2 CERITA DAN 1 WAKTU


Chapter 2


Disclaimer

Naruto©Masashi Kishimoto

StoryBy©Hikari No OniHime


Pairing : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^

Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAO, OOC, banyak typo, dan Lain* ..

Rated : T ( belum berani incip* M )

Genre : Romance, Humor, Little Action and Drama


Author Note : Hime masih baru disini, jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis. inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita ..

and Then .. " HAPPY READING MINNA-SAN~ !" (^^)


.. 10 TAHUN KEMUDIAN KOTA KONOHA, MEI 2015 ..

Bagi sebagian orang, pukul 6 pagi merupakan pertarungan diantara batin dan sisi kewajiban dengan sisi morning egoisme. Saat sisi kewajiban lebih unggul dalam pertarungan tersebut maka orang-orang akan bergegas untuk melakukan aktifitas mereka. Mandi, sarapan, kemudian berangkat bekerja ataupun pergi kesekolah. Begitulah aktifitas monoton sebagian orang di setiap pagi, melakukan hal yang sama dan berulang-ulang. Sebagian yang tidak menyadari hal tersebut pasti akan berakhir dengan frustasi ataupun berakhir mati kebosanan dengan senyum kering yang selalu menggantung dibibir mereka.

Tapi mungkin tidak dengan orang-orang yang lebih memenangkan sisi morning egoisme yang selalu berwarna disetiap paginya..

Tap!

Tap!

Tap!

TOK!TOK!TOK!

"Naru-chan~.."

Seorang wanita paruh baya terlihat tengah membangunkan anak bungsunya yang terkenal dengan sifat morning egoismenya.

"Naruto~.."

Wanita berambut panjang berwarna merah darah dan masih nampak terlihat muda yang diketahui bernama Uzumaki Kushina atau yang sekarang telah berganti nama menjadi Namikaze Kushina masih berusaha membangunkan dengan membelai lembut surai pirang keemasan anaknya.

" ..Nngg .."

Pemuda bersurai pirang itu masih memejamkan matanya dan kembali bergelung dengan selimut berwarna orange bercorak kuning dan merahnya itu.

"Naru, sekarang sudah pukul 6 tepat. Cepat bangunlah, sayang." Ucap wanita itu lagi dengan lembut dan perlahan.

"Naru masih mengantuk Kaa-san, lagipula sekolah masuk jam.. 8 pagi.. ZzZ" Ungkap pemuda itu pelan seolah berbisik dan kembali tertidur.

"Hei, apa kau lupa sekarang kita berada dimana, hmm?" Ucap wanita tersebut dengan menepuk pelan bahu anaknya.

"Ungg.. kita berada di kota konoha Kaa-san.." Ucap pemuda itu dengan mempertahankan matanya yang terpejam.

"Berarti kau juga tahu kan bahwa pukul 7 ini kau dan Kyuubi akan masuk disekolah baru milik Baa-chanmu itu Naruto?" Ucap wanita itu pelan dengan perlahan berdiri seolah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya..

" Iyaa.." ucap Naruto pelan.

5 detik ..

"…"

10 detik ..

"…"

15 de-

"GYAAA!? A-AKU HARUS CEPAT TTEBAYOU!?"

Mata Naruto terbuka lebar dan pemuda pirang tersebut langsung berlari kearah pintu kamar mandi yang berada tepat disamping lemari didalam kamarnya.

"Selanjutnyaa~ .." Ucap kushina riang dan berjalan kearah kamar disebelahnya putra bungsunya tersebut.


Kushina masuk perlahan kedalam kamar dengan nuansa orange dan merah tersebut. Terlihat di tempat tidur berukuran queen size tersebut terdapat manusia berusia 17 tahun yang masih sangat nyaman bergelung dengan selimut berwarna orange dan bercorak berwarna merah.

"Kyuu-chan~.."

Kushina memanggil perlahan anak sulungnya yang tidak bergerak layaknya orang mati.

"…"

"Kyuu~ .." Panggil Kushina lagi

" Mmh… apel .." Igau pemuda berambut orange kemerah-merahan dengan mata yang terpejam namun dibibirnya terpoles senyum tipisnya. Sontak Kushina langsung ikut tersenyum karenanya.

"Kyuu-chan, bangunlah sayang.."

Kushina tetap berusaha membangunkan lagi dengan menggoyang pelan bahu anak sulungnya yang memang bersifat morning egoisme seperti anak bungsunya. Dan Kyuubi masih tetap tidak bergeming dari posisinya. Kushina kemudian mendekatkan bibir merah delimanya itu ke pipi Kyuubi. Setelah mencium pipi tan itu Kushina kemudian menutup mulutnya dan terkikik geli karena melihat semburat merah di pipi anak sulungnya tersebut akibat dicium olehnya tadi ;Kyuubi memang paling mudah malu-malu jika mendapat perlakuan manis dari orang-orang terdekatnya.

'Ne, dia sudah terbangun tapi masih berpura-pura tidur rupanya' Batin Kushina dengan tersenyum manis karena sikap anak sulungnya.

"Eehh, aku lupa bilang padamu. Tadi waktu Kaa-san menyiapkan sarapan, Kaa-san melihat berita bahwa didaerah Oto terdapat satu-satunya kebun apel yang sangat terkenal rasa manisnya yang kau sukai itu. Dan kau tau Kyuu-chan, perkebunan itu sedang membiakkan apel yang dibentuk menyerupai kepala rubah. Yare-yare, Bisa kau bayangkan bahwa apel yang selalu menggoda imanmu itu sekarang berbentuk kepala rubah yang sangat kau dan adikmu sukai itu? Tapi sayangnya sekarang pihak perkebunan masih berhasil menghasilkan 5 buah apel dan mungkin saja sebentar lagi akan habis dibeli orang-orang yang-"

"TIDAAAAAAK!? APEL RUBAH MILIKKUUU!?"

Kyuubi langsung terbangun dan berteriak memotong ucapan ibunya kemudian berlari mengambil jaketnya yang tergantung ditembok yang berada tepat dibelakang ibunya sehingga membuat ibu tersayangnya jatuh terjungkal kebelakang.

"I-ittai!? Kau mau kemana Kyuubi? Kau belum mandi dan sarapan, Ttebane.." Tanya wanita berambut merah tersebut saat Kyuubi masih sibuk berusaha memakai jaketnya.

"Sudah pasti aku harus ke Oto, Sekarang!?"

"Tapi jarak dari sini dan Oto memakan waktu sehari semalam Kyuu-chan. Apa kau lupa sekarang kita berada dimana, huh?" Ujar Kushina sambil memegang lengan Kyuubi.

Kyuubi menundukkan kepalanya kemudian ruangan tersebut menjadi he-

"HUAAAA!? KENAPA DI SAAT SEPERTI INI AKU HARUS BERADA DI KONOHAAA!? APEEL RUBAAAAHKU TERSAYAAAANG!"

Kyuubi merana dengan berurai air mata seolah hari ini adalah hari pembalasan akibat dosa-dosanya terdahulu yang sering mengusili orang-orang yang menggoda adik tersayangnya.

GYUUT~

Kushina menarik pipi Kyuubi untuk menghentikan teriakan cempreng anak sulungnya tersebut.

"Dasar anak bodoh, kau lupa bahwa perkebunan apel di Oto adalah perkebunan milik keluarga kita!? Dan karena ide gilamu dan adikmu tentang apel yang berkepala rubah itu perkebunan kita menjadi sangat terkenal!? Dan apa kau lupa bahwa buah apel itu sekarang sedang kau dan adikmu abadikan didalam tabung kaca berformalin yang kalian pajang diruang tengah, huhh!?"

Kyuubi diam ..

Kushina diam ..

"Nyehehe, benar juga. Kalau begitu aku akan tidur kembali~.."

Kyuubi yang masih tertawa idiot kemudian beranjak naik ketempat tidur nyamannya kembali.

"Oh, Dan apa kau lupa juga Kyuu-chan bahwa hari ini kau dan Naruto akan bersekolah ditempat Baa-chanmu?"

"Iyaa, aku ingat .." Jawab Kyuubi sambil membenarkan posisi bantalnya dan memejamkan matanya berusaha untuk memimpikan kembali apel-apel tersayangnya lagi.

"Kalau kau tidak cepat bangun dan bersiap-siap nanti Naruto berangkat sendiri meninggalkanmu lho .."

"Biarkan, tidak apa-apa .."

Kyuubi menjawab dengan setengah bergumam pertanda dia mulai masuk kedalam alam mimpinya.

"Are, Begitu yaa.. Kalau begitu Kaa-san harus bersiap-siap, Kaa-san yakin saat Naruto pulang nanti dia pasti membawa banyak fans yang menatapnya dengan pandangan mesum dan berbinar-binar atau mungkin waktu pulang nanti Naruto akan menangis terisak-isak karena dia dicabuli orang ya-"

"GYAAAAA!? NARUUUUU TUNGGU KYUU-NIIIIII!?"

Kyuubi berteriak memotong ucapan Kushina dan berlari kearah kamar mandi yang terdapat didalam kamarnya juga.

'Haah~, Dasar brother complex!' batin Kushina dengan sweetdrop terbaiknya nan tercantiknya.


Setelah keluarga Namikaze berkumpul dimeja makan, mereka menikmati sarapan mereka dengan riang. Suasana hangat yang selalu dibangun didalam keluarga ini membuatnya nampak menjadi keluarga yang harmonis dan bahagia. Walaupun terkadang didalam keluarga ini sering terjadi teriakan-teriakan yang bisa membuat nenek-nenek dikursi roda bisa berlari cepat dan memenangkan olimpiade dunia, tetapi tetap saja membuat siapapun yang mengenal keluarga tersebut ikut merasakan keramahan dan kehangatan yang berasal dari mereka. Yaah, walaupun Kyuubi tidak ada ramah-ramahnya dan terkesan acuh dan angkuh tapi setidaknya dia tak pernah berdiam diri disaat seseorang berada dalam kesusahan. Baik bukan?

"Naru, saat perkenalan diri nanti kau jangan menunjukkan senyum manismu. Kau harus bersikap acuh dan kejam, Kau mengerti?" Ujar Kyuubi dengan memakan apel yang sedang digenggamnya.

"Ehh!? Kenapa harus begitu Kyuu-nii? Naru tidak mau dianggap buruk didepan mata semua teman-teman baru Naru" Ucap Naruto yang sedang sibuk mengupas buah jeruk kesayangannya.

"Kyuu-nii hanya tidak ingin kau mempunyai fans club ababil lagi seperti saat kau berada di kota Suna dulu. Kau mau kita tidak bisa makan makanan favorit kita lagi gara-gara Kaa-san menyitanya akibat aku menghajar anggota fans clubmu itu hingga mereka hampir mati seperti dulu kan?" ucap Kyuubi sambil memasukkan 15 apel kedalam tas ranselnyanya.

"Tapi kan mereka sendiri yang dengan seenak perut buncit Chouji membentuk fans club itu tanpa persetujuan dariku. Lagi pula jangan salahkan Naru, itu semua memang karena wajah Naru yang begitu tampannya sehingga mereka semua terpesona ttebayou~" ujar Naruto yang ikut-ikutan memasukkan 15 cup ramen kedalam tas ransel sekolahnya.

BLETAK! BLETAK!

"I-ITTAI NA KAA-CHAN!?" Keluh mereka berdua setelah Kushina menjitak kepala mereka dengan sangat 'lembut'nya.

"Kyuubi, jangan menyuruh adikmu merubah sifatnya yang manis menjadi sepertimu!? DAN JANGAN MEMBAWA APEL SEBANYAK ITU NANTI KAU DIKIRA MERAMPOK APEL SESEORANG!? SEHARUSNYA KAU MEMBAWA DUA KARUNG AGAR KAU DIKIRA MERAMPOK APEL SATU PERKEBUNAN TTEBANE!?" Kyuubi langsung melongo dimarahi oleh Kaa-san tersayangnya itu, sedangkan Naruto tertawa terbahak-bahak.

"Dan kau Naruto .." Kushina melirik tajam kearah Naruto.

GLUP!?

"Kau harus tetap menjadi dirimu sendiri, jika sampai ada orang yang macam-macam denganmu langsung saja kau habisi mereka dengan 97 jurus kematian yang Kaa-san ajarkan padamu dan Kyuubi itu, Oke!? DAN TARUH SEMUA CUP RAMEN ITU NANTI KAU DIKIRA TERORIS YANG AKAN MELEDAKKAN KELAS DENGAN MENGGUNAKAN RAMEN!? SEHARUSNYA KAU MEMBAWA SATU TRUK AGAR KAU DIKIRA MELEDAKKAN SELURUH SEKOLAH DATTEBANE!? KALIAN KAN SELALU KAA-SAN AJARKAN UNTUK SELALU AWESOME DAN ANTI MAINSTREAM, BUKAN!?" Naruto langsung melotot dan melongo seketika menyusul Kakaknya yang masih bermelongo-melongo ria akibat ucapan ibunya yang tidak ada beres-beresnya sama sekali. Susah punya ibu kacau dan gila mendidik anak begini!?

"A-anata .." ucap gugup lelaki berambut pirang seperti Naruto yang sedari tadi hanya diam dipinggir meja melihat percakapan istrinya dan kedua anaknya tersebut. Kushina reflek langsung menoleh kearah suaminya yang bernama Namikaze Minato tersebut dengan tertawa yang dipaksakan.

"A-anoo.. Se-sepertinya ke-kebiasaanku be-belum hi-hilang Anata. Hhehehe.." Ujar Kushina gugup sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Minato dan kedua anaknya sweetdrop seketika.

'Sifatnya kan memang seperti itu, mana mungkin bisa diubah. Apalagi dia adalah ketua genk Habanero berdarah yang melegenda di kota Suna itu'.

Ketiganya membatin bersamaan dengan mengelus dada dan menatap Kushina yang masih cengengesan tidak layak untuk umurnya.

"Ne Tou-san, apa Tou-san jadi mengantarkan Naru dan Kyuu-nii ke sekolah?" tanya Naruto setelah sekembalinya dari acara sweetdrop massalnya.

"Tentu saja Naru, Tou-san harus menemui dan menyapa Baa-chanmu dulu. Kalian juga harus menemuinya, ne?" ujar Minato dengan tersenyum lembut, seketika semua orang tersipu akibat efek dari senyuman maut itu. Senyuman Minato itu termasuk dalam kategori salah satu ciri-ciri makhluk mempesona tau!?

"Baiklah .." Jawab Kyuubi dan Naruto serempak.

"Ne Anata, bolehkah nanti aku pergi kerumah Mikoto-chan? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Tanya Kushina kepada suaminya yang berambut pirang itu.

"Tentu saja, sayang. Asalkan nanti kalian berdua jangan berbuat kehebohan seperti dulu lagi. Bisa-bisa aku dan Fugaku bisa kerepotan jadinya." Ujar Minato lembut sambil mengelus puncak kepala Kushina.

"Anoo, orang bernama Mikoto dan Fugaku itu siapa Tou-san?" Tanya Kyuubi penasaran.

"Mikoto dan Fugaku adalah sahabat Kaa-san dan Tou-san waktu kuliah dulu, Kyuu." Jawab Kushina dengan bersemangat.

"Lalu kejadian apa yang diperbuat Kaa-san dan bibi Mikoto hingga Tou-san dan paman Fugaku jadi kerepotan?" Tanya Naruto penuh antusias disertai anggukan oleh Kyuubi.

Naruto dan Kyuubi memang selalu tertarik dengan cerita yang menyangkut kehidupan kedua orang tuanya ;Apapun itu.

'Bekal masa depan kita berdua kelak ..' Fikir mereka berdua.

"Kalian tau kan bahwa Kaa-sanmu ini adalah ketua dari habanero berdarah?" Tanya Minato.

"UN!" Kyuubi dan Naruto mengangguk bersamaan.

"Bibi Mikoto adalah wakil dari Habanero tersebut.." Lanjut Minato.

"Hieee!? Aku kira wakil Kaa-san adalah laki-laki!" Ujar Kyuubi dengan Naruto yang langsung mengangguk membenarkan ucapan Kyuubi.

"Tidak, wakil Kaa-san adalah perempuan bernama bibi Mikoto." Ucap Kushina.

"Mereka pernah membuat kehebohan dengan mengobrak-abrik kota Suna hanya untuk mencari 2 orang yang meneror dan menguntit Tou-san dan paman Fugaku. Mereka berdua dan 87 anak buah mereka mengendarai motor sport dan membawa bendera mereka serta tali tambang untuk mengikat pelaku tersebut. Polisi sendiri sampai takut dibuatnya dan akhirnya para polisi serta pelacak ahli ikut bekerja sama membantu genk Habanero. Setelah para pelaku ditemukan, Kaa-san dan bibi Mikoto mengikat kaki mereka dan menggantung mereka secara terbalik selama 12 jam kedalam jurang yang sangat tinggi dan dibawahnya mengalir sungai dengan buaya yang siap melahap mereka jika terjatuh. Karena hal itu, Tou-san dan paman Fugaku yang membereskan persoalan tersebut. Karena kejadian itu sampai sekarang tidak ada satupun kejahatan yang terjadi dikota suna karena takut oleh genk Habanero. Oleh karna itu genk tersebut menjadi legenda di kota Suna." Ungkap Minato sambil menyeruput kopi miliknya.

Kyuubi dan Naruto yang mendengar penjelasan tersebut langsung terkagum-kagum dan tak henti-hentinya meneriakkan kata-

"KEREN !" Ucap mereka serempak sambil mengacungkan ibu jari mereka.

Dan Kushina pun langsung tersipu dan menggaruk pipinya untuk menutupi rasa malunya karena dipuji oleh anak-anak tercintanya. Namikaze bersaudara ini memang tidak waras. Kaa-san mereka berkelakuan aneh malah dipuji hingga tersipu malu.

"Kalau begitu cepat kita berangkat, pasti Baa-chan telah menunggu kita bertiga." Lanjut Minato yang langsung berdiri dan berjalan menuju garasi untuk mengambil mobil sport hitam metalik miliknya.

"Anoo Kyuu.."

Ada apa Kaa-san?" Tanya Kyuubi menatap heran ibunya tersebut.

"Kaa-san pinjam motormu untuk kerumah bibi Mikoto yaa? Kaa-san malas membawa mobil, lagipula Kaa-san ingin mengingat masa-masa Kaa-san berbalap ria dijalan." Ujar Kushina dengan pandangan memohon.

"Tentu saja Kaa-san, tetapi Kaa-san harus memakai helm agar aku tak khawatir." Ujar Kyuubi menatap serius ibunya.

"Kaa-san juga harus memakai jaket agar Kaa-san tidak sakit terkena angin ne?" Ujar Naruto menambahi perkataan kakaknya.

"Tentu saja ttebane, tapi rahasiakan ini dari Tou-san kalian. Mengerti!" Ucap Kushina sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Ayee Madam!" Jawab mereka bersemangat.

"Kalau begitu kami berangkat dulu Kaa-san". Ujar Naruto dan Kyuubi yang kemudian mencium pipi ibunya secara bersamaan.

"Selamat bersenang-senang disekolah~ .." Ucap Kushina ketika anak-anaknya memasuki mobil yang dikemudikan ayahnya.

Keluarga yang sangat bahagia bukan?

Andai saja Namikaze bersaudara bertanya apa nama marga dari orang bernama Mikoto dan Fugaku tersebut, pasti mereka akan terhindar dari takdir mereka yang semakin berwarna ..

Jadi persiapkan dirimu Namikaze, karena janji yang telah terukir 10 tahun lalu mulai berjalan ..

SAAT INI JUGA!

.

.

.

TBC


Arigatou yang suda mau baca cerita yang Hime buad, semoga semakin menyenangkan ttebayou!