"Sudah kuputuskan..."
"Ne?" Baekhyun tidak mengerti.
"Kau akan segera bertunangan."
"MWOO?!"
Baekhyun terkejut setengah mati mendengar peryataan ayahnya barusan. Yah, Baekhyun sangat tahu, ini sudah pasti bisnis. Tapi Baekhyun sangat tidak setuju bila kehidupan pribadinya harus dicampur adukkan dengan bisnis.
"Appa... Aku sudah punya pacar..."
Baekhyun mencoba berterus terang. Ya, satu-satunya jalan saat ini adalah memberitahu kebenarannya dan mencoba sebisanya. Baekhyun masih belum tahu apakah ayahnya ini akan menerima keputusannya atau tidak.
"Baek.. Kau gila?" Baekbeom mencoba menghentikan Baekhyun.
Entah kenapa Baekbeon baru menjalankan tugasnya sebagai seorang kakak yang benar sekarang. Baekbeom sangat tahu apa yang akan terjadi bila permintaan ayahnya ini ditentang. Sesuatu yang gila dan buruk pasti akan terjadi.
"Begitukah? Kalau begitu aku membiarkanmu membela dirimu. Siapa pacar barumu itu?"
Glup, Baekhyun menelan ludahnya kasar. Entah kenapa rasanya Baekhyun sudah siap jiwa dan raga bila dia akan dipukul oleh ayahnya. Ya, bagaimana bisa Baekhyun bilang dengan mulutnya sendiri didepan ayahnya bahwa dia sudah beralih menjadi penyuka sesama jenis.
"Namanya Park Chanyeol.."
"Park Chanyeol?"
"Iyaa..."
"Namja?"
Baekhyun hanya bisa mengangguk pelan dan Baekbeom menghela napas pendek. Dia sudah tahu kejadian apa yang akan terjadi setelah ini.
Plakk... Satu tamparan panas mendarat dipipi kiri Baekhyun. Tuan Byun baru saja menampar Baekhyun dengan tangan kanannya. Nyonya Byun juga ikut terkejut. Bagaimana bisa anaknya ini berubah jadi penyuka sesama jenis? Baekbeom juga hanya bisa menatap adik satu-satunya itu kasihan.
"Darimana kau kenal pria bernama Park Chanyeol itu?"
"Dia teman sekolahku appa..." Baekhyun menjawab dengan polosnya.
Tuan Byun dengan sigap mengeluarkan ponsel hitam dari saku celana kanannya dan menghubungi seseorang.
Tn Byun: "Ne... Kepala Sekolah Kim, bisa tolong urus surat kepindahan Baekhyun?"
Kepsek. Kim: "Ne? Byun Baekhyun?"
Tn. Byun: "Ya, secepatnya, aku akan memindahkannya."
Tuan Byun memutuskan panggilan secara sepihak. Ya, tidak mungkin Tn Byun asal mengeluarkan siswa tanpa alasan. Dia tidak sesemberono itu.
"Appa... Aku tidak ingin pindah..."
"Calon tunanganmu akan datang ke Korea bulan depan dan kau harus menjemputnya. Bila aku mendengar kabar kau tidak berada bersamanya ketika dia datang kesini, kau akan tahu akibatnya. Kalian akan bertunangan setelah kalian lulus Sekolah Menengah Atas."
Ya, Tuan Byun sama sekali tidak mau mengindahkan penolakkan Baekhyun dan tidak peduli apa yang Baekhyun inginkan. Dia hanya ingin semua rencana yang berhubungan dengan bisnisnya berjalan lancar tanpa diganggu.
"Appa.. Aku mohon.."
"Sekeretaris Wang, tolong sita ponsel Baekhyun dan besok pagi segera antar Baekhyun keluar Seoul. Dia akan homescholing di rumah kita yang berada di Gyeonggi-do."
"Baik tuan."
Sebenarnya Sekretaris Wang juga tidak tega harus berlaku setegas dan sekasar ini terhadap Baekhyun. Tapi, bagaimanapun juga, yang memberinya gaji dan yang berhak memerintahkannya adalah tuan Byun seorang.
"Baekhyun, tolong berikan ponselmu."
Dengan terpaksa, Baekhyun pada akhirnya menyerahkan ponselnya kepada sekretaris Wang. Ya, ponselnya adalah satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk Baekhyun supaya bisa tetap berhubungan dengan Chanyeol. Tapi, bila seperti ini yang terjadi, bagaimana caranya menghubungi Chanyeol? Baekhyun bahkan tidak ingat nomor ponsel Chanyeol. Bila dia ingat, dia pasti akan santai dan mencoba menghubungi Chanyeol melalui telepon rumahnya nanti.
.
.
.
"Meet Strangers"
Disinilah Baekhyun berada, dikamar besarnya. Hidupnya nampak kosong sekarang. Tanpa ponsel dan udara luar. Ya, dia benar-benar dikurung dikamar hingga hari esok tiba. Bila dikurung, bagaimana dengan makan siang dan makan malam? Tentu saja pembantu rumah tangga Baekhyun akan membukakan kamarnya dan membawakan makanannya ke kamar Baekhyun. Kenapa Baekhyun tidak kabur saja saat itu? Bagaimana bisa dia kabur, dirumahnya banyak penjaga. Satpam rumahnya ada 3.
"Huh... Bagaimana ini... baru saja aku berpacaran 2 hari, masa harus putus?"
Baekhyun hanya bisa bergumam sendiri dikamarnya, hingga akhirnya suara berisik terdengar dari luar kamarnya. Ya, sekarang sudah jam 1 siang. Sudah waktunya Baekhyun makan siang. Dia sangat bosan berdiam dikamarnya 2 jam. Dia hanya menonton acara tv dari tadi.
Tsk..tsk... Orang yang berada diluar itu mencoba membuka kamar Baekhyun. Suara kunci berbenturan diluar sana. Ya, bisa dibilang mungkin ada 10 kunci lebih yang menggantung disana.
"Hei, Baek..."
"Hyung?"
Baekhyun bingung melihat kakak satu-satunya ini membawa 1 paket lengkap nasi, lauk, sayur, dan minum. Bukankah seharusnya bibi yang membawakan makanan itu? Kenapa jadi Baekbeom? Apakah Baekbeom beralih privasi jadi pembantu rumah tangganya? Tidak mungkin!
"Aku tahu rasanya dikurung seperti ini, makanlah..." Baekbeom menyodorkan makanan untuk Baekhyun makan.
"Ne?"
"Aku pernah merasakan hal ini 9 tahun yang lalu... saat itu kau tidak tahu, kau kira aku pindah sekolah karena aku ingin pindah, tapi inilah yang sebenarnya terjadi.."
"Mwo? Hyung dulu juga begini?"
"Yah, tapi lama kelamaan aku terbiasa dan akhirnya aku putus dengan pacarku dan sekarang lihat, aku hidup damai bertunangan dengan wanita yang ayah pilih. Kau juga akan terbiasa nanti."
"MWO?! AKU TIDAK INGIN BERTUNANGAN DENGAN ORANG YANG AYAH MAU. AKU BAHKAN TIDAK TAHU WAJAH DAN NAMANYA!"
Ya, Baekhyun kesal sekarang. Dia pikir kakaknya akan mendukungnya untuk kabur dan kembali kepada Chanyeol yang baru saja berstatus menjadi pacarnya. Ternyata tidak, baekbeom malah menyuruh Baekhyun menjalankan semua ini dengan santai.
"Kubilang, di awal kau memang akan seperti ini, dulu aku juga sepertimu. Lama-lama kau pasti bisa menyukai calon yang ayah pilih, lihat diriku... calon yang ayah pilih pasti cantik kok, badannya pasti montok, kau tidak akan kecewa Baek."
Well, Baekhyun sama sekali tidak peduli dengan badan montok dan wajah cantik itu. Sebenarnya Baekhyun tidak masalah akan dia yang harus menjalani hubungan dengan wanita yang ayahnya pilih itu. Tapi, satu hal yang dia takutkan adalah, dia takut perasaannya pada Chanyeol yang baru tumbuh ini semakin tumbuh seiring berjalannya waktu dan semakin memudar ketika Baekhyun akan merasa nyaman dengan calon tunangannya itu.
"Hyung... aku baru jadi dengan Chanyeol kemarin! Bagaimana bisa..."
"Baek... ikuti saja alurnya, aku pergi dulu, dahh~ Oh iya, kudengar, calon tunanganmu pemegang saham terbesar kelima diperusahaan ayah. Bila pertunanganmu batal, kau tahu kan apa yang akan terjadi?"
Ya, Baekbeom sekarang mencoba memperingati Baekhyun akan tindakan apa yang harus Baekhyun ambil. Tetap memperjuangkan rasa cintanya terhadap Chanyeol yang baru tumbuh itu. Atau berhenti menumbuhkan rasa cinta itu dan mencoba menumbuhkan cinta yang baru. Ahh, Baekhyun pusing sekarang.
"Tunggu Hyung..."
"Wae?"
"Bisa aku pinjam ponselmu?"
"Hah? Untuk apa? Kau masih mau menghubungi pria bernama Chanyeol itu? Kau gila?"
"Aku bahkan tidak ingat nomornya, bagaimana bisa aku menghubunginya?"
"Lalu?"
"Aku ingin menghubungi Kyungsoo, paling tidak dia harus tahu kabarku. Kau menyimpan nomornya kan?"
"Nih..."
Baekbeom dengan santainya memberikan ponselnya pada Baekhyun. Ya, Baekhyun langsung mencari nomor Kyungsoo pada ponsel milik hyungnya itu. Dia dengan segera menghapal nomor telepon Kyungsoo dan menelponnya.
Kyungsoo: "Ne, Hyung-nim?"
Baekhyun: "Aku Baekhyun!"
Kyungsoo: "Mwo?"
Baekhyun: "Ponselku disita..."
Kyungsoo: "MWO?!"
Well, sekarang Baekhyun berpikir, apakah Kyungsoo sejak lahir hanya diajarkan kata mwo untuk berbicara? Tidak bisakah dia bertanya akan kabar Baekhyun? Entah kenapa Baekhyun mulai sebal dengan sahabat idiotnya ini.
Baekhyun: "Hentikan acara terkejutnya, ponselku disita dan aku akan pindah sekolah."
Kyungsoo: "MWOOO?!"
Baekhyun: "Kyung!"
Yah, Baekhyun benar-benar kesal sekarang. Kyungsoo benar-benar berniat hanya mengucapkan kata 'mwo' kah hingga panggilan berharga ini berakhir?"
Kyungsoo: "Kau tidak bercanda kan?"
Akhirnya Kyungsoo mengucapkan kata lain ~
Baekhyun: "Memangnya aku terdengar sedang bercanda?"
Kyungsoo: "Tapi kenapa?"
Baekhyun: "Aku akan segera bertunangan, calon tunanganku akan datang ke Korea bulan depan."
Kyungsoo: "MWOOOOOO?!"
Oke, Baekhyun benar-benar sangat kesal sekarang. Bila Kyungsoo yang sedang menelponnya ini berada didepannya, mungkin Baekhyun sudah menampar Kyungsoo dari tadi. Sayangnya, ini hanya panggilan telepon. Baekhyun mulai muak, diapun akhirnya memutuskan panggilan secara sepihak.
"Dasar bodoh!"
Baekhyun melempar ponsel Baekbeom dan untuknya Baekbeom berhasil menangkapnya dengan waktu yang tepat. Bila tidak, mungkin ponsel itu akan hancur berkeping-keping akibat lampiasan amarah baekhyun.
"Kalau kesal pada sahabatmu jangan lampiaskan ke ponselku, bodoh ahh.."
Baekbeom akhirnya keluar dari kamar Baekhyun dengan membanting pintu itu sedikit keras. Tidak lupa, dia juga kembali mengunci pintu kamar itu. Baekhyun sangat kesepian sekarang. Dia sudah selesai makan. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Video gamesnya tertinggal diruang tamu. Harusnya dia meminta Baekbeom membawakannya tadi. Tapi Baekhyun sudah terlanjur membuat Baekbeom kesal. Jadi, dia tidak mungkin meminta tolong pada Baekbeom.
.
.
.
"Apa Benar Baekhyun pindah?"
Ya, Kyungsoo berada dikelas sekarang. Hari ini sudah hari Senin, sebentar lagi juga bel masuk berbunyi, tapi kursi Baekhyun masih kosong. Baekhyun tidak benar-benar pindah kan? Kyungsoo benar-benar bingung sekarang. Dia tidak menyangka bahwa Baekhyun benar-benar akan pindah sekolah. Dia pikir Baekhyun hanya bercanda kemarin.
"Kyungsoo, kau tidak tahu dimana Baekhyun?"
Ya, siapa lagi yang akan menanyakan hal itu kalau bukan Chanyeol. Namja tinggi itu susah payah datang ke kelas Baekhyun tapi orang yang dicari tidak ada. Kursinya kosong. Chanyeol kebingungan menghubungi Baekhyun dari kemarin. Dia sudah coba datang ke rumahnya, tapi satpan rumahnya bilang Baekhyun tidak ada di rumah. Chanyeol pusing sekarang.
"Aku juga tidak tahu..."
Yah, Kyungsoo tidak mungkin memberitahu Chanyeol kalau Baekhyun menelponnya kemaren dan memberi berita bahwa Baekhyun pindah sekolah. Yang lebih parahnya lagi, Kyungsoo menganggap itu candaan. Bisa-bisa Chanyeol meninjunya di tempat.
"Kemarin dia menginap di apartemenku lagi, tapi saat paginya aku bangun dia sudah tidak ada, hanya seragam dan tasnya yang tertinggal. Kupikir dia keluar sebentar, tapi setelah 3 jam dia tidak kembali, akhirnya aku memutuskan untuk pergi kerumahnya. Tapi, satpamnya bilang dia tidak ada dirumah. Dia juga sama sekali tidak memberi kabar hingga sekarang."
Yah, Chanyeol sangat khawatir akan pacarnya itu sekarang. Sudah hampir 24 jam Baekhyun tidak memberinya kabar. Bisa-bisa Chanyeol pergi ke kantor polisi dan melapor orang hilang.
"Hmm... Chanyeol.."
"Ohh?"
"Baekhyun... Dia pindah sekolah..."
"Apa?!"
"Kemarin dia menelponku menggunakan ponsel Baekbeom Hyung... Aku kira dia bercanda.."
"Dia pindah? Tapi kenapa?"
"Dia bahkan membahas pertunangan kemarin..."
"MWO?!"
Ya, Chanyeol terkejut setengah mati sekarang. Bagaimana tidak? Baekhyun membahas pertunangan? Tidak mungkin Baekhyun membahas pertunangan kakaknya. Buat apa susah susah dia mempedulikan kakaknya yang bahkan sama sekali tidak peduli dengannya itu. Jadi pertunangan siapa lagi kalau bukan pertunangan Baekhyun sendiri.
"Aku rasa ini ayahnya..."
"Ayahnya?"
"Ya, saat Baekhyun pacaran dengan Yeri juga seperti ini. Awalnya ayahnya tidak setuju. Tapi setelah tahu latar belakang keluarga Yeri, ayahnya menyetujui hubungan mereka."
"Memangnya apa latar belakang keluarga Yeri?"
"Hmm.. Yah, keluarganya cukup.. Ahh bisa dibilang sangat kaya. Keluarga Yeri juga menanam saham di perusahaan milik ayah Baekhyun."
"Apa nama perusahaan ayah Baekhyun?"
"Kalau tidak salah... Taka Company? Aku juga tidak begitu ingat... Atau Paka Company? Aku tidak begitu tahu, yah kira kira namanya tak jauh dari sana."
"Ohh.. Baiklah... Thank You... Aku akan menraktirmu dan Jongin lain kali."
Well, perilaku yang sangat tidak bisa ditebak dari seorang Park Chanyeol. Baru saja dia mengucapkan terima kasih dengan mulutnya sendiri didepan Kyungsoo? Kyungsoo sama sekali tidak menyangka hal itu. Bahkan dia pikir untuk mengobrol berdua dengan seorang Park Chanyeol adalah hal yang mustahil. Tapi rasanya hal mustahil itu menjadi mungkin bila ada unsur Baekhyun didalamnya.
.
Chanyeol: "Hallo... Appa..."
Tn. Park: "Ohh anakku... Kenapa? Tumben kau menelponku... Pasti ada maunya kan?"
Chanyeol: "hehehe..."
Tn. Park: "kenapa? Apa lagi? Ingin ganti mobil lagi?"
Yah, kenapa ayah Chanyeol membahas ganti mobil? Ya, Chanyeol hobi sekali mengganti mobilnya tiap 3 bulan sekali. Dan Tuan Park merasa bahwa ini sudah waktunya Chanyeol mengganti mobilnya. Tapi, Chanyeol sama sekali tidak ada niat untuk mengganti mobilbya kali ini. Ya, dia tidak ingin jejak wangi tubuh seorang Byun Baekhyun hilang darinya. Yah, Baekhyun sudah pernah menaiki mobil itu beberapa kali.
Chanyeol: "Tidak... Aku ingin bertanya.. Ayah tahu Taka Company?"
Tn. Park: "Taka Company? Aku tidak pernah mendengarnya..."
Ehh? Tidak pernah mendengarnya? Apakah perusahaan ayah Baekhyun tidak sebesar itu? Tapi kenapa ayah Baekhyun sangat menjaga ketat urusan bisnisnya?
Chanyeol: "Ne? Kudengar itu perusahaan besar?"
Tn. Park: "Perusahaan besar? Taka Company? Ahh... Mungkin maksudmu Haka Company?"
Chanyeol: "Ohh? Ada yang namanya Haka Company?"
Tn. Park: "Iya... Perusahaan itu masuk top 10 perusahaan tersukses di Korea tahun kemarin. Kenapa kau tiba-tiba tertarik dengan bisnis?"
Chanyeol: "Haka Company... Siapa pemiliknya?"
Tn. Park: "Kalau tidak salah, perusahaan itu diurus oleh Haka Group. Pemimpinnya kalau tidak salah bermarga Byun. Kenapa? Kau ingin bekerja disana? Ayah bisa mempekerjakanmu disana setelah lulus. Kau nampaknya tertarik sekali dengan perusahaan itu."
Chanyeol: "Benarkah?"
Tn. Park: "Tentu saja... Perusahaan kita pemegang saham kedua terbesar disana. Apa yang tidak bisa ayah lakukan untukmu eohh?"
Chanyeol: "Setelah lulus? Tapi aku tidak bisa menunggu selama itu..."
Tn. Park: "Kau hanya harus menunggu 1 tahun lagi... Tidak mungkin juga aku asal mempekerjakanmu di perusahaan orang lain hanya karena kau anakku. Walaupun kau pintar, paling tidak kau butuh ijasah SMA.
Chanyeol: "Baiklah appa... Kita bicarakan lagi nanti. Kelasku akan dimulai..."
Tn. Park: "Eohh.. Belajar yang benar, jangan bolos lagi."
Chanyeol: "Ne... Appa..."
Panggilan dari kedua ayah dan anak itu berakhir. Ya, sekarang yang bisa Chanyeol lakukan hanyalah menunggu. Dia berharap Baekhyun segera menghubunginya.
.
Bel masuk telah berbunyi. Beberapa siswa sudah duduk rapi ditempatnya dan masih ada juga yang mengobrol di tempat lain.
Tsrkk... Suara pintu kelas digeser oleh wali kelas tingkat 2A. Ibu wali kelas itu masuk kedalam bersama seorang murid namja yang badannya lumayan tinggi dan kulitnya sangat putih.
"Selamat pagi anak-anak... Hari ini teman lama kita kembali ke sekolah ini."
"Annyeong... Aku Oh Sehun, mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang mengenalku. Aku pindah tahun lalu ke Jepang tapi aku kembali lagi bersekolah disini sekarang."
Semua murid membulatkan matanya. Ya, bisa dibilang namja tampan yang memiliki kulit terputih disekolah itu menghilang saat awal masuk tingkat 2 tanpa kabar dan sekarang kembali lagi ke sekolah ini. Sebenarnya maunya itu apa?
"Mmm... Kau bisa duduk dibelakang sana Oh Sehun... Didepan Jongin."
"Nee.." Jawab Sehun lantang.
Well, diantara murid lain yang sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Sehun, Chanyeol dan Kai masih ternganga melihat sahabat seperjuangannya ini kembali ke sekolah ini. Ya, mereka kaget. Pasalnya Sehun tidak pernah memberi kabar kepada mereka sejak terakhir Sehun bilang akan pindah ke Jepang.
"Yak, Oh Sehun, kau darimana saja..." Jongin menyapa namja berkulit putih didepannya.
"Kan sudah kubilang, aku dari Jepang."
"Itu aku juga tahu bodoh..."
"Bagaimana? Orang tuamu? Luhan?" Jongin mulai nengintrogasi Sehun.
"Entahlah, aku sudah tidak tahu kabar dia bagaimana. Mungkin waktu itu adalah akhir bagi hubungan kami."
"Heh? Kau tidak mau memperjuangkannya?"
"Tentu saja aku mau, tapi ayahku sulit..."
"Hmm... Sudah kubilang, hubungan kalian tidak akan berhasil." Chanyeol tiba-tiba ikut ke pembicaraan Jongin dan Sehun.
"Eii... Bukankah kau sebentar lagi akan berakhir seperti Sehun?"
"Mwo?"
Yah, bagaimana Kai bisa tahu kalau hubungan Chanyeol dan Baekhyun sedang berada di ambang akhir dari hubungan mereka? Tentu saja, Kyungsoo yang memberitahunya. Kyungsoo sudah menceritakan hal itu ke Kai terlebih dahulu. Kabar Baekhyun akan bertunangan dan pindah sekolah, Kai sudah lebih dahulu tahu sebelum Chanyeol tahu. Kenapa Kai tidak memberitahu Chanyeol? Jawabannya satu. Kai ingin Baekhyun yang memberi tahu Chanyeol dengan mulutnya sendiri. Tapi, sayangnya Chanyeol tidak sabaran, dan hasilnya malah begini.
"Iya kan, Dia akan segera tunangan kudengar..."
"Kau sudah punya pacar?" Sehun bingung.
Ya, namja kulit putih ini sama sekali tidak tahu apa saja yang terjadi dengan kedua sahabatnya ini. Mengenai kabar Chanyeol dekat dan sudah berpacaran dengan Baekhyun? Sehun mana tahu. Dia saja baru melihat wajah dan mendengar suara kedua temannya ini setelah 9 bulan.
"Kau tahu lah siapa..." Kai hanya menjawab Sehun malas.
"Eii... Tidak mungkin kan? Benar-benar Byun Baekhyun? Namja yang waktu itu disebut-sebut saat awal masuk? Wahh, sudah lama sekali aku tidak mendengar namanya."
"Yah, kau kira siapa lagi?"
"Bukankah dia sudah punya pacar?"
"Eii.. Dia sudah putus..."
"Emm... Sepertinya pertanyaanku kurang tepat. Bukankah dia straight?"
"Aku juga tidak nengerti kalau itu. Tanya saja pada Chanyeol."
Chanyeol malas ikut masuk dengan pembicaraan mereka. Rasanya dia harus bicara panjang kali lebar dengan Sehun. Dan itu sangat membuang waktunya. Lebih baik waktunya dia gunakan untuk mencari Baekhyun.
.
Ya, sekarang namja yang dari tadi dibicarakan sedang berada di dalam mobil bersama sang supir untuk menuju ke tempat tinggal barunya di Gyeonggi. Baekhyun benar-benar bingung sekarang. Dia tidak memiliki ponsel. Dia juga tidak hapal nomor Chanyeol dan sahabatnya Kyungsoo. Dia tidak tahu bagaimana caranya menghubungi mereka selain melalui Baekbeom hyung. Tapi sepertinya untuk berkompromi dengan hyungnya itu sudah tidak mungkin.
"Bagaimana ini... Aku rasa aku akan tetap seperti ini hingga akhirnya aku bertunangan dan mengirim undangan kepada Kyungsoo..."
Baekhyun bergumam sendiri. Ya, dia benar-benar bingung sekarang. Dia tidak tahu bagaimana caranya supaya dia bisa memberi kabar kepada sahabatnya dan namja yang baru saja resmi jadi pacarnya itu.
Hari ini senin, tentu saja Baekhyun masih berleha-leha dirumahnya. Guru homescholingnya akan datang besok Selasa. Rumah yang tidak terlalu besar itu seperti khusus dibangun untuk tempat tinggal 2 orang saja. Baekhyun hanya bisa menikmati acara tv yang sangat tidak diminatinya sekarang. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Serasa seperti di dalam hutan, di rumah itu bahkan tidak memiliki telepon rumah. Dia sama sekali tidak tahu bagaimana caranya untuk menghubungi orang luar.
"Bagaimana ini... Entah kenapa rasanya ini lebih sakit daripada dibicarakan dibelakang... Rasa kesepian ini..."
Baekhyun mematikan televisinya dan kemudian berjalan menuju dapur. Dirumah ini bahkan tidak ada pembantu rumah tangga. Ya, Baekhyun harus memasak sendiri sekarang. Dirumahnya hanya ada supir yang siap mengantar jemput guru homescholingnya.
Sekarang Baekhyun menyiapkan panci untuk memasak dan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas. Ya, Baekhyun tidak bisa memasak. Tapi paling tidak, dia harus makan. Diapun membuka rak di dapur satu persatu untuk mencari bumbu dapur dan dia menemukan sesuatu yang berkilau disana.
"Woahh... Ramyunn... Kau bagaikan harta karun sekarang."
Ya, dulu Baekhyun sangat jarang makan ramyun karena dia selalu dibuatkan makanan oleh bibi di rumahnya. Tapi, sekarang, satu satunya makanan yang bisa Baekhyun buat hanyalah ramyun. Mie instan yang cukup dimasak dengan air panas dan dibumbui oleh bumbu yang sudah ada di dalam 1 paket bungkusan ramyun itu.
"Waitt... Apakah tiap hari aku akan begini? Tiap hari aku akan makan ramyun?!"
Baekhyun sedikit stress sekarang. Dia hanya bisa masak ramyun. Melihat betapa banyaknya stok ramyun di dapurnya, sepertinya ayahnya sudah tahu, Baekhyun tidak bisa memasak. Tapi, tidak mungkin kan Baekhyun setiap harinya hanya akan makan mie instan? Ususnya bisa rusak.
"Ahh... Bila ingin aku bertunangan, paling tidak biarkan aku sehat supaya calonku bisa melihat tubuh manlyku ini..."
Baru saja Baekhyun menjadi uke kemarin. Hari ini dia sudah membahas ingin menjadi manly. Sebenarnya maumu apa Byun Baekhyun?
.
Chanyeol berkumpul bersama Kyungsoo, Jongin, dan Sehun. Apa yang mereka bicarakan? Tentu saja Baekhyun yang tidak ada kabar, serta mereka ingin mendengarkan cerita dari Sehun yang sudah menghilang hampir setahun itu.
"Tidak ada kabar dari Baekhyun?" Chanyeol nampak sangat khawatir.
"Tidak ada... Aku sudah mengirim pesan ke Baekbeom hyung... Tapi dia tidak membalasnya ataupun membacanya." Kyungsoo terlihat bingung juga.
"Memangnya dia kemana sih?" Jongin nampak bosan membahas masalah ini terus.
"Dia bilang dia pindah sekolah, aku tidak tahu dia pindah kemana, dia juga bilang dia akan segera bertunangan. Tapi aku pikir dia bercanda, jadi aku tidak bertanya lebih detailnya." Kyungsoo menjelaskan panjang lebar.
"Mwo?! Chanyeol berpacaran dengan orang yang akan segera bertunangan?" Sehun terkejut.
"Huhh..."
Ketiga orang disana hanya bisa menatap sehun malas dan menghela napas panjang. Ya, mereka harus menjelaskan panjang lebar kepada Sehun apa yang terjadi. Dan mereka sangat malas untuk melakukan hal itu.
"Ngomong-ngomong... Luhan bagaimana?" Jongin sebenarnya sangat penasaran ingin menanyakan hal ini daritadi.
"Hmm... Sulit... Orangtuaku akhirnya menyerah denganku yang melawan mereka setiap hari. Mereka akhirnya menyerahkan semuanya padaku. Aku juga masih belum mendapat kabar darinya." Sehun menjawab santai.
"Jadi sudah hampir 1 tahun kau tidak bertemu dengannya?" Chanyeol bertanya dengan antusias
"Ya begitulah..."
"Oh Sehun... Sebenarnya, bagaimana caranya kau bisa sabar seperti itu? Tidak bertemu dengannya hampir 1 tahun..?"
Chanyeol sebenarnya sangat ingin menanyakan hal ini. Entah kenapa, melihat Sehun, dia merasa seperti melihat masa depannya. Entah kenapa dia merasa hubungannya dan Baekhyun tidak akan berhasil.
.
.
Sudah hari kedua tanpa kabar dari Baekhyun. Ya, Kyungsoo sudah menyerah untuk menghubungi Baekbeom dan Chanyeol masih frustasi tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan kontak Baekhyun. Baekbeom benar-benar tidak mau membantu mereka. Pasalnya, Tn. Byun juga mengancam Baekbeom agar tutup mulut mengenai hal ini.
Sementara itu, yang dicari-cari masih duduk di ruang tengah dengan pakaian sedikit rapi? Ya, hari ini guru homescholing Baekhyun datang. Supir Baekhyun yang biasanya setia berada di depan rumahnya juga sudah tidak ada. Itu tandanya supirnya sedang menjemput gurunya.
Tsk...tsk... Baekhyun bisa mendengar suara berisik dari depan rumahnya. Ya, itu adalah guru homescholing Baekhyun. Satu-satunya orang luar yang memiliki akses untuk menemui Baekhyun. Guru itu diberi kunci rumah Baekhyun, jadi guru itu bisa bebas keluar masuk disana.
"Permisi..."
"Ne?"
"Byun Baekhyun?"
Well, Baekhyun sedikit terkejut melihat seorang namja tinggi berambut pirang yang masuk kedalam rumahnya itu. Namja itu sangat tampan. Bahkan dari wajahnya, Baekhyun mengira dia adalah siswa SMA juga. Tapi, nyatanya, namja itu sudah lulusan sarjana.
"Annyeong... Namaku Kris. Aku lulusan psikologi. Mulai sekarang, aku yang akan menjadi guru homescholingmu Byun Baekhyun."
.
.
.
"Meet Strangers"
Note: Siapa ya tunangan Baekhyun? Hahaha…. Kayaknya udah ada yang sebut deh di kolom review ketebak dong berarti :'v
