FALLEN

Cast : kyungsoo, exo member lainnya

Genre : Hurt, Love

Rete : T

Warning : YAOI, plot pasaran,

Selamat membaca

.

.

.

.

Dan lagi...

Hatinya hancur untuk kesekian kali. Meski seharusnya ia sudah terbiasa akan kondisi seperti ini namun entah mengapa rasa sakitnya tidak berkurang sedikitpun.

Apakah karena dia terlalu lemah? Tapi ia adalah pria.

Atau karena ia terlalu mencintai? Yah itu adalah alasan paling benar yang selama ini pria mungil tersebut abaikan.

Tidak cukup kah lamanya waktu yang dia punya menghapus segala rasa didalam hatinya. Tidak cukupkah kehadiran seseorang yang selalu bersamanya menepis semua bayang-bayang sosok yang menjadi perusak perasaannya. Kenapa takdir begitu kejam padanya. Kenapa takdir menjadikan ia korban dan juga penjahat diwaktu yang bersamaan..

Kyungsoo merasakaan ribuan jarum menusuk tepat dijantung ketika manik bulat miliknya membaca berita yang tengah menjadi pergunjingan diseluruh korea. Hatinya sakit dan ia takkan bisa menampiknya sedikitpun. Hingga Liquid bening itu tanpa tercegah menurun lepas pada pipi bulatnya.

Sementara di ujung sana , seorang namja pucat hanya dapat terdiam melihat pemilik hatinya menangis-lagi, karena pria yang sama. Ingin rasanya ia berlari lalu merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Menyakinkan si pria manis bahwa masih ada dirinya yang tidak akan pernah menorehkan luka meski hanya segaris pada kukunya. Mencoba meneguhkan bahwa hanya dirinya lah yang tidak pernah berpaling dari dirinya, dulu, sekarang, bahkan selamanya. Dan ia sanggup bersumpah untuk itu.

Namun jika hati yang bahkan selama ini ia kira telah menjadi miliknya, nyatanya tak pernah utuh untuk ia genggam. Lantas harus siapa yang dirinya persalahkan? Haruskah ia memaki si pria cantik yang kini sedang menangis dalam diam dihadapannya, atau menyumpah serapah sahabatnya kim jongin karena untuk kesekian kalinya menyakiti hati kyungsoo? Atau mengumpat pada wajah tampannya sendiri karena semua ini memang salahnya. Salahnya yang mencoba masuk kedalam hati kyungsoo meski harapan untuk dirinya kurang dari 1%?

Tidakkah takdir itu kejam? Menyakiti 2 hati sekaligus disaat 2 hati lainnya sedang menuai bahagia?

Apakah Tuhan sedang menghukumnya? Batin kyungsoo berteriak..

Kenapa harus mencintai meski dia kira bahwa ia telah berpaling, tidakkah selama ini perasaan nyaman yang ia rasa bersama sehun meyakinkan ia bahwa saja cintanya telah berubah haluan. Namun kini mengapa sesak didada harus muncul ketika mengetahui sahabatmu sedang bersuka. Apakah selama ini ia hanya membohongi perasaannya sendiri saja? Juga perasaan orang yang telah mencintainya?

.

.

.

.

"wah..daebak kai! Lagi-lagi kau menjadi headline" seru chanyeol nyaring diruang tengah dorm

"apakah kita harus merayakannya?" sahut sang leader

terdengar derap langkah kaki memasuki area yang kini tengah ditempati chanyeol, suho beserta kim jongin. meski hanya mendengar melalui suara ketukan sandal, chanyeol dan yang lainnya tentu tahu dengan pasti siapa mereka yang datang.

"tentu saja hyung!" teriak byun baekhyun bahkan ketika kaki mungilnya yang baru saja menjejakkan diruang tamu.

kim jongin, pria dengan sejuta pesona yang memikat hanya memutar bola matanya malas mendengar lenkingan indah salah satu main vocal exo tersebut.

"makanan saja instingmu cepat hyung!" sahutnya sambil tertawa.

"maknae kita ini memang luar biasa, kekasihnya selalu saja visual kelas A" tidak lupa member tertua di dalam group tersebut ikut berbicara. seolah menunjukan kebanggaknnya xiumin menepuk punggung kai. Sementara yang dipukul mencoba menghindar.

menatap sekeliling, kim suho merasa aneh karena tidak menemukan salah satu makhluk mungil lainnya yang biasa ia sebuat kuartet.

"ohh.. ya! Bacon dimana kyungsoo kenapa kalian bertiga disini sementara adik kesayanganku tidak ada? Apa kalian sengaja meninggalkannya sendiri?" tanya suho sambil menunjuk ketiga orang yang duduk berhimpitan, baekhyun jongdae dan xiumin.

"aniyo hyung, aku tidak mungkin sekejam itu. Disana sudah ada si bocah albino yang menemaninya. Lagipula kau tau sendiri kan jika si maknae sudah menempel pada kyungsoo. Aku hanya akan menjadi lalat pengganggu. Maka dari itu lebih baik aku berkumpul bersama kalian" elak pria penyuka eyeliner dengan panjang.

"ah..majjayo!" seru chen menimpali

Dan kim brothers kembali meledek salah satu maknae exo perihal berita kencannya yang baru saja terkuak media. Dapat terdengar jelas tawa renyah dari para hyung nya serta raut bahagia yang terpancar jelas pada wajah eksotis itu.

.

.

.

.

.

"Hyung"

Meski pelan suara yang dikeluarkan oleh seorang oh sehun, nyatanya sanggup membuat tubuh mungil dihadapannya menegang.

Tidak! Bukan keadaan seperti ini yang bisa ia tunjukan kepada pria yang selama ini selalu bersamanya. Bukan wajah lusuh penuh air mata yang harus ia tampilkan kehadapan prianya. Oh sehun tidak boleh tahu kekacauan hatinya saat ini. -seharusnya.

Kedua tangan pucat itu kini telah merengkuhnya dalam, memeluknya lembut seolah menyalurkan kekuatan untuknya. Menyandarkan dagu runcing itu pada pundak sempit kyungsoo. Seolah menyakinkan bahwa dirinya akan terus melindungi tak perduli bahwa ia pun akan semakin terluka.

"uljima, I'm always beside you no matter how hard it is, I'm always be the person who hug you when you fall. And always be with you even there is no love for me. Just stay here. Let me be your guardian."

Netra bulat itu semakin deras mengurai air mata, menyesali keadaan yang membuat sang kekasih melihat sisi rapuhnya. Sungguh kyungsoo sangat membenci dirinya saat ini, karena dengan lancang membuat malaikatnya terluka akibat kelalaian perasaan yang dimilikinya.

"sehunah miannheyo! Aku-" ucapan kyungsoo terputus oleh lirih suara si pemuda Oh.

"jangan berbalik hyung. Aku tidak mau melihat wajah jelek mu saat ini" sambil terkekeh ringan pemuda tinggi itu berusaha menahan agar back hug nya tidak terlepas karena kyungsoo yang mencoba menghadapnya.

deru napas yang melirih menjadi iringan melodi bagi kedua insan yang kini tengah menyelami luka dihatinya. Baik kyungsoo maupun sehun membiarkan waktu terus berjalan dalam keterdiaman mereka. Biarkan masing masing dari mereka kini menata hati kembali agar nanti bisa mengukir senyum didepan para member yang lain -meski penuh kepalsuan.

.

.

.

.

Kini semua member telah berkumpul menunggu sang manager yang akan menjemput serta mengantar mereka makan bersama diluar. Seperti biasa dan sudah menjadi hal yang wajib bagi mereka untuk merayakan sesuatu jika ada peristiwa penting. yang kali ini mereka akan berkumpul merayakan kabar percintaan kim jongin dangan salah satu gadis cantik yang menjadi idola banyak pria.

"kau terlihat pucat kyungsoo ya" tanya suho penuh perhatian.

"anni,nan gwenchana hyung" dengan seutas senyum kecil kyungsoo mencoba meyakinkan teman-teman nya yang kini tengah memperhatikan dirinya.

Tanpa aba-aba, dengan tubuh besar miliknya kim jongin tanpa perasaan memeluk erat pria mungil yang kini terduduk kaku didekapannya.

"aku bahagia hyung! Kini aku menemukan kebahagiaanku lagi. Seperti yang pernah kau katakan dulu, aku harus berusaha mencari kebahagiaanku sendiri. Dan kini aku telah mendapatkannya hyung." Ucap pria tan itu dengan gembira tanpa bisa merasakan keresahan hati seseorang yang berada didalam dekapannya. Kyungsoo berusaha keras mencegah air matanya untuk keluar. Tidak. Dia tidak boleh menghancurkan kebahagiaan 'adiknya' kan? Sudah seharusnya ia ikut bersuka ria dan mendukung apapun yang menjadi sumber kebahagiaan kim jongin. Sebagai hyung dan sebagai sahabat bukan?

.

.

.

.

meski ruangan yang telah disewa oleh manager-nim cukup luas namun masih tidak akan cukup menampung kehebohan tingkah member exo, nyaring tawa yang pecah bersahut sahutan menggema kala para hyung terus menjadikan pria dengan kulit tan itu sebagai bahan bully-an dan selalu mengangkat tema percintaan kai sebagai topik pembahasan.

berbanding terbalik dengan semua member yang tengah bersenda gurau, kyungsoo membenci kenapa hatinya semakin teriris mendengar secara langsung tawa renyah yang menjadi ciri khas kim jongin kala menceritakan betapa sempurna wanitanya. Wajah tan itu kini penuh keceriaan kala mengungkapkan detail kisah perkenalan hingga momen romantis Mereka diparis. Tanpa menyadari ada hati yang terluka karena sinar bahagianya. Ada hati yang menjerit lara merutuki kebodohannya yang masih bertahan pada cinta sepihaknya. Kim jongin tidak akan pernah tau.

"hyung aku ke toilet sebentar" pamit kyungsoo kepada manager hyung yang duduk disebelahnya. Kaki mungil itu ia bawa perlahan menuju sudut ruang yang bertulis rest room. Dengan pelan dibukanya keran untuk menyamarkan tangis yang sudah tak dapat ia tahan. Sesak kini menghimpit dadanya seolah bisa Membunuhnya secara perlahan.

Masih terekam jelas didalam ingatan pria manis itu akan tangis penyesalan kim jongin saat mengetahui perasaan yang kyungsoo miliki untuknya. Meski saat itu tanpa perasaan si pria tan menjadikan dirinya sebagai tempat bercerita kala kim jongin tengah terjatuh kepada si cantik krystal. Sementara ada hati yang semakin terobek akan kebahagiaan yang dimiliki oleh 'adiknya'.

Bahkan kyungsoo masih dapat mengulang kejadian tersebut didalam pikirannya dengan detail ketika kim jongin berseru dengan lantang mengatakan mencintainya dan akan memutuskan krystal demi dirinya. Pria dengan kulit tembaga itu pun berkata hanya kyungsoo lah yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya dan bersumpah akan menjaga perasaannya dengan sebaik-baiknya. Tapi apa buktinya?

Kini hal yang sama kembali terulang. Lagi dan lagi kim jongin menusuk perlahan hati yang telah bangkit dengan luka yang sama dan alasan yang sama. Haruskah kyungsoo berteriak dihadapan si namja tan bahwa kyungsoo lelah dengan semua harapan yang diberikan namun pada akhirnya harus dijatuhkan dengan cara yang sama. Haruskah kyungsoo katakan bahwa ia terlalu bosan mendengar cerita namja yang lebih muda akan kekasih hatinya yang sekarang. Karena bagi kyungsoo sungguh kim jongin adalah pria yang dengan mudahnya jatuh cinta.

Hatinya sakit, hingga tanpa sadar tubuh lemahnya terduduk dilantai kamar mandi. Yang kyungsoo harapkan kini berlari jauh, sejauh mungkin dari kim jongin. Karena ia harus kembali menata kehancuran yang diakibatkan oleh orang yang sama. Tangisnya semakin menjadi meski bibir telah dengan kuat ia gigit untuk meredam isaknya. Salahkah kyungsoo?

Dan untuk kesekian kalinya pula Oh sehun selalu menjadi orang yang paling tegar sebagai sandarannya. Si namja pucat selalu merengkuhnya disaat-saat kyungsoo bahkan tidak bisa mempertahankan harga dirinya. Sosok yang sangat ia sayangi namun belum dapat menggeser tahta kim jongin dihatinya. Kyungsoo semakin tersedu didalam dekap hangat sehun kala ia menyadari bahwa sehun sama terluka dengan dirinya karena cinta yang pemuda oh itu miliki belum bisa ia balas.

Dengan lembut namja yang lebih muda membelai punggung kyungsoo, membantu menenangkan pria manis yang kini hanya dapat menunduk dihadapannya.

"aku akan memberitahu yang lain kita akan pulang lebih dulu" ucap pria albino yang hanya dibalas anggukan kecil oleh namja didepannya.

.

.

.

.

"sehun-ah" panggil pria bertelinga peri ketika si pemuda oh hendak mengambil segelai air.

malam telah larut dan karena efek makan besar yang baru saja terjadi sehingga membuat member Lainnya telah terlelap dalam mimpi indahnya. Namun hal tersebut pengecualian untuk kedua pria yang hampir sama tingginya.

"oh, kau belum tidur hyung?" jawab pria yang lebih muda sambil menuangkan air kedalan gelasnya.

"apa semua ini berhubungan dengan berita kencan si hitam kan?" tanya chanyeol to the point

tersentak kaku tubuh pria bermarga oh tersebut mendengar pertanyaan hyungnya barusan. "aku tidak mengerti maksudmu hyung" berusaha mengelak dan terburu buru menyelesaikan acara minumnya. Sipemuda oh berniat menghindari hyung tiang nya.

"aku tidak sebodoh itu sehun-ah, bagiku apa yang terjadi kepadamu dan kyungsoo sangat jelas meski kalian berusaha menutupi dari kami semua" belum sempat sehun menyangkal chanyeol dengan cepat menambahkan kalimat lainnya.

"kau pikir sudah berapa lama kita saling mengenal hoh! Kalian pikir bisa membodohi ku dengan wajah terluka kalian. Lalu apa arti aku bagi kalian jika kesedihan yang kau miliki saja tidak bisa kau bagi denganku?"

"aku hyungmu sehun-ah, meski aku tidak bisa membantu banyak paling tidak aku siap menjadi tempat mu membuang semua amarah dan kekecewaan yang selama ini kau pendam. Bagilah denganku."

Dengan kepala yang tertunduk perlahan oh sehun mendekat dan menerima pelukan hangat sosok hyung yang biasa disebut happy virus. Tanpa sadar air mata pria yang lebih pucat menetes membasahi piyama yang chanyeol kenakan.

"gwenchana, hyung bangga padamu! Oh sehun adik kecilku yang manis kini telah menjadi pria dewasa yang bisa bertanggung jawab terhadap perasaannya sendiri." Tangan chanyeol terus menepuk pundak namja yang lebih muda.

"kadang aku ingin menyerah hyung, rasanya bertahan dengan cinta sepihak sungguh menyakitkan. Seberapa keraspun aku mencoba pada akhirnya hati kyungsoo hyung tidak akan pernah berpaling untukku. Cintanya telah tertanam kuat untuk kim jongin. Dan aku semakin sakit saat melihatnya hancur perlahan karena perasaannya." Isak sehun yang semakin memendam kepalanya pada bahu lebar park chanyeol.

"everything will gonna be fine soon, my lil bro. Kau dan kyungsoo pernah melewati masa yang seperti ini sebelumnya bukan. Aku percaya kali ini pun kalian akan bisa melewatinya." Kata-kata. chanyeol menjadi penyemangat tersendiri untuk sehun. Namja yang lebih muda menganggukan kepalanya tanda mengerti. Dan tanpa mereka sadari ada sesosok pria lain dibalik dinding yang mendengar dengan jelas semua pembicaraan mereka.

"mianhe kyungsoo hyung"

.

.

.

.

Kyungsoo sedikit bingung mendapati kim jongin yang tiba tiba mendatangi dorm nya dan meminta ruang tersendiri hanya untuk berbicara berdua dengannya. Masih dalam mode menerka maksud dari main dancer exo tersebut. Sang namja eksotis lebih dulu mengeluarkan suara.

"jong –"

"wae? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku? Kenapa hal ini harus terjadi lagi hyung?" namja yang lebih tinggi memukulkan tangannya pada dinding guna melampiaskan rasa Kecewa yang menguar dari dadanya.

Kyungsoo bergerak mundur selangkah, ini kedua kalinya bagi kyungsoo melihat raut kecewa dan amarah menjadi satu pada wajah tampan nan eksotis itu. Kini si namja manis tau apa maksud kim jongin memintanya berbicara secara tertutup.

"apa maksud –"

"berhenti berpura pura bodoh hyung! Ini tentang perasaanmu! ... dan juga milikku" suara pria yang lebih muda semakin mengecil diakhir.

Menutup mata perlahan hingga menghela nafas pelan, kyungsoo berusaha mengendalikan dirinya dihadapan si pria tan. Mata bulatnya kini terarah langsung menatap jauh kedalam obsidian tajam dihadapannya.

"untuk apa jongin-ah, hasilnya akan selalu sama. Kau tidak akan pernah bisa merasakan ketulusanku dan berakhir terjatuh pada wanita cantik lainnya. Lalu untuk apa aku mengutarakan perasaanku padamu?" kyungsoo berusaha tegar menjaga air matanya agar tidak terlepas dihadapan pria yang sudah berulangkali menghancurkan hatinya.

"kukira kau sudah tidak mencintaiku hyung! Apa kau lupa saat itu aku menawarkan hatiku untukmu dan kau memintaku untuk tetap menjaga soojung, lalu saat aku putus dengan nya kau memperlihatkan kebahagiaanmu bersama oh sehun dan memintaku mencari kebahagiaanku sendiri. Tapi apa? Ternyata kau masih mencintaiku. Dan kini saat aku telah memilih kau-"

"kau berjanji akan menunjukan rasa cintamu padaku jongin-ah, waktu itu kau bilang akan membuktikan seberapa besar perasaan yang kau miliki untukku. Aku hanya memberikanmu waktu jongin-ah. Tapi kini waktu juga yang menjawab sebesar apa cinta yang hendak kau tunjukan padaku" potong kyungsoo mengeluarkan semua emosi yang selama ini ia tahan.

"tapi jika dari awal kau mengatakan yang sejujurnya, semua ini tidak akan menjadi seperti ini hyung. Aku tidak akan pernah mencoba berpaling karena cukup bagiku hanya dirimu hyung" namja yang lebih tinggi berusaha menyuarakan pemikirannya.

"jika benar dihatimu hanya ada diriku tidaklah mungkin bagimu sanggup menatap kearah lain jongin-ah. Jika memang aku lah yang hanya kau cintai maka hatimu tak akan mungkin terbelah meski banyak rayuan yang datang jika memang akulah satu satunya untukmu, tidak akan ada cinta lain yang kau biarkan masuk dalam hidupmu" rasanya sesak dan semakin perih kala kyungsoo menyampaikan kesakitannya. Dengan suara yang bergetar ia tetap melanjutkan kalimat lainnya.

"tetaplah bersama kim jennie, jaga ia lebih baik dari saat kau menjaga soojung. Jangan bersikap bajingan dengan melukai banyak hati jongin-ah." Bibir tebal itu bergetar menahan sesak yang semakin menyeruak didada.

"kim jongin yang kukenal adalah pria lembut yang tidak akan bisa menyakiti bahkan hanya seekor semut pun. Seperti yang kau bilang, kau telah memilih maka kau harus bertanggung jawab pada keputusanmu." Tanpa bisa dibendung lama air mata itu perlahan menetes mengalir pada kulit mulus kyungsoo.

"aku akan selalu mendukungmu 'adikku' " tutup kyungsoo.

Dibawanya kaki mungil itu keluar, pergi dari hadapan kim jongin adalah pilihan terbaik saat ini. Dirinya telah mengikhlaskan untuk kesekian kali cintanya berlabuh kepada orang lain dan itu bukan dirinya.

Berjalan dengan kepala tertunduk langkah kaki kyungsoo terpaksa terhenti dihadapan sepasang kaki lain. Kepalanya mendongak menatap siapa tersangka yang menghentikan langkahnya meski tanpa perlu melihatpun ia tau orang tersebut.

Dengan senyum tulus namja pucat merentangkan tanganya membuka lebar mempersilahkan pria yang lebih kecil untuk masuk dan memelukanya. Dan tanpa ragu si pemuda manis mendekap erat tawaran yang datang padanya.

"seperti janjiku, I'm always be with you hyung" bagi kyungsoo kini tidak ada yang lebih menenangkan selain detak jantung pemuda oh yang kini tengah mendekap erat tubuhnya.

end

lagi - lagi berakhir sad, so sorry