"Baekhyun... sebut namaku... kumohon..."
"Ne?" Baekhyun terlihat bingung.
"Kubilang sebut namaku!"
"Maaf..."
"Baek..."
"Anda siapa?"
Chanyeol terkejut setengah mati mendengar pertanyaan Baekhyun barusan. Dia juga terkejut melihat handbanner yang terletak diatas paha Baekhyun. "Kang Hyewon" itulah yang tertulis di banner tersebut.
"Baekhyun! Kau benar-benar tidak bercanda kan?"
"Hei! Kenapa meneriakki ku!"
Ya, barusan Chanyeol meneriakkan nama Baekhyun. Dan Baekhyun sangat tidak suka diteriakki oleh orang lain. Mungkin bila orang yang meneriakkinya itu adalah orangtuanya atau Baekbeom tidak masalah. Tapi ini, orang yang tidak dia kenal?
"Baek... Kau tidak ingat padaku? Park Chanyeol... Eohh? Kita berpacaran..."
Chanyeol mengucapkan status itu dengan mata basah karena air mata. Dia tidak menyangka bahwa namja mungil didepannya ini tidak bercanda dan benar-benar melupakannya. Dia pikir namja mungil ini hanya ingin mengejutkannya saja.
"Ne?"
"Kau tidak ingat?"
"Uhmm... Tidak mungkin kau pacarku... Pacarku tidak sejelek dirimu..."
Rahang Chanyeol serasa jatuh kebawah. Apa maksudnya? Baekhyun sudah punya pacar? Hah? Siapa? Pacarnya tidak sejelek Chanyeol? Siapa dia?
"Baekhyun..." Panggil seorang namja dari jauh.
Eh? Siapa yang memanggil Baekhyun? Dongjoo? Ahh tidak... Dongjoo kan sedang menunggu Hyewon di pintu kedatangan. Eh? Apa Hyewon sudah sampai dan Hyewon yang memanggil Dongjoo? Tunggu, Hyewon kan tidak mengenal Baekhyun. Atau, Kris? Ya, Kris!
"Ohh... Kris hyung..." Baekhyun segera berdiri dan menghampiri namja tinggi berambut pirang itu.
"Ehh? Tunggu."
Chanyeol menghentikan Baekhyun yang beranjak pergi menjauh darinya. Dia meraih tangan kanan Baekhyun. Pemilik tanganpun sontak menoleh ke namja tinggi yang menggenggam erat pergelangan tangan kanannya itu.
"Ada apa?"
"Kau benar-benar tidak ingat padaku?" Tanya Chanyeol sekali lagi memastikan.
"Maaf, tapi, aku benar-benar tidak mengenalmu. Aku harus menjemput calon tunanganku, dia seharusnya sudah sampai sekarang. Dan bisakah kau melepaskan genggaman tanganmu ini?"
Mata Baekhyun menunjuk ke tangan kanannya yang digenggam erat oleh namja tinggi itu. Chanyeol dengan pasrah melepaskan genggaman tangannya dan menatap Baekhyun yang melangkah semakin jauh dengan wajah datar. Baekhyun nampak menghampiri namja tinggi berambut pirang itu dan pergi menuju pagar dekat pintu kedatangan. Namja tinggi berambut pirang itu berjalan mendekati Chanyeol yang masih berdiri membeku memantau Baekhyun dari jauh.
"Hey..."
"..." Chanyeol menatap namja itu datar.
"Kau Chanyeol kan?"
"Ne?" Merasa namanya disebut, Chanyeol akhirnya menoleh.
"Aku Kris..."
"Kau siapa?"
Entah Chanyeol budi atau apa, dia menanyakan lagi siapa namja tinggi yang berdiri dihadapannya itu.
"Kubilang aku Kris..."
"Kau siapanya Baekhyun?!"
"Ahh... Aku guru homescholingnya.."
"Apa yang terjadi padanya?" Tanya Chanyeol menatapnya tajam.
"Seperti yang sudah kau lihat..."
"Aku tanya, apa yang terjadi padanya? Ahh... Apa yang kau lakukan padanya?" Chanyeol terlihat kesal.
"Hah? Aku? Aku hanya mengajarnya pelajaran SMA..." Kris nampak ikut kesal.
Well, kenapa Chanyeol menuduh Kris yang tidak-tidak? Ya, Chanyeol menyimpulkan bahwa guru homescholingnya itulah yang telah mengubah Baekhyun menjadi seperti itu. Dan Chanyeol ingin namja itu bertanggung jawab.
"Park Chan Yeol !" Terdengar suara wanita memanggil Chanyeol dari jauh.
Wanita itu, dia sangat cantik, dengan rambut dicat coklat bergelombang dan pakaian casual membuat setiap pria tidak bisa memalingkan matanya dari wanita itu. Wanita itu lantas langsung memeluk lengan kanan Chanyeol.
"Hyewon?" Chanyeol langsung menatap wanita itu heran.
"Hyewon?!" Kris juga menatap wanita itu bingung.
"Eh? Kau siapa?" Hyewon menatap Kris bingung.
Ya, Kris tahu wajah Hyewon, tapi Hyewon tidak tahu wajah Kris. Tn Byun lah yang mengirimkan foto wajah Hyewon agar Baekhyun dapat mengenali wajah wanita itu. Kris bertugas sebagai guru homschooling Baekhyun dan mengawal Baekhyun juga harus menemani Baekhyun hingga Baekhyun menemui Hyewon.
"Ahh... Aku yang mengawal calon tunanganmu..." Kris membungkukkan badan sedikit hormat.
"Eh? Tunanganku? Siapa? Pria yang bernama Baekhyun itu? Aku bahkan tidak tahu wajahnya..." Hyewon nampak sedikit panik dan memandang Chanyeol dengan raut wajah khawatir.
"Tunangan? Baekhyun? Kau tunangan Baekhyun?" Chanyeol ikut terkejut.
Ya, Chanyeol tahu Baekhyun sudah direncanakan untuk bertunangan setelah lulus SMA. Semua informasi berasal dari Kyungsoo. Tapi, Chanyeol sama sekali tidak menduga bila tulisan Hyewon di handbanner Baekhyun dan Hyewon yang dijemput Chanyeol adalah wanita yang sama. Dan lebih parahnya lagi Hyewon adalah Calon tunangan Baekhyun.
"Ahh... Itu... Lupakan, aku bisa mengaturnya... Ayo pulang, dimana Dongjoo? Kita sudah lama tidak berkumpul bersama..." Hyewon mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tunggu, tapi Tn Byun berpesan agar anda diantar oleh Baekhyun." Kris mencoba menghalangi jalan Hyewon dan Chanyeol.
"Ahh, soal itu... Bilang saja dia mengantarku jalan ke mall dan aku pergi karena ada urusan. Aku akan menemui dia besok. Oke?"
"Hmm... Baiklah..."
Yah, Chanyeol hanya bisa pasrah menuruti Hyewon. Baekhyun juga tidak mengingat Chanyeol. Yang lebih parahnya lagi, Baekhyun bilang dia sudah punya pacar. Apakah ini mimpi buruk?
"Dongjoo.. Ayo pergi..." Panggil Hyewon dari jauh.
Dongjoo berlari menyusul Hyewon dan Chanyeol. Dia menoleh ke namja berambut pirang itu sebentar. Langkah berlarinya berhenti. Dia menatap Kris datar. Eh? Kenapa? Dongjoo mengenal Kris? Dongjoo kemudian melanjutkan langkahnya menuju Chanyeol dan Hyewon yang sudah menunggunya. Ahh, mungkin wajahnya hanya terlihat familiar saja.
.
.
.
"Meet Strangers"
"Apa?! Kau bahkan tidak bisa menemukannya?! Kau ini bodoh atau idiot Baekhyun?! Aku tidak mendidikmu seperti itu. Hanya untuk menemukan calon tunanganmu saja kau tidak bisa! Apalagi ketika sudah berkeluarga nanti?! Bisa-bisa kau melupakan wajah anak-anakmu!"
Well, amarah Tn Byun memuncak. Dan kata-kata yang dilontarkannya benar-benar menyakiti seorang Byun Baekhyun. Sebenarnya kan Hyewon sendiri yang tidak ingin pulang bersama Baekhyun. Tapi kenapa jadi Baekhyun yang kena marah?
"Tuan... Sebenarnya kemarin kami sudah bertemu nona Hyewon, tapi dia bilang, dia ingin pergi berkumpul bersama teman-teman lamanya. Dia akan datang ke alamat baru Baekhyun di Gangnam nanti siang."
"Jadi dia yang meminta sendiri?"
"Ya, begitulah."
"Baiklah, aku akan memantau nanti. Bila hari ini kau belum bertemu dengannya, kau tahukan apa yang akan terjadi?"
Ancaman tn Byun benar-benar membuat Baekhyun merinding. Ya, seketika ingatannya akan dipukuli sewaktu kecil terlintas di pikirannya. Baekhyun sering dipukuli ayahnya dengan tongkat golf sewaktu SD. Dulu, Baekbeom lah yang seharusnya menjadi pelampiasan. Tapi, semenjak Baekbeom masuk SMP, Baekbeom jadi lebih jarang berada di rumah, dan satu-satunya target yang tersisa adalah Baekhyun.
Tn Byun memang seperti itu sejak dulu. Semena-mena, emosional, egois, pemarah, dan bahkan membenci anak-anaknya sendiri. Kewajiban mengurus anak seperti Baekbeom dan Baekbeom adalah paksaan. Dia sebenarnya tidak suka memiliki anak, karena menurutnya, anak itu adalah beban baginya. Yah, kau harus keluar uang untuk membiayai anakmu, itulah yang dipikirnya. Tapi, bagaimanapun juga, Baekbeom dan Baekhyun adalah darah dagingnya.
"Tentu saja Baekhyun akan bertemu dengan nona Hyewon. Mereka sudah membuat janji temu." Kris membantu membela Baekhyun.
"Baguslah kalau begitu, Kris, pantau dia terus."
Tn Byun sudah bersiap untuk pergi. Ya, dia orang sibuk, bahkan untuk bertemu anak-anaknya bila ada keperluan mendesak saja. Lalu Ny Byun bagaimana? Entahlah, dia asik dengan dunianya sendiri.
"Gomawo... Hyung..." Baekhyun berterima kasih pada Kris karena sudah membelanya.
"Bukankah sudah sepantasnya aku membelamu?"
"Tidak, aku memang pantas dimarahi.."
"Aku tidak ingin kau dipukuli lagi oleh ayahmu seperti dulu. Bukankah kau sudah menceritakannya padaku?"
"Eohh... Tapi aku pantas menerimanya.."
"Baekhyun.." Kris meraih kedua pundak Baekhyun dan menggenggamnya erat.
"Emm?" Baekhyun hanya bergumam menatap Kris.
"Aku tidak ingin tubuhmu ini memar. Kau tahu? Aku akan melindungi tubuhmu."
"Jadi kau lebih menyukai tubuhku daripada diriku? Hahaha..."
"Memangnya tubuhmu dan dirimu beda? Intinya, aku tidak ingin kau terluka."
Eh? Kris menyukai tubuh Baekhyun? Ahh, tunggu... Kris menyukai Baekhyun? Apakah mereka berpacaran? Tapi kan Baekhyun calon tunangan Hyewon? Apa yang sebenarnya terjadi?
.
.
"Bagaimana? Sudah merasa lebih baik?"
Kris memijat bahu Baekhyun. Pijatannya semakin menjalar ke arah bawah, punggung, perut, dan daerah paha hingga dia dengan sengaja menyentuh daerah selangkangan Baekhyun.
"Hyung?!" Baekhyun sontak terkejut bagian privasinya disentuh
"Wae..."
"Cukup... Aku ingin kembali ke kamar."
Baekhyun bangun dari sofa merah yang sedari tadi didudukinya dengan nyaman. Ya, hari ini weekend, dia tidak ada jadwal belajar dengan Kris hari ini. Yang biasanya dia lakukan saat weekend adalah jalan-jalan dengan Kris. Dengan Kris saja? Ya, berdua saja lebih tepatnya.
Untuk sekedar informasi, Baekhyun dan Kris telah berpacaran sejak 3 hari setelah mereka berkenalan. Eh? Baekhyun kan baru putus dari Chanyeol? Kenapa? Bagaimana bisa?
.
.
"Hyung... Aku lelah... Bisakah kita lewatkan pelajaran matematika?" Baekhyun mengeluh.
"Tidak bisa Baekhyun... Ayo kerjakan, aku bahkan sudah mengurangi jumlah soal yang harus kau kerjakan."
"Ayolah hyung..."
"Hmm..."
"Aku akan melakukan apapun yang hyung minta bila kita melewatkan pelajaran matematika ini... Eohh? Aku akan memasaki mu ramyun, memijatmu, jadi pembantumu, apapun itu... Aku benar-benar tidak ingin belajar matematika..."
"Emm... Baiklah... Aku memberimu penawaran kali ini."
"Apa?"
"Kalau kau mau menjadi pacarku, kita tidak akan belajar matematika hingga 3 hari kedepan, bila kau menolak, kau harus menciumku sejumlah dengan jumlah soal yang tidak bisa kau kerjakan hingga 3 hari kedepan. Bagaimana?"
"Eii... Hyung... Itu tidak adil.."
"Hmm... Menurutku itu sudah adil sih..."
"Ayolah hyung... Aku tidak gay? Mantan pacarku perempuan, namanya Yeri, kau tahu itu kan? Aku bahkan masih memantau kehidupannya di sosial media..."
"Yah, bila kau berpacaran denganku, kau bisa berubah menjadi gay..."
Baekhyun benar-benar kehilangan kata-kata. Dia tidak menyangka bahwa ada laki-laki yang bisa menyukainya. Yah, padahal sebelumnya dia sudah berpacaran dengan Chanyeol. Tapi karena Baekhyun sendirilah akhirnya dia kehilangan memori itu.
"Tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya jadi gay..."
"Hmm... Aku akan mengajarimu, bagaimana? Kau mau menjadi pacarku? Baekhyun?"
"Emm... Baiklah, karena aku belum pernah mencoba hubungan sesama jenis.. Lebih baik mencobanya bukan?"
Sebenarnya Baekhyun tidak murahan. Tapi lebih tepatnya, dia kelebihan rasa ingin tahu. Dia suka mencoba sesuatu yang baru.
.
.
"Tunggu Baek..."
"Ne?"
Baekhyun menghentikan langkahnya menuju tangga dan berbalik menoleh menatap Kris datar. Kris nampak berjalan menuju Baekhyun dan merogoh sesuatu dari dalam saku celana kanannya.
"Ini..." Kris menyodorkan ponsel Baekhyun yang sudah tidak disentuh selama 1 bulan.
"Ohh? Ponselku?"
"Eohh... Ayahmu memberikannya padaku tadi. Dia juga memberikan kontak Hyewon."
Kris menyerahkan kertas bertuliskan alamat dan angka yang nampaknya seperti nomor ponsel milik Hyewon. Baekhyun meraih ponselnya dengan mata berbinar kemudian menekan tombol power cukup lama.
"Tidak akan menyala, baterainya habis..."
"Eh? Dia hanya memberikan ponsel mati ini?"
"Iya, kenapa? Kau mau meminjam chargerku?"
"Eoh? Bisakah?"
"Tipe ponsel kita berbeda Baek..."
Kris mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan lubang colokkan ponselnya memang berbeda dengan ponsel milik Baekhyun.
"Lalu ini bagaimana?" Baekhyun mengeluh.
"Hmm... Mau ke supermarket? Kita beli charger untuk ponselmu?"
"Bisakah?"
"Ayo.."
Kris menarik lengan Baekhyun dan mengajaknya keluar menuju supermarket terdekat. Diantar oleh supir yang setia berada di rumah Baekhyun, mereka pergi ke supermarket dan ke counter yang menjual charger.
"Ada charger untuk ponsel ini?" Baekhyun menyerahkan ponselnya pada pegawai disana.
"Tunggu sebentar ya..." Pegawai tersebut kemudian membuka lemari dibawah jejeran pajangan ponsel di supermarket tersebut.
"Memangnya ada yang penting?" Kris menoleh ke arah Baekhyun yang terlihat ingin buru-buru menyalakan ponselnya.
"Uhmm... Kau tahu kan... Mantan pacarku, Yeri, aku ingin tahu kabarnya.."
"Baek... Menurutmu, aku ini apa?"
"Ayolah, aku tahu aku pacarmu, tapi tidak ada salahnya kan melihat kabar mantan? Hahaha..."
"Baek.."
"Aku hanya bercanda... Lupakan saja... Aku hanya ingin menghubungi Kyungsoo." Baekhyun tersenyum.
"Kyungsoo? Temanmu waktu SMA?"
"Dia temanku sejak kecil..."
"Hmm... Begitu, permisi, boleh saya pinjam charger tester?" Kris mengambil ponsel Baekhyun dan menghampiri pegawai.
"Ohh... Silahkan."
Kris mencharge ponsel Baekhyun. Ya, ponsel itu menyala. Beribu-ribu pesan masuk. Ponsel itu bergetar tanpa henti. Termasuk pesan dari Chanyeol.
"Maaf, aku harus memformat ponselmu Baekhyun..." Gumam Kris yang nampak mengotak-atik ponsel Baekhyun sekarang.
"Hyung..."
"Eoh?!" Kris nampak terkejut dia seperti tertangkap basah melakukan kejahatan barusan.
"Kau sedang apa dengan ponselku?" Baekhyun melirik layar ponselnya yang telah menyala.
"Ahh ini... Terlalu banyak pesan masuk, ponselmu jadi bekerja lebih lambat, jadi sedang kuperbaiki supaya dia jadi lebih cepat." Kris mencoba mencari alasan.
"Tidak, biarkan saja.."
"Eh?"
"Aku ingin membalas pesan Kyungsoo, nanti pesannya hilang..." Kata Baekhyun mencoba merebut kembali ponselnya.
"Tunggu, biarkan aku menghapus beberapa pesan dari operator, oke?"
"Uhmm... Yasudah, pesan dari Kyungsoo jangan dihapus, ingat!" Baekhyun kembali mengingatkan.
"Eohh..." Kris mengangguk mengerti.
Yap, Kris hanya menghapus pesan dan beberapa notifikasi yang berhubungan dengan Chanyeol. Bila nama Chanyeol muncul sekali saja di ponsel Baekhyun, bisa-bisa hipnoterapi yang dia lakukan pada Baekhyun gagal dan berujung fatal. Memori Baekhyun akan menjadi berantakkan.
Kris selesai menghapus segala hal yang berhubungan dengan Chanyeol. Dia bahkan memblokir nomoe Chanyeol kemudian menghapus nomor tersebut dari ponselnya. Kris kemudian mencabut ponsel Baekhyun yang ke charge sedikit dan mengembalikannya pada Baekhyun.
"Sudah?" Baekhyun menerima ponselnya dengan polos.
"Eohh... Sudah lebih baik, pegawainya sudah memberikan charger baru padamu?"
"Iya, ayo pulang..."
"Tidak mau jalan-jalan dulu? Kita hampir tidak pernah ngedate ngomong-ngomong..."
"Hyung... Aku harus mengurus ponselku.."
"Jadi aku tidak lebih berharga dari ponsel... Dan aku sudah bilang, bila hanya ada kita berdua, panggil aku Kris."
"Bukan begitu... Tapi, aku harus mengabari Kyungsoo... Dia sahabatku sejak kecil, kau tahu kan?"
Kris hanya bisa mengangguk pasrah menuruti kemauan Baekhyun. Yah, memang status mereka berpacaran. Hanya status. Baekhyun nampak masih menganggap Kris hanya sebagai guru homescholingnya. Ahh tidak, lebih tepatnya Baekhyun menganggap Kris seperti seorang kakak yang mengajarinya.
Baekhyun berjalan mendahului Kris keluar dari supermarket menuju tempat parkir. Dia nampak terpaku pada layar ponselnya dan mengetik tanpa henti disana. Hingga,
Bruk... Baekhyun yang terlalu asik mengetik ponselnya tidak sengaja menabrak seorang wanita yang berjalan dengan pria yang lebih tinggi dari Baekhyun.
"Baekhyun oppa?"
"Sunbae..." Pria itu nampak membungkuk memberi salam.
"Ohh? Yeri? Kau... Jaeyong?"
"Aku Taeyong... Sunbae.."
"Ahh.."
"Oppa, lama tidak bertemu..." Yeri nampak sedikit terkejut bertemu dengan Baekhyun di parkiran basement supermarket.
"Ohh.. Kabarmu? Baik kan?"
Baekhyun basa basi menanyakan kabarnya, sebenarnya dia ingin bertanya 'Kau bahagia kan bersamanya?' Tapi, melihat mereka berjalan berdua, Baekhyun mengurungkan niatnya. Dia sudah tau, hubungan mereka pasti baik-baik saja dan Yeri nampaknya bahagia bersama pria yang bernama Taeyong itu.
"Eohh... Kabarku baik... Oppa sedang apa disini? Kudengar kau pindah bulan lalu?"
"Ahh... Aku membeli charger ponsel. Iya, aku pindah, sekarang aku homescholing."
"Ahh begitu... Oh iya, kau tidak sadar? Dari tadi ada pria yang mengikutimu?"
"Hah? Ohh, Kris hyung..."
"Kau mengenalnya?" Yeri nampak terkejut.
"Yah, dia sudah menjadi pengajarku selama sebulan ini."
"Eh?"
"Yeri?" Kris nampak terkejut melihat Yeri.
"Ohh? Kalian berdua saling kenal?" Baekhyun nampak bingung.
Ya, Yeri dan Kris memang saling kenal. Lebih tepatnya mereka adalah saudara sepupu. Yeri sering bermain dengan Kris saat dia masih sekolah dasar, karena Kris dulu tinggal di rumahnya selama sekitar 2 tahun. Saat Yeri naik tingkat sekolah menengah, Kris pindah melanjutkan pendidikannya di China.
"Kami saudara.. Ahhahaa.." Kris tertawa canggung merangkul Yeri.
Yeri menatap Kris tajam. Dia tahu ada sesuatu yang aneh yang terjadi disini.
"Oppa, kau tidak mungkin menyukai Baekhyun oppa kan?" Yeri bertanya dengan hati-hati.
"Eh?" Baekhyun bingung.
"Hah?" Kris ikut terkejut.
"Tao oppa bagaimana? Kau tidak kembali ke China? Dia menghubungiku seminggu yang lalu dan bilang kau sudah hampir 2 minggu tidak memberinya kabar. Bagaimana kau bisa menelantarkannya seperti itu?" Yeri membeberkan semuanya.
Bagai tersambar petir, Baekhyun benar-benar terkejut mendengar perkataan Yeri barusan. Kris sudah punya pacar? Jadi Kris berselingkuh dengan Baekhyun? Ya, Kris dalam hubungan dengan Tao yang sudah berjalan hampir 2 tahun.
"Tunggu, kau bilang Kris berpacaran?" Tanya Baekhyun.
"Ohh.. Wae? Kau tidak tahu? Kris itu gay... Jauh jauh dari dia oppa... Dia bahaya, hahaha..." Yeri tertawa.
"Yeri!" Kris kesal.
Yeri nampak terkejut diteriaki oleh Kris barusan. Taeyong langsung berdiri didepan Kris agar Yeri berada dibelakangnya. Entah kenapa aura Kris terasa seperti ingin memukul Yeri.
"Tunggu, beri aku waktu oke? Hyung, bisa tinggalkan aku? Hari ini saja? Biarkan aku sendiri sebentar.."
"Kau ingin kemana?"
Baekhyun bicara dengan tatapan kosong. Kemudian dia segera berlari tanpa menjawab pertanyaan Kris. Ya, walaupun Baekhyun tidak terlihat ingin menangis seperti di drama drama karena ditipu oleh pacarnya sendiri, Baekhyun nampak sangat kecewa. Dia seperti Ditinggikan kemudian dijatuhkan ke dasar terdalam.
Baekhyun memperlambat langkahnya. Dia masih berjalan tanpa arah. Entah kenapa, apakah itu hanya perasaannya, kakinya membuatnya melangkah sendiri ke jalan yang mengarah kerumahnya. Dia berhenti sebentar di taman dan duduk diayunan sambil menikmati angin.
Baekhyun hanya mengenakan kaos lengan pendek dan celana pendek karena dia pikir dia hanya akan membeli charger lalu kembali pulang. Tapi, yang menjadi masalah sekarang adalah, Baekhyun kedinginan. Kenapa dia tidak pulang saja? Masalahnya, Baekhyun tidak memiliki kunci rumah. Supirnya tidak ada di rumah? Sejak Kris menawarkan diri menjadi supir dan guru serta penjaga Baekhyun, supir pribadi Baekhyun diberhentikan. Baekhyun benar-benar kedinginan sekarang.
Tap...tap.. Terdengar suara langkah kaki mendekat. Baekhyun masih berayun di ayunan sambil menatap langit dengan tatapan memandang jauh keatas. Dia juga tidak peduli dengan suara langkah kaki yang mendekat itu. Paling hanya orang yang ingin berlalu lalang. Tapi entah kenapa Baekhyun merasa sedikit lebih hangat. Ya, orang yang berlangkah mendekati Baekhyun itu melihat Baekhyun mengelus elus lengannya seperti orang kedinginan dan dia memakaikan jas panjang hangatnya kepada Baekhyun.
"Eh?" Baekhyun sontak terkejut.
"Baekhyun.."
"Kau?"
"Hey Baek bodoh..."
"Kyungsoo?!"
Ya, Baekhyun terkejut melihat namja tinggi yang tadi dia temui di airport yang mengaku namanya adalah Park Chanyeol itu memakaikan jasnya di tubuh Baekhyun. Tapi, yang lebih membuatnya terkejut, Kyungsoo muncul dari balik tubuh namja tinggi yang bernama Chanyeol itu.
"Baek... Kau tidak apa-apa?" Kyungsoo reflek memeluk Baekhyun.
"Ohh... Kau sedang apa disini?"
"Tentu saja ingin bertemu denganmu..."
"Eh? Sebegitu kangennya kah kau denganku? Hahaha..."
Kyungsoo menarik Baekhyun sebentar untuk bicara berdua. Ya, Kyungsoo tidak ingin pembicaraan mereka didengar Chanyeol. Walaupun Kyungsoo akan membicarakn tentang Chanyeol sih. Mereka berjalan agak jauh dari tempat Chanyeol duduk. Kyungsoo juga sudah meminta ijin pada Chanyeol untuk bicara dengan Baekhyun sebentar.
"Baek? Kau ini kenapa?"
"Kenapa apanya?"
"Kudengar kau tidak mengenalinya?"
"Siapa?"
"Park Chanyeol!" Kyungsoo mulai frustasi.
"Memangnya dia siapa? Pacarmu?"
Kyungsoo menganga lebar mendengar pertanyaan Baekhyun barusan. Baekhyun kesambet listrik atau apa sih. Ya, Kyungsoo memang sama sekali tidak tahu bila Baekhyun tidak ingat akan Chanyeol. Tapi, Bagaimana bisa?
"Baekhyun... kau benar-benar Baekhyun kan?"
"Hah? Kau ini kenapa sih?"
.
.
.
"Baekhyunn!" Panggil seseorang dari jauh
Baekhyun menoleh ke sumber suara dan melihat seorang wanita yang berlari ke arahnya. Eh? Wanita? Siapa? Yeri? Ahh… tidak, Hyewon!
"Hyewon?" Chanyeol menatap Hyewon bingung.
"Chanyeol? Kau sedang apa disini?"
"Eh? Bukankah sekarang seharusnya kau belum datang?" Tanya Baekhyun menatap Hyewon bingung.
"Ahh… karena aku tidak ada kegiatan, jadi kuputuskan untuk datang lebih awal. Kita jadi pergi kan?"
"Tentu…" Jawab Baekhyun sigap.
"Kyungsoo, aku harus pergi menemaninya, kita biacara lagi lain kali ya…"
"Hmm… baiklah…"
Baekhyun pun pada akhirnya pergi bersama Hyewon. Yah, sebelum berangkat, mereka kembali ke rumah dulu. Di rumah sudah ada Kris yang menunggu Baekhyun di depan pintu. Awalnya Kris ingin meminta maaf. Tapi dia mengurungkan niatnya setelah melihat Baekhyun bergandengan tangan dengan Hyewon.
.
.
Di mobil suasana benar-benar sangat canggung. Ya, walaupun Hyewon tergolong sebagai wanita yang cukup cerewet, entah kenapa sekarang hanya bersama Baekhyun mulutnya tertutup rapat.
"Ahh… Aku belum memperkenalkan diri secara formal… namaku Byun Baekhyun."
"Ohh.. iya… namaku Kang Hyewon, salam kenal…" Hyewon menjawab dengan canggung.
"Emm… aku tidak tahu apakah pembicaraan ini sensitive atau tidak untuk dibahas menurutmu, tapi kau calon tunanganku kan? Dan kita bertunangan karena alasan bisnis, apakah kedua orang tua kita tidak bercanda? Hahaha…" Baekhyun mencoba mencari topik pembicaraan.
"Hahaha.. yah, kita terjebak dalam bisnis… ngomong-ngomong, kita seumuran kan?"
"Yap.."
"Jadi, aku memanggilmu Baekhyun saja? Atau Baekhyun oppa? Tapi karena kita seumuran, aku merasa aneh memanggilmu oppa hahaha…" Hyewon tertawa kecil.
"Hmm… kau bisa memanggilku dengan nama apapun yang menurutmu nyaman untuk diucapkan saja, aku tidak masalah… hahaha…"
"Oh iya, kau mengenal Chanyeol?"
"Chanyeol? Aku tidak terlalu kenal dengannya, aku juga tidak ingat, tapi nampaknya dia mengenalku. Sepertinya aku sudah mulai pikun ahhaha…" Baekhyun tertawa.
Yah, disaat canggung seperti ini, cara yang paling tepat untuk menghilangkan keheningan adalah dengan membahas sebuah topik yang berhubungan dengan kehidupan kedua belah pihak, contohnya Chanyeol. Dan dengan sedikit candaan mungkin bisa membuat mereka lebih akrab.
"Umm… apakah kau memiliki pengalaman berpacaran?" Hyewon bertanya ragu-ragu.
"Aku? Ya, aku punya, bagaimana denganmu?"
"Wahh… aku tidak punya, tolong bimbing aku yah.."
"Hah? Kau tidak pernah berpacaran? Eh? Bagaimana bisa?"
Yah, Baekhyun cukup terkejut saat tahu fakta bahwa wanita cantik yang duduk disampingnya ini sama sekali tidak memiliki pengalaman berpacaran. Padahal di benak Baekhyun, Hyewon harusnya memiliki pengalaman berpacaran paling sedikit 2 kali.
"Yah, dari dulu hingga kemarin mataku hanya menuju kepada 1 pria…"
"Siapa?"
"Park Chanyeol…"
"Eh? Chanyeol yang tadi?"
"Yah… tapi itu tidak penting… kau tidak ingin bertanya kenapa aku bilang dari dulu hingga kemarin?"
"Ahh… iya… kenapa hingga kemarin? Bagaimana dengan hari ini?"
Yah, Baekhyun menyadari ada yang aneh dari kata-kata Hyewon barusan. Kenapa hingga kemarin? Padahal dia baru bertemu dengan Chanyeol kemarin kan? Apakah Chanyeol berubah banyak dari yang terakhir kali Hyewon temui?
"Aku sudah mengubah tipe idealku…"
"Eh? Secepat itu? Kau kan baru kemarin bertemu Chanyeol?"
"Yah, hatiku suka berbelok kesembarang tempat… sekarang, kau lah tipe idealku."
"Eh? Aku?"
"Ya, kau Byun Baekhyun, aku tertarik padamu."
.
.
.
"Meet Strangers"
Note: Wahh… udah lama banget delay updatenya, udah 2 minggu yah author gak update.. maafkeun lagi bener-bener masa kritis pengumpulan tugas sama mau uts juga mungkin mulai sekarang aku updatenya gak berjadwal
