Hurt
Cast : kyungsoo, exo member lainnya
Genre : Hurt, friendship
Rete : T
Warning : YAOI, plot pasaran,
Selamat membaca
.
.
.
.
.
Pagi ini kyungsoo terbangun dengan wajah yang benar-benar menyedihkan. Mata bulat miliknya semakin membesar efek menangis semalam suntuk dan juga hidungnya memerah karena terlalu banyak diusak kasar.
"kau sudah bangun chagi? Duduklah sebentar lagi appa mu akan turun"
Pria imut itu hanya menggangguk tanpa menjawab perintah sang eomma, dengan malas-malasan ia mendudukan bokongnya pada bangku kedua disisi meja makan. Tentu saja susunan itu adalah yang biasa terjadi kala ia berada dirumah. Kursi pertama akan ditempati ayahnya lalu bersebrangan dengan kyungsoo akan menjadi kepemilikan ibunya.
Wanita paruh baya yang mengandungnya itu datang dengan membawa piring penuh roti isi. Diletakannya beberapa sandwich yang baru matang ditengah-tengah meja bersisian dengan piring-piring lainnya yang menghidangkan sosis serta omelet dadar menu sarapan pagi ini. Bersamaan dengan itu terdengar Suara ketukan sepatu semakin mendekat kearah mereka.
"morning. Nice to see you take a breakfast with us now, son"
Kyungsoo tersenyum membalas sapaan dari kepala keluarga Do. Sementara sang appa yang baru menyadari raut wajah berantakan milik putranya hanya bisa menutup mata sejenak dan menghirup nafas dalam, berusaha menetralkan emosi yang tiba-tiba menyerang paginya.
"just stop it, and back to your reality kyungie. Either you're not an idol it doesn't mean you will be poor. Don't forget who you are. you just sit on your chair replace me and handle the company" ucapan tegas sang appa membuat kyungsoo merasa kepalanya semakin berat. Lagi-lagi ayahnya mengungkit masalah perusahaan dihadapan kyungsoo.
Tidak banyak yang tahu jika sesungguhnya main vocal exo tersebut merupakan anak dari salah satu pengusaha sukses dikorea. Pria imut itu sangat tertutup menyangkut persoalan keluarganya dan juga selalu bersikap sederhana selama ini, jadi wajar jika hanya segelintir orang yang mengetahui betapa rich nya seorang kyungsoo.
Sementara itu Mr. Do tidak pernah menyukai pekerjaan yang menjadi pilihan putranya. Kyungsoo adalah putranya dan tentu saja pada akhirnya semua kekayaan yang ia miliki akan menjadi hak namja manis tersebut termasuk perusahaan yang ia bangun. Dan menjadi seorang pengusaha tentu jauh lebih baik dibandingkan profesi seorang idol bagi ayahnya.
Namun karena melihat tekad dan kegigihan sang anak dengan terpaksa ia mengijinkan pria mungil tersebut meraih impiannya, meski ketidakrelaan selamanya akan dipendam. lalu kini melihat putranya tersakiti membuat pria paruh baya yang masih gagah itu menggeram marah. Ayah mana yang tidak akan marah jika melihat anak yang paling dikasihi harus tersakiti ditambah lagi orang yang menyakiti kyungsoo tersebutlah yang membuat sang anak menjadi melenceng dari garis lurusnya.
"aboeji please. We had been done with this issue beforehand" lirih kyungsoo
"yeobo, sebaiknya kita makan dulu masih terlalu pagi untuk berdebat. Lagipula kyungsoo sedang ber'istirahat' jadi biarkan dia menikmati waktu tenangnya disini"
melihat raut memelas putranya serta tatapan 'mohon pengertian' dari sang istri tercinta membuat pemimpin Do tersebut bungkam. Ia pun memilih menikmati makan paginya dengan diam sambil sesekali melirik kearah kyungsoo yang sedang menghabiskannya makanannya.
.
.
.
"apa hyung tahu berapa lama kyungsoo akan menghabiskan waktunya digyeonggi?" minseok yang tengah menonton acara berita pun terpaksa mengalihkan pandangannya kearah salah satu maknae digrup mereka.
"aku tidak tahu jongin ah, tapi kemungkinan tidak akan lama. Lagipula Kyungsoo tahu jadwal kita di china tanggal 9 nanti jadi pastinya dia sudah akan kembali sebelum tanggal 8. Kau ini cerewet sekali. Kenapa tidak langsung menanyakan sendiri pada orangnya sih" pria imut dengan pipi bakpau itu menggerutu kecil. Sementara jongin yang mendengarkan hanya bisa menatap sendu kearah ponsel yang digenggamnya.
"seandainya ia mau mengangkat panggilanku,,," gumam jongin.
.
.
.
"apa kau punya rencana hari ini chagi?" kyungsoo tersentak dari lamunannya. Sementara pelaku yang membuat kyungsoo kaget hanya terkekeh kecil.
"annio eomma, waeyo?"
"nanti siangeomma ada janji dengan bibi shim, apa tidak apa-apa jika kau tinggal sendirian dirumah?"
"aku sudah besar eomma, tidak perlu khawatir. Eomma pergi saja kasihan bibi shim jika harus dibatalkan. Lagipula aku memang berniat kembali kekamar dan beristirahat. Mataku ini sepertinya masih mengantuk"
Nyonya Do hanya tersenyum mendapati sikap kekanakan putranya. Lihat saja kini tanpa malu kyungsoo menyandarkan kepalanya dipangkuan wanita yang ia panggileomma. Dengan lembut disapunya surai hitam milik putra kecilnya.
"boleh eomma memberimu satu nasihat?" alis tebal milik kyungsoo mengerut bingung menatap sang ibu.
"cara terbaik untuk mengurangi rasa sakit adalah dengan menyibukkan diri. kau bisa mendekatkan diri dengan orang-orang yang kau kasihi, seperti keluarga dan sahabat mungkin. Berdiam diri hanya membuat kita larut dengan pertanyaan 'mengapa', 'kenapa' dan 'bagaimana'. Tapi yang sebenarnya harus dilakukan adalah melanjutkan perjalanan ini tanpa menyalahkan sesuatu.Eomma yakin putra eomma yang imut ini sudah cukup dewasa untuk bersikap"
Mata kyungsoo berkaca-kaca mendengar petuah dari ibu kandungnya. Sungguh memang sosok ibu adalah segalanya, disaat-saat seperti inieomma kyungsoo tidak hanya sekedar memberi sandaran bagi putranya tapi juga nasihat dan dukungan yang tiada henti. Kyungsoo tidak akan pernah berhenti bersyukur karena telah dianugerahi seorang ibu sepertinya.
.
.
.
Sebuah area tampak sangat sibuk dengan orang yang berlalu lalang. Banyak dari para staff yang tengah berkutat dengan pekerjaan masing-masing, tujuannya adalah menyiapkan set lokasi yang pas sesuai dengan cerita. Lampu-lampu terpasang pada titik-titik yang sudah ditentukan. Terlihat sutradara tengah berdiskusi dengan penulis naskah serta beberapa artis yang masih dimake up oleh penata riasnya.
Tiba-tiba sebuah truck berawarna hijau masuk kearena syuting tersebut dan berhenti. Dua orang pria yang berada dikursi pengemudi turun dan mulai membuka sisian pintu truck. Pria tersebut mendirikan sebuah banner dengan wajah dari seorang actor yang baru saja akan memulai syutingnya hari ini disamping truck. ketika Beberapa staff mulai mendekat dengan sigap dua petugas tadi melayani. Seorang staff Melirik kearah banner yang memuat gambar pria yang dikenalnya kemudian orang tersebut berteriak.
"oiii,,, sehun ssi Kemarilah. Lihat ada hadiah untukmu"
Merasa namanya disebut sehun pun menengok kearah asal suara tersebut dan terkejut. Dengan masih mempertahankan kekagetannya namja tinggi itupun berjalan mendekati kearah truck yang kini telah ramai didatangi oleh para crew syuting. Pria tampan tersebut berdiri menatap banner yang menunjukan wajahnya serta membaca kalimat yang tertulis disana.
"aigoo, D.o. ssi sangat perhatian sekali ne hingga mengirimkan ini" sang sutradara menepuk pelan bahu sehun. sementara si empunya tersenyum manis. Tidak lama kemudian member termuda itu berlari mencari sosok manajer untuk mengambil ponselnya dan segera mendial nomor seseorang yang telah ia hafal.
"eoddiso? Muncul lah, aku tau ada disini" tanpa berbasa-basi mengucapkan halo, sehun langsung memberondong pertanyaan pada orang yang ia hubungi.
"kenapa kau berpikir aku ada disana? Apa kau sangat mengharapkan kehadiranku eoh? Bagaimana dengan hadiahku, kau sudah menerimanya bukan?"
Sehun berdecih mendengar jawaban dari hyung nya ditelepon.
"don't pretending me, I knew you here. come on hyung show me your pretty face because I miss you so much" selama beberapa detik tidak ada sahutan dari seberang melainkan hanya gelak tawa saja yang terekam. Pria tinggi itupun dibuat kesal.
"close your eyes first and I will come" merasa dipermainkan sehun semakin jengkel. Dengan suara rendah ia menggeram "hyung,,"
"I miss you too, my vampire" Sebuah bisikan mengahampiri telinga sehun membuat sang pemilik berjenggit kaget.
"yak! Hyung kau membuatku hampir terkena serangan jantung eoh" omel sehun namun sedetik kemudian kedua pria dengan tinggi badan yang berbeda itu saling berpelukan.
Hari sudah menjelang sore dan kyungsoo masih betah menghabiskan waktunya berada dilokasi syuting menemani sang maknae, salah satu alasan kyungsoo senang berlama-lama disini adalah karena banyak senyum serta keceriaan yang ia dapatkan. Setidaknya saat ini kyungsoo merasa lebih segar daripada terus berdiam diri dikamar yang ujungnya menyebabkan ia kembali menangis.
"hyung, nanti pulang aku satu mobil denganmu saja yah?"
"miannhae hunnie, aku tidak pulang kedorm hari ini"
"mwo? Kau tidak bermaksud meninggalkan kami kan hyung?" menilik dari pengalaman sebelumnya kini sehun selalu dibayang-bayangi akan kepergian member lain dari groupnya. Sungguh sehun tidak ingin hal itu sampai berulang kembali.
"jangan berpikir macam-macam hunnie, aku akan kembali kegyeonggi karena aku masih punya beberapa hari untuk dihabiskan disana. Kau tenang saja, sebelum kita berangkat untuk jadwal yang dichina aku pasti sudah kembali pulang" usapan halus tangan mungil kyungsoo pada helai rambut sehun membuat pria yang lebih muda merasa tenang.
Inilah yang sehun suka dari kyungsoo. sikapnya yang selalu bisa menenangkan. Kyungsoo sangat berbeda dengan para hyungnya yang lain. Kyungsoo tidak banyak bicara ataupun bertingkah. Pria manis tersebut lebih cenderung diam memperhatikan sekitar. Namun jika terjadi sesuatu tanpa banyak kata-kata kyungsoo akan menjadi orang pertama yang menolong bahkan tanpa diminta sekalipun. Dan sehun menyukai itu.
.
.
.
Kyungsoo kembali kerumah dengan senyum yang masih mengembang, membuat kedua orang tuanya yang tengah berbincang kini menaruh perhatian padanya.
"sepertinya kau senang sekali hari ini kyungie?"
Kyungsoo mendudukan diri disamping ibunya dengan tetap mempertahankan senyum diwajah manisnya.
"ne abeoji, tadi aku kelokasi syuting temanku. Mereka semua menyenangkan dan membuatku banyak tertawa hari ini" terang kyungsoo
"aigoo, eomma senang melihatnya ne,,lalu sekarang apa kau sudah makan? kau mau Eomma membuatkan makanan untukmu"
"tidak perlu eomma ku yang cantik, tadi aku sudah makan malam dengan para kru disana"
Kedua orang tua kyungsoo saling memandang dan tersenyum, tentunya mereka sangat senang bisa melihat putranya kini tampak lebih baik.
.
.
.
"kemarin ia mengirimi truck kopi kelokasi syuting sehunnie, dan sekarang ia mengirimmu hal yang sama baekhyun ah" manajer exo tersebut menepuk pundak salah satu anak asuhan yang terkejut melihat sebuah truck kopi atas namanya.
Setelah Tersenyum lebar lalu dengan segera pria cantik tersebut mendial nomor pelaku pengiriman.
"ohh kyungie mylovely, mybaby, myhoney, bunny, aku sangat terharu dengan hadiahmu ini. Cepat katakan padaku dimana kau sekarang" mendengar suara baekhyun yang bersemangat membuat kyungsoo terkekeh.
"miannhae baekhyun ah aku tidak bisa datang kesana, kuharap kopinya dapat membuat kalian sedikit hangat. Cuaca kurang baik jaga diri jangan sampai sakit"
"yak! Apa maksudmu? Kau curang sekali. Kemarin kau menemani sehunnie syuting dan sekarang menongolkan wajahmu padaku saja kau tidak mau. Kau jahat kyungie" meski tidak melihat secara langsung namun kyungsoo sudah bisa menebak bahwa kini hyungnya itu tengah merajuk dengan bibir yang mengerucut lucu.
"miannhae, hari ini aku akan berkencan dengan eomma. Lain kali aku akan menyempatkan hadir kelokasi dramamu ne"
Cukup lama mereka berbincang hingga seorang wanita paruh baya datang dan tersenyum manis kearah kyungsoo. Setelah menutup panggilan dengan salah satu hyungnya di exo, pria mungil tersebut segera menggandeng tangan sang eomma.
"kenapa tidak mengantarkan hadiah itu seperti kemarin ne? kau tidak kasihan pada baekhyunie"
"gwaenchanh-a eomma, hari ini sengaja sudah kupersiapkan untuk berkencan dengan wanita paling cantik dalam hidupku"
"aigoo, sejak kapan anak eomma yang pemalu ini jadi pandai merayu eoh?
"hahahaha, aku bicara jujur eomma. Oh ya, aku akan mengajak eomma ke yangpyeongotthe?"
"benarkah? Wah,, jadi ingat masa muda eomma dan appamu dulu. Kalau begitu cha, kita berangkat sekarang"
Kyungsoo sengaja memilih daerah yangpyeong sebagai destinasi wisatanya bersama sang ibu, karena disana mereka akan menaiki moda transportasi beroda dua seperti sepeda yang harus dikayuh namun penempatan duduknya mirip seperti becak. Transportasi tersebut berjalan dijalur khusus dan langsung menuju wondeok, sebuah desa dimana ia dan ibunya akan bisa menikmati air yang jernih, udara yang bersih, pegunungan serta sungai. Tentu saja dengan lingkungan seperti itu akan membuat kyungsoo merasa lebih rileks serta memberi semangat baru untuknya.
.
.
.
Hari ini semua member bersiap-siap untuk keberangkatan mereka menuju tiongkok demi menghadiri acara penghargaan top Chinese music award. Kyungsoo tampak casual seperti biasa dengan mengenakan sweater berwarna grey yang dilengkapi topi serta tas dalam nuansa warna all black. Pria mungil tersebut Berjalan bersisian dengan baekhyun. Sementara kim jongin yang berada diurutan akhir baru terlihat akan keluar dari mobil. Dengan dibantu oleh beberapa orang staff serta sang manajer jongin memasuki bandara menaiki kursi roda. Meski rumor berpacaran kaistal masih menjadi topic utama namun tidak mengurangi banyaknya jumlah penggemar yang memenuhi area bandara demi melihat mereka.
Sambil menunggu jadwal keberangkatan pesawat para member sibuk bercanda dengan yang lainnya. Jongin yang memilih menjaga jarak sedikit jauh dari teman-temannya hanya bisa menjadi penonton. Mendengar suara orang terbatuk Kyungsoo segera mengalihkan pandangannya mencari asal suara. Setelah mengetahui darimana lokasi suara tersebut terdengar membuat si namja mungil semakin khawatir. Tentu saja hal itu dikarenakan Saat ini jongin sedang terbatuk-batuk dan tidak ada satupun dari member yang lain mengetahuinya, kyungsoo ingin sekali mendatangi tempat pria tan tersebut namun dirinya masih ragu. Setelah cukup lama bergelut dengan pemikirannya sendiri secara perlahan pria mungil itu mendekati kursi roda jongin dan mengusap perlahan tengkuk 'adiknya'.
"apa kau mau minum?" tawar kyungsoo dengan suara datar.
Jongin yang tengah menunduk karena batuk pun segera mendongakkan kepala. Melihat kyungsoo masih peduli serta memperhatikan dirinya membuat jongin merasa senang hingga mengembangkan senyumnya. Dengan sekali anggukan kyungsoo segera mengeluarkan botol mineral dari dalam tas hitam miliknya. Dirasa sudah cukup membantu jongin namja manis tersebut kembali pergi dan memilih mendudukkan dirinya disamping sehun.
.
.
Sorot lampu, sinar blitz kamera serta gelaran red carpet adalah hal biasa yang akan mereka temui disetiap acara yang bertajuk penganugerahan. Ketika seorang MC dalam Bahasa mandarin memanggil exo, maka dengan sigap para member berjalan berurutan menginjakan kaki mereka diatas red carpet. Berpose menghadap kamera, tersenyum serta mengucapkan beberapa kalimat dalam bentuk pujian atas undangan yang diterima adalah hal wajib yang sudah tertera dalam agenda acara.
Kali ini kyungsoo merasa sedikit beruntung, karena seperti biasa sosok yixing akan selalu menjadi benteng pemisah antara dirinya dan jongin. Pria keturunan cina itu selalu diposisikan antara dirinya dan jongin. Dan namja manis itu sangat bersyukur.
Sebagai satu-satunya member yang fasih dalam Bahasa mandarin maka yixing mengambil bagian untuk menjawab pertanyaan yang biasanya menjadi tugas sang leader. tetapi tidak selamanya kyungsoo merasa aman. Karena meskipun dirinya berhasil ditutupi oleh tubuh tinggi yixing namun kim jongin masih saja berhasil mencuri pandang menatapnya walau hanya sebentar.
Seperti yang saat ini terjadi, disaat yixing tengah menjawab pertanyaan maka jongin dengan dalih menatap sosok pembicara namun pandangan matanya dengan jelas tertuju kearah pria manis yang berada tepat disamping yixing. Mengetahui dirinya tengah dipandang oleh pria berkulit tan kyungsoo memutar bola matanya dan mengalihkan wajahnya dari tatapan tajam tersebut.
Namja manis itu mengumpat dalam hati akan hal yang baru saja dilakukan dongsaengnya. Tidakkah kim jongin tahu bahwa setiap hal yang dilakukannya hanya semakin membuat kyungsoo merasa tersakiti. Sudah cukup bagi kyungsoo selama ini terbodohi oleh sikap manis main dancer exo tersebut dan ia tidak ingin menambah deret list kenaifannya. Setelah sesi waktu wawancara berakhir para member dipersilahkan memasuki ketempat acara, maka kyungsoo memilih segera memacu langkahnya lebih dulu meninggalkan sosok jongin yang berada dipaling akhir. jika orang lain yang melihat pemandangan seperti ini pastinya akan menerka-nerka. Karena tidak biasanya sosok kyungsoo yang selalu perduli dan penuh perhatian terhadap 'adiknya' kini tergambar dengan jelas menghindari kim jongin.
.
.
Jongin duduk diatas kursi yang ditempatkan dibagian belakang panggung, sementara para member yang lain melakukan atraksi dance sebagai pengiring lagu anyar mereka. Ketika tiba waktunya bagi EXO mengucapkan sapaan terhadap para penggemar dengan segera para member membuat formasi seperti biasa. Namun karena kondisi yang masih sulit berjalan membuat kim jongin sedikit kesulitan dalam melangkah. Kyungsoo yang melihat hal itu harus mati-matian menahan keinginan untuk menopang pria yang masih ia cintai. dirinya menguatkan hati untuk berusaha tidak perduli pada apapun kesulitan yang dialami oleh pria tan. Hingga saat dimana jongin yang hendak duduk membuat kyungsoo secara spontan memegang crutch milik 'adik'nya. Namja mungil itu merutuk dalam hati akan tindakan tiba-tibanya barusan. Bagaimanapun dia tidak boleh jatuh kembali untuk jongin.
Dengan semua rutinitas padat yang dimiliki para member exo waktu istirahat adalah hal yang paling dinanti-nanti, semua kelelahan mulai dari Waktu penerbangan, jetlag, serta penampilan yang maksimal demi para fans membuat setiap inchi bagian tubuh mereka serasa remuk. Tapi tidak apa, ini adalah takdir mereka. Jalan yang mereka pilih serta impian mereka bersama.
"hyung,,," kyungsoo menghentikan langkahnya ketika seseorang memanggil. Namun ia tidak perlu repot-repot membalikkan tubuhnya untuk tahu siapa pelaku pemanggilan tersebut.
"terima kasih, tadi,,,"
"kau tidak perlu berterima kasih padaku. Itu adalah hal biasa yang dilakukan oleh seorang bandmate" kyungsoo memotong ucapan jongin dan segera berlalu memasuki kamarnya.
Lagi-lagi pria tan tersebut mendapati sosok dingin kyungsoo. apa yang harus jongin lakukan agar semua keadaan dapat kembali seperti dulu sebelum segala kekacauan hidupnya berawal.
.
.
.
"yak! Sehunnie menyingkirlah. Kenapa kau selalu menempel terus pada kyungie sih?" chanyeol yang baru datang kini berusaha menganggu acara lovey dovey sang maknae. Mata bulat pria bertelinga lebar itu memutar jengah melihat kelakuan Sehun yang bergelayut manja dilengan kyungsoo. Secara tiba-tiba ia memukul pelan paha adik albinonya.
"ahhhyung sakit, memangnya apa urusanmu jika aku dekat-dekat dengan my pretty hyung" meski enggan kini sehun mendudukan tubuhnya tegap dengan posisi berada diantara kyungsoo dan chanyeol.
"kau pikir hanya kau saja yang ingin bermanja-manja dengan kyungie. Minggir sana. Kyungie-ya sudah lama bukan kita tidak jalan-jalan bersama lagi, bagaimana kalau kita sekarang kencan diluar?"
"uhh,, cara bicaramu menjijikan hyung. kyungie hyung tidak akan mau jalan denganmu. Lagipula kami sudah berencana akan keluar bersama malam ini. Jadi tidak ada yang boleh mengganggu waktu KAMI."
Sebelum chanyeol melanjutkan protesnya kyungsoo dengan segera menengahi dua makhluk tinggi disekitarnya ini.
"miannhae chanyeol ah, aku sudah lebih dulu berjanji dengan sehunnie. Sebagai gantinya aku akan membawakan makanan untukmu saat kami kembali nanti otthe?" tawar kyungsoo
"aku tidak mau makanan kyungie, aku mau waktumu" chanyeol menekuk wajahnya berusaha berpose unyu yang malah terlihat aneh.
.
.
.
Suasana sungai han dimalam hari tidak pernah sepi, selalu saja ada banyak orang yang menghabiskan waktunya ditempat yang Indah ini. Baik itu berkencan atau berkumpul dengan sahabat. salah satunya adalah kyungsoo dan sehun. Mereka berdua berusaha menyamarkan diri dengan memakai masker serta berpenampilan biasa agar tidak dapat dikenali oleh orang-orang sekitar.
Kyungsoo dan sehun menghabiskan waktu mereka disini dengan menaiki sepeda pasangan. pria yang lebih tinggi berada didepan sementara sang namja mungil berada dibelakang. Sesekali terdengar tawa diantara mereka.
Merasa cukup lelah sehun menghentikan kayuhan sepedanya dan menepi.
"ahh,, lelahnya. kita istirahat dulu nde?"
"heum,, apa kau haus hunnie? Tunggulah disini aku akan membelikan bubble tea dulu ne"
Sehun hanya memandang sosok kecil yang tengah berjalan itu dengan senyum tipis. Dirinya sudah menyukai kyungsoo dari dulu, namun selama ini si pria imut terlalu sibuk memperhatikan kim jongin Sehingga kehadirannya tidak pernah dianggap lebih dari sebagai adik bagi kyungsoo. Maka malam ini sehun sudah bertekad untuk mengungkapkan perasaan terdalamnya pada si namja manis.
"bagaimana?" kyungsoo yang mendapati pertanyaan mengambang sehun mengernyit bingung.
"bagaimana apa? Ohh,, rasa bubble tea ini cukup enak walau lebih enak yang dicafe langganan kita sih"
"ck,, bukan itu, maksudku bagaimana perasaanmu saat ini hyung?"
Kyungsoo berpikir sejenak mencerna pertanyaan sehun. Kemudian Mata bulat miliknya memandang lurus kearah aliran sungai han. Pria yang lebih kecil menilik kembali kehidupannya beberapa waktu belakangan ini.
"aku sudah merasa lebih baik. Terima kasih hunnie, kau sudah banyak membantuku" senyum bibir hati itu mengembang sempurna kearah lawan bicara. bagi sehun melihat senyum menawan kyungsoo adalah kebahagian tersendiri. Dalam hati pria berkulit pucat tersebut berjanji untuk selalu menjaganya.
"aku senang mendengarnya. Lalu bagaimana dengan kai?"
Kyungsoo menghembuskan nafas pelan sebelum kembali menjawab pertanyaan maknae. Dirinya teringat akan sikap dinginnya kepada jongin belakangan ini. Kyungsoo merasa egois dan bersalah secara bersamaan.
"aku rasa aku sudah terlalu kasar padanya hunnie. Tidak seharusnya aku bersikap seperti itu"
Baru saja sehun membuka mulutnya untuk berbicara kyungsoo mengangkat tangan dan kembali melanjutkan ucapannya.
"jangan menyelaku dulu. jika dipikir-pikir ini semua bukan salahnya. Melainkan salahku. Aku tidak pernah secara jujur mengutarakan perasaanku padanya dan juga tidak punya hak untuk membatasi kepada siapa hatinya tertambat. Jika kini dia bahagia bukankah semestinya aku ikut bahagia juga. Aku sadar tidak seharusnya aku ikut menambah bebannya dengan perasaanku. Aku menyesal."
Mata bulat itu berkaca-kaca saat mengungkapkan perasaannya. Namun kyungsoo merasa amat lega dapat membagi apa yang selama ini disimpannya. berterima kasihlah pada sosok sehun yang selalu berada disampingnya. Dengan perlahan tubuh mungil kyungsoo didekap erat oleh pria albino tersebut.
"kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri hyung. Aku tidak ingin melihat air matamu terbuang sia-sia lagi." sehun merasakan pergerakan kepala kyungsoo didadanya.
"kali ini aku bukan menangis sedih hunnie, tapi karena aku merasa lega. Aku akan memperbaiki sikapku kedepannya. Dan juga Aku akan meminta maaf pada jongin" namja manis itu semakin menyamankan diri dalam pelukan sang maknae.
"apa itu artinya kau masih mencintainya hyung? apa tidak akan pernah ada kesempatan untukku?" lirihan suara sehun nyatanya masih dapat didengar dengan baik oleh kyungsoo. Mau tidak mau pria mungil itu melepaskan kehangatan yang dirasanya.
"apa maksudmu hunnie?"
"eoh,, itu,,"
Kyungsoo menaikan alisnya sambil menunggu jawaban sehun. Membuat pria yang lebih muda mendadak gugup. Menghembuskan nafas beberapa kali, sehun berniat untuk mengakui perasaannya pada kyungsoo saat ini juga.
"hyung,, aku ingin mengakui sesuatu, jangan memotong sebelum aku menyelesaikan ucapanku arra?" kyungsoo menganggukan kepalanya menuruti permintaan sehun. Lagi-lagi namja yang lebih tinggi menghembuskan nafas dalam-dalam guna mengusir kegugupannya.
"selama ini kau tahu aku sangat menyukaimu bukan, itu sebabnya aku selalu berada disekitarmu. Kau juga tidak terganggu dengan segala rengekanku, dan itu semakin membuatku menyayangimu. Tapi yang perlu kau tahu adalah,,,"
sejenak sehun menghentikan kalimatnya membuat kyungsoo memiringkan kepalanya bingung. Dibawanya tangan mungil kyungsoo menempel pada dada bidang miliknya, berusaha menunjukan debaran keras yang saat ini begitu menggila memompa jantungnya.
"aku mencintaimu hyung.. aku mencintaimu layaknya romeo kepada Juliet. Aku mencintaimu seperti pohon yang tidak akan hidup tanpa matahari. Dan aku akan selalu mencintaimu seperti manusia yang membutuhkan udara untuk hidup. would you accept what I feel?"
Kyungsoo tertegun tak berkedip, ia tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya. semua untaian kata sehun benar-benar menyentuh relung hatinya. mendapatkan cinta yang begitu besar dari pemuda tampan didepannya adalah sebuah hadiah yang tidak pernah ia duga. Namun tidak saat ini, tidak dikala hatinya masih merasakan nyeri tiap kali mengingat bagaimana kisah cintanya berakhir tragis.
Kyungsoo bukannya ingin menolak semua yang sehun tawarkan padanya, bukan. Bahkan apa yang telah diperbuat oleh namja tampan tersebut malah lebih dari yang sewajarnya kyungsoo terima. Namun dirinya tidak ingin menjadikan pria sebaik sehun sebagai pelarian. Pria bermarga Oh tersebut tidak pantas untuk diperlakukan seperti itu. kyungsoo akan menerima sehun dengan sepenuh hati jika dirinya telah siap menerima dan bukan sekedar berpaling.
"hunnie,, aku,, tidak tahu harus mengucapkan apa. Ini semua terlalu tiba-tiba untukku. Terima kasih untuk semua cintamu padaku selama ini. Sungguh kupikir aku tidaklah pantas menerimanya. Kau pasti merasakan sakit yang sama denganku bukan. Memendam perasaan terhadapku sementara aku lebih memfokuskan semua pandanganku pada orang lain. Sungguh aku minta maaf untuk semua itu"
Tangan kecil kyungsoo menangkup kedua pipi tirus dihadapannya, dengan mata bulatnya yang berkaca-kaca menatap wajah tampan sehun.
"kau tidak salah hyung, akulah yang sudah memutuskan untuk mencintaimu,"
Mendengar ketulusan dalam tiap kalimat sehun membuat air mata kyungsoo jatuh mengaliri pipi gembul itu. dan sehun terburu-buru mengusap dengan ibu jari miliknya.
"miannhae hunnie,, aku tidak bisa menerimamu saat ini. Bukan karena aku masih mempertahankan perasaanku untuk jongin, tapi aku tidak ingin menambah permasalahan lagi pada group kita. Sudah cukup kabar tentang jongin dan aku tidak ingin membuatmu terlibat dalam skandal lainnya. Lagipula alasan utama aku tidak bisa menerimamu saat ini karena aku tidak ingin menjadikanmu sebagai pelarianku saja. Kau terlalu berharga untuk itu. aku akan menerimamu setelah aku siap untuk membuka hatiku kembali"
Awalnya sehun mendesah kecewa mendengar jawaban makhluk mungil dihadapannya ini, namun setelah mendengar penjelasan sampai akhir namja tampan itupun dapat menerimanya.
"its okay, I can accept it, but I reject that you rejecting my love. As your said you will accept my heart later, so I will waiting for it. And no ones can stole your heart from me, that's mine,I will keep it" kyungsoo tersenyum mendengar ancaman dari pria albino dihadapannya. Mendengar keposesifan sehun kyungsoo justru merasa terlindungi. Kini ia membiarkan tubuhnya kembali mencari kenyamanan dalam pelukan hangat seorang oh sehun.
.
.
Malam yang semakin larut membuat sebagian penghuni dorm exo telah larut dalam mimpinya, menyisakan dua manusia dengan tinggi yang sama masih setia menatap layar televisi.
"hyung, apa kau tidak ingin menelpon anak albino itu? ini sudah terlalu larut untuk membiarkan penguin kecilku masih berada diluar" baekhyun mengoceh disela-sela kunyahan keripik kentangnya.
"sebentar lagi juga mereka akan pulang baek, tadi kyungsoo sudah mengirim pesan padaku"
Baru saja junmyeon menyelasikan ucapannya, suara langkah kaki mulai terdengar memasuki dorm mereka.
"aku pulang, eoh, ada baekhyun hyung? Tumben sekali kau belum tidur hyung"
"tentu saja aku tidak akan bisa tidur dengan tenang selama kau membawa bayi pinguinku"
Seperti biasanya setiap kali mereka berkumpul maka sehun akan selalu berdebat dengan baekhyun sekalipun hanya membicarakan hal-hal kecil. mengabaikan hal itu kyungsoo lebih memilih melangkahkan kaki menuju kamarnya.
Baru saja membuka pintu kamar kyungsoo dikagetkan dengan kehadiran sesosok pria yang tengah duduk diatas ranjang miliknya. Melihat sang pemilik tengah kembali jongin –pria yang tadi menduduki ranjang kyungsoo- segera bangkit dan menatap kikuk kearah kyungsoo.
Menghela nafas pelan kyungsoo menutup pintu dan memilih mendekati tempat jongin berada.
"ada apa?" kali ini kyungsoo bertanya dengan nada pelan.
Mendengar intonasi suara kyungsoo yang tidak tegang seperti biasanya membuat pria berkulit hitam semakin memberanikan diri berbicara.
"hyung, aku ingin minta maaf. Selama ini aku sudah banyak menyakitimu. Aku terlambat menyadari perasaanku padamu. Aku benar-benar menyesal. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita hyung?" kyungsoo dapat melihat kesungguhan dari iris tajam pria tan didepannya. Sorot mata jongin menyiratkan penyesalan, kekecewaan dan terluka. Dan hatinya kembali merasakan sesak mendapati ekspresi kehancuran diwajah tampan itu.
"akulah yang harus meminta maaf padamu jongin ah, belakangan ini aku telah bersikap kasar padamu tidak seharusnya aku berlaku seperti itu. kau tidak perlu merasa bersalah. Dan soal kesempatan, Mari kita mulai lagi semuanya dari awal. Hey perkenalkan namaku kyungsoo, Mau menjadi temanku?"
namja manis itu mengulurkan tangannya kearah jongin seraya tersenyum tipis. Sementara pria yang diajak berjabat hanya menatap bergantian kearah tangan dan wajah kyungsoo.
"anniyo, bukan seperti ini yang kumau hyung. aku tidak ingin sekedar menjadi temanmu. Aku ingin memilikimu, bukankah kau mencintaiku?"
Kyungsoo menutup matanya lalu membukanya kembali perlahan. Pria dihadapannya ini tetaplah kim jongin dengan sikap keras kepalanya. salah satu maknae exo ini akan tetap mempertahankan dengan keras hal yang sudah menjadi kemauannya.
"jongin ah, apa kau lupa statusmu sekarang? Apa kau sudah melupakan wanita yang kau cintai? ,,,"
"hyung aku bisa memutus,,,," jongin memotong kata-kata kyungsoo, dan dengan cepat pria manis tersebut kembali meneruskan ucapannya.
"jika mudah bagimu untuk mencampakan wanita yang kau puja selama ini, lalu bagaimana denganku? Maka akan jauh lebih mudah bagimu untuk membuangku bukan? Jangan menyela aku belum selesai. Jangan sakiti hatinya seperti kau menghancurkan perasaanku jongin ah. kau telah memilihnya maka kau harus tetap memegang janjimu untuk menjaga perasaannya. Sebagian dari hatimu telah diisi oleh soojung maka sampai kapanpun aku tidak akan pernah dapat memilikinya secara utuh. Jadi jangan membuat semuanya sia-sia"
Jongin hanya bisa menunduk dalam mendengarkan kalimat panjang dari sosok yang ia sayangi. Semua perkataan kyungsoo benar, dan ia tidak bisa membantahnya.
"kita masih bisa berteman jongin ah, sampai kapanpun kim jongin akan menjadi adik dari do kyungsoo. sekarang kembalilah kekamarmu dan beristirahat" kyungsoo menyentuh pelan bahu jongin, memberi gesture pengusiran secara halus.
Jongin masih disana. Masih berdiri dibalik pintu kamar yang telah ditutup rapat oleh sang pemilik. Mata tajamnya menatap sendu kearah kayu berpelitur putih tersebut penuh harap. mengapa penyesalan selalu berada diakhir? Tidak bisakah semua berada diawal saja sehingga jongin dapat membalikan keadaannya. Hingga Sebuah tepukan lembut menyadarkan si pria tan dari lamunannya.
"sudah terlalu larut jongin ah sebaiknya kau segera tidur. Berikan Kyungsoo waktu, kau juga perlu waktu, kita semua membutuhkan waktu untuk dapat menerima keadaan ini. Aku percaya perlahan semua akan kembali seperti dulu." Sebagai sosok leader suho memang selalu memposisikan dirinya menjadi penenang bagi member yang lain.
"ne kau benar hyung."
.
.
.
"yak! Maknae kemari kau" sehun terus berlari mengabaikan panggilan si troll exo.
Dua pria dengan tinggi yang berbeda terus saja berputar-putar mengelilingi meja makan seperti adegan tom and jerry yang biasa ditonton chanyeol ditelevisi. Sampai akhirnya pria berkulit pucat tersebut menyembunyikan tubuh bongsornya dibalik simungil kyungsoo.
"baby soo tolong aku, jongdae hyung nakal padaku"
"yak albino, jika kau tidak mengambil jatah makananku tadi, aku pun tidak akan menghukummu" sengit chen.
Sementara pria kecil yang berada ditengah-tengah hanya tersenyum maklum menghadapi tingkah asli para member exo.
"sudahlah hyung maafkan kelakuan usil maknae kita ini. Sebagai gantinya biar aku buatkan lagi sarapan untukmu. Dan kau hunnie kembali duduk serta habiskan susumu sana" usir kyungsoo
"yak bocah! Beruntung kyungie selalu membelamu. Jika tidak sudah kubuat rambut pirangmu itu menghilang dari tempatnya"
Sehun yang sama sekali tidak takut akan ancaman salah satu hyungnya malah menjulurkan lidah meledek. Membuat kyungsoo yang menonton adegan itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ini nasi gorengnya jongdae ah, makanlah selagi panas"
"wah,, harumnya saja sudah membuatku lapar kembali. Gomawo kyungie" kyungsoo hanya tersenyum kecil membalas ucapan chen.
Pria manis itu berjalan menuju kulkas lalu tehenti tepat dihadapan pria yang lebih muda darinya. Menaikan alis tebal miliknya seraya bertanya maksud bandmatenya berdiri disana.
"terima kasih karena kau selalu menjadi pelindungku, seharusnya akulah yang menjagamu hyung"
Kyungsoo tersenyum manis mendengar ucapannamja tampan didepannya.
"bagiku itu sudah menjadi sebuah keharusan hunnie"
tangan mungil itu mengusak lebut helaian rambut sehun membuat sang empu menikmati setiap sentuhan yang kini diterimanya. kemudian kedua tangan kekar milik namja yang lebih tinggi memegang kepala kyungsoo membuat kedua pria berbeda usia itu saling pandang dan menyelami tatapan mata masing-masing. Sehun mulai menggerakkan kepalanya perlahan mendekati sang 'hyung' membuat pria pemilik mata bulat tersebut menutup kelopak indahnya. hingga Sebuah sentuhan lembut kyungsoo rasakan menyentuh dahinya. Nyaman dan menenangkan. Pria bermarga oh itu mencium mesra kening orang yang dicintainya. Meski hanya menempelkan bibir, namun semua ketulusan dan rasa sayang yang ia miliki dapat tersalur dengan jelas membuat detak jantung milik simungil berdetak kencang. Sehun selalu bisa memberikan kenyamanan yang lain untuk kyungsoo.
Sementara disisi tembok terdapat dua pasang mata lainnya yang melihat adegan barusan. Salah satunya menatap penuh luka kearah pemandangan itu.
"apa kau menyesalinya sekarang?"
"ne hyung. jadi inikah rasa sakit yang kyungsoo rasakan selama ini setiap kali aku bersama dengannya" jongin menunduk sedih mencoba sekuat hati untuk tidak menangis.
"kyungsoo pantas bahagia. Jika dengan sehun dia dapat bahagia maka kau harus merelakannya. Dan kau juga harus bahagia. Nikmatilah apa yang telah menjadi pihanmu sebelumnya, aku tau kau pasti bisa jongin ah"
baekhyun menepuk beberapa kali bahu tegap yang kini lesu sebelum berjalan kembali keruang tengah. Namun kim jongin masih setia berdiri menatap nanar kearah dua orang pria yang masih saling berhadapan, atau mungkin kini bisa dikatakan saling berpelukan.
Jongin percaya semua rasa sakit yang ia rasakan tidaklah sebanding dengan apa yang selama ini diterima kyungsoo. Bertahun-tahun memendam perasaan dan tetap mendukung jongin dalam setiap keputusan bodohnya termasuk berpura-pura bahagia atas pilihan cintanya. Pria mungil itu terlalu kuat menjaga hatinya. Sementara saat ini saja jongin sudah menjadi rapuh walau hanya melihat sejenak adegan mesra kyungsoo dan sehun. Pria berkulit tan itu bertanya-tanya dalam hati, lalu akan jadi apa hatinya nanti jika telinganya mendengar kabar bahagia dari makhluk manis itu. apakah remuk atau bahkan luluh lantah? Jongin mengutuk dirinya sendiri yang terlalu buta diawal. Namun kini meskipun ia menangis dan mengais itu semua tidak akan membuat luka hati pria yang ia cintai sembuh dan keadaan sama seperti dulu.
"tuhan bolehkah aku tetap menjaga cintaku untuknya? Meski aku tahu tidak akan pernah ada kesempatan kedua bagiku" lirihnya.
.
.
.
.
.
Sequel is back..
Psst : disini kyungsoo menyebut chanyeol, baekhyun dan chen dengan nama yah bukan hyung, karena di IRL mereka berempat saling memanggil nama tanpa embel-embel hyung.
Mian enha belum bisa menyelesaikan cerita yang L-I-T-H nya, justru malah bikin sequel yang lain.
Jujur enha lagi mood yang angst untuk kaisoo jadi belum bisa melanjutkan fict yang lain dulu. #ditodonglanjutreaders
Jika berkenan bisa meninggalkan reviewnya siapa tahu dengan melihat review kalian enha dapat semangat untuk bikin sequel lagi dari ini,, hehehehe,,
Karena menulis buat enha membutuhkan mood, dan review kalian adalah moodboster buat enha. Jadi so leave a review please even it only one word.
Love you all, cheers,,
