Title : Greedy - Shi no Toki

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rating : M

Warning : Violent content inside, mature content inside, typo, out of character, etc.

DON'T LIKE DON'T READ

HAVE A GOOD READ

Masa kecilnya dihadapkan dengan kehancuran masa depannya. Dengan kuasa tirani yang ada didataran Jepang, mereka harus menggulingkan pemerintahan busuk para tirani kotor yang memimpin negara ini tanpa terkecuali.

[Last Chapter]

"Aku dengar 3 hari yang akan datang pulau ini akan ditutup".

"Hmm, bila kabar ini sudah tercium oleh pekerja lain maka kesempatan kita untuk kabur menjadi sia-sia saja. Butuh rencana yang tepat untuk bisa kabur dari pasukan busuk ini".

"Teman-teman, bagaimana bila..."

"Ayo cepat bergerak kekapal brengsek!! Kami tidak dibayar untuk menunggu kalian!!", teriak keras para pasukan tirani untuk menyuruh para pekerja tambang yang berjalan meninggalkan pertambangakn menuju kapal.

"Cepat bergerak sampah!". Ctassss. Seru salah satu pasukan tirani dengan memecut salah satu pekerja yang tua barambut putih.

"Cepat bergerak brengsek, atau kubunuh kau!!", seru sekali lagi pasukan itu kepada kakek tua itu dengan nada lebih mengancam.

"Dasar si tua brengsek, sudah habis kesabaranku!!", salah satu pasukan yang telah habis kesabarannya mengambil pecut, bersiap untuk memecut kakek berambut putih itu.

Dalam waktu yang bersamaan Naruto, Sasuke, dan Gaara menyaksikan kejadian itu semua dari kapal yang akan membawa para pekerja tambang ke Nagasaki. Kejadian disaat kakek tua berambut putih itu disiksa oleh para pasukan tirani menggunakan pecut yang mereka punya.

"Cihh, tirani sialan beraninya mereka menyiksa kakek tua itu", decih Naruto geram terhadap perilaku tidak manusiawi kepada kakek tua itu. Jari-jarinya mengepal kuat sembari menggeram marah, karena tidak terima akan perlakuan pasukan tirani itu.

"Tenanglah Naruto jangan menggagalkan rencana yang sudah kita susun menjadi berantakan akibat kau berbuat onar", ucap Sasuke menenangkan Naruto ketika melihat teman semasa kecilnya terlihat marah besar.

Tidak dipungkiri lagi bila Naruto marah karena para pasukan tirani terus menyiksa para pekerja tambang. Dia mempunyai rasa kemanusiaan yang tinggi sama seperti mendiang ayahnya yang mempunyai sifat yang sama persis seperti Naruto.

"Mm, benar kata Sasuke kau harus tenang Naruto", Gaara membenarkan ucapan Sasuke untuk menenangkan Naruto, sembari menepuk pundak sahabatnya itu.

"Tapi aku tidak tahan dengan apa yang kulihat!", ucap Naruto menepis ucapan kedua sahabatnya itu.

"Aku telah banyak melihat korban dari penambangan ini, disiksa, dibunuh, digorok, ditimpa batu, aku telah banyak melihat hal itu selama berada disini Teme. Namun kali ini cukup bagiku untuk melihat ini semua, terlebih aku merasakan sesuatu yang aneh pada kakek itu!", geram Naruto semakin menjadi-jadi kepada Sasuke, matanya memancarkan kebencian pada pasukan tirani terlebih tirani yang menjadikan mereka bertiga jadi seperti ini.

Tiba-tiba Naruto lari dari kapal itu menuju pasukan tirani yang sedang mengeroyok kakek tua itu.

Tap tap tap

"Hiaaaaa, hentikan itu semua dasar bajingan!", teriak Naruto sembari berlari kearah setidaknya 20 pasukan tirani.

Tepp bugg!!

"Uhhuk! Sialan boleh juga bocah itu", ucap salah satu pasukan yang merupaka pemimpin pleton pasukan tirani ketika setelah terkena tendangan Naruto tepat di pipi bagian kirinya.

"Hei kalian! Cepat hajar bocah itu, jangan dibunuh, buat dia sekarat, akan kujadikan sup makan malam sesaat setelah nanti tiba di Nagasaki!", ucap pemimpin pleton itu kepada anggota pasukannya.

"Haik!", teriak para pasukan tirani bersamaan.

'Cihh, ini makin sulit. Mau tidak mau aku harus bertarung. Kaa-san, Tou-san berikan aku doa kalian dari atas sana. Berikan aku berkah kekuatan magis kalian. Yosh! Semoga ini bekerja!', ucap Naruto dalam hati sembari membisikan pelan kalimat...

"Dai ni gēto: Kaze no ishi..."

Wusssssshhh blaaarr!

Luapan kekuatan Naruto ketika gerbang kekuatannya terbuka yang menyelimuti tubuh Naruto dengan aura hijau cerah menyala, sebuah kekuatan sihir penguatan diri yang mampu meningkatkan kekuatan pengguna 20 kali lipat kekuatan asli pengguna kekuatan sihir. Gerbang kedua dari duabelas gerbang kekuatan. Sangat menakjubkan tak kala gerbang kedua ini biasanya rata-rata terbuka pada saat berumur 13 tahun bagi pengguna kekuatan sihir, namun Naruto dapat menguasai gerbang kedua dalam umur 9 tahun, sangat mengesankan. Diam-diam sang kakek yang masih sadar pun menampakan senyum simpulnya kala melihat Naruto menggunakan kekuatannya.

"Yosh! Terbuka, arigatou Kami-sama!", ujar Naruto senang karena mampu membuka gerbang kedua.

"Serang!!!", teriak salah satu pasukan tirani menyadarkan teman-temannya yang terpaku akibat peristiwa barusan.

Buuuk petttss baaak!!

Terlihat Naruto agak kualahan dengan posisinya yang sedang terjepit lantaran kalah jumlah orang.

Sasuke dan Gaara yang melihat pertarungan Naruto dan para pasukan tirani pun naik darah, tak kala melihat posisi sahabatnya yang terjepit.

"Oi, Sasuke. Ayo kita bantu si Baka itu. Meskipun nanti kita akan menghadapi kematian sekalipun, aku sudah gerah", ucap Gaara kepada Sasuke.

"Hnn, aku tidak mau mati muda Gaara. Tapi jika kita mati disini tidak ada salahnya, kita mati untuk melindungi apa yang disebut dengan keluarga", balas Sasuke sembari membisikan kalimat...

"Dai ni gēto: Hi no ishi..."

Luapan kekuatan juga memenuhi tubuh Sasuke dengan aura merah cerah menyala. Memberikan kekuatan lebih kepada Sasuke.

"Ayo kita bantu si Dobe!", ucap Sasuke kepada Gaara.

"Hmm", jawab Gaara dengan singkat sembari membisikkan kalimat...

"Dai ni gēto: Suna no ishi..."

Luapan kekuatan Gaara dengan aura Kuning cerah memenuhi tubuhnya.

"Ayo maju, Sasuke!", ucap gara yang hanya dibalas dengan anggukan kepala Sasuke.

Tap tap wuss

"Hoooh, ternyata kalian membantuku juga akhirnya. Aku hampir mati tau!", omel Naruto kepada kedua sahabatnya.

"Setidaknya bila kau mati, kita juga akan ikut mati bersamamu Naruto!", ucap Gaara sembari memukul mundur sejenak pasukan tirani yang mengepung mereka.

"Yosh, ayo kita habisi pasukan tirani brengsek itu!", teriak Naruto memberi semangat lebih kepada kedua temannya.

Bukkk pakkk bugg pettsss!!

"Haaah haaah haaah. Sial mereka kenapa tidak habis-habis?!", teriak Naruto frustasi akibat pasukan tirani yang ikut-ikutan ingin menghajar ketiga sahabat itu.

"Haah haah haah, kau benar Naruto, mereka bertambah banyak!", tambah Gaara juga nampak frustasi.

"Hahh haahh haahh. Aku sudah melampaui batas. Aaaahhkk!", pekik Sasuke akibat penggunaan sihir yang terlalu lama.

Brukk!!

Sasuke pun terjatuh akibat kelelahan yang dideritanya karena terlalu lama menggunakan sihir. Aura yang tadinya menyelimuti Sasuke juga telah hilang bersamaan dengan hilangnya kesadarannya.

"Sasuke!!", teriak Naruto dan Gaara melihat Sasuke yang telah tumbang.

Melihat hal itu mereka berdua menghampiri Sasuke yang tergeletak tak jauh dari Naruto dan Gaara.

"Sasuke, bertahanlah! Kami akan menyelamatkanmu!", seru Naruto kepada Sasuke yang tak sadarkan diri.

"Hahahahaha, kalian akan kami buat sekarat bocah tengik! Hahahaha", ucap para pasukan tirani.

Cresss crasss bukkk pakk ctassss brakk!!

Para pasukan tirani mengiris, memukul, menendang, membanting ketiganya dengan sangat brutal. Ketiganya tidak ada yang bisa melawan akibat penggunaan sihir yang digunaakan secara terus-menerus. Ketiganya lemah, lemas tidak berdaya.

'Ahh. Kaa-san, Tou-san akankah Naru juga akan bergabung dengan kalian berdua? Kami-sama apakah kau akan mengambilku?', ujar dalam hati kecil Naruto saat menerima siksaan itu semua. Matanya terasa berat akibat siksaan yang terus diberikan kepadanya dan kedua sahabatnya.

Mereka bertiga pun pingsan akibat siksaan yang terus dilayangkan oleh pasukan tirani. Disisi lain kakek tua yang disiksa diawal pun memperhatikan mereka dari kejauhan.

"Akhirnya ada harapan untuk Jepang kembali bangkit kelak, menggulingkan tirani busuk yang saat ini menguasai negri ini. Aku bersumpah kepada Kami-sama untuk menggulingkan pemerintahan ini. Kami-sama beri berkat keselamatan untuk ketiga bocah itu. Semoga aku tidak terlambat..", ucap kakek berambut putih dengan suara beratnya, kemudian dia pun membisikan kalimat...

"Nana mon: Kaze ni kuruu..."

Ziiiing crack braaaak plaaaar!

Luapan energi sihir membanjiri kakek tersebut, matanya putih menyala. Rambut panjang sang kakek bertambah panjang ketika menggunakan sihir ini. Tanah yang diinjaknya pun retak akibat menahan kekuatan san kakek.

"Hiaaaaaaa!!", teriak sang kakek keras sembari berlari menerjang para pasukan tirani yang ada dihadapannya.

Wussssh braaak buggg

"Aaaaaaaarrrrggghhh!!!",

"Uhuuuuuukkkk!!!",

"Aaaaaaarrrrrrgggghhhhh!!!", jerit para pasukan tirani akibat menerima hantaman tangan kosong kakek berambut putih. Isi perut mereka berserakan, darah memenuhi tanah yang tadinya berwarna coklat.

"Mmm, hanya tinggal pemimpin pasukannya saja", ucap sang kakek kepada dirinya sendiri.

"Wah wah wah, ternyata dibalik banyaknya penambang, disini juga terdapat beberapa irregular yaa, dan nampaknya aku harus berhadapan dengan salah satunya", ucap sang pemimpin pasukan tirani kepada kakek berambut putih itu.

"Hadapilah kematianmu pendosa!", ucap kakek berambut putih sembari berlari ingin menerjang pemimpin pasukan tirani itu.

Pettts sring sring

Pemimpin pasukan tirani itu mengeluarkan 2 buah dagger berwarna hitam dari dalam kantong penyimpanan senjatanya.

"Mari kita lihat siapa yang akan mati dalam pertarungan ini. Tapi ku yakin aku akan menang dan menjadikanmu pajangan di terasku, dan akan kujadikan sup ketiga bocah yang berusaha kau lindung itu. Hahahahahaha!!", ucap pemimpin pasukan tirani itu dengan somong sembari tertawa jahat. Kemudian ia juga berlari kearah kakek berambut putih dengan mengarahkan dagger yang ada di tangan kanannya kedepan, serta dagger yang ada pada tangan kirinya dijadikan tameng.

Tep tep tep

Kakek berambut putih terus berlari berniat ingin menghantam pemimpin pasuka tirani itu yang juga berlari kearahnya.

Wusssshh sring

Pemimpin pasukan itu menyabetkan dagger nya dari samping kanan bawah kearah kiri atas kakek berambut putih itu.

Settt

Siapa sangka kakek berambut putih mampu membaca gerakan si pemimpin pasukan itu dengan menunduk kebawah dan...

Swuzzzzzz buggg zrezzzzz!!!

"Aaaaaaaarrrrrgggghh!!", teriak pemimpin pasukan tirani itu ketika hantaman yang dilancarkan oleh kakek berambut putih itu mengenai dadanya hingga tembus kebelakang punggungnya. Darah terus memancar dari pukulan yang dilancarkan kakek berambut putih itu.

"Ini baru permulaan, akan kukoyak isi kepala pemimpin tirani kalian", ucap sang kakek pelan sembari mencabut lengannya dari pemimpin pasukan tirani yang sudah mati tadi.

"Aku harus melatih dan merawat ketiga anak tersebut, semoga 'dia' juga masih ada di desa itu. Aku harus cepat warga sipil juga harus aku evakuasi menuju wilayah lain", ujar kakek berambut putih itu.

Tep tep tep

Kakek berambut putih itu berlari menghampiri ketiga bocah yang pingsan itu setelah bertarung tadi. Menggendong ketiga anak tersebut dan membawanya kekapal untuk kemudian berangkat menuju Gunung Gongen diarah Selatan.

"Iyashi: Dainidankai..", kalimat itu keluar dari mulut kakek berambut putih dan seketika luka fisik pada ketiga bocah itu pun lenyap. Sihir ini merupakan sihir tipe penyembuhan yang mampu menyembuhkan luka pada pengguna sihir atau pada orang lain dengan melibatkan kontak fisik pengguna sihir dengan orang lain yang mengalami luka.

"Mmm, dengan begini derita yang dialami tiga bocah ini sedikit berkurang, mungkin aku akan meminta 'dia' untuk menyembuhkan luka dalam ketiga bocah ini", ujar sang kakek kepada dirinya sendiri sembari menuju kapal.

Hii, Izumi Azues disiini. Semua sekenario yang ada disini merupakan hasil imajinasi saya sendiri jadi maaf bila tempat, sejarah, karakter yang ada di FF ini asing bagi kalian. Semoga chapter ini menarik. Give me a review if you have a word for me. Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah membaca ini semua. Peace!