Terlihat seorang pria paruh baya berambut panjang berwarna putih sedang menatap foto dalam pigura yang menggantung indah didinding ruangannya . Foto itu berisikan 3 orang yang saling berpelukan , dan nampak memunculkan aura bersahabat .

"Kenapa kau harus berubah?"

Lelaki itu mulai menelusuri jari telunjuknya pada salah satu wajah pada foto itu .

"Aku harap kita bisa kembali seperti dulu , saling mengejek dan tertawa bersama seperti dulu"

Jari-jarinya kemudian mencengkram pigura itu hingga buku-buku tangannya nampak memutih .

"Aku akan menyadarkanmu dan memaksamu dengan cara apapun .."

Lelaki itu menggantungkan pigura itu kembali pada dinding didepannya .

"Aku akan mengembalikanmu seperti dulu , Orochimaru .."


2 CERITA DAN 1 WAKTU

Chapter 6


Disclaimer

Naruto©Masashi Kishimoto

StoryBy©Hikari No OniHime

Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^

Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI , OOC , banyak typo , dan Lain* ..

Rated : T ( belum berani incip* M )

Genre : Romance , Humor , dan Drama


Author Note : Hime masih baru disini , jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis . inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita ..
and Then .. " HAPPY READING MINNA-SAN~ !" (^^)


Sasuke tidak menyukai hal ini sama sekali. Seharusnya sekarang dirinya dan Naruto sedang duduk berdampingan didalam mobil miliknya, saling berdempetan dan menggenggam tangan mungil milik Naruto. Tapi apa yang sekarang dia dapat, Kini Naruto berada ditengah-tengah antara dirinya dan Gaara. Yaa, Panda merah pengganggu yang selalu menempel kepada malaikat pirangnya.

"Ne Itachi-nii , kenapa hawanya terasa dingin sekali ttebayo?" Tanya Naruto dengan polosnya pada Itachi yang sedang mengemudikan mobil berwarna hitam itu.

"Kau benar Naru, kalau begitu bisa kau katakan kepada Sasuke dan Sabaku-kun untuk menurunkan kadar tatapan dingin yang saling mereka lemparkan?" Ucap Itachi dengan tenangnya dan mengakibatkan dirinya yang mendapat lemparan deathglare dari kedua makhluk yang baru saja ia sebutkan .

"Ne Kyuu-nii, peralatannya tidak ketinggalankan?" tanya naruto kepada kyuubi yang sibuk menata rambutnya.

"Tentu saja tidak Naru . Bagaimana mungkin aku melewatkan hari besar ini begitu saja." Ucap Kyuubi sambil mengacungkan jempolnya kepada Naruto .

"Peralatan apa Kyuu-chan?" tanya Itachi dengan sedikit mengerutkan alisnya .

"2 Kamera dengan 5 baterai cadangan , 2 handycam dan 20 memorycard" jawab Kyuubi sambil ikut mengerutkan keningnya .

"Untuk apa kalian menyiapkan itu semua?" tanya Itachi lagi dengan wajah datar ala Uchiha-nya namun terlihat bahwa dia bingung , begitu juga dengan Sasuke dan Gaara yang mendengarkan percakapan mereka . Naruto dan Kyuubi saling pandang kemudian dengan cepat mereka menatap Itachi dengan tampang polos masing-masing .

"Kau bicara apa keriput? Tentu saja semua peralatan itu untuk mengabadikan peristiwa besar hari ini" ujar Kyuubi dengan senyum manisnya yang jarang ia keluarkan .

Syuuut~

"GYAAA!"

CKIIIIIIIITT !

Itachi yang terpesona dengan senyuman yang jarang Kyuubi tunjukkan langsung kehilangan kendali dalam mengemudikan mobil tersebut . Untung saja Kyuubi langsung mengambil tindakan dengan menarik tuas rem mobil itu jika tidak ada tindakan yang dilakukan Kyuubi mungkin saja mobil hitam itu sudah tidak berbentuk lagi dan mereka semua sudah memiliki lingkaran diatas kepala beserta sayap putih dipunggung mereka masing-masing .

"APA YANG KAU LAKUKAN DASAR KERIPUT SIALAN! KAU INGIN MENCABUT NYAWA KITA SEMUA HAAH! CABUT DULU KEGILAAN DARI OTAKMU BRENGSEK , SETELAH ITU KAU BOLEH MENCABUT NYAWA AYAM DAN PANDA ITU!" Kyuubi berteriak sambil mencekik leher porselen Itachi dengan tidak berperike-rubah-an . Sedangkan Naruto kini berada dalam dekapan erat Sasuke dan Gaara yang langsung sigap melindungi pemuda pirang itu dari bahaya , ketiga pemuda ini terlihat seperti ibu dan ayah yang melindungi anak mereka .


"Jadi apa rencanamu Sakura?"

"Aku kira kita tidak seakrab itu Kabuto , jadi jangan seenaknya anda memanggil nama kecilku"

Plak !

"Ingat , kau hanya bawahan kelas rendah yang dipungut oleh Orochimaru-sama jadi aku tidak perlu memanggilmu dengan sopan. Bukankah begitu HARUNO-SAN?"

"Ma-maafkan ketidak sopananku Kabuto-sama"

"Bagus,sekarang cepat jelaskan apa rencanamu untuk membawa 2 makhluk itu?"


"Ne Naru , kenapa kalian tadi bisa kehilangan kendali kemudi seperti itu? Kau tidak apa-apa kan?" tanya Kiba dengan memiringkan kepalanya dan menempelkan telapak tangannya pada pipi Naruto , meneliti apakah sahabat pirangnya itu terluka atau tidak .

"Un, aku tidak apa-apa Kiba. Tadi Sasuke dan Gaara melindungiku kalau tidak, mungkin sekarang dahiku akan mempunyai benjolan sebesar ini ttebayo~" ucap Naruto dengan menyengir dan mengepalkan tangannya seolah-olah menunjukkan ukuran bola pimpong .

"Hoaamm~ merepotkan.." ujar Shikamaru sambil menurunkan tangan kiba yang menempel pada pipi berwarna tan milik naruto dengan perlahan dan digenggamnya tangan milik Kiba . Cemburukah? Tentu saja , walaupun dirinya belum menjadikan Kiba sebagai miliknya tapi keposesifan selalu muncul mengingat Kiba masih belum menyadari perasaan pemuda nanas itu . Jadi kapan kau akan menyatakan perasaanmu Shika?

"Ne Itachi-nii , apakah lehermu sudah tidak apa-apa? Bekas cekikan Kyuu-nii masih membekas ttebayo" ucap Naruto sambil menunjuk leher Itachi yang tercetak bekas telapak tangan berwarna merah .

"Aku tidak apa-apa Naruto , anggap saja ini tanda cinta Kyuubi padaku" ucap Itachi dengan tersenyum hangat .

"Cih, besok-besok aku pasti akan membunuhmu tanpa meninggalkan jejak kejahatan!" ujar Kyuubi sambil membuang mukanya .

"Naru , kenapa kita berada diMusium Konoha?" tanya Neji yang sejak tadi diam menatap mereka tanpa bersuara .

"Hhehe , nanti kau juga tau Neji" jawab Naru dengan menunjukkan cengirannya.

Kenapa bukan hanya Namikaze dan Uchiha bersaudara yang berada disini berempat saja tapi bersama empat orang yang lain? Itu semua dikarenakan Kiba dan Gaara memaksa ikut setelah diceritakan oleh Naruto tentang pertemuan tersebut . Sebenarnya Naruto telah melarang tetapi kemudian Gaara mendapat telfon dari Kazekage (Ayah Gaara ) untuk hadir kerapat itu mewakili dirinya dan harus mengajak Kiba ikut serta pula . Naruto yang mendengar penjelasan Gaara mengenai ucapan ayahnya langsung mengangguk semangat tanpa menyadari bahwa Sasuke telah mengeluarkan aura gelapnya . Sedangkan alasan ikut sertanya Shikamaru dan Neji adalah karena mereka ingin mengawasi Gaara dan Neji , namun mereka memberikan alasan bahwa mereka berdua sudah mengetahui beberapa hal jadi setidaknya mereka ingin tau yang lebih detail . Jadi mana mungkin Naruto bisa menolak mengajak mereka ikut serta dalam rapat ini .

Mereka berdelapan masuk kedalam museum konoha , menuju ruang fosil dinosaurus . Kemudian mereka menuju bagian belakang ruangan tersebut , dan disana tertulis 'RUANG PENYIMPANAN PERALATAN KEBERSIHAN' .

"Dobe , kau tidak salah ruangan?"

"Diamlah Teme , dan cepat kita semua masuk kedalam .."

Ketujuh orang yang lain langsung mengikuti Naruto memasuki ruangan peralatan pengap yang berukuran 2x3 meter tersebut .

"Ini buntu dan ini ruang penyimpanan Dobe"

"Aish, kenapa kau berisik sekali Teme?"

"Karena kau menggiring kita semua kedalam ruangan pengap ini Dobe .."

"Aku tidak Dobe dasar Teme! Kyuu-Nii , tolong tutup pintu dibelakangmu itu"

Cklek !

Setelah Naruto mendengar Kyuubi telah menutup pintu dibelakangnya , pemuda penggemar ramen ini langsung mengambil sapu yang berada dilemari penyimpanan tersebut . Semuanya kecuali Kyuubi sangat heran ketika Naruto melepaskan sapu itu menjadi dua bagian kemudian ia mengangkat tongkat sapu itu dan memasukkan ujungnya pada lubang yang berada dibawah kakinya . Seketika tembok didepan Naruto turun perlahan kedalam tanah dan menampakkan tangga selebar satu meter yang mengarah pada ruang terdalam dibawah tanah .

Pats !

Pats !

Pats !

Lampu dalam lorong tangga tersebut kemudian menyala , terlihat beberapa ukiran-ukiran aneh pada dinding lorong tersebut . Naruto dan Kyuubi kemudian menuruni tangga itu secara perlahan , karena merasa tidak terdengar langkah kaki yang mengikuti mereka akhirnya berhenti dan menoleh kebelakang .

"Apa yang kalian semua lakukan? Cepatlah ttebayo~"

Keenam pemuda yang takjub dengan apa yang mereka lihat itu kemudian tersadar dari keterkejutan mereka dan segera mengikuti Naruto dan Kyuubi yang melanjutkan langkahnya menuruni tangga itu .

"Aku tidak menyangka ternyata museum konoha terdapat ruang bawah tanahnya shika.." ucap Kiba sambil memperhatikan ukiran-ukiran didinding tersebut .

"Hm , perhatikan jalanmu puppy . Aku tidak mau kau terpeleset .." ujar Shikamaru yang kemudian menggandeng tangan Kiba dengan lembut , sedangkan Kiba hanya mengangguk dan menyengir .

Setelah hampir 10 menit menuruni tangga tersebut akhirnya mereka sampai diruangan yang sangat luas berbentuk lingkaran . Diruangan tersebut terdapat meja memanjang beserta 8 kursi berjajar rapi disamping meja tersebut . Jika kita melihat keatas maka akan terlihat seakan-akan sedang berada didalam kubah raksasa yang terdapat ukiran bergambar rubah berekor sembilan yang masing-masing ekornya berbentuk ular dan menampakkan taring yang panjang . Kesembilan ekor itu berpencar berlainan arah sehingga terlihat seolah-olah ekor tersebut melingkupi ruangan tersebut .

"Naru-chan , Kyuubi !"

"KAA-SAN !"

Naruto dan Kyuubi kemudian berlari menghampiri ibunya dengan tersenyum lebar , Minato yang berada disamping Kushina hanya tersenyum dan melambai bak seorang pangeran .

"Ne , kalian membawa siapa ?" tanya Minato sambil menunjuk kearah Gaara,Kiba,Shika, dan Neji .

"Ahh , apa Tou-san lupa? Yang berambut merah itu Gaara dan disebelahnya itu Kiba sahabat Naru sejak diSuna ttebayo~" ucap Naru dengan menampilkan senyuman 5 jari miliknya .

"Ara~ , Tou-san ingat . Lalu dua orang disebelahnya ?" tanya Minato lagi .

"Perkenalkan nama saya Hyuuga Neji dan disebelah saya adalah Nara Shikamaru" ucap Neji dengan sedikit membungkuk dan diikuti oleh Shikamaru .

"Ehh , dari keluarga Nara dan Hyuuga?" tanya Kushina .

"Benar nyonya" jawab Shikamaru dengan singkat dan sedikit tersenyum .

"Hhahaha , kita beruntung sekali Minato" ucap Kushina dengan semangat dan mendapat respon anggukan dari suami tersayangnya .

Tap ..

Tap ..

"Ahh , Sasuke dan Itachi sudah datang rupanya .." ucap Mikoto yang baru saja muncul bersama suaminya dari pintu yang lain .

"Hn" jawab Sasuke yang langsung menghampiri ibunya dan memeluknya sedangkan Itachi menghampiri ayahnya dan sedikit membungkukkan badan tegapnya .

BLIZT !

BLIZT !

Naruto dan Kyuubi langsung mengeluarkan kamera dari dalam tasnya dan memfoto berkali-kali wajah Mikoto dan Fugaku .

BLETAK ! BLETAK !

"APA YANG KAA-SAN LAKUKAN!" teriak Naruto dan Kyuubi secara bersamaan akibat mendapat jitakan dipuncak kepala mereka dari sang Kaa-san tercinta .

"Seharusnya Kaa-san yang bertanya . kenapa kalian memotret Fugaku dan Mikoto? Itu tidak sopan , seharusnya .."

Semuanya terdiam menyaksikan dan menunggu kelanjutan apa yang akan diucapkan wanita berambut merah itu .

"SEHARUSNYA KAN KALIAN MEMOTRET KAA-SAN JUGA TTEBANE . LIHAT , KAA-SAN SUDAH TAMPIL CANTIK DAN MENAWAN JADI KALIAN TIDAK MAU MELEWATKAN MOMEN TERANGGUN KAA-SAN KAAAAN?" Teriak Kushina bersemangat dengan menaikkan salah satu kakinya keatas kursi , mengacungkan jempolnya dan tidak lupa senyuman penuh dengan semangat berkobar .Aah , dan jangan lewatkan juga efek angin yang tiba-tiba datang sehingga mengakibatkan rambut merah panjangnya berkibar .

Dan ucapan serta pose dari Kushina mengakibatkan semua orang yang berada diruangan tersebut melongo bersamaan .


[Sakura , ada apa ?]

"Tidak ada apa-apa .."

[Lalu untuk apa kau menelfonku , jika tidak ada urusan penting leb-]

"Bisa aku minta sesuatu yang sama , tapi yang tidak berbau dan berasa"

[Cih , untuk apa?]

"Apa aku selalu memberi alasan saat aku meminta?"

[Ck, baiklah! Aku kirim seminggu lagi. Kau minta berapa banyak?]

"Seperti biasa .."

[Baiklah.. Baiklah..]


"Waa , Naruto dan Kyuubi sudah besar yaa . Kalian semakin manis~" ucap Mikoto yang kini sedang memeluk Naruto dan Kyuubi .

"T-terima ka-kasih pujiannya Mikoto-sama" ujar Naruto dan Kyuubi secara bersamaan , mereka sungguh bahagia bisa dipeluk oleh idola ke-4 mereka . Kenapa Mikoto adalah idola keempat mereka ? Tentu saja karena peringkat ke-3 telah diduduki oleh Tsunade Senju , posisi ke-2 diduduki oleh Uzumaki Kushina dan posisi pertama diduduki oleh Ayah mereka , Namikaze Minato . Tunggu dulu , bukannya seharusnya Kaa-san mereka yang seharusnya menempati posisi nomor satu tapi kenapa malah Minato yang terkesan lemah lembut? Jika kalian tanyakan pada Namikaze junior bersaudara tentu saja jawaban yang akan kalian dapat adalah ..

'KAA-SAN SEPERTI IBLIS , TENTU SAJA KAMI MENGIDOLAKAN TOU-SAN YANG BISA MEMBUAT SANG IBLIS JATUH HATI!'

Jadi kalian sendiri mengerti apa maksud ucapan mereka bukan ?

"Ara~ , bisa kita tunda dulu acara jumpa fansnya? Lebih baik kita mulai rapatnya ttebane" ujar Kushina yang telah duduk manis namun berwibawa dikursi yang telah disediakan .

"Ne Kushi-chan , apa kita tidak perlu menunggu yang lain?" tanya Mikoto yang kini telah duduk berhadapan dengan kursi yang diduduki Kushina .

"Ahh~, mereka sebentar lagi juga akan sampai Miko-chan jadi lebih baik kita menunggu sekalian menjelaskan semuanya kepada para pemuda ini ttebane" Kushina kemudian memberikan senyumnya kepada sang sahabat serta suaminya .

"Kaa-san! Kaa-san!"

"Iyaa Naru?"

"Ne , cepat cerita semuaaaaanya ttebayooo~" ucap Naruto yang berdiri dari kursinya kemudian melompat-lompat kecil sambil menyengir dengan semangatnya yang menggebu .

"Ahahaha , anakmu tidak sabaran sepertimu yaa Kushi-chan" ucap Mikoto disela-sela tertawanya yang renyah .

"Biar Tou-san saja yang menjelaskan pada kalian semua" ucap Minato dengan tersenyum manis yang bisa membuat semuanya blushing , tidak terkecuali Fugaku dan kedua anaknya .

"Pendiri Saint Hebi dulu adalah kakekmu dan sahabatnya Naru .."

"M-maksud Tou-san Jiraiya Jii-san ?" tanya Kyuubi tidak percaya dengan ucapan ayahnya .

"Iyaa Kyuu , pendirinya adalah Jiraiya dan sahabatnya yang bernama-"

"Orochimaru" potong Kushina dengan mendesis menandakan bahwa dia benar-benar tidak suka dengan nama orang yang ia ucapkan .

"Dulu Saint Hebi menjaga kedamaian Kota Suna , tapi kemudian semuanya berubah semenjak kekasih dari Orochimaru meninggal . Orochimaru berubah menjadi lebih pendiam dan jahat , dia diam-diam menggerakkan separuh pasukan Saint Hebi untuk berbuat jahat . Dia mulai menyelundupkan senjata illegal , menjual obat-obatan terlarang , merampok , dan yang terakhir-"

"memperkosa wanita-wanita tidak berdosa" potong Fugaku yang sejak tadi memasang wajah datarnya .

"Karena Kakekmu akhirnya mengetahui kejahatan Orochimaru maka beliau membubarkan Saint Hebi . Setelah Tou-san menduduki bangku perkuliahan ,Saint Hebi yang dulu telah dibubarkan ternyata dibentuk kembali oleh Orochimaru hingga mempunyai pasukan yang sangat banyak . Kota Suna kemudian dikuasai oleh Saint Hebi dengan segala kejahatannya . Polisi dan para penegak hukum lainnya pun tidak ada yang berani melawan Saint Hebi ."

"Lalu apa yang dilakukan oleh Jiraiya-san ?" tanya Neji yang sangat serius mendengarkan cerita dari Minato , semua yang mendengarkan pertanyaan Neji kemudian kembali memfokuskan pandangan mereka dengan sangat serius kepada Minato .

"Ayah sama sekali tidak bisa menghalau kelakuan Orochimaru , semua anak buahnya lebih mengikuti Orochimaru . Hingga suatu malam saat ayah berjalan sendirian , beliau ditabrak hingga koma oleh anak buah Orochimaru . Sejak ayah koma , kelakuan Orochimaru semakin menjadi tetapi tetap saja tidak ada yang berani melawan . Kemudian datanglah Kaa-sanmu dan Mikoto diKota Suna." Minato menatap Kushina dengan penuh perasaan .

"Biar Kaa-san yang melanjutkan " ucap Kushina sambil menyamankan duduknya .

"Kaa-san sebenarnya tidak tau jika ternyata Kota Suna dikuasai oleh Ular jadi-jadian itu , hingga kemudian kejadian itu terjadi" ucap Kushina dengan tangan terkepal diatas meja , hingga Minato kemudian menggenggam tangan itu dengan lembut .

"Sahabat pertama kami berdua dikota Suna tewas secara mengenaskan" Lanjut Mikoto yang kini tangannya juga digenggam oleh Fugaku .

"Namanya Shinobu , anak yang baik dan ceria" Lanjut Mikoto .

"Sore itu Kaa-san , Miko-chan dan Obu-chan pulang dari kampus bersama , saat itu kami tidak ada feeling apapun hingga paginya Shinobu ditemukan tidak bernyawa dibawah jembatan ." Lanjut Kushina dengan air mata yang telah menggenang dipelupuk matanya .

"Kami yang tidak terima dengan alasan polisi yang mengatakan bahwa Shinobu bunuh diri tentu saja langsung menyelidikinya" Kushina menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan bercerita .

"Hal yang membuat kami terkejut adalah ternyata kejahatan itu sudah sering terjadi tiap harinya diKota Suna . Kami terus menyelidiki hingga kami mengetahui bahwa pendiri awal Saint Hebi itu adalah ayah Tou-sanmu Naru . Kami yang saat itu telah emosi langsung saja menghadang Tou-sanmu yang sedang bersama Fugaku ." ucap Kushina .

"Untung saja Fugaku kemudian menjelaskan pada kami berdua bahwa dirinya dan Minato juga sedang mencari cara menghancurkan Saint Hebi , jika tidak dijelaskan mungkin mereka berdua sudah tidak setampan ini karena telah kami hajar habis-habisan." Ucap Mikoto dengan tertawa dan diikuti oleh tawa Kushina . Sedangkan Itachi dan Sasuke hanya bisa menatap horror ibunya yang kini tertawa dengan santainya . 'JANGAN MELAWAN KAA-SAN , APAPUN ITU MASALAHNYA!' Batin Uchiha Junior itu bersamaan . Sedangkan Fugaku yang melihat kedua anaknya tengah menatap horror ibunya hanya bisa mendengus geli karena tau bahwa kedua anaknya itu baru saja mengetahui kenyataan bahwa ibu mereka yang lemah lembut itu ternyata bisa bertingkah kejam namun berwajah tanpa dosa , dia sendiri pun terkadang sering meneguk ludah berkali-kali saat Mikoto sedang marah .

"Kami berempat kemudian mencari tau kelemahan Saint Hebi" ucap Mikoto dengan tersenyum pada suami yang duduk disampingnya .

"Tapi belum selesai kami menyelidiki kelemahan Saint Hebi ternyata kami menemukan penyebab kematian sesungguhnya pada Shinobu . Shinobu mati setelah diperkosa oleh bawahan Orochimaru yang bernama Kisame , Shinobu mati karena kehabisan darah akibat kepalanya yang dibenturkan berkali-kali . Kaa-san dan Mikoto yang sudah benar-benar marah kemudian langsung mengendarai motor kami masing-masing dan mengelilingi kota Suna untuk mencari orang yang bernama Kisame . Tentunya tidak semudah itu karena kami harus mematahkan beberapa tulang orang-orang yang mengganggu kami . Tidak taunya ternyata kami berdua sudah menghajar hampir sebagian pasukan Saint Hebi ttebane~" ucap Kushina dengan tangan terkapal keatas dan disambut oleh anggukan setuju dari Mikoto , sedangkan Minato dan Fugaku hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istri mereka . Reaksi yang lain ? Naruto dan Kyuubi sedang menatap Kushina dan Mikoto dengan mata berbinar-binar cerah dan kagum , Gaara dan Kiba sweetdrop , Neji dan Shikamaru terbelalak tidak percaya , dan Itachi serta Sasuke yang meneguk ludah berkali-kali sambil mengusap keringat dingin yang mengalir dileher belakang mereka .

"Karena kekuatan Saint Hebi yang kian menurun akibat ulah Kushina-san dan Mikoto-san maka Orang tua kami juga ikut membantu mereka un .."

"DEI-NII !" Kyuubi dan Naruto berteriak dan memeluk seseorang yang berdiri diambang pintu bersama beberapa orang yang lain . Semua orang kemudian menoleh keambang pintu masuk sebelah utara yang berdiri keenam orang . Mereka adalah Namikaze Deidara , pemuda berperawakan ramping layaknya seorang wanita dengan rambut pirang berponytail ,sepupu dari Naruto dan Kyuubi . Disebelahnya adalah Akasuna Sasori , pemuda berambut merah bermata hazelnut yang lebih tinggi 10cm dari Deidara , kakak kandung Gaara . Didepan Sasori berdiri Uzumaki Nagato ,pemuda berambut merah mirip Kushina , keponakan Kushina . Disamping Nagato ada Senju Yahiko atau lebih sering dipanggil dengan nama 'PAIN' , sepupu Naruto dan Kyuubi dari pihak nenek mereka . Dibelakang Deidara ada perempuan manis namun kejam bernama Konan , dan disampingnya makhluk tidak jelas bernama Uchiha Obito atau lebih senang memanggil dirinya sendiri 'TOBI' yang selalu memakai topeng berbentuk spiral .

"Gyaa~ , Yahiko-nii jangan memeluk Naru erat-erat!" ucap Naruto yang kini dipeluk oleh Pain , Sasuke dan Gaara yang melihat itu hanya melemparkan Deathglare level 4 mereka .

"Aku merindukanmu Naru-pon~ .." ucap Yahiko yang kini sedang asik menggesek-gesekkan pipinya pada pipi Chubby Naruto , kini Sasuke dan Gaara menaikkan DeathGlare mereka menjadi level 9 .

"Yare~ Yare~ , bisakah kita mulai rapatnya dulu? Baru setelah itu kalian boleh bercanda lagi ." ucap Minato yang akhirnya menghentikan aksi para pemuda dan seorang perempuan yang sedang asik bercanda dengan Kyuubi dan Naruto . Sasuke dan dan Gaara pun akhirnya menghela nafas lega , mungkin nanti mereka harus berterima kasih dengan Minato .

Setelah semuanya duduk dimasing-masing kursi yang telah disediakan , Kushina pun melanjutkan ceritanya .

"Setelah beberapa orang bersatu untuk melawan , akhirnya kami berhasil melumpuhkan Saint Hebi . Itupun karena pasukan-pasukan Saint Hebi takut dengan kami , sehingga mereka banyak mengundurkan diri . Tapi tentu saja Orochimaru tidak menyerah , dia kemudian bersama anak buahnya yang tersisa melarikan diri keluar negeri hingga akhirnya mereka kembali dan hampir menculik kalian ." ucap Kushina panjang lebar .

"Tapi untuk apa mereka kembali dan berniat menculik Naruto dan Kyuubi ?" tanya Shikamaru tanpa menguap sedikit pun .

"Ahh , mungkin dendamnya belum hilang Nara-kun." Jawab Mikoto dengan lembut dan tersenyum .

"Dendam dengan siapa?" tanya Kiba dengan sedikit memiringkan kepala .

"Aihh~ , Kiba-kun jangan menampakkan wajah manis seperti itu nanti kau bisa dimakan Tobi" ucap Kushina dengan sedikit terkikik gemas , Tobi pun hanya tertawa dan menganggukkan kepalanya dengan semangat sementara Shikamaru mengeluarkan aura tidak sukanya kepada Tobi dan kemudian menggeser kursinya mendekati kursi Kiba .

"Dia dendam terhadap Kamisama , Kiba" ucap Minato menyudahi kikikan geli Kushina . Semua yang mendengar hal itu kemudian diam tak bersuara .

"Apa maksudnya Tou-san ?" tanya Kyuubi dengan sedikit mengernyitkan dahinya .

"Dia dendam karena kekasihnya direnggut dari sisinya . Orochimaru berniat melawan Kamisama dengan cara menyebar kejahatan dimana-mana , dengan begitu dia akan menjadi Dewa kejahatan dibumi . Itulah yang disampaikan Jii-sanmu kepada Tou-san Kyuu ." ucap Minato panjang lebar .

"Tapi kenapa menggunakan cara itu Minato-san?" tanya Konan sambil melipat kertas origami miliknya berbentuk bunga krisan .

"Seseorang akan menjadi tidak waras karena kehilangan sesuatu yang sangat ia cintai Konan , tapi itu semua tergantung dengan cara seseorang menghadapi rasa kehilangan itu sendiri ." jawab Kushina dengan sedikit ambigu namun dipahami oleh semua yang berada diruangan itu .

"Jadi alasan kami berempat mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk membentuk Habanero junior diKota Konoha ini." Ucap Kushina dengan penuh wibawa dan penekanan . Semua pemuda-pemuda itu langsung membelalakkan mata tidak percaya .

"KAMI SETUJUU !" Naruto , Kyuubi , Kiba , Deidara , Yahiko dan Tobi berteriak secara bersamaan dengan mata berbinar-binar , yahh walaupun mata Tobi hanya terlihat sebelah saja . Sedangkan Gaara , Sasori , Konan , dan Nagato hanya menganggukkan kepala tanda setuju .

"Lalu bagaimana dengan kalian berempat?" tanya Minato sambil menatap empat pemuda yang diam tidak mengeluarkan reaksi itu .

"Eeeh , Shika tidak mau yaa?" tanya Kiba dengan sedikit guratan kecewa diwajahnya . Shikamaru yang melihat itu langsung merasa berdebar dan berpikir cepat dengan otak jeniusnya .

'Jika aku tidak ikut bergabung tentu akan ada dua masalah . Pertama Kiba akan berada dalam mara bahaya apalagi dia ceroboh , dan yang terakhir ..' Shikamaru melirik Tobi .

'Jika aku tidak bergabung mungkin saja si Topeng aneh itu akan mendekati Kiba , kemudian merayunya , dan akhirnya Kiba jatuh cinta dengannya . Oh Shit !' Shikamaru menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil mengacak-acak rambutnya . Jika sudah berpikir soal si puppy dirinya yang jenius ini serasa diluar kendali saja .

"Sungguh tidak mau yaa?" ucap Kiba sambil menghela nafas kecewa .

"Tentu saja aku ikut puppy" ucap Shikamaru sambil mengacak-acak rambut jabrik Kiba , dan Shikamaru pun mendapat cengiran senang dari Kiba .

"Bagaimana denganmu Neji?" tanya Kiba kepada pemuda bermata Lavender tanpa pupil disebelahnya . Neji tidak menjawab tetapi dia melirik wajah pemuda bermata panda yang kini sedang menatapnya .

"Aku ikut , lumayan untuk waktu senggangku" jawabnya dengan sedikit tersenyum .

"Lalu bagaimana dengan kedua anak-anakku ini?" tanya Mikoto kepada Sasuke dan Itachi yang hanya diam saja dari tadi .

"Hn" jawab mereka berdua secara bersamaan , semuanya kecuali Fugaku dan Mikoto berasumsi bahwa itu jawaban yang berarti 'YA' .

"Kenapa kalian tidak mau?' tanya Fugaku datar dan mempertahankan ekspresi stoic-nya . Semua yang mendengar pertanyaan tersebut tentu saja terkejut .

"Kami akan berpikir dulu matang-matang Tou-san , kami tidak mau terlibat hal berbahaya yang bisa membuat nyawa kami terancam" jawab Itachi dengan tegas dan disambut dengan anggukan pelan dari Sasuke .

"Ahh~ , begitu yaa.." ucap Kushina sambil menghela nafasnya . Kushina kemudian melirik Mikoto dan Mikoto pun mengerti maksud lirikan dari ketua Habanero tersebut .

"Itachi , Sasuke .. Bisa ikut Kaa-san sebentar?" ucap Mikoto yang kemudian melangkah menuju pintu masuk selatan dan diikuti oleh kedua Uchiha bersaudara itu .

"Apa yang direncanakan Istrimu dan Istriku ,Fugaku?" tanya Minato dengan berbisik pada Fugaku , sedangkan yang ditanya hanya menggelengkan pelan kepalanya pertanda dia tidak tau .


Kini Mikoto , Sasuke dan Itachi sedang berada dilorong pintu masuk selatan , diantara mereka bertiga tidak ada yang membuka suara sehingga Mikoto berbalik menghadap kedua putranya dan memulai pembicaraan .

"Jadi kalian benar-benar tidak mau ikut serta rencana Kaa-san dan Kushina Baa-san ?"

"Kami hanya perlu berpikir resiko kedepannya Kaa-san" jawab Itachi seadanya .

"Ahh~ Kaa-san lupa .." Mikoto menepuk dahinya pelan sambil tersenyum .

"Kenapa kalian mencari-cari Kyuubi dan Naruto sejak sepuluh tahun yang lalu?" tatapan Mikoto berubah menjadi sangat dingin sehingga mengeluarkan aura mencekam yang membuat Uchiha bersaudara itu kehabisan kata-kata dan sedikit gemetar ketakutan . Hei , jangan salahkan jika mereka takut . Mereka hanya ingat bagian cerita dimana ibunya dan sahabatnya itu menghajar habis-habisan separuh pasukan Saint Hebi .

"K-kami ha-hanya .."

BRAGH !

Ucapan Sasuke terpotong karena sang ibu memukul tembok disebelahnya yang kini hampir berlubang dan retak dengan wajah tersenyum namun sanggup membuat Uchiha bersaudara itu tercekat tidak berani berkata apapun .

"Jika kalian tidak mau bergabung tetapi tetap mendekati Naruto dan Kyuubi maka Kaa-san tidak akan segan-segan menghajar kalian berdua . Tapi tenang saja , Kaa-san tidak akan merusak wajah tampan kalian" ujar Mikoto dengan seringai yang kini terpampang diwajah cantiknya,tidak peduli jika kini kaki kedua anaknya serasa lemas dan menahan diri agar tidak menjerit sejadi-jadinya seperti para ibu-ibu ababil yang melihat obral diskon baju bermerek besar-besaran .

"Jadi bagaima-"

"KAMI AKAN BERGABUNG KAA-SAN!" Jawab Itachi dan Sasuke secara bersamaan dengan posisi tegap seolah-olah sedang menghadap Jenderal perang hidup dan mati . Mikoto pun kemudian menganggukkan kepala dan menepuk puncak kepala kedua anaknya kemudian dia melangkah kembali keruang rapat , namun sebelum itu ia berhenti sehingga kedua anaknya yang mengikuti dengan wajah lunglai ikut berhenti melangkah dan kembali berwajah tegang .

"Kaa-san lupa sesuatu .." Mikoto berbalik dan menatap kedua anaknya dengan pandangan tajam dan lagi-lagi Sasuke dan Itachi harus meneguk ludah berkali-kali .

"Kaa-san dan Kushina Baa-san tau jika kalian berdua mengincar Naruto dan Kyuubi .."

'Jangan bilang jika kami ditentang keras , KAMI TIDAK MAU TERJADI PERTUMPAHAN DARAH !' teriak Itachi dan Sasuke bersamaan didalam hati .

"Jadi jika permasalahan Habanero dengan Saint Hebi telah selesai maka Kaa-san dan Kushina Baa-san akan mengadakan acara pertunangan kalian dengan Namikaze bersaudara itu . Jadi cepat selesaikan segera yaa , Kaa-san ingin segera mempunyai menantu semanis mereka~" ucap Mikoto dengan tersenyum riang , sedangkan Sasuke dan Itachi saling berpandangan kemudian tersenyum dan memeluk penuh arti kepada Kaa-san tercinta mereka .

"Ara~ , kalian ini .." ujar Mikoto kemudian balas memeluk kedua anaknya .

"Tapi kalian juga harus bisa menaklukkan hati mereka berdua , Kaa-san tidak mau jika ada pemaksaan pertunangan . Kalian mengerti ?"

"HN!" Sasuke dan Itachi mengangguk dengan bersemangat dam mereka bertiga kembali keruang rapat dengan wajah kedua Uchiha bersaudara yang berseri-seri .


"Maaf kami lama .." ujar Mikoto yang kemudian duduk disamping Fugaku .

"Bagaimana Miko-chan ?"

"Tenang saja Kushi-chan , mereka bersedia bergabung dengan Habanero" ucap Mikoto sambil mengedipkan sebelah matanya dan disambut dua jempol dari Kushina .

'Pasti mereka diancam ..' batin Fugaku dan Minato sambil menghela nafas panjang .

"Hontou ni Teme?" tanya Naruto dengan mata berbinar-binar .

"Hn , tentu Dobe" jawab Sasuke dengan tersenyum tipis .

"Baiklah , karena semuanya telah setuju dengan keputusan ini maka aku Namikaze Uzumaki Kushina selaku ketua Habanero meresmikan terbentuknya Habanero Junior!" ucap Kushina lantang dan tersenyum penuh semangat dan kemudian mendapat teriakan penuh semangat dari kedua anaknya .

Jadi langkah awal apa yang akan mereka mulai ?

.

.

.

.

.

TBC


Yoo minna-san~ , maav yaa kalo Hime kelamaan updatenya . Hime terlalu terhanyut dengan fic* orang lain dan terhanyut manga* yang mendebarkan m(_ _)m
Ne , berhubung Hime telah sadar dari kekhilafan(?) Hime , maka Hime akan berusaha lebih baik ttebayo~ ..
Jadi mohon Reviewnyaaaa~ \(^3^)/


RepLay Review :

siihat namikaze natsumi :

Aish , jangan panggil Hime itu senpai sayang , cukup Hime saja ..
Ohoho ,itu masih rahasia jadi ditunggu saja ..
Hhaha , meskipun dikatai gorilla pirang tapi Suke cinta Naru total kugg ..
Arigatou suda menunggu ^^

kirei- neko :

Tentu saja tidak akan semudah itu Kirei-san *wink*
Arigatou Kirei-san , hhehehe ^^

tsunayoshi yuzuru :

Souka ?
Kalo gitu mari kita sangka bersama-sama :D

LemonTea07 :

Yosh , arigatou buad masukannya LemonTea-san (mendadak Jadi haus :D)
Hhehe , maav kand Hime yang punya kebiasaan ngasih spasi kebanyakan m(_ _)m
Sekali lagi arigatou ^^

Lavenderchan :

Tentu saja ttebayo~ , jangan remehkan si Namikaze sulung :D
Ne,ayoo penasaran sama* :P

shikakukouki777 :

Hontou ni?
Hime jadi ikud suka dde :P
Yosh , arigatou suda menunggu ..

Angel Muaffi :

Pasti Hime sampein suruh hati* ttebayo~
Un , arigaou suda menunggu .^^

Axa Alisson Ganger , Lee Kiamho , Kamira Fujika :

Un , Arigatou suda menunggu ^^


Arigatou buad semua Reviewnya ..

Jadi ..

Bisa minta review lagi ? :P