"Aku sudah mengubah tipe idealku..."
"Eh? Secepat itu? Kau kan baru kemarin bertemu Chanyeol?"
"Yah, hatiku suka berbelok kesembarang tempat... sekarang, kau lah tipe idealku."
"Eh? Aku?"
"Ya, kau Byun Baekhyun, aku tertarik padamu."
Baekhyun menatap Hyewon bingung kemudian tertawa lebar dan mengusap kepala Hyewon.
"Hahaha... Kau jangan bercanda, kita baru berkenalan dan pertama kali melihat satu sama lain kemarin.." Baekhyun nampak tersenyum menatap Hyewon.
"Jangan usap kepalaku, nanti rambutku berantakkan.." Hyewon menyingkirkan tangan Baekhyun dari kepalanya.
"Ahh... Maaf, memangnya apa yang menarik dariku?" Baekhyun mulai bertanya serius.
Hyewon nampak berpikir sebentar. Dia melihat Baekhyun dari atas kepala sampai kaki. Ya, Baekhyun tampan, tubuhnya tidak terlalu tinggi. Dia juga lumayan kaya, siapa yang tidak tertarik padanya? Senyumnya juga manis. Dan perlakuan Baekhyun kepada Hyewon barusan juga membuat jantungnya berdebar-debar. Mungkin ini pertama kalinya bagi Hyewon berada sedekat ini dengan pria yang akan menjadi tunangannya.
"Um... Kau tampan.."
"Hahahha... Hanya itu saja?" Baekhyun tertawa mendengar perkataan Hyewon.
"Umm... Untuk sekarang itu dulu."
"Hmm... Lalu? Apa yang kau suka dari Chanyeol?"
"Eh? Maksudmu?"
"Kau bilang kan kau menyukai Chanyeol sejak lama, apa yang menarik darinya?"
"Dia? Dia tampan, baik, tapi yang kutidak suka darinya, dia terlalu penurut..."
"Huh? Penurut?" Baekhyun nampak menaikkan sebelah alisnya mendengar perkataan Hyewon.
"Ya, dia tidak berani menolak."
"Jadi kau suka pria yang tidak mau menuruti perkataanmu?"
"Umm... bukan tidak menuruti, tapi sejenis bad boy? Kau tahu, pria seperti di drama-drama mingguan.."
"Ahh... kalau begitu biarkan aku menjadi salah satunya.."
"Eh?"
"Aku menolak pertunangan ini."
Well, Hyewon nampak sangat terkejut mendengar pernyataan Baekhyun. Dia menolak pertunangan? Kenapa? Apa Baekhyun sudah menyukai orang lain? Tapi nampaknya Baekhyun tidak punya teman. Satu-satunya yang dekat dengan Baekhyun hanya Kris. Hyewon yakin sekali kalau Baekhyun tidak punya pacar. Tapi kenapa dia menolak? Apa Hyewon tidak begitu cantik dimatanya?
.
.
.
"Meet Strangers"
Baekhyun dan Hyewon berakhir untuk mampir di salah satu restoran di pinggir jalan. Suasana benar-benar menjadi tidak enak setelah Baekhyun bilang dia menolak pertunangan. Ya, Hyewon benar-benar serasa ditolak setelah menyatakan perasaannya. Walaupun secara tidak langsung sih. Tapi, entah kenapa seperti yang sudah Hyewon katakan, dia malah semakin menyukai Baekhyun. Push and Pull, dia suka hubungan seperti ini. Dia suka hubungan yang tidak mengalir seperti air, tapi yang berliku liku.
"Apa alasanmu menolak pertunangan?"
"Daripada membahas itu, lebih baik pesan makan dulu, kita bicarakan nanti, oke?"
"Tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama, aku penasaran-..."
"Hmm... tunggu sebentar ya."
Baekhyun nampak beranjak berdiri dari kursinya. Dia berjalan sambil menunduk dengan wajah datar menuju meja yang ditempati oleh seorang namja yang duduk sekitar berjarak 5 meja dari tempatnya dan Hyewon.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Baekhyun sambal menarik buku menu yang menutupi wajah namja itu.
"Eh?"
"Kau mengikuti kami?"
"Ahh tidak, jangan salah paham..."
"Katakan saja, aku sudah tahu sejak melihat mobil hitam mengikuti mobilku dari rumah."
"Baekhyun... maaf..."
"Chanyeol, sebenarnya kenapa sih kau terus muncul disekitarku?"
"Eh?"
"Kenapa kau mengenalku tapi aku tidak mengenalmu?"
Yap, Chanyeol benar-benar tidak bisa berkata-kata untuk menjawab pertanyaan Baekhyun barusan. Ya, Chanyeol memang tidak tahu alasannya kenapa Baekhyun bisa melupakannya. Hanya Baekhyun seoranglah yang tahu. Tapi nampaknya Chanyeol juga sadar kalau Baekhyun juga tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.
"Hmm..."
"Kenapa hanya bergumam?"
Hyewon pun akhirnya ikut menyusul Baekhyun menuju meja yang ditempati Chanyeol. Yah, bagaimanapun juga Hyewon merasa kalau munculnya Chanyeol itu pasti disebabkan olehnya.
"Chanyeol... tolong jangan ikuti aku..."
"Eh?" Chanyeol menatap Hyewon bingung.
"Kau mengikuti Hyewon?" Baekhyun ikut bingung.
"Tunggu, kalian salah paham... Hyewon, aku tidak mengikutimu.."
"Hah? Kalau kau tidak mengikutiku lalu?"
"Kau mengikuti siapa? Eii… Tidak mungkin aku kan?!" Baekhyun terkejut.
"Eohh... Aku mengikutimu Baekhyun." Chanyeol mengangguk dengan wajah datar.
"Tapi... kenapa? Aku?" Baekhyun nampak sangat bingung.
"Hhh..."
Chanyeol nampak Menghela napas sebentar. Diapun akhirnya bangkit dari kursinya kemudian merogoh kantong celana Baekhyun dan mengambil ponsel Baekhyun.
"Hei.. apa yang kau lakukan?"
"Hahha... nampaknya kau masih memiliki kontakku..."
"Hah?"
"Temui aku besok siang, aku tunggu di tempat kita bertemu secara resmi pertama kalinya."
Chanyeol mengembalikan ponsel Baekhyun ke kantong celananya kemudian mengambil jaketnya dan pergi dari restoran itu. Baekhyun dan Hyewon menatap satu sama lain dengan raut wajah bingung.
"Dia kenapa?"
"Tidak tahu... bukankah kau bilang kau tidak akrab dengan Chanyeol?"
"Aku juga tidak mengerti, dia nampaknya sangat mengenalku, tapi aku tidak tahu kenapa rasanya aku sama sekali tidak mengenalnya. Bahkan saat di bandara kemarin, rasanya itu pertama kali aku melihatnya."
"Eii... tidak mungkin kan..."
"Hah?"
"Kau punya 2 kepribadian?" Hyewon nampak serius bertanya.
"Haahhh?!" Baekhyun mengerutkan dahinya menatap Hyewon bingung.
"Iya kan? Biasanya, bila dia ingat dan kau tidak, pasti yang bersamanya itu kepribadian keduamu..."
"Eii... kau bercanda kan?"
"Hahaha... iya aku bercanda... jadi makan tidak?"
"Kau tahu? Candaanmu tidak lucu loh... Sudahlah, ayo makan, aku urus masalah Chanyeol nanti."
Pada akhirnya mereka melanjutkan acara makannya. Yah, walaupun di kepala Baekhyun masih penuh akan misteri bagaimana dia bisa tidak mengenal Chanyeol tapi Chanyeol mengenalnya, bagaimanapun juga sekarang dia sedang bersama calon tunangannya dan dia harus menghargai wanita yang sedang duduk dihadapannya ini.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau bilang Chanyeol mengikutimu?" Entah kenapa kepala Baekhyun masih dipenuhi oleh Chanyeol.
"Ahh... Dulu aku, Chanyeol, dan seseorang yang namanya Dongjoo adalah sahabat baik. Hingga suatu hari aku menyukai Dongjoo, kau tahu. Dongjoo cukup tampan.. Walaupun Chanyeol juga tampan sih.. Lalu aku meminta Chanyeol untuk mendekatkanku dengan Dongjoo, karena aku kenal Dongjoo disebabkan oleh Chanyeol. Saat itu ternyata aku baru tahu kalau Chanyeol menyukaiku dan akhirnya dia pindah entah kemana, aku tidak tahu. Dan saat itu aku baru menyadari perasaanku pada Chanyeol..."
"Jadi kesimpulannya, kau menyukai Chanyeol, tapi kau terpaksa tunangan denganku?" Baekhyun bertanya ragu-ragu.
"Yah, kira-kira begitu... Tapi aku tidak masalah bertunangan denganmu.."
"Eh?"
"Kau tidak begitu buruk sepertinya... Lagipula aku juga sudah bosan dengan Chanyeol. Nampaknya dia memiliki seseorang lain yang lebih berharga.."
.
.
"Flashback saat Hyewon bersama Chanyeol dan Dongjoo di Bandara"
"Ayo jalan-jalan, kalian sudah meluangkan jadwal kalian hari ini kan?" Hyewon menatap Dongjoo dan Chanyeol dengan semangat.
"Mau kemana? Namsan Tower? Bagaimana?" Dongjoo menyarankan.
"Ohh? Namsan Tower? Tidak buruk... Aku belum pernah kesana. Chanyeol bagaimana?"
"Ohh? Kenapa?" Chanyeol nampak tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Apaan ini? Kau tidak mendengar pembicaraan kami? Kutanya kau setuju kita ke Namsan Tower?" Hyewon mengulang pertanyaannya.
"Eohh... Ayo kesana." Chanyeol mengangguk setuju.
Mereka telah sampai di cable car untuk menuju ke Namsan Tower. Walaupun di perjalanan tidak banyak pembicaraan, karena suasana masih amat canggung setelah lama tidak bertemu, tapi Hyewon nampaknya sudah bisa menyesuaikan diri.
"Chanyeol, kenapa diam saja dari tadi?" Dongjoo menatap Chanyeol dengan wajah tidak enak.
"Eohh? Maaf... aku sedang banyak pikiran..."
"Ada apa?" Hyewon nampak penasaran.
"Huh... ayolah, lupakan dulu pikiranmu itu, Hyewon kan sudah lama tidak datang..."
"Maaf... aku akan berusaha.." Chanyeol nampak buruk.
"Ceritakan saja apa masalahmu.." Hyewon menatap Chanyeol lekat-lekat.
Chanyeol membalas tatapan Hyewon dengan wajah yang sangat tidak enak. Bagaimana tidak, wanita yang berada di depannya ini distatuskan sebagai calon tunangan Baekhyun. Chanyeol benar-benar banyak pikiran sekarang. Lalu Baekhyun juga bilang dia sudah punya pacar. Tapi siapa? Baekhyun saja baru pertama kali bertemu Hyewon hari ini.
"Umm... tadi itu, benar tunanganmu?" Chanyeol bertanya ragu-ragu.
"Hah? Baekhyun? Kupikir kau temannya... Dia tidak bercerita padamu?"
"Dia temanku... tapi aku juga tidak yakin..."
"Eh? Kenapa?"
"Entahlah... dia hanya terasa berbeda..."
"Ahh begitu... iya, kami terpaksa tunangan, kau tahu bisnis... tapi aku bisa urus itu nanti. Ayo kita jalan-jalan...cable carnya akan segera sampai"
"Umm... Hyewon-ah... Kurasa aku harus kesuatu tempat..."
"Eh?" Hyewon menatap Chanyeol bingung.
"Chanyeol? Aku kan sudah menyuruhmu mengosongkan jadwal hari ini..." Dongjoo mulai kesal.
"Maaf... Aku harus mengurus sesuatu, kalian pergi saja, sampai jumpa di lain waktu, aku janji aku akan benar-benar meluangkan waktu untuk kalian nanti, tapi tidak untuk hari ini..."
Chanyeol akhirnya membalikkan badannya dan pergi keluar untuk memanggil taksi, yah, karena yang membawa mobil adalah Dongjoo, mau tidak mau dia harus pulang naik taksi.
"Telepon"
Kyungsoo: "Kenapa?"
Chanyeol: "Aku sudah bertemu Baekhyun..."
Kyungsoo: "Benarkah?"
Chanyeol: "eohh... Tapi ada yang aneh.."
Kyungsoo: "apa yang aneh?"
Chanyeol: "Dia tidak mengenaliku.."
Kyungsoo: "hah? Dia tidak mengenalimu?"
Chanyeol: "eohh..."
Kyungsoo: "Hei... Jangan bercanda.. Hahaha..."
Chanyeol: "aku serius, aku akan menjemputmu dan kita temui Baekhyun sekarang."
Kyungsoo: "Kau tahu dia tinggal dimana?"
Chanyeol: "Aku tidak tahu, tapi kita akan coba kerumahnya terlebih dahulu, tidak mungkin dia kembali ke rumahnya yang diluar Seoul hari ini kan?"
Kyungsoo: "Umm... Baiklah.."
.
.
.
"Tapi… anehnya, saat aku memutuskan untuk pulang juga, aku seketika memikirkanmu dan akhirnya pergi ke rumahmu. Dan anehnya, aku melihat Chanyeol disana…"
"Sepertinya dia tidak menyukaimu.."
"Kau bercanda? Dongjoo bilang Chanyeol masih menyukaiku, dan bulan lalu aku benar-benar ingin bertemu Chanyeol dan menjadikannya pacarku. Tapi, entah kenapa, aku jadi tertarik padamu."
"Wahh… wanita… cepat sekali berpindah hati…"
"Cerewett… Jadi, apa alasanmu menolak pertunangan?"
Hyewon bertanya sambil menjilat eskrimnya. Ya, mereka sedang berjalan di pusat kota Seoul sekarang. Baekhyun membantu membawa barang belanjaan Hyewon. Mereka berjalan pelan-pelan menuju tempat penuh jajanan makanan.
"Umm... simple saja, aku sudah memiliki pacar."
"Putus dengannya, memangnya pacarmu siapa? Cantik sekali?"
"Hmm... dia tidak cantik kok..." Baekhyun mengusap kepala Hyewon sambil tersenyum.
Hyewon menatap Baekhyun bingung. Tidak cantik? Kenapa? Padahal pria setampan Baekhyun ini minimal bisa mendapatkan wanita tercantik yang ada di sekolahnya menurut Hyewon. Apakah Baekhyun tidak tertarik dengan kecantikkan wanita? Apakah Baekhyun adalah pria seperti di drama-drama Korea yang hanya menilai wanita dari sikapnya? Hal itu benar-benar memenuhi pikiran Hyewon sekarang.
"Lalu? Kenapa kau memacarinya? Dia benar-benar tidak cantik? Aku pikir seleramu wanita-wanita berkelas?" Hyewon menatap Baekhyun berharap mendapat jawaban sesuai ekspetasinya.
"Umm... dia benar-benar tidak cantik, tubuhnya lurus, dia bahkan lebih tinggi dariku, dadanya rata.. bokongnya juga tidak menunjukkan lekukkan seorang wanita..." Baekhyun menatap keatas seperti sedang membayangkan seseorang.
"Eh? Tipemu seperti itu?" Hyewon sedikit terkejut.
"Tentu saja dia pasti seperti itu, karena pacarku adalah seorang namja."
"EHH?! Namja?!"
Hyewon terkejut setengah mati mendengar perkataan Baekhyun barusan. Dia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan jawaban seperti itu. Hyewon menghentikan langkahnya dan nampak menunduk menghadap tanah dan berpikir. Baekhyunpun akhirnya ikut berhenti dan mengangkat kepala Hyewon untuk menatap wajahnya.
"Kenapa? Apakah aneh?"
"Kau tidak benar-benar gay kan?" Hyewon bertanya ragu-ragu.
"Entahlah..."
Baekhyun akhirnya lanjut berjalan mendahului Hyewon. Hyewon berlari mengejar Baekhyun yang sudah berjalan lebih dahulu darinya.
"Kau benar-benar menyukai pria itu?" Hyewon mulai mencoba mencari tahu lebih dalam.
"Umm... aku tidak tahu rasa suka itu seperti apa... tapi aku menjadi pacarnya karena kalah taruhan.."
"Hah? Kalah taruhan?"
"Eohh... Kau tahu, aku saat itu tidak ingin belajar matematika, dan dia menawarkan bahwa aku tidak perlu belajar matematika selama 3 hari bila aku menjadi pacarnya."
"Eh? Jadi gurumu gay?!"
"Sepertinya iya.."
"Kau masih tetap homescholing? Putuslah dengannya.."
"Kenapa? Sebegitu inginnya kah kau menjadi pacarku? Hahahah..."
"Eohh... kau kaya, tampan, dan nampaknya tidak buruk."
"Bagaimana yah... biar kupikirkan dulu..."
.
.
.
"SMS"
Pcy-nim: Datanglah ketempat kita pertama kali saling menunjukkan identitas, besok jam 2 siang.
"Eh? Pcy nim? Siapa?" Baekhyun menatap ponselnya bingung.
Baekhyun: Maaf... anda siapa?
Pcy-nim: Intinya datang saja besok siang, oke?
...
Tidak ada balasan. Chanyeol melempar ponselnya kesembarang arah dan berbaring di ranjangnya. Dia mengangkat tangan kanannya keatas dan menatap tangannya.
"Apakah tangan ini bisa menggenggam tanganmu besok?"
.
.
.
Baekhyun bersiap. Ya, dia sudah selesai mandi dan makan siang. Sesuai yang dijanjikan, Baekhyun akan pergi menemui pria yang bernama pcy-nim itu. Baekhyun sebenarnya malas keluar rumah hari ini. Hari ini hari libur pertama dan terakhirnya. Baekhyun memutuskan untuk kembali ke sekolah lamanya, ya, JM High School. Dia menuju ke sekolah itu untuk bertemu Pcy-nim dan juga mengurus surat kepindahan.
Ting...tongg...
"Siapa ya..." Baekhyun beranjak dari posisi duduk nyamannya di sofa, menuju layar kamera cctv apartemennya.
"Kris hyung?"
Kris nampak berdiri di depan pintu apartemen Baekhyun. Baekhyun sebenarnya sudah tahu bahwa hari ini Kris harus kembali ke China, tapi Baekhyun tidak peduli. Bukankah Baekhyun pacarnya? Kenapa tidak peduli? Entahlah, Baekhyun rasanya muak melihat wajah namja yang berdiri di depan pintu apartemennya itu.
"Kenapa?" Baekhyun menyalakan fungsi telepon pada kamera apartemennya.
"Aku ingin bicara..."
"Aku ingin putus... Lagipula aku akan segera bertunangan.."
"Eohh... Aku tahu..." Kris menjawab dengan datar.
"Lalu kau ingin bicara apa lagi?" Baekhyun menatap layar kamera bingung melihat Kris masih setia berdiri di depan pintu apartemennya.
"Buka pintunya sebentar."
Baekhyun memutar bola matanya malas dan akhirnya menuju pintu apartemennya. Dia melihat Kris berdiri sambil menggenggam secarik kertas di tangan kanannya.
"Aku ingin kau mengambil ini..." Kris memberikan kertas itu kepada Baekhyun.
"Apa ini?" Baekhyun menatap isi kertas itu bingung.
"Isi kertas"
+86xxxxxxxx
"Ini adalah nomor ponselku di China nanti"
"Lalu? Untuk apa kau memberikannya padaku?"
"Aku pikir kau akan membutuhkannya..."
"Sudah hyung.. Aku sibuk..."
Baekhyun meremas kertas tersebut dan melemparnya kesembarang arah. Kemudian dia berjalan kembali masuk ke dalam apartemennya sementara pintu apartemen itu menutup dengan sendirinya. Kris hanya bisa menatap punggung Baekhyun dan kertas yang dibawanya tergeletak begitu saja di dekat rak sepatu.
.
.
"Jadi kau dikembalikan ke sekolah ini?"
Kepala sekolah bertanya kepada Baekhyun yang sedang duduk di sofa sambil membolak balik kertas yang diserahkan oleh Baekhyun. Baekhyun menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan kertas lain.
"Ini, ayahku yang menulisnya... Dia sedang ke China." Baekhyun menyerahkan kertas itu.
"Umm... Kau ingin dikembalikan ke kelas yang lama?"
"Eohh... Kalau bisa bersama Kyungsoo..."
"Baiklah... Hanya ini saja kan? Aku akan mengurusnya. Kau sudah bisa pergi sekarang."
"Ne, terima kasih."
Baekhyun membungkukkan bandannya memberi hormat kepada kepala sekolah. Dia langsung keluar dari kantor dan menuju kearah kantin.
"Baekhyun... Disini..!" Kyungsoo melambaikan tangannya kepada Baekhyun yang nampak kalang kabut saat memasukki area kantin.
"Kyungsoo... Aku akan kembali kesekolah ini.. Dan sekelas denganmu lagi."
"Wahh... Baguslah kalau begitu."
"Itu saja?"
"Hah?"
"Responmu? Hanya itu saja?"
"Ya... Apa lagi? Dari pada bertanya tentang responku, kenapa kau tidak menemui Chanyeol?"
Baekhyun menatap Kyungsoo bingung. Chanyeol? Memangnya Chanyeol meminta Baekhyun untuk bertemu? Seingat Baekhyun kan yang ingin bertemu dengannya adalah pria yang tidak dikenal yang mengirimnya pesan. Tunggu, pria tidak dikenal?
"Ahhh! Pcy-nim? Itu Chanyeol?!" Baekhyun nampak baru sadar.
Kyungsoo memiringkan kepalanya menatap Baekhyun bingung. Kyungsoo benar-benar tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi dengan sahabatnya ini selama sebulan kemarin.
"Baekhyun... Kau benar-benar tidak ingat padanya?"
"Hah? Siapa?"
"Park Chanyeol..."
"Chanyeol? Yang kemarin bersamamu itu kan?"
"Eohh.." Kyungsoo mengangguk.
"Sebenarnya aku sangat penasaran dan ingin menanyakan hal ini. Sebenarnya apa sih yang terjadi? Kenapa Chanyeol mengenalku dan aku tidak mengenalnya. Dan kenapa tingkah kalian begitu aneh bila membahas Chanyeol didepanku?"
Baekhyun menatap 2 namja yang duduk didepannya juga. Ya, Sehun dan Jongin. Dari tadi mereka hanya mendengar pembicaraan Kyungsoo dan Baekhyun tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Bukan begitu... Hanya aneh saja kau bisa melupakan Chanyeol... Kalian kan pacaran..."
"Sstt... Jongin, kau gila!" Sehun memukul namja yang duduk disebelahnya pelan.
"Hah?! Aku?! Dan Chanyeol?! Pacaran?! Bagaimana bisa?!"
Baekhyun benar-benar terkejut mendengar hal itu. Ya, dia belum sepenuhnya percaya dengan kata yang diucapkan oleh Jongin barusan. Berpacaran dengan pria? Baekhyun tidak bisa membayangkannya. Tapikan Baekhyun berpacaran dengan Kris. Ya, walaupun status mereka berpacaran, secara garis besar Baekhyun hanya menganggap Kris sebagai kakaknya selama dia tinggal sendirian.
"Kau yang menerima pernyataan dari Chanyeol waktu itu..." Kyungsoo menimpali.
"Mwo?! Aku? Menerima pernyataan cinta? Dari pria?!" Baekhyun menatap Kyungsoo tajam.
"Baekhyun, kurasa ada yang salah denganmu..."
"Apa yang salah? Aku masih tetap Baekhyun kok..."
"Bukan... Tapi otakmu... Bagaimana bisa kau hanya melupakan Chanyeol saja? Kau tidak sedang berpura-pura kan?"
"Untuk apa aku berpura-pura? Baiklah, aku akan menemui dia sekarang."
Baekhyun beranjak bangun dari tempat duduknya dan berjalan tanpa arah mengelilingi 1 sekolah. Ya, clue yang Baekhyun miliki hanyalah tempat mereka saling berkenalan resmi, dan Baekhyun tidak tahu itu dimana. Dia sudah pergi kesegala ruang kelas, bahkan ke tiap toilet yang ada. Lapangan, aula sekolah. Akhirnya Baekhyun menuju tempat parkir.
"Dimana sih, dia tidak ada dimana-mana..." Baekhyun mengelap keningnya yang penuh keringat setelah berkeliling hampir 1 sekolah.
"Yang belum... Ruang band... Ruang dance... Studio teater... Halaman belakang.." Baekhyun membaca kertas yang berisi tulisan nama-nama ruangan yang ada disekolah
"Nampaknya halaman belakang yang paling mudah dijangkau dari sini."
Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk berjalan ke halaman belakang sekolah karena letaknya paling dekat dari tempat parkir. Jujur, rasanya Baekhyun ingin menghentikan semua ini dan menelpon Chanyeol yang menyuruhnya bertemu itu dan menanyakan dimana keberadaannya. Tapi entah kenapa Baekhyun rasanya ingin tetap mencarinya saja hingga ketemu.
"Halaman belakang yah..."
"Kalau tidak salah, disanakan tempat para siswa pacaran..."
"Apa dia tidak salah mengajakku kesana.."
Baekhyun terus berjalan hingga akhirnya dia menghentikan langkahnya dan melihat seorang namja tinggi berdiri di pinggir danau. Baekhyun pun segera bersembunyi di balik tembok.
"Apa ini..."
"De javu?"
"Kenapa terasa familiar?"
"Aku pernah merasakan situasi seperti ini sebelumnya..."
"Tunggu... Kenapa aku bersembunyi di balik tembok?"
"Kenapa jantungku berdetak tidak karuan sih..." Baekhyun memegang dada sebelah kirinya.
"Perasaan seperti apa ini..."
Baekhyun terdiam dan akhirnya mengambil ponselnya di saku celananya. Dia membuka aplikasi chatting dan mengetik sesuatu disana.
Baekhyun: kurasa hari ini aku tidak bisa menemuimu...
Tak lama, balasan pun masuk dari pria yang dari tadi sudah menunggunya.
Pcy-nim: kenapa?
Baekhyun: Aku tidak enak badan... Lain kali saja oke?
Pcy-nim: baiklah kalau begitu.
Baekhyun mengelap keringatnya dan memasukkan ponselnya. Dia menarik napas dalam-dalam dan membuangnya pelan. Entah kenapa terasa seperti latihan mental.
"Kenapa aku seperti ini... Ada yang aneh.." Baekhyun memegang dada sebelah kirinya lagi dengan tangan kanannya.
"Kenapa?"
"Kau pernah merasakan ini sebelumnya kan?"
"Byun Baekhyun?"
.
.
.
"Meet Strangers"
