"Baekhhh... Sampai kapan kau mau terus menggesekkan kakimu ke benda milikku?" Tanya Chanyeol dengan wajah sendunya.
"Ahhh...!" Baekhyun sontak terkejut melihat namja didepan wajahnya membuka matanya.
Sekarang, Baekhyun sama sekali tidak bisa mengontrol detak jantungnya. Chanyeol juga, detak jantung Chanyeol berdegup sangat kencang. Chanyeol bahkan khawatir takut Baekhyun mendengar seberapa kencang degupan jantungnya. Jujur, Baekhyun sangat bisa mendengar detak jantung Chanyeol yang berdegup sangat keras. Itu sangat membuat Baekhyun malu dan wajahnya mulai memerah.
"Baekk.."
"Ohh?" Baekhyun cukup terkejut disapa Chanyeol.
"Bisakah kau melepaskan tanganmu dari tubuhku? Kumohon..." Chanyeol meminta dengan nada sedikit merintih.
"Eohh?" Baekhyun melepas pelukkannya pada tubuh Chanyeol.
Chanyeol dengan cepat bangun dari tempat tidurnya dan bergerak cepat menuju toilet menyelesaikan kegiatannya. Yah, seperti yang sudah kalian ketahui, penis Chanyeol yang bergesekkan dengan kaki Baekhyun sangat menyiksa Chanyeol. Dan Chanyeol semakin merasakan sakit karenanya. Dia juga sebenarnya cukup malu dan mengutuk penisnya sendiri karena sering terbangun tanpa disadari di pagi hari.
.
.
.
"Meet Strangers"
Keempat namja itu sedang duduk dimeja makan. Ya, menikmati sarapan yang dibuat Kyungsoo. Roti dengan telur dadar. Chanyeol juga sudah mengijinkan Kyungsoo untuk menggunakan dapurnya. Sementara itu, sejak kejadian memalukan tadi pagi, Baekhyun dan Chanyeol masih belum berbicara satu sama lain. Entah kenapa Kai dan Kyungsoo sangat merasa risih melihat mereka berdua.
Terkadang juga Baekhyun dan Chanyeol saling mencuri pandang satu sama lain. Ya, mereka ingin mengawali pembicaraan tapi tidak ada yang berani. Akhirnya mereka berakhir tetap saling mencuri pandang dan hanya menelantarkan makanan yang sudah Kyungsoo buat dari hangat hingga dingin.
"Hei, kalian berdua mau sampai kapan sih begini, kalian tidak makan? Kyungsoo sudah membuatnya susah payah."
Mendengar perkataan Kai barusan, Baekhyun dan Chanyeol salah tingkah. Akhirnya mereka berdua berakhir dengan kedua manik mata mereka bertemu. Mereka berdua langsung menunduk dan memakan sarapan buatan Kyungsoo dengan lahap.
Sementara itu Kyungsoo dan Kai sedang berberes. Ya, mereka harus segera meninggalkan apartemen itu karena mereka berdua akan berkencan hari ini. Sudah tradisi mereka selalu berkencan di hari sabtu.
"Kalian berdua lebih santailah sedikit... Sampai kapan kalian mau seperti ini?" Kai mengambil jaketnya dan memakainya.
"Eoh?" Chanyeol hanya menatap Kai datar.
"Aku dan Kyungsoo pergi dulu, kami akan kencan. Kalian juga harus berkencan..."
"Kami bahkan belum berpacaran." Baekhyun mengelak.
"Makanya Baek, terima saja Chanyeol, kasihan dia. Ayo kita pergi Kyungsoo." Kai mengedipkan sebelah matanya kepada Baekhyun dan menepuk pelan pundak Chanyeol kemudian keluar dari apartemen milik namja paling tinggi itu.
.
Suasana masih benar-benar canggung. Baekhyun dan Chanyeol masing-masing asik sendiri dengan ponselnya. Walaupun Baekhyun hanya membaca berita tentang selebriti dan Chanyeol mencari tentang musik. Kedua dari mereka tidak sadar bahwa mereka telah seperti itu selama 2 jam setelah Kyungsoo pergi. Sampai akhirnya, Baekhyun telah kehabisan berita untuk dibaca.
"Yeol..."
"Eohh?" Chanyeol masih fokus dengan ponselnya.
"Maaf akan kejadian tadi pagi."
"..."
Wajah Chanyeol memerah mendengar permintaan Baekhyun. Ya, dia sangat tahu Baekhyun meminta maaf akan apa yang telah dia lakukan tadi pagi. Dan itu benar-benar membuat Chanyeol kesakitan. Tapi Chanyeol tidak mempermasalahkan rasa sakitnya, melainkan Chanyeol benar-benar malu.
"Kau tidak mau memaafkanku?"
"Hmm?" Chanyeol akhirnya menunjukkan ketertarikkan pada topik yang coba Baekhyun ambil untuk berkomunikasi dengannya
"Kenapa hanya diam saja?"
"Aku malu Baek."
"Eii... Kenapa harus malu? Kita sama-sama namja dan aku juga mengerti rasanya ereksi di pagi hari."
"Aku merasa tidak adil."
"Hah?" Baekhyun bingung.
Chanyeolpun duduk mendekat pada Baekhyun. Deg... Baekhyun gugup dan reflek memundurkan tubuhnya sedikit menjauh dari Chanyeol yang mendekat. Melihat respon Baekhyun yang menjauh, Chanyeol kembali memajukan tubuhnya untuk mendekati Baekhyun. Baekhyun mundur hingga tubuhnya telah sampai di ujung sofa. Entah kenapa Baekhyun takut melihat Chanyeol yang sekarang.
"Kenapa kau terus memundurkan tubuhmu?"
"Kau ingin melakukan apa hah?! Jaga jarak dariku sejauh 2 meter!"
"Hah? Kenapa? Memangnya aku ingin apa?" Chanyeol bingung.
Jujur, Baekhyun sangat malas membahas ini. Tapi, entah kenapa, pikiran Baekhyun sangat liar sekarang. Dia kembali mengingat kejadian dimana dia tidak sengaja menggesek-gesekkan kakinya dengan penis Chanyeol yang awalnya memang sudah ereksi itu hingga emakin menegang sempurna. Jujur, Baekhyun sangat merasa bersalah, tapi dia yakin itu tidak disengaja. Untuk apa dia sengaja membuat Chanyeol teransang?
"Tadi kau bilang tidak adil!"
"Lalu?"
"Lalu..mmm..."
"Memangnya aku minta apa?" Chanyeol tersenyum tipis.
Entah kenapa Baekhyun mengira-ngira maksud dan arti dari senyuman itu. Ya, walaupun Baekhyun sangat tidak ingin menjawabnya. Tapi dia sangat ingin kabur dari situasi ini. Dia tidak suka membahas kepunyaan milik pribadi.
"Kau bilang tidak adil. Dan kita sedang membahas yang tadi pagi. Jujur, aku sangat minta maaf. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku tidak tahu bila aku terus menggesekkan kakiku dengan penismu yang ereksi pagi. Aku tahu itu rasanya sakit. Tapi bukan berarti kau juga berhak membuatku sakit kan?" Jelas Baekhyun panjang lebar.
"Hah?" Chanyeol memiringkan kepalanya dengan wajah datar dan menatap Baekhyun bingung.
"Jangan pura-pura polos Yeol, aku tahu kau bilang tidak adil karena aku melihat penismu ereksi dan tidak sengaja semakin membuatnya semakin mengeras. Tapi, itu bukan berarti kau bisa membuatnya menjadi adil ketika kau membuatku ereksi juga kan? Jujur, saat ini aku sedang tidak ingin melakukannya... membangunkan yang tertidur ini..."
"HAH! BAEK! DENGARKAN AKU DULU!"
Well, Chanyeol sangat terkejut akan penjelasan panjang kali lebar Baekhyun barusan. Jujur, Chanyeol sama sekali tidak memikirkannya bila Baekhyun membuat kesimpulan mengarah kesana. Chanyeol sebenarnya sangat tidak ingin membahas masalah tadi pagi dan mencari topik lain yang bisa mengembangkan hubungannya dengan Baekhyun. Tapi, kenapa Baekhyun malah membahas masalah tadi pagi?
"Kenapa?!" Baekhyun menunduk malu.
"Kau kira aku ini pria macam apa? Aku tidak seserakah itu Baek, jangan membuatku merasa seperti pria mesum dan ganas yang akan memakanmu. Aku hanya mengungkapkan tidak adil karena aku terus menyatakan perasaanku padamu, tapi kau tak kunjung membalasnya."
"..."
"Baekhyun POV"
Oh ***** Aku mengutuk diriku sendiri telah membuat kesimpulan seenak jidatku. Aku tidak tahu bila dia ingin mengganti topik. Aku pikir dia tetap akan membahas masalah tadi pagi. Rasanya aku ingin segera menenggelamkan wajahku di laut utara. Aku benar-benar malu sekarang. Dia pasti sangat bisa melihat wajahku yang memerah semerah tomat. Aku juga tidak berpikir bahwa dia akan membahas mengenai perasaanku padanya. Itu sangat tidak diduga. Entah kenapa Chanyeol yang seperti ini membuat jantungku berdegup kencang... Jantung... tenanglah, kau bisa sakit bila seperti ini terus.
.
.
.
"Author POV"
"Baek..."
Chanyeol berdiri dari posisi duduknya dan menghampiri Baekhyun, berdiri tepat didepan tubuh Baekhyun. Kemudian namja yang berdiri itu meraih wajah namja yang sedang menunduk menahan malu. Dia meraih kedua pipi namja mungil itu, mengangkatnya mengadah keatas untuk menatap wajahnya, dan menatapnya lekat lekat. Chanyeol dapat melihat jelas wajah Baekhyun yang memerah seperti tomat. Ya, Chanyeol tahu, Baekhyun pasti sangat malu sekarang. Tapi, entah kenapa Chanyeol berpikir bahwa tingkah Baekhyun sekarang benar-benar lucu baginya. Jadi dia bermaksud mengerjainya.
"..."
"Kenapa?" Tanya namja tinggi yang menatap namja mungil itu lekat-lekat.
"Kau ingin aku membangunkannya?" Chanyeol menatap Baekhyun nakal dan mengarahkan dagunya sambil melirik daerah disekitar paha Baekhyun.
Baekhyun refleks menutup kemaluannya. Entah kenapa, hanya refleks saja, padahal benda tersebut jelas jelas masih terbungkus oleh celana panjang, ya walaupun bahanya tipis. Dan ditambah benda tersebut juga sama sekali tidak terbangun. Apakah Baekhyun benar-benar takut pada Chanyeol, atau malu?
"Chanyeol!"
"Hhh... Tenang Baek, aku tidak serakah, sudah kubilang. Jadi, kau mau menjawab perasaanku atau tidak? Entah kenapa, hatiku ini-" Chanyeol melepas sentuhan tangan kirinya pada pipi Baekhyun dan memindahkan telapak tangan kirinya itu pada dada sebelah kirinya.
"Aku sangat menunggu jawabanmu. Hati ini, hati kosong ini sangat tidak sabar untuk diisi olehmu, seorang Byun Baekhyun."
"Kau tidak mau menjawabku?"
"Apakah pernyataan barusan kurang romantis?"
"Hah?" Baekhyun kemudian mengernyitkan alisnya bingung.
Ya, satu-satunya cara untuk membuat Baekhyun membalas perkataan Chanyeol adalah dengan membuatnya bingung dan frustasi. Entah kenapa Chanyeol sangat suka akan sikap polos Baekhyun itu. Mungkin sikap polosnya itu salah satu yang membuat Chanyeol semakin menyukainya.
"Aku sudah mencari cara menyatakan perasaan yang sudah pasti diterima di internet tadi malam. Tapi, sepertinya tidak berhasil.. hahaha..."
Sebenarnya, Chanyeol berbohong, dia sebenarnya mengarang kata-katanya sendiri. Dia sama sekali tidak mencari di internet. Dia hanya ingin Baekhyun merespon semua yang dikatakannya. Ya, salah satunya adalah dengan membuat dirinya terlihat bodoh.
"Chanyeol bodoh... hahaha..."
"..."
Ya, respon yang sudah sangat bisa Chanyeol tebak. Dia pasti akan dikatai bodoh atau idiot. Baekhyun hanya akan mengatainya tanpa menjawab perasaannya. Chanyeol sudah tahu itu. Tapi entah kenapa Chanyeol masih tetap berusaha agar namja mungil yang berada didepannya ini menjawab yes akan perasaannya.
"Aku akan menerima perasaanmu Chanyeolahh..." Baekhyun kemudian meraih kedua tangan hangat Chanyeol.
"Hnn?!"
Chanyeol tersentak terkejut dan menoleh menatap Baekhyun dengan mata membulat besar. Dia sangat tidak menyangka respon yang satu ini keluar dari mulut Baekhyun sendiri. Dia kira dia nantinya bisa mendengar respon ini melalui pesan singkat atau melalui Kyungsoo. Dia tidak menyangka mendapat jawaban secepat ini dan dari namja itu sendiri.
"Kubilang, aku mau jadi pacarmu." Ulang Baekhyun.
"Kau serius?"
"Memangnya aku pernah tidak serius?"
"Tidak... tapi, kupikir kau akan terus menggantu-"
Chup... Baekhyun bangun dari posisi duduknya kemudian berjinjit hingga bibirnya bisa menggapai bibir namja yang sangat jauh lebih tinggi darinya itu. Dia mengecup bibir namja itu singkat, kemudian dia duduk kembali dengan wajah memerah. Sedangkan, namja tinggi itu membeku ditempatnya. Dia sangat tidak menduga perlakuan namja mungil itu padanya. Ya, menurutnya progress ini sangat cepat untuk seorang Baekhyun yang bisa dibilang pemalu?
Chanyeol kemudian duduk disebelah Baekhyun. kemudian dia mengusap rambut namja mungil itu dan membuat namja mungil itu sedikit tersentak.
"Kenapa?" Chanyeol menatap Baekhyun yang tersentak itu dengan raut wajah bingung.
"Tidak... aku hanya merasa aneh... biasanya aku yang mengusap rambut pacarku. Tapi, entah kenapa, diusap oleh seseorang, aku merasa lebih baik."
"Hehehe... Kau bisa memintaku mengusap rambutmu kapanpun kau mau bila itu membuatmu merasa nyaman." Chanyeol terkekeh lucu melihat tingkah polos Baekhyun.
"Tapi... boleh aku mengusap rambutmu juga bila aku mau?"
"Tentu saja... hahaha..." Chanyeol tertawa.
"Kenapa kau tertawa?"
"Tidak apa-apa, hanya saja kau lucu Baek..." Chanyeol tersenyum.
"Mmm... ngomong-ngomong, kita sudah berpacaran. Sebenarnya ini yang selalu aku pikirkan..."
"Ada apa? Ceritalah..."
"Kita kan sesama namja... siapa yang jadi seme dan siapa yang jadi uke?"
Chanyeol cukup terkejut akan pertanyaan Baekhyun barusan. Seketika tangannya berhenti mengusap surai rambut Baekhyun dan menatap namja mungil itu heran. Dia tidak menyangka bahwa Baekhyun akan membahas perihal ini secepat ini. Dia kira, mereka akan membahas ini bila hubungan mereka sudah lebih jauh. Bahkan, ini baru hari pertama mereka resmi berpacaran. Ahh tidak, baru sekitar 8 menit yang lalu mereka resmi berpacaran.
Baekhyun sebenarnya juga sangat malu untuk menanyakan perihal ini. Tapi, entah kenapa dia sangat penasaran akan hal ini. Entah dorongan dari mana dia berani buka mulut untuk menanyakan hal ini. Memang sepenting itukah siapa yang seme dan uke? Tentu saja, Baekhyun biasanya bermain solo ketika menonton film porno, dan tentu saja saat itu peran Baekhyun adalah seme. Tapi sekarang, mereka sama-sama namja, Baekhyun tidak tahu apakah dia bisa seenaknya menjadi seme atau dia harus pasrah menjadi uke dari namja yang tubuhnya lebih besar darinya itu.
"Hmm..." Chanyeol hanya bergumam dan kembali mengusap surai rambut Baekhyun
"Kenapa?" Baekhyun menatap Chanyeol datar.
"Sebelum kita membahas itu, bagaimana kalau kita membahas nama panggilan dulu?"
"Mmm... Baiklah... kau ingin dipanggil apa?"
"Yeol... aku suka kau memanggilku dengan 1 kata Yeol saja, itu membuatku merasa spesial daripada temanku yang terbiasa memanggilku dengan Chan."
"Baiklah Yeol, aku akan terus memanggilmu seperti itu."
"Kau sendiri bagaimana?"
"Aku tidak tahu, biasanya kau hanya memanggilku Baek dan Kyungsoo juga sering memanggilku hanya dengan Baek saja, jadi Baek tidak begitu spesial..."
"Ehmm... Aku sedang tidak bisa memikirkan nama yang indah untukmu. Bantu aku dengan beberapa saran..."
"Tapi, bila Chanyeol tetap ingin memanggilku Baek tidak apa-apa. Karena suara panggilan nada saat kau memanggilku sangatlah spesial. Ya, selama orang yang menggunakan panggilan itu untuk memanggilku adalah orang spesial bagiku, maka nama yang tadinya tidak berarti apa-apa itu akan terasa spesial dariku bila kata kata itu keluar dari mulutmu." Baekhyun menatap Chanyeol sangat tulus.
Demi apa, detak jantung Chanyeol tidak karuan sekarang. Baekhyun yang saat ini sedang menatapnya dan yang baru saja berbicara dengan tulusnya nampak 1000x lebih cantik dari biasanya. Apalagi mulutnya yang berwana merah muda yang tersenyum kecil dan matanya yang menatap Chanyeol dengan eye smile. Chanyeol sangat ingin mencium namja mungil yang berada disampingnya itu.
"Baiklah... aku memanggilmu Baek saja..."
"Tapi Yeol... kau tidak mau menjawab pertanyaanku tadi?"
Chanyeol menghela napasnya pelan kemudian membaringkan tubuhnya diatas paha Baekhyun. Dia menatap wajah namja yang menunduk menatapnya itu lekat-lekat. Waktu terasa seperti berhenti. Entah kenapa, Chanyeol rasanya ingin terus berada di posisi seperti ini. Momen ini merupakan saat paling nyaman baginya.
"Mengenai uke dan seme?"
"Ya..." Jawab Baekhyun penasaran.
"Mmm... terserahmu Baek..."
"Hah?"
"Kau mau jadi uke atau seme?"
"Terserahku? Mmm... karena kita sama sama namja dan sama sama sudah akan segera dewasa. Aku jujur saja, aku sering menonton film porno dan aku selalu membayangkan diriku sebagai seme. Aku sama sekali tidak pernah bisa membayangkan bila aku menjadi uke." Baekhyun menjelaskan malu-malu.
Chanyeol membuka mulutnya nampak terkejut akan penjelasan Baekhyun barusan. Heol! Baekhyun sering menonton film porno? Chanyeol sama sekali tidak menyangka akan hal itu. Dia kira Baekhyun adalah pria polos yang kerjanya hanya memantau pacarnya dan belajar disekolah.
"Kau..! Se...Sering bermain... solo?" Tanya Chanyeol ragu-ragu.
"Yeol! Jangan tatap aku seperti itu... aku nampak menjijikkan sekarang... Tapi... Bukankah itu normal bagi pria yang sedang bertumbuh?"
"Jadi maksudmu aku tidak normal? Hahaha..."
"Hah?!" Baekhyun bingung.
Kenapa Chanyeol tidak normal? Ya, Chanyeol paling malas menonton film porno. Kenapa? Chanyeol tidak tertarik. Dia hanya pernah nonton sekali ketika bersama dengan Kai dan Sehun. Dan bermain solo benar-benar tidak menyenangkan. Chanyeol sama sekali tidak mau menonton film porno lagi. Lebih baik dia melakukannya bersama seseorang daripada sendiri. Eh?
"Aku hanya pernah sekali menonton film porno... Jadi itu tidak normal kah?" Chanyeol mengernyitkan dahinya sambil menatap namja yang sedang duduk menatapnya.
"Kau hanya pernah sekali menonton film porno?! Heol!"
"Kenapa?"
"Kukira kau itu pria mesum yang selalu menonton film porno ketika kau ingin!"
"Kenapa kau memberi kesimpulan seperti itu?" Chanyeol menaikkan sebelah alisnya menatap Baekhyun bingung.
"Ya, seperti yang tadi pagi sudah kulihat. Sepertinya kau mudah sekali terbangun Yeol..." Jawab Baekhyun ragu.
Well, kesini lagi pembahasan mereka. Chanyeol tidak tahu kenapa, Baekhyun senang sekali membahas mengenai kejadian tadi pagi dan penisnya yang ereksi. Apakah Baekhyun sepenasaran itu pada penis ereksi Chanyeol jadi dia selalu membahasnya di setiap waktu?
"Baek... ereksi dipagi hari itu normal. Dan aku semakin terangsang karena kau yang menggesekkan kakimu padaku."
"Mmm... jadi begitu..." Baekhyun tersenyum nakal.
Ya, Baekhyun jadi tidak terlihat polos sekarang. Chanyeol merasa dipermainkan. Dia tidak terima. Entah kenapa dia tidak suka dipermainkan oleh namja mungil yang polos ini.
"Baek..."
"Ya?"
"Kau bilang kau tidak tahu kan cara menjadi uke?"
"Mmm..." Baekhyun hanya bergumam dan mengangguk menjawab pertanyaan namja itu.
"Aku akan menjelaskannya."
"Hah?!"
Chanyeol kemudian mengubah posisi tidurannya yang kepalanya masih beralaskan paha Baekhyun itu. Dia berbaring memiringkan badannya menghadap kanan dan ya, wajahnya menghadap tepat pada kepemilikkan milik Baekhyun yang masih terbungkus celana yang berbahan tipis itu. Baekhyun yang polos itu tidak sadar bahwa Chanyeol merubah posisinya menghadap kepemilikkan Baekhyun.
"Jadi Baek... uke dan seme itu..." Chanyeol bicara setengah-setengah.
"Uke dan seme kenapa?"
"Uke itu adalah seperti ini..."
Chanyeol menghembuskan napas hangatnya tepat didepan benda kepemilikkan Baekhyun yang terbungkus celana tipis itu. Baekhyun bisa merasakannya. Ya, sekarang Baekhyun merinding dan merasakan aneh didaerah selatannya. Dia menunduk dan melihat Chanyeol menutup matanya menarik napas melalui hidungnya dan membuang napas hangatnya melalui mulutnya. Ya, Chanyeol terlihat seperti orang mesum sekarang. Baekhyun refleks mengangkat kedua tangannya menutupi kemaluannya yang terbungkus celana itu agar tidak merasakan hembusan napas Chanyeol. Sebenarnya celanamu setipis apa Baek?
"Chanyeol! Kau melakukan apa?"
"Nah... seperti itu... kau uke dan aku seme..." Chanyeol tersenyum berhenti melakukan kegiatan yang sedari tadi dia lakukan didepan kemaluan Baekhyun
"Hah?!"
"Kau, pihak yang mudah malu... dan aku pihak dominan." Chanyeol terbangun dari posisi tidurnya dan bangkit berdiri.
"Tapi...-"
"Sudah Baek.. aku ingin mandi, kau tidak ingin kecan hari ini? Tidak iri pada Jongin dan Kyungsoo."
"Tidak..." Baekhyun menggeleng kepalanya tanpa berani menatap Chanyeol karena dia masih malu atas apa yang Chanyeol perbuat.
"Aku yakin mereka sudah berciuman berkali kali, kau tidak ingin mencoba bibir ini lebih dalam?" Chanyeol tersenyum nakal sambil menunjuk bibirnya.
"..."
Baekhyun mendongak sebentar untuk menatap Chanyeol, ya lebih tepatnya bibir merah Chanyeol yang barusan Chanyeol sebut sebut. Jujur, Baekhyun ingin mencobanya, tapi saat ini dia benar-benar sangat malu.
"Baiklah Baek, karena kau diam, aku anggap setuju. Aku akan mandi, setelah itu kau bisa mandi. Aku akan membelikanmu baju dan celana dalam. Kau bisa memakainya nanti." Chanyeol langsung beranjak pergi memasukki kamarnya.
.
.
.
Tidak butuh waktu lama, Chanyeol telah selesai mandi dan segera pergi menuju toko pakaian terdekat. Untuk apa? Untuk apa lagi bila bukan membeli baju untuk kekasihnya itu. Dia hanya memilih baju asal yang kira-kira sesuai dengan selera Baekhyun. Yang penting, bisa digunakan untuk keluar rumah dan ukurannya pas.
Chanyeol kembali ke apartemennya. Suara kamar mandi di dalam kamarnya nampak sangat hening. Apakah Baekhyun sudah selesai mandi? Chanyeol mencoba memberanikan dirinya untuk mengetuk pintu kamar mandi itu.
Tok...tok...tok...
"Baekk...?"
"Eohh?"
"Kau belum selesai mandi?"
"Sudah, aku menunggumu membawa baju."
"Ohh... Aku akan meninggalkan pakaiannya di ranjang ya."
"Ne..."
Chanyeol keluar dari kamarnya. Ya, Chanyeol bukanlah pria mesum yang akan langsung memakan Baekhyun begitu saja. Dia juga diajarkan sopan santu oleh keluarganya. Keluaga Park sangat mengutamakan sopan santun.
.
.
.
Disinilah kedua namja itu berada. Myeongdong. Tempat yang bisa dibilang paling ramai di Seoul. Tempat yang paling pas untuk kedua namja ini menikmati waktu bersama sambil memakan jajanan pinggiran yang dijual disana.
Mereka nampak berjalan beriringan saling bergandengan tangan. Namja yang tinggi itu nampak tersenyum melihat namja pendek yang berjalan bersamanya itu tampak bersemangat.
"Yeol.. Aku lapar... Ayo beli makanan ringan."
"Kau mau makan apa?"
"Hotteok?"
"Oke. Mmmm... kita cari tempat duduk dulu. Aku akan membawakan hotteoknya untukmu."
"Baiklah."
Chanyeol berjalan bersama Baekhyun mencari tempat duduk. Baekhyun akhirnya duduk menunggu Chanyeol yang beranjak pergi membeli hotteok untuk Baekhyun. Antrian disana cukup panjang. Chanyeol sudah berdiri sekitar 10 menit disana. Hingga akhirnya seorang namja yang tingginya tidak berbeda jauh dengan dirinya menghampirinya.
"Chanyeol?"
"Dongjoo?"
.
.
.
"Meet Strangers"
Note: Wahh... udah Chapt 10 aja ~ Makasih ya buat yang udah review FF ini ~ Padahal awalnya cuma iseng ngetik, eh jadi keterusan XD
