungsoo, rasanya Baekhyun ingin menonjok kedua namja itu dan ingin muntah. Baekhyun sangat tidak tahan mendengar pembicaraan mereka. Baekhyun juga berpikir bila mereka menginap, Kyungsoo tidur di kamar tamu dan Kai tidur bersama Chanyeol, atau Chanyeol tidur sendiri dan Kai bersama Kyungsoo tidur seranjang? Memikirkannya saja membuat Baekhyun sakit kepala.

"Bagaimana denganmu Baek? Ini sudah malam, tidak mau menginap juga?"

Jujur, pertanyaan yang Kyungsoo lontarkan barusan sangat tidak masuk akal, bila Baekhyun menginap, dia harus tidur seranjang dengan siapa? Chanyeol? Kyungsoo? Kai? Tidak mungkin. Lebih baik dia tidur disofa.

"Tidak, aku pulang saja."

"No Baek, kau boleh menginap disini."

Sialnya, Chanyeol malah mengeluarkan suaranya untuk menyuruh Baekhyun menginap. Entah kenapa Baekhyun jadi merasa berat untuk meninggalkan apartemen kepunyaan namja tinggi yang menyukainya itu.

"Aku bisa pulang kok, masih ada bus, kalau tidak aku bisa naik taksi."

"Menginap saja Baek, malam bahaya." Kyungsoo nampak khawatir.

Jujur, kekhawatiran Kyungsoo sangat tidak dibutuhkan oleh Baekhyun sekarang. Masalahnya, Baekhyun belum pernah tidur bersama orang lain. Jadi Baekhyun tidak tahu kebiasaan tidurnya. Baekhyun selalu tidur sendiri dikamar tercintanya yang kedap suara itu.

"Aku... baiklah aku menginap. Tapi aku tidur disofa."

Entah kenapa Chanyeol yang tadinya ingin mengajak Baekhyun tidur dikamarnya mengurungkan niatnya. Chanyeol mengajak Baekhyun tidur bersama? Seranjang? Tidak mungkin. Chanyeol akan tidur dengan sleeping bag dan dia akan mengijinkan Baekhyun tidur di ranjangnya. Tapi, sepertinya pernyataan Baekhyun barusan terkesan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

"Baiklah, aku dan Jongin akan tidur di kamar tamu."

"Hhh..." Chanyeol menghela napas panjang.

Jongin dan Kyungsoo memasuki kamar tamu. Sedangkan Baekhyun? Dia sudah tiduran disofa seakan sofa itu miliknya sekarang. Chanyeol menuju kekamarnya dan mengambil bantal serta guling cadangan yang tidak dia gunakan. Dia berikan kepada Baekhyun yang masih tiduran disofa menatap langit-langit ruang tengah.

"Ini, bantal dan guling. Kau tidak mau mandi dulu sebelum tidur?" Chanyeol memberikan bantal dan guling kepada Baekhyun.

"Tidak, aku akan mandi besok pagi." Jawab Baekhyun singkat.

Chanyeol mengangguk mengerti dan berjalan kembali ke kamarnya. Melihat dan mendengar keberadaan namja tinggi itu sudah hilang, Baekhyun bergumam sendiri sambil menatap langit-langit.

"Katanya menyukaiku, kenapa tidak mengajakku tidur dikamar? Hhh... Paling tidak bila menyuruhku mandi bilang kalau kau akan meminjamkan pakaianmu! Bodoh ahh!"

Maumu Apa sih Baekhyun? Katanya minta tidur disofa dan tidak mau mandi. Chanyeol sudah berbaring diranjangnya. Dia tidak bisa tidur. Entah kenapa, dia memikirkan Baekhyun yang tidur diluar, di sofa yang bisa dibilang tidak nyaman. Sedangkan Chanyeol? Dia berbaring di ranjang empuk dan hangatnya. Ya, Chanyeol sangat tahu Baekhyun sensitif terhadap dingin. Walaupun musim sudah berganti. Tapi, tetap saja, Baekhyun tidur diluar.

1 jam, 2 jam, 3 jam. Chanyeol tetap tidak bisa tidur. Dia bahkan sudah bermain banyak game di ponselnya dan membaca beberapa komik agar dia mengantuk dan tidur. Tapi, dia tidak bisa tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk menuju dapur karena tenggorokkannya terasa sangat kering.

Chanyeol tidak mau menyalakan lampu dapur. Karena dia takut Baekhyun terbangun. Ya, Baekhyun sudah terlelap sekarang. Dengan tubuh meringkuk memeluk guling. Bisa dibilang, Posisi tubuh Baekhyun seperti orang yang kedinginan? Chanyeol meminum segelas air dan berjalan kearah Baekhyun.

Dahi Chanyeol mengerut melihat Baekhyun yang tertidur. Entah kenapa wajah Baekhyun terlihat sangat tidak nyaman. Apakah dia bermimpi buruk? Baekhyun juga beberapa kali mengganti posisi tidurnya. Melihat Baekhyun yang tidur dengan sangat tidak nyaman, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk menggendong Baekhyun dan memindahkannya ke kamarnya.

Chanyeol menidurkan Baekhyun diranjangnya dan menyelimutinya. Entah kenapa, wajah Baekhyun sekarang terlihat lebih nyaman. Ya, benar perkiraan Chanyeol. Baekhyun pasti merasa dingin tidur diluar. Entah kenapa wajah Baekhyun yang tertidur itu sangat polos dan membuat hati Chanyeol tersentuh dan secara tidak disadari Chanyeol tersenyum.

"Kapan kau akan menjawab ajakkanku? Hmm? Baek?" Gumam Chanyeol yang masih menatap wajah polos Baekhyun yang tertidur.

Chanyeol kemudian berhenti menatap wajah Baekhyun dan meraih remote AC yang tidak jauh darinya. Ya, sebenarnya Chanyeol tidak suka panas. Tapi, karena Baekhyun yang sensitif terhadap udara dingin, mau tidak mau Chanyeol mematikan AC dan mau tidak mau, agar tidak kepanasan, Chanyeol tidur bertelanjang dada dan mengganti celana panjangnya dengan celana pendek.

Chanyeol kembali menuju ranjangnya dan membaringkan tubuhnya tepat disebelah tubuh namja mungil yang telah tertidur pulas yang tertutup selimut itu. Ya, sebenarnya Chanyeol tidak benar-benar bisa bersentuhan dan bersebelahan dengan Baekhyun. Pasalnya, Baekhyun tidur dengan 1 tubuh tertutup selimut, sedangkan Chanyeol menggunakan sisa selimut itu sebagai alas tidurnya. Dia tidak membutuhkan selimut itu, karena dia merasa panas. Jadi, selimut yang menjadi pembatas antara mereka berdua.

Chanyeol tidur memiringkan tubuhnya menghadap Baekhyun dan menadahkan kepalanya dengan tangan kirinya agar bisa melihat wajah Baekhyun lebih jelas dengan posisi kepalanya lebih tinggi.

"Enghhh..." Satu kata keluar dari mulut Baekhyun membuat Chanyeol cukup terkejut.

Baekhyun menggerak-gerakkan tubuhnya dari balik selimut dan mencari posisi tidur yang nyaman. Hingga akhirnya, Baekhyun tidur menghadap Chanyeol dan bahkan memeluk Chanyeol seperti guling serta menenggelamkan kepalanya di dada bidang Chanyeol.

Deg... Bisa dibilang, detak jantung Chanyeol sangat tidak normal sekarang. Dia bahkan takut Baekhyun terbangun karena suara detak jantungnya yang melaju kencang dan berdetak sangat keras. Tapi, bila Baekhyun benar mendengarnya. Chanyeol akan sangat malu.

Kyungsoo dan Kai mandi terlebih dahulu sebelum mereka berdua berbaring diranjang. Ya, Itulah kebiasaan mereka berdua. Tubuh mereka harus selalu bersih sebelum menyentuh ranjang. Bagi mereka, ranjang bisa dibilang tempat yang, mmm, special?

"Mau melakukannya hari ini?" Tanya Kai sambil tersenyum nakal yang baru keluar dari kamar mandi menatap Kyungsoo yang sudah lebih dulu berbaring di ranjang.

"Tidak." Jawab Kyungsoo singkat.

"Kenapa?" Kai merengek layaknya anak kecil.

"Kau gila? Bagaimana bila mereka dengar? Apalagi Baekhyun tidur diluar."

"Kamar ini kedap suara, aku tahu."

"Tidak, aku tidak mau, ini rumah Chanyeol."

"Lalu kenapa? Kita bisa membersihkan bekasnya hingga tidak terlihat olehnya."

"Tidak!"

"Kau tidak merindukannya?" Kai mengerucutkan bibirnya dan matanya menunjuk ke bagian bawah tubuhnya.

"Aishh... Kim Jongin. Bisakah kita istirahat dengan normal? Hari ini saja..." Pinta Kyungsoo.

"Hhh... Baiklah." Kai akhirnya menyerah dan membaringkan tubuhnya disamping Kyungsoo dan tidur.

Sebenarnya, Baekhyun tidak sepenuhnya tidur. Ketika Chanyeol menggendong tubuhnya menuju kamar Chanyeol, disaat itulah dia terbangun. Ya, tubuh Baekhyun sangat sensitif. Dia juga cukup terkejut atas pertanyaan Chanyeol yang meminta jawaban ajakkan kencannya. Jujur, Baekhyun jadi merasa kasihan menahan jawabannya selama ini. Dia seperti sedang memberikan harapan palsu pada Chanyeol. Baekhyun bahkan masih belum tahu akan menerima atau menolak ajakkan kencan Chanyeol.

Ketika Baekhyun sedikit mendesah dan mencari posisi tidur yang nyaman, sebenarnya itu hanya alasan saja Baekhyun mengeluarkan suara. Itu karena, posisi tidurnya setelah tubuhnya diletakkan Chanyeol diranjang sangat tidak enak. Dan Baekhyun berhasil mencari posisi tidur yang sangat benar-benar nyaman. Ya, dada Chanyeol. Tubuh Chanyeol terasa hangat. Wangi khas Chanyeol juga tercium. Entah kenapa Baekhyun suka bau Chanyeol dan Baekhyun juga suka kehangatan. Posisi itu benar-benar memabukkannya hingga dia memeluk Chanyeol seakan Chanyeol itu adalah miliknya yang akan kabur bila tidak digenggam erat.

Baekhyun juga sangat bisa mendengar suara detak jantung Chanyeol yang tidak karuan. Baekhyun sadar akan hal itu. Entah kenapa hati Baekhyun jadi tergerak setelah mendengar detak jantung Namja tinggi yang dipeluknya ini. Entah kenapa suara detak jantung Chanyeol membuat Baekhyun tertidur lelap.

Paginya, Baekhyun masih tertidur dengan memeluk Chanyeol. Bedanya, posisi tidur Chanyeol telentang sekarang. Karena tidak mungkin semalaman dia tidur menatap Baekhyun dengan tumpuan tangan kirinya.

Seperti yang sudah dibilang, Baekhyun sangat sensitif, entah saat tidur atau saat terbangun. Dia masih bisa merasakan daerah sekitarnya. Ya, Baekhyun yang masih tidur dengan memeluk Chanyeol itu kembali mengeratkan posisi pelukannya seperti akan meremas sebuah guling. Tapi, pergerakkannya terhenti ketika kakinya bergerak agak keatas. Tulang keringnya menabrak sebuah benda yang cukup keras.

Karena pergerakan Kakinya untuk memeluk kaki Chanyeol tertahan, Baekhyun sekali lagi menggerakkan kakinya dan menabrak benda keras itu lagi. Ya, Baekhyun yang tertidur itu jadi terbangun karena Benda yang menghalangi pergerakkan kakinya itu. Kemudian dia menggerakkan Kakinya lagi dan...

Glup... Baekhyun menelan ludahnya kasar. Dia kemudian membulatkan matanya besar. Dia berpikir sejenak.

"Baekhyun POV"

Disampingku tubuh Chanyeol. Terdiri dari kepala yang berada diatas, badan, tangan dan kaki. Dia tidur terlentang, otomatis semua tubuhnya harusnya menjadi rata dan datar. Tapi benda keras ini sangat mengganggu pergerakkan kakiku. Dan bila kupikir lagi, posisi benda keras ini sebenarnya ada di, sekitar antara perut dan paha Chanyeol kan?

Eii... tidak mungkin kan? Baek...sadarlah... (Baekhyun mengangkat tangannya dan menampar pipinya pelan) Sepertinya aku terlalu sering membaca dan menonton porno karena tidak bisa menyelesaikan hasratku... Hhh... Tapi... benda ini benar-benar mengganggu. Entah kenapa aku sangat yakin benda ini adalah itu. Tapi aku tidak mau menerima kenyataan kalau benda itu mengeras.

"Author POV"

Bila kalian tahu, entah kenapa pikiran Baekhyun sangat liar sekarang. Ya, benda yang dimaksud Baekhyun adalah penis Chanyeol. Benda pribadi kepemilikkan Chanyeol. Baekhyun kemudian memberanikan diri menundukkan kepalanya. Matanya membulat besar melihat penis Chanyeol yang tertutup celana pendek itu mengacung tegak. Dan yang parahnya, pemiliknya sedang tidur. Baekhyun memikirkan ini berkali-kali, apakah Chanyeol bermimpi mengenai hal yang, mmm, jorok?

Baekhyun mengatupkan mulutnya rapat rapat. Entah kenapa dia mulai merasa sangat sensitif sekarang. Pasalnya, dia juga sadar bahwa benda keras yang sedari tadi ditabrak oleh kakinya dan digesek dengan tulang keringnya yang berbalut selimut itu adalah penis Chanyeol yang sedang ereksi. Ya, Baekhyun takut dia juga ikut ereksi. Dia sangat malu sekarang. Diapun mulai menggeliat tidak nyaman. Dia ingin menjauhkan dirinya dan melepaskan pelukkannya pada Chanyeol, tapi. Tanpa dia sadari, ternyata Tangannya tertahan. Kenapa? Ya, tangannya digenggam erat oleh Chanyeol.

Baekhyun panik sekarang. Dia mulai bergerak-gerak tidak nyaman. Sampai akhirnya kakinya tidak sengaja menabrak benda keras itu lagi.

"Emmphh..." Suara itu keluar dari namja tinggi yang penisnya tidak sengaja tersentuh oleh kaki namja mungil yang tidur disampingnya

"Mphhh..." Baekhyun benar-benar mengutuk dirinya sekarang. Dia bergerak-gerak menggelengkan kepalanya dan mengatupkan mulutnya benar-benar rapat seperti di lem dan menahan napasnya. Baekhyun menatap Chanyeol sekarang. Dia berjaga-jaga melihat apakah Chanyeol terbangun atas perbuatannya.

Ya, Chanyeol benar terbangun. Dan dia sadar bahwa penisnya telah ereksi dan terlah tidak sengaja bersentuhan dengan tulang kering kaki kiri Baekhyun yang berbalut selimut itu beberapa kali. Chanyeol sebenarnya ingin bangun dari tadi. Tapi dia masih ingin dipeluk Baekhyun. Tapi, rasanya dia sudah tidak tahan sekarang, karena penisnya sudah tidak bisa diajak berkompromi setelah sentuhan terakhir oleh kaki Baekhyun.

Baekhyun sekarang sedang panik dan berdoa agar Chanyeol tidak bangun akibat ulahnya. Jujur, Baekhyun benar-benar tidak sengaja dan ingin mengutuk kakinya ini. Dia sangat tidak ingin menganggu tidur Chanyeol dan dia juga sangat tidak ingin membuat Chanyeol merasa sengsara. Ya, sesama pria, Baekhyun tahu rasanya penis ereksi yang bersentuhan dengan sesuatu berkali-kali. Sangat sensitif dan membuat sakit.

"Baekhhh... Sampai kapan kau mau terus menggesekkan kakimu ke benda milikku?"

"Ahhh...!

.

.

.

"Meet Strangers"

Note: Aku gak jago bikin NC... lebih tepatnya gak pernah :( ... Haruskah aku coba bikin adegan basah basah ala NC beneran ?

Btw, aku juga ganti jam update, soalnya jam 8an aku lagi kerjain tugas :'v... jadinya aku ganti update sekitar jam 6an-7an :)