Summary : Taehyung (18 tahun) menaruh hati kepada sekretaris Perusahaan besar yang sangat cantik dimatanya, Jungkook(23 tahun) dan inilah cerita Taehyung dan Jungkook yang terlibat dalam satu garis takdir yang sama.

Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Wanna One, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. ? kenapa aku

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…


.

.

-DEAR TAEHYUNG-

(Someone Who Stole My Heart)

.

.

.


Chapter IV

.

.

Dua keluarga tengah duduk berdampingan di ruang makan. Keluarga Park dan keluarga Min.

"jadi kedua calonnya belum hadir?"tanya kepala keluarga Park, Park Junmyeon.

" Hyunwoo sedang dalam perjalanan, langsung dari kantornya" tanggap Jiyong, istri Seunghyun

" Yoongi telepon hyung-mu" suruh Jiyong kepada anak bungsunya. Yoongi hanya mengangguk patuh. Yoongi kira dia akan mati kebosanan nanti disini, tapi tak disangka rupanya kakaknya akan di tunangkan dengan kakak si kembar, meski Yoongi belum tahu rupanya.

"Urii-Jiminie juga dalam perjalanan menuju kesini" jawab Yixing, istri Junmyeon.

.

.

"Oh, Tuan pemarah? Kenapa kau bisa dirumahku?" Yoongi terkejut saat seseorang langsung menongolkan mukanya didepanYoongi, jaraknya beberapa centi.

"Ya! Kkamjjagiya!" teriak Yoongi.

"Majayo, kau memang Tuan Pemarah, apa yang kau lakukan di rumahku?" tanya Jimin lagi.

"Inu rumahmu?mungkinkah.."ucapan Yoongi terpotong saat pemuda tampan memanggilnya.

"Yoon!" panggil orang itu. Jimin membalikkan badan dan menatapnya, lumayan juga.

"Jimin-sshi?" tanya pemuda itu. Ia tersenyum ke arah pemuda sipit itu. Yoongi hanya berdecih tidak suka.

'Okay, drama dimulai'

"Ye?" Jimin menatap bingung, kenapa pemuda itu bisa kenal dengannya.

"Aku Min Hyunwoo, yang akan ditunangkan denganmu, kau benar Park Jimin bukan?" tanya Hyunwoo, dia gemas melihat Jimin yang terlihat imut sekali.

"aah ye, aku Park Jimin" jawabnya kaku. Yoongi melihatnya langsung tertawa, bagaimana bisa Jimin gugup hanya berhadapan dengan kakaknya.

"Ya! Geumanhae, jangan tertawa!" Jimin memukul lengan Yoongi.

" Kalian saling mengenal?" tanya Hyunwoo. Melihat dari cara Jimin dan Yoongi saling menatap dan berbicara, mereka tidak canggung lagi satu sama lain.

" Iya/tidak" Jimin membulatkan mata marahnya kepada Yoongi, bagaimana mungkin ia mengatakan tidak untuk mengenal Jimin. Jelas saja mereka sering bertemu di Perusahaan, saring berselisihan, bahkan Yoongi berani mengangkat teleponnya yang sebenarnya adalah untuk Taehyung. Jimin kembali melayangkan tamparan ke lengan Yoongi, kesal sekali.

" Jinjja!" geramnya. Hyunwoo tertawa melihat Jimin yang sedang marah itu.

" Yoongi-hyu—eh kau sudah datang hyung ! kalian di suruh masuk untuk makan malam" Jihoon menyembulkan kepalanya dari pintu.

.

.

" Dunia sempit sekali ya hyung, siapa sangka jika yang menjadi tunangan hyung kami adalah hyung-mu" Woojin tengah sibuk menekan tombol di stick PS-nya, ia tengah melawan Yoongi, membiarkan orang dewasa membicarakan hal yang serius.

" Iya, aku juga tidak percaya, tapi aku cukup terkejut jika Jimin adalah kakak kalian. Kalau dilihat memang pantas, dia sama seperti kalian, sama-sama pendek" Yoongi mendapat lemparan bantal sofa dari Jihoon yang sibuk video call dengan kekasihnya. Ia mendengar apa yang dikatakan Yoongi.

" Ya hyung! Silahkan berkaca, tinggi kita tidak jauh beda" omel Jihoon tidak terima.

" Oiiii!" Jimin datang ke arah mereka. Memeluk Jihoon, si bungsu senang sekali bermanjaan dengan Jimin.

" Bagaimana hyung? Kenapa kau kesini, bukannya disana?" tanya Jihoon. Dia mengabaikan Guanlin untuk sementara.

" Mereka membicarakan bisnis, kau tahu sendiri kalau aku tidak pernah menyukai dunia bisnis" jawab Jimin.

" Terus masalah pertunanganmu?" Mendengar pertanyaan Jihoon, Woojin dan Yoongi yang sedang battle hanya mendengarkan.

" Aku dan Hyunwoo-hyung sepakat menjalin hubungan, Semacam kencan. Meskipun kami nanti tunangan, kami berhak membatalkan pernikahan jika kami memang tidak cinta" jawab Jimin lagi.

" Yeaaay! Aku menang!" teriak Woojin. Dia melompat kegirangan karena biasanya Yoongi adalah lawan tangguh dan tidak akan pernah dikalahkan olehnya.

" Tumben sekali Yoongi-hyung kalah?" tanya Guanlin kepada kekasihnya. Jihoon hanya mengidikkan bahu tidak tahu. Yoongi menghela nafas, dia langsung menggeleng, mengenyahkan sesuatu yang sempat ia pikirkan.

" Bagaimana sekolahmu?" tanya Jimin.

" Baik hyung, sangat baik.. Lin-ah, ini kakakku, Jiminie" Jihoon mengarahkan layar ponselnya ke wajah Jimin.

" Ya! Aku tua darimu. Kau seenaknya memanggil namaku" Jimin mencubit pipi Jihoon yang gembung karena makanan.

" Hei Jimin-hyung. Aku Guanlin, pacar Jihoonie. Aku baru tahu jika kau adalah kakak kekasihku hyung!" Guanlin menyapa di layar. Jimin mengamati sebentar wajah Guanlin. Gummy-smile-nya lucu. Jimin mengangguk. Jimin sama tidak menyangkanya dengan Guanlin.

" Ye, aku kakak Jihoon. Aku Park Jimin. Tolong dijaga Jihoonnya Guanlin. Putuskan saja dia jika dia nakal" layar yang dipegang Jimin langsung di rampas oleh Jihoon. Mereka tertawa.

" Sudah cukup, nanti lama-lama Guanlin menyukaimu. Kalian bahkan sudah bertemu dibelakangku" Jihoon bangkit dan beralih ke kamarnya. Jimin hanya menggeleng melihat kelakuan Jihoon. Adiknya memang sangat protektif dengan miliknya itu.

" Kau kapan kembali ke asrama Jin-ah?" tanya Jimin, dia menggantika Jihoon mengamati permainan yang di tampilkan dalam layar besar di ruang keluarga mereka.

" Nanti dengan Yoongi-hyung. Asrama kami bebas, bisa pulang kapan saja hyung" jawab Woojin.

" Jadi kalian satu sekolah?" tanya Jimin lagi.

" Kau tidak mengamati baju seragamku saat belajar? Atau kau tidak tahu dimana adikmu sekolah?" sindir Yoongi.

" Demi apapun, kenapa kau kasar sekali" Jimin melempar bantal ke kepala Yoongi, sudah 2 kali ia mendapatkan lemparan dari kakak beradik Park. Jimin yang kesal langsung meninggalkan mereka. Ia ingin istirahat sebentar sebelum kembali ke kosnya.

.


.

" Aku tidak mengerti apa yang terjadi disini Taehyung-ah" Jungkook duduk di sofa Mansion Chanyeol. Mereka berdua mengiringi supir Chanyeol sampai ke rumah pimpinan tertinggi Perusahaan Big itu.

"Dan kau pikir aku mengerti noona? Aku tidak pernah membayangkan hal ini terjadi! Oke, aku memang sempat menginginkan Chan-ahjusshi untuk menjadi ayahku, tapi ini sangat mendadak setelah mendengar pengakuan langsung darinya" tanggap Taehyung. Dari tadi pemuda Kim itu sibuk menenggak air dingin dari botol plastik yang ia dapat dari kulkas Chanyeol.

"Taehyung-ah, jadi ibumu adalah Baekhyun-sshi?" tanya Jungkook. Ia memandang Taehyung yang ada di sampingnya dengan penuh penasaran.

"Yap, dan appa-ku adalah Daehyun yang kau puja itu noona" jawab Taehyung santai.

"Jinjja? Kau tidak berbohong kan?" tanya Jungkook antusias. Sewaktu mereka bertemu tadi sore sudah jelas Daehyun dengan seseorang yang ia sebut istri, Taehyung dan Jiwoon juga memanggilnya dengan sebutan mama. Jungkook semakin tidak mengerti dengan semua ini.

"Hum, majayo! aku tidak berbohong" jawab Taehyung lagi. Dia berbalik memperhatikan Jungkook yang tengah mengelus dada dirinya

"Daebak! Hari ini banyak sekali kejutan yang aku lihat, semuanya karenamu Taehyung" tukas Jungkook. Taehyung tertawa melihat kelakuan Jungkook yang sangat menarik dimatanya itu.

"Geunde Taehyung, apa orangtuamu dulu terlibat uhm, ya kau pasti mengerti.."

"Maksud noona MBA?" Jungkookmengangguk kecil karena tebakan Taehyung yang benar. Rasa segan Jungkook terkalahkan oleh rasa penasarannya. Seorang Baekhyun yang merupakan model papan atas Korea pernah menjalin hubungan dengan produser terkenal, Daehyun Jung. Dan didepannya sekarang adalah bukti nyata yaitu Taehyung, siswa tampan yang Jungkook sendiri baru mengenalnya.

"Hahaha kenapa semua orang berpikiran sama sepertimu. Eomma dan Appa dulu terikat sesuatu yang sakral. Kau menyebutnya pernikahan noona. Eomma dan Appa bertemu di Quebec, mereka saling jatuh cinta saat Senior High School. Noona, eommaku sangat pintar dan dia menjadi murid ekselerasi, dia menamatkan sekolahnya saat memasuki umur 17 Tahun. Mereka memutuskan untuk menikah selepas lulus sekolah dan eomma hamil aku. Tapi saat umurku 2 tahun mereka berpisah. Appa menceritakan mereka berpisah karena mereka masih labil, cinta masih belum bisa mengotrol ego dan emosi mereka. Meskipun mereka sudah bercerai, hubungan mereka masih tetap baik. Appa masih rajin mengunjungi aku dan eomma. Appa kuliah di New York, dan dia berteman dengan Chanyeol-ahjusshi. Dan dari situ awalnya eomma dan aku mengenalnya" cerita Taehyung. Jungkook mengangguk mengerti.

" Tapi aku mendengar kabar jika Baekhyun-sshi pernah hamil di luar nikah" tukas Jungkook lagi. Dia masih penasaran, Baekhyun termasuk sosok sangat melindungi privasinya, susah sekali untuk dikulik.

" Rumor akan terus ada selagi ada orang yang tidak menyukai kita. Kalau noona tidak percaya aku punya akta kelahiran yang valid sebagai bukti" jawab singkat Taehyung. Jungkook tersenyum, Taehyung masih bisa bercanda di saat seperti ini.

" Setelah aku lulus sekolah dasar, eomma memulai karirnya di dunia model. Eomma mulai merintis karir dan eomma memang berniat pindah ke Korea. Eomma mulai fokus ke pekerjaannya dan aku tinggal dengan Granny. Setelah itu aku juga ikut tinggal dengan appa sampai aku lulus Junior High School. Kemudian aku baru pindah ke Korea. Sekolah disini"

" Jadi kau baru pindah kesini 3 tahun belakangan. Tapi kau tidak terlihat seperti orang yang tinggal lama diluar negeri. Bahasamu dan logatmu juga seperti orang Korea kebanyakan" tanggap Jungkook.

" Setahun pertama aku mati-matian belajar bahasa Korea noona. Dengan Granny, eomma ataupun Harabeoji, aku memakai bahasa inggris disana. Aku mengerti bahasa Korea tapi kesulitan mengucapkannya. Awalnya hanya Daniel, Lucas, Guanlin dan Jaehyun yang mengerti aku. Kemudian Mingyu dan Yoongi-hyung membantuku mengajarkan bahasa Korea, mereka menjadi tutor pribadiku" ucap Taehyung lagi.

" Jika ada sesuatu yang terjadi antara eomma dan Chan-ahjusshi berarti itu terjadi selama aku tidak tinggal dengan eomma. Apapun yang terjadi dengan mereka, aku hanya ingin yang terbaik noona. Aku hanya ingin semuanya berjalan seperti apa adanya. Aku tidak menolak atau melarang eomma mempunyai hubungan khusus dengan Chan-ahjusshi. Jika memang benar apa yang dikatakan oleh Chan-ahjusshi tadi, berarti Chan-ahjusshi adalah ayah dari Jiwon, adikku" Taehyung menghela nafas, dia tidak tahu mengapa begitu lancar menceritakan kehidupan pribadi dan pendapatnya kepada Jungkook, seseorang yang baru ia temui beberapa hari belakang.

" Sudah larut, ayo pulang noona" Jungkook mengikuti Taehyung. Mungkin masalah ini dia diamkan saja dulu. Dia juga tidak boleh ikut campur meskipun ia mengetahuinya.

.

.

" Tae, antarkan aku ke tempat Jin-hyung saja. Jiminie-hyung tidak pulang malam ini" ucap Jungkook saat ia dan Taehyung akan meninggalkan halaman Mansion Chanyeol. Taehyung mengangguk mengerti.

Karena sudah larut dan Jungkook tidak memakai pakaian yang cukup hangat, dia memberanikan diri memeluk Taehyung.

" Mianhae, dingin sekali. Aku tidak mau mati membeku" Jungkook memeluk erat Taehyung, punggung Taehyung sudah menyatu dengan tubuh bagian depannya, dan Taehyung hanya mengulum senyum karena ulah Jungkook itu.

..

" Jin-hyung !" teriak Jungkook dari depan pintu rumah, tidak sopan sebenarnya berteriak tengah malam, tapi dia tidak ada tujuan lain saat ini selain ke tempat ini.

" Namjoon-hyung ! Hyung!"

" Sepertinya tidak ada orang noona. Ayo ke rumahku saja" Taehyung menarik tangan Jungkook untuk kembali ke motornya.

" Aku pulang ke kos saja, aku akan menumpang tidur di kamar Hyukie-hyung" jawab Jungkook. Dia tidak mungkin tidur di rumah Taehyung. Segan. Taehyung yang membayangkan Jungkook akan tidur satu ranjang dengan hyung yang kemarin dia lihat tentu saja dia tidak mau.

" Tidak. Tidur di kamarku saja" jawab Taehyung.

" Sekamar denganmu? Ani! Shireoyo!" bantah Jungkook.

" Ya sudah kalau begitu noona pulang sendiri saja, aku tidak mau antar" ucap Taehyung mutlak. Jungkook mendegus. Kenapa selalu Taehyung yang memberi pilihan bukannya dia yang dituruti disini.

" Kau hanya akan tidur sendiri nanti di kamarku. Aku akan tidur di asrama. Besok pagi aku akan kembali ke rumah dan mengantarmu pulang" ujar Taehyung. Taehyung melajukan motornya setelah memastikan Jungkook sudah naik dan memeluknya dari belakang.

" Jadi kau asrama? Kenapa aku baru tahu?" tanya Jungkook. Ia berbicara di dekat telinga Taehyung. Taehyung jadi geli sendiri.

" Kau tidak pernah bertanya noona" jawab Taehyung.

.


.

Taehyung kembali ke asramanya setelah memberikan pinjaman baju dan kamarnya untuk Jungkook. Ibunya tidak ada di rumah jadi Jungkook tidak begitu sungkan, dia akan merasa canggung berada di rumah seorang model papan atas. Taehyung juga sudah berjanji akan kembali besok pagi-pagi. Besok adalah weekend dan Taehyung juga tidak memiliki jadwal di asrama.

" Jadi aku akan menjadi iparnya Yoongi-hyung!" Taehyung mendengar suara Jihoon yang masih semangat. Taehyung masuk ke dalam kamarnya dan di sambut oleh anggota kamarnya yang tengah berpesta. Daniel sudah berpacaran dengan orang yang dia incar selama setahun belakangan dan dia dengan senang hati mengeluarkan uang untuk mentraktir rekan satu kamarnya.

" Tae-hyung! kau tahu kakakku akan bertunangan kakaknya Yoongi-hyung" promosi Jihoon.

" Benarkah?" tanya Taehyung. Jihoon mengangguk.

" Kau tahu Tae, kakak si kembar adalah Jiminie-hyung!" jawab Guanlin.

" Jiminie-hyung yang sipit itu? Temannya Jungkook noon-hyung?" tanya Taehyung lagi. Hari ini Taehyung banyak sekali mendapatkan kejutan.

" Iya, Jiminie-hyung yang itu. Dunia benar-benar sempit ya" tukas Lucas. Malam ini Taehyung menyempatkan dirinya untuk berkumpul dengan teman-temannya sebelum tidur.

.

.

Jungkook merasakan tidur yang berkualitas malam tadi, pagi ini dia merasa sangat baik. Menurut Jungkook kamar Taehyung cukup bersih untuk ukuran remaja sepertinya. Action figure dan komik tertata rapi di 3 buah rak bertingkat di kamar dominan hitam tersebut. Ingatkan Jungkook untuk meminta salah satu action figure favoritnya kepada Taehyung nanti.

Bermodalkan keberanian yang dimilikinya, Jungkook keluar dari kamar itu. Dia ingin membersihkan diri, setidaknya membasuh muka setelah tidur. Malam tadi Taehyung sudah memperkenalkannya bibi yang bekerja di rumah ini, dan mengatakan jika Jungkook butuh sesuatu, dia bisa minta ke bibi itu.

Setelah selesai dengan kegiatan mencuci wajahnya Jungkook berjalan ke ruang keluarga, di dekat jendela yang mengarah ke halaman samping, Jungkook memperhatikan sebuah nakas berwarna putih yang penuh dengan buket-buket bunga. Jungkook merasa sangat familiar dengan bunga-bunga tersebut.

" Astaga.. Jadi selama ini.." Jungkook menggantungkan kalimat yang kemudian ia teruskan didalam pikirannya. Ia menghela nafas sebentar sebelum melihat adik Taehyung yang sibuk ikut bernyanyi dengan soundtrack sebuah kartun yang sangat terkenal.

Tayo Tayo Tayo Tayo..

Gaegujaengi kkoma beoseu..

Bung bung bung Ssing ssing ssing..

Dallineun ge neomu joha..

Jungkook terkekeh melihat Jiwon yang kepalanya bergerak ke kiri dan ke kanan mengikuti irama masik dan matanya sibuk memperhatikan bus warna-warni di layar televisi.

"Bung bung bung Ssing ssing ssing.. Dallineun ge neomu joha.." Jungkook mengikuti iringan lagu itu, Jiwon langsung menoleh melihat siapa yang mengikuti soundtrack kartun kesayangannya.

"Kookie!" Jiwon langsung bangkit dan berlari ketika melihat Jungkook.

"Hei sayang, sedang menonton apa?" tanya Jungkook lembut. Jungkook berjongkok menyamakan tinggi dengan Jiwon, tanganya merapikan poni Jiwon yang sudah memanjang.

"Lagi menon—Mommy!" Jungkookmenegang saat Jiwon tersenyum riang melihat orang yang berada di belakang Jungkook. Orang itu mendekat ke arah Jungkook dan orang itu melakukan hal yang sama seperti Jungkook, berjongkok menghadap si kecil.

" Anak Mommy apa kabar hari ini?" Baekhyun merapikan poni Jiwon dan tersenyum kepada anaknya itu. Jungkook menahan nafas, segan sekali. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan Baekhyun dengan posisi seperti ini.

" Baik Mom ! Mommy, ini Kookie!" Jiwon dengan semangat mengenalkan Jungkook kepada Baekhyun. Jungkook tersenyum kaku karena merasa diamati oleh Baekhyun. Apalagi posisi mereka yang sedang berjongkok di depan Jiwon.

" Annyeonghaseyo, Joeneun Jeon Jungkook imnida" Jungkook langsung bangkit dan bungkuk di hadapan pria cantik itu.

" Neomu kiyowo ! tidak usah formal seperti itu Jungkook-sshi. Tunggu sebentar, hum.." Baekhyun mengamati wajah Jungkook dengan seksama, kemudian kembali tersenyum.

" Majayo, kau pemuda cantik yang berfoto dengan Taehyung dan Nji waktu di tempat makan bersama Daehyun! Aku sangat terkejut ada orang lain yang berfoto bersama mereka. Bahkan Daehyun memujimu sangat cantik di chat kami, dan benar, kau ternyata cantik sekali" puji Baekhyun. Jungkook tidak habis pikir masih ada hubungan mantan suami istri yang terjalin baik seperti mereka, bahkan mereka masih sering berkomunikasi dan mengirim pesan satu sama lain. Baekhyun mengajak Jungkook duduk di sofa yang berada di ruang santai rumah itu. Awalnya Jungkook sangat gugup, merasa tidak nyaman tapi ketika melihat Baekhyun yang sangat diluar ekspektasinya, dia jadi meluapkan kegugupannya dengan mencoba santai.

"Aku rasa kau sudah tahu tentang aku Jungkook-sshi. Aku Baekhyun, ibu Taehyung dan Jiwon" Jungkook mengangguk paham. Nyatanya selain model, Jungkook juga mengetahui jika orang yang ada di depannya ini adalah ibu Taehyng dan Jiwon.

" Kau masih sekolah? Bagaimana bisa Taehyung kenal denganmu?" tanya Baekhyun lagi. Dia mengamati Jungkook, cantik sekali dengan gigi kelincinya.

" Aku sudah tamat, aku lulus kuliah jurusan Fashion Design Baekhyun-sshi" jawab Jungkook sopan. Mendengar jawaban Jungkook, Baekhyun semakin antusias.

" Benarkah? Lain kali aku ingin mencoba baju yang kau rancang Jungkook-sshi, apa boleh?"

" Tentu saja bol—" Jawaban Jungkook terpotong saat Taehyung datang. Taehyung cukup terkejut melihat ibunya sudah ada disana.

" Eomma!"

" Ada apa Tae? Kau tidak suka eomma pulang?" tanya Baekhyun kepada Taehyung. Baekhyun merindukan Taehyung, sudah lama mereka tidak bicara, tidak bertemu bahkan di akhir pekan.

" Eomma! Ada yang ingin Tae tanyakan kepada eomma" tukas Taehyung kepada Baekhyun. Taehyung ingin mempercepat masalah ini, jika ibunya ataupun tidak mau melakukannya maka ia yang akan mengambil langkah. Jiwon menjadi korban dari semua ini. Dia tidak ingin melihat adik kecilnya yang terus-terusan bercerita tentang enaknya memiliki orang tua dan ia ingin merasakannya.

"Noona tetap disini, karena noona juga turut andil dalam masalah ini" Jungkook mengernyit tidak suka kepada Taehyung. Mereka sedang tidak berdua disini, dan Taehyung memanggilnya dengan panggilan laknat itu.

"Siapa yang kau panggil noona?" tanya Baekhyun, tidak ada perempuan diantara mereka selain pengasuh Jiwon, dan Baekhyun sangat mengetahui panggilan pengasuh adik Taehyung tersebut.

"Itu tidak penting eomma. Njii, kau belum memberi makan kelinci dibelakang kan? Ajak Ahjumma untuk kesana Njii" Nji yang tengah bermain dengan bonekanya langsung berdiri, benar kelinci kesayangannya belum diberi makan. Langsung saja Nji menarik tangan Ahjumma pengasuhnya ke halaman belakang.

Mereka yang hanya bertiga masih terdiam disana. Taehyung memutuskan untuk duduk disebelah Jungkook, menatap ibunya dengan seksama.

"Eomma, saat aku bertemu dengan appa, disana ada Chan-ahjusshi. Dia tidak ingin ikut berfoto karena dia tahu appa selalu mengirim foto pertemuan kami kepada eomma" mendengar nama yang disebut oleh Taehyung sontak membuat tubuh Baekhyun menegang.

"Eomma tidak salah dengar. Yang aku maksud memang Chanyeol-ahjusshi yang kita kenal. Park Chanyeol. Aku tidak tahu harus mulai darimana, tapi aku menarik kesimpulan bahwa eomma dan Ahjusshi mempunyai hubungan khusus dan ada Jiwondiantara kalian" lagi, Baekhyun merasa kadar udara menipis memasuki parunya, menyebabkan sesak saat mendengar apa yang diucapkan anak sulungnya.

"Kau dari mana menyimpulkan semua itu? Kenapa Jungkook juga bisa tahu? Eomma dan ahjusshi-mu itu memang pernah bersama, tapi kami sudah berpisah sekarang" jawab Baekhyun. Baekhyun mencoba tersenyum, tapi Taehyung maupun Jungkook tahu itu adalah palsu.

" Eomma, Chan-ahjusshi terlihat sangat menderita" Taehyung terus berusaha mengulik sesuatu dari ibunya.

" Eomma tidak mencintainya lagi Tae" jawab Baekhyun bersikeras.

"Maaf jika aku lancang dan terkesan ikut campur. Aku tidak tahu bagaimana perasaan anda Baekhyun-sshi. Tapi selama ini Direktur sangat menderita, dia terlihat sangat kehilangan. Dia memang terlihat baik-baik saja tapi dia sangat hancur" ucap Jungkook. Taehyung melirik Jungkook yang terlihat gugup. Setidaknya Taehyung masih berharap ibunya akan luluh dengan bantuan Jungkook.

" Kau tidak sekenal itu dengan Chanyeol, Jungkook-sshi" tuding Baekhyun.

" Aku memang tidak mengerti dengan keadaan hati Direktur, tapi saya melewatkan hari-hari saya dengan Direktur, setiap hari pada hari kerja, bagaimana mungkin saya tidak tahu bagaimana gerak-gerik Direktur saya. Dia seperti hanya hidup untuk sekedar bernafas, tidak memiliki semangat, dan jika di depan kami, semua karyawannya barulah dia memasang topeng super bahagianya. Dan satu lagi Baekhyun-sshi, jika kau memang tidak mencintai Direktur tidak mungkin kau menyimpan bunga-bunga yang diberikannya" jelas Jungkook. Jungkook membeberkan fakta mengenai bunga yang ia lihat tadi.

" Yang ada dinakas itu bukan dari Chanyeol" jawab Baekhyun cemberut.

" Bunga yang itu selalu dikirim Rabu dan Jumat dan kau sering mendapatkan bunga mawar putih, tulip putih dan merah, carnation merah muda dan baby's breath. Aku yang selalu mengirimkan bunga-bunga itu kepadamu. Awalnya aku tidak mengetahui apa maksud dari bunga-bunga itu dan kepada siapa bunga itu diperuntukkan. Tapi saat malam tadi Direktur mabuk dan mengungkapkan fakta yang sangat membuat putra anda bahkan saya terkejut di tambah dengan bunga-bunga itu sangat tertata rapi diatas nakas anda, saya baru mengetahui jika itu adalah untuk anda" Jungkook menghela nafas lagi.

" Baekhyun-sshi tahu di setiap bunga yang dikirimkan kepadamu, yang aku sendiri baru mengetahui artinya adalah Direktur sangat menyesal, direktur ingin anda mempercayainya dan ia hanya mencintai anda. Aku tidak tahu apa yang terjadi diantara anda dengan Direktur, tapi kenapa kalian tidak menyelesaikan cerita kalian?"

" Eomma.." Taehyung menatap sedih kepada ibunya. Baekhyun kemudian tersenyum, menatap Taehyung dan Jungkook bergantian.

" Aku.. aku dan Chanyeol, eomma dan ahjusshi-mu itu sebenarnya sudah menikah, Taehyung-ah" Taehyung dan Jungkook membelalakkan mata, mereka terkejut.

" Kau tahu saat kau tinggal dengan appa-mu. Dan eomma memutuskan untuk pindah ke Korea, sebelum itu eomma dan Chanyeol menikah di New York. 5 tahun yang lalu, kami menikah. Eomma belum mau memberitahumu karena kau masih fokus dengan sekolahmu dan eomma merasa ini tidak penting. Eomma menjadi model dan Chanyeol sibuk merintis Perusahaannya. Chanyeol pulang-pergi antara Korea dan New York. Setahun setelahnya eomma yang waktu itu hamil Jiwon 3 bulan, memutuskan untuk ikut ke Korea. Kami tinggal di salah satu apartemen di dekat Perusaan Chanyeol. Chanyeol mengetahui eomma hamil saat ia memergoki eomma membeli susu ibu hamil. Dia senang bukan kepalang. Tidak ada media yang tahu tentang pernikahan kami, Eomma dan Chanyeol sama-sama naik daun dibidang kami. Chanyeol sangat terkenal menjadi produser dulu. Kemudian salah satu rumor memberitakan jika Ibu Chanyeol ingin anaknya menikahi seorang putri sahabatnya yang juga merupakan seorang artis cantik. Aku beberapa kali bertemu dalam event dan pomotretan dengannya. Ahn Sohee, cantik sekali. Aku yang kala itu mengalami mood-swing dan terlalu sensitif mulai menjauhi Chanyeol. Eomma bahkan menghubungi appa-mu untuk meminta tolong dicarikan apartemen di Amerika. Eomma ingin menenangkan diri. Eomma tidak lagi mengganggu Chanyeol sampai eomma mendengar kabar jika ia akan menikahi Sohee di salah satu media online. Eomma yang cuti selama setahun, kembali ke Korea, mengenalkanmu dengan Jiwon. Kau sangat senang dengan adikmu, setidaknya eomma bersyukur atas itu" Taehyung mendekat ke arah ibunya dan langsung memeluknya. Ia tidak tahu jika penderitaan ibunya juga begitu berat.

Jungkook tahu siapa Ahn Sohee yang dimaksud oleh Baekhyun. Artis yang juga sedang naik daun yang selalu datang jika ada kesempatan untuk menemui Chanyeol. Bahkan ia sering sekali bertemu dengan ibu Chanyeol untuk menarik hati agar dapat dekat Chanyeol.

Mereka terdiam cukup lama sampai Taehyung kembali bicara.

" Eomma, siapa yang menikahkanmu kalau bukan Harabeoji?" tanya Taehyung.

" Appamu" jawab Baekhyun. Jungkook lagi-lagi terkejut. Ada mantan suami yang bersedia menikahkan mantan istrinya dengan sahabatnya, luar biasa lagi hubungan mereka.

" Jinjja! Dari pihak Ahjusshi, siapa yang menjadi saksi?"

" Kakaknya, Junmyeon"

" Park Junmyeon?" tanya Jungkook tiba-tiba. Baekhyun mengangguk.

" Iya Park Junmyeon yang memiliki retail terbesar di Seoul, dia kakak kandung Chanyeol"

" Berarti Jimin-hyung adalah keponakan Direktur?" gumam Jungkook. Fakta yang sama sekalia tidak tertebak dan tidak ada yang mengetahui.

" Tae, eomma akan memperbaiki semuanya. Beri eomma waktu, nak. Eomma akan datang kepada Chanyeol dan mengenalkan Jiwon secara resmi. Eomma tidak ingin membuat Jiwon sedih dan eomma akan memberikan waktu eomma untuknya setelah ini" Taehyung mengusap air mata ibunya yang terus mengalir. Taehyung mengangguk setuju.

Jungkook menghabiskan waktu liburnya dengan bercerita mengenai fashion dengan Baekhyun. Taehyung meninggalkan mereka berdua, sementara ia akan mencuci pakaiannya yang kotor, yang ia bawa dari asrama.

.

.


.

Sudah 4 hari Jungkook kembali ke kehidupannya sebagai seorang sekretaris. Dia sering berhubungan dengan Baekhyun melalui pesan singkat membahas fashion, mereka tidak pernah kehabisan topik. Justru Jungkook yang tidak mendapat kabar dari putra model terkenal itu. Taehyung sedang ujian. Kegiatan belajar mereka juga dihentikan sementara oleh Namjoon. Dan hari ini Taehyung berjanji akan menemuinya, mereka akan pulang bersama naik bus.

.

.

" Ya! Kau harusnya sadar diri, kau merebut Eunwoo dari Jungkook" Eunji menjambak rambut Sejeong. Eunji dan Namjoo, 2 orang pegawai wanita yang cukup dekat dengan Jungkook. Mendengar kabar mengenai Jungkook yang sering melamun di tempat kerja dari Joy dan Wendy membuat kedua wanita cantik itu naik pitam. Sekarang orang-orang yang bekerja di bawah naungan divisi Casting dan Modelling tengah menonton acara pelabrakan untuk Sejeong.

" Ya! Kalian berdua kenapa?" teriak Mina, manager Sejeong yang baru datang membawa kopi. Melihat artisnya sekaligus sahabatnya yang tengah dipojokkan membuatnya marah.

" Urus artismu dengan benar! Pagar makan tanaman sekali. Jungkook sudah sangat baik hati membantunya masuk ke dalam Perusahaan ini, dan sekarang dia bahkan merebut kekasih Jungkook" Namjoo juga melontarkan kekesalannya. Entah untuk terkenal ataupun Sejeong dan Eunwoo benar-benar menjalin cinta, yang pasti itu membuat Jungkook sakit hati, Namjoo jelas mengerti bagaimana perasaan dongsaeng tersayangnya.

Tak ada yang berniat membantu. Mereka yang melihat kejadian itu menganggap itu bukan urusan mereka. Mereka tidak mau ketentaman di Perusahaan bermasalah karena mencari gara-gara.

" Aku sudah cukup sabar saat kalian berdua bercanda dan menganggap tidak ada apa-apa di depan Jungkookie, tapi sekarang kalian sangat keterlaluan" Eunji belum melepaskan jambakannya. Sementara Sejeong hanya menangis, dia yang biasanya di kenal sebagai gadis yang jago beladiri hanya diam saat diperlakukan seperti ini.

"Astaga noona! Cukup!" Jimin menginterupsi. Di belakang Jimin ada Jungkook, Jin, Jeonghan dan Minhyun yang mengekor. Jungkook membulatkan matanya melihat hal itu.

"Biarkan saja mereka" bisik Jin. Jungkook juga memutuskan untuk diam saja. Dia terlanjur sakit hati dengan perlakuan orang yang pernah ia anggap sahabat itu.

" Mian hiks.. Mianhae!" gumam Sejeong. Orang-orang yang mendengar tangis pilu itu hanya mendengus.

" Aktingmu bagus sekali" tutur Jeonghan.

" Ya! Kalian kenapa sangat keterlaluan. Kenapa hanya menyalahkan Sejeong, sementara Eunwoo yang memulai!" teriak Mina.

" Benar ! lelaki tidak akan menggoda jika wanita menolak asal kau tahu. Jalang sekali!" Namjoo mengambil air mineral yang ada di atas meja dekatnya dan langsung menyiram Sejeong.

Jungkook tidak tahan melihat itu, langsung saja ia keluar dari ruangan yang penuh dengan ketegangan itu. Jungkook mencoba untuk tidak peduli.

.

.

3 Hari tidak bertemu membuat Taehyung merindukan noona-nya. Ia berencana untuk menemui pemuda cantik yang lebih tua darinya tersebut.

" Kookie-ya! Kau tahu menyesal menyebarkan rumor itu. Rumor tentangku dengan Sejeong. Itu hanya untuk promosi iklan. Aku masih sangat mencintaimu" Taehyung yang akan mengejutkan Jungkook seperti biasa, dengan cara berlari ke arah Jungko ok yang tengah berjalan keluar dari gedung kini hanya mematung saat melihat Eunwoo dan Jungkook sedang berciuman. Dia melihat Jungkook tidak menolak ciuman itu. Dan itu menandakan kalau Jungkook masih mencintai dan akan menerima kekasihnya kembali.

Baru saja ia ingin berbalik, memutar arah agar tidak ketahuan sedang menunggu Jungkook ponsel Taehyung berbunyi.

" Yeoboseyo, Ahjusshi!"

" Dimana, son?"

" Sedang dekat Perusahaanmu, Ahjusshi mau mentraktirku makan?"

" Hahahaha, ayo! Aku tunggu di ruanganku. Masih ada beberapa berkas yang tertinggal untuk ditandatangani rupanya"

" Oke, aku meluncur kesana"

Setelah memastikan Jungkook dan Eunwoo sudah pergi, Taehyung memasuki Perusahaan itu, menuju ruangan Chanyeol.

" Ahjusshi, aku datang!" teriak Taehyung saat memasuki ruangan Chanyeol.

" Ayo!" Chanyeol berjalan ke arah pintu. Taehyung menatap Chanyeol dengan hidung kembang kempis.

" Ya! Kenapa jahat sekali. Harusnya aku menunggu saja dibawah tadi" rajuk Taehyung.

" Sesekali kau perlu olahraga" ucap Chanyeol acuh.

Taehyung mengikuti Chanyeol dari belakang. Mereka masuk ke dalam lift dan turun ke lantai satu. Mereka bercanda satu sama lain.

" Ahjusshi, aku ke toilet sebentar" Chanyeol menunggu Taehyung yang tengah berlari ke arah toilet lantai satu.

Setelah melakukan kegiatannya, Taehyung mendengar keran air dari toilet perempuan belum dimatikan. Taehyung penasaran, siapa yang lupa mematikannya. Ceroboh sekali.

" Chogiyo !" setelah memastikan tidak ada orang dari tidak ada yang menjawab panggilan Taehyung, pemuda tan itu masuk ke dalam. Taehyung terkejut melihat darah yang mengalir dari salah satu bilik toilet itu. Taehyung langsung mendobrak pintu yang tengah terkunci itu.

" Hei.. ya!" Taehyung mendekat ke arah orang yang bersimbah darah tersebut. Seorang wanita yang tengah terengah, tangannya yang diiris mengeluarkan banyak darah, wajah pucat dan keadaannya kacau sekali.

" Ya! Kau dengar aku?" tak kunjung mendapat respon Taehyung langsung membopong wanita itu keluar dari toilet.

"Taehyung? Sejeong-ah!" Chanyeol ikut berlari mengiringi Taehyung yang sedang membawa Sejeong keluar gedung Perusahaan.

" Jong-ahjusshi,buka mobil cepat!" teriak Chanyeol

" Bangunlah.. hei kau harus selamat!" ucap Taehyung dengan perasaan takut dan gemetar saat Sejeong sudah terkulai tidak sadarkan diri.

.

.

To Be Continued.

.

.

Ceritanya ga bagus ya ? Tidak ada yang memberi masukan dan respon :( Sedih akunyaaaaa