pcy61: Ei... jangan bercanda... kau Kyungsoo ya?! Hahaha... aku tidak mudah tertipu.
Baconee04: Kau benar-benar sebodoh itu?
pcy61: Tidak mungkin kan ingatanmu kembali? Jangan bercanda...
Baconee04: Menurutmu untuk apa aku mengirimu pesan lewat aplikasi ini bila aku tidak tahu apa-apa akan dirimu? Yeol~
Deg...
Chanyeol terdiam sebentar terpaku menatap layar ponselnya. Ei.. tidak mungkin kan. Itulah kata-kata yang berputar di kepala Chanyeol sedari tadi. Chanyeol bingung, kenapa dengan Baekhyun? Ada apa dengan sikapnya yang tiba-tiba seperti ini. Ini terlalu random dan tidak bisa ditebak. Chanyeol belum memperkirakan situasi seperti ini. Apakah Chanyeol begitu bodoh?
pcy61: Ingatanmu benar-benar kembali?
Baconee04: Menurutmu?
pcy61: Jangan main-main Baek!
Baconee04: Kenapa kau malah marah?!
pcy61: Kubilang jangan bercanda denganku!
Baconee04: Terserah kalau menurutmu bercanda!
- You've been blocked by Baconee04 -
Chanyeol benar-benar bingung sekarang. Dia belum siap menerima kenyataan seperti ini. Jadi selama ini Baekhyun menipunya? Memangnya bermain-main dengan perasaan seseorang itu sangat menarik baginya. Chanyeol tidak habis pikir, semudah itu dia dipermainkan oleh Baekhyun. Walaupun mungkin Baekhyun memang bercanda, tapi ini sudah keterlaluan dan melewati batas.
"Apa sih, aku memberi kabar baik tapi responnya malah seperti itu!" Baekhyun menggerutu sendiri dikamarnya.
Sekarang Baekhyun bingung harus berbuat apa, sendirian dirumah benar-benar membosankan. Dia pikir Chanyeol akan langsung pergi ke apartemennya, dan mengajaknya bicara kemudian hubungan mereka akan kembali seperti sedia kala, tapi ternyata reaksi Chanyeol malah membuat Baekhyun kesal.
.
.
.
Baekhyun kembali ke sekolah. Dia masuk seperti biasa dan semua mata tertuju padanya. Yup, semua orang di sekolah memperhatikannya, Baekhyun adalah anak yang berkuasa di sekolah, ahh tidak tetapi anak dari seseorang yang berkuasa di sekolah. Mata-mata sinis dan mulut yang bergerak membicarakan Baekhyun dari belakang. Sementara itu, Baekhyun hanya berjalan santai menuju atap sekolah. Yah, hari pertama Baekhyun kembali ke sekolah, tujuannya hanyalah atap.
Bruk... Baekhyun menutup pintu atap sekolah dengan keras. Baekhyun sudah muak mendengar suara dari kanan kiri telinganya, suara bisik yang tidak berbisik sama sekali. Suara mulut mulut yang mengeluarkan kuman. Dia sudah muak dengan semua orang yang membicarakannya di sekolah. Apalagi ketika dia mendengar nama Yeri, mantannya disangkut pautkan dengan kembalinya di sekolah. Yah, Baekhyun mendengar ada orang yang bahkan membicarakannya bahwa Baekhyun berhenti sekolah karena putus dengan Yeri dan kembali ke sekolah karena kembali berpacaran dengan Yeri. Benar-benar tidak masuk akal pikirnya.
"Ada apa sih dengan manusia zaman sekarang... huh..." Baekhyun membaringkan tubuhnya diatas tanah dan menutup mata
Tidak lama kemudian ada Bayangan gelap yang menutupi teriknya cahaya matahari yang menyinari tubuhnya. Baekhyun sangat sadar bahwa ada orang yang berdiri didekatnya. Tapi entah kenapa Baekhyun tidak ingin membuka matanya. Malas? Mengantuk? Bukan, melainkan Baekhyun takut. Yup, dia takut bahwa yang menghampirinya adalah Chanyeol. Dia tahu bahwa Chanyeol pasti akan marah habis-habisan.
"Kau tidak mau membuka matamu? Aku tahu kau sudah bangun.." Sapa seorang pria dengan suara berat.
Yup, suara berat dari seorang pria yang sangat Baekhyun kenal. Suara terendah yang pernah dikeluarkan oleh Park Chanyeol. Baekhyun sangat takut membuka matanya. Kata-kata dari namja itu barusan menyiratkan nada akan kemarahan, kekecewaan, dan butuhnya penjelasan. Baekhyun pada akhirnya perlahan-lahan membuka matanya. Benarlah Park Chanyeol yang berdiri didepannya.
"Kau tidak kelas...?" Tanya Baekhyun ragu.
"Aku lebih membutuhkan penjelasan darimu daripada dari guru." Wajah Chanyeol serius.
"Bisakah kita bicara nanti... seketika aku ingin mengikuti pelajaran Kimia..."
Baekhyun bangkit dari posisi tidurnya dan mencoba kabur, tetapi Chanyeol menarik lengan Baekhyun dan pada akhirnya kedua tatapan mata mereka bertemu. Chanyeol menatap Namja yang lebih pendek itu dalam-dalam, sementara itu Baekhyun sebisa mungkin menatap kearah lain, menghindari tatapan Chanyeol.
"Aku butuh penjelasan sekarang!" Chanyeol mulai kesal.
"Kau marah?" Tanya Baekhyun takut.
"Kau takut padaku?" Chanyeol mulai melemahkan eratan genggaman tangannya pada lengan Baekhyun.
"Meet Strangers"
.
.
.
Huff ~ Angin berhembus kencang di atap sekolah. Sementara itu Baekhyun dan Chanyeol masih saja bertatap dalam keheningan. Entah kenapa Chanyeol ingin sekali marah kepada namja yang lebih pendek darinya ini. Tapi dia berusaha menahan emosinya dan mencoba meminta penjelasan dari namja itu.
"Bukan begitu... aku hanya ingin ikut pelajaran Kimia..." Suara Baekhyun semakin pelan.
"Aku akan mengajarimu Kimia, tetaplah bersamaku hingga jam makan siang."
Chanyeol melepaskan genggamannya pada lengan Baekhyun dan berpindah meraih kedua pundak Baekhyun. Chanyeol pun kemudian menduduk paksakan Baekhyun dengan mendorong kedua pundaknya dan langsung berbaring diatas paha Baekhyun seakan kaki Baekhyun adalah bantal kepunyaannya.
"Kau marah?" Tanya Baekhyun pelan.
"Biarkan aku memejamkan mata sebentar.." Nada Chanyeol datar.
Baekhyun kebingungan sekarang. Kepalanya serasa mau pecah melihat tingkah Chanyeol yang dingin seperti ini. Chanyeol yang selama ini adalah Chanyeol yang hangat dan tidak pernah marah padanya sekalipun. Bahkan jika Chanyeol kesalpun, menurut Baekhyun Chanyeol yang sedang kesal adalah hal yang lucu, karena Chanyeol secara tidak sadar akan melakukan hal yang menghangatkan bagi Baekhyun.
"Kau tidak benar-benar marah kan? Aku hanya bercanda... Aku ingin mengejutkanmu, tapi aku tidak tahu kalau ini keterlaluan..." Baekhyun mulai angkat suara.
"Sudah Baek, aku ingin tidur sebentar oke?" Jawab Chanyeol dengan nada dingin.
Baekhyun benar-benar bingung. Chanyeol benar-benar marah sepertinya, itu pikir Baekhyun. Haruskah dia mengikuti kata hatinya untuk membiarkan Chanyeol tidur hingga jam makan siang?
"Yeol... sebenarnya saat itu di rumah sakit, hipnoterapi untuk mengembalikan ingatanku berhasil. Dan masalah aku mengencani Kris, itu adalah taruhan dan jangan anggap itu serius. Lalu disaat aku tidak mengenalmu saat kau menjemput Hyewon, aku benar-benar lupa ingatan dan tidak mengenalmu. Aku minta maaf bila aku tidak bisa mengenalimu. Aku juga minta maaf karena berpura-pura tidak mengenalmu saat ingatanku kembali. Aku hanya ingin membuat beberapa kejutan untukmu, tapi nampaknya kejutan tak berencana itu tidak berhasil karena aku memang bukan orang yang terbiasa untuk membuat kejutan bagi seseorang. Sebenarnya aku sudah sangat tidak sabar untuk berdua denganmu dan bicara banyak, aku juga tidak sanggup terus mengabaikan telepon dan pesan darimu. Aku juga bahkan tidak tega terus memblokir nomormu. Tapi itu semua bagian dari rencana yang tidak kuduga. Hingga akhirnya aku tidak bisa menahan rasa rinduku padamu dan aku menambahkan mu sebagai teman melewati aplikasi meetstrangers itu dan berkomunikasi denganmu lewat aplikasi itu. Aku benar-benar minta maaf Chanyeol ah~"
Huff... Hanya suara angin yang terdengar. Setelah Baekhyun berbicara menjelaskan panjang lebar, suasana hening dan daun yang bergesekan yang dapat terdengar di telinga Baekhyun. Yup, Baekhyun sudah menduga hal ini. Dia sudah siap menerima segala kemungkinan yang ada, Chanyeol tidak mungkin mau menerima pria yang menyebalkan sepertinya.
"Kau boleh marah bila kau mau, dan kau juga boleh memutuskanku, aku tahu aku memang tidak pantas untukmu, kau adalah pria yang ba-" Kata-kata Baekhyun terpotong
Chanyeol membuka mata lebar-lebar langsung bangkit dan memutus pembicaraan Baekhyun dan langsung melumat bibir namja yang sedari tadi berbicara panjang lebar itu. Baekhyun pun terkejut dan langsung menutup matanya menikmati suasana yang ada sekarang. Entah kenapa didalam otaknya setelah menerima lumatan bibir Chanyeol, pikiran dan dirinya serasa tenang. Baekhyun merasakan bahwa dia berada di puncak langit tertinggi dan tidak akan menjadi masalah baginya bila dia terjun bebas dari sana.
Chanyeol perlahan menaikan tangannya dan memeluk Baekhyun pelan. Begitu pula dengan Baekhyun yang menikmati suasana ini. Akhirnya pautan mereka terpisah setelah Chanyeol selesai dengan acara melumat-lumat bibir. Chanyeol menatap Baekhyun dalam-dalam dan memeluknya erat.
Perlahan-lahan, daerah pundak kemeja tipis Chanyeol terasa hangat. Yup, Baekhyun membasahi baju Chanyeol dengan air matanya. Entah kenapa Baekhyun tidak bisa menahan air matanya, padahal dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menangis bila semuanya terungkap.
"Aku tidak akan marah padamu Baek..." Chanyeol mengusap kepala Baekhyun pelan
"Tapi kemarin dan tadi kau marah kan?" Baekhyun masih menangis
"Aku tidak marah, aku hanya butuh penjelasan." Chanyeol melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Baekhyun.
"Ish.. Jangan dilepas pelukannya!" Baekhyun menarik Tubuh Chanyeol dan memeluknya kembali.
"Kenapa?" Chanyeol bingung.
"Mukaku jelek bila menangis." Wajah Baekhyun cemberut.
"Hahah... tidak Baek, bagaimanapun rupamu, kau tetap yang terindah di mataku."
"Aku tidak mau kau melihat mata bengkakku.."
"Tidak apa-apa..." Chanyeol mengusap punggung Baekhyun pelan.
"Tapi, apa kau benar-benar tidak marah?" Baekhyun yang sudah berhenti menangis mulai ragu-ragu.
"Eohh... Aku tidak marah, aku lah yang merasa egois setelah mendengar semua penjelasanmu."
"Syukurlah..." Baekhyun akhirnya tenang.
"Tapi Baek, sebenarnya kejutan seperti apa yang ingin kau-"
"ffttt...fffttttt...fffttttt..."
Kata-kata Chanyeol terpotong seketika mengeran suara nafas Baekhyun yang begitu damai dan tenang itu. Chanyeol pun melepaskan pelukanya dengan Baekhyun dan menatap wajah namja itu. Baekhyun tertidur. Yup, Chanyeol tersenyum melihat Wajah Baekhyun yang begitu polos itu ketika sedang tertidur. Pada akhirnya Chanyeolpun duduk menggantikan posisi Baekhyun dan membiarkan Baekhyun tertidur di pahanya hingga Baekhyun terbangun.
Matahari semakin bersinar terik, cuaca serasa semakin panas. Sementara itu Chanyeol masih tidak bisa berhenti tersenyum menatap wajah namja yang tertidur diatas pahanya sambil memainkan rambut namja itu. Hingga pada akhirnya namja yang tertidur itu mulai kepanasan dan mulai membuka matanya perlahan.
"Chanyeol?!" Baekhyun nampak terkejut.
"Kenapa?"
"Yang tadi itu mimpi?!" wajah Baekhyun ragu.
"Apanya mimpi?" Chanyeol bingung.
"Kau marah kan?"
"Hah... Baekhyun... bahkan setelah ciuman tadi kau menganggap semua itu mimpi? hffttt..." Chanyeol bicara dengan nada sedikit kesal.
"Aa... Tadi kita benar-benar melakukannya ya..." Jawab Baekhyun polos dan wajahnya mulai memerah.
"Kenapa kau jadi merah seperti tomat begitu hahaha..." Chanyeol mencubit kedua pipi gumbal Baekhyun.
"Bukannya begitu, aku hanya malu..." Baekhyun menundukkan kepalanya tidak berani menatap Chanyeol.
"Setelah semua yang telah kita lakukan kau masih merasa malu?" Chanyeol tersenyum melihat kelakuan namja di depannya ini.
"Sudahlah, aku ingin ikut pelajaran Kimia..." Baekhyun berusaha untuk bangun tetapi Chanyeol menahan tubuhnya.
"Sudah kubilang, aku yang akan mengajarimu Kimia. Lagipula sekarang sudah jam 1 siang, kau tidak lapar?"
kruukkk... Suara perut Baekhyun berbunyi tepat sesaat setelah Chanyeol menanyakan hal itu. Yah, Baekhyun tidak makan sejak kemarin malam. Dia tidak bisa memasak makanannya sendiri. Pada akhirnya dia berangkat sekolah dengan perut kosong.
"Ayo makan, kita bolos saja hari ini. Jjajangmyeon atau Tteopokki?" Chanyeol tersenyum sambil mengusap rambut Baekhyun.
"Ayam!" Baekhyun malah memberikan jawaban lain.
"Hahha... aku memberikan 2 pilihan tapi kau malah memberikan jawaban lain, yasudahlah, ayo kita makan ayam." Chanyeol berusaha untuk bangun tetapi Baekhyun yang berbaring diatas pahanya sama sekali tidak berusaha untuk bangun.
"Baek... bangun... kalau kau terus tiduran aku tidak bisa bangun..." Chanyeol menatap mata namja itu dalam-dalam.
"Apanya yang tidak bisa bangun? Kau sudah bangun dari tadi..." Baekhyun tersenyum licik.
"Hah?" Chanyeol bingung.
Bola mata Chanyeol pun bergerak ke arah lain. Yup, Chanyeol yang sedari tadi duduk memangku Baekhyun sama sekali tidak sadar bahwa Baekhyun sudah bermain tangan dibawah sana. Kaki Chanyeol memang keram, tapi apa Chanyeol sama sekali tidak merasakan pergerakan di bawah sana? Baekhyun yang dari tadi memainkan benda milik Chanyeol hanya bisa tersenyum dengan kemenangan di wajahnya.
"Baek, kau mesum ya..." Chanyeol tersenyum licik.
"Sudahlah, ayo pergi makan." Baekhyun dengan acuh tak acuh meninggalkan Chanyeol.
"Kau tidak mau bertanggung jawab akan ini?!" Chanyeol berteriak memanggil Baekhyun yang mulai berjalan menjauh.
"Kau kan sudah terbiasa melakukannya sendiri, selesaikan dirimu sana!"
"Aishh... Byun Baek..."
.
.
.
"Bagaimana? Ayamnya enak?"
Chanyeol hanya menatap Baekhyun mengunyah makanannya dari tadi. Ya, bagi Chanyeol melihat Baekhyun makan dengan lahap saja sudah membuatnya kenyang. Wajah Baekhyun yang sangat lucu ketika mengunyah makanan sangat tidak dapat di lewatkan.
"Kenapa kau tidak makan?"
"Aku ingin melihatmu makan..." Chanyeol tersenyum menatap Baekhyun seakan hanya Baekhyun satu-satunya yang ada di dunia ini.
"Makan, aku tidak mau makan sendiri..." Baekhyun memberikan 1 drumstick ke Chanyeol.
"Sebelum mengurusiku, bersihkan dulu noda di bibirmu ini..."
Baekhyun berhenti melahap makanannya ketika Chanyeol langsung membersihkan sekitar bibir Baekhyun dengan ibu jarinya. Chanyeolpun menjilat ibu jarinya dan merasakan rasa bumbu bbq yang berasal dari mulut Baekhyun itu. Diapun mengambil ayam yang diberikan oleh Baekhyun dan mulai makan.
"Bagaimana? Enak kan?" Baekhyun masih makan dengan lahap.
"Eohh..." Chanyeol tersenyum lebar.
Entah kenapa rasanya Chanyeol hanya ingin menghabiskan harinya hari ini bersama Baekhyun, dia merasa hari ini seperti mimpi. Dia merasa bahwa tidak akan pernah ada kesempatan kedua untuk menghabiskan waktu menyenangkan seperti ini bersama Baekhyun. Seketika lamunannya buyar saat Baekhyun menyebut nama Kyungsoo.
"Tunggu! Kyungsoo, aku lupa memberitahunya bahwa ingatanku sudah kembali..."
"Ohh? Kyungsoo, tidak usah, nanti aku saja yang memberi tahu." Entah kenapa Chanyeol sangat tidak ingin momen ini terganggu.
"Ahh, baiklah.." Baekhyun kembali makan.
.
.
.
Chanyeol pada akhirnya mengantar Baekhyun pulang dan mampir di apartemen Baekhyun. Yup, dia tidak menyangka bahwa hari ini akan menjadi kenyataan. Hari terbahagianya bersama Baekhyun tanpa ada gangguan dan keributan apapun.
"Baek..." Chanyeol yang duduk di meja pantry memanggil Baekhyun yang sedang menyiapkan jus.
"Eohh..." Jawab Baekhyun lembut.
"Bisakah kau terus bicara jujur kepadaku?" Tanya Chanyeol pelan.
"Eohh? Tiba-tiba?" Baekhyun bingung dan duduk disamping Chanyeol.
"Entah kenapa bila kau terus jujur seperti tadi, aku percaya hubungan kita akan lacar terus..."
"Benarkah... tapi kalau aku bohong demi kebaikan bagaimana Yeol~ ?" Tanya Baekhyun polos.
Chanyeol terdiam berpikir sebentar. Dia memang tidak suka kebohongan, tapi berbohong demi kebaikan? Apa itu termasuk?
"Sudahlah, Yeol... jangan dipikirkan begitu keras. Intinya kan sekarang kita sudah bersama."
Ting...Tong... Suara bel apartemen Baekhyun berbunyi.
Chanyeol pun berinisiatif menuju ke arah pintu dan mengintip siapa yang ada diluar. Kyungsoo! dan Kai! Yup, siapa lagi? Kedua orang itu butuh penjelasan. Apalagi Kyungsoo, dia benar-benar kesal dan menggedor-gedor pintu apartemen Baekhyun sekarang. Dia sangat tidak sabaran dan rasanya ingin memukul kepala temannya itu
"Maaf, Kyungsoo, hari ini kami sedang tidak menerima tamu.." Jawab Chanyeol.
'Chanyeol'? Bagaimana bisa? Aku dan Baekhyun yang sudah berteman lama ini, tapi Chanyeol duluan yang... arghh... aku butuh penjelasan!'
"Baek! Buka pintunya! Jelaskan padaku sekarang juga!" Kyungsoo berteriak dari luar.
"Aishh..." Chanyeolpun terpaksa membuka pintu karena dia merasa Kyungsoo sudah sangat berisik dan dia takut tetangga lain merasa terganggu.
Seketika pintu terbuka, Kyungsoo langsung berlari ke dalam tanpa melepaskan sepatunya. Chanyeol hanya bisa melihatnya masuk kedalam dan kehabisan kata-kata. Kyungsoo langsung masuk kedalam dan memukul kepala Baekhyun.
"YA!" Kyungsoo kesal.
"Kyungsoo-ya ... sakit..." Baekhyun mengusap bagian kepala yang dipukul oleh Kyungsoo pelan.
"Ya! Kenapa kau memukulnya!" Chanyeol marah.
"Ya! Kenapa kau meneriaki Kyungsoo!" Kai ikut kesal.
"Aduh, kalian berisik!" Yang punya rumah mulai kesal.
Akhinya mereka semua terduduk diruang tamu dan mendengar penjelasan Baekhyun yang ingin mengejutkan Chanyeol itu. Tapi, entah kenapa, Kyungsoo masih merasa semua ini tidak masuk akal.
"Baek! Kenapa kau ikut menipuku juga?! Kau kan cukup menipu Chanyeol?!" Kyungsoo kesal.
"Aku sudah memberikan beberapa pentunjuk padamu bahwa aku tidak kehilangan ingatanku. Tapi kau begitu bodoh hingga tidak mengerti kodeku!" Baekhyun ikut kesal.
"Lagipula untuk apa dengan kode! Kau kan cukup memberitahuku!"
"Aku hanya ingin hilangnya ingatanku terasa nyata... kau pasti berkomunikasi dengan Chanyeol kan tadi malam..." Baekhyun menebak.
"Ahh, soal itu. Aku yang menghubungi Kyungsoo duluan Baek... karena kau tiba-tiba mengirimiku pesan lewat aplikasi meet strangers dan aku tidak mengerti apa yang kau maksud." Jawab Chanyeol datar.
"Sudahlah, yang penting semua sudah kembali seperti semula kan? Kyung, kau akan tetap disini, biarkan saja mereka berdua dan kita jalan-jalan berdua oke?" Kai sudah mulai bosan.
Pada akhirnya Kyungsoo yang sudah puas mendengar penjelasan dari Baekhyun pergi bersama Kai untuk berjalan-jalan. Sementara itu Baekhyun dan Chanyeol duduk santai di sofa berbahan kulit di ruang tamu Baekhyun sambil menonton TV.
"Tapi Baek..."
"Eohh?" Baekhyun menatap Chanyeol.
"Aku tidak ingin kau mengucapkan itu lagi..." Nada Chanyeol serius.
"Apa?" Baekhyun bingung kemudian dia mendekat pada Chanyeol dan berbaring diatas pahanya.
"Di atap, kau ingat? Ketika kau bilang aku ingin memutuskanmu..."
"Eohh... aku ingat.."
"Aku tidak ingin kau mengucapkan kata-kata itu lagi." Chanyeol menatap Baekhyun dalam-dalam.
"Kenapa? Hubungan kita belum tentu berjalan mulus juga nantinya...hahhaa..." Baekhyun bercanda.
"Kau tidak boleh bicara seperti itu!" Chanyeol cemberut.
"Iya, iya... Park Chanyeol -sshi, aku tidak akan pernah memintamu untuk memutuskanmu lagi." Baekhyun tersenyum melihat reaksi Chanyeol.
"Kau tidak boleh menyuruhku untuk memutuskanmu dan aku juga tidak akan pernah menyuruhmu untuk memutuskanku, begitu pula, kau tidak boleh memutuskanku dan aku tidak akan pernah memutuskanmu." Terang Chanyeol panjang lebar.
"Jadi yang kau mau apa..."
Suasana hening sebentar. Chanyeol hanya terdiam menatap mata Baekhyun dalam-dalam. Begitu pula Baekhyun menatap mata Chanyeol dalam-dalam. Entah kenapa jawaban dari pertanyaan Baekhyun sudah tersirat dari raut wajah Chanyeol. Chanyeol seketika menundukkan kepalanya dan memajukan wajahnya kemudian mencium bibir merah milik namja yang sedari tadi berbaring diatas pahanya itu. Well, acara lumat melumat bibir itu berlangsung lama. Entah apa yang membuat Chanyeol sangat menyukai benda lunak yang berada di wajah Baekhyun itu.
"Yang kuinginkan ya..."
"Emmm..."
"Kita bersama selamanya..."
.
.
.
"Meet Strangers"
[END]
Notes:
Finally end gaes, tamat :'). Gak kerasa FF ini udah menemani hidup selama 345 hari :'). Buat yang udah baca dari awal sampe abis dan udah kasih review/ comment thank you banget. Thank you juga buat yang udah support ff ini, walaupun sempat tersendat di pertengahan tahun 2018 karna author sibuk banget .-. . Maaf kalau misalnya ada banyak typo, karena jari ini mengetik sekuat tenaga :'). Kasih pendapat dan saran kalian ya, apakah alurnya kurang gregret, ato endingnya kurang enak ato dipaksakan, dan sejenisnya. Jadi bisa buat pembelajaran juga di ff berikutnya.
Next aku ada project buat ff lagi, ada
Chanbaek lagi (yaoi)
Chanyeol aja (straight), woman leadnya bikinan sendiri :')
Baekhyun aja (straight), woman leadnya bikinan sendiri :')
enaknya bikin yang mana dulu ya? Aku ikutin yang ada di komen aja, yang banyak peminatnya aku up duluan.
