Ruang tamu dengan beberapa dekorasi kental kebudayaan jepang yang tergolong mewah ini kini terasa tegang. Masing-masing dari mereka tidak ada yang membuka suara, yang tampak hanya ekspresi murka dua wanita dewasa dan dua lelaki dengan ekspresi dingin namun terlihat gurat serius dan amarah diwajah mereka.
"Tak kusangka mereka sudah mulai bergerak," ucap Fugaku dengan menatap serius wajah Minato.
"Dan tetap dengan cara licik mereka?!" ujar Mikoto geram menambahi ucapan suaminya yang kini menggenggam tangannya agar membuat sedikit perasaannya tenang.
BRAK!
"Mereka sudah menyakiti anak-anakku?! Akan kupastikan selangkangan mereka remuk dengan tinjuku, ttebane?!" ucap Kushina dengan sedikit berteriak dan memukul meja untuk sedikit melampiaskan amarahnya hingga membuat meja didepannya tersebut retak.
"Tenanglah, anata .."
Minato dengan lembut membelai punggung istrinya, namun matanya menatap horror meja yang terlihat mahal itu rusak akibat perbuatan 'super anggun' istrinya.
'Haahh~, Nampaknya setelah ini aku harus mengganti meja ini. Daripada aku harus ditatap wajah mayat itu?!'
Minato menghela nafas dan sedikit melirik Fugaku yang sedang dengan senang hatinya menatapnya dengan tatapan –GantiRugiNanti?!- nya .
2 CERITA DAN 1 WAKTU
Chapter 5
Disclaimer
Naruto©Masashi Kishimoto
StoryBy©Hikari No OniHime
Pairing : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^
Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI, OOC, banyak typo, dan Lain* ..
Rated : T ( belum berani incip* M )
Genre : Romance, Humor, dan Drama
Author Note : Hime masih baru disini, jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis. inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita ..
and Then .. " HAPPY READING MINNA-SAN~?!" (^^)
"Jadi, kita akan makan apa?" tanya Itachi yang kini duduk disalah satu kursi ruang makan yang bernuansa biru muda dan coklat mocca milik keluarga Namikaze.
Meja tersebut berbentuk oval berbahan kaca tebal dengan dikelilingi oleh 6 kursi yang berbentuk seperti akar pohon berdiameter 32 cm. Naruto dan Kyuubi duduk bersebelahan dibagian kanan meja sedangkan Itachi dan Sasuke duduk didepan mereka dengan memasang wajah stoic andalan darah Uchiha.
"Kalian ingin makan apa? Biar aku dan Kyuu-nii yang akan memasakan untuk kalian," ucap Naruto dengan senyum manisnya.
"Cih! Aku tidak mau memasak untuk mereka," ujar Kyuubi dengan melipat tangannya kedada dan menatap Itachi dan Sasuke bergantian secara tajam.
"Katakan saja kau tidak bisa memasak," ucap Sasuke dengan ekspresi datarnya namun pandangan matanya terarah lembut kepada pemuda pirang yang memakai kaos kuning cerah didepannya.
"A-apa ka-"
"Sudah jangan berdebat," ujar Itachi lembut memotong perkataan Kyuubi, sedangkan Kyuubi hanya mendengus tidak suka.
"Kita makan diluar saja," ucap Sasuke sambil bersiap untuk beranjak dari kursinya.
"Eehh?! Makanan luar itu tidak sehat , Teme?! Sudah, biar aku yang memasak sendiri jika Kyuu-nii tidak mau membantu?!"
Naruto dengan menggembungkan pipinya beranjak menuju dapur dengan menghentak-hentakkan kakinya. Kyuubi yang melihat adik tersayangnya mulai ngambek hanya bisa membuka tutup mulutnya dengan ekspresi bingung.
"Argh! Menyebalkan?!"
Kyuubi mengacak-acak rambutnya dengan gemas dan menyusul Naruto kearah dapur. Sekesal apapun Kyuubi, dia pasti akan selalu mengikuti perkataan Naruto atau bisa dibilang terlalu brother complex.
"Aniki .."
"Hn?"
"Kuharap kita tidak mati keracunan.."
"Berharap saja itu tidak terjadi .."
"Bagaimana, Miko-chan?" tanya Kushina sambil menepuk bahu wakil ravennya tersebut.
"Aku sudah menghubungi Kazekage untuk memberikan instruksi kepada anak buah kita yang tersisa. Kuharap dalam 2 hari lagi mereka bisa cepat memperketat penjagaan kota Suna dan sebagian anggota yang lain akan kesini dalam waktu 3 hari, setelah itu kita bisa menjalankan rencana kita menaklukkan kota Konoha," ujar Mikoto panjang lebar.
"Baguslah. Sekarang kita tinggal menggerakkan anak-anak untuk membantu rencana tersebut," ucap Kushina dengan berkacak pinggang dengan sedikit menyeringai.
Sasuke dan Itachi membelalak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dihadapan mereka
Andai kata Naruto dan Kyuubi menghidangkan masakan telur gosong dan sup keasinan, mungkin mereka tidak akan sekaget saat ini.
Dimeja makan telah penuh bermacam-macam menu makanan, dan semuanya adalah menu khas jepang seperti kaarage, sup miso, sushi, soba, okonomiyaki, teriyaki, yakiniku dan yang lainnya. Sasuke dan Itachi saling tatap kemudian kembali menatap makanan yang tersaji .
"Ne, kenapa hanya dilihat saja? Ayo cepat kita makan," ucap Naruto sambil melepas celemek berwarna merah dari tubuhnya, begitu pula sama halnya dengan yang juga dilakukan Kyuubi.
"Ha'i .. Ittadakimasu?!" ucap Sasuke dan Itachi dengan bersamaan.
Sasuke melahap tempura buatan Naruto dan langsung terkejut dengan apa yang dirasakannya. Tempura buatan Naruto sangat pas dan terasa enak dilidahnya, dan bagi Sasuke masakan buatan Naruto mengalahkan masakan para chef bintang lima yang selama ini pernah dia makan sebelumnya. Terlalu hiperbolis?! Mungkin, tapi yang pasti Sasuke tau dimasakan tersebut tertuang kasih sayang Naruto. Dan harapanmu terlalu tinggi, nak Sasu~..
Itachi yang melihat adiknya makan dengan lahap dan terlihat 'aman' dengan masakan buatan Namikaze bersaudara langsung menyumpit yakiniku didepannya.
"Itu buatanku, aku tidak tanggung jawab jika kau keracunan," ucap Kyuubi saat Itachi mengambil masakan buatannya dan kemudian ikut menyumpit yakiniku buatannya tersebut.
"Tidak masalah. Yang terpenting aku bisa merasakan masakanmu, Kyuu-chan~" ucap Itachi menggoda dan langsung melahap tersebut. Dan Itachi terpukau layaknya Sasuke dengan yakiniku buatan Kyuubi yang terasa nikmat dan lezat secara bersamaan. Dan tak bisa dibayangkan bahwa masakan yang lezat ini adalah buatan seorang Kyuubi yang selalu bersikap kasar dan seenaknya.
'Dia memang calon istri yang sempurna untukku?!' batin Itachi dengan bahagia dan ber-fansgirling seenaknya.
.
.
.
"Aku tak menyangka kalian bisa membuat masakan seenak ini," ucap Sasuke takjub sambil menunjuk semua makanan dengan sumpitnya.
"Jangan meremehkan kami, Teme. Masakanku dan Kyuu-nii bahkan sanggup membuat kami menjadi juara dikejuaraan masak internasional, ttebayou~" ucap Naruto menyengir dengan membanggakankan diri. Sasuke dan yang lainnya langsung mendengus geli melihat tingkah Naruto yang terlihat percaya diri tidak tau malu tersebut.
"Ano Naruto, kenapa kau dan Kyuubi memakan ramen dan tidak memakan masakan kalian sendiri?" ucap Itachi keheranan dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Siapa bilang kita tidak akan memakan masakan buatan kami sendiri?" ucap Kyuubi sambil menyeruput mie dari cup ramennya.
"Lalu?" tanya Sasuke sambil menyuapkan sup tomat kedalam mulutnya. Aish, pujaan hatinya ini memang pintar memasak~
"Ramen dan apel adalah makanan utama, wajib dan pokok, ttebayou. Sedangkan makanan yang lainnya hanya seperti camilan. Jangan khawatir masakannya akan terbuang percuma, karena bagaimanapun juga camilan selalu punya bagian tersendiri dilambung kami, dattebayou~" ucap Naruto riang sambil menyeruput kuah ramen dari cupnya yang keempat dan Kyuubi langsung mengangguk dengan semangat menyetujui ucapan adik tersayangnya. Sedangkan Sasuke dan Itachi menatap horror dan melongo mendengar ucapan kedua Namikaze bersaudara tersebut.
'Jika ingin menikahi mereka maka harus siap bekerja keras 32 jam sehari demi mempertebal isi dompet?!' batin Sasuke dan Itachi secara bersamaan dengan mengelus-elus dada mereka.
.
.
.
"Biarkan saja mereka tidur diruang yang lain, Naru?!" ucap Kyuubi dengan sedikit berteriak kepada adik tersayangnya.
"Aku mau tidur dengan Teme, Kyuu-nii!" ucap Naruto dengan mengerucutkan bibir manisnya.
"Tidak boleh?!" ucap Kyuubi sambil menyilangkan tangan didepan dadanya.
"Boleh!" ucap Naruto lagi sambil ikut menyilangkan tangan didepan dadanya.
"Tidak!"
"Iyaa!"
"TIDAK?!"
"IYAA?!"
"KALIAN BERDUA CUKUP?!"
Itachi berteriak menghentikan perdebatan yang tidak ada hentinya ini.
"Jangan ikut campur keriput?!" ujar Kyuubi sambil menatap tajam Itachi.
"Ck, Urusai .."
Sasuke langsung menarik tangan Naruto kedalam kamar pemuda pirang itu dengan watadosnya, mengabaikan Kyuubi yang melotot tidak terima.
BRAK!
CKLEK!
Membanting pintunya dan mengunci dari dalam. Kyuubi yang melihat hal itu langsung mengomel dengan sangat beringas menggedor pintu berwarna orange itu.
Brak! Brak!
"BUKA PINTUNYA DASAR AYAM BRENGSEK?!" teriak Kyuubi sambil terus menggedor pintu tak berdosa itu.
Itachi yang melihat tingkah Kyuubi hanya menggeleng pelan kemudian langsung memeluk bahu pemuda tersayangnya dan menarik kearah kamar pemuda itu.
"A-apa yang k-kau lakukan?! L-lepaskan aku, keriput?!"
Kyuubi berusaha berontak dalam dekapan Itachi namun usahanya sia-sia, tenaga Itachi jauh lebih besar daripada dirinya yang sedang dalam keadaan yang tidak baik.
"Ne Teme, kau tidur disofa itu yaa~" ucap Naruto sambil menunjuk sofa panjang berwarna merah dipinggir kamarnya yang berukuran 6x5 meter itu.
"Aku tidak mau, Dobe" ujar Sasuke mendengus tak suka dan melirik sofa tersebut.
"Terus kau mau tidur dimana, Teme? Atau kau mau tidur dilantai yaa? " ucap Naruto lagi dengan memiringkan sedikit kepalanya sehingga membuat Sasuke sedikit merona.
"Tidak .."
"Lalu kau ingin tidur dimana, Teme?" ucap Naruto lagi sambil mengerutkan keningnya, sedikit bingung dengan sikap Sasuke.
"Disana.." ujar Sasuke sambil menunjuk ranjang milik Naruto.
"Hwee~, Lalu aku tidur dimana jika kau tidur disana?" ucap Naruto sambil menggembungkan pipinya.
"Tentu saja kau juga tidur disana denganku, Dobe.."
Sasuke menarik Naruto untuk naik keatas ranjang berukuran queen size tersebut. Naruto dengan kemampuan otak yang lama mencerna perkataan Sasuke hanya menurut saja dengan tarikan Sasuke yang kini sedang menyelimuti tubuh mereka berdua dengan selimut kuning bergambar rubah milik Naruto.
"Oyasumi, Dobe .." ucap Sasuke sambil membelai pipi Naruto dengan ibu jarinya.
"Un, Oyasumi Teme .." ucap Naruto pelan namun masih berusaha mencerna ucapan Sasuke tadi.
Hening ..
Hening ..
Sasuke mulai melingkarkan lengannya kekarnya pada pinggang ramping Naruto, sedangkan Naruto masih sibuk mencerna ucapan Sasuke.
'Tidur dengan Sasuke? Berdua?'
Hening ..
Hening ..
He-
"GYAAA?!"
BRUAK!
Setelah otak Naruto berhasil mencerna semua ucapan Sasuke, langsung saja pemuda pirang itu berteriak sambil mendorong tubuh Sasuke yang hampir terlelap hingga jatuh dari ranjangnya.
"Argh?! Apa yang kau lakukan, Dobe?!"
Sasuke memberikan deathglarenya kepada Naruto sambil mengusap pantatnya yang terjun indah dilantai tersebut. Nanti kalau pantatnya tidak seksi lagi gimana?!
"Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan, Teme?!" ujar Naruto dengan menunjuk-nunjuk muka Sasuke dengan beringas.
"Tentu saja tidur, dasar Dobe?!" ujar Sasuke lagi tanpa menurunkan kadar deathglarenya. Bodo amat dia marah, salah sendiri sudah mengganggu waktu tidur ulalanya?!
"Tapi tidak diranjangku dan dengan memelukku seperti itu, Teme?!" ucap Naruto lagi sambil menaikkan selimutnya hingga setengah wajahnya.
"Dobe!"
"A-apa?! Dasar Teme?!"
Sasuke kembali naik keatas ranjang Naruto namun dengan sigap Naruto langsung cepat-cepat menggeser tubuhnya dan memberikan batas antara dia dan Sasuke dengan menggunakan guling tersayangnya.
"Kalau kau seperti itu maka aku tidak segan-segan untuk menerkammu, Dobe .." ucap Sasuke dengan nada menggoda dan memasang seringainya.
GLUP!
"K-khilaf, Sasuke!? I-ingat, kau itu masih manusia?! B-bukan m-macan kayang, ttebayou?!"
Naruto meneguk ludahnya dan memandang Sasuke dengan horror. Sasuke langsung tersenyum geli melihat ekspresi Naruto yang ketakutan namun menggemaskan itu.
"Hmpp~, Aku bercanda, Dobe .." ujar Sasuke sambil menahan tawanya.
"T-TEME?!"
Naruto berteriak dan berniat untuk memukul Sasuke namun Sasuke berhasil menangkap tangan Naruto dan menggenggamnya dengan lembut.
"Sebaiknya kita tidur, Dobe. Besok kita masih harus sekolah," ucap Sasuke sambil mengacak rambut halus berwarna pirang milik Naruto.
"Huhh! Awas sampai kau macam-macam saat aku tidur?!" ujar Naruto dengan sedikit merona karena perlakuan Sasuke yang membuatnya berdebar-debar.
"Hn, tidak .." ujar Sasuke dengan tersenyum tipis.
'Tidak aku jamin~' batin Sasuke dalam hati dengan menyeringai dibalik senyum tipisnya. Good Actor?!
"Baiklah, Oyasumi Sasuke-Teme~"
Naruto langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata.
"Hn, Oyasumi .." jawab Sasuke sambil ikut memejamkan matanya.
5 Detik ..
Hening ..
10 Detik ..
Hening ..
12 Detik ..
"Dobe .."
"Apa Teme?"
"Kau sudah mengobati memar dipunggungmu?"
"Ah! Aku Lupa!"
Naruto langsung bangun terduduk diranjangnya.
"Kalau begitu cepat lepas bajumu sekarang, Dobe .."
Sasuke ikut terduduk dan memegang ujung baju Naruto untuk dia lepas. Naruto langsung membelalakan matanya mendengar ucapan dan tindakan siluman ayam itu pada bajunya.
"DASAR TEME MESUM?!'
DUAK!
'Aku kan hanya ingin membantu mengobati ..' batin Sasuke yang kini kembali terjatuh dilantai namun kini dengan hidung yang memerah akibat tinjuan penuh kasih sayang dari Naruto.
"Orochimaru-sama .."
"Ada apa Kabuto?"
"Kelihatatannya Habanero sudah mengetahui pergerakan kita, apa yang harus kita lakukan?"
"Begitukah? Kelihatannya Saint Hebi harus sudah mulai bergerak sekarang Kabuto. Perintahkan Kakuzu untuk mulai bergerak diwilayah utara Konoha,"
"Baik Orochimaru-sama, lalu bagaimana rencana penculikan itu?"
"Tetap kita jalankan, bawa Namikaze Naruto dan Uchiha Sasuke kehadapanku!"
"Baik Orochimaru-sama.."
Matahari mulai mengintip untuk keluar dari peristirahatannya walaupun masih mengenakan jubah kabut dinginnya. Walaupun suara burung mulai terdengar tapi pemuda pirang ini sama sekali tidak terganggu sedikitpun, dia malah menyamankan posisinya dalam pelukan Sasuke.
Tangan kiri Sasuke dijadikan bantal oleh Naruto sedangkan tangan kanannya digunakan untuk merengkuh tubuh mungil pemuda pirang tersebut. Begitu pula dengan Naruto, tangan kanannya digunakan untuk memeluk pinggang Sasuke seakan-akan Sasuke adalah penghangatnya yang ternyaman.
Sasuke sudah bangun sejak 23 menit yang lalu dan hanya tersenyum memandangi wajah lelap Naruto yang tertidur dalam pelukannya. Malaikat yang selalu dicarinya, malaikat yang telah membawa seluruh hatinya, dan malaikat yang telah mengeluarkannya dari dunia yang abu-abu.
" .. Ungg .. J-jangan Suke~ .."
Sasuke terkejut dengan igauan Naruto yang terkesan mendesah menggoda.
"Pe-pelan saja S-suke~"
Wajah Sasuke memerah sempurna, dia terus memperhatikan bibir Naruto yang bergumam dengan seksi.
"Ti-tidak muat S-suke~ .."
GLUP!
'D-DIA MIMPI A-APA!?'
Sasuke meneguk ludah berkali-kali, suara itu terlalu menggoda baginya.
"Ja-jangan dipaksa, sa-sakit Suke~ .."
Sasuke mulai tidak tahan dan mendekatkan wajahnya untuk meraup bibir ranum itu.
DUAK!
"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MAU MEMAKAI SEPATU BALET SEMPIT ITU?! DASAR TEME?!"
Naruto menyundul hidung Sasuke dengan seluruh kekuatan dahi mulusnya dan berteriak dengan mata terpejam. Kemudian dia kembali membaringkan tubuhnya dan bergelung dengan selimut hangatnya. Sedangkan Sasuke memegangi hidungnya yang menjadi korban kedua oleh Naruto dalam kurun waktu 24 jam.
'Besok jika tidur dengannya lagi akan kuikat dengan tali tambang?!' batin Sasuke dengan emosi.
.
.
.
DUAK!
"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK MAU MEMAKAI SEPATU BALET SEMPIT ITU?! DASAR TEME?!"
Itachi terbangun karena suara teriakan Naruto, dan saat dia ingin bergerak ada tangan yang melingkar dipinggangnya. Itachi menoleh kesamping tapi tidak menemukan wajah Kyuubi tersayangnya. Kemudian dia sedikit membuka selimutnya dan menyembul rambut orange kemerah dari dalam sana. Itachi tersenyum lembut saat melihat pose Kyuubi tidur yang sangat absurd. Kyuubi memeluk pinggang Itachi dan membenamkan kepalanya diantara tangannya mirip seekor rubah yang tidur meringkuk dalam gua hangatnya.
Itachi teringat akan teriakan Naruto tadi dan segara mengirim pesan pada Ototounya.
{ Ototou tersayang : Ada apa Ototou? Aniki mendengar teriakan Naruto.}
Drrt ..
{From, Ototou tersayang : Ada gorila pirang.}
Itachi mengangkat sebelah alisnya dan kembali mengirim pesan.
{ Ototou tersayang : Lalu suara keras itu?}
Drrt ..
{From, Ototou tersayang : Gorila itu menyundul hidungku. Dan jangan bertanya lagi atau aku akan menghajarmu Aniki?!}
Itachi menahan tawanya kuat-kuat agar tidak membangunkan pemuda disebelahnya. Kemudian dia melirik jam rubah yang tergantung manis diruangan itu, pukul 6 tepat. Sudah waktunya untuk bersiap-siap kesekolah.
"Kyuu~ .."
Itachi membangunkan Kyuubi dengan mengusap-usap pipi pemuda tersebut, namun Kyuubi sama sekali tidak terbangun dan malah mengeratkan pelukannya pada Itachi.
"Kyuu-chan, kita harus bersiap-siap kesekolah~"
Itachi masih mengusap-usap rambut jabrik namun lembut itu.
"Berisik! Aku masih mengantuk, Kaa-san .."
Kyuubi makin membenamkan kepalanya kedada Itachi, sedangkan Itachi mendengus geli.
"Aku tau kalau kau masih mengantuk, Kyuu. Tapi aku bukan Kaa-sanmu dan kita harus bersiap-siap kesekolah .."
Hening ..
Kyuubi tidak bereaksi.
"Aku tidak tau bahwa kau ternyata suka memelukku, Kyuu~. Bagaimana kalau setelah ini kita menikah saja jadi setiap hari kau bisa tidur memelukku? Ooh.. Bagaimana kalau aku memberimu morning kiss seka-"
BRUAAK!
"GYYAA?! AKU TIDAK MAU DINODAI KERIPUT?!"
Kyuubi mendorong tubuh Itachi hingga jatuh dan berlari menuju kamar mandinya..
'Pantatku teraniaya dua kali?!" Batin Itachi miris sambil mengusap-usap pantatnya.
.
.
.
"Hei ayam, kenapa hidungmu merah?"
Kyuubi bertanya sambil mengoles selai apel pada roti bakarnya.
"Gorila pirang, Kyuu~ .." jawab Itachi dengan tersenyum lembut sedangkan Kyuubi mengangkat sebelah alisnya pertanda tidak mengerti.
"Ehh?! Kapan kau bertemu gorilanya, Teme? Pasti itu gorila edisi terbaru .." ujar Naruto dengan mengunyah sandwich daging buatan Itachi.
"E-edisi terbaru?" tanya Itachi sambil mengerutkan keningnya.
"Un, gorilla itu berwarna pirang pasti keluaran edisi terbaru. Mungkin cat bulu warna pirang akan mulai trend dikalangan gorilla, ttebayo~.." jawab Naruto dengan mata berbinar-binar sedangkan yang lain sweetdrop dengan nista.
"Hei, Naru .."
"Yaa, Kyuu-nii?"
"Kau sadar tidak?"
"Sadar apa?"
"Rambutmu .."
"Rambutku?"
"Yaa, berwarna pirang.."
"E-eh?!"
Hening ..
Hening ..
He- ..
"JADI YANG DIMAKSUD GORILA PIRANG ITU AKU?"
Naruto berteriak sambil memegangi rambutnya sedangkan Kyuubi malah tertawa terbahak-bahak melihat keidiotan adiknya.
Brak! BRAKK!
"NARU?! KYUU?! TADAIMA?!"
Kushina membuka pintu dengan kasar dan berteriak menghampiri kedua anak tercintanya sedangkan Minato dibelakangnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang selalu bersemangat diluar kewajaran.
"OKAERI, KAA-SAN?!"
Naruto dan Kyuubi bersamaan sambil berlari menemui Kushina, sedangkan Sasuke dan Itachi mengikuti dibelakang mereka.
"Ne Kaa-san, cepat ceritakan ada apa, ttebayou~.."
Naruto memeluk Kushina yang tingginya hampir menyamainya dan Kushina hanya terkikik geli melihat putra bungsunya tersebut.
"Yare.. Yare.. Kaa-san akan menceritakannya sepulang sekolah, Naru .."
"Eehh?! Itu lama, ttebayou~" ujar Naruto sambil menggembungkan pipi chubbynya.
"Nanti Kaa-san ceritakan sekalian kita bertemu dengan Mikoto dan Fugaku, dattebane!" jawab Kushina dengan menyubit gemas pipi putra bungsunya tersebut.
"BENARKAH!?"
Naruto dan Kyuubi berteriak bersamaan dan dijawab dengan anggukan oleh sang ketua Habanero tersebut dan langsung disambut oleh High five kedua putranya.
"Kalian berdua nanti juga harus hadir, Oke?" ujar Kushina dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Sasuke dan Itachi dan dijawab dengan trade mark mereka.
"Kita harus berangkat sekarang," ujar Itachi berpamitan dengan Kushina dan Minato kemudian diikuti oleh Naruto, Sasuke, dan Kyuubi.
"Anata .."
"Yaa?"
"Aku harap keputusan kita kali ini benar.." ujar Kushina dengan memeluk lengan Minato.
"Kita telah memikirkannya bersama, jadi selebihnya percayakan kepada mereka berempat," ucap Minato dengan memeluk tubuh Kushina dan mengecup kening istrinya tersebut.
"Aku bersyukur memilikimu Minato.."
"Dan aku bersyukur dimiliki olehmu Uzumaki Kushina," ujar Minato sambil mendaratkan kecupannya pada bibir mungil Kushina.
_ Kelas X-2 _
"Ohayou, Shika.." sapa Kiba kepada teman sebangkunya yang asyik menenggelamkan kepalanya dimeja.
Ne Shika, tugas trigonometrimu sudah selesai?"
"Sudah.."
"Bisa aku pinjam? Aku ingin mencontek nomor 14, Shika.."
"HOAAMP?! Tidak .."
"Kau pelit, Shika," ujar Kiba sambil mengerucutkan bibir cherrynya.
".. Ajari .."
"E-ehh?"
"Biar aku ajari caranya, puppy .."
Tanpa banyak berkata, Kiba langsung mengeluarkan buku tugasnya kemudian diserahkan kepada Shikamaru. Shikamaru mengajari dengan singkat namun dengan cara-cara yang mudah dipahami oleh Kiba.
"Kau paham?"
"Yosh, aku paham! Terima kasih, Shika~"
"Hm, mendokusai.."
"Na Shika, ikatan rambutmu berantakan,"
"Biarkan saja,"
"Eehh?! Tidak bisa begitu! Sini biarku rapikan, anggap saja imbalan karena kau sudah mengajariku," ujar Kiba dengan menyengir dan mulai menyisir rambut Shikamaru sedangkan Shikamaru memejamkan matanya dengan perlahan. Bukan karena ia mengantuk tapi karena menikmati perlakuan Kiba pada rambutnya sehingga membuatnya nyaman.
"Kalau ikatannya terlalu erat bilang padaku," ujar Kiba lagi dan mengakhirinya dengan mengikatkan karet berwarna hitam pada rambut pemuda nanas tersebut.
"Naah, kalau begini kau terlihat tampan, Shikamaru!"
Kiba tersenyum lebar hingga kedua matanya menyipit sedangkan Shikamaru kembali menenggelamkan kepalanya untuk menyembunyikan pipinya yang merona. Kawaii naa~
GREEK!
"OHAYOU MINNA~?!"
"OHAYOU, NARU-CHAN?!"
Naruto berteriak menyapa seisi kelas kemudian berjalan kearah tempat duduknya dan diikuti oleh Sasuke yang berwajah datar dari belakangnya.
"Oi Naru, kenapa kau bisa datang bersamaan dengan Sasuke?" tanya Kiba sambil berjalan meninggalkan Shikamaru yang masih merona dibangkunya. Seisi kelas langsung memperhatikan Naruto dan Sasuke dengan pandangan yang ikut terheran-heran.
"Ohh! Sasuke menginap dirumahku, Kiba .." ujar Naruto dengan polos sehingga membuat seisi kelas terkejut.
BRAK?!
"Apa maksudnya menginap dirumahmu, Naru? Jelaskan padaku?!"
"Mouu Gaara?! Jangan menggebrak meja seperti itu ttebayou. Kau mengagetkanku," ucap Naruto sambil mengelus dadanya sedangkan Gaara memberikan deathglare kepada Sasuke.
"Kemarin sepulang sekolah aku dan Kyuu-nii dihadang 4 orang kemudian aku dan Kyuu-nii dipaksa mengikuti mereka tapi kami menolak dan kami saling berkelahi," ujar Naruto dengan ekspresi berpikir dengan moemoe-nya.
"Lalu apa hubungannya dengan dia yang menginap dirumahmu?" tanya Gaara lagi dengan menunjuk muka Sasuke.
"Dia dan rubah itu tidak berdaya menghadapi mereka jadi aku dan aniki yang menolong mereka berdua, membawa kerumah sakit, dan mengantarnya pulang dan kami dipaksa Kushina-san untuk menginap," ucap Sasuke dengan cepat dan memalingkan wajahnya.
"Ne Teme, baru kali ini aku mendengarmu berbicara sepanjang itu?!" ujar Naruto sambil mengerutkan keningnya dan dijawab dengan 'Hn' andalan milik Sasuke.
"Apa kau mengenali salah satu mereka dari mereka yang menghadangmu, Naru?" tanya Kiba dengan sedikit menggeram karena sedikit emosi.
"Tidak, tapi mereka memiliki tatto disetiap tangan mereka," ujar Naruto dengan seolah-olah menunjukkan bagian punggung tangannya tempat tatto tersebut berada.
"Tatto?"
"Un Gaara, tatto pedang berlilitkan ular?!" jawab Naruto dengan bersemangat sedangkan Kiba dan Gaara saling berpandangan dengan ekspresi terkejut.
"Mereka kembali .." ucap Gaara dan Kiba secara bersamaan.
"Ne, siapa yang kembali Kiba?" tanya Naruto sedikit bingung dan Sasuke dengan wajah datar dan namun tersirat keingintahuan.
"Saint Hebi, Naru. Musuh bebuyutan genk Habanero dan mimpi buruk Kota Suna,"
[Kau harus bisa membawa mereka kehadapanku!]
"Tapi haruskah aku membawa Uchiha Sasuke juga, Tuan?"
[Tentu saja, aku harap kau menjalankan perintahku dengan patuh.]
"Baik tuan, saya akan melakukannya dengan sangat rapi seperti biasanya.."
[Jangan sampai mengecewakanku, atau kau akan mendapat hukuman dariku!]
"Tentu saja Orochimaru-sama, aku tidak akan pernah mengecewakanmu,"
[Bagus, tidak salah aku memilihmu sebagai tangan kananku Haruno Sakura..]
"Itu sudah pasti Orochimaru-sama, anda tidak akan pernah kecewa denganku.."
.
.
.
TBC
