Untuk sekedar info usia para Uchiha di FF ini
-Madara 27th
-Itachi 23th
-Shisui dan Obito 18th (Ceritanya kembar)
-Izuna dan Sasuke 17th (Ceritanya kembar)
.
.
.
.
.
Konoha High School.
Hari ini Sakura resmi menjadi baby siter Sasuke. Ya, setelah kesepakatan tadi malam tentunya. Dan ini tidak baik untuk Sakura. Pasalnya Sakura khawatir dengan keselamatan Sasuke. Lihat saja kelima Uchiha itu menatapnya tajam setajam katana. Apalagi sikap manja Sasuke yang dia buat-buat, membuat saudaranya bena-benar marah penuh kecemburuan.
Sakura! Gandeng aku.
Sakura! Kepalaku pusing. Pijitin ya.
Sakura! Mau ke kantin bantu aku berjalan.
Sakura! Sakura! Sakura!
Bla ... bla ... bla ... bla ... bla ...
Sikap Sasuke membuat sebagian para siswi kesurupan.
Kepala Sakura mulai pusing sekarang.
Sejak pagi tadi, Sasuke terus saja meminta hal yang aneh-aneh, padahal dia bisa melakukannya sendirian tanpa bantuan Sakura sekalipun. Helo ... Sasuke hanya demam dan itupun kemarin malam dan sekarang, kelihatannya sudah lebih baik. Bahkan sangat baik.
"Bisakah kau tidak merengek seperti anak kecil padaku? Mereka benar-benar akan menggantungmu di tiang bendera nanti!" Ucap Sakura sambil mnunjuk kearah tiga Uchiha yang sedari tadi membuntuti mereka menuju kantin.
"Hei! Aku sakit karena mu dan kau, harus bertanggung jawab." Tegas Sasuke tanpa mempedulikan ketiga Saudaranya yang hampir meledak karena kesal. Apakah ini taktik jitu Sasuke untuk memonopoli Sakura? Atau... Sasuke sengaja membuat Sakura tak sedetik pun mengabaikannya. Dia ini menyukai Sakura atau ingin menyiksa Sakura sih? Seharian ini benar-benar menyusahkan.
"hmh..." Sakura menghela nafas kesal. Kemudian mendorong, mendudukan Sasuke di atas bangku kantin dengan sangat kasar.
"Auk! Sakit tau." Teriaknya tak terima. Melihat sikap Sakura pada Sasuke yang sedikit kasar, ketiga Uchiha itu pun tertawa dan segera mendekati Sakura yang sedang bersama Sasuke. Sebenarnya sedari tadi mereka bisa saja langsung mengacaukan acara manja-manja Sasuke tapi, mereka tidak ingin membuat Sakura merasa terganggu karena hal itu, dan sekarang setelah melihat sikap Sakura. Ketiga Uchiha itu seperti melihat gerbang besar terbuka untuk mereka.
"Hei, Sasuke, kau memperlakukan Sakura berlebihan." Izuna menepuk bahu Sasuke cukup keras seraya duduk di sampingnya.
"Diam kau jelek!" Bentak Sasuke yang mendapatkan kekehan dari Shisui dan Obito. Bibirnya mengerucut kesal dan pandangannya terfokus pada netra hijau di hadapannya.
"Caramu berbicara seperti sedang mengakui dirimu sendiri yang jelek." Shisui masih terkekeh. Dia duduk di sisi kiri Sakura dan Obito duduk di sisi kanan Sakura.
"Kau lupa? kalau wajahmu dan Izuna sama ... sama-sama jelek." Kini Obito menyahuti perkataan Shisui kemudian ber-tos ria dengan Shisui dan tawa merekapun pecah. Sakura menutup mulutnya dengan tangan menahan tawanya agar tak terdengar.
"Hei! Aku lebih tampan dari dia." Teriak Izuna tak terima.
"Heh, pingky! Awas saja jika kau berani menertawaiku." Ancam Sasuke seraya mendelikan matanya, "Kalian tega sekali padaku. Aku ini adik kalian dan aku sedang sakit sekarang." Lanjutnya berharap dapat belas kasihan daripara nii-chan nya. Sungguh Sasuke yang begitu cool, angkuh dan dingin, bisa semenjijikan ini jika bersama Sakura. Entah sejak kapan? Sasuke terkenal dengan irit bicara dan wajah datar tanpa ekspresinya. Dan sekarang lihatlah... seperti gadis labil.
"Menjijikan!" Desis Izuna.
"Baiklah! Kita akan berbaik hati padamu dan menggantikan Sakura-chan. Bagaimana?" Ucap Obito tersenyum manis. Mungkin sok manis karena di depan Sakura. Atau sebenarnya senyumnya memang benar-benar manis. Ah... Sakura selalu terpesona dengan setiap yang dimiliki Uchiha. Ketampanannya, pesonanya, tubuhnya yang atletis, senyumnya semuanya... semuanya Sakura suka. Entah sejak kapan? Sakura tak tahu.
"Aku setuju!" Sahut Shisui dan Izuna bersamaan. Tentu saja setuju, ini adalah kesempatan langka untuk menyiksa Sasuke. Biarkan saja Sakura bisa menurutinya di rumah karena ada Mikoto tapi, jika di sekolah, siapa yang tahu akan bagaimana nasib si bungsu itu.
"Bagaimana Sakura-chan?" Tanya Obito. Sasuke mempelotiti Sakura dengan onixnya berharap Sakura tidak setuju dengan mereka semua.
"Setuju!" Tanpa berpikir panjang Sakura berteriak menyetujui usul ketiga Uchiha itu dan Sasuke ... jangan tanya! Dia pasti akan tamat. Yang benar saja, apakah ini semacam kerjasama pengeroyokan? Mereka bisa membuat Sasuke mati dengan setiap perlakuannya dan mempersulit jalannya untuk mendapatkan Sakura. Ini tidak adil karena sepertinya Sasuke bersaing dengan kelima Uchiha itu. Maksudku ... lihatlah Sasuke selalu menderita sendirian di sini dan mereka semua bekerja sama dalam setiap penyiksaannya.
Pelajaran berjalan baik karena Kakashi-sensei yang tampan mengajar dengan sangat menyenangkan dan mudah di pahami, dengan bahasa dan kata-kata yang sederhana. Kadang dia menggunakan kata-kata yang ia buat sendiri bahkan tidak tercatat dalam kamus. Ya, meskipun pelajaran yang Kakashi-sensei pegang adalah pelajaran biologi yang kadang membuat wajah para muridnya memerah dan memanas saat membahas tentang reproduksi dan tetek-bengeknya. Tapi, itu semua sangat menyenangkan. Sungguh.
Beberapa jam berlalu. Waktu menunjukan pukul empat sore dan Sakura sudah berada di rumah dengan sebagian Uchiha, karena Itachi dan Madara seperti biasanya masih belum pulang. Sakura lelah dengan sikap manja Sasuke seharian ini membuat hatinya pegal dan berharap segera hari esok.
Semuanya berjalan baik, begitu baik sehingga Sakura mulai terbiasa dengan persaingan Uchiha yang cukup ketat. Kekasih mereka berdatangan Satu persatu menatap Sakura penuh iri dan benci. Bagaimana tidak? Sakura sangat beruntung dapat diperebutkan begitu banyak pria tampan terlebih lagi Sakura adalah obsesi kedua orang tua mereka, tentunya para gadis itu akan kalah saing dengan Sakura. Ayolah! Pesona Uchiha yang sebegitu menarik tidak mungkin 'kan? membuat para pria itu menjomblo selama beberapa tahun. Sakura sudah dapat menebak itu sejak awal ya, meskipun mungkin pasangan mereka itu hanya untuk bersenang-senang. Sakura tak peduli.
Perasaannya belum merasa ada kecocokan dengan keenam Uchiha itu, meskipun Sasuke dan Izuna lebih banyak menyita perhatiannya. Jujur, Sakura memang terpesona dengan segala kelebihan yang para Uchiha itu miliki tapi hatinya masih tertinggal di sekolah lamanya, tepatnya Sakura menaruh hati pada sahabatnya di sana. Sakura dan sahabatnya itu saling menyukai, namun hanya sebatas teman. Mereka tidak bisa mengutarakan perasaannya masing-masing karena mereka takut kedekatan mereka sebagai sahabat akan menjadi canggung jika perasaan itu keluar dari mulutnya masing-masing. Meskipun secara perlahan perasaan spesial itu menjadi biasa saja, menjadi sebuah kerinduan yang amat sangat. Hanya merindukan sahabatnya.
Satu pekan berlalu. Besok adalah hari minggu, hari yang paling Sakura sukai karena ia bisa terbebas dari setiap tumpukan bukunya.
Tugasnya menjadi baby siter Sasuke pun telah berakhir beberapa hari lalj karena Mikoto tak terima jika Sakuranya kelelahan karena perintah Sasuke yang begitu banyak.
"Kaa-san!" Panggil Sakura. Mikoto berbalik dan tersenyum. Kemudian memeluk Sakura.
"Kaa-san sedang apa?" Tanya Sakura manja. Tentu sikap Sakura yang seperti ini membuat Mikoto sangat senang. Sangat ... sangat senang. Sakura beruntung bisa berada di tengah-tengah mereka. Selain karena perhatian Mikoto dan Fugaku yang membuatnya merasa nyaman dan terlindungi. Keenam putra Uchiha mereka juga sangat baik padanya walaupun mereka sering terlibat perkelahian antar saudara karenanya. Tapi mereka tak benar-benar saling membenci ataupun dendam satu sama lainnya.
"Kaa-san sedang memasak makanan kesukaanmu." ujar Mikoto yang kembali sibuk dengan wajannya.
"Kaa-san sangat baik padaku. Aku sangat menyayangi kaa-san, seperti kaa-chan ku sendiri." Sakura memeluk Mikoto dari belakang menyandarkan kepalanya di punggung Mikoto. Sontak membuat Mikoto menangis haru dan meneteskan beberapa bulir air matanya yang kemudian menderas seperti sungai ci tarum.
"Ah, gadisku!" Mikoto kembali berbalik dan memeluk Sakura erat seraya menghujani Sakura kecupan di kepalanya.
Makan malam sudah siap dan Sakura membantu Mikoto menyiapkan makan malam mereka. Fugaku sudah pulang dari luar kota beberapa hari lalu membuat suasana rumah semakin ramai dan hangat.
"Siapa yang masak?" Tanya Itachi sambil mengunyah makanannya.
"Kaa-san yang masak." Jawab Sakura tersenyum seraya menyedokan nasi ke piring Fugaku.
"Hm... aku tidak sabar saat kau memasakan makanan untukku suatu saat nanti." Celetuk Itachi.
Uhuk!
Sontak membuat kelima Saudaranya tersedak makanan mereka. Wajah Sakura memerah malu, jantungnya berdebar kencang seperti akan lepas dari tempatnya. Berani sekali Itachi mengatakan itu di depan Fugaku dan Mikoto. Apalagi mereka berdua hanya tersenyum manis menanggapi perkataan putranya.
"Pede sekali." Gumam Madara merengut sebal dan memasukan satu sendok penuh makanan ke mulutnya dangan menghentakannya. Mikoto dan Fugaku tidak ingin menghalangi jalan anaknya yang ingin merebut hati Sakura. Ya, selama mereka dapat 'bersaing secara sehat'. Sepertinya kata-kata itu sudah melekat di kepala enam putranya.
Dan yang lain mulai kehilangan selera makannya. Makan malam berjalan dengan tenang, tak ada suara perdebatan atau apapun yang mempersalahkan ucapan Itachi tadi. Sakura kembali membantu Mikoto membereskan dan mencuci peralatan makan mereka. Setelah itu Sakura berpamitan untuk istirahat di kamarnya dan mencium pipi Mikoto, kemudian pipi Fugaku bergantian membuat keenam anaknya mengaga kaget dengan pemandangan yang mereka lihat.
"Apa-apaan ini?" Teriak Sasuke tak terima. Bukankah sudah cukup jika hanya ada lima lawan saingnya? Dan sekarang, apa? Apa mereka juga harus bersaing dengan ayahnya?
"Sasuke benar! Apa-apaan ini?" Sambung Izuna yang menyetuji perkataan Sasuke. Dan yang lainnya melotot.
"Jangan bilang kalian cemburu pada tou-chan." Ucap Fugaku diiringi tawa kebanggaanya yang menggelegar menggema di mension itu.
Arrghh!
Geram keenam Uchiha tampan itu kemudian segera pergi menuju kamarnya masing-masing. Sepertinya hari esok akan ada kejutan untuk mereka.
TBC
AN
hai minna ... ya ampun! maaf kalau ceritanya semakin gaje dan mungkin akan segera masuk kepada bagian konfliknya.semoga kalian selalu terhibur dan tidak bosan memberikan kritik dan saran yang sopan dan membangun. Ya, terutama kesan saat membaca ff ini. Key akan berusaha membuat ceritanya agar tidak bosan dan memasukan beberapa kelucuan di dalamnya.Terimakasih.4 September 2018