Summary : Taehyung (18 tahun) menaruh hati kepada sekretaris Perusahaan besar yang sangat cantik dimatanya, Jungkook(23 tahun) dan inilah cerita Taehyung dan Jungkook yang terlibat dalam satu garis takdir yang sama.

Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Wanna One, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. ? kenapa aku

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…


.

.

-DEAR TAEHYUNG-

(Someone Who Stole My Heart)

.

.

.


Chapter V:

.

.

Taehyung yang mengetahui ibunya tidak mau menemui Chanyeol atau lebih tepatnya menjaga jarak membuat Taehyung sedikit penasaran dengan yang sebenarnya. Tidak mungkin ibunya menjauh dari orang yang dia cinta hanya karena cemburu. Dan Taehyung ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Berkat rasa penasarannya, Taehyung sampai di tempat salah satu sahabatnya. Hari Minggu pagi Taehyung sudah mengganggu temannya guna mendapatkan informasi yang ia inginkan.

" Jae-ya! Bantu aku mencari sesuatu" Taehyung meletakkan jaketnya di meja belajar Minjae. Pemuda yang sibuk dengan game yang ada di komputernya melirik sebentar kepada Taehyung.

" Bantu apa? Apa imbalan untukku setelah aku membantumu?" tanya Minjae.

" Ya! Kenapa kau perhitungan sekali denganku?" Taehyung menoyor kepala Minjae.

" Sialan! Aku tidak jadi membantumu. Tae, bagaimana barter dengan nomor telepon ibumu?" cengir Minjae. Taehyung kembali menghadiahi kepala Minjae dengan jitakan yang sangat kuat, menyebabkan Minjae semakin mengaduh.

"Ya! Aku Cuma bercanda. Apa yang kau inginkan dariku Kim Taehyung?" tanya Minjae yang kini sudah menatap Taehyung serius.

" Eomma.."

" Kenapa dengan aunty cantikku?"
" Bisakah kau mencari berita tentang eomma dan Chanyeol-Ahjusshi dari 5 tahun yang lalu. Aku sudah mencari di internet mengenai mereka, tapi beritanya tidak ada. Seperti disembunyikan atau dihapus secara sengaja. Aku ingin tahu mengenai mereka" ucap Taehyung.

" Apa yang terjadi?" tanya Minjae. Taehyung pun menceritakan apa yang sebenarnya. Karena ia tidak ingin Minjae membantunya tapi dia sendiri merahasiakan sebabnya.

" Aigoo.. pelik sekali permasalahannya. Jadi Nji, adikmu yang sangat kiyowo itu adalah anak Chanyeol-Ahjusshi yang merupakan suami Aunty cantikku, tapi sekarang mereka berpisah karena sesuatu? Seperti itu? " Minjae menarik kesimpulan yang di angguki oleh Taehyung.

" Okay, aku akan mencarikan informasi untukmu" Minjae membalik kursi putarnya dan menghadap ke komputer yang masih menyala. Taehyung tersenyum melihat antusias Minjae. Minjae memang memiliki kemampuan semacam menggali informasi dari internet.

Taehyung memutuskan untuk merebahkan diri di kasur Minjae. Meskipun Taehyung ingin sekali melihat cara kerja Minjae tapi ia tahu temannya itu akan marah dan mengusirnya. Lagipula Taehyung tidak ingin merusak konsentrasi Minjae.

Taehyung tertidur selama 2 jam. Minjae membangunkan Taehyung setelah berhasil mengumpulkan semua artikel yang tersembunyi dan video yang tidak akan pernah bisa di akses orang biasa di internet.

" Ini Tae, kau bisa melihatnya dan kau pasti akan terkejut dengan apa yang diberitakan. Aku minta maaf sebelumnya, tapi aku juga meretas data rumah sakit di New York dan mendapatkan nama Aunty sebagai salah satu pasien Psikolog dan Aunty mengonsumsi anti-depresi " Jelas Minjae. Taehyung mengangguk. Ia menggantikan Minjae untuk duduk di depan komputer.

Minjae pergi keluar kamar, mengambil minuman dingin dan cemilan untuk mereka berdua.

"eomma.." gumam Taehyung. Ia membaca semua artikel yang berisikan rata-rata adalah rumor ibunya yang menjadi model tidak murni. Ibunya menjadi pemuas nafsu kalangan atas untuk mendapatkan nama besarnya. Dan ibunya disebutkan menggoda Chanyeol untuk popularitas.

" Aunty pasti sangat berat menghadapi semuanya Tae, bahkan Aunty di kabarkan bunuh diri mengenai rumor dirinya" Minjae meminum airnya, kemudian menyodorkan kepada Taehyung. Dia sangat tahu jika Taehyung sedang tidak baik-baik saja.

" Aku tidak tahu jika eomma sangat tertekan Jae-ya. Aku tidak berguna!" rutuk Taehyung.

" Hei, ini bukan salahmu, tapi salah orang yang menyebarkan rumornya"

" Nugu?" tanya Taehyung dengan wajah penasaran. Siapa yang tega melakukan itu.

" Ahn Sohee dan managernya. Selain untuk mendongkrak popularitas ia juga melakukan itu karena ia merasa tersaingi dalam mendapatkan ahjusshi-mu yang sialnya sangat tampan dan menggoda" Minjae sudah mencari tahu semuanya. Dari mana artikel-artikel itu bersumber dan siapa dalang dari semuanya.

Taehyung mengepalkan tangannya erat, ia tidak bisa menerima semua ini.

" Jangan gegabah. Kau tahu jika bertindak dengan emosi hasilnya tidak akan baik. Kau mengatakan jika ibumu akan menyelesaikan semua dengan ahjusshi-mu, kau harus percaya dengannya" Minjae menepuk punggung Taehyung kemudian ia merebahkan diri di ranjangnya.

" Aku lapar, belikan aku makanan Tae" ucapnya.

.

.

.

Taehyung sedang menunggu dokter yang sedang merawat luka Sejeong. Chanyeol sudah meminta rumah sakit untuk menyediakan sebuah ruangan untuk Sejeong, agar dia jauh dari keramaian dan spekulasi orang-orang.

" Kau baik-baik saja, son?" tanya Chanyeol. Baju sekolah Taehyung sudah berwarna merah karena darah Sejeong. Chanyeol mengeluarkan ponselnya, ia berniat menghubungi Jungkook ingin menanyakan apa yang terjadi, tapi urung karena ia mendapatkan sebuah video dari Jaebum, salah satu manager kepercayaannya di Perusahaan. Chanyeol membuka video CCTV itu, itu adalah pertengkaran Sejeong dengan karyawan perusahaan. Taehyung yang awalnya hanya diam kemudian memutuskan ikut melihat video itu. Mereka berdua terkejut melihat penghakiman terhadap Sejeong.

Taehyung kecewa karena di video itu, Jungkook pergi dari sana, tidak ingin membantu Sejeong sedikitpun.

" Kenapa Jungkook-hyung tidak melerai, Ahjusshi?" tanya Taehyung.

" Kau harusnya bisa menebak, ini karena urusan hati. Jungkook mungkin sakit hati karena Sejeong di rumorkan berpacaran dengan Eunwoo dan ia pasti tidak terima" jawab Chanyeol. Chanyeol menggenggam ponselnya setelah durasi video itu habis dan ia menghadap ke arah Taehyung.

" Semua serba salah Taehyung-ah. Baik itu posisi Jungkook maupun Sejeong"

" Seperti posisi eomma dan Ahn Sohee? Benar kan Ahjusshi?" Chanyeol membulatkan mata saat Taehyung melontarkan pertanyaan itu. Taehyung mengetahuinya.

" Harusnya jika mereka atau Ahjusshi berani mengklarifikasi yang sebenarnya maka tidak akan terjadi yang seperti ini. Seharusnya Ahjusshi dan eomma juga menegaskan kalau kalian sebenarnya sudah menikah, bahkan ada Jiwon di antara kalian" ucap Taehyung lagi. Taehyung tersenyum melihat Chanyeol yang memikirkan sesuatu.

" Ahjusshi, aku mau cari minum dulu. Aku akan membelikan Ahjusshi kopi tapi nanti ganti duitku tiga kali lipat ya, Dad!" Taehyung berlalu dari sana, ia menyunggingkan senyumnya. Ia juga sudah memutuskan akan mengganti panggilan Ahjusshi menjadi Daddy untuk Chanyeol. Karena sampai sekarang status Chanyeol masih menjadi suami ibunya.

.

.


Ponsel Taehyung berbunyi, ia menunda mengambil minuman kaleng dari mesin minuman yang ada di depan rumah sakit.

" Eoh, Jiminie-hyung?"

" Tae, kau dimana?"

" Aku di rumah sakit, ada apa hyung?"

" Kau sakit? Di rumah sakit mana?" Taehyung menjauhkan ponsel dari telinganya. Jimin berteriak dari ujung telepon.

" Rumah sakit dekat Perusahaanmu bekerja hyung, aku tidak tahu namanya, sangat sulit di ucapkan, ada ap—" Taehyung mengernyit kemudian menatap layar ponselnya yang sudah mati, Jimin memutuskan panggilannya. Taehyung hanya menggeleng, melanjutkan kegiatan tertundanya mengambil minuman.

" Nah Ahj—eh Dad!" Taehyung memberikan kopi kalengan kepada Chanyeol. Chanyeol menatap lekat Taehyung yang sedang meminum cairan isotonik.

" Kau memanggilku apa, son?"

" Daddy! Chanyeol-Daddy! Karena Nji memanggil eomma dengan sebutan Mommy, makanya aku mengimbanginya, aku memanggilmu Daddy, tidak mau?" tanya Taehyung menggoda. Chanyeol berdiri dan memeluk Taehyung erat.

" Gomawo, Taehyung-ah!" Taehyung menepuk-nepuk punggung Chanyeol.

Mereka duduk di tempat semula. Dokter sudah keluar dan mengatakan jika Sejeong harus istirahat, maka mereka memutuskan untuk duduk di luar ruangan saja. Chanyeol juga sudah menghubungi Jaebum untuk memberitahu Manager Sejeong apa yang terjadi.

" Jadi dimana eomma-mu sekarang? Daddy ingin menemuinya" Taehyung terkekeh melihat wajah Chanyeol yang memerah saat ia memanggil dirinya sendiri dengan sebutan Daddy.

" Eomma sedang tidak bisa kau temui Dad"

" Wae? Kau jangan membohongi Daddy" Chanyeol mendelik ke arah Taehyung. Sudah lama ia ingin menemui ibu Taehyung tersebut, orang yang sangat ia cinta.

" Eomma sedang ada proyek pemotretan Dad, di Paris sebulan penuh. Bahkan sepertinya eomma membatalkan semua kerjanya yang ada di Seoul. Sepertinya sangat penting. Nji juga dibawa oleh eomma" jawab Taehyung. Chanyeol merengut, baru saja ia akan memulai kembali semangat untuk mendekati istrinya itu, tapi sudah dipatahkan oleh Baekhyun yang tidak ada di Korea. Taehyung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Chanyeol yang berkelakuan seperti remaja yang sedang diputus cinta.

Satu pesan singkat masuk ke ponsel Chanyeol, ia segera membaca pesan dari nomor yang tidak ia kenali itu.

"Yeolie, ini aku Baekhyun. Tunggu aku kembali dan aku akan membawa Jiwon kepadamu, ah satu lagi kau juga bisa menghubungiku jika kau merindukanmu"

" Astaga! Astaga Tae ! Ini Baekhyun" teriak Chanyeol sambil melompat-lompat kegirangan.

" Samchon!" teriak Jimin mendekati mereka. Jimin menutup mulutnya, melirik ke arah Jungkook yang berjalan di belakangnya.

" Kenapa tidak melanjutkannya hyung? Aku sudah tahu omong-omong. Kau keponakan Sajangnim!" Jungkook berbicara santai, membuat Jimin terkejut tentang fakta yang sengaja ia sembunyikan. Baru saja ia akan protes, tapi urung karena Jungkook sudah menatap Taehyung yang berlumuran darah.

" Gwaenchana?" Jungkook mendekat ke arah Taehyung dan menatap pemuda tan yang berdiri di sebelah Chanyeol itu.

" Aku baik-baik saja hyung" jawab Taehyung seadanya. Entah mengapa, Jungkook dapat merasa kekakuan Taehyung. Dan Taehyung memanggilnya dengan sebutan hyung, bukan Kookie ataupun noona- panggilan yang menurut Jungkook konyol dari Taehyung untuknya.

" O-oh seperti itu"

" Jadi siapa yang sakit kalau bukan kau Tae?" tanya Jimin yang juga mendekat ke arah mereka.

" Tidak mungkin Samchon kan?"

" Ani ! Se—"

" Seorang kenalanku yang sakit hyung. Dia sedang di rawat" jawab Taehyung cepat, menyela perkataan Chanyeol.

" Kalian kenapa sampai kemari?" tanya Chanyeol. Jimin yang sudah rapi dan Jungkook hanya memakai baju rumahan.

" Tadi saat aku menelepon Taehyung, aku terkejut mendengarnya di rumah sakit. Tentu saja kami kemari" jawab Jimin.

" Dan kau tidak menanyakan dengan detail kenapa aku berada di rumah sakit, kau langsung mematikan teleponmu, hyung" lanjut Taehyung.

" Iya juga. Aku akan minta di jemput oleh Hyunwoo-hyung dari sini saja. Kau pulang dengan Taehyung saja Kook, aku akan bertanya kepadamu mengenai hal ini setelah aku berkencan" ucap Jimin.

" Samchon, aku pergi! Ah, aku menginap di apartemen Hyunwoo-hyung ya Kook!" Sebelum mereka menjawab Jimin sudah dulu pergi dari sana.

" Aish, Jinjja! Jiminie-hyung!" teriak Jungkook.

" Dia sudah jauh, kau pulang saja dengan Taehyung! Tae, antar Jungkook ke kos-nya, Daddy ada pekerjaan dengan Jaebum" Chanyeol juga meninggalkan mereka, sebelumnya ia melepaskan jasnya dan memberikan kepada Taehyung, menutupi noda darah yang membuat orang lain bertanya-tanya.

" Daddy? Sajangnim sudah tahu?" tanya Jungkook kepada Taehyung. Taehyung mengangguk. Taehyung berusaha menghindari tatapan Jungkook.

"Kau masih ada urusan?" Taehyung menggeleng.

"Kalau begitu ayo pulang !" Jungkook menggenggam tangan Taehyung.

Taehyung memutuskan mereka untuk naik taksi, padahal Jungkook sudah senang sekali ingin naik bus. Dia merindukan Taehyung. Ingin bercerita dengan Taehyung. Jungkook hanya pasrah dan tidak bertanya kepada Taehyung yang terlihat menjauhinya.

"Hyung, mau diantarkan pakai motor atau pakai taksi saja?" tanya Taehyung. Mereka sedang berada di dalam taksi.

" Aku dengan taksi saja. Sepertinya kau lelah sekali" Jungkook ingin sekali menanyakan kenapa Taehyung seperti ini. Mulai dari panggilan yang berubah, Taehyung yang diam saja, tidak seperti biasanya Taehyung akan selalu cerewet bertanya ini itu kepada Jungkook.

" Hati-hati ya hyung!" Jungkook mengangguk, Taehyung kali ini turun di depan asramanya. Ia sudah ada janji dengan teman-temannya akan menginap hari ini di rumahnya, dan mereka akan berangkat bersama ke rumah Taehyung.

Ujian semester satu mereka selesai, untuk tingkat tiga seperti Taehyung mereka sudah tidak diwajibkan untuk asrama lagi. Mereka sudah boleh kembali ke rumah, bahkan jadwal belajar sekolah mereka juga sudah ditiadakan. Kegiatan mereka tidak dibatasi lagi, tapi sekali 2 minggu mereka akan melakukan evaluasi belajar untuk persiapan ujian akhir.

.

.

.

" Kenapa jadi membawa pacar?" tanya Jaehyun kesal kepada Guanlin dan Woojin. Sementara Jihoon dan Hyungseob sudah duduk manis di depan televisi milik Taehyung.

Woojin dan Guanlin hanya menyengir lucu. Mereka melanggar perjanjian mereka. Tadi mereka sudah sepakat untuk quality-time, hanya mereka saja.

" Mereka tidak mau ditinggal Jae, lagipula mereka nanti tidak percaya jika kita hanya berkumpul disini, Jihoon berpikiran negati f terus jika aku tidak membawanya. Aku tidak ingin diputuskan lagi olehnya. Eh Daniel juga sedang menjemput pacarnya" jawab Guanlin.

" Dasar budah cinta!" sindir Lucas.

" Daniel menjemput pacarnya? Jadi dia akan mengenalkan kepada kita?" tanya Mingyu. Guanlin mengangguk. Tadi Daniel memang izin seperti itu kepada mereka.

" Kalau mengajak pacar bagaimana caranya kita menonton video porn, sialan!" bisik Lucas kepada Mingyu. Mingyu mengangguk, menatap tajam kepada Woojin dan Guanlin yang menggagalkan rencana mereka.

" Hyung kalau mau nonton porno tonton saja. Kami tidak melarang sama sekali. Kalian bisa menonton di kamar Tae-hyung! Selain narkoba dan berselingkuh, aku dan Hyungseob masih menerima kegilaan kalian" Jawab Jihoon dengan suara sedikit besar. Guanlin langsung melempar bantal sofa kepada Lucas karena membuat pacarnya harus membicarakan itu. Lucas tertawa dan senang sekali.

" Terimakasih Jihoon-ah, kau memang pengertian!" teriak Lucas. Taehyung dan Yoongi hanya tertawa geli melihat mereka.

..

Daniel datang kepada mereka, seorang pemuda cantik mengekor di belakangnya. Pemuda itu sedikit membungkuk kepada mereka saat Daniel menarik tangan kekasihnya itu. Pemuda itu sedikit gugup saat bertemu dengan teman-teman kekasihnya.

" Annyeonghaseyo! Aku Seongwoo, kekasih Daniel" ucap Seongwoo dengan senyum di wajahnya.

" Ommo! Seongwoo-hyung? Sudah lama sekali, aku rindu!" Jihoon langsung berlari ke arah Seongwoo. Seongwoo juga cukup terkejut melihat adik Jimin ada disana. Mereka cukup dekat.

" Jihoonie!" Mereka berpelukan, sudah cukup lama tidak memutuskan untuk duduk duluan di sofa, meninggalkan Seongwoo yang dikerubungi oleh teman-temannya. Dia sibuk memakan permen kenyal yang selalu ia bawa kemana-mana

" Wajah kekasihmu tidak asing Niel, rasanya aku pernah lihat, tapi dimana ya?" Mingyu menelisik Seongwoo.

" Tentu saja tidak asing hyung, Ongi-hyung kan model terkenal, model yang sedang naik daun pula di bawah naungan Big, " tukas Jihoon. Semua disana mengangguk, memang benar, Seongwoo memang sering mereka lihat di berbagai macam iklan di televisi maupun pamflet jalanan.

" Heran sekali, kenapa secantik hyung ini mau dengan orang gila seperti Daniel" Lucas langsung mendapat pukulan di lengannya oleh Daniel. Teman macam apa yang menjelek-jelekkan dia di depan kekasihnya.

" Haha benar sekali, Daniel memang gila" tanggap Seongwoo.

" Kau juga sama gilanya denganku Ongi-yaaa" jawab Daniel tidak terima dengan tanggapan kekasihnya itu.

" Syukurlah kalau seperti itu, kau masih bisa menerima Daniel dan segala kegilaan tingkat dewanya hyung" Yoongi ikut menanggapi yang mendapat kekehan dari mereka semua.

" Taehyung dimana?" tanya Daniel tidak mendapati si tuan rumah.

" Sedang menelepon ibunya, izin jika kita kesini dan membuat rumahnya berantakan" jawab Jaehyun. Mereka pun bercakap disana, menunggu Taehyung yang terlihat sedang sibuk dengan ibunya.

Hyungseob dan Jihoon sudah memonopoli Seongwoo, mereka membawa pemuda Ong itu duduk dengan mereka di depan televisi. Sampai sebuah gosip dapat mereka lihat di acara yang mereka tonton.

' Cha Eunwoo terlibat skandal baru dengan seseorang di depan Gedung Big, mereka terlihat sedang berciuman, belum bisa diklarifikasi siapakah pemuda yang tengah dicium oleh model tampan tersebut. Selain itu kami juga membawa berita dari Sejeong, model yang tengah dekat dengan Cha Eunwoo, ia diketahui tidak sadarkan diri, beberapa wartawan mengambil foto saat ia tengah di gendong oleh seorang pemuda berseragam sekolah, terlihat banyak darah dari tangannya. Kejadian Sejeong yang seperti tengah berusaha bunuh diri merupakan bentuk dari keputusasaannya setelah melihat Eunwoo yang berciuman di depan Gedun Big. Kami tengah berusaha mencari kebenarannya, teta—'

Seongwoo langsung mengganti siarannya, bertepatan dengan Taehyung yang kembali dari halaman belakang.

" Ah, bukankah dia yang menggendong Sejeong? Kenapa bisa?" tanya Seongwoo saat melihat Taehyung, Taehyung hanya mengernyitkan dahi tidak mengerti.

" Hyung, bukan itu yang penting sekarang. Jungkookie-hyung sekarang pasti sedang dicari wartawan, bukankah itu yang sangat darurat sekarang?" Jihoon panik setelah melihat berita itu. Jungkook sudah ia anggap seperti kakak sendiri oleh Jihoon, dan dia tidak bisa untuk tidak khawatir saat ini.

" Benar, astaga Jungkookie!" Seongwoo juga ikut panik. Daniel yang melihat itu langsung menghampiri.

" Ada apa hyung?" tanya Daniel serius.

" Jungkook sekarang pasti berada di dalam bahaya. Jihoon, hubungi Jimin. Aku akan menghubungi Jungkook dan yang lainnya" Seongwoo dengan tangan bergetar berusaha menghubungi Jungkook, dan Minhyun. Orang yang ada dipikirannya saat ini.

" Jiminie-hyung saat ini sedang kencan, tadi dia mengatakan itu di rumah sakit. Apa maksudnya Jungkook-hyung dalam bahaya?" tanya Taehyung. Dia tidak mengerti situasi apa yang sedang dia hadapi sekarang.

" Eunwoo yang mencium Jungkook dan kau yang membantu Sejeong, kalian sedang diburu berita sekarang" ucap Seongwoo tidak sabaran.

" Jebal angkat.. Angkat Kookie.." Tidak ada jawaban dari panggilan yang ia buat, Seongwoo hampir saja menelepon Minhyun, tapi Bambam langsung meneleponnya.

" Yeo—"

" Hyung, bantu aku!"

" Ada apa Bamie, kau tahu Jungkook terlibat skan—"

" Aku tahu hyung, bahkan aku sekarang sedang bersama Jungkook. Kami sedang di klinik ibunya Hosikie-hyung sekarang. Banyak wartawan di depan klinik hyung. Bantu kami keluar" Seongwoo mendengar suara panik dari Bambam. Bambam merupakan juniornya di agensi. Bambam sahabat Jungkook, dan mereka cukup dekat karena sering mendapat proyek pemotretan yang sama.

"Kenapa kalian bisa sampai kesana?"

" Jungkook tangannya patah, tadi wartawan mengejar kami, Jungkook terjatuh ditangga restoran tempat kami makan dan tangannya patah hyung. Tadi kami sedang makan diluar dengan Hyukie-hyung dan Yugyeom, tiba-tiba saja wartawan menyerbu kami. Tepatnya memburu Jungkook, hyung. Dan sekarang mereka mengikuti kami sampai kesini, aku harus bagaimana? Aku kasihan dengan Jungkook, hyung. Eunwoo sialan itu ak—"

" Tenanglah Bam. Aku akan kesana. Katakan pada Minseok-eomma untuk menahan wartawan. Kau tahu wartawan tidak akan bisa masuk ke kliniknya. Aku akan sampai kesana sebentar lagi" Seongwoo mematikan teleponnya dan langsung menatap Daniel.

" Danik bantu aku. Jungkook sedang berada di klinik sekarang, aku mau menjemputnya" ucap Seongwoo. Daniel mengangguk. Melihat Seongwoo yang hampir menangis karena khawatir, dia mengerti bahwa Jungkook adalah orang yang sangat berharga untuk Seongwoo.

" Aku ikut hyung!" seru Taehyung. Dia juga khawatir dengan Jungkook.

" Andwe ! Kau tidak bisa pergi. Kau juga sedang diincar wartawan sekarang" cegah Seongwoo.

" Aku akan menghadapinya, aku hanya membantu Sejeong itu tadi" jawab Taehyung, ia juga mengkhawatirkan Jungkook sekarang.

" Ani! Kau tidak mengerti, semuanya bisa saja tidak seperti itu. Mereka, para wartawan bisa saja membalik fakta dan melibatkanmu. Kau tidak tahu bagaimana dunia hiburan bekerja" Seongwoo menguatkan genggamannya pada Daniel.

" Aku dan Lucas juga akan ikut. Sementara yang lain tunggu disini. Taehyung kau tunggu di mobil saja jika ingin ikut" Yoongi menyambar hoodie kebesaran milik Guanlin yang tadi sempat dipakai oleh Jihoon. Mereka semua mengangguk.

.

.

Taehyung memakai topi dan masker yang diberikan oleh Seongwoo. Setelah memastikan lewat Bambam, mereka memutuskan akan lewat pintu belakang klinik Minseok.

" Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja" Seongwoo mengangguk saat mendapat kalimat penenang dari Daniel, kekasih mudanya. Mereka berjalan mengendap masuk ke dalam klinik. Seongwoo masuk duluan,dia melihat Bambam dan Jungkook yang tengah duduk di salah satu ranjang. Hyuk dan Yugyeom sibuk mengintip wartawan yang sangat banyak di pintu depan.

"Hyung!" teriak Bambam. Mereka yang ada di ruangan itu melihat kearah Seongwoo. Seongwoo memeluk Bambam dan beralih ke Jungkook yang terlihat pucat.

" Resiko memiliki pacar terkenal" ucap Seongwoo.

" Benar hyung!" Jungkook mendapat sedikit ketenangan setelah melihat Seongwoo, dan ia melirik Taehyung yang ada di belakang Seongwoo.

" Pergilah dengan mereka, aku dan Bambam akan mengalihkan perhatian mereka semua" ucap Seongwoo, bambam mengangguk setuju.

" Tapi hyung, aku ti—"

" Tidak ada pilihan lain Jungkookie, jika kau berniat menjelaskan mereka tidak akan terima. Mereka hanya akan menganggapmu sebagai perusak. Kau tidak tahu jika publik adalah fans yang sangat fanatik terhadap Eunwoo dan Sejeong, mereka pasangan yang sedang dielu-elukan saat ini. Mereka tidak akan menerima apapun kenyataan tentang hubunganmu dan Eunwoo yang sudah lama. Di tambah sekarang Sejeong sedang di rumah sakit karena ia bunuh diri, kau akan disalahkan oleh orang-orang" jelas Seongwoo. Jungkook terdiam. Memikirkan kebenaran tentang apa yang di ucapkan oleh Seongwoo.

"Hyung, sepertinya wartawan akan menerobos masuk"ucap Yoongi yang sedang celingukan melihat ke arah luar.

" Benar hyung, kita harus cepat" ucap Lucas membenarkan.

" Benar kook-ah. Sekarang tidak ada pilihan selain melarikan diri" ucap Hyuk. Dia juga melihat berita online tentang apa yang terjadi dari ponsel canggihnya. Tentu saja ia tidak percaya adik kosnya itu terlibat skandal yang sangat merugikan dirinya.

" Danik, kau antarkan saja mereka dulu. Aku, Bambam, Yugyeom dan Hyuk akan membereskan yang disini. Sebisa mungkin kami akan tahan wartawan yang ada disini. Yoongi, Lucas, aku mohon bantuannya" ucap Seongwoo. Seongwoo sedikit tersenyum melihat Taehyung yang sudah membantu Jungkook turun dari ranjang. Seongwoo yakin ada sesuatu di antara mereka. Tangan Jungkook yang sudah dibebat dan bahkan di kaitkan ke bahunya membuat mereka yang ada disana meringis.

" Aku titip temanku bocah ! Kalau terjadi sesuatu dengannya aku akan menuntutmu" Taehyung mengangguki perintah Bambam dengan cepat. Bambam dan Seongwoo menyerahkan keselamatan Jungkook kepada ke empat pemuda yang akan membawanya pergi dari sana.

Seongwoo, Bambam, Hyuk dan Yugyeom akan menghadapi wartawan yang ribut ingin masuk ke dalam klinik. Para perawat dan penjaga di klinik sudah berusaha menahan Jungkook sudah di bawa lewat pintu belakang. Hoodie yang sempat di ambil Yoongi tadi sudah di pakai oleh Jungkook. Yoongi berjalan di kiri, sementara Taehyung di sebelah kanan Jungkook. Daniel memimpin di depan dan Lucas berjaga di belakang. Mereka mengapit Jungkook.

" Itu Jungkook-sshi!" Sebagian para wartawan yang menunggu di samping klinik melihat Jungkook. Mendengar teriakan itu, Jungkook mengeratkan pegangannya ke baju Taehyung yang ada di sampingnya. Jungkook tidak sanggup menjadi bahan berita seperti ini. Dia diburu dengan brutal. Kilatan flash mengarah kepada mereka. Taehyung sudah mengepalkan tangan saat orang-orang itu berdesakan ingin menanyakan Jungkook. Jungkook semakin di apit oleh Taehyung, Yoongi, Daniel dan Lucas. Bahkan Taehyung harus memapah Jungkook yang terlihat lemas. Taehyung mengabaikan tangan dan wajahnya yang tercakar oleh wartawan.

" Ya! Kalian tidak tahu etika baik? Aku akan melaporkan kalian semua dengan tuntutan mengganggu ketenangan dan privasi orang lain" wartawan yang tadi sibuk berdesakan kini mulai bisik-bisik melihat Lucas yang menentang mereka. Yoongi mengiringi Taehyung dan Jungkook masuk ke dalam mobil. Setidaknya Lucas bisa mengulur waktu untuk wartawan agar tidak memaksa Jungkook melakukan wawancara, lagipula Yoongi tidak ingin penyamaran Taehyung juga terbongkar.

" Kalau kalian masih menganggu Jungkook ataupun orang yang sudah membantu Sejeong aku akan melaporkan kalian semua" ucap Lucas lagi. Daniel sudah memberi kode kepada Lucas untuk segera masuk ke dalam mobil.

" Memangnya kau siapa sampai melarang kami?" teriak salah satu wartawan. Bagi wartawan tidak ada larangan untuk mereka mencari berita. Tapi mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan sekarang membuat orang lain terganggu.

" Aku ? Aku pewaris tunggal MM Corp, ayahku Minho Choi" Lucas dengan tatapan tajamnya membuat para wartawan yang tadi angkuh ingin mengintimidasi Jungkook langsung surut. Lucas tidak percaya, uang dan jabatan masih berpengaruh terhadap kehormatan seseorang.

" Lucas, cepatlah!" teriak Daniel. Lantas Lucas masih ke dalam mobil, duduk di sebelah Taehyung dan Jungkook yang sudah dulu berada disana.

" Sialan ! mereka menyeramkan! Aku harus menjual nama appa untuk membungkam mulut mereka, bangsat! Appa pasti sangat marah setelah ini" umpat Lucas. Dia sebenarnya tidak ingin melibatkan ayahnya, tapi dengan seperti tadi wartawan bungkam setelah mendengar nama appa-nya yang terkenal.

" Kau tidak apa-apa hyung?" tanya Lucas melihat Jungkook yang masih bergetar. Jungkook hanya mengangguk kaku. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi.

" Taehyung kau berdarah!" teriak Lucas tadi.

" Tidak apa-apa, aku hanya kena cakar oleh mereka" Taehyung melepas masker dan topi. Dia melihat Jungkook yang masih bergetar dan keringat dingin. Taehyung langsung menggenggam tangan Jungkook, berniat memberikan sedikit ketenangan.

" Noona!" bisik Taehyung saat ia berhasil merengkuh Jungkook ke dalam pelukannya. Jungkook menyamankan posisinya yang sedang bersandar di dada Taehyung. Ia hanya ingin keamanan dan ketenangan sekarang ini.

Lucas kembali mengutuk keadaan, di luar sedang hujan deras. Mereka harus berlari dari gerbang menuju rumah Taehyung. Daniel pamit menjemput Seongwoo dan teman-temannya, dia tidak mau membuat kekasihnya menunggu lebih lama lagi.

.

.

.

"Astaga, Jungkookie! Kau tidak apa-apa?" Jin langsung memeluk Jungkook yang basah kuyup. Mereka yang ada disana melihat keadaan Jungkookyang pucat. Yoongi dan Lucas masuk ke dalam rumah, memberikan waktu untuk teman-teman Jungkook berbicara. Jin, Minki, Minhyun dan Jeonghan langsung melesat ke tempat Taehyung sewaktu dikabari oleh Seongwoo tadi, mereka menuju alamat yang diberikan oleh kekasih Daniel tersebut.

"Hyung, Jungkook sepertinya sakit, kita bawa masuk dan suruh ganti baju dulu" ucap Minhyun mengingatkan. Mereka mengiringi Jungkook masuk ke dalam rumah Taehyung. Taehyung berjalan di belakang mereka. Dia juga sangat kedinginan saat ini, di tambah ia harus memastikan tidak ada orang yang membuntuti mereka.

"Astaga Jungkook!" teriakan Minki membuat orang yang ada di dalam rumah terkejut, Jungkook tiba-tiba ambruk tidak sadarkan diri. Taehyung langsung menggendong Jungkook , membawa Jungkook masuk ke dalam kamarnya.

"Hyung, gantikan pakaian Jungkook-hyung, aku akan mengambilkan pakaiannya" Jin mengangguk.

" Hyung, apa Kookie-hyung baik-baik saja?" tanya Jihoon menyusul ke kamar Taehyung. Jihoon dan Hyungseob melihat Jungkook yang tidak sadarkan diri.

"Dia tidak baik-baik saja Ji, dia pasti tertekan sekali" jawab Jeonghan. Mereka membantu Jin menggantikan pakaian Jungkook.

"Dia demam, ambillah kompres Ji" Jihoon langsung melesat keluar kamar sewaktu Minki meminta tolong setelah memeriksa kening Jungkook.

.

.

Para seme sedang duduk di ruang keluarga rumah Taehyung. Dengan tambahan Namjoon dan Hyunbin. Mereka mengantar Jin dan yang lainnya kamari untuk memastikan keadaan Jungkook, adik kesayangan mereka.

Guanlin mengobati luka Taehyung setelah pemuda itu ganti baju. Yoongi dan Lucas juga sudah bergabung setelah mereka ganti baju.

"Wartawan agresif sekali!" celetuk Guanlin.

"Seperti kau yang agresif kepada Jihoon" Taehyung terkekeh karena ucapannya sendiri. Semua yang ada disana menatap Taehyung, bagaimana mungkin dengan dia sebagai pusat masalah sekarang bisa bercanda dan tertawa.

"Ya! Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Taehyung dengan muka polos.

"Tae-hyung, aku baru percaya perkataan Yoongi-hyung dan Jae-hyung kalau kau memang alien. Kau dan Jungkookie-hyung sedang dalam masalah besar, dan kau baik-baik saja sekarang? Bagaimana bisa?" tanya Woojin.

" Masalah pasti akan jalan keluarnya Jin-ah, aku tidak ingin larut. Lagipula apa yang salah dengan membantu orang lain? Mereka hanya tidak tahu kebenarannya" jawab Taehyung.

" Apa yang akan kau lakukan sekarang Tae? Kau sedang diburu" tanya Namjoon. Taehyung mengidikkan bahunya, ia akan menghubungi ibunya dan menanyakan apa yang harus ia lakukan setelah ini.

" Entahlah hyung" jawab Taehyung apa adanya.

" Jungkookie-hyung bagaimana keadaannya hyung?" tanya Guanlin saat melihat Jin, Minki, Minhyun dan Jeonghan keluar dari kamar Taehyung.

" Dia demam, Jihoon dan Hyungseob sedang mengompresnya" jawab Jin. Dia mendudukkan tubuhnya disamping Namjoon.

" Mumpung kalian semua ada disini. Aku ingin bicara" Jeonghan menatap anak-anak yang masih sekolah menengah atas itu dengan serius.

" Aku ingin mendebutkan kalian sebagai model"

" Hah? Hyung kau serius?" tanya Guanlin. Jeonghan mengangguk setuju.

" Wajah dan proporsi tubuh kalian sudah pas, ditambah beberapa brand di bawah naungan Big akan mengeluarkan produk khas anak remaja yang fresh seperti kalian. Aku sudah berunding dengan timku setelah aku melihat kalian sering ke Perusahaan"ucap Jeonghan mengutarakan.

" Kami membuat management baru dan kalian akan menjadi tim pertama jika berhasil debut" lanjut Minki. Jin dan Minhyun yang tidak mengerti hanya melihat kedua temannya sedang melobi anak-anak yang ada di depan mereka.

" Bukannya CandM adalah management di bawah naungan Big, hyung?" tanya Guanlin. Diantara mereka semua, Guanlin memang bekerja sampingan juga sebagai model lepas, jadi dia cukup tahu sedikit banyaknya tentang dunia modeling dibanding teman-temannya.

" CandM akan dilepaskan oleh Big dalam minggu ini. Big tidak mau lagi bekerja sama dengan Management yang tidak professional. Hyerim yang merupakan pimpinan CandM sudah berbeda prinsipm dengan Big, mereka sering menggunakan skandal untuk menaikkan nama artis dan model dibawah naungan mereka. Sajangnim sudah tidak mau lagi bekerja sama dengan mereka karena tidak mau membuat nama Perusahaan juga ikut rusak nantinya. Kontrak lima tahun mereka akan berakhir sabtu ini. Dan kami yang bekerja di divisi casting dan modeling akan membentuk management baru dan mencari orang-orang yang bisa kami debutkan. Bagaimana? Kalian tertarik?" mereka semua masih terdiam mendengar penjelasan dari Minki dan Jeonghan. CandM awalnya merupakan management kecil yang kemudian meminta bantuan kepada Big untuk bekerja sama, kini CandM sudah mendapat nama besar berkat Big. Chanyeol sudah memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi setelah 5 tahun menaungi management yang sudah banyak mendebutkan artis dan model terkenal itu.

" CandM membawa artis dan model yang memang mereka rekrut dari awal, dan ada juga beberapa yang akan tinggal di bawah naungan management baru nanti" ucap Minki lagi.

" Apa Winwin masih berada di Big?" tanya Lucas. Dia penasaran dengan sosok yang mengganggu pikirannya selama setahun belakangan.

" Winwin?" tanya Minki heran, berpikir sebentar,

" Ah, Winwin yang kiyowo itu? Iya dia masih berada di Big, dia tidak mau berada di bawah CandM lagi. Selain Winwin, ada Seongwoo, Jinyoung, Jisung, Taeyong, Renjun, Yerin, Umji dan beberapa lainnya yang masih bertahan di Big" ucap Minki semangat karena dia baru saja mengingat Winwin di kepalanya.

" Kalau seperti itu, aku mau ikut hyung!" ucap Lucas serius.

" Ya! Kau serius?" tanya Jaehyun. Dia tidak menyangka bagaimana pikiran temannya yang satu itu.

" Coba kalian pikirkan, terutama untukmu Tae, aku sudah melihat salah satu video wajah kalian yang sudah terekspos sewaktu menjemput Jungkook tadi. Kalian tidak akan bisa hidup tenang setelah ini, kecuali kalian memang mengasingkan diri keluar Korea. Aku hanya ingin membantu kalian. Kalian terkenal karena kerja kalian bukan hanya karena skandal ataupun rumor yang beredar. Taehyung akan sangat kesulitan berada di tempat ramai setelah ini. Jungkook juga, aku takut kalian tidak sebebas sebelumnya. Lensa kamera akan selalu mengarah kepada kalian. Pemuda-pemuda tampan di sekeliling Jungkook, aku membaca judul video yang di unggah wartawan tadi. Kalian sudah terlanjut basah, aku hanya menyediakan kolam untuk kalian, kalian bisa berenang sekaligus, tidak hanya basah karena cipratan seperti ini" jelas Jeonghan. Mereka mengangguk setuju.

" Apa yang Jeonghan-hyung bicarakan? Dia ingin membangun kolam renang?" bisik Woojin kepada Guanlin. Guanlin langsung memukul kepala Woojin dengan gemas, kenapa kembaran kekasihnya itu sangat lambat dalam berpikir.

" Aku akan meminta pendapat dan izin dari eommaku dulu, hyung" jawab Taehyung. Ia ingin dirinya nyaman, dan ia juga ingin membuat Jungkook tenang tanpa di usik oleh orang lain seperti tadi.

" Okay, aku beri kalian waktu 2 hari untuk berpikir. Masalah ini akan melebar, aku tidak ingin menunggu lama. Kalau kalian keluar ke publik setidaknya kalian bisa mengenalkan diri sebagai model di bawah Big Dream, management baru milik Perusahaan Big" ucap Jeonghan mengakhiri.

" Hyung, apa aku juga bisa belajar nanti di studio musik jika bergabung?" tanya Yoongi. Pemuda pucat itu memang tertarik dengan musik, apalagi setelah mengunjungi Namjoon.

Jeonghan dan Minki mengangguk. Yoongi tersenyum kecil dan ikut mengangguk.

" Aku juga mau hyung" tukas Mingyu. Namjoon yang mendengar adiknya yang tertarik menjadi model. Dia tidak pernah membatasi kemauan Mingyu, termasuk kedua orangtuanya yang juga welcome terhadap keinginan mereka berdua.

" Daniel juga oke, kamarin Seongwoo mengatakan jika Daniel mau, sekarang tinggal Jaehyun dan Taehyung berarti" ucap Minki.

" Aku tidak kau tawari, hyung?" tanya Woojin, dia mendelik.

" Kau sudah pasti mau Woojin-ah, bahkan kau sering merengek dan membawa Hyungseob untuk mendapatkan sesi pemotretan" tanggap Jeonghan. Semua yang ada disana tertawa.

" hyung, darimana wartawan mendapat informasi tentang Jungkook-hyung?" tanya Jaehyun. Dia sebenarnya penasaran dengan wartawan, padahal Jungkook bukan artis atau model yang informasinya bisa di dapatkan dengan mudah.

" Sial! Mereka pasti melihat profil karyawan dari website Perusahaan" Minhyun mengeluarkan ponselnya dan berniat menghubungi salah satu staff IT yang bertugas mengurus website mereka agar menghapus profil Jungkook.

" Sepertinya sudah larut. Kami akan pulang, lagi pula tidak mungkin menginap disini. Besok kami ada rapat penting, Taehyung tidak apa-apa kalau kami menitipkan Jungkook kepadamu untuk sementara?" tanya Jin. Ia dan rekan-rekannya sedang sibuk di Perusahaan. Dia juga ikut membantu membentuk management baru. Taehyung mengangguk.

Semuanya pamit, menyisakan Jaehyun dan Yoongi yang akan menginap. Selebihnya pulang. Daniel juga memberi kabar kepada mereka jika ia akan pulang ke apartemennya malam ini, dan berjanji akan menemui mereka esok hari.

" Kau kenapa tertarik hyung? bukannya kau tidak suka dengan hal-hal semacam ini?" tanya Jaehyun kepada Yoongi. Taehyung hanya bersandar melihat mereka berdua. Jungkook masih tidur di kamarnya.

" Kau sudah tahu jelas jawabannya, Jae. Aku tidak ingin ikut seperti Hyunwoo-hyung yang berkutat dengan berkas-berkas dan suasana monoton setiap hari, di kantor. Aku sebenarnya tertarik menjadi komposer dan penulis lagu seperti Namjoon-hyung dan teman-temannya, tapi menjadi model tidak buruk juga" jawab Yoongi sambil menghidupkan sebatang rokok.

" Padahal kau juga tertarik untuk melihat gadis-gadis berpakaian seksi saat pemotretan" sindir Taehyung. Yoongi terkekeh membenarkan alasan lain Yoongi.

Ponsel Jungkook berbunyi di atas meja. Tadi Jin memang sengaja meninggalkan ponsel Jungkook disana, karena Jungkook pasti butuh benda persegi itu saat bangun nanti.

" Hyung, eomma Jungkook-hyung menelepon" ucap Jaehyun saat mengintip layar yang menyala.

" Angkat Tae!" perintah Yoongi. Taehyung menghela nafas kemudian menjawab panggilan itu. Orangtua Jungkook pasti khawati melihat Jungkook berada di pencarian teratas internet dan wajahnya ada di televisi.

"Yeoboseyo"

"Jiminie?"

"Aniyo ahjumma, saya Taehyung. Saat ini Jungkookie-hyung sedang bersama saya, tepatnya sedang tidur di kamar saya"

"Mwo?"

"Maksud saya—aish bagaimana menjelaskannya hyung?" bisik Taehyung kepada Yoongi. Jaehyun sudah terkekeh melihat wajah gugup Taehyung.

" Jungkookie-hyung sedang sakit, dan tidak mungkin pulang ke kosnya Ahjumma. Dia sedang berada di kamar saya dan saya dengan teman-teman sedang di ruang tengah"

" Apa Jungkookie-ku baik-baik saja?"

" Aku tidak tahu Ahjumma. Pasti sangat terkejut saat semua wartawan mengejarnya. Aku juga tak tahu bagaimana keadaan perasaan Jungkookie sekarang. Saya akan menanyakan saat dia bangun nanti Ahjumma"

" Namamu Taehyung?"

"Ye"

"Aku minta tolong, tolong jaga Jungkook untuk kami. Aku dan appa-nya sangat khawatir kepada Jungkook. Kalau dia sudah bangun tolong suruh dia menghubungi kami"

"Ye Ahjumma" Taehyung menghembuskan nafas lega saat panggilan terputus.

Ponsel Jungkook terus berbunyi, dan Taehyung hanya mengangkat ketika melihat panggilan yang memang penting dan segera di jawab. Taehyung juga mengangkat ketika kakak sepupu Jungkook menelepon, dan menyampaikan pesan agar Taehyung menjaga Jungkook seperti yang diucapkan orangtua Jungkook.

.

.

Jungkook terbangun saat ia merasa perutnya lapar. Kepalanya masih pusing. Ia mengambil kain yang menempel di keningnya.

" Dimana aku?"

" Kamar Taehyung?" tanya Jungkook kepada dirinya sendiri memastikan. Dia mengecek jam dinding yang ada di kamar itu. Jam 8 pagi. Dia sudah sangat kesiangan untuk ke kantor. Kemudian Jungkook memutuskan untuk keluar kamar. Tangannya yang masih sakit terasa sangat kaku karena posisinya masih terlipat dalam waktu yang lama.

" Sudah bangun hyung? Bagaimana keadaanmu?" tanya Taehyung saat mendengar langkah kaki dan pintu tertutup dari kamarnya. Jungkook melihat Taehyung yang sedang mengganti-ganti siaran televisi. Jungkook kembali menghela nafas, dia melihat hanya ada videonya yang berciuman dengan Eunwoo dan Taehyung yang menggendong Sejeong yang berdarah.

Jungkook duduk disebelah Taehyung. Taehyung sudah selesai mandi sepertinya, dia sedang memakai baju tanpa lengan dan celana pendek.

" Aku tidak baik-baik saja Tae. Kau ada di Perusahaan kemaren sore? Kenapa tidak memberitahuku" tuntut Jungkook. Ia mengabaikan sakit kepalanya, dan jelas harus mempertanyakan semuanya kepada Taehyung. Taehyung diam, masih memandang Jungkook.

" Di rumah sakit kemaren kau sedang mengantar wanita itu?"

" Taehyung, seandainya kalau kau menemuiku kemarin, aku tidak akan dicium olehnya dan kau tidak akan terlibat masalah seperti ini, hiks.. kau juga tidak memanggilku dengan panggilan noona lagi, wae? Hiks hiks" Di depannya Taehyung melihat Jungkook yang kuat membuka topengnya dan memperlihatkan semua yang ada pada dirinya. Jungkook yang rapuh.

.

.

To Be Continued.