Summary : Taehyung (18 tahun) menaruh hati kepada sekretaris Perusahaan besar yang sangat cantik dimatanya, Jungkook(23 tahun) dan inilah cerita Taehyung dan Jungkook yang terlibat dalam satu garis takdir yang sama.

Pair : Taekook, YoonMin, Namjin, etc

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Cast : Member BTS, Wanna One, Seventeen,GOT7,EXO dan Grup Idol lainnya

Rate : T – M

Genre : Romance, Friendship

Warning : Ingat ini hanya cerita fanfiction (bikinan Fans) jika ingin Judge pakai bahasa yang baik. ? kenapa aku

Semua karakter hanya untuk mendukung cerita, jadi kalau ada yang ga enak dengan peran, INGAT ! Cuma peran eh ! di dunia nyata jangan benci mereka yaaa…

.

.


-DEAR TAEHYUNG-

(Someone Who Stole My Heart)

.

.

.


Chapter VIII:

.

.

Taehyung memutar-mutar ponselnya di atas meja. Memikirkan hal apa yang akan dibicarakan oleh Minjae terkait Eunwoo dan Sejeong, sepertinya penting sekali. Dia menatap Jungkook yang tengah menonton televisi dan makan ice cream.

" Noona!"

" Eung?" Jungkook menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi. Taehyung mengernyit, sebegitu seriusnya tontonan Jungkook, padahal yang ia lihat hanya kartun binatang yang tengah saling kejar-kejaran.

" Masih jam dua siang sekarang. Bagaimana kalau kita ke Perusahaan? Aku ada urusan sebentar disana" Jungkook menatap Taehyung, mendengar kata Perusahaan membuatnya cukup tertarik dengan ajakan Taehyung.

" Kajja! Aku juga ingin melihat kamar baru di Apartemen. Barang-barangku belum di tata. Aku tidak mungkin menyuruh Jiminie-hyung menyusunnya" Jungkook mendapatkan ruang apartemen yang sama dengan Jimin. Barang Jungkook sudah dibawakan sekalian oleh Jimin dari Kos. Mereka sudah resmi tinggal di apartemen sekarang. Jeonghan satu kamar dengan Minki. Sementara Jin tidak mau pindah ke apartemen yang di fasilitasi perusahaan itu, ia ingin tinggal di rumahnya saja. Tidak mungkin ia tinggal disana, sementara rumahnya tidak ada yang mengurus nanti. Jin sangat sayang dengan tempat yang ia beli berdua dengan Namjoon. Perusahaan juga tidak bisa memaksa kehendak karyawan seperti Jin.

Mereka bersiap. Hari ini mereka akan ke kantor. Taehyung juga sudah mengirim pesan kepada Minjae, menanyakan dimana ruangan pemuda jenius itu.

.

.

Dengan berbagai alat penyamaran mereka sampai di Perusahaan. Taehyung berjalan disamping Jungkook. Mereka mendapatkan banyak pandangan dari orang-orang yang berada di lantai dasar.

" Kenapa tidak sekaligus minta tanda tangan? Hanya memandang kita seperti itu?" bisik Taehyung, Jungkook mendengus dengan ucapan Taehyung. Dia menyindir orang-orang yang sedang menghakimi mereka, terutama dirinya. Jungkook sudah mulai terbiasa dengan semua itu.

Mereka menaiki lift untuk sampai ke Management. Taehyung akan melakukan pemotretan hari ini. Tadi Jungkook sudah memberi informasi kepada Jeonghan jika Taehyung akan melakukan pemotretan, mencicil pekerjaan yang sudah dilakukan oleh anggota team-nya yang lain terlebih dahulu.

" Jungkook!" Eunwoo ikut masuk ke dalam lift saat pintu lift itu terbuka di lantai 6, tempat management CandM berada. Meskipun kontrak kerja sama dengan Big sudah berakhir, CandM tetap mengontrak bangunan di lantai 6 untuk ruangan mereka. Chanyeol tidak mempermasalahkan itu, asal CandM tidak ikut campur dalam masalah modeling dan artis management baru Big.

Jungkook bergeser ke arah Taehyung, merapatkan tubuh kepada Taehyung yang ada disampingnya. Taehyung menatap Eunwoo dengan datar.

" Bisa kita bicara sebentar?" tanya Eunwoo kepada Jungkook. Eunwoo rindu dengan Jungkook. Sudah lama mereka tidak bertemu setelah insiden itu. Dia sangat tahu jika Jungkook akan mendapatkan banyak masalah setelah ia mencium Jungkook tempo hari.

" Tidak bisa" jawab Jungkook datar. Tangannya sudah menggenggam erat tangan Taehyung. Mencari ketenangan saat merasa sulit seperti ini.

" Sebentar saja!" pinta Eunwoo, dia memohon kepada Jungkook. Eunwoo takut jika dia tidak bisa lagi berbicara dengan Jungkook setelah semua ini, setidaknya sekarang adalah saatnya.

" Pergilah, dia tidak akan bisa menyakitimu" bisik Taehyung. Jungkook menghela nafas.

" Temui aku di atap gedung 30 menit lagi, aku ada perlu di ruang managementku sekarang" Eunwoo tersenyum saat mendengar Jungkook mengatakan itu. Jungkook selalu baik, itulah yang Eunwoo tahu dari orang yang pernah ia cintai.

..

" Tae, apa tidak apa-apa aku berbicara dengannya?" tanya Jungkook kepada Taehyung. Jungkook sebenarnya takut, bagaimana jika terjadi hal-hal yang merugikannya lagi nanti. Taehyung berhenti berjalan, mengambil tangan Jungkook sehingga Jungkook juga ikut berhenti.

" Noona, tidak akan terjadi apa-apa. Dia sepertinya akan mengatakan hal yang penting" Jungkook mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Taehyung.

" Hei kau datang!" Mingyu menyapa Taehyung saat pemuda itu memasuki ruangan yang terang karena banyak lampu disana. Mereka langsung ke ruang pemotretan, disana ada Yoongi yang melakukan photo shoot, kali ini mereka menggunakan pakaian gelap yang identik dengan konsep Dark and Black, Yoongi juga sudah di dandani dengan make up dominan hitam untuk menyesuaikan dengan pakaian yang ia kenakan.

" Photo shoot tidak seenak yang dibayangkan Tae!" ucap Jaehyun yang terlihat lesu. Dia duduk disamping Daniel yang tengah tidur dengan posisi duduk di sofa pojok ruangan.

" Lucas dan Guanlin mana?" tanya Taehyung ketika tidak mendapati kedua temannya itu.

" Mereka mencari makan keluar, mereka sudah shoot tadi" jawab Mingyu. Taehyung melihat sebentar Yoongi yang tengah berpose di depan kamera.

" Kau mendapat giliran kedua terakhir untuk photo shoot Taehyung! Woojin akan menyusul setelah kau shoot nanti" Jimin meletakkan 3 pasang pakaian untuk Taehyung di atas meja. Jimin memeluk Jungkook, rindu sekali dengan adik kecilnya itu.

" Bagaimana kabarmu? Baik?" Jungkook mengangguk semangat menjawab pertanyaan Jimin.

" Hyung kau juga baik-baik saja? Bagaimana saat menghandle mereka? Aman?" tanya Jungkook. Jimin mendengus, duduk di sebelah Jungkook.

" Mereka sangat sulit di atur, tidak suka inilah, itulah. Tidak suka dengan rambut yang ditata, tidak mau memakai lipstick. Dokyeom sampai kesulitan saat mendapatkan gambar dengan make up mereka yang apa adanya. Dimarahi dulu baru mereka melakukan apa yang disuruh" keluh Jimin. Jungkook mengangguk mengerti, pasti sangat repot sekali mengurus tujuh orang pemuda, di tambah Taehyung setelah ini.

" Noona, karena giliranku masih lama, aku mencari temanku sebentar" ucap Taehyung.

" Cepat, jangan lama-lama nanti kau dimarahi" Taehyung mengangguk sebelum keluar dari sana.

.

.

.

" Kau dimana?" Taehyung langsung menelepon Minjae. Mencari dimana sahabatnya itu.

"Di Perusahaan. Masih jam kerja bodoh!"

" Mentang-mentang sudah punya pekerjaan eoh? Sombong sekali! Aku tahu kau di Perusahaan, bangsat! Kau ada dimana? Aku ada di lantai 15 sekarang, di Big Dream"

" Oh, ruanganku ada di lantai 8, turunlah! Aku menunggumu di depan lift" Taehyung langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Minjae.

..

" Kau sangat penasaran dengan apa yang aku jelaskan, bukan?" Minjae tersenyum menyambut Taehyung yang baru keluar dari pintu lift.

Taehyung langsung menendang tulang kering Minjae hingga membuat pemuda itu meringis kesakitan.

" Sakit sialan!" umpat Minjae. Minjae membawa Taeyung ke ruangannya. Ruangan kontrol komputer Perusahaan. June yang merupakan pimpinan divisi itu sedang berada diluar sekarang. Hanya ada Minjae disini. Rekan-rekannya yang lain juga tidak ada diruangan.

" Ini kau lihat sendiri!" Minjae langsung menarik Taehyung untuk melihat apa yang ada di komputernya. Pesan-pesan singkat yang sudah di retas oleh Minjae.

" Apa maksud semua ini?" Taehyung menatap Minjae.

" Aku mendapatkan semua ini setelah membantu Joy-noona, salah satu manager kalian untuk menghapus beberapa foto kencan Sungjae-hyung dan Joy-noona yang ada di ponsel Hyerim-sajangnim. Foto Sungjae-hyung yang akan disebarkan oleh Hyerim jika Sungjae tidak mau menuruti perintah Hyerim. Padahal ia ciuman dengan pacarnya sendiri tapi Hyerim mengancam akan membuat artikel jika Sungjae-hyung melakukan tindak pelecehan seksual. Joy-noona memintaku untuk menghapus semua yang berkaitan dengan Sungjae-hyung yang ada diponselnya, sampai aku mendapatkan hal penting ini" Minjae menjeda penjelasannya, sebelum masuk ke inti pembicaraan yang berhubungan dengan Jungkook.

" Intinya adalah Eunwoo dan Sejeong terpaksa menyakiti Jungkookie-hyung. Mereka harus melakukan itu untuk lepas dari CandM. Seperti yang kau lihat Eunwoo ingin lepas dari CandM dan Sejeong yang harus membayar semua hutangnya kepada Hyerim. Mereka harus melakukan hal yang membuat Jungkookie malu dan keluar dari Big. Kau juga bisa melihat jika Eunwoo tidak melakukan perintahnya maka Jungkook akan dibunuh oleh Hyerim" jelas Minjae.

" Mengapa mereka melakukan itu Jae-ya? Kenapa harus Jungkookie?" tanya Taehyung lagi. Dia tidak mengerti kenapa Jungkook harus menjadi incaran pimpinan CandM itu.

" Sederhananya, Sohee juga ikut menyokong CandM, selain itu Sohee dan Hyerim juga bersahabat. Kau baca artikel yang pastinya membuat mereka meradang"

" Pimpinan Big, Tuan Park akan menikahi sekretarisnya ditambah ibunya juga memberi restu dengan mudah. Artikel itu keluar 2 bulan yang lalu. Aku rasa inilah penyebab kenapa Hyerim dan Sohee menyerang noona-mu" jelas Minjae lagi.

" Sialan mereka! Mereka pikir nyawa seseorang bisa mereka mainkan seenaknya"geram Taehyung.

" Tenanglah, aku akan membantumu dengan mencari bukti lebih banyak. Sekarang kita lihat dan kita lakukan apa yang dilakukan untuk halangi rencana mereka selanjutnya. Jungkook-hyung masih ada di Big, itu berarti Sohee masih mengincarnya, kau mengerti?" Taehyung mengangguk. Minjae memang selalu bisa diandalkan.

..

" Lihat, Noona-mu sudah ada di atap!" Minjae memecah keheningan mereka. Taehyung langsung mendekat ke arah Minjae yang sudah duduk di depan monitor yang menampilkan CCTV yang ada di seluruh bagian Perusahaan. Di layar itu mereka melihat Jungkook menghampiri Eunwoo yang sudah sampai dahulu.

"Bagaimana jika mereka kembali bersama?" tanya Minjae random. Jujur saja, Minjae sangat penasaran dengan apa yang di rasakan Taehyung untuk Jungkook. Sebelumnya Taehyung tidak pernah sepeduli itu kepada orang lain selain keluarga dan sahabatnya.

"Tentu saja aku akan senang, noona-ku harus bahagia. Aku tidak bisa melarang jika sebenarnya Eunwoo tidak bersalah disini" jawab Taehyung tenang.

"Benarkah?" Taehyung hanya menjawab dengan gumaman. Tapi memang pada dasarnya Minjae tahu apa yang dirasakan Taehyung. Taehyung berbohong, tentu saja.

"Apa kau bisa membuat kita mendengar apa yang mereka ucapkan?" tanya Taehyung. Mereka berdua hanya melihat video tanpa suara. Eunwoo terlihat seperti menjelaskan sesuatu kepada Jungkook, terlihat serius sekali.

" Kita sudah melihat mereka dan kau masih ingin menguping juga?" tanya Minjae.

" Ya! Kenapa kau selalu mengerjakan hal setengah-setengah, intinya kau bisa atau tidak?" tanya Taehyung balik. Taehyung hanya membuat Minjae melakukan apa yang ia minta, karena Minjae sangat anti diremehkan. Taehyung akan selalu mengatakan seperti itu jika Minjae tidak bisa untuk mendapatkan apa yang Taehyung mau.

"Kau meremehkanku bangsat!" umpat Minjae. Minjae mengetikkan coding program tertentu yang Taehyung tidak mengerti. Setelah itu, terdengar suara Eunwoo yang menjelaskan sesuatu kepada Jungkook di layar.

"Maafkan aku, Kookie!" Eunwoo berusaha mendekat ke arah Jungkook yang terus mundur saat Eunwoo berusaha mencapainya.

"Aku salah, tentu saja. Dan kau pasti benci aku. Tapi aku tidak tahu apa yang dilakukan Hyerim-Sajangnim akan menjadi separah ini. Aku tidak tahu jika dampaknya sangat buruk terhadapmu. Aku benar-benar minta maaf Jungkook" Eunwoo mengatakan dengan perasaan penuh sesal.

"Jangan berbelit!" teriak Jungkook. Air matanya sudah mulai mengalir dari mata bulatnya.

" Aku dipaksa oleh Hyerim-Sajangnim untuk membuatmu di pecat dari Big, dan aku melakukan itu untuk melindungimu, kau harus mengerti jika aku melakukannya agar kau tidak terluka Jungkook. Aku sangat mencintaimu" ucap Eunwoo frustrasi

"Ani! Kau menyakitiku Eunwoo!" Jungkook menghapus kasar airmatanya.

"Aku ingin melepas kontrak dari CandM, sementara Sejeong harus melunasi hutangnya kepada Hyerim-Sajangnim untuk membayar rumah sakit ayahnya. Kami tidak tahu jika perbuatan kami akan menyakitimu seperti ini Jungkook!" EunwoO juga ikut menangis melihat Jungkook yang sudah sesegukan.

"Aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kau disakiti oleh mereka. Aku tidak mau!"

"Aku hanya ingin menyampaikan kenapa aku melakukan ini, aku tidak mau kau terus terpuruk. Aku akan pergi malam ini" Eunwoo baru saja akan melangkah meninggalkan Jungkook. Tapi Jungkook langsung mengejar dan memeluk Eunwoo dari belakang.

"Kau mau kemana?" tanya Jungkook.

"Paris, aku akan belajar Akting disana. Aku justru mendapat beasiswa dari Big untuk kelas Akting selama setahun, padahal aku adalah anggota Management CandM. Aku akan pergi hingga kau tidak perlu di salahkan oleh orang-orang lagi" Eunwoo berbalik dan memeluk erat Jungkook. Sekeras apapun Jungkook, Jungkook tetaplah Jungkook yang baik. Jungkook yang dulu mencintai Eunwoo.

"Aku pasti akan merindukanmu" ucap Jungkook suara serak.

"Kau sudah memaafkanku?" Jungkook mengangguk di dalam dekapan Eunwoo.

"Aku akan memberikanmu kabar setiap hari, kau tidak usah khawatir, aku akan baik-baik saja dan kau harus juga"

"Tentu saja aku baik-baik saja. Karena aku adalah Jeon-strong and charming-Jungkookie. Eunwoo-ya, kembalilah setahun lagi, kau akan selalu menjadi temanku" ucap Jungkook. Karena untuk kembali rasanya sangat berat dan tidak akan mungkin dilakukan.

..

"Kau mengatakan rela jika mereka kembali bersama, tapi kau bernafas lega saat mendengar noona-mu memutuskan hanya berteman dengan Eunwoo" sindir Minjae.

"Kenapa kau sangat repot dengan hidupku Jae, yang menggajimu adalah Daddy-ku bukan aku, jadi kalau ada orang yang harus kau pedulikan adalah beliau bukan aku" jawab Taehyung.

"Bangsat kau!" Minjae selalu siap untuk mengumpat di depan Taehyung.

Ponsel Taehyung berbunyi, Jaehyun yang meneleponnya. Menyuruhnya agar segera ke studio foto, dia disuruh bersiap-siap untuk mengganti baju dan make-up.

"Jae, aku pergi dulu!" Minjae hanya mengangguk, kembali ke pekerjaannya untuk memantau layar. Dia saja tidak menyangka sangat menyenangkan bekerja dibagian ini.

"Kerja yang benar, jangan makan gaji buta! Jangan mempermalukanku karena sudah menjual namaku kepada Daddy-ku" Taehyung melempar kertas coretan yang sudah ia remas ke kepala Minjae.

"Brengsek kau Kim!"

"Kau juga Kim bodoh, berarti kau juga brengsek!" ucalTaehyung santai keluar dari sana, meninggalkan Minjae yang sedang misuh-misuh tidak jelas.

.

.


"Hyung, khusus buat hari ini kau saja yang mengurusku ya" Taehyung duduk manis di depan Jimin yang tengah menghapus make-up Yoongi.

"Tumben sekali. Rasanya kemarin ada yang bersikeras hanya ingin di urus oleh Jungkook" sindir Minki di belakangnya. Pemuda cantik itu tengah membantu Jaehyun untuk merapikan pakaian yang dia pakai.

" Hanya hari ini hyung!" jawab Taehyung.

" Diurus Jeonghan saja, kau tidak lihat aku sedang sibuk?" Jimin menatap Taehyung yang menggeleng seperti anak kecil.

" Tidak mau!"

" Dasar bayi besar Jungkook! Pasti dia sangat kerepotan mengurusmu" ucap Jeonghan yang duduk di depannya. Yoongi hanya tersenyum kecil melihat perseteruan antara mereka.

"Taehyung memang tidak bisa di sentuh sembarang orang hyung"Yoongi membela Taehyung yang diam saja di olok-olok oleh manager mereka.

"Semacam phobia?" Minki meletakkan tangannya di pundak Taehyung, tapi Taehyung langsung bergeser reflek.

"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Jeonghan. Seingatnya Taehyung sebelumnya tidak seperti itu, apalagi dengan Jungkook.

"Aku hanya merasa tidak nyaman, hyung. Apalagi kalau ada orang yang menyentuh wajahku" jawab Taehyung.

"Tapi waktu itu kau menggendong Sejeong" ungkap Jimin. Mereka berkumpul di dekat Taehyung. Jimin, Jeonghan dan Minki. Daehwi dan Seungkwan tengah sibuk mencari pakaian untuk mereka selanjutnya.

" Saat seseorang panik kemungkinan ia akan melupakan trauma atau phobianya, itu secara alamiah terjadi kepada setiap manusia" celetuk Minhyun yang datang bersama Jin. Minhyun memang diminta oleh Jin untuk membantunya dalam mengurus beberapa berkas penting management.

"Kurekkuna! Tapi dengan Jungkook, Taehyung tidak mengalami panik sedikitpun saat bersentuhan dengan Jungkook" ucap Minki.

"Aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu hyung" jawab Taehyung. Ia sudah berada di depan Jimin. Sebenarnya ia sedikit menahan nafas saat Jimin membubuhi wajahnya dengan bedak.

"Bernafas Tae, rileks!" Yoongi tahu jika Taehyung sedang menahan diri untuk menyingkirkan tangan Jimin yang ada di wajahnya. Entah kemana Jungkook pergi, sepertinya Taehyung terpaksa melakukan ini.

" Hyung, mianhae. Apa boleh aku menutup mataku?" Jimin mengangguk. Tidak mungkin ia melarang Taehyung untuk melakukan itu, dia tidak mau mengambil resiko Taehyung pingsan jika seperti ini terus.

" Saat bersentuhan dengan kalian, Taehyung baik-baik saja?" tanya Jeonghan kepada Yoongi. Yoongi mengangguk.

"Kami butuh waktu lama untuk bisa kontak fisik dengan Taehyung. Mungkin tubuhnya sudah terbiasa dengan kami. 3 tahun satu asrama mungkin kulitnya merasa baik-baik saja meski awalnya dia terus menghindar saat kami tidak sengaja bersentuhan" jelas Yoongi.

"Intinya Taehyung terbiasa dengan orang tersebut, baru dia bisa dengan sentuhan dari orang itu. Dia mungkin baru merasa aman setelah mengenal dekat orang itu" simpul Minhyun. Pemuda putih itu memang kuliah di jurusan Psikologi, jadi dia cukup mengerti.

"Aku pernah dilukai teman sekelasku sewaktu sekolah dasar hyung, dia menggores wajah dan lenganku dengan pisau, dari saat itu aku tidak bisa orang lain menyentuhku, rasanya tidak nyaman sekali" tanggap Taehyung.

"Apa kau saat dengan anak kecil juga seperti itu?" tanya Minhyun lagi, Taehyung menggeleng. Ia hanya tidak bisa disentuh orang dewasa.

" Karena Taehyung merasa anak kecil tidak akan bisa menyakitinya, jadi Taehyung tidak merasa risih. Berarti Taehyung itu trauma"Minhyun mengamati wajah Taehyung yang tengah dioles Jimin.

"Tampan sekali!" puji Minhyun.

"Jadi itu alasan mengapa kau meminta Jungkook menjadi stylist pribadimu?" Taehyung kembali mengangguk, menjawab pertanyaan Minki.

"Berarti Taehyung menganggap Jungkook tidak berbahaya seperti anak kecil, Waaaah!" ucap Jimin.

" Astaga, kenapa Taehyung tanpa cela sekali?" puji Minki. Minki merupakan staff utama dalam pometretan, membantu para manager mengurus modelnya.

" Hei, dihatimu masih ada Jonghyun kan?" tanya Seongwoo yang mendadak berada disampingnya. Taehyung tengah fokus dengan apa yang ia lakukan, berpose di depan kamera. Untuk Yoongi dan Taehyung berpose dengan gaya cool bukanlah hal yang sulit.

"Jujur saja, kau juga pasti mengagumi pahatan sempurna yang ada di depan kita ini" balas Minki kepada sahabatnya. Seongwoo mengangguk, siapa yang tidak terpesona dengan Taehyung, wajah tampan dan tubuh sempurna adalah perpaduan yang tidak bisa dilewatkan sedikitpun untuk mata mereka yang butuh vitamin.

" Terus saja mengagumi sahabatku, akan aku adukan kau kepada Jonghyun-hyung, Minki-hyung. Aku marah kepadamu Ongie!" ucap Daniel yang baru bangun. Baru bangun tidur ia sudah melihat pemandangan orang-orang terpesona dengan shoot Taehyung.

" Aigoo, Danik sudah bangun!" Seongwoo menuju pacarnya, duduk diatas pangkuan Daniel. Memeluk dan mengecup bibir Daniel yang sedang cemberut.

" You know, I just fell in love with you Darl" pipi Daniel bersemu karena kalimat sederhana Seongwoo.

" Damn! Aku tidak bisa marah kepadamu Ong!" Daniel langsung menyerang bibir Seongwoo dengan ciuman bertubi-tubi.

" Mereka selalu saja mengumbar, Sialan!" umpat Minki.

.

.


"Hyung, kesini sebentar!" Jungkook yang mengamati Taehyung sedang shoot dengan Mingyu dan Yoongi harus mendekat ke arah Daniel. Taehyung juga melirik sebentar ke arah Jungkook yang sedang berjalan ke dekat Daniel di sofa sudut ruangan.

Taehyung sangat senang saat Jungkook pulang dari kencan dadakan dengan mantan pacarnya. Sewaktu tiba di studio, Jungkook langsung mengurus Taehyung, dari berganti pakaian selanjutnya sampai mengurus make-up Taehyung yang harus diperbaiki.

"Ini nomor ponselmu?" tanya Daniel langsung. Jungkook melihat nomor yang ada diponsel Daniel, mendikte digit angka yang tertera disana.

" Benar, eh tunggu dulu, bukan! ini bukan nomorku. Sekilas memang mirip tapi bukan angka delapan disini Dan, punyaku angka sembilan. Memangnya ada apa?" tanya Jungkook. Daniel pun membuka pesan dari nomor yang mengaku nomor Jungkook tersebut. Disana ada foto Taehyung yang terlihat memegang pinggang Seongwoo dan sebuah pesan yang terkesan mengompori Daniel.

"Jadi nomor ini mengaku Jungkook dan melaporkan jika Taehyung dan Seongwoo-hyung pelukan? Daniel kau harus percaya jika ini bukan aku. Aku berani sumpah!" ucap Jungkook serius. Dia tidak mau disalahkan atas apa yang tidak pernah ia lakukan.

"Hei hei Daniel Kang! Aku merindukanmu padahal hanya pergi sebentar" Seongwoo langsung melompat ke punggung Daniel. Daniel yang tidak siap hampir saja terjungkal ke depan karena kesayangannya itu.

"Kalian membicarakan apa? Kenapa serius sekali?"

"Lihat apa kalian?" Seongwoo turun dari punggung Daniel dan langsung menyambar ponsel Daniel yang ada di tangan Jungkook.

"Oh My!" Seongwoo menganga melihat apa yang ada disana.

"Holly shit!" Taehyung melakukan apa yang dilakukan Seongwoo, merampas ponsel Daniel karena mereka terlihat sangat serius.

"Daniel! Daniel! Aku tidak melakukan ini, aku tidak pernah selingkuh dengan Taehyung, meskipun Taehyung tampan tapi aku masih merasa puas dengan penismu sungguh!" mendengar pembicaraan laknat terkesan polos dari bibir cerewet Seongwoo membuat semua orang yang ada disana menatap mereka berempat.

Jimin dan Yoongi langsung menarik Daniel dan Seongwoo keluar dari sana. Spontan membuat yang ada di studio itu menggeleng sebelum melanjutkan aktivitas mereka.

Young blood sudah selesai melakukan shoot untuk hari ini, di tutup dengan shoot Taehyung, Yoongi dan Mingyu. Kegiatan studio dilanjutkan dengan pemotretan produk dengan model Taeyong, Winwin, Bambam dan Sungjae. Hal itu membuat Jaehyun dan Lucas harus duduk kembali di sofa melihat shoot orang-orang yang menarik hati mereka.

Taehyung dan Jungkook juga mengekor di belakang Yoongi dan Jimin yang membawa pasangan Daniel dan Seongwoo ke sebuah ruang rapat kosong.

"Jadi apa yang terjadi?" tanya Yoongi serius.

"Tae, kau selingkuh dengan Ongie?" tuntut Daniel yang di geleng oleh Taehyung. Taehyung menggenggam erat tangan Jungkook yang ada di sampingnya. Sementara Jimin sudah mengambil ponsel Daniel yang ada ditangan Seongwoo, penasaran apa yang membuat mereka bermasalah.

"Ani! Kenapa aku selingkuh dengan kekasihmu? Aku tidak melakukannya!" ucap Taehyung membela diri.

"Apa ini Editan?" ucapan Jimin membuat mereka menatap Jimin. Yoongi yang ada disampingJimin langsung ikut melihat foto yang di zoom in dan zoom out oleh Jimin.

"Itu asli! Lihat baju mereka, sama dengan yang di foto" tanggap Yoongi. Jimin mengangguk setuju.

" Itu memang foto asli. Aku memang memeluk Seong—Aw bodoh aku belum selesai bicara!" Taehyung sembunyi di belakang Jungkook, menghindar dari pukulan Daniel yang terlihat sangat murka sekarang. Jungkook bahkan juga ikut mengelus kepala Taehyung yang menjadi pelampiasan kemarahan Daniel.

"Aku memang memeluk Ongi-hyungmu, jika tidak kepalanya akan pecah. Kau mau pacarmu mati? Aw—astaga kenapa pasangan ini brutal sekali!" kali ini Seongwoo yang memukul kepala Taehyung yang dapat ia jangkau. Enak saja mendoakan Seongwoo mati, yang ada nanti dia tidak bisa menikmati penis Danielnya.

"Danik, aku hampir terpeleset di tangga, Taehyung membantuku agar tidak terjatuh!" ucap Seongwoo. Dia mencoba menggenggam tangan Daniel yang terus menepisnya dari tadi.

"Guys, intinya foto ini asli dengan kejadian Taehyung yang membantu Seongwoo-hyung. Yang aneh adalah nomor ini mengaku Jungkook-hyung, dan menuduh mereka selingkuh" tanya Yoongi. Mereka menatap Jungkook.

"Bukan aku pelakunya" ujar Jungkook.

"Iya memang bukan kau, itu bukan nomormu" lanjut Jimin. Jimin hafal nomor Jungkook. Ia melakukan itu agar sewaktu-waktu jika membutuhkan bantuan Jungkook dan ia tidak punya ponsel, maka ia bisa menghubungi Jungkook dimanapun dan kapanpun dengan bantuan ponsel orang lain.

" Nomor itu mencoba membuat noona menjadi provokator dan ingin mangadu aku dan Daniel, atau Daniel dan Ongie-hyung" ucap Taehyung menganalisa.

"Menyalahkan Jungkook dan mencoba membuat Jungkook sebagai seorang pengadu domba? Siapa yang berani berbuat seperti itu" tanggap Jimin lagi.

"Kita tunggu saja dulu, nomor ini mungkin akan mengirimkan pesan lagi nanti dan setelah itu baru kita selidiki" ucap Yoongi. Yang ada disana mengangguk. Mereka memutuskan untuk bubar.

"Noona, temani aku makan!" ajak Taehyung.

"Kau pasti belum makan makan dari tadi kan? Bagus sekali kau melewatkan makanmu Kim, kau baru saja sembuh" omel Jungkook. Taehyung hanya menyengir kemudian menarik tangan Jungkook, menuju lift untuk ke lantai dasar, tempat kantin Perusahaan berada.

.

.

Tepat pukul sembilan pagi, semua orang yang ada dilantai 6 yang merupakan management CandM berkumpul melihat pertengkaran dua orang model dibawah naungan Big Dream. Di depan lift, Taehyung dan Daniel berkelahi, baku hantam satu sama lain.

" Sudah ku bilang, jangan mengganggu pacarku, kau jatuh cinta kepada Ongie-ku?" tanya Daniel tersulut. Dia sangat benci saat ada orang yang mengirimkan foto Taehyung dan Seongwoo bersama. Semua orang yang ada disana hanya melihat, tidak berani melerai. Sudut bibir Taehyung berdarah, pukulan Daniel tidak tanggung-tanggung. Keadaan keduanya sama-sama kacau.

" Kau mau apa jika aku menyukai pacarmu?" pancing Taehyung, Daniel baru saja akan memukul Taehyung lagi, tapi dua orang penting di CandM melerai mereka.

" Kenapa kalian berkelahi disini?" tanya Hyerim.

" Dia mengganggu pacarku!" Daniel menunjuk Taehyung dan menatap pemuda Kim itu dengan tajam.

" Aku mendapatkan pesan dari Jungkookie-hyung, dia mengirimkan foto Taehyung dan Seongwoo-hyung sedang berkencan di belakangku" cerita Daniel.

" Jungkook? Jeon Jungkook?" Daniel mengangguk. Sohee tersenyum penuh kemenangan menatap Daniel.

" Kau tahu Jungkook hanya mengadu domba kalian. Dia tidak baik sama sekali. Kalian tidak berniat mengeluarkannya dari Perusahaan kalian setelah kalian dibuat berkelahi seperti ini?" tanya Sohee.

" Aku sedang menanyakan kekasihku apakah berkencan dengan Taehyung, bukan tentang Jeon Jungkook, ahjumma!" teriak Daniel. Taehyung tersenyum ke arah Sohee, di belakang Sohee ada seorang gadis yang menatapnya penuh senyuman.

" Halo Jung Chae-yeon, aku rasa kau bisa menjelaskan semua!" ucap Taehyung dengan seringai jahatnya.

" Apa maksudmu Taehyung-sshi?" tanya gadis itu polos.

" Dia siapa?" tanya Hyerim kepada Daniel dan Taehyung.

Pintu lift terbuka, Yoongi, Jimin, Jungkook, Minhyun dan Seongwoo keluar dari sana.

" Dia adalah orang yang kalian suruh untuk mengikuti Seongwoo dan Taehyung, dia juga yang mengaku menjadi Jungkook" ucap Jimin.

" Aku tidak! Bukan aku!" teriak Chae-yeon.

" Kau tidak pernah terdaftar sebagai magang di Big Dream. Kau berkeliaran di management kami. Aku tahu kau dapat akses dari pimpinan CandM tanpa sepengetahuanku" ucap Minhyun menatap remeh kepada gadis yang sudah bergetar dibelakang Sohee.

" Kau pikir aku bodoh? Aku dan Taehyung sudah cukup berteman lama, aku tidak percaya sama sekali jika Taehyung merebut pacarku. Ahjumma! Kenapa bermain kotor untuk menghancurkan karir kami?" tanya Daniel kepada mereka berdua. Orang management CandM mundur teratur, meninggalkan dua petinggi mereka dan Chae-yeon.

" Aku akan memperkarakan kalian kepada Sajangnim. Aku rasa kalian perlu ditegur karena mulai bermain dengan Big Dream!" ucap Minhyun lagi. Dia tidak takut dengan kedua wanita yang tengah menatap mereka dengan tatapan marah. Rencana mereka diketahui.

" Aku punya bukti. Kalian mempermainkan kami semua, kalian ingin menghancurkan kami, Aku tidak akan diam!" ucap Yoongi. Taehyung dan Jungkook tersenyum melihat dua orang itu mulai takut.

" Ayo pergi. Biar Sajangnim yang mengurusnya, urusan kita sudah selesai dengan mereka" ucap Jimin mengajak mereka pergi dari sana.

.

.


Flashback on

" Jungkook tidur disini?" tanya Seungkwan, pemuda manis itu membantu Mingyu menyusun pakaian yang akan di pakai besok pagi untuk pemotretan. Dia akan keluar dari Dorm pemuda-pemuda tampan itu. Vernon, kekasihnya sudah menunggu di dalam apartemennya.

Jungkook mengangguk. Taehyung rewel tidak bisa ditinggal, pemuda tampan itu mengekori Jungkook terus. Jimin tidur ditempat calon tunangannya dan Jungkook juga tidak mau sendiri, maka jalur menginap di dorm Young blood akhirnya ditempuh.

" Iya hyung, Taehyung tidak bisa ditinggal, lagipula besok dia juga ada shoot pagi diluar" Seungkwan mengangguk mengerti.

" Beres! Jangan lupa membangunkan Mingyu besok pagi ya Kookie, dia susah sekali bangun, Aku pergi dulu, Vernon sudah menanti dari tadi"Seungkwan meninggalkan mereka. Anggota Young blood banyak yang keluar, menyisakan Guanlin yang di temani oleh Jihoon dan Taehyung yang membaca buku pelajarannya. Jungkook sendiri sedang duduk di dekat Taehyung, memainkan permainan di ponselnya.

" Kau tidak pergi main keluar juga?" tanya Jungkook, tanpa mengalihkan pandangannya kepada Taehyung. Taehyung menatap Jungkook, lucu sekali melihat Jungkook yang kadang-kadang tersenyum senang saat menang, dan berteriak histeris saat kalah.

" Aku tidak mau keluar, kau kan tidak kuat dingin" ucap Taehyung. Jihoon yang mendengar ucapan Taehyung, mendekat ke arah mereka.

" Aigo! Kau sangat perhatian hyung, andai saja pacarku seperti itu" sindir Jihoon kepada Guanlin. Guanlin hanya mendengus mendengar ucapan Jihoon, kekasihnya memang selalu seperti itu, suka sekali menyindirnya.

" Haha, kau disindir Lin" ucap Taehyung menertawakan sahabatnya.

" Sudah Ji, jangan melakukan itu. Guanlin sangat mencintaimu, kau saja yang tidak tahu" ucap Jungkook. Guanlin tersenyum senang karena dibela Jungkook.

" Sialan! Senang sekali kau dibela Kookie-hyung" Jihoon langsung menimpa badan Guanlin yang tengah tidur di atas sofa. Mereka bergelut dengan saling menggelitik satu sama lain.

" Tae, ayo cari milkshake dekat sungai Han" ajak Jungkook. Dia memang lagi ingin minum minuman berperisa strowberi yang sangat menggiurkan.

" Sekarang? Sudah jam sembilan noona, kau yakin kita keluar?" Jungkook mengangguk mantap. Taehyung bangkit dan bersiap, Jungkook bersorak senang melihat Taehyung yang mau dengan ajakannya.

"hyung, aku juga titip ya. Rasa Vanilla blue" ucap Jihoon.

" Aku juga hyung!" Guanlin tidak mau kalah dengan kekasihnya.

" Guanlin rasa coklat ya hyung" ucap Jihoon. Langsung saja pipi Jihoon dicubit oleh Guanlin.

" Kekasihku sangat pengertian, selalu tahu inginku" ciuman-ciuman kecil mendarat dipipi Jihoon. Taehyung dan Jungkook hanya menggeleng sebelum mereka pergi.

Jungkook menggunakan hoodie hitam Taehyung, sementara Taehyung memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya.

..

Mereka sampai di sungai Han, Jungkook langsung berjalan ke arah kios yang ramai pengunjung. Jungkook ikut antri dengan Taehyung disampingnya. Taehyung sangat senang karena ia cukup jarang ketempat ramai seperti ini.

" Kau mau rasa apa?" tanya Jungkook. Taehyung membaca nama minuman yang ada di papan menu.

" Choco caramel saja noona!" ucap Taehyung yang berbisik di samping Jungkook. Jungkook langsung memukul lengan Taehyung. Tiba-tiba saja membuatnya merinding.

" Oh, Seongwoo-hyung dan Bambam juga melakukan pemotretan di dekat sini, kita kesana?" Taehyung mengangguk, dia sedang menikmati milkshake-nya, tautan tangannya dengan Jungkook tidak pernah ia lepaskan dari Jungkook. Jungkook juga tidak melepaskannya, nyaman saja. Orang-orang yang melihat mereka seperti melihat sepasang kekasih yang sedang kencan dan lagi dalam masa bahagia.

Mereka berjalan ketempat yang diberitahu oleh Bambam.

" Woi !" Jungkook mengejutkan Bambam yang tengah duduk istirahat di salah satu bangku yang berada di pinggir sungai. Mereka tengah istirahat sebentar sebelum mengemasi barang mereka.

" Kau datang, ini untukku?" Jungkook mengangguk. Ia juga membelikan Bambam, Seongwoo, manager mereka dan kekasih Seongwoo milkshake dengan berbagai rasa.

" Seongwoo-hyung mana?" tanya Jungkook. Bambam menunjuk ke arah kiri mereka, disana ada Seongwoo yang tengah bicara dengan Youngjae, manager Bambam. Daniel sedang duduk memakan snack yang ia punya dan bermain game di ponselnya.

Jungkook mengajak Taehyung menghampiri Seongwoo, sementara Bambam akan melepas rindu dengan kekasihnya melalui Video call sebentar.

" Hyung!" Jungkook memeluk Seongwoo.

" Masih lama hyung?" tanya Jungkook, Seongwoo menggeleng. Shoot harus dihentikan karena ada beberapa faktor penyebab. Dan dilanjutkan esok hari.

" Pulang bersama saja nanti" Jungkook mengangguk. Dia memberikan milkshake kepada mereka, Jungkook juga menghampiri Daniel yang duduk dibawah pohon, sementara Taehyung ikut larut dalam pembicaraan dengan Seongwoo dan Youngjae.

" Ini Dan!" Jungkook memberikan kepada Daniel. Daniel tersenyum dan menerima minuman dingin itu.

" Dengan Taehyung kesini hyung?" Jungkook mengangguk. Ponsel Daniel berbunyi, ada pesan masuk.

" Hyung ! nomor itu kembali mengirim foto" Daniel memperlihatkan ponselnya kepada Jungkook. Sebuah foto Taehyung dan Seongwoo yang terlihat tertawa di pinggir sungai Han, di sudut yang hanya terlihat mereka berdua tanpa adanya Youngjae.

" Astaga! Siapa sebenarnya dia?" tanya Jungkook tidak percaya. Beberapa saat kemudian ponsel Daniel berbunyi, Yoongi meneleponnya.

" Dan, kau dimana?"

" Aku sedang di sungai Han hyung, menemani Ongie-hyung shoot, tapi sudah selesai"

" Kau bisa kembali ke Dorm, ini soal nomor yang mengaku Kookie-hyung. Minjae sudah mendapatkan data orangnya, dan siapa yang mengerjai kita"

" Siapa hyung?"

" Pulanglah, dan aku akan menceritakan semuanya. Jiminie juga sudah disini. Aku akan menghubungi Taehyung"

" Tidak usah hyung, Taehyung dan Kookie-hyung ada denganku. Kami akan kesana"

Panggilan mati. Daniel mengajak mereka semua pulang karena keadaan darurat ini.

..

Mereka semua berkumpul di dorm Young blood. Anggota Young blood hadir semua, ditambah dengan Jungkook, Jimin, Seongwoo, Bambam, Minki, Jihoon, Minhyun dan Hyungseob yang ikut rapat darurat.

" Ada apa hyung?" tanya Jaehyun kepada Yoongi. Yoongi pun menceritakan semuanya kepada mereka.

" Astaga, siapa yang berani berbuat seperti itu?" celetuk Hyungseob yang duduk di sebelah Woojin. Jihoon di sampingnya tengah bersandar di dada Guanlin, meminum Milkshake yang dibelikan oleh Jungkook tadi.

" Namanya Chae-yeon, seorang magang di studio Big Dream" ucap Yoongi.

" Siapa namanya? Aku tidak pernah dengar nama itu" tanya Minhyun. Minhyun tidak pernah menyeleksi orang yang bekerja di Big dengan nama itu. Meskipun sudah menyeleksi banyak nama, setidaknya Minhyun akan pernah mendengar nama orang yang bekerja di Big.

" Jung Chae-yeon hyung" ulang Yoongi.

" Aku tidak pernah menyeleksi dia" ucap Minhyun yakin. Yoongi pun mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada Minhyun, memperlihatkan foto Chae-yeon kepada Minhyun.

" Benar, aku tidak kenal dia dan aku tidak pernah menyeleksi dia untuk bekerja di Big"

" Terus dia siapa? Dan kenapa meneror Daniel-hyung seperti itu?" tanya Jihoon.

" Entahlah, kita akan menanyakan besok kepadanya. Siapa dia, dan bagaimana dia bisa bekerja di Big" ucap Yoongi. Mereka berbicara beberapa kemungkinan siapa gadis itu. Kenapa bisa masuk ke dalam Big Dream dengan mudah.

Semuanya memutuskan bubar. Tapi Yoongi menahan Taehyung, Jungkook, Daniel, Seongwoo dan Jimin.

" Aku dapat info tambahan. Kita harus melakukan sesuatu" ucap Yoongi.

" Chae-yeon sepertinya disuruh oleh Hyerim dan Sohee" lanjut Yoongi.

" Kenapa dia melakukan itu?" tanya Seongwoo.

" Selain dendam pribadi dengan Jungkook-hyung, dia juga ingin menghancurkan Young Blood. Mereka tidak ingin Big Dream Berjaya" jelas Yoongi. Yoongi menatap Jungkook dan Taehyung.

" Maaf, tapi aku memaksa Minjae menceritakan masalah kalian. Aku harus tahu masalah Taehyung dan kau hyung" ucap Yoongi. Jungkook dan Taehyung hanya mengangguk mengerti. Sohee kini tidak hanya ingin menganggu Jungkook, tapi juga anggota Young blood, jadi Taehyung tidak keberatan jika Yoongi mengetahuinya.

" Kita buat rencana seolah-olah kalian bertengkar besok di Perusahaan, tepat dilantai dimana mereka berada dan kita bongkar semua rencana mereka. Bagaimana?" tanya Yoongi.

" Aku setuju saja" tanggap Seongwoo.

" Aku juga setuju hyung. Hubunganku sedang diganggu oleh orang-orang licik. Tae, kau harus setuju, noona-mu terus diganggu" ucap Daniel.

" Iya hyung, ayo kita selesaikan semua ini sebelum semakin besar" ucap Taehyung. Dan mereka harap berhasil mengenai apa yang mereka rencanakan.

Flashback Off


.

.

" Jangan bermain api jika kalian takut hangus terbakar kemudian menjadi abu" ucap Taehyung kepada mereka berdua.

" Oh, bukan aku yang seharusnya kau waspadai noona, tapi adalah orang yang sangat Chanyeol-sajang cintai. Orang yang sedikitpun tidak bisa kau sentuh" bisik Jungkook kepada Sohee, Jungkook menyeringai mengejek mereka sebelum menyusul Taehyung, meninggalkan Sohee dan Hyerim yang menggeram marah.

.

.

To be Continued.


.

.