"Ka-kau serius akan menyerahkan semuanya kepada anak-anak?"

"Tentu saja, aku yakin anak-anak kita bisa bekerja sama ttebane~"

"Ta-tapi aku dan Fugaku tidak pernah memberitahu Itachi dan Sasuke tentang Habanero kita, Kushi-chan"

"Tapi kau tau Miko-chan, kedua anak-anakmu itu selama 9 tahun terus mencari informasi mengenai Habanero dan keluarga Namikaze. Untung saja pihak Suna berhasil menghalau para hacker kalian itu, jadi informasi kita semua tidak terbongkar."

"Sudah kuduga semua ini pasti akan terbongkar. Tapi apa kau yakin kita akan melakukan itu? Aku takut Fugaku dan Minato akan marah."

"Yosh! Tentu Miko-chan, kita akan melakukan hal tersebut. Itu satu-satunya cara untuk mempertahankan Habanero .."

"Fufufu, sudah lama darahku tidak meluap seperti ini. Jadi aku akan mengikutimu My Lady Namikaze Kushina.."

"Kalau begitu bulan depan rencana ini harus berjalan Miko-chan. Rencana menaklukkan KOTA KONOHA.."


2 CERITA DAN 1 WAKTU


Chapter 4


Disclaimer

Naruto©Masashi Kishimoto

StoryBy©Hikari No OniHime


Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^

Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI , OOC , banyak typo , dan Lain* ..

Rated : T ( belum berani incip* M )

Genre : Romance , Humor , dan Drama


Author Note : Hime masih baru disini, jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis. But, inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita..

and Then ..

" HAPPY READING MINNA-SAN~ !" (^^)


"Karena sejak 10 tahun yang lalu, dia adalah calon istriku!" ucap Sasuke kemudian mencium lembut bibir Naruto dihadapan seluruh penghuni kelas. Dan semua yang melihat dan mendengar hal tersebut langsung terbelalak tidak percaya.

"Kalau begitu, dia adalah istriku sejak 11 tahun yang lalu!"

GREP!

Suasana sekelas menjadi lebih mencekam karena melihat kedua pangeran yang tidak pernah mengeluarkan ekspresi kini sedang memperebutkan seorang makluk pirang. Sabaku Gaara menarik tubuh Naruto yang berada dalam pelukan Sasuke dan melingkarkan sebelah lengannya pada pinggang ramping Naruto dari belakang .

"Lepaskan tanganmu darinya, Sabaku!"

GREP!

Sasuke menarik lengan kanan Naruto dan reflek Gaara langsung menarik lengan kiri Naruto. Sedangkan Naruto meringis kesakitan akibat ulah kedua pemuda possesif ini.

"KALAU BEGITU DIA ADALAH JANDAKU!"

Kiba berteriak dan langsung menarik pinggang Naruto kedepan sehingga cengkraman pada kedua lengan Naruto terlepas secara paksa. Otomatis tubuh Naruto dan Kiba langsung terjatuh dengan posisi berpelukan. Semua yang melihat hal itu berusaha menahan tawa akibat ulah konyol Kiba .

GRAAKK!

"Inuzuka-san, Uchiha-san, dan Sabaku-san cepat kembali kebangku kalian masing-masing atau aku akan melempar kalian keluar jendela SEKARANG!"

Iruka berteriak dan membuka jendela yang berada disamping kirinya. Ketiga nama yang dipanggil sontak kembali ketempat duduknya masing-masing, begitu pula Naruto kembali duduk disamping Sasuke. Dan pelajaran kembali dilanjutkan seperti semula walaupun masih dengan suasana yang menegangkan.

_Skip Time, Waktu Istirahat_

Sasuke dan Gaara masing-masing saling melemparkan deathglarenya sehingga anak-anak lain yang ingin berkenalan dengan Naruto tidak ada yang berani mendekat. Naruto sendiri malah sibuk bercanda dengan Kiba, sedangkan Neji dan Shikamaru hanya memperhatikan mereka dalam diam.

"Jadi sejak dulu kau sudah bersahabat dengan Gaara dan Kiba, Naruto?" tanya Neji untuk mencairkan suasana yang tidak nyaman tersebut.

"Un! Kita bertiga adalah sahabat sejak umur 4 tahun, ttebayou. Tapi 7 tahun kemudian Kiba pindah kekota ini lalu 2 tahun kemudian Gaara juga ikut pindah, tetapi kami masih saling mengirim e-mail sampai sekarang dattebayou!" Ucap Naruto dengan menunjukkan cengiran khas miliknya.

"Hhaha.. Syukurlah kita bertemu lagi, ne Naruto?" ujar Kiba dengan ikut tertawa riang.

"Tapi kenapa kau tidak berkata kepada kami jika kau akan pindah ke kota Konoha, Naru? " ucap Gaara dengan menepuk pelan puncak kepala Naruto. Sasuke yang melihat hal itu semakin mengeluarkan aura hitamnya walaupun sudah tidak dipedulikan oleh Gaara.

"Ne, tentu saja aku ingin mengejutkan kalian berdua ttebayou~" ujar Naruto dengan tertawa renyah .

GRAAK!

"NARUTO!"

Kyuubi menggeser pintu kelas Naruto dengan kasar dan ketidakperi-pintu-an. Sedangkan dibelakangnya, Itachi mengikutinya dengan senyum ramahnya. Sontak seisi kelas melihat kearah pintu kelas dengan horror.

'KENAPA HARI INI BANYAK KEJADIAN MEMACU JANTUNG SIH!' Batin seisi kelas Naruto dengan mengelus-elus dada mereka.

"Aku disini, Kyuu-nii!"

Naruto melambaikan tangannya dengan semangat. Kyuubi yang melihat sosok adik tersayangnya langsung menghampirinya dengan hebohnya.

"Ada apa, Kyuu-nii?" tanya Naruto dengan tersenyum.

Kyuubi tidak menjawab pertanyaan adiknya, tetapi malah sibuk memperhatikan orang-orang yang berada disekeliling Naruto.

"Cih, sudah kuduga kau pasti akan bertemu dengan si ayam autis ini!" ucap Kyuubi sambil menunjuk muka Sasuke dengan watadosnya. Semua yang mendengar ucapan Kyuubi langsung tertawa, dan Sasuke semakin mengeluarkan aura hitamnya.

"Ne, Naru tidak menyangka akan bertemu dia disini ttebayou!" ujar Naruto dengan tersenyum kepada Sasuke. Sasuke yang melihat Naruto tersenyum kepadanya langsung menurunkan drastis aura hitamnya, dan tentu saja semua yang melihat melihat hal tersebut langsung sweetdrop karena tingkah 'tidak Uchiha' milik Sasuke.

"Ternyata kau sekelas dengan si puppy dan patung panda juga rupanya!" ucap Kyuubi sambil menunjuk Kiba dan Gaara. Orang yang merasa ditunjuk langsung menatap tajam Kyuubi, sedangkan Kyuubi mengacuhkannya dengan bersiul riang.

"Kyuu-nii jangan berkata seperti itu! Walaupun muka mereka seperti itu mereka kan tetap sahabat Naru!" ucap Naruto tak lupa menggembungkan pipinya sehingga terlihat menggemaskan.

'Sebenarnya dia berniat membela atau tidak sih!' batin Gaara dan Kiba secara bersamaan dan menghela nafas karena sikap Naruto yang polos atau mungkin bodoh.

"Lama tidak bertemu Naruto.." ucap Itachi dengan tersenyum ramah kepada Naruto. Naruto tidak menjawab melainkan memperhatikan Itachi dengan intens.

"Ne Kyuu-nii, kenapa kakek ini mengenal Naru? Lalu kenapa kakek ini memakai seragam yang sama seperti Kyuu-nii? Apa kakek ini tidak pernah berhasil lulus dari sekolah ini? Kalau begitu nanti kita harus berikan suplemen agar pintar pelajaran supaya kakek ini cepat lulus, ttebayou~" ucap Naruto dengan polos. Sontak Kyuubi yang mendengar ucapan Naruto langsung tertawa terbahak-bahak. Itachi yang mendengar Kyuubi tertawa langsung menarik pipi Kyuubi agar berhenti tertawa.

"Apa kau lupa denganku, Naruto? Aku Itachi, aniki dari Sasuke." ujar Itachi yang masih tetap menarik pipi kenyal Kyuubi, sedangkan Kyuubi masih tertawa dengan memegang perutnya yang mulai kram.

"Ehh, aku lupa! Gomenasai Itachi-nii.." ujar Naruto dengan cengiran yang dipaksakan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Semua yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya, memang Naruto makhluk yang menggemaskan dan manis hanya saja kapasitas otaknya sedikit terbatas.


Drrt .. Drrt ..

"Moshi-moshi.."

[Minato..]

"Ha'i, siapa ini?" jawab Minato sambil merapikan berkas-berkasnya.

[Ini aku Fugaku, apa-]

"Waa! Fugaku bagaimana kabarmu? Kita sudah lama tidak bertemu. Kau sehat-sehat saja kan? Apa wajahmu masih sedatar tem-"

[Jangan memotong kata-kataku Minato, ada hal pen-]

"Kau sendiri juga memotong ucapanku Fugaku, jadinya adil kan? Ingat, hidup itu harus selalu adil dan seimbang agar terciptalah kedamaian dunia ini!" ucap Minato dengan semangat dan menyengir.

[Haah~.. Kau tidak berubah. Apa besok pukul 10 kau ada waktu?] tanya suara baritone itu dengan serius.

"Coba kulihat dulu agendaku, sepertinya jadwalku kosong. Ada apa?"

[Ini tentang Habanero..]

"Ada apa dengan Habanero? Kurasa semua masih berjalan dengan wajar." raut wajah Minato mulai menunjukkan keseriusannya.

[Sepertinya ada pihak luar yang menggunakan nama Habanero untuk melakukan penjualan senjata ilegal, dan sepertinya ada pihak dalam yang ikut terkait masalah tersebut.]

"Aku sudah mengetahuinya, Fugaku. Aku juga telah mengirimkan beberapa informan rahasia kita untuk menyelidiki hal tersebut."

[Apa kau juga sudah mengetahui informasi bahwa 'mereka' telah kembali dari luar negeri?]

"Tunggu! Jangan bilang bahwa-"

[Ya, mereka kembali ke Jepang. Kita harus segera mempersiapkan beberapa hal sebelum sesuatu terjadi.]

"Aku mengerti, besok datanglah kekantorku."

[Tidak bisa, kita harus mencari tempat yang aman untuk membahas hal ini.]

"Baiklah, lalu dimana tempatnya?"

[Diruang Gorgon bawah tanah, Museum Konoha..]


_Skip Time, Waktu Pulang Sekolah_

Naruto dan Kyuubi berjalan beriringan kearah rumah mereka. Jarak antara sekolah dan Mansion Namikaze memang tidak begitu jauh, hanya perlu melewati 5 blok perumahan dan sampailah mereka dikediaman Namikaze.

"Ne Kyuu-nii, kenapa kita tidak terima saja tawaran pulang bersama Sasuke dan Itachi-nii?" tanya Naruto yang berjalan dengan mengulum permen lollipop rasa jeruk miliknya.

"Aku tidak mau kita berdua mempunyai supir pribadi lagi dan aku tidak mau kehilangan keperjakaan kita dengan cepat, Naru." ucap Kyuubi santai dengan melangkah membelakangi jalan sekaligus mengawasi mobil sport hitam milik Uchiha yang mengikuti mereka dari belakang.

'Ckk! Dasar stalker abal-abal!'

"Ne Kyuu-nii, memangnya keluarga Uchiha jatuh miskin yaa?" tanya Naruto dengan sedikit memiringkan kepalanya.

"Kenapa kau bertanya seperti itu, Naru?"

Kyuubi mengangkat sebelah alisnya karena bingung dengan pertanyaan Naruto.

"Bukannya tadi Kyuu-nii berkata bahwa Sasuke dan Itachi-nii ingin bekerja menjadi supir pribadi kita kan? Itu berarti keluarga mereka jatuh miskin. Kasihan sekali, ne?.. Yosh! Nanti kita harus membuat ramuan yang bisa membuat seseorang kembali kaya, lalu kita bagikan ramuan tersebut kepada mereka. Bukankah itu ide bagus, Kyuu-nii? Dengan begitu kita bisa mengurangi tingkat kemiskinan di negara Jepang ini, ttebayou~" ucap Naruto bersemangat dan mengepalkan tangan kanannya tinggi-tinggi. Kyuubi yang mendengar lagi ide gila Naruto langsung bersweetdrop ria dijalanan.

"Aku berharap, suatu saat nanti aku sanggup membuat ramuan yang bisa membetulkan sambungan otakmu Naruto." ujar Kyuubi yang telah kembali dari acara sweetdropnya.

"Kyuu-nii lihat, didepan ada segerombolan orang yang menghadang kita." ucap Naruto sambil menarik lengan baju Kyuubi. Reflek, Kyuubi langsung menghadap kedepan dan mendapati 4 pria dewasa berpakaian formal tengah berdiri menutup jalan pulang mereka.

"Jangan dihiraukan mereka, Naruto. Tetap berjalan seperti biasa!" ucap Kyuubi santai namun dengan sikap waspada. Saat Kyuubi dan Naruto akan melewati mereka, sebuah tangan menghalangi langkah Naruto.

"Ano.. Permisi Tuan, saya mau lewat.." ucap Naruto dengan tersenyum ramah. Kyuubi yang melihat hal tersebut langsung menarik tangan Naruto, namun dengan cepat 4 orang tersebut mengepung mereka.

"Maaf Namikaze-san, anda berdua harus ikut kami!" ucap salah satu orang tersebut dengan lantang namun sopan. Didalam mobil, Sasuke dan Itachi yang melihat kedua Namikaze tersebut dalam bahaya langsung bergegas keluar dari dalam mobil dan berlari kearah orang-orang yang mengepung Naruto dan Kyuubi.

"Bagaimana jika kami menolak?" tanya Kyuubi dengan santai dan menampakkan raut muka angkuhnya.

"Itu berarti kita harus memaksa kalian dengan cara kasar." ucap orang itu lagi dengan memberikan aba-aba kepada rekan-rekannya.

Sratt!

Salah satu orang dengan tattoo pedang berlilitkan ular pada lengannya mulai mengayunkan tendangannya keperut Kyuubi, namun dengan cepat Kyuubi menangkap kaki tersebut dengan menggunakan tangan kirinya kemudian-

KRAAK!

Dengan mudah Kyuubi mematahkan kaki tersebut dengan menyikut tempurung lutut lelaki itu dengan keras, sontak lelaki tersebut berteriak kesakitan.

Dilain pihak, seorang lelaki bertubuh besar menarik tangan kanan Naruto dengan paksa sontak Naruto memutar tangannya dan berbalik menggenggam tangan lelaki itu lalu dan menariknya kedepan. Lelaki yang tidak siap dengan aksi perlawanan Naruto sontak langsung ikut tertarik kedepan.

DUAAK!

Naruto memutar badannya dan mengayunkan sikutnya dengan cepat kearah ulu hati lelaki tersebut, sontak lelaki tersebut tergeletak dibawah kaki Naruto.

DUAAK!

"AARGHH!"

Tanpa disadari Naruto, seorang lelaki dengan memakai kacamata menendang punggungnya dan membuat Naruto terjatuh dan berteriak kesakitan. Kyuubi yang mendengar Naruto berteriak kesakitan reflek mengalihkan konsentrasinya kearah Naruto sehingga seorang lelaki berambut panjang yang dihadapinya langsung melancarkan tendangan kearah pelipis Kyuubi.

DUAAK!

Kyuubi jatuh terduduk dengan darah yang mengalir dari bekas tendangan tersebut.

GRAP!

DUAKK!

Saat lelaki tersebut akan mengayunkan tinjunya kearah kepala Kyuubi tiba-tiba seseorang menangkap tangannya dan menendang perut lelaki tersebut hingga jatuh terpental kebelakang.

"Cih! Untuk apa kau membantuku, keriput? Aku tidak butuh bantuanmu." ucap Kyuubi sambil menghapus darah yang mengalir dari pelipisnya. Itachi tidak menjawab namun membantu Kyuubi berdiri dan berjalan kearah orang yang telah menendang Kyuubi yang masih tersungkur dijalan.

DUAAK!

"Jangan.."

DUAAK!

"Pernah.."

DUAAK!

"Berani.."

DUAAK!

"Melukai MILIKKU, BRENGSEK!"

DUAAKK!?

Itachi terus memukuli wajah lelaki itu dengan penuh amarah karena orang terpenting dihatinya telah dilukai. Kyuubi yang melihat hal tersebut hanya terdiam tidak bergerak karena terkejut dengan sifat Itachi yang kasar dan beringas seperti itu.

Disaat bersamaan, Sasuke yang melihat Naruto meringkuk ditanah dengan kesakitan langsung menerjang lelaki yang telah membuat malaikat pirangnya berteriak kesakitan dan melancarkan tinjunya kearah rahang lelaki tersebut namun lelaki tersebut berhasil mengelak dan memukul balik kearah perut Sasuke. Dengan cepat Sasuke menangkisnya dan melakukan tendangan berputar keleher bagian samping lelaki tersebut sehingga lelaki itu roboh ketanah. Setelah lelaki tersebut tidak bergerak, Sasuke langsung berlari kearah Naruto dan menggendong tubuh mungil tersebut ala bridal style.

"Aniki, cepat kita kerumah sakit!"

Sasuke berteriak dan berlari kearah mobilnya. Kyuubi yang melihat Naruto meringkuk kesakitan dipelukan Sasuke langsung ikut berlari, namun tak lama Kyuubi mulai limbung karena pandangannya buram dan kepalanya terasa perih akibat efek tendangan yang didapatkannya. Dengan cepat Itachi langsung membopong tubuh Kyuubi dan berlari kearah mobil mengikuti Sasuke yang lebih dulu telah berada didalam mobil. Setelah memposisikan Naruto dan Kyuubi dengan nyaman, mobil tersebut langsung memacu dengan cepat kearah rumah sakit konoha.


_Rumah Sakit Konoha_

"Tidak ada masalah besar dipunggungnya, hanya saja memarnya harus sering dioleskan obat ini." ucap dokter berkacamata bulat tersebut dengan menyodorkan obat berbentuk pasta kepada Sasuke.

"Lalu bagaimana dengan dia dokter?" tanya Itachi khawatir dengan menunjuk kearah Kyuubi.

"Dia tidak ada masalah, Tuan. Hanya butuh istirahat saja dan jangan lupa minum obat ini untuk menghilangkan sakit kepalanya." ucap dokter itu dan menyerahkan beberapa kapsul obat kepada Itachi.

"Kalau begitu kami permisi dulu dokter.." ucap Itachi ramah berpamitan kepada dokter tersebut dan dibalas dengan anggukan sang dokter.

"Lepaskan aku, keriput! Aku bisa jalan sendiri!" ucap kyuubi dengan melepaskan pegangan Itachi dilengannya dengan pelan.

"Kau tidak boleh membuatku khawatir, Kyuu~" ucap Itachi dan kembali memegang lengan Kyuubi dengan lembut. Sedangkan Naruto telah tertidur dipunggung Sasuke yang membopongnya dengan penuh kehati-hatian.

"Kalau begitu tidak perlu mengkhawatirkanku, lagipula kau dan aku tidak memiliki hubungan apa-apa." ujar Kyuubi dengan ketus namun tidak berusaha lagi melepaskan pegangan Itachi pada lengannya.

"Mungkin saat ini aku tidak memiliki arti apa-apa dihatimu, Kyuu~. Tapi didalam diriku kau merupakan sosok yang lebih penting dari nyawaku sendiri. Sejak pertama aku mengenalmu saat itu pula aku telah jatuh kedalam jerat pesonamu dan sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan diriku keluar dari jerat itu." ucap Itachi dengan lembut dengan menatap mata beriris Ruby milik Kyuubi.

"Ja-jangan berkata se-seperti itu, keriput! K-kau si-sialan!" ujar Kyuubi gugup dengan menahan malu dan menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahnya yang telah memerah seperti buah apel kesayangannya. Itachi yang melihat Kyuubi yang tersipu namun berusaha tetap angkuh hanya bisa tersenyum dan mengeratkan pegangannya pada lengan Kyuubi.

_Namikaze Mansion _

"Astaga! Naruto, Kyuubi apa yang terjadi?"

Kushina panik saat melihat kedua putranya pulang dalam keadaan terluka. Minato yang mendengar suara panik Kushina langsung berlari menuju kearah Kushina dan ikut terkejut saat melihat kondisi kepala Kyuubi yang diperban dan Naruto yang dibopong dipunggung Sasuke.

"Kalian berdua siapa? Dan jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi pada anak-anakku!" ucap Minato kepada Sasuke dan Itachi dangan tegas dan terkesan menahan marah.

"Perkenalkan, saya Uchiha Itachi dan ini adik saya Uchiha Sasuke. Saat perjalanan pulang mereka dihadang beberapa orang dan memaksa untuk mengikuti mereka. Mereka bisa menghadapinya hanya saja Naruto sedikit lengah sehingga seseorang menendang punggungnya hingga memar. Dan Kyuubi yang melihat Naruto kesakitan juga ikut kehilangan konsentrasi sehingga seseorang menendang pelipisnya, lalu kami berdua membantu mereka dan membawa kerumah sakit konoha." ujar Itachi secara panjang lebar.

"Ka-kau anak Fugaku dan Mikoto?" tanya Kushina dengan terkejut.

"Hn, benar Baa-san." jawab Sasuke dengan singkat.

"Astaga! Aku tidak menyangka akan bertemu kalian saat ini!" ujar Kushina yang sedang memperhatikan Sasuke dan Itachi dengan berbinar-binar.

"Mereka benar-benar mirip Fugaku dan Mikoto." ujar Minato dengan ikut memperhatikan Uchiha bersaudara itu.

"Apaa!? Kalian anak dari Fugaku dan Mikoto?" ucap Naruto dan Kyuubi secara bersamaan dengan mata berbinar-binar.

"Kenapa Baa-san dan Jii-san bisa mengenal orang tua kami?" tanya Itachi masih dengan sopan dan tersenyum ramah.

"Karena kami bersahabat dengan mereka." ucap Minato dan Kushina secara bersamaan.

'Keluarga yang kompak!' batin Sasuke dan Itachi yang juga secara bersamaan.

"Ne Suke, kapan-kapan ajak aku menemui orang tuamu yaa~" ucap Naruto dengan memiringkan kepalanya dan menarik ujung baju Sasuke. Sasuke yang melihat ekspresi Naruto langsung tersenyum dan mengusap pipi chubby Naruto dengan lembut.

"Kalau begitu kau juga harus mengajakku menemui orang tuamu, keriput!" ucap Kyuubi dengan mata berbinar-binar penuh semangat.

"Tentu saja kyuu~. Kau kan calon istriku jadi aku harus cepat mengenalkanmu kepada orang tuaku.." ujar Itachi dengan menggenggam tangan Kyuubi dengan lembut dan hangat sehingga menyebabkan Kyuubi kembali merona.

"Yare-yare~ .. ternyata benar bahwa kalian berdua yang berusaha mengorek informasi tentang Habanero dan kota Suna hanya untuk mencari kedua putraku.." ucap Kushina dengan melipat tangannya didepan dada. Itachi dan Sasuke yang mendengar ucapan Kushina langsung membeku ditempat.

"Ke-kenapa anda-"

"Tentu saja aku tau! Aku adalah ketua genk Habanero tersebut, ttebane~" ucap Kushina memotong ucapan Sasuke dan mengakibatkan dua Uchiha bersaudara terkejut dan saling pandang.

"Jadi, apa kalian tau siapa yang melakukan hal itu kepada anak-anakku?" ucap Minato mengalihkan topik pembicaraan.

"Saya tidak mengetahuinya, tapi saya sempat melihat tattoo pedang berlilitkan ular pada masing-masing orang-orang tersebut." Ucap Sasuke dengan tegas dan menggenggam tangan Naruto. Kushina dan Minato yang mendengar hal tersebut langsung terkejut dan saling berpandangan.

"Mereka kembali, Minato. Aku harus menghubungi Mikoto dan kau cepat hubungi Fugaku!" ucap Kushina dengan menahan amarah dan bergegas kekamarnya menghubungi Mikoto. Minato pun ikut terlihat marah dan menuju ruang kerjanya untuk menghubungi Fugaku, sementara Namikaze dan Uchiha bersaudara masih setia duduk diruang tamu bernuansa eropa tersebut.

"Kenapa mereka harus menghubungi orang tua kita?" tanya asuke kepada Itachi dan dijawab Itachi dengan mengangkat bahunya.

"Tentu saja mereka menghubungi orangtua kalian. Mikoto-san adalah wakil dari Habanero berdarah, ttebayo~" ucap Naruto dengan riang dan diikuti dengan anggukan Kyuubi, sedangkan Sasuke dan Itachi kembali dibuat terkejut.


"Ma-maaf, Tuan.. Ka-kami tidak berhasil membawa mereka berdua sesuai perintah anda.."

DUAAK!

"Dasar tidak berguna! Bagaimana bisa gagal!?"

"A-ada kedua Uchiha yang membantu mereka, Tuan.." ucap seorang lelaki dengan memakai kacamata dan tattoo dipunggung tangannya.

"Kalau begitu kita harus menyusun rencana dan kalian harus bisa membawa Namikaze dan Uchiha bersaudara itu bagaimanapun caranya!"

"Baik Orochimaru-sama.."


"Karena itu, Kaa-san dan Tou-san akan menemui Fugaku dan Mikoto. Kalian tetaplah berada dirumah bersama Sasuke dan Itachi." ucap Kushina dengan memakai mantel secara tergesa-gesa.

"Apaa!? Aku tidak mau, Kaa-san! Aku dan Naruto bisa berdua saja dirumah, tidak perlu ditemani oleh mereka." Kyuubi menunjuk kedua Uchiha yang duduk dengan sopan disofa keluarga tersebut.

"Kyuubi, ini masalah penting dan dengan kondisi kalian yang kurang baik itu akan membuat Tou-san dan Kaa-san khawatir." ucap Minato yang telah berada diambang pintu keluar dengan menggenggam kunci mobil ditangan kirinya.

"Memang ada masalah apa, Kaa-san?" tanya Naruto yang berdiri dengan memegang punggungnya yang terasa sakit disamping Minato berdiri.

"Masalah Habanero, Naru. Jadi tetaplah berada disini bersama Kyuubi. Nanti saat pulang kami akan menceritakan semuanya kepada kalian, ttebane." ucap Kushina yang membawa 2 helm dikedua tangannya.

"Yosh! Kalau begitu Kaa-san dan Tou-san cepat pergi sana. Nanti pulangnya jangan lupa bawakan ramen, ttebayo~" ucap Naruto dengan polos dan riang, sedangkan Kushina dan Minato sweetdrop akibat ucapan putra bungsunya yang seperti mengusir mereka berdua.

"Ano Anata, kenapa kau membawa helm? Kita akan menaiki mobil." ucap Minato sambil menunjuk helm yang dibawa Kushina.

"Tentu saja karena keadaan darurat kita harus cepat, ttebane. Kita naik motor sport Kyuubi saja, biar aku yang mengendarainya." ucap Kushina sambil menarik tangan Minato kearah motor merah yang telah terparkir dihalaman.

BRRUM! BRRUM!

"KAMI PERGI DULU! JAA NE!" teriak Kushina yang telah melaju dengan kencang kearah kediaman Uchiha, sedangkan Minato telah memeluk erat pinggang ramping Kushina dan memejamkan matanya karena takut terjatuh akibat kecepatan mengemudi Kushina yang mengerikan dan menghebohkan.

"ITU BARU KAA-SANKU!"teriak Naruto dan Kyuubi secara bersamaan dengan riang dan bersemangat.

Cklek!

Kyuubi menutup pintu dan menguncinya kemudian dia memapah Naruto berjalan kesofa yang diduduki oleh Sasuke dan Itachi.

"Ne Teme, kita beristirahat dikamarku saja. Ayo!" ucap Naruto riang dan menarik tangan Sasuke kearah kamarnya berada.

"Tu-tunggu! Tidak boleh, Naru !' teriak Kyuubi yang mengejar Naruto kekamar adiknya tersebut.

"Kenapa Kyuu-nii? Kyuu-nii dengan Itachi-nii saja, ttebayou~" ucap Naruto polos dan menutup pintu kamarnya, Kyuubi langsung menatap horror pintu kamar Naruto.

"Kyuu-chan~" panggil Itachi dengan lembut.

GLUP!

"Na-nani?" ucap Kyuubi dengan gugup dan tetap menghadap pintu kamar Naruto .

"Kamar mandinya ada dimana? Aku ingin mandi.." ucap Itachi dengan melangkah pelan kearah Kyuubi. Kyuubi yang merasa Itachi mendekatinya semakin berkeringat dingin; teringat ucapan Itachi saat berada dirumah sakit.

"Di-dikamarku ada kamar mandinya.." ucap Kyuubi namun tetap tidak menatap wajah Itachi.

"Kalau begitu.. Cepat kita kekamarmu.. Aku sudah tidak tahan.." ucap Itachi yang telah berada disamping Kyuubi. Kyuubi dapat merasakan hembusan hangat disekitar telinganya sehingga menimbulkan efek menggelitik yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

"Kyuu~.." panggil Itachi lagi yang kini kedua lengannya telah memeluk pinggang ramping tubuh yang sedikit lebih pendek darinya dan membenamkan kepalanya diperpotongan leher Kyuubi yang menguarkan aroma musim panas yang merupakan candu baru baginya.

"GYAAA!?"

BRUAK!

Kyuubi berteriak dan berlari dari dekapan Itachi yang telah membuat jantungnya bergejolak dan mengakibatkan Itachi jatuh terduduk kebelakang.

"I-ittai .."

Itachi mengusap pantatnya yang melakukan pendarataan indah dilantai keramik kediaman keluarga Namikaze tersebut. Kyuubi yang mendengar Itachi mengeluh kesakitan langsung bergegas kembali dan membantu Itachi berdiri, Kyuubi menarik lengan Itachi kearah kamarnya dan mendudukkan pemuda berambut raven itu diranjang berukuran queen size miliknya.

"Aku akan mandi diruang Tou-san. Kau mandilah disana, nanti aku akan menyiapkan baju gantimu. "

Kyuubi menunjuk pintu geser yang berada disamping lemarinya kemudian dia bergegas keluar dari kamar bernuansa orange dan merah itu. Itachi hanya menggeleng pelan melihat sikap Kyuubi dan melangkah menuju kamar mandi yang ditunjuk oleh sang sulung Namikaze.


"Ne Teme, ternyata kau menyimpan cincin yang kuberikan saat kecil dulu, ttebayou~" ucap Naruto riang dan mengangkat tangan Sasuke yang tersemat cincin pemberiannya dulu.

"Tentu saja, Dobe. Aku selalu membawanya setiap saat." ucap Sasuke dengan mengusap puncak kepala Naruto dengan tangannya yang bebas.

"Tapi apa benar selama ini kau dan Itachi-nii mencariku dan Kyuu-nii?" tanya Nruto dengan menatap mata beriris Onyx milik Sasuke.

Shappire bertemu Onyx

"Hn." ucap Sasuke yang kini mengusap pipi Naruto.

"Suke.."

"Hn?"

"Apa benar aku calon istrimu?"

"Hn.."

"Aku tidak mau.." ucap Naruto sambil menurunkan tangan Sasuke yang sejak tadi mengusap pipinya.

"Kenapa, Dobe?" ucap Sasuke dengan berwajah datar walaupun saat ini dadanya terasa sesak akibat perkataan malaikat pirangnya.

"Karena aku itu laki-laki yang mempesona seribu umat manusia ttebayou. Jadi dari bagian mananya sehingga aku bisa terlihat seperti wanita dan menjadi istrimu? Seharusnya yang benar itu calon suamimu, bukan calon istrimu ttebayou." ucap Naruto dengan menampilkan cengiran khasnya. Sedangkan Sasuke melongo dengan tidak elitnya akibat ucapan Naruto yang membanggakan dirinya sendiri. Namun disisi lain, dirinya merasa lega karena itu berarti Naruto bersedia menjadi separuh nyawanya.

"Dasar Dobe. Cepat kau mandilah dulu." ucap Sasuke sambil mendorong pelan tubuh Naruto.

"Yosh!"

Naruto kemudian bergegas menuju kamar mandinya, sedangkan Sasuke merebahkan tubuhnya diranjang milik Naruto. Hari ini semua kejadian terasa membebani pikirannya, dari pertemuan kembali dengan !aruto yang telah lama dicarinya, kejadian beberapa orang yang menghadang Naruto dan Kyuubi, serta perkataan Naruto bahwa Kaa-san tercintanya adalah wakil dari Habanero berdarah. Kaa-sannya yang selalu anggun dimatanya itu adalah wakil ketua genk penguasa kota Suna tersebut? Astaga!? Sungguh rumit.

Sasuke mengusap wajahnya dengan menghela nafas antara lega dan resah secara bersamaan. Entah mengapa, dia merasa perjalanannya kedepan akan terasa aneh dan sulit.

Grekk!

"Teme, aku sudah selesai. Cepatlah mandi kemudian kita segera makan malam bersama." ucap Naruto yang baru keluar dari dalam kamar mandi.

Sasuke yang mendengar suara cempreng kekanak-kanakan milik Naruto langsung menolehkan wajahnya kesosok terkasihnya tersebut. Dan betapa terkejutnya dia saat mendapati penampilan Naruto yang membuat nafasnya tercekat. Tubuh Naruto hanya terlilitkan handuk berwarna kuning dipinggangnya untuk menutupi benda pusaka makhluk kuning tersebut, rambut pirang keemasannya kini tampak layu; basah karena sang pemilik yang baru selesai mandi, dada dan perut yang rata berwarna tan yang sedikit basah sehingga semakin terlihat seksi dan menggoda dan jangan lupakan aroma jeruk yang menguar dari pemuda pirang yang tampak menggoda ini yang menaikkan libido Sasuke. Jantung Sasuke semakin berontak dengan cepat, nafasnya terasa tertahan dan Sasuke dengan cepat menutup hidungnya karena sesuatu yang akan keluar dengan deras.

"Ne, kenapa kau menatapku seperti itu Teme?" tanya Naruto dengan polos, sedikit memiringkan kepalanya yang sedang dikeringkannya dengan handuk yang tersampir dibahu mungil Naruto.

"Ti-tidak.."

Sasuke langsung berlari cepat masuk kedalam kamar mandi.

'Aku harus menahannya diri untuk tidak menerkamnya saat ini juga atau aku akan tewas mengenaskan karena urat leherku dicabik oleh ketua Habanero!?' batin Sasuke dari balik kamar mandi.

"Ada apa dengan dia? Ahh, mungkin ingin buang air besar. Semoga saja hasilnya banyak." ucap Naruto dengan tampang polosnya dengan mengambil baju untuknya dan untuk Sasuke.

.

.

.

TBC