"Baek..."
"Ya?"
"Aku tertarik padamu..."
"Hah?!"
Baekhyun tidak begitu bisa mendengar perkataan Chanyeol karena suara hall sangat berisik oleh para siswa. Chanyeol mencoba mengulang perkataannya karena dia sangat ingin melihat respon Baekhyun.
"Kubilang aku tertarik padamu."
"Apa?! Aku tidak bisa mendengarnnya. Disini terlalu berisik."
"Sepertinya kita harus pisah kelompok sekarang."
"Ahh benarkah?" Baekhyun bertanya dengan wajah datar.
"Eohh... Sampai bertemu nanti." Chanyeol mengangguk dan melangkah menjauh.
"Flahback End"
.
.
.
Well, sebenarnya, Chanyeol tidak mengingat seorang Byun Baekhyun bukan karena Baekhyun anak pemilik sekolah saja. Tapi sejak awal, dia sudah tertarik dengan seorang Byun Baekhyun. Awalnya dia berminat untuk mendekati Baekhyun. Tapi, semua keinginannya sirna ketika tahu bahwa Baekhyun adalah seorang Straight. Dia ingat betul, perkataan Kai hari itu benar-benar membuatnya tidak ada harapan dengan seorang Byun Baekhyun lagi.
'Jongin, kau ingat Baekhyun?'
'Ya, kenapa?'
'Maksudmu si anak pemilik sekolah itu?' Sehun ikut masuk kedalam pembicaraan.
'Anak pemilik sekolah?' Chanyeol nampak bingung.
'Kau tidak tahu? Rumornya sudah tersebar dimana-mana. Teman satu SMP Baekhyun masuk di sekolah ini juga dan katanya Baekhyun adalah anak pemilik sekolah ini dan murid harus berhati-hati padanya?' Sehun nampak menjelaskan.
'Kenapa?'
'Kau sama sekali tidak dengar rumornya?'
'Iyaa, memangnya kenapa kalau dia anak pemilik sekolah? Masalahnya dimana? Aku anak ayahku saja biasa saja.'
'Ini beda Chanyeol... kalau kau mendekatinya atau bermain dengannya, kau bisa dikeluarkan dari sekolah.' Sehun nampak serius.
'Hah? Bodoh! Itu tidak mungkin?'
'Memangnya kenapa Chanyeol? Kau tertarik padanya?' Kai mencoba membaca situasi.
'Dulu katanya ada senior yang dikeluarkan karena Baekhyun. Senior itu hanya bercanda mendorong Baekhyun dan akhirnya dikeluarkan dari sekolah.'
'Yahh... aku tidak peduli dengan rumor. Tidak mungkin bercanda hingga dikeluarkan. Mungkin menurutnya bercanda, tapi Baekhyun tidak.'
'Terserahmu saja.' Sehun mulai tidak peduli.
Sehun akhirnya berjalan keluar. Ya, dia sudah ada janji dengan pacar kesayangannya Luhan. Mereka setuju untuk bertemu di kantin. Sedangkan Chanyeol dan kai masih duduk di ruang band. Ya, Chanyeol masih asik dengan ponselnya sendiri dan Kai sedang chatting dengan Kyungsoo.
'Kau serius tertarik dengan Byun?'
'Hah?! Iya, kenapa?!' Chanyeol mulai kesal.
'Jangan Chanyeol! Dia straight! Dan paling penting, dia punya pacar, seorang yeoja!' Kai mencoba memperingatkan Chanyeol.
'Kau tahu darimana?'
'Kyungsoo...'
'Yah, aku bisa merubah seorang straight menjad gay, bagaimana?'
'Terserah, intinya aku sudah memberitahumu. Kyungsoo juga sudah bilang kalau hubungan Baekhyun dan pacarnya itu seperti lem.'
'Iya... iya... Aku tidak akan mendekatinya... puas?'
'Ngomong-ngomong Chanyeol, sampai kapan penampilanmu akan seperti itu?'
'Hah?!'
'Rambut kebawah, berkacamata, mata bulat seperti itu?'
'Yah, aku akan segera mengganti penampilanku.'
'Bagaimana bisa seseorang akan tertarik padamu bila kau bertampang seperti itu.'
Kai akhirnya memasukkan ponselnya kedalam saku celananya dan kemudian beranjak dari kursi menuju pintu dan keluar dari ruang band itu. Akhirnya hanya tersisa Chanyeol yang berada di dalam ruang band. Kenapa Chanyeol bisa memiliki akses masuk ruang band? Yah, jawabannya mudah. Chanyeol mengenal ketua kegiatan club band dan dia meminta akses khusus, sebagai gantinya, dia akan ikut club band hingga lulus.
Yah, 3 hari setelah Kai membicarakan hal itu, Chanyeol benar-benar mengganti model rambutnya dan cara berpakaiannya. Dia yang tadinya seperti anak pelajar culun yang selalu rajin belajar dan mengerjakan tugas, seketika berubah menjadi namja tampan idola semua wanita disekolah. Hari itu, Chanyeol benar-benar menjadi topik hangat. Bahkan beberapa orang banyak yang tidak percaya bila Chanyeol itu anak culun yang selalu memakai kacamata kebesaran berwarna coklat.
Chanyeol berjalan menuju ruang band seperti biasa. Dia sudah siap menghabiskan waktu disana. Dia tidak ingin terus menjadi pusat perhatian dikelas. Sungguh, dia amat teramat muak ketika merasakan seluruh pasang mata mengarah kepadanya. Chanyeol akhirnya mencoba membuka ruang band dengan kunci yang dimilikinya. Tapi, nampaknya, pintu itu tidak dikunci. Diapun akhirnya membuka pintu, dan Baekhyun nampak sedang tiduran bermain ponselnya di sofa.
'Ohh...' Chanyeol nampak terkejut melihat Baekhyun.
'AHH...' Baekhyun ikut terkejut dan terbangun dari posisi tidurannya.
'Sedang apa kau disini?'
'Maaf? Anda pengurus club band ya? Anda ingin menggunakan ruang band? Saya tidak bermaksud... Ahh iya, jangan takut juga anda akan dikeluarkan... walaupun saya anak pemilik sekolah, saya bukan orang seperti itu... maafkan saya.' Baekhyun segera menunduk dan beranjak pergi dari ruangan itu.
Chanyeol hanya bisa menatap Baekhyun bingung. Apakah Baekhyun benar tidak mengenalnya? Apakah Baekhyun sudah lupa padanya? Apakah Baekhyun menjauh darinya karena statusnya sebagai anak pemilik sekolah? Chanyeol bingung. Begitu banyak tanda tanya diotaknya, tapi dia sama sekali tidak bisa mendapatkan jawabannya. Akhirnya Chanyeol memutuskan, dari penjelasan Baekhyun tadi bahwa Baekhyun tidak ingin dekat dengan siapapun karena takut menjadi ancaman bagi orang yang dekat padanya.
.
.
.
"Meet Strangers"
"Back to now"
"Yah... Sebenarnya aku bukan hanya tetap mengingatmu sejak masa orientasi siswa karena kau anak pemilik sekolah saja Baek..."
"Maksudmu?"
"Dari awal aku sudah jelas memberitahu padamu bahwa aku tertarik padamu."
"Hah?! Kapan?" Baekhyun nampak tidak ingat.
"Sepertinya hari itu kau tidak mendengarnya..."
"Kapan?" Tanya Baekhyun lagi.
"Saat kita akan berpisah kelompok saat masa orientasi siswa... Aku bilang aku tertarik padamu. Tapi karena suasana berisik, sepertinya kau tidak mendengarnya dan terus berusaha membuatku mengungkapkan kalimat yang sama." Jelas Chanyeol.
"Saat pergantian kelompok?"
"Iya..."
Baekhyun berpikir sejenak. Sebenarnya dia sangat ingat betul kejadian itu. Dia tidak mungkin melupakan saat dimana seseorang menyatakan perasaan padanya. Tapi entah kenapa pada hari itu Baekhyun berpura-pura tidak mendengar. Apakah karena dia malu? Atau karena dia sudah punya pacar?
"Ehm... Yeol... Sebenarnya aku mendengarnya..."
"Hah?"
"Kubilang aku mendengar saat kau mengatakan bahwa kau tertarik padaku."
"Bohong... Jelas aku tahu kau tidak mendengarnya dan membuatku mengulang mengucapkannya."
"Kau percaya aku tidak mendengarnya?" Baekhyun tersenyum kecil.
"Bukankah kau memang tidak mendengarnya? Atau jangan-jangan kau pura-pura tidak mendengar?" Chanyeol bertanya dengan hati-hati.
"Bingo... Tepat sekali... Aku pura-pura tidak mendengar."
Mendengar jawaban Baekhyun barusan, entah kenapa Chanyeol merasa Baekhyun sedang jual mahal padanya sekarang. Tapi dia tetap suka Baekhyun yang seperti ini. Walaupun tidak polos, yah tidak mungkin kan Baekhyun akan terus polos.
"Kenapa?"
"Yah, saat itu aku sudah punya pacar... Dan aku juga straight. Mendengar pernyataanmu sangat membuatku terkejut dan tidak bisa berkata-kata. Jadi aku lebih memilih menghindar."
Ya, sebenarnya alasan Baekhyun sangat masuk akal. Pasti sulit bagi seorang Baekhyun yang dulu straight harus meladeni gumaman namja gay sepertinya. Tapi sekarang tidak. Baekhyun yang sekarang adalah Baekhyun yang sudah menjadi milik Chanyeol. Baekhyun akan terus meladenin semua gumaman Chanyeol. Chanyeol akan membuat Baekhyun seperti itu.
Setelah cukup lama mengobrol akan masa lalu, akhirnya 2 mangkok jjajangmyeon yang dipesan mereka datang. Chanyeol membantu mengambilkan sumpit dan mengaduk jjajangmyeon milik Baekhyun hingga rata.
"Ehmm... Sebenarnya kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Dulu aku sudah terbiasa mengaduk milik mantan pacarku, dan sekarang jjajangmyeonku yang diaduk oleh orang lain jadi terasa aneh bagiku."
"Baek... kubilang apa tadi pagi?"
"Apa?"
"Kan kita sudah sepakat, aku seme dan kau uke..."
"Tapi kan..."
"Ini manner... oke? Kau harus terbiasa dengan ini Baek..."
"Hmm... aku akan mencobanya."
"Jangan mencoba... tapi kau sudah seharusnya brgitu." Chanyeol menyerahkan jjajangmyeon yang sudah diaduk untuk Baekhyun.
Baru saja makan sebentar, ponsel Chanyeol bergetar. Acara makannya terganggu. Sebentar dia menatap layar ponselnya, nomor tidak dikenal menghubunginya. Mau tidak mau akhirnya dia menerima panggilan itu sebentar.
"Baek... aku terima telepon sebentar?"
"Siapa?"
"Entahlah, nomor tidak dikenal." Chanyeol memperlihatkan layar ponselnya pada Baekhyun.
Baekhyun hanya mengangguk mengerti. Tidak mungkin kan Baekhyun menjadi serakah dan tidak mengijinkan Chanyeol untuk menerima panggilan. Walaupun Baekhyun sudah berstatus sebagai pacarnya, tapi dia masih tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan pribadi Chanyeol walaupun dia sangat penasaran siapa nomor tidak dikenal itu yang menghubungi Chanyeol.
Chanyeol pergi ke dekat toilet restoran untuk mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal itu.
Chanyeol: "Hallo?"
Dongjoo: "Ohh.. Chanyeol? Aku Dongjoo..."
Chanyeol cukup terkejut mendengar suara dan nama penelpon tak dikenal diseberang sana. Ya, Dongjoo. Dongjoo yang tadi baru ditemuinya. Dongjoo yang merupakan sahabatnya. Dongjoo yang telah menemani masa kecilnya. Dan juga, Dongjoo yang telah merebut wanita yang menjadi cinta pertamanya. Ahh, bukan merebut. Lebih tepatnya, Chanyeollah yang merelakannya.
Chanyeol: "Hah?! Kau dapat nomorku darimana?"
Dongjoo: "Ahh... aku tadi menanyakan pada ibumu mengenai kontakmu. Aku mencoba menelpon ketelepon rumahmu tadi. Dan ternyata nomornya masih sama."
Chanyeol: "Kenapa?"
Dongjoo: "Aku hanya ingin berkomunikasi dengamu, tidak boleh?"
Chanyeol: "Hanya aneh saja, kita sudah lama tidak berkomunikasi."
Dongjoo: "Hyewon akan kembali ke Korea bulan depan... kuharap kau datang kebandara bersamaku nanti."
Chanyeol menelan ludahnya kasar mendengar perkataan Dongjoo barusan. Yah, dia pikir sejak hari itu dia berpisah dengan Hyewon, dia tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Tapi, fakta berkata lain. Hyewon akan kembali ke Korea bulan depan dan Dongjoo meminta Chanyeol ikut dengannya menjemput Hyewon di bandara? Ini sangat tidak duga.
Chanyeol: "Ahh... lihat nanti ya, aku tidak tahu aku sibuk atau tidak nanti."
Dongjoo: "Baiklah, akan kukabari nanti."
Chanyeol menghela napasnya dan menyandarkan tubuhnya ketembok. Dia benar-benar tidak tahu kalau Dongjoo akan menghubunginya dan mencoba berkomunikasi dengannya lagi. Dia benar-benar sangat ingin menjauhi masa lalunya itu. Dongjoo, Hyewon, dan Chanyeol kecil. Dia sama sekali tidak ingin mengingatnya. Bukan tidak ingin, tapi dia tidak boleh!
Chanyeol kembali kemeja makannya dengan wajah tidak enak. Baekhyun benar-benar bisa membaca raut wajah Chanyeol sekarang. Raut wajah yang sangat tidak ingin diajak bicara. Tapi Baekhyun tidak mau Chanyeol terus seperti ini. Ini benar-benar membuat Baekhyun ikut merasa buruk.
"Ada apa Yeol?"
"Hah? Tidak ada apa-apa..."
"Tapi, raut wajahmu tidak bilang begitu."
"Hmm..."
"Kenapa?"
"Mau pulang saja Baek?"
"Ada apa?"
"Habiskan dulu jjajangmyeonnya, oke? Aku tidak apa-apa."
Inilah yang Baekhyun tidak suka dari seorang pcy-nim atau yang sebenarnya adalah Chanyeol. Baekhyun selalu bercerita segala hal tentangnya. Tapi bagaimana dengan pcy-nim atau Chanyeol? Dia tidak pernah menceritakan apa-apa. Jadi bisa dibilang, Baekhyun sama sekali tidak tahu tentang kehidupan Chanyeol.
Baekhyun akhirnya menurut dan segera menghabiskan jjajangmyeonnya. Dia berharap untuk cepat pulang dan Chanyeol akan menceritakan segalanya. Itulah harapannya. Entahlah akan faktanya nanti bagaimana. Semuanya berada ditangan Chanyeol. Apakah Baekhyun bisa menjalankan perannya sebagai pacarnya atau hanya sebagai orang yang mendapatkan cinta dari Chanyeol.
.
.
.
"Meet Strangers"
Sesampainya di apartemen Chanyeol, Baekhyun langsung menghempaskan tubuhnya disofa empuk yang berada diruang tengah apartemen itu. Sedangkan Chanyeol? Ya, dia sedang menuju kedapur dan menyiapkan minum untuk Baekhyun.
"Jus/Susu/Kopi Baek?"
"Susu..."
"Rasa?"
"Memangnya kau punya semua rasa?"
"Kalau aku tidak ada rasa yang kau inginkan, aku akan pergi membelinya."
"Tidak... jangan, aku tidak mau sendirian."
Baekhyun menolak mentah-mentah perkataan Chanyeol barusan. Entah kenapa, mendengar penolakkan Baekhyun itu Chanyeol tersenyum. Bagaimana tidak, Jelas itu arti lain dari kata 'Aku ingin ditemani olehmu.' Ya, begitulah yang bisa Chanyeol dengar. Chanyeol sangat suka sikap Baekhyun yang ingin menempel dengan dirinya.
"Baiklah, coklat, vanilla, strawberry, pisang?"
"Hmm... sebenarnya aku suka strawberry... tapi untuk sekarang... pisang? Aku sudah mulai bosan dengan strawberry?"
"Kau mau mencoba pisang?" Chanyeol melihat Baekhyun yang duduk disofa itu tersenyum nakal.
"Iyaa..." Baekhyun masih tiduran disofa.
Entah kenapa, Chanyeol kemasukkan setan darimana, dia sangat ingin mengerjai Baekhyun sekarang. Well, membahas pisang, entah kenapa Chanyeol jadi memikirkan pisang yang ada ditubuhnya. Ya, apalagi kalau bukan penisnya. Entah kenapa setiap bersama Baekhyun pikiran Chanyeol menjadi liar.
"Baek?"
"Eohh?" Baekhyun bangun dari posisi tidurannya dan menatap Chanyeol datar.
"Kau yakin ingin mencoba pisang?" Chanyeol tersenyum nakal.
"Hah? Iya, kan aku sudah bilang aku mulai bosan dengan strawberry..." Baekhyun masih menjawab dengan wajah datar.
Chanyeol berjalan mendekat kearah Baekhyun. Dia berdiri tepat didepan Baekhyun yang masih duduk disofa. Ya, sekarang Baekhyun mendongak keatas agar bisa menatap wajah namja tinggi itu.
"Ingin mencoba pisangku?"
"Kan aku sudah bilang, aku mau mencoba pisang..."
Baekhyun nampak masih belum menangkap maksud pisang yang sedari tadi disebut Chanyeol. Yah, Baekhyun seperti inilah yang paling disukai Chanyeol. Polos, wajah datar, ahh tidak, lebih tepatnya wajah tanpa dosa. Chanyeol sangat suka wajah Baekhyun yang berekspresi seperti itu. Dia sangat gemas dengan pacar namjanya ini.
"Baek..."
"Ya?"
"Jangan melihat kewajahku..."
"Kenapa?"
"Katanya kau ingin pisang."
"Iya... lalu?"
"Tundukkan wajahmu sedikit, lihat lurus kearah depan."
Well, ketika Baekhyun menundukkan wajahnya sedikit dan melihat lurus kearah depan sesuai perintah Chanyeol. Seperti yang sudah bisa ditebak. Ya, didepan wajah Baekhyun langsung berpapasan dengan gundukkan milik Chanyeol. Walaupun gundukkan tersebut belum terbangun. Tapi Baekhyun yang tadinya polos ini mulai mengerti maksud pisang yang sedari tadi dibicarakan oleh Chanyeol.
"Kau ingin mati eohhh?!" Baekhyun mengambil bantal disampingnya dan memukul-mukul Chanyeol dengan wajah memerah.
"Maaf... Baek... ahhahaha.." Chanyeol tertawa lebar.
"Sudahlah, aku ingin strawberry saja... dasar mesum."
Baekhyun sangat malu sekarang karena perbuatan Chanyeol tadi. Wajahnya pasti sangat merah semerah tomat sekarang. Baekhyun berani bertaruh. Entah kenapa membahas itu Baekhyun jadi memerah. Padahal dulu dia hanya bisa merona bila membahas dada besar dan kenyal wanita bersama Kyungsoo. Apakah ini nafsu yang Kyungsoo maksud?
Chanyeol akhirnya berjalan menjauh dari Baekhyun dan masih tertawa kecil akan sikap Baekhyun barusan. Dia jelas sekali bisa melihat wajah Baekhyun yang memerah itu bahkan dari dapur sekalipun. Wajah merahnya sangat mendominasi. Chanyeol akhirnya menuangkan susu rasa pisang sesuai yang diinginkan Baekhyun. Ngomong-ngomong kenapa Chanyeol punya banyak rasa susu? hahahah...
"Ini... maaf atas tadi hahaha..." Chanyeol meletakkan gelas berisi susu rasa pisang diatas meja.
"Diam kau, aku sedang memberontak."
"Memberontak bilang-bilang... hahaha..." Chanyeol sangat gemas dengan Baekhyun sekarang.
Titninit... Tininit... Suara ponsel Chanyeol berbunyi. Chanyeol segera merogoh sakunya untuk meraih ponselnya yang bergetar dan berbunyi itu. Chanyeol hanya memutar bola matanya malas ketika melihat nomor penelpon itu. Ya, nomor yang sama dengan yang menelpon Chanyeol di restoran tadi. Dongjoo!
"Mmm... Baek... aku menerima telepon sebentar ya."
"Ohh.." Baekhyun hanya mengangguk.
Chanyeol berjalan menuju kamarnya untuk menerima panggilan tersebut. Entah kenapa bila berbicara dengan Dongjoo dia tidak ingin pembicaraannya didengar oleh Baekhyun. Apakah Chanyeol takut Dongjoo akan membahas Hyewon dan Baekhyun akan cemburu? Entahlah, hanya Chanyeol yang tahu kenapa dia tidak suka Baekhyun mendengar pembicaraannya.
Chanyeol: "Ada apa?"
Dongjoo: "Kenapa kau tidak membalas pesanku?"
Chanyeol: "Aku sibuk, jangan ganggu aku."
Dongjoo: "Ayolah Chan, kita kembali seperti dulu eohh? bertiga juga dengan Hyewon."
Chanyeol: "Aku tidak mau."
Dongjoo: "Kenapa? Karena masalah Hyewon menyukaiku? Ayolah... itu masalah lama."
Chanyeol: "Bukan..."
Dongjoo: "Lalu kenapa?"
Chanyeol: "Tidak ada, intinya, tolong jangan ganggu aku lagi."
Dongjoo: "Ayolah, kenapa? Aku akan meminta alamatmu pada mama Park."
Dongjoo memutuskan panggilan secara sepihak. Chanyeol pusing sekarang. Dia melempar ponselnya asal keatas ranjang dan mengacak-acak rambutnya. Entah kenapa dia benar-benar malas dan pusing bila harus berurusan lagi dengan kedua teman masa kecilnya itu. Sebenarnya ada apa sih dengan Chanyeol?
Baekhyun sangat bingung dengan perilaku Chanyeol. Kenapa Chanyeol selalu menghindar darinya hanya untuk sekedar mengangkat telepon. Apakah pembicaraannya tidak boleh diketahui Baekhyun? Entah kenapa, Baekhyun sangat penasaran akan apa yang Chanyeol bicarakan ditelepon sejak di restoran tadi. Baekhyun sangat yakin, kalau penelpon yang sekarang, pasti adalah orang yang sama.
"Baek..."
"Ya?"
"Boleh aku bertanya?"
Inilah masa-masa yang ditunggu oleh Baekhyun. Chanyeol akan bicara serius. Baekhyun sangat yakin, ini pasti berhubungan dengan topik yang dibicarakan Chanyeol dengan orang yang daritadi menelponnya itu.
"Iyaa... tentu sajaa..." Baekhyun menjawab antusias.
"Kau ingat Dongjoo yang tadi?"
"Ahh... temanmu dan teman seangkatanku di tempat hotteok tadi?"
"Emm..." Chanyeol mengangguk.
"Iya, dia kenapa?"
"Menurutmu, dia itu bagaimana?"
Well, Baekhyun sangat tidak mengerti maksud pertanyaan Chanyeol. Kenapa dia bertanya tentang Dongjoo padanya. Baekhyun bahkan tidak ingat mempunyai teman seangkatan yang bernama Dongjoo. Tidak mungkin kan Chanyeol menyukai Dongjoo? Sebenarnya, Baekhyun menduga-duga kalau Chanyeol pernah menyukai Dongjoo tapi mereka akhirnya berpisah. Tapi apakah itu benar?
"Kenapa? Kau menyukainya?" Tanya Baekhyun ketus.
"Hah?!"
Chanyeol cukup terkejut akan apa yang Baekhyun barusan lontarkan dari mulutnya. Baekhyun bertanya bahwa Chanyeol menyukainya? Baekhyun tidak bercanda kan? Jelas-jelas Chanyeol baru saja resmi menjadi pacarnya tadi pagi. Apakah dia ingin mengakhiri hubungannya yang baru saja terjalin selama 8 jam?
"Kau bercanda Baek? Hahahha..." Chanyeol berjalan mendekat dan mengelus kepala Baekhyun.
"Ahh.. tebakanku salah?"
"Hahhaa... tidak kena sama sekali. Kau gila aku menyukainya. Aku hanya menyukaimu Baek."
"Kau sudah bilang itu berkali-kali."
"Tapi kau tidak pernah bilang kau menyukaiku."
"..."
Baekhyun terdiam. Yah, perkataan Chanyeol tidak sepenuhnya salah. Baekhyun memang tidak pernah mengungkapkan kepada Chanyeol bahwa dia menyukainya. Baekhyun hanya sebatas menerima perasaannya tapi tidak membalas perasaannya.
"Hmm... sudahlah Baek.. lupakan... kau bisa bilang menyukaiku kapan saja bila kau mau."
"Jadi, menurutmu Dongjoo itu orang seperti apa?"
"Kenapa?"
"Dongjoo adalah sahabatku waktu kecil. Tapi, saat ini entah kenapa dia terasa berbeda..."
"Beda dari mananya?"
"Auranya?"
"Bodoh... memangnya kau bisa melihat aura?" Baekhyun memukul kepala Chanyeol pelan.
"Eiii... sakit..." Chanyeol mengelus daerah kepalanya yang dipukul Baekhyun.
"Aku bahkan tidak memukulmu sekeras itu..."
"Hahaha... Aku merasa ada yang aneh dengannya Baek..."
"Dia kenapa?"
"Entahlah... Intinya aneh..."
Baekhyun hanya bisa mengernyitkan dahinya menanggapi jawaban Chanyeol. Ya, Baekhyun sama sekali tidak mengerti kata aneh yang dimaksud oleh Chanyeol. Dia juga tidak begitu mengenal Dongjoo, jadi dia tidak bisa memberikan jawaban apapun yang diharapkan Chanyeol.
"Entah kenapa aku tidak suka dia mulai menghubungiku lagi." Chanyeol meraih kedua tangan Baekhyun.
"Kenapa kau tidak menyukainya?"
"Aku juga tidak tahu, kan aku sudah bilang rasanya aneh..."
"Hmm..." Baekhyun hanya bisa bergumam.
"Mungkin karena kau tidak bertemu dengannya setelah sekian lama, makanya kau merasa ada sesuatu yang berbeda padanya."
"Iya... Seperti itu... Tapi perasaan ini. Tidak... Insting ini mengarah ke hal buruk. Aku tidak tahu kenapa."
Baekhyun berpikir cukup lama untuk mengerti akan maksud Chanyeol. Ya, hanya Chanyeol yang tahu kenapa dia merasa akan ada hal buruk yang datang bila dia terus dekat dengan Dongjoo. Baekhyun juga sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dengan Chanyeol dan Dongjoo sewaktu dulu. Yang dia tahu. Chanyeol dan Dongjoo adalah sepasang sahabat yang terpisah setelah sekian lama dan bertemu kembali.
"Baek... Kau tahu..."
"Apa?"
"Dongjoo adalah pria yang berhasil mendapatkan hati cinta pertamaku."
Entah kenapa mendengarkan pembahasan Chanyeol mengarah kemana sekarang, Baekhyun mengerti. Dan seketika mood Baekhyun turun. Entah kenapa dia tidak suka Chanyeol membahas orang lain didepannya. Tapi, Baekhyun juga tidak ingin ada rahasia diantara mereka.
"Aku bukan cinta pertamamu kan, hahahah... Pria tampan sepertimu pasti banyak yang suka." Baekhyun bicara dengan wajah datar.
Mendengar perkataan Baekhyun barusan, Chanyeol yakin sekali, mood Baekhyun pasti benar-benar turun karena Chanyeol tidak sengaja membahas masa lalunya akan cinta pertamanya. Jadi inikah yang dinamakan cemburu?
"Kau cemburu Baek?" Chanyeol tersenyum kecil.
"Tidak.."
"Kenapa nada bicaramu jadi ketus begitu?"
"Tidak apa-apa, aku hanya sedang malas bicara."
"Bohong..."
"Aku serius."
"Huh... Baek, jujur saja, ketika aku menyebut kata cinta pertama, raut wajahmu jadi berubah, hahahhah..." Chanyeol benar-benar menertawakan Baekhyun sekarang.
"Iya! Kenapa! Aku memang malas ketika kau mulai membahas cinta pertamamu! Aku sangat tidak ingin mendengarnya." Baekhyun sangat kesal sekarang.
Chanyeol terkekeh mendengar Baekhyun yang meluapkan kekesalannya barusan. Entah kenapa Baekhyun sangat imut ketika kesal. Padahal pacarnya ini sedang marah, tapi entah kenapa Chanyeol suka membuat Baekhyun marah.
"Sudah ya Baek... Jangan marah..." Chanyeol memeluk tubuh mungil Baekhyun.
"Iya, aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal."
"Kau ingin makan malam apa?"
"Sudah mau makan malam?"
"Iya... Kau tidak lihat sekarang sudah hampir jam 6..."
"Ehmmm... Aku ingin apa saja yang penting enak."
"Kau meragukan masakanku eohh?" Chanyeol mengacak-acak rambut dikepala Baekhyun.
"Jangan acak rambutku, nanti aku jadi jelek."
Baekhyun menepis tangan Chanyeol dan merapikan rambutnya. Dia bangun dari posisi duduknya dan berjalan menuju kamar mandi di dekat pintu keluar.
Ting..tong... Bel pintu apartemen Chanyeol berbunyi. Chanyeol masih berkutat didapur untuk memasak khusus untuk Baekhyun.
"Baek... Bisa tolong lihat siapa yang memencet bel?"
"Eohh... Baiklah."
Baekhyun merubah langkah kakinya yang tadinya menuju toilet menjadi kearah pintu. Yah, kondisi Baekhyun untuk ke toilet juga tidak begitu mendesak. Jadi dia memutuskan untuk membuka pintu pada tamu yang sudah menunggu didepan pintu apartemen Chanyeol.
Tininit... Pintu apartemen terbuka.
Baekhyun sedikit terkejut melihat sosok namja yang sudah berada didepan apartemen Chanyeol. Ya, namja yang tadi tidak sengaja bertemu di tempat hotteok.
"Ehh?"
"Hai, Byun Baekhyun.."
.
.
.
"Meet Strangers"
Note: Aku telat update ya? Aku salah itung hari? O.O ini hari keempat ya? Harusnya aku up hari ketiga setelah update terakhir O.O Sorry ya guys :( Karena aku telat update :( Chapt 13 aku up besok :) ~
