Seperti pasir, semakin aku pegang erat
Semakin banyak yang hilang darimu
Tak lagi bertatapan, keraguan ini menjadi semakin menyebar
Menyembunyikan sebuah rahasia, pertanda mu
Hentikanlah, jangan lagi berbohong
.
.
.
SIGN
.
.
.
Dalam sebuah apartement lebih tepatnya kamar yang berantankan beraroma sex yang menyengat kuat. Dua lelaki itu saling bergerak dengan lelaki dibawahnya terhentak-hentak sambil mendesah nikmat. Lelaki yang berada diatasnya menggeram berbahaya.
Lelaki munyil itu mendongak memperlihatkan wajahnya penuh keringat sedang dilanda nikmat, Baekhyun. Dia tidak bisa menahannya lagi saat pelepasannya kembali datang untuk yang keberapa kali.
"Ahhhhh ahh, Channnnnn!!." Teriaknya sambil mengeluarkan pelepasan disusul oleh Chanyeol
"Eurgh."
Mereka saling berebut udara, lalu lelaki diatasnya bangkit. Namja yang besar nan tinggi itu menyandar pada kepala ranjang sedamg lelaki munyil nan manis bersandar di dada lelaki itu.
Chanyeol mengelus rambut rambut Baekhyun sayang. Byun Baekhyun adalah lelaki munyil nan manis.
"Tidurlah... Kau pasti lelah." Ucap Chanyeol.
"Ya... Aku sangat lelah sekali. Kau sungguh gila memakanku seharian ini, dan kenapa kau tidak mengenakan pengaman?" Balas Baekhyun semakin menyamankan tidurnya, ia menaikkan selimutnya menutupi sampai dada membiarkan bahu putih polosnya diusap Chanyeol.
"Aku hanya ingin." Jawaban singkat itu membuat Baekhyun mendengus keras tanpa menjawab.
Beberapa menit saat dirasa Baekhyun sudah tertidur, Chanyeol membawa handphonenya. Melihat-lihat isi handphonenya mengusapnya menggunakan jarinya, lama sekali ia berkutat dengan handphonenya yang memperllhatkan pesan dengan seseorang.
Akhirnya setelah membaca, ia menyimpan kembali lalu menatap Baekhyun yang berada dalam pelukannya lalu ikut mrmejamkan matanya menyusul Baekhyun yang sudah lebih dahulu pergi kealam mimpi.
...
Baekhyun harus menahan keinginan Daehyun yang ingin bertemu dengannya, karena Chanyeol akan curiga jika ia terus pergi untuk bejumpa dengan Daehyun. Makanya, ia beberapa hari ini lebih banyak berdiam diri menunggu Chanyeol pulang. Ia juga ketika beres kampus langsung pulang tanpa pergi kesana-kemari.
Ia meminta Daehyun sabar, karena ia tidak mau kekasihnya tahu atau curiga. Bisa gawat hubungan mereka. Ia hanya berhubungan lewat telepon atau pesan.
.
.
Baekhyun tengah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, memasak telur mata sapi. Mereka memang tinggal bersama di apartement milik Chanyeol, sejak 1 tahun mereka berpacaran, mereka baru tinggal bersama.
"Makanlah, Chan." Ucapnya saat melihat Chanyeol keluar dari kamarnya, tampak segar sehabis mandi.
"Morning kiss?" Chanyeol mendekat, memeluk pinggang Baekhyun menciumi leher Baekhyun yang terlihat juga wangi strowberry.
Baekhyun berbalik menatap kesal Chanyeol, "Chan, berhentilah mengangguku. Aku tengah memasak, oke?" Setelah mengatakan itu ia kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Chanyeol hanya terkekeh lalu melepaskan saat mereka akan menyantap sarapan mereka. Mereka duduk saling berhadap-hadapan dengan Baekhyun tidak berhenti mengecheck isi handphonenya.
Chanyeol melirik pada Baekhyun yang berada didepannya, "Focuslah makan, baby. Jangan terus memainkan ponsel saat makan." Tegur Chanyeol.
"Aku hanya melihat jadwal kuliahku, sayang." Balas Baekhyun tapi walaupun begitu Baekhyun menuruti untuk mematikan ponsel.
"Melihat jadwal sambil tersenyum?" Tanya Chanyeol masih focus menyantap sarapannya.
Baekhyun meremas jemarinya, "Hanya merasa geli saat melihat sebuah postingan lewat di akun SNSku." Balas Baekhyun cepat, "Ohya. Kau tidak perlu mengantarku kuliah. Aku akan pergi sendiri karena Kyungsoo mengajakku bertemu lebih dahulu di cafe yang agak jauh dari kampus. Aku takut kau terlambat datang ke kantor." Lanjut Baekhyun memberitahu sesuatu yang hampir ia lupakan.
Chanyeol melihat Baekhyun, lalu mengangguk, "Baiklah. Jika itu maumu."
Baekhyun melihat isi ponselnya lagi, lalu membereskan bekas makannya ke tempat cuci, lalu ia berjalan mendekat pada Chanyeol memberika ciuman dipipinya, "Kalo begitu, aku pergi lebih dahulu ya? Aku tidak mau mengecewakan Kyungsoo karena menungguku lama. Bye sayang." Baekhyun mengambil tasnya dan tidak ketinggalan ponselnya lalu sekali lagi mengecup bibir Chanyeol sebelum pergi.
Chanyeol melihat pintu yang baru saja tertutup menghilangkan Barkhyun dari pandangannya. Ia mengambil ponsel miliknya sendiri yang memiliki banyak pesan dan notif, tapi semua itu bukan miliknya.
.
.
Di sore lainnya Baekhyun tengah berjalan dengan seorang lelaki,mereka terlihat intim dengan Baekhyun memeluk lengan si pria. Lalu memasuki mobil itu tanpa tahu seseorang melihatnya dari dalam mobil yang terparkir lumayan jauh, sehingga Baekhyun tidak menyadari bahwa dirinya tengah di intai.
"Apa kau sudah memberitahu kekasihmu kau akan pulang telat?" Lelaki itu mengecup bibir Baekhyun setelahnya.
"Ya. Aku sudah memberitahu padanya lewat pesan tadi. Kalau aku akan pulang telat karena harus membantu dosenku." Baekhyun memeluk lelaki itu menguselkan kepalanya didada sang pria.
Lelaki itu mengusap, memainkan rambut Baekhyun, "Apa dia masih belum mengetahui hubungan kita?"
Barkhyun mendongak lalu mendekatkan bibirnya pada bibir lelaki itu, "Sepertinya dia tidak curiga, dia tidak akan tahu karena kita menyembunyikan dengan baik, Daehyun." Ucapnya didepan bibir itu lalu menumbrukan bibirnya disana, mereka lalu saling mencumbu dengan panas cukup lama membuat lelehan saliva krluar.
"Bodoh.kkk" Hinanya pada sosok yang mereka bicarakan,lalu mereka tertawa, "Dan kapan kau akan meninggalkannya?" Lanjut sosok Daehyun.
"Aku sudah merasa bosan dengannya, dia s3lalu sibuk dan aku merasa cintaku sudah padam padaya dan merasa hatiku menemukannlabuhan baru, yaitu kau." Baekhyun menatap dalam pada mata Daehyun.
Lalu Daehyun menatap sensual Baekhyun, mendorong leher itu semakin mendekat padanya, membuat bibir itu kembali bersentuhan.
"Ja-jangan disini, Dae. Dilain tempatlah."
Baekhyun berusaha menghentikan Daehyun, lenganya yang sudah masuk pada bajunya.
Daehyun mendengus keras, "Kau akan menolakku lagi?!" Marahnya.
Baekhyun menggeleng, "Tidak. Tapi kita masihlah disekitar kampus. Carilah tempat sepi." Baekhyun mengihit bibirnya sambil mengedipkan matanya.
...
Baekhyun dibaringkan oleh Daehyun di jok yang sandarannya sudah di rebahkan, Baekhyun menikmati cumbuan Daehyun di putingnya.
Daehyun mengeluarkan penisnya, Baekhyun melihat itu walaupun tidak sebesar Chanyeol. Dia ingin segera dimasuki.
Daehyun memasukan penisnya
Drrrr drrrrr drrerrr
Baekhyun mematikan pons4lnya yang berbunyi, "Lanjutkan." Perintahnya meminta Daehyun melanjutkan.
Daehyun memasukan kepala penisnya, yang mudah tenggelam disana.
Drrr drr drrrr
Baekhyun mengerang kesal,ia membawa ponselnya dan mengechek siapa gerangan, tapi matanya kangsung melotot kaget saat melihat Chanyeol dalam layarnya. Ia mendorong Daehyun menjauh membuat penis yang baru masuk kepalanya keluar.
Membuat Daehyun kesal bukan main.
"H-hallo, Chan." Suaranya terdengar bergetar gugup.
"Dimana?"
Baekhyun bingung mentakan alasan,ia blank "Ahh.. aku.. aku ini-"
"Pulang"
Membuat Baekhyun mengangguk tanpa sadar, "Baiklah."
Tutt
"Sialan!!" Mata Daehyun memera marah, "Kau akan menurutinya?" Tanyanga dingin.
Baekhyun membenarkan tampilannya, "Ya. Karena dia bisa curiga." Ujar Baekhyun santai.
.
.
Ini akan memicu api yang akan menghanguskan semuanya
Kata-kata tak berperasaan yang kau ucapkan padaku, aku tahu
Itu semua adalah pertanda
Sesungguhnya kau menyiratkan bahasa tubuh saat kau bergerak
Udara terperangkap dalam kesunyian
.
.
"Kau baru pulang, Chanyeol?" Baekhyun memeluk Chanyeol menyambut kepulangan Chanyeol.
Chanyrol langsung mendorong Baekhyun setelah menutup pintu, menyandarkan Baekhyun di sana lalu menciumnnya kasar. Baekhyun kewalahan akan serangan Chanyeol walaupun begitu, ia mencoba membalas ciuman itu.
Ciuman itu terjadi cukup lama, membuat Baekhyun memukul dada Chanyeol meminta berhenti karena ia membutuhkan pasokan udara.
"Hah... hah... hah.." Baekhyun langsung terengah saat Chanyeol memutuskan ciuman itu. Mengusap pipi merona Baekhyun sambil tersenyum.
"Kau... sangat manis aku suka. Bibirmu dan ..." Chanyrol menggerakan tangannya menyusuri punggung Baekhyun turun menuju pantat Baekhyun, meremasnya.
"Nghh" Baekhyun mengigit bibirnya, menatap sensual Chanyeol.
Chanyeol yang melihat itu terkekeh, melepaskan diri dari Baekhyun. Berjalan menuju sofa untuk mengistirahatkan dirinya dan menyimpan tas kantornya.
Trililit~~ trililit
Baekhyun mengambil ponsel di saku, "Chan... aku harus melanjutkan project kampusku sekarang." Ucap Baekhyun setelah melihat sebuah pesan dari Daehyun yang meminta bertemu dengannya.
"Aku baru pulang, tidakkah kau ingin membantu menyiapkan air hangat untukku?" Tanya Chanyeol menatap Baekhyun yang masih berdiri.
"Tapi ini penting Chanyeol. Dan aku bukan pembantumu, oke. Kau masih memoliki kaki dan tangan yang masih berfungsi. Kenapa tidak kau lakukan sendiri, bukan malah menyuruhku!" Ucap Baekhyun kesal saat Chanyeol seolah melarangnya pergi.
Chanyeol menatap tajam Baekhyun, "Kau boleh pergi." Ia mencoba menenangkan hatinya yang terasa panas akan ucapan Bakhyun. Pembantu katanya?
Berbeda dengan Baekhhyun, ia malah tersenyum senang, "Benarkah?"
Chanyeol mengangguk, "Tapi aku yang akan mengantarmu." Balas Chanyeol sembari bangkit.
"Apa?!!" Teriak Baekhyun, "Itu... itu tidak perlu, Chanyeol. Aku tidak mau membuatmu lelah bukankah kau baru saja pulang bekerja. Lagian teman projectku ini, Luhan dan ia yang akan menjemputku." Terang Baekhyun mencoba mencari alasan,matanya menatap kesana-kemari memikirkan alasan yang masuk akal menolak menatap langsung kemata Chanyeol.
Chanyeol menatap Baekhyun lalu menatap lurus didepannya menyembunyikan senyum anehnya dari Baekhyun, "Ohya?"
Chanyeol dengan santai bangkit akan menuju kamar, "Jika begitu kau boleh pergi karena kekasih imutku ini akan ada yang menjaganya. Membatku tenang."
Baekhyun berlari dan memeluk tubuh Chanyrol dari belakang sebagai bentuk terima kasih, "Ini project pentingku, Chan. Dan terima kasih sudah mengerti."
Hal ini hanya diangguki Chanyeol.
Baekhyun mulai memasuki kamar, ia berbenah memakai eyeliner dengan celana hitam ketat dan baju yang sama ketat tapi ia menutupi dengan sebuah jaket.
Chanyrol membuka pintu, "Kau hanya akan mengerjakan tugas, tak perlu bersiap berlebihan seperti itu, ini sudah malam kau seperti akan berkencan atau pergi ke club jika berpenampilan seperti itu di malam hari." Chanyeol bersandar di pilar pintu menatap tampilan Baekhyun.
Baekhyun yang mendengarnya memutar matanya sebal, "Kau tidak percaya padaku?"
Chanyeol menggeleng, "Aku selalu percaya padamu. Pergilah." Ucapannya menyimpan banyak makna tapi Baekhyun tidak menyadari.
Baekhyun mengecup pipi Chanyeol lalu meninggalkan Chanyeol setelahnya.
Chanyeol berjalan memasuki kamar memakai jaket lalu mengambil ponsel untuk melihat sebuah pesan. Ia lalu bangkit pergi menuju keluar.
...
...
Baekhyun memasuki sebuah Club, melihat sekeliling mencari seseorang yang menyuruhnya datang kemari. Saat melihat kekasihnya, ia mendekat lalu mengalungkan lengannya pada leher Daehyun.
"Aku merindukanmu, baby." Bisik Daehhyun.
"Yeah... Karena kau kemarin asyik dengan teman-temanmu." Balas Baekhyun melepaskan belitan lengannya. Merek lalu duduk disofan.
Jika kalian bertanya-tanya apakah Barkhyun memiliki kekasih 2? Maka jawabannga sudah jelas ya. Hubungan Baekhyun dengan Daehyun terbilang cukup baru, yaitu 1bulan.
Mereka saling mengenal 1 bulan sebelum menjalin kasih, mereka bertemu ketika teman-teman Baekhyun mengenalkan Daehyun di sebuah cafe, itu hanya pertemuan tidak sengaja karena saat itu Daehyun ingin memesan sesuatu sebelum seseorang memanggilnyaa, yang ternyata sahabatnyaa, zelo.
Setelah itu Daehyun menatap penasaran pada Baekhyun yang dibalas Baekhyun. Baekhyun merasakan hatinya berdentum keras, sesekali melirik pada Darhyun yang sama tengah melihatnya. Sejak saat itu mereka meminta id masing-masing dan mulai pendekatan, dengan Baekhyun berusaha sembunyi-sembunyi dibelakang Chanyeol tanpa dicurigai walaupun ada perasaan takut ketahuan kekasihnya itu.
Baekhyun berkata jujur, ia memiliki kekasih tapi ia takut kekasihnya marah, ia merasa kekasihnya mulai melupakannya dan malah menyuruh menyiapkan segala keperluannya seperti pembantu. Ucapan itu membuat Daehyun semakin tertarik, mereka bisa menyembunyikan hubungan mereka dibelakang kekasih Baekhyun. Dan Baekhyun mengiyakan walaupun terselip perasaan takut dihatinya.
Dan hubungan penghianatan itu terus berlanjut karena Baekhyun merasa ketagihan dan nyaman walaupun harus bersembunyi dari kekasihnya, Chanyeol.
Baekhyun meminum alkhoholnya kadang mereka bertatapan dengan mesra lalu saling melumat dengan panas.
"Baby... aku ingin mengenalkanmu dengan teman mainku, Bolehkan?" Bisik Daehyun ditelinga Baekhyun dengan panas membuat bulu roma Baekhyun berdiri.
Mereka melangkah pergi dari Club itu menuju markas geng motor Daehyun, mereka memasuki mobil Daehyun lalu melesat pergi dari sana.
"Hallo, Sehun. Ikutlah denganku dan bawa yang lain. Aku akan mengaktifkan GPSku-- ya sekarang!"
Orang itu memasuki mobil mengikuti laju mobil yang baru saja pergi.
.
.
"Siapa ini, Daehyun. Manis sekali. Kau beruntung bisa mendapaykannya." Lelaki itu berkeliling menatap Baekhyun dari bawah sampai atas. Sedangkan Daehyun menjauh mendekat pada teman-temannya, Baekhyun awalnya ingin ikut tapi tertahan oleh lengan yang menahan pergelangan tangannya.
"Kau boleh juga" Lelaki itu menatap dengan tatapan bajingannya pada Baekhyun membuat Baekhyun merasa kurang nyaman.
"Ketua. Dia kekasihku yang aku ceritakan." Daehyun mendekat pada Baekhyun membuat Baekhyun berpindah kebelakang Daehyun memegang erat lengan Daehyun untuk bersembunyi. Ia sangat takut pada teman-teman Daehyun ini.
Lelaki yang dipanggil ketua menyeringai mengusap bibirnya terus menatap Baekhyun, " Boleh aku merasakannya?" Tanyanya.
Pertanyaan itu membuat baekhyun membelalak terkejut, memikirkannya membuat ia mual.
"Kita harus merasakan bersama, karena kami juga ingin mencicipi." Ujar yang lain yang tengah duduk disofa, membuat yang lain bertos ria setuju.
"Daehyun, aku ingin pulang saja." Baekhyin mengeratkan pegangnmya pada Daehyun berharap segera menjauh dari orang-orang menakutkan ini, tapi ucapan Daehyun membuat ia melepaskan pegangannya dan menjauh dari Daehyun.
"Aku juga ingin merasakannya, ketua. Walaupun kita sudah menjalin kasih. Aku belum pernah merasakan surganya."
Lelaki yang disana dan tetua menyeringai mendengar ucapan daehyun, mereka yang duduk bangkit mendekat pada Baekhyun yang memundurkan langkahnya. Mereka berjalan sambil membuka kancing baju mereka.
Daehyun langsung meemgang tangan Baekhyun, menahannya pergi yang memberontak meminta dilepaskan.
"Daehyun!!! Teganya kau padaku. Lepas brengsek!!" Baekhyun berteriak semakin kuat berontak melepaskan diri dari cengkraman daehyun.
Ketua mereka mendekat memeluk Baekhyun membawa dalam ciuman, lalu mendorongnya ke sofa dibelakang Baekhyun, membuat Baekhyun berbaring disana.
"TIDAK!! LEPASKAN AKU!!" Aku mohon jangan!!!!!" Baekhyun berontak semampunya, menendang-nendang tapi kakinya ditahan oleh yang lain dan dia mendapat tamparan keras di pipinya.
"Berisik sekali kau" desis si ketua marah.
"Aku mohonn hiks, Sialan kau Daehyun!!!" Air mata Baekhyun tidak berhenti keluar, kecewa pada Daehyun. Teganya Daehyun melakukan ini, membiarkan dirinya digilir oleh orang lain.
Pakaian Baekhyun sudah mereka tanggalkan, membuat Baekhyun telanjang bulat dihadapan mereka. Padahal Baekhyun sudah berontak taoi tetap saja mereka banyak sedang Baekhyun sendirian melawan.
Seseorang mencium bibir Baekhyun lalu menyodorkan sebuah penis sedang pada bibirnya, Baekhyun memalingkan wajahnya menutup bibirnya dengan erat.
"Hmmphh"
Seseorang menampar pantatnya sedang kekasihnya mengulum nipplenya lalu menghisap kuat.
Baekhyun terus berterial tidak bisa mngehentikan tangisannya, ini sungguh melukai dirinya. Ia begitu percaya pada Daehyun sampai berkhianat pada Chanyeol.
Ketua mendekat membawa satu vibrator yang tengah bergetar, mengesek-ngesekannya pada lubang berkerut Baekhyun.
Baekhyun melotot marah lalu berusaha menutup pahanya, tapi gagal karen ditahan ia kalah telak dengan orang yang akan menyetubuhi dirinya.
"Lihatlah, Cantik. Lubangmu berkedut-kedut ternyata kau sudah tidak sabar eoh?" Ketua itu terkekeh lalu memasukan vibrator itu sekali hentak pada lubang Baekhyun, "Lihat! Lubangnya langsung menerima, hahaha lubangmu sungguh kelaparan."
Semua tertawa mengejek Baekhyun yang sudah tidak memiliki harga dirinya, tapi mereka juga terangsang ingin cepat-cepat menyodok lubang kelaparan itu, hanya saja mereka menunggu ketua mereka yang ingin bermain terlebih dahulu.
"Nghhh hiks" Baekhyun memalingkan wajahnya, menangis wajah Chanyeol terbayang. Ia ingin Chanyeol datang menolongnya. Ingatan tentang tadi ia berbohong pada Chanyeol membuat Baekhyun menangis.
Vibrator itu digerakan keluar masuk membuat Baekhyun bergetar nikmat, walaupun nikmat ini sungguh menjijikan. Hatinya tidakalah demikian, ia sangat menolak semua ini.
"Ahh uhmm nghhh HMppp" Desah Baekhyun langsung tertahan saat penis akhirnya berhasil membobol masuk mulutnya.
"Jalang ini, awalnya aku mengira dia masih suci. Karena menolak Daehyun." Ketua itu mengocok penisnya siap tempur sedang yang lain sudah tidak sabar menunggu giliran.
"Dia memiliki kekasih yang lain." Jawab Daehyun, menyeringai menatap Baekhyun. Ialah yang menginginkan ini berkat Baekhyun yang menolaknya di mobil dan memilih kekasih lainnya.
BRAKKKK
DORRR
Semua langsung menatap pintu markas, melihat polisi datang mengepung. Mereka langsung panik berlarian ingin kabur dari sana. Tapi tidak bisa, karena polisi menembak kaki mereka yang berusaha kabur.
"Tangkap!!" Teriak Sehun membuat rekan yang lain langsung bergerak menangkap mereka yang tampak pasrah mengangkat tangannya.
Chanyeol menatap marah pada orang-orang yang hampir memperkosa kekasihnya, kekasihnya terlihat menyedihkanmengangkang tak lupa vibrator masih terpasang disana bergerak-gerak sementara wajahnya sembab banyak menangis, pipinya memerah dengan sudut bibirnya terluka.
Chanyrol mendekat pada Baekhyun yang berusaha menutup tubuhnya, ia memakaikan baekhyun coat miliknya, lalu mengeluarkan vibrator itu dari lubang Baekhyun. Baekhyun langsung memeluk Chanyeol erat meredam tangisnya di dada kokoh kekasih yang ia khianati ini, menyalurka rasa takut padanya.
Chanyeol hanya mengelus punggung Baekhyun lalu mengangkatnya ala pengantin keluar dari sana menuju mobil miliknya. Para penjahat itu sudah dibawa oleh Sehun dan polisi.
...
Chanyeol mendudukan Baekhyun di atas ranjang, menatap kedalam iris Baekhyun berwarna coklat, "Apa kau baik-baik saja hmm?" Ia mengusap bibir Baekhyun yang tadi penuh lendir.
Baekhyun mengangguk, ia takut jika berjauhan dari kekasihnya. Ia merasa trauma, maka ia memeluk kekasihnya itu.
"Kau tahu. Aku sangat mencintaimu bukan." Bisik Chanyeol pelan.
Baekhyun mengangguk dengan keras, "Aku juga Chanyeol, aku mencintaimu!"
Baekhyun memeluk Chanyeol erat menyembunyikan wajahnya didada pria itu.
Baekhyun merasa begitu jahatnya dirinya, menghianati cinta mereka. Bodohnya ia mencintai sosok baru yang bahkan itu hanyalah cinta sesaat karna nyatanya itu hanyalah pengalihan rasa sepinya dan lelahnya akan hubungan mereka.
"Kau tahu, seminggu yang lalu aku akan memintamu untuk menuju ke jenjang yang lebih serius tapi sepertinya ... "Chanyeol menatap dalam Baekhyun, menahan ucapannya.
Wajah Baekhyun terlihat berbinar senang mendengarnya, ia sungguh-sungguh tidak menyangka kekasihnya akan melakukan hal ini, ini adalah sesuatu yang baekhyun nanti. Ia tidak akan pernah menghianati lelaki jangkung itu lagi. Baekhyun janji.
"Aku menariknya." Lanjutan Chanyeol membuat Baekhyun menghilangkan senyumnya yang tadi sempat tersemat.
"Apa?"
Chanyeol bangkit melepaskan pelukan Baekhyun, ia berbalik memunggungi lelaki munyil itu, "Aku ingin bertanya, kenapa kau berkhianat, Baekhyun?"
Baekhyun membelalakan matanya, "A-aku tidak, Chan. Tidak-"
Chanyeol geram sangkalan itu, "CUKUP!!"
Chanyeol menatap kecewa Baekhyun, "Tega-teganya kau berkhianat padaku?!" Tekan Chanyeol dengan suara dalam. Hatinya sakit, kecewa dan itu terasa menumpuk penuh dalam hatinya, dia ingin melampiaskan amarah.
Baekhyun hanya bisa menangis terisak sambil menunduk takut, takut Chanyeol benar-benar menyerah padanya
Chanyeol menutup matanya mencoba meredakan amarahnya yang akan keluar, "Katakan Baekhyun, katakan bahwa kau tidaklah bahagia denganku? Kau bahkan mengatakan aku memperlakukanmu seperti seorang pembantu." Chanyeol menunjukan pesan-pesan yang masuk dalam ponselnya pada Baekhyun.
Baekhyun menutup mulutnya tidak percaya, disana percakapn dirinya dan Daehyun.
"Baik Hiks..jika kau ingin tahu aku melakukan ini karena siapa? Karena kau sendiri hiks. Aku lelah! Kau seperti tidak memiliki waktu untukku. Kau bekerja, kau mementingkan pekerjaan daripada janji-janji kita, saat kau memiliki waktu, kau selalu menyuruhku ini itu. Aku hanya mencoba mencari sosok lain yang seperti apa dia mencintaiku. tapi asal kau tahu aku, Chan. Aku selalu mencintaimu! Aku tidak mau kita berpisah. Aku minta maaf Chanyeol, maafkan aku yang bermain dibelakangmu. Aku tahu aku salah hiks." Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, memikirkan kemungkinan yang terjadi itu adalah mimpi buruk baginya.
Chanyeol mengusap wajahnya sedih, " Aku berjuang demi mewujudka banyak hal. Tapi, kau selalu menyalahkan. Menuntut aku berada didekatmu. Kamu tidak mau belajar untuk peduli, bahwa apa saja yang aku lakukan hari ini, semua itu untuk siapa, Baek?. Bagimu waktu untukmu tidak boleh terganggu. Sementara waktu terus berjalan, banyak tantangan yang harus kita hadapi. Harusnya kau mengerti, bahwa aku peduli. Aku ingin kau hidup nyaman denganku tanpa kekurangan. Demi itu, aku merelakan diri susah payah." Chanyeol menunduk dia ingin menangis tapi ia tidak mau memperlihatkan kelemahannya pada Baekhyun.
Baekhyun menggeleng kecewa, "Chan-"
"Aku memberikanmu semuanya, apapun itu tapi semua itu sepertinya kurang. Aku sangat percaya dan aku menjaga hubungan kita." Potongnya sebelum Baekhyun melanjutkan ucapannya.
Baekhyun memegang jemari Chanyeol, ia gemetar takut, "Chanyeol... Hiks maafkan aku please~." Ia merengek sedih, ia ingin mendapat maaf dari Chanyeol atau simpati.
Chanyeol melepaskan genggaman itu, "Aku tidak bisa, aku sudah tidak bisa percaya. Akubsudah memberimu kesempatan di hari-hari lalu berharap kau jujur padaku. Tapi kau masih srmpat mengelak sejak tadi." Chanyeol mengelus rambut Baekhyun sayang, "Belajarlah menghargai perasaan seseorang." Chanyeol membungkuk mencium kening Baekhyun yang semakin mengencangkan tangisannya.
"Kau bia tinggal di apartement ini, aku pergi." Chanyeol melangkah mulai meninggalkan tempat itu.
Baekhyun berlari berusaha menahan Chanyeol, tapi Chanyeol melepaskan pegangan Baekhyun. Baekhyun yang tidak tahu harus bagaimana lagi bersimpuh didepan Chanyeol.
"Aku mohon Chanyeol. Jangan tinggalkan aku, aku mohon maafkan aku Chanyeol!!!" Baekhyun meraung didepan Chanyeol, Chanyeol berusaha pergi dari sana dan Baekhyun mengejarnya sekuat tenaga. Tapi, Chanyeol sudah masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu.
"PARK CHANYEOL! hiks aku mohon Chanyeol!!!" Baekhyun menjerit pilu, memukul dadanya yang terasa sesak.
Ia ingin sebuah kesempatan lebih banyak lagi, "Chanyeol" Bisiknya langsung terjatuh duduk di jalanan yang lenggang karena sepi.
.
.
.
yeay
.
I HOPE YOU LIKE IT
kutipan ada yang dari novel boy candra. aku tambahin aku lupa inikan maksimal sampe 5:3
