Gadis itu tengah duduk di sebuah kedai di pinggir jalan, arah ke Mansion Uchiha.

Matanya sembab dan layu. Dia menatap sebotol sake yang sudah ia minum setengah. Kemuadian ia menyandarkan kepalanya di atas meja di hadapannya, dan meneteskan beberapa butir air mata saat mengingat Sasuke yang sedang bersama Karin tadi siang.

"Kau jahat," gumamnya. "Aku menyukaimu kau tahu?!" Lanjutnya kemudian terisak dan membuat air matanya menggenang di atas meja.

Hatinya sangat hancur. Sasuke pasti sudah melakukannya bersama Karin, kini Sakura merasa jijik pada Sasuke meskipun hatinya tetap tak terima kenyataan itu.

"Sakura-chan?"

Mata gadis itu mengedip secara perlahan sambil memperhatikan sosok yang tak asing sedang berdiri di hadapannya.

"Hai, haha," dia menyapanya seperti orang gila sambil tertawa. "Kau mau minum hah?" Katanya tersenyum. "Atau mau bercinta denganku seperti si brengsek itu yang bercinta dengannya. Sialan!" Tiba-tiba raut wajahnya kembali berubah menjadi kesal dan senyuman nya pun hilang.

"Hei, sudahlah! Kau terlalu banyak minum." Kata pria yang tadi berdiri di depanya sambil menyingkirkan botol sake yang Sakura pegang.

"Itu punyaku, masih belum habis," rengek Sakura.

"Sudah hentikan! Kau sudah tidak sadar."

"Haha, benar, kepalaku pusing. Ini gara-gara si brengsek Sasuke, tega sekali dia menyakitiku." Ucapnya. Sakura benar-benar seperti orang gila. Bicara ngelantur tak jelas.

"Maaf, ini semua gara-gara kami. Aku tidak menyangka kalau kau akan separah ini." Ucapnya dengan raut menyesal.

"Heh Izuna, kembalikan sake ku, aku ingin meminumnya!" Pinta Sakura. Namun Izuna tetap menjauhkan botol minuman itu dari jangkauan Sakura. Izuna khawatir kalau Sakura akan mabuk parah jika ia memberikannya.

"Lupakan! Kau menyebalkan." Sakura pun bangkit dari duduknya dan berjalan sempoyongan meninggalkan kedai itu sedangkan Izuna harus membayar sake yang Sakura minum dan setelah itu menyusulnya ke jalanan.

"Sial, kepalaku sakit sekali," celotehnya seraya memengangi kepalanya yang terasa sakit. Sesekali tubuh mungilnya hampir terjatuh karena jalannya yang tidak seimbang namun Izuna menolongnya walaupun Sakura menolaknya dan mendorong tubuh pria itu.

"Bagaimana ini?" Gumamnya. Kemudian Izuna meraih ponselnya dan menelepon Sasuke agar datang menjemput Sakura.

Tidak lama kemudian Sasuke pun datang atas panggilan Izuna, raut wajahnya terlihat sangat khawatir seiring hembusan nafasnya yang memburu. Tentu saja, Sasuke bahkan tidak menggunakan kendaraan untuk sampai di tempat Izuna, dia berlari dengan sangat cepat setelah mendengar kalau gadisnya dalam kondisi yang tidak baik.

"huh ... di mana Sakura?" Tanyanya. Ia terlihat masih mengatur nafasnya dengan tangannya yang bertumpu pada lututnya.

"Lihatlah! Apa yang kau lakukan? Sehingga Sakura seperti itu." Bentak Izuna.

"Tidak, dia hanya salah paham!"

"Aku tidak mau tahu, kau harus memperbaiki semuanya, dan malam ini ku izinkan kau membawa Sakura ke apartemenmu, aku tidak ingin Kaa-chan dan Tou-chan mengamuk jika melihat keadaan Sakura seperti ini."

"Baiklah, aku akan membawanya pulang ke apartemenku, terimakasih." Sepertinya sepanjang sejarah mereka, ini pertama kalinya Sasuke mengucapkan terimakasih kepada kembarannya itu. Izuna mengangguk dan pergi meninggalkan Sasuke.

Setelah kepergian Izuna, Sasuke pun segera menghampiri Sakura yang sedang mengoceh tak jelas sambil memegangi kepalanya. Dan saat Sasuke sudah berada di dekatnya, Sakura pun terjatuh karena sudah tidak bisa menahan rasa sakit yang menjalar di kepalanya karena pengaruh alkohol yang ia minum.

"Sakura!" Sasuke dengan cepat menangkap tubuh mungil gadis itu.

" Hei Sasuke, aku membencimu," ucapnya.

"Aku tahu, kita bahas ini nanti, sekarang ayo kita pulang." Kata Sasuke sambil mencoba menggendong Sakura di punggungnya. Sakura tidak menolak untuk Sasuke gendong justru ia berpegangan erat, melingkarkan tangannya di leher Sasuke dan menyandarkan kepalanya di bahu Sasuke.

"Kau tahu, kau menyebalkan," ucapnya dengan sebuah gumaman.

"Hnn," jawab Sasuke sambil berjalan menuju apartemennya.

"Kau tahu, aku menyukaimu?" Gumamnya.

"Hnn," Sasuke masih menanggapinya dengan gumaman namun ada sebuah senyuman bahagia yang terlukis di wajah tampannya karena perkataan Sakura tadi. Meskipun Sakura mengatakannya dalam keadaan tidak sadar namun itulah kejujuran yang sesungguhnya dari dalam hati Sakura yang membuat Sasuke sangat bahagia.

"Mmhh ... kau itu benar-benar menyebalkan kau tahu? Kau pikir kau ini tampan? Keren? Hah? ... Sial, semua itu benar. Tapi, apa kau pikir kau berhak mempermainkan perasaanku seperti ini? Heh, turunkan aku!" Sasuke berhenti sejenak dan melirik Sakura dengan sudut matanya. Gadis itu mulai meracau setengah tertidur, dan akhirnya dengan matanya yang masih tertutup, ia sedikit berontak meminta agar Sasuke menurunkannya. Namun tidak lama kemudian ia kembali ke posisi awal berpegangan pada Sasuke dan menyandarkan kepala di bahunya. Sasuke pun tersenyum melihat tingkah Sakura yang tak jelas dan kembali melanjutkan perjalanannya.

Sasuke mulai berpikir mungkin lain kali ia tidak akan mengijinkan Sakura meminum minuman beralkohol lagi kecuali saat bersamanya.

TBC

AN

hai gengs, maaf nih key balik dengan fict lanjutan dari KYA yang gaje. peace... key itu baru sehat setelah istirahat selama beberapa bulan ini dan akhirnya lumayan pulih Alhamdulillah berkat doa dari kalian nih key bisa balik lagi hehe..

o'iya, yang Uchiha juga sedang dalam tahap penulisan nih jadi sabar yaaa..

see u