"Apakah tidak ada perkembangan yang berarti?" Tanya seorang lelaki menghisap rokok yang terselip dibibirnya.
"Tidak ada, tetap sama seperti yang kemarin." Jawab seorang perempuan yang sedang sibuk memperhatikan laptopnya.
"Haah~, Semoga saja tuan muda tidak kecewa lagi!" Ujar lelaki itu mematikan rokoknya dan berjalan menuju kamar tuannya ..
2 CERITA DAN 1 WAKTU
Chapter 3
Disclaimer
Naruto©Masashi Kishimoto
StoryBy©Hikari No OniHime
Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^
Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI, OOC, banyak typo, dan Lain* ..
Rated : T (belum berani incip* M)
Genre : Romance, Humor, Little Action dan Drama
Author Note : Hime masih baru disini, jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis. Inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita ..
and Then ..
"HAPPY READING MINNA-SAN~" (^^)
TOK ..
TOK ..
TOK ..
"Siapa?"
"Ini saya tuan muda.."
"Cepat masuk!"
"Permisi tuan muda, saya ingin menyampaikan hasil informasi yang kami dapatkan.." Ucap lelaki itu dengan menyerahkan dokumen yang dibawanya.
"Cepat jelaskan informasi tersebut!"
"Baik tuan muda. Dari informasi yang kami peroleh tetap tidak ada kemajuan, sampai saat ini kami tidak dapat mengorek data-data dari keluarga yang anda cari. Kota itu sama sekali tidak membiarkan kami untuk mengorek informasi apapun. Tingkat pengamanan disana sangat tinggi, kami telah mencoba mengirimkan hacker terbaik yang kami miliki untuk membobol data-data tersebut tapi yang kami dapatkan hanya sedikit informasi dari kepala keluarga tersebut. Untuk anggota keluarga yang lain kami tidak dapat mengorek informasi apapun lebih jauh." Ujar lelaki itu sambil membaca copy-an data yang dibawanya.
"Lalu bagaimana tentang informasi lainnya?"
"Tentang hal tersebut sama seperti dugaan tuan muda. Kota tersebut memang dilindungi oleh genk 'itu' sehingga siapapun tidak dapat menembus pertahanan mereka, namun dari data yang kami dapat menjelaskan bahwa wakilnya telah lama pindah dari kota tersebut sejak 11 tahun yang lalu dan pindah kekota ini. Ketua dan anak buahnya masih tinggal dikota Suna sampai sekarang, tapi ada juga informasi bahwa ketua dari genk Habanero itu telah pindah kekota ini sejak 3 hari yang lalu, dan mungkin saja hal tersebut berhubungan dengan keluarga Namikaze yang anda cari." Ujar lelaki itu dengan menghadap tuannya.
"Begitu? Sekarang juga cepat kerahkan semua anggota mata-mata kita untuk mencari keluarga tersebut dikota ini! Dan jangan kembali sebelum mendapatkan informasi yang memuaskan Asuma-san!" Ucap seorang pemuda yang sejak tadi mendengarkan informasi tersebut dengan berdiri menghadap jendela dengan ekspresi datarnya.
"Baik Sasuke-sama. Saya permisi.." Ujar lelaki tersebut yang kemudian menghilang dibalik pintu.
'Kalian berada dimana? Aku dan Aniki sama sekali tak bisa menemukanmu walaupun 10 tahun telah berlalu..' batin pemuda tersebut dengan tetap menatap kearah luar jendela.
BRAAK!
'Uchiha macam apa aku ini sampai tak bisa menepati janjiku sendiri, Kuso!' Batin pemuda itu lagi dengan menggebrak kusen jendela disampingnya.
Tok!Tok!
"Ada apa Ototou? Kita harus cepat berangkat sekolah." Ujar seseorang dari balik pitu kamarnya.
"Hn, tidak ada Aniki.." Ucap pemuda itu mengambil tasnya dan melangkah meninggalkan dokumen yang tergeletak diatas meja kemudian sosoknya menghilang dibalik pintu meyusul dengan deru suara mesin mobil yang melaju meninggalkan kediamannya, Uchiha Mansion.
_ Ruangan Kepala Sekolah Konoha Gakuen _
"Kaa-san, bagaimana kabarmu? Sudah lama aku dan kelurgaku jarang mengunjungi Kaa-san.." Ucap seorang laki-laki berambut pirang yang diketahui bernama Namikaze Minato dengan senyum terbaik miliknya.
"Kau tampak baik-baik saja Minato, yang penting kau dan keluargamu baik-baik saja itu tidak masalah buatku." ujar Ujar wanita yang berusia setengah abad namun masih tetap cantik dengan rambut pirang yang diikat dikiri dan kanannya. Perempuan bernama Namikaze Tsunade itu bersandar pada kursi berwarna merah miliknya dan menatap anak dan cucu-cucunya.
"Baa-chan, nanti aku minta kunci ganda laboratorium." ujar Kyuubi yang sedang tiduran di sofa tamu diruangan tersebut.
"Untuk apa? Jangan bilang kau ingin bereksperimen diruangan itu?" tanya Tsunade dengan ekspresi menyelidik miliknya.
"Naru dan Kyuu-nii hanya ingin bereksperimen sebentar Baa-chan. Tenang saja, Naru dan Kyuu-nii akan mengembangkan produk baru, Baa-chan." Ungkap Naruto dengan cengiran khasnya.
"Produk apa?" tanya Tsunade kembali.
"Naru ingin mengembangkan apel rasa ramen, katanya itu akan memperingan bawaannya jadi aku akan membantu eksperimennya." ujar Kyuubi dengan santainya.
BLETAK! BLETAK!
"KALIAN INGIN MEMBUAT KEHEBOHAN LAGI!? SUDAH CUKUP DENGAN EKSPERIMEN APEL RUBAH KALIAN ITU! AKU TIDAK MAU ADA EKSPERIMEN ANEH-ANEH LAGI!" teriak Tsunade setelah menjitak dengan 'lembut' kedua Namikaze bersaudara itu.
Naruto dan Kyuubi mengusap puncak kepalanya dan meringis kesakitan. Jangan salah, walaupun usia neneknya sudah setengah abad tapi tenaganya masih berupa dewa perang. Meskipun Tsunade seperti itu tapi dia dan suaminya berhasil menghasilkan anak ramah nan lembut hati seperti Minato. Hebat vrrooh!?
"A-ano Baa-chan .."
"Apalagi Naruto?" Ucap Tsunade geram dan Naruto mendekati Tsunade dan membisikkan ..
"Nanti Naru dan Kyuu-nii akan menciptakan apel rasa sake jadi Baa-chan tidak akan dimarahi oleh siapa-siapa lagi saat memi- ahh, bukan saat memakan sake karena yang mereka lihat adalah Baa-chan yang sedang memakan apel yang menyehatkan ttebayo~" Bisik Naruto dengan seringai iblis tersembunyinya dan melangkah mundur.
Tsunade diam, kemudian dia membalikkan badan kearah lemarinya dan mengambil sebuah kunci berwarna perak dan diserahkan kepada Naruto. Kyuubi dan Minato yang melihat itu menatap dengan tidak percaya, Tsunade yang tidak bisa ditaklukkan seperti itu bisa langsung tunduk kepada Naruto.
"E-ehem, Baa-chan ingin secepatnya Naru. Kau mengerti?" ucap Tsunade dengan berusaha mengembalikan kewibawaannya kembali.
"Yosh! Tentu saja Baa-chan, Naru tidak akan membuatmu kecewa ttebayou!" ujar Naruto menyengir dengan mengacungkan kedua jempolnya.
'Malaikat dengan rayuan iblis mematikannya!' Batin Minato dan Kyuubi secara bersamaan.
_ Kelas X-2 _
"Sasuke-ku, kau sudah sarapan ? Aku sudah membuatkan bekal untukmu.." Ujar seorang gadis dengan rambut berwarna soft pink dengan nada manjanya.
"Aku tidak butuh!" Ucap Sasuke dengan ekspresi dinginnya.
"Sasuke-kun, nanti sepulang sekolah kita berkencan yaa~" ujar gadis lain berambut panjang diikat kuncir kuda berwarna pirang pucat.
"Aku tidak mau!" Ucap Sasuke lagi masih tetap memasang ekspresi dinginnya.
"Kalian berdua berisik! Sasuke-kun itu hanya mau denganku. Jadi Sasuke-kun, apa kau mau nanti malam bermain dirumahku?" Ujar gadis lain berambut panjang berwarna merah berkaca mata dengan ekspresi menggoda.
"Kalian semua mengganggu! Enyah sekarang juga dari hadapanku!" ujar Sasuke sangat sinis dengan mengeluarkan deathglare andalannya dan mengalihkan pandangannya kearah langit diluar jendela kelasnya.
Ketiga gadis-gadis itu langsung mengeluarkan keringat dingin dan tergesa-gesa kembali ketempat duduknya. Sementara siswa siswi lainnya hanya memandang mereka dengan tatapan mengasihani karena hal ini sudah sering kali terjadi setiap harinya.
"Kau ada masalah?" tanya siswa laki-laki berambut panjang diikat longgar dengan ekspresi khawatir yang duduk didepannya.
"Tidak." jawab Sasuke singkat.
"Tapi aura yang sedang kau keluarkan itu seperti raja iblis yang kehilangan ladang tomatnya saja, Suke.." ujar pemuda lain yang memiliki tattoo segitiga terbalik dimasing-masing pipinya.
Sasuke langsung memberikan deathglare level 5 miliknya, yang membuat pemuda bertatto segitiga terbalik bernama Inuzuka Kiba menelan ludah secara susah payah.
"Mendokusai .." terucap mantra andalan pemuda berambut nanas dengan ekspresi mengantuknya bernama Nara Shikamaru. Hyuuga Neji, pemuda berambut panjang diikat longgar hanya menghela nafas melihat ekspresi Kiba.
Posisi mereka saat ini adalah Sasuke yang duduk dibangku pojok belakang sebelah kanan yang berisikan dua tempat duduk dengan satu kursi kosong didekat jendela. Sementara Neji duduk dibangku didepan Sasuke berdua dengan pemuda berambut merah bata dengan tatto kanji 'Ai' didahi kirinya bernama Sabaku Gaara dan disamping kiri Sasuke terdapat bangku yang dipisah oleh jalan selebar satu meter yang diduduki oleh Shikamaru dan Kiba.
"Ano.. Kudengar hari ini ada murid pindahan ." ucap Kiba mencoba menghangatkan suasana yang sedari tadi terasa mencekam karena aura membunuh Sasuke.
"Benarkah? Kuharap anak perempuan." ujar Neji dengan memutar pulpen di jarinya.
"Aku tidak peduli!" Ujar Sasuke dingin yang mengakibatkan suasana kembali mencekam.
Greekk!
"Ohayou minna.." sapa lelaki yang memasuki kelas dengan membawa buku pelajaran.
"OHAYOU SENSEI!" ucap serempak semua siswa siswi dikelas itu.
"Sensei hari ini membawa kabar gembira anak-"
"TIDAAK! UJIAN MENDADAAAK!" Kiba berteriak memotong ucapan senseinya dengan mengacak-acak rambutnya.
Syuutt~
BLETAK!
"I-ittai Sensei.." Kiba mengusap dahinya yang terkena lemparan telak penghapus papan tulis.
"Sensei tidak suka kau memotong ucapan orang yang lebih tua darimu, Kiba. Hari ini Sensei tidak akan mengadakan ujian apapun, kau mengerti Kiba?" ucap pelaku pelemparan dengan tersenyum manis.
"Hontou Iruka Sensei? Karena aku semalam tidak sempat belaj-"
GLEK!
Kata-kata Kiba terpotong saat melihat Iruka akan kembali melempar penghapus lain kearahnya.
"Go-gomen Sensei, a-aku b-belajar sensei ha-hanya saja s-saat membuka buku ra-rasanya ma-mataku terasa mengantuk. M-mungkin s-setiap buku mengandung gas tidur dengan dosis tinggi Sensei, jadi aku langsung menggunakan buku itu sebagai bantal untuk tidur. Ne, jadi aku menyarankan kepada teman-teman yang terkena penyakit insomnia untuk membaca buku pelajaran jika ingin tidur. Aku yakin setelah itu kalian akan mengan-"
SYUUT!
SYUUT!
DUAKK!
Iruka melemparkan penghapus papan tulis dan eksklopedia miliknya untuk menghentikan ucapan Kiba yang mulai menyesatkan seperti ajaran keagamaan milik pendeta Hidan. Kiba langsung jatuh tergeletak tak bernyawa kebelakang dengan cover tulisan eksklopedia didahinya, siswa siswi langsung horror melihat kejadian itu.
"Sensei lanjutkan ucapan Sensei yang terpotong. Hari ini kita akan kedatangan murid pindahan baru, tapi anak itu masih berada dikantor kepala sekolah. Jadi kita mulai pelajaran dahulu sambil menunggunya datang!" Ujar Iruka secara lembut, sedangkan murid-murid tidak ada yang berani bertanya karena takut akan mengalami hal yang sama seperti Kiba yang kini jiwanya telah kembali dari petualangan menjelajah neraka dan memasang muka kebingungan.
"Haah~, Mendokusai.." cap Shikamaru yang kemudian tertidur dimejanya.
_Kembali Keruang Kepala Sekolah_
"Apa kalian paham kelas kalian masing-masing?" Tanya Tsunade kepada Namikaze junior bersaudara dihadapannya.
"Iyaa Baa-chan .." ucap Kyuubi dan Naruto secara bersamaan.
"Kalau begitu cepat kalian masuk ke kelas!" ujar Tsunade dengan mengibaskan tangannya. Naruto dan Kyuubi lalu meninggalkan ruangan tersebut setelah mencium pipi Minato dan Tsunade.
"Minato.."
"Nani Kaa-san?"
"Apa kau yakin permasalahan yang dulu itu tidak akan terulang kembali?" tanya Tsunade kepada Minato sambil menyesap tehnya untuk menutupi raut gusarnya.
"Aku tidak begitu yakin Kaa-san, dari informasi yang kudapat mengatakan bahwa 'mereka' tidak berada di negara ini. Tapi seandainya 'mereka' kembali pun tidak ada masalah, karena kelurgaku dan keluarga'nya' akan langsung turun tangan." ucap Minato dengan tersenyum penuh keyakinan.
"Begitukah? Yah, setidaknya untuk sementara aku bisa bernafas lega." ucap Tsunade dengan memejamkan matanya.
"Kalau begitu aku harus pergi Kaa-san, setengah jam lagi aku ada janji dengan klien. Aku akan sering-sering mengunjungi aa-san dan Tou-san." Ucap Minato sambil mencium pipi Tsunade dan kemudian pergi meninggalkan ibunnya sendirian diruangan itu.
'Kuharap ucapannya benar..' batin Tsunade dengan tatapan sayu.
NARUTO POV
Drap!
Drap!
DRAP!
"Gyaa! Aku terlambat. Semoga Iruka-jisan tidak menghukumku!" ucap Naruto sambil terus berlari.
"Ini dia kelasnya!" teriaknya kegirangan.
END NARUTO POV
Dari luar kelas terdengar langkah kaki tergesa-gesa hingga menimbulkan kegaduhan dilorong sekolah itu.
'Itu pasti Naruto' batin Iruka dengan sedikit tersenyum simpul.
GRAAK!
"O-OHAYOU! M-MAAF TER-"
DUK !
GUBRAAK!
Kelas menjadi hening seketika, saat melihat seseorang tiba-tiba masuk kelas kemudian terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.
'Ada makhluk pirang mati!'
'Dia tidak bergerak!'
'Apa dia tidak bernafas?'
'Dia terjatuh elit seperti Chibi Maruko-chan!'
Semua orang dikelas langsung membatin secara nista.
1 Menit ..
"…"
3 Menit ..
"…"
5 Menit ..
Naruto masih tidak terbangun dari jatuhnya dengan posisi dirinya mencium lantai dengan penuh kasih sayang sehingga tidak ada siapapun yang dapat melihat wajahnya.
"Na-naru.. Kau baik-baik saja?" panggil Iruka pelan.
'Pirang? Naru? Ini tidak mungkin..' batin Sasuke dengan mengusap sebelah wajahnya.
Tuk!
Kelas kembali hening seketika saat Naruto mengerakkan jari telunjuknya. Masih dengan posisinya kedua tangan naruto merambat menelusup kewajahnya. Perlahan-lahan Naruto bangkit dari jatuhnya hingga dia terduduk dengan tangan masih menutup wajahnya.
HENING ..
Seisi kelas menahan nafasnya saat Naruto perlahan-lahan menaikkan tangannya memegang dahinya sehingga seisi kelas dapat melihat wajahnya.
'ASTAGAAA! MANIS SEKALI!'
'ITU MALAIKAT!'
'KAWAAII~'
'IDOLA BARU!'
'CALON UKE-KU!'
'AKU AKAN MENGOPERASI WAJAHKU MENYERUPAI DIA!'
Seisi kelas reflek membatin gila saat melihat pemandangan yang ada didepan kelas.
Seorang pemuda berambut pirang keemasan acak-acakan, kemeja dengan 3 kancing atas terbuka akibat terjatuh dan menampakkan kulit tan yang mengkilau karena terkena keringatnya saat berlari tadi sehingga menampilkan dada bidang seksinya yang membuat seisi kelas menelan ludah berkali-kali, mata biru shappire yang sangat indah dengan air mata yang menggenang dipelupuk matanya akibat sang pemilik menahan sakit dan tangis, serta pipi chubby dengan tiga garis tipis yang menyerupai kucing kini merona merah akibat menahan tangis dan menahan malu.
"Uung.. i-ittai.." ucap Naruto sambil mengusap-usap dahinya. Sementara seisi kelas sedang memandangnya dengan semua wajah yang merona hebat.
"Naruto, kau baik-baik saja?" ujar Iruka yang sudah tersadar terlebih dahulu dari acara terpesonanya dan membantu Naruto untuk berdiri.
'ITU NARUTO!' jerit Sasuke dalam hatinya dengan perasaan yang bercampur aduk antara terkejut, terpesona, dan rindu. Astaga!? Dia benar-benar rindu dengan sosok yang tidak pernah berhasil dicarinya sejak 10 tahun yang lalu itu.
"Nah, sekarang perkenalkan dirimu dulu kepada teman-teman barumu Naruto." pinta Iruka.
"Yosh! Perkenalkan namaku Namikaze Naruto, hobiku makan ramen, kebiasaanku makan ramen 8x sehari, cita-citaku menjadi professor ramen terhebat, dan tujuan hidupku adalah ramen ttebayo~. Ne, yoroshiku minna~!" ucap Naruto bersemangat dengan cengiran lima jari khas miliknya.
'SEKALIAN SAJA KAU NIKAHI RAMEN ITU!' batin seisi kelas dengan sweetdrop bersamaan.
"Na-naru, le-lebih b-baik ka-kau kancingkan dulu kemejamu itu." ucap Iruka tersipu sambil membuang wajahnya karena merona. Otomatis Naruto langsung menutup dadanya dengan telapak tangannya, dia kemudian mengancingkan kemejanya dengan wajah memerah menahan malu dan bibir yang dimajukannya sehingga tampak manis dan menggemaskan. Sedangkan semua yang melihat hal itu..
CROOOT!
GUBRAK!
GUBRAK!
Pingsan tak berdaya dilantai akibat mimisan hebat yang mereka derita, lantai tempat mereka berpijak telah menggenang darah-darah suci milik seisi kelas yang tidak tahan dengan godaan didepan mata mereka. Naruto yang melihat hal iitu langsung menampakkan ekspresi horror miliknya dan mulai berlari meninggalkan kelas dengan berteri-
"KYUU-NII! NARU BENAR-BENAR MEMBUNUH SEISI KELAS PADAHAL NARU TIDAK MENGGUNAKAN RAMEN SEPERTI KATA KAA-SAN!"
Dan kelas lain yang mendengar hal itu langsung sweetdrop seketika.
Naruto terus berlari menuju kelas Kyuubi sambil tetap berteriak mengucapkan hal yang sama berulang-ulang.
_Kelas XII-1_
Suasana yang ada dikelas ini seolah-olah sedang berada dipinggir jurang neraka. Saat kau tak terjatuh mungkin kau akan melihat makhluk yang berada didalam surga, tetapi saat ini semua orang serasa sedang diikat dengan seutas benang yang terlilit bebatuan dipinggir jurang tersebut yang apabila pada saat benang tersebut putus maka jatuhlah semua orang kedalam neraka penuh kekejaman tak berdasar. Semua itu dikarenakan seorang murid pindahan yang tengah menatap tajam seisi kelas seakan-akan dia tengah menyiapkan berbagai rencana untuk menebas leher siapapun yang menantangnya. Dan keadaan tersebut diperparah karena salah satu siswa bernama Itachi yang dengan seenaknya memotong ucapan Kyuubi saat memperkenalkan diri dengan gaya coolnya dengan ucap-
"Aahh~, itu calon istriku~. Lama tak bertemu Kyuu-chan~" ucapnya dengan riang dan manja saat itu tak lupa juga senyum merekah diwajah tampannya karena bertemu sang pujaan yang dicarinya selama ini.
Kyuubi tentu saja langsung menaikkan kadar kekejaman diwajahnya. Namun hal itu langsung ditengahi oleh Hatake Kakashi, wali kelas XII-1 tersebut dengan kalemnya.
"Yare.. Yare.. Apa Uchiha-san bisa meminta maaf untuk perkataan yang diucapkannya? Karena aku tidak mau seorang murid baru mencabut nyawaku hari ini, apalagi aku belum menyelesaikan membaca Icha-icha Paradise episode special musim semi." ucap Kakashi dengan santainya tanpa memperdulikan Kyuubi yang makin kesal dibuatnya.
'Ini Sensei niat membelanya apa tidak sih!?'
"Maaf Sensei, tapi 'Aku tidak mau meminta maaf atas kejujuran yang aku ucap'. Kuharap kau masih ingat kata-kata tersebut Kyuu-chan~" ujar Itachi dengan seringainya.
Kyuubi langsung mengubah ekspresinya dengan wajah datar seolah-olah tak pernah terjadi apapun.
"Maaf Uchiha-san, apa kita pernah bertemu? Rasanya aku tidak pernah berjanji menjadi istri siapapun termasuk anda." ucap Kyuubi dengan sopan dan setenang mungkin. Itachi yang mendengar hal tersebut langsung memutar otak untuk berbalik menjatuhkan Kyuubi.
"Ahh, begitu yaa.. Kau melupakan ciuman pertama kita Kyuu~. Aku jadi sedih mendengarnya.. Padahal saat itu kau yang menciumku.." ujar Itachi dengan berpura-pura bersedih dan berakting seolah-olah dirinya menjadi korban atas pelecehan yang dilakukan oleh Kyuubi.
CTAKK !
"D-DASAR KERIPUT SIALAN! K-KAU YANG WAKTU ITU MENCIUMKU BRENGSEK!"
Kyuubi berteriak dengan wajah memerah karena marah dan malu saat mengingat kejadian 10 tahun yang lalu, padahal kan dia sudah berusaha keras melupakannya. Keriput brengsek!
"Syukurlah ternyata kau mengingatnya Kyuu-chan. Sampai sekarang pun kau tetap manis nan menggemaskan, Kyuu~" ujar iItachi lagi seolah-olah memang menyukai ekspresi yang dikeluarkan oleh Kyuubi, dan tentu saja Kyuubi yang mendengarnya semakin marah dibuatnya.
"Aahh.. tapi lebih manis mana yaa antara kau dengan rubah?" ujar Itachi lagi.
"TENTU SAJA LEBIH MANIS RUBAH, DASAR KERIPUT MESUM! Bayangkan saja kau melihat rupanya yang menggemaskan itu. Mata bulatnya.. Dan jangan lupakan tubuh yang diselimuti oleh bulu halus berwarna orange itu, sudah pasti kau akan ketagihan memeluknya.." ucap Kyuubi dengan raut wajah yang mulai melembut dengan wajah memerah; Efek karena gemas.
Memeluk dirinya sendiri..
Bergoyang-goyang kekiri dan kekanan, seolah-olah terdapat makhluk menggemaskan itu didalam pelukannya..
'TENTU SAJA KAU YANG MANIS DAN MENGGEMASKAN, DASAR BODOH!'
Batin seisi kelas serentak dengan memegang hidungnya agar tidak ada pertunjukan darah yang memuncrat menyerupai air mancur yang berada ditaman sekolah.
DRAP!
DRAP!
GRAAKK!
"KYUU-NII! A-AKU ME-MEMBUNUH SEISI KELASKU! C-CEPAT TOLONG AKU, KYUU-NII !"
Naruto datang dengan hebohnya, tak lupa dengan berteriak kesetanan langsung menubruk dan memeluk tubuh Kyuubi yang masih bergoyang-goyang didepan kelas.
Semua yang mendengar hal tersebut reflek langsung menatap horror wajah Naruto yang tersembunyi dibalik dada bidang Kyuubi.
Dan saat naruto mengangkat wajahnya yang memerah menahan tangisny-
CROOOT!
GUBRAK!
GUBRAK!
'SURGA UKE!'
Batin seisi kelas bersamaan dngan mereka yang kemudian tumbang satu persatu.
BLETAK!
"I-ittai! Kenapa Kyuu-nii malah menjitak kepalaku? Naru kan butuh bantuan Kyuu-nii untuk mengubur mayat-mayat yang ada dikelas Naru. Nanti Naru yang akan mencari pendeta Hidan untuk menenangkan arwah-arwah mereka agar mereka nanti tidak menghantui Naru. Kalau Naru dihantui kan nanti Naru jadi takut untuk pipis sendirian! Oh, Apa Naru harus memakai popok saja ne? Berarti nanti temani Naru ke supermarket untuk membeli popok yang seukuran untuk Naru yaa, jadi nanti Naru tidak perlu ke kamar mandi deh! Ah, Naru pintar juga yaa.. Hhahaha!" Ucap Naruto panjang lebar dengan menampilkan cengiran lima jari tak berdosa miliknya. Sedangkan Kyuubi yang mendengarkan hal tersebut malah sweetdrop dengan tidak elit sama sekali.
"Dasar Baka! SEKARANG KAU MALAH MEMBUNUH SEISI KELASKU JUGA ,BOCAH!" Ucap Kyuubi setelah bangun dari sweetdropnya. Naruto yang mendengarkan hal tersebut langsung menoleh menelusuri seisi kelas yang keadaannya sama persis seperti keadaan kelasnya.
Kedip ..
Kedip ..
"Hwe!? Terus bagaimana ini, Kyuu-nii? Aku tidak mau kita masuk penjara! Sebegitu besarkah dosa yang kita tanggung karena memiliki wajah yang rupawan seperti ini? Kalau mereka mau kan mereka tinggal pergi ke Korea untuk operasi plastik menyerupai kita kan? Tapi kalau mereka mengikuti perkataan Naru bisa-bisa akan ada banyak wajah Kyuu-nii dan Naru dimana-mana! Sudah pasti itu lebih mengerikan dari pada hantu-hantu yang Naru lihat di TV semalam!?"
Ucapan ngawur Naruto lagi-lagi yang membuat urat kesabaran Kyuubi terputus. Kyuubi langsung menarik Naruto menuju ruangan Tsunade untuk segera meminta bantuan daripada dia akan semakin mendengar celotehan tidak masuk akal dari Naruto. Bisa ikut rusak otaknya nanti!
1 Jam Kemudian ..
BLETAK! BLETAK!
"I-ITTAI!"
Para Namikaze junior bersaudara secara serempak langsung memegangi kepala mereka yang mengeluarkan benjolan berasap akibat jitakan spesial dari sang nenek perkasa mereka.
"Aku tadi sudah memperingatkan kalian bahwa seisi sekolah ini sangat sensitive dengan makhluk-makhluk berwajah seperti kalian bukan? Lihat akhirnya, kelas kalian jadi mengenaskan seperti ini! Untung saja keadaannya tidak parah!" ujar Tsunade setelah menyembuhkan murid-murid dan menjitak penyebab dari akar permasalah ini.
"T-tapi bukan salah kami, Baa-chan. Mereka saja yang tidak memiliki cukup iman manghadapi kami." ucap Naruto dengan tampang innocent -Minta dijitak lagi- miliknya.
"Terserah saja! Nanti kalian bagikan itu untuk anak-anak dikelas kalian." ujar Tsunade sambil menunjuk 2 kardus dibawah kakinya.
"Untuk apa sekardus tissue ini?" tanya Kyuubi sambil membuka kardus tersebut satu per satu.
"Tentu saja untuk menyumpal hidung anak-anak sekelas agar tidak mimisan lagi karena kalian. Homina! Lebih baik aku menyiapkan sekardus tissue daripada nanti aku harus menyiapkan berpuluh-puluh peti mati karena murid-muridku mati kehabisan darah. Setidaknya kalau mereka mati itu harus diluar area sekolah dengan cara yang keren seperti mati tertabrak kontainer, mati karena kecelakaan pesawat meledak, atau bisa juga mati karena jatuh dari tebing, bukannya mati dengan cara tidak elit seperti ini!" ujar Tsunade dengan santainya, sedangkan Kyuubi dan Naruto menatap horror neneknya itu. Ini nenek-nenek kurang waras juga rupanya!?
'KEJAM SEPERTI KAA-SAN!' teriak mereka berdua dalam hati.
_Uchiha Mansion_
TOK ..
TOK ..
"Permisi, Mikoto-sam. Ada tamu untuk anda diluar.."
"Siapa yang datang Haku?" tanya wanita berambut panjang berwarna raven itu dengan melangkah secara anggun.
"Beliau berkata bahwa namanya adalah Kushina, Mikoto-sama .." ucap pemuda bernama Haku dengan tutur kata yang lembut.
"KUSHI-CHAN!"
Mikoto berteriak riang nan sangat heboh dan langsung berlari kencang kearah ruang tamu. Haku yang melihat hal itu membelalak tidak percaya.
'Mikoto-sama yang anggun itu ternyata bisa seheboh ini?' batinnya dalam hati dan kemudian berjalan menyusul nyonyanya itu.
Diruang tamu berdekorasi ala jepang itu duduk wanita berambut panjang berwarna merah sedang melepas jaket kulitnya yang sedari tadi melekat ditubuhnya.
'Senangnya bisa mengebut seperti itu lagi. Saat pulang nanti aku harus lewat jalan yang lebih ekstrim lagi ttebane~' ucap Kushina sangat puas hati.
"KUSHI-CHAN!" teriak wanita bernama Mikoto itu dan langsung memeluk Kushina dengan sangat erat melebihi 'pelukan' anaconda.
"Astaga Miko-chan, ke-kekuatanmu s-sepertinya tidak berkurang s-sedikitpun y-yaa. K-kalau te-terus m-memeluk e-erat s-seperti ini bisa-bisa a-aku mati, ttebane." ucap Kushina sambil berusaha melepas pelukan Mikoto yang terkenal di kota Suna sebagai wakil Habanero yang memiliki kekuatan diatas rata-rata yang dikatakan kekuatannya cukup mampu untuk membuat dirinya mendorong bulldozer dengan satu tangan. Awesome!?
"Gomen Kushi-chan, sudah lama sekali kita tidak bertemu jadinya aku merindukan ketuaku ini." ujar Mikoto dengan terkikik manis seperti lupa bahwa usianya dan Kushina sudah tidak remaja lagi untuk bertingkah labil-labilan.
"Yare.. Yare.. Kau tidak berubah sedikitpun ternyata, ne?" ucap Kushina sambil kembali duduk bersama Mikoto yang masih tetap memeluknya; walaupun sudah tidak seerat sebelumnya.
"Bagaimana kabar Mina-kun dan anak-anakmu, Kushi-chan?" tanya Mikoto yang kembali bersikap anggun. Jaga image vrroh!?
"Tentu saja mereka baik-baik saja. Aku selalu mengurus mereka dengan kasih sayang yang meluap-luap, dattebane~" jawab Kushina dengan cengiran miliknya yang diwariskan kepada putra bungsunya.
"Hontou? Sepertinya sabtu besok aku harus mengundangmu sekeluarga untuk makan malam dirumahku, bagaimana? Aku tidak sabar bertemu Kyuubi dan Naruto yang sudah tumbuh dewasa." ujar Mikoto riang, membayangkan wajah imut-imut anak dari ketua kesayangannya itu.
"Pasti kami akan senang hati datang, ttebane. Lalu, bagaimana kabar Fugaku dan kedua anakmu?" tanya Kushina sambil melahap sepotong biskuit yang telah disajikan sejak tadi dihadapannya.
"Tentu saja mereka baik-baik saja Kushi-chan." jawab Mikoto dengan ikut memakan biscuit seperti Kushina.
Ah, memang paling enak bercakap-cakap riang dengan mengemil begini. Lupakan diet~
"Pasti mereka sekarang telah tumbuh dengan tampan dan tegas, ttebane."
"Tentu saja. Tapi sifat anak bungsuku seperti sifat Fugaku saat masih muda dulu. Kau ingatkan, bagaimana wajah dan sifat datar Fugaku itu?" jawab Mikoto dengan tersenyum karena melihat cara makan Kushina yang menggemaskan itu. Tingkah sahabat berambut merahnya ini memang selalu membuatnya tersenyum.
"Benarkah? Tapi bukannya Fugaku itu sebenarnya sangat romantis saat bersamamu Miko-chan. Umur anak-anak kita sama kan? Setidaknya sekarang mereka sudah bertemu disekolah." ucap Kushina dengan santai.
"K-kau ini, membuatku malu saja karena mengingat kelakuan Fugaku yang satu itu. Disekolah?" ucap Mikoto tersipu dan keheranan secara bersamaan.
"Iyaa, ttebane. Dari 3 hari yang lalu aku dan keluargaku pindah kekota ini. Dan anak-anakku bersekolah ditempat Tsunade Kaa-san, jadi pasti anak-anak kita sudah bertemu." jawab Kushina riang.
"Benarkah? Aku senang mendengarnya. Tunggu!? Kau pindah ke Konoha? Lalu bagaimana dengan genk Habanero kita?" ucap Mikoto kaget kemudian berbisik pelan agar perkataannya tentang Habanero tidak terdengar oleh siapapun.
"Karena itulah aku mendatangimu, Miko-chan. Aku ingin membahas hal ini bersamamu karena kau adalah wakilku!" ucap Kushina dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa sekarang dia sedang serius.
"Baiklah, Kushi-chan. Lebih baik kita lanjutkan pembicaraan penting ini dikamarku saja. Ayo!" ujar Mikoto serius kemudian berjalan kearah kamarnya dengan Kushina yang berjalan dibelakang mengikutinya dengan membawa piring berisi biscuit ditangan kirinya dan secangkir teh ditangan kanannya.
Mikoto berhenti berjalan ..
Kushina juga berhenti berjalan ..
Kedip ..
Kedip ..
"Kushi-chan untuk apa kau membawa itu semua?" tanya Mikoto setelah membalikkan badannya menghadap Kushina dan menunjuk kedua benda yang dibawa di kedua tangan Kushina.
"Maa.. Tentu saja untuk camilanku nanti, Miko-chan. Kau tidak mau kan, ditengah pembicaraan serius kita tiba-tiba badanku menjadi lemas karena kekurangan asupan camilan?" ucap Kushina dengan tampang polos tanpa dosa.
Dan Mikoto yang mendengar ucapan Kushina langsung melongo ditempat, sedangkan Kushina malah menyengir kembali seolah tidak berbuat hal yang diluar batas normal.
_ Kelas X-2 _
Keadaan kelas kembali seperti semula, namun menjadi kembali hening saat Naruto memasuki kelasnya. Semua mata menatapnya dengan terkagum-kagum dan terpesona, namun bagi Naruto tatapan tersebut disalah artikan seperti tatapan yang tidak menyukainya karena telah membuat kelas tersebut menjadi kacau sehingga ia menunduk karena merasa bersalah. Iruka yang melihat Naruto menundukkan kepala mengira bahwa pemuda pirang itu sedang gugup karena dipandangi seperti itu oleh seisi kelas.
"Nah Naruto, selamat datang dikelas X-2 ini. Sensei harap kau bisa membaur bersama yang lainnya dikelas ini. Dan semuanya, Sensei harap kalian bisa akrab dengan Naruto." Ucap Iruka dengan tersenyum namun seisi kelas masih saja diam.
Naruto yang merasa tak ada tanggapan dari seisi kelas menganggap bahwa dirinya dibenci dan tak ada yang mau berteman dengannya. Wajah Naruto memerah menahan tangis dan hendak beranjak meninggalkan kelas itu namun dia menjadi diam tak bergeming saat melihat seisi kelas mendadak berdiri secara bersamaan dari bangku mereka dan-
"TENTU SAJA SENSEI!"
"AKAN KUJAGA DIA BAIK-BAIK KALAU BISA TIAP DETIK!"
"KYAA~! AKAN KUJADIKAN ADIKKU!"
"NARUTO HARUS JADI SAHABATKU, JADI PACARPUN JUGA BOLEH!"
Naruto langsung terkejut dengan teriakan-teriakan dari seisi kelas, apa yang selama ini difikirkannya sama sekali salah paham rupanya. Dia diterima dikelas ini dengan aura bersahabat, sontak Naruto langsung mengeluarkan senyuman manis miliknya sehingga menyebabkan seisi kelas berteriak kesenangan.
"Kalau begitu kau duduklah disamping Uchiha Sasuke. Uchiha-san bisa kau angkat tanganmu?" ujar Iruka dan langsung saja dada Sasuke bergemuruh mendengar hal itu. Malaikat yang sejak dulu dicarinya kini akan bersamanya kembali!
Sasuke mengangkat tangan seputih porselen miliknya, dan Naruto yang melihat ada tangan yang terangkat langsung saja berjalan riang kearah tangan tersebut.
'Wangi Jeruk, manis..' batin semua orang yang dilewati oleh Naruto.
Naruto kemudian mendudukkan dirinya kursi sebelah Sasuke, sementara Sasuke melirik Naruto dengan intens. Naruto yang merasa ada yang melihatnya sontak saja menolehkan kepalanya menghadap sang pelaku.
Shappire bertemu Onyx ..
"Are! Rasanya aku pernah melihatmu .." ujar Naruto sambil memajukan wajahnya kearah Sasuke.
Sasuke yang melihat pergerakan Naruto langsung saja memasang wajah stoicnya, namun dalam hatinya berdebar-debar karena terbius mata itu lagi. Ah, mata biru shappire itu yang kemurnian dan kesuciannya tak berubah walaupun 10 tahun berlalu~
"Tentu saja, Dobe." ucap Sasuke dengan datar dan menghadap kembali kedepan, mengabaikan Naruto yang mendelik tak suka.
"D-dobe!? K-kau bilang aku Dobe? Dasar ngg .. Teme .. Ah, benar! Dasar Teme pantat ayam!" ujar Naruto sambil menggembungkan pipinya.
"Namaku Sasuke , bukan teme!" ucap Sasuke dengan sedikit emosi karena rambut kesayangannya dihina menyerupai pantat ayam, ini style tau!?
Andai saja yang menghina seperti itu adalah Kiba, sudah pasti Sasuke akan mengejarnya dengan membawa gergaji listrik yang tersimpan rapi dalam gudang dirumahnya.
"Kau juga menyebutku Dobe! Namaku itu Naruto ttebayo~" ujar Naruto dengan tetap menggembungkan pipinya namun kali ini dia melipat tangannya didepan dada sehingga makin menambah kesan menggemaskan dimata Sasuke.
"Hn."
Sasuke tersenyum tipis melihat malaikatnya berekspresi seperti itu. Kemudian Sasuke kembali menghadapkan kepalanya kedepan kelas dimana Iruka Sensei sedang menerangkan pelajaran sastra.
"Huhh?"
Naruto yang melihat Sasuke mengalihkan wajahnya langsung menatap intens sesuatu yang tergantung dilehernya.
'Itukan .. Cuke!?' batin Naruto terkejut.
Grap!
GUBRAKK!
Seisi kelas langsung melihat kearah suara bedebum tersebut berasal. Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat malaikat pirang mereka tengah memeluk erat pangeran sekolah yang terkenal berperangai dingin itu.
"Sukee~" ucap Naruto dengan sangat lembut.
" … "
Sasuke masih terdiam namun dalam hatinya dia terkejut karena dipeluk seperti ini. JACKPOT GAAN!
"Kau Suke yang itu kan? Ini aku Naruto yang kau tolong waktu tersesat dulu itu ttebayo~" ucap Naruto sambil menyengir dan tetap memeluk Sasuke.
"Kyaaaa! Naruto kenapa kau memeluk Sasukeku! Dasar banci brengsek!" teriak Sakura dengan histeris. Sontak seisi kelas yang mendengar hal tersebut langsung menatap tajam Sakura karena berkata kejam tentang malaikat mereka.
Naruto yang dihina seperti itu sontak langsung menundukkan wajahnya kedada Sasuke. Dan Sasuke yang melihat Naruto murung langsung saja mengeluarkan emosi terbengisnya yang selama ini tidak pernah ditunjukkan kepada siapapun.
"Haruno-san, cepat kau minta maaf kepada Naruto. SEKARANG!" ujar Sasuke dengan sangat dingin, dan siapapun akan tau bahwa kata-kata tersebut terkandung kemarahan yang luar biasa.
"Ta-tapi Sasuke-kun, dia sudah memelukmu sembarangan seharusnya kau marah!" ujar Sakura tidak ingin mengalah begitu saja.
"Terserah Naruto mau melakukan apapun terhadapku. Kau bukan siapa-siapaku jadi kau tidakberhak mencampuri urusanku!" ucap Sasuke semakin marah karena melihat Naruto meneteskan air matanya.
Padahal air mata Naruto menetes karena efek tadi kesenangan bertemu Sasuke. Naruto bukan baperan tau!
"Ta-tapi d-dia kan juga b-bukan siapa-siapamu.. " ucap Sakura tergugup karena merasakan kemarahan Sasuke yang tidak juga mereda.
"Tentu saja ada!" ujar Sasuke yang mengeratkan pelukannya kepada Naruto.
Sasuke mengeluarkan sebuah cincin dari balik bajunya lalu dia memakainya dijarinya sendiri.
Kemudian Sasuke mengeluarkan hal yang sama dari balik baju Naruto dan menyematkan cincin itu dijari manis Narutonya.
"Karena sejak 10 tahun yang lalu dia adalah calon istriku.."
Sasuke kemudian mencium lembut bibir Naruto dihadapan seluruh kelas.
Dan semua yang melihat dan mendengar hal tersebut sontak terbelalak tidak percaya.
.
.
.
TBC
Hime berterima kasih banget buat yang suda baca dan review cerita hime .
Jadi bingung kalo bales jawab satu-satu ..
Arigatou ne minna-san~ m(_ _)m
