Ruang bawah tanah Musium Konoha atau lebih tepatnya Ruang Gorgon kini begitu riuh, semua itu disebabkan karena tingkah konyol Naruto, Kyuubi, Deidara, Tobi, Yahiko, dan juga Kiba .

"Bagaimanapun aku yang lebih tua dan lebih berwibawa dari kalian, jadi sepantasnya aku yang menjadi ketua disini!" ujar Yahiko secara lantang dan menyisir rambutnya kebelakang dengan menggunakan jari lentiknya .

"Hiee~, Tidak bisa begitu Yahiko-nii!" ucap Naruto dengan menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibir lembutnya .

Greph !

"Gyaa! Jangan memelukku seperti itu Kyuu-nii!"

"Aku hanya melindungimu sebelum kau dipandangi dan dipeluk orang-orang nista itu Naru" ucap Kyuubi secara watadosnya dan mengabaikan dirinya yang diberikan DeathGlare oleh Sasuke dan Itachi .

"Kalau begitu aku saja yang menjadi ketuanya, Un!"

"Tidak.. Tidak..Tidak.. Justru sebaiknya Tobi saja yang menjadi ketuanya . Nanti akan Tobi bagikan Lolipop limited edition bergambar topeng milik Tobi"

"Hiee~, tidak boleh! Aku saja yang menjadi ketuanya, bukankah aku itu kuat dan mempesona jadi mana mungkin perpaduan seperti itu diabaikan ttebayo"

"Haa! Justru seharusnya aku yang menjadi ketuanya, aku tidak kalah kuat darimu Naru. Dan lagi menurut survey wajahku itu yang lebih mempesona"

"Tidak bisa begitu Kiba, wajahku seratus kali lipat lebih mempesona darimu ttebayo"

"Tobi juga.. Tobi juga.. Lihat, Tobi juga mempesona!"

"Argh! Otak kalian semua itu perlu diservice ulang dibengkel! Jelas-jelas aku yang lebih pantas menjadi ketuanya"

"Tidak bisa begitu Kyuu-nii, justru seharusnya dibawa ketoko bangunan bukan kebengkel!"

Shiiing~

"Ke-kenapa malah ketoko bangunan, Un?"

"Tentu saja untuk membeli palu Dei-nii, bukankah dipukul keras-keras dengan palu bisa membetulkan posisi otak yang miring ttebayo?" ujar Naruto dengan memberikan dua jempol dan juga cengiran lima jarinya.

Gubraak!

Sedangkan semua yang mendengarkan ucapan Naruto hanya bisa sweetdrop dan menepuk dahinya secara bersamaan .


2 CERITA DAN 1 WAKTU


Chapter 7


Disclaimer

Naruto©Masashi Kishimoto

StoryBy©Hikari No OniHime

Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^

Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI , OOC , banyak typo , dan Lain* ..

Rated : T ( belum berani incip* M )

Genre : Romance, Humor, dan Drama


Author Note : Hime masih baru disini , jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis . ini inspirasi sendiri jadi gomen ne kalo ada kesamaan cerita ..
and Then .. " HAPPY READING MINNA-SAN~ !" (^^)


"Ara~, Kaa-san dan Miko-chan sudah memutuskan bahwa Habanero Junior tidak perlu memiliki ketua ttebane" ucap Kushina setelah terbangun dari sweetdrop indahnya.

"Hiee~, kenapa seperti itu Kaa-san? Jika ada permasalahan bagaimana ttebayo?"

Kushina dan Mikoto saling berpandangan, kemudian mereka berdua menoleh secara bersamaan kearah Minato dan Fugaku. Dua orang dewasa yang ditatap oleh mereka pun hanya menghela nafas dan menganggukkan kepala, dan kemudian disambut cengiran Kushina dan seringai milik Mikoto.

"Tentu saja Habanero Junior tidak perlu ketua, Karena kami berdua akan ikut turun tangan ttebane" Kushina mengeluarkan seringai miliknya dan menatap para junior yang bergidik ngeri .

"Dan juga kami berdua yang akan memimpin kalian hingga akhir, jadi bila diantara kalian ada yang berani macam-macam maka kami berdua tidak akan segan-segan untuk mengejar dan menghajar kalian meskipun kalian berada dineraka sekalipun!" lanjut Mikoto yang juga menampakkan seringainya .

Bagaimana reaksi semua orang yang berada diruangan itu?

Minato dan Fugaku tetap tersenyum namun punggung mereka mengeluarkan keringat dingin ..

Konan hanya tersenyum dan mengangguk ..

Neji, Shikamaru, Gaara, Nagato, dan Sasori sudah meneguk ludah berkali-kali dan mengusap leher belakang mereka ..

Deidara, Yahiko, Kiba, dan Tobi sudah gemetar ketakutan dengan air mata dipelupuk mata masing-masing ..

Sasuke dan Itachi masih memasang wajah datar mereka tetapi sesungguhnya roh mereka sudah hampir lepas dari kepala kedua Uchiha itu ..

Sedangkan-

"GYAAAA! KAA-SAN DAN MIKOTO-SAMA KEREN!SUGOI!KAKOI!"

Naruto dan Kyuubi hanya berteriak histeris dengan gembira dan bersemangat sambil merekam ucapan Kushina dan Mikoto dengan Handycam yang dipegang Kyuubi dan Camera digital yang dipegang oleh Naruto. Kapan lagi mereka berdua bisa melihat kekompakan dan kekejaman dari Ketua serta Wakil dari Habanero? Lupakan bahwa mereka berdua sering melihat kekejaman Kushina dirumah .

"Jadi ?" Kushina sedikit mencondongkan tubuhnya, menatap setiap orang, dan menampakkan kesan menekan sekeliling.

"Ada yang mau protes dengan keputusanku?" Lanjut Kushina lagi namun kali ini dengan menampakkan senyum termanisnya.

"TI-TIDAK KUSHINA-SAMA!" ucap semua orang bersamaan, kecuali-

"HIEE~, ITU TIDAK ADIL KAA-SAN!" Naruto dan Kyuubi protes dengan memeluk sisi kanan dan kiri Kushina dengan masing-masing pipi mereka sedikit memerah tanda bahwa mereka sedang merajuk. Sasuke dan Itachi yang melihat ekspresi dari kedua Namikaze bersaudara itu hanya bisa menutup mulut mereka untuk menahan agar mereka tidak berteriak 'KAWAI!' pada keadaan seperti ini .

"Ne Naru-chan dan Kyuu-chan, apa kalian tidak mau kita beraksi bersama-sama ttebane?"

"Bukan begitu Kaa-san, hanya saja rasanya tidak seru kalau bukan orang dari seumuran kami yang memimpin"

"Betul kata Kyuu-nii, Kaa-san. Seharusnya Kaa-san dirumah saja, umur Kaa-san kan sudah tidak muda lagi ttebayo~"

Degh!

Semua orang yang mendengarkan ucapan Naruto dan Kyuubi hanya bisa meneguk ludahnya kembali, pasalnya kini wanita berambut yang sedang dipeluk oleh kedua Namikaze bersaudara itu mulai menguarkan aura hitamnya dengan sangat pekat.

"Jadi kalian berdua merasa bahwa Kaa-san sudah tua dan tidak tangguh lagi?"

GLUP!

'GAWAT, JIKA BEGINI AKU DAN NARUTO BISA TIDAK DAPAT JATAH APEL DAN RAMEN!'

"Ne, Kaa-san bicara apa ttebayo? Meskipun Kaa-san sudah tidak muda tetapi aku,Tou-san dan Kyuu-nii selalu mencintai Kaa-san sepenuh hati. Kaa-san juga masih tangguh, buktinya bisa membuat aku dan Kyuu-nii selalu kalah saat latihan gulat dengan Kaa-san ttebayo. Aku dan Kyuu-nii hanya bermaksud memimpin Habanero Junior agar nanti kami bisa menghadiahkan kekuasaan untuk Kaa-san ttebayo~" ucap Naruto tersenyum penuh arti kepada ibundanya tersayang, sedangkan mata Kushina sudah berkaca-kaca karena terharu dengan ucapan anak bungsunya.

"Hiks! Kaa-san pikir kalian berdua menyindir umur Kaa-san ttebane~"

"Tapi jika Kaa-san ingin menjadi Ketuanya Kaa-san harus menjaga diri baik-baik. Aku dan Naruto tidak mau jika Kaa-san lupa daratan"

"Betul Kaa-san! Saat nanti ada musuh yang menyerang secara bergerombol harus kita bagi sama rata yaa, jangan Kaa-san habisi sendirian soalnya aku dan Kyuu-nii kan juga ingin seru-seruan ttebayo~"

"Benar apa kata Naruto, Kaa-san. Setidaknya nanti aku akan menjadikan beberapa orang itu sebagai media percobaan penelitianku"

"Ha'i! Tentu saja nanti akan kita habisi semua musuh kita bersama-sama dattebane!"

Kushina dan kedua anaknya kini malah sibuk tertawa dan membahas beberapa cara untuk menghabisi musuh-musuh mereka. Sedangkan semua orang yang mendengarkan percakapan seorang ibu dengan kedua anaknya itu hanya bisa sweetdrop kembali, hanya Mikoto saja yang menepuk dahinya pelan karena tidak terkejut dengan sifat Kushina dan yang pasti sifat itu menurun kepada kedua putra sahabatnya itu .


_Skip Time_ Uchiha Mansion _

Sudah beberapa jam yang lalu rapat tentang Habanero Junior telah selesai, masing-masing dari mereka telah mendapat misi yang harus dituntaskan dalam seminggu. Setiap misi akan diselesaikan secara berkelompok dan pembagian kelompok sesuai dengan beratnya misi yang diterima. Pelaksanaan misi akan dimulai secepatnya, jadi kini semua orang telah kembali menuju kediaman masing-masing tetapi tidak dengan Namikaze sekeluarga. Kini mereka sedang mengadakan acara makan malam bersama yang diadakan dimansion milik sahabat mereka.

"Sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini. Aku harap kita akan sering-sering berkumpul bersama seperti ini terus ttebane~"

"Ara~, tentu saja Kushi-chan. Kita akan semakin sering seperti ini, betulkan suamiku?"

"Hn"

"Ahh, bagaimana denganmu anata? Kau juga senang bukan jika kita seperti ini ttebane?"

"Tentu anata. Aku tentu saja senang"

"Bagaimana dengan kalian berempat?" tanya Kushina kepada empat pemuda yang sedari tadi diam memperhatikan percakapan orang tua mereka.

"Hn, tentu Kushina 'Kaa-san'!" ucap Sasuke dan Itachi bersamaan.

"Kami juga senang ttebayo~. Benarkan Kyuu-nii?"

" .…"

"Kyuu-nii?"

"…."

"Kyuu-"

"Kenapa kalian berdua memanggil Kaa-san dengan kata 'Kaa-san'?" selidik Kyuubi kepada kedua orang pemuda yang duduk didepannya dengan sedikit curiga, pasalnya sekembali dari percakapan antara mereka dengan Mikoto aura mereka terlihat bahagia walaupun masih sedikit tersembunyi karena ekspresi datar mereka.

"Hn" Jawab Uchiha bersaudara dengan bersamaan kembali.

"Ehh, betul juga. Kenapa kalian memanggil Kaa-sanku seperti itu? Kalian sudah mempunyai Kaa-san sendiri ttebayo" tanya Naruto dengan ikut mengerutkan keningnya.

"Hn"

"Ck, kalian tidak memiliki kosakata lain?" Kyuubi menahan dirinya untuk tidak menyemburkan kata-kata keramatnya kepada Uchiha bersaudara itu.

"Hn"

"Argh! Kalian ini!" ucap Kyuubi dengan mengacak-acak rambutnya yang memang sebelumnya telah acak-acakan.

"Sudahlah Kyuu-nii biarkan saja mereka. Cukup besok-besok kita bawakan mereka banyak kamus tebal saja ttebayo~"

"Haa? Memang untuk apa Naru?" tanya Kyuubi dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Bukankah kata Kyuu-nii mereka kekurangan kosakata ttebayo? Maka dari itu kita pukul saja kepala mereka berkali-kali dengan kamus, pasti setelah itu mereka tidak akan kekurangan kosakata lagi. Setidaknya setelah kita pukul mereka dengan kamus pasti akan membuat beberapa kata-kata dalam kamus rontok kedalam kepala mereka ttebayo~"

"Ehh? Benar juga Naru, kau pintar sekali!" ucap Kyuubi bangga dan memeluk adik kesayangannya itu. Sedangkan para Uchiha yang mendengarkan perkataan Naruto hanya bisa cengo dengan mata terbelalak.

"E-ehem!" Minato berdehem agar Uchiha sekeluarga kembali kewatak asli mereka.

"Aha-ahaha, a-ano bagaimana jika kita mulai saja makan malamnya?" tawar Mikoto dan segera mendapat anggukan dari semua yang ada disana.


_Skip Time_

"Gachiso sama deshita~"

"Ne, ini sudah terlalu malam. Bagaimana jika kalian menginap disini?" tawar Mikoto kepada Namikaze sekeluarga.

"Maafkan kami Miko-chan, kami akan pulang saja. Lagi pula besok anak-anak masih sekolah dan masih harus menyusun rencana untuk misi Habanero Junior ttebane~" ucap Kushina dengan mengatupkan kedua telapak tangannya.

"Ara~, benar juga. Tetapi kapan-kapan kalian harus menginap disini yaa?

"Ha'I, tentu saja ttebane"

"Kaa-san, kita harus pulang secepatnya!" ujar Kyuubi dan Naruto secara bersamaan.

"Ehh~, memang ada apa ttebane?"

"Apa Kaa-san lupa?" seru mereka sekali lagi.

"Haa?"

"HARI INI ADALAH JADWAL MENGGANTI CAIRAN FORMALIN DITABUNG APEL RUBAH KAMI KAA-SAN!"

GUBRAAK !

Semua orang hanya bisa sweetdrop dengan tidak elit sama sekali, termasuk beberapa pelayan keluarga Uchiha yang mendengarkan percakapan mereka.


Seminggu setelahnya ..

"Ohayouu~" sapa Naruto dan Kyuubi bersamaan setelah bersiap-siap dikamarnya masing-masing menuju ruang makan untuk sarapan bersama orang tua tercinta mereka, namun-

"UNTUK APA KALIAN DISINI HAA!" Teriak Kyuubi setelah melihat Uchiha bersaudara sedang duduk dengan santai dan menyeruput teh yang disediakan oleh Kushina dimeja makan.

"Aish~, kenapa kau berteriak seperti itu Kyuubi? Mereka datang untuk menjemput kalian" ujar Kushina keluar dari dapur dan meletakkan omelet untuk sarapan pagi mereka dimeja makan.

"KAMI BISA BERANGKAT SENDIRI KAA-SAN!" Teriak Kyuubi lagi dan kini memeluk adiknya agar tidak mendekati Uchiha bersaudara itu.

"Ne Kyuu-nii.."

"Haa?" Kyuubi mendekatkan telinganya ketika Naruto memberi kode bahwa dia ingin membisikkan sesuatu.

"..."

"…."

"…."

"..Hmm.." Kyuubi menganggukkan kepalanya berkali-kali.

"…."

"..Nyiehehehe" Kyuubi tertawa dan mengeluarkan seringainya, begitu pula dengan Naruto. Sedangkan kedua Uchiha yang melihat itu hanya mengangkat sebelah alisnya.

"Ehem! Jadi kalian berniat untuk berangkat bersama hehh?" Tanya Kyuubi yang kini duduk didepan Itachi, begitu pula Naruto yang duduk didepan Sasuke. Yang ditanya pun hanya saling berpandangan dan menganggukkan kepalanya.

"Bisa kita mulai sarapannya?" tanya Minato kemudian dan dijawab oleh anggukan kembali oleh Uchiha bersaudara dan acungan jempol dari Kyuubi dan Naruto.


_Skip Time_

"Baiklah Kushina 'Kaa-san', kami berempat berangkat dulu" ujar Itachi dengan membungkukkan badannya dan diikuti oleh Sasuke.

"Kami berangkat Kaa-san" ucap Naruto kemudian mengecup pipi Kushina dan diikuti oleh Kyuubi.

"Ittekimasu!" Ujar Naruto sambil melambaikan tangannya.

"Itterasai Naru-chan, Kyuu-chan!" Kushina menutup pintu setelah anak-anaknya tidak terlihat.

"Ara~, kenapa tas Kyuubi dan Naruto penuh seperi itu yaa?" ujar Kushina sambil memiringkan kepalanya dan meletakkan jari telunjuknya dipipi kanannya.

"Anata, apakah anak-anak sudah berangkat?" tanya Minato setelah keluar dari ruang kerjanya.

"Un, kenapa?"

"Tidak, hanya saja beberapa kamus dan esklopedia dilemariku tidak ada. "

"Hmm, mungkin ada dikamar mereka atau ruang penelitian Kyuubi"

"Ahh~, begitu? Kalau begitu aku akan berangkat kekantor sekarang"

"Ha'I, itterasai anata.."

Chuu~

"Ittekimasu anata" ucap Minato dengan tersenyum lembut setelah mngecup bibir mungil istrinya dan menyebabkan pipi sang istri merona.


_Dimobil milik Uchiha_

"Ne Kyuu-nii, nanti kita 'melakukannya' diparkiran saja yaa~" ucap Naruto dan dijawab dengan acungan dan seringai milik Kyuubi.

"Melakukan apa dobe?"

"Tentu saja melakukan misi Teme. Apa kau lupa bahwa seminggu yang lalu kita mendapat misi?"

"Tapi kenapa diparkiran dobe? Bukankah misinya ad-"

"Hhehe, aku ingin sedikit mempercepat menjalankan misinya saja Teme" ujar Naruto dengan tersenyum manis sehingga menimbulkan reflek tangan Sasuke yang mencubit pipi chubby itu.

"Hei Keriput .."

"Yaa?" jawab Itachi namun masih fokus menyetir.

"Kenapa sejak tadi kau tidak bersuara? Biasanya kau yang lebih 'berkata' daripada si ayam autis itu" ucap Kyuubi yang hanya melirik Itachi menggunakan sudut matanya.

"Kenapa?" tanya Itachi.

"Apanya yang kenapa keriput?" tanya balik Kyuubi dengan mengerutkan alisnya.

"Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau merindukan suaraku Kyuu-chan~?"

"Cih! Dalam mimpimu!" ujar Kyuubi dengan memalingkan muka dan Itachi hanya mendengus geli karena berhasil menangkap ekspresi Kyuubi yang merona dari pantulan kaca mobil miliknya.

"Kita sudah sampai~" ujar Naruto yang kemudian keluar dari mobil lebih dahulu dan diikuti oleh Kyuubi. Naruto dan Kyuubi saling memberikan kode serta menyeringai, kemudian masing-masing dari mereka berdua mulai melaksanakan 'misi' yang sudah direncanakan.

"Ano Suke, barangku ada yang tertinggal didalam mobil. Bisa tolong kau ambilkan?"

"Hn" Sasuke memasukkan separuh badannya kembali kedalam mobil karena kakinya telah menapak diluar.

"Ne keriput, apa kau sudah memasang rem tangannya dengan benar?"

"Tentu Kyuu"

"Coba kau cek kembali"

"Baiklah" Itachi memeriksa kembali rem tangan mobilnya.

"Bagaimana?" tanya Naruto dan Kyuubi secara bersamaan.

"Tidak ada Dobe/Sudah kyuu" jawab Sasuke dan Itachi sambil mengeluarkan badan mereka dari dalam mobil secara bersamaan dan perlahan, kemudian-

BRUAAK !

BRUAAK !

BRUAAK !

BRUAAK !

BRAAGH !

BRUUKK!

"Nah, aku yakin setelah ini mereka akan banyak bicara Kyuu-nii~"

"Tentu saja Naru, Ayo kita kekelas duluan"

"Un, tentu ttebayo~"

Naruto dan Kyuubi melangkah meninggalkan Itachi dan Sasuke yang tersungkur ditanah dekat mobil mereka. Siswa siswi yang melihat hal itu hanya berkali-kali menatap Namikaze bersaudara yang sedang bersenandung riang kedalam gedung dan Uchiha bersaudara yang terkapar dengan kepala yang benjol disana sini dan bukti kejahatan dari Namikaze bersaudara yang berupa esklopedia dan kamus disekitar kepala Sasuke dan Itachi.

'Jangan bilang bahwa Namikaze bersaudara adalah Uke Psikopat!' Batin semua orang horror.


_Kelas Naruto_

"Ohayou minna~" ujar Naruto dangan menampilan senyum lima jari miliknya dan disambut dengan senyuman seisi kelas.

"Ne Kiba, bagaimana?" tanya Naruto setelah duduk disamping Kiba.

"Tenang saja Naru. Aku dan Gaara sudah menyelidiki beberapa orang dan beberapa tempat yang bisa kita taklukkan terlebih dahulu" jawab Kiba sambil ikut memberikan cengiran manisnya.

"Hhehe, kau dan Gaara memang hebat ttebayo~" seru Naruto sambil mengacungkan kedua jempolnya dengan semangat.

"A-ano, Namikaze-kun.."

"Ehh? Ada apa Haruno-san?"

"Bisa kita bicara sebentar diluar?"

"Nnn.."

"Tidak lama, hanya beberapa menit saja"

"Un, baiklah. Lagi pula jam pelajaran masih dimulai tiga puluh menit lagi. Kiba, aku pergi dulu!"

"Yaa~" Kiba membalas lambaian tangan Naruto. Setelah Naruto tidak terlihat lagi dari balik pintu dia kemudian mengerutkan keningnya.

"Hooaam~.. Ada apa puppy?" tanya Shikamaru dengan menepuk puncak kepala Kiba.

"Tidak Shika, hanya saja aroma tubuh Sakura tadi membuatku merasa aneh" ucap Kiba dengan lugas.

"Aneh bagaimana?" tanya Shikamaru. 'Jangan bilang bahwa kau tertarik pada perempuan itu!' batin Shika dengan sedikit menjerit.

"Aku mencium bau obat-obatan darinya Shika, dari baunya aku mengenali jenis obat itu"

"Hoaam~, mungkin hanya perasaanmu saja puppy" ujar Shikamaru sambil membenamkan kepalanya kembali diantara kedua tangannya yang berada diatas meja. Perasaannya lega karena perkiraannya salah, tetapi ada yang mengganjal pikirannya karena ucapan Kiba tadi.

"Ohayou Sasuke.." sapa Kiba kepada Sasuke yang sedang meletakkan tasnya diatas meja.

"Dimana Naruto?" tanya Sasuke sambil menguarkan aura hitamnya.

"Ehh? Kenapa kepalamu benjol-benjol seperti itu Sasuke?"

"Jawab pertanyaanku DIMANA NARUTO? Dan jangan bertanya apapun lagi atau aku akan melemparmu dari jendela sekarang!"

"Hiee! Na-naruto sedang b-bersama Sakura!" jawab Kiba dengan sedikit tergagap, pasalnya sekarang Sasuke lebih mengerikan dari biasanya.

"Sakura? Untuk apa dia bersama dengan si rambut pink itu?"

"Entahlah Sasuke" jawab Kiba sambil mengangkat bahunya.

"Akan kujemput Baka-Dobe itu" Sasuke meninggalkan kelas dengan tergesa-gesa.

"Shika.. Shika.." panggil Kiba dengan mengguncangkan bahu Shikamaru.

"Ada apa puppy?"

"Kau dengar tadi?"

"Dengar apa?"

"Sasuke bisa berbicara sebanyak itu Shika, bukankah itu adalah sesuatu yang langka?"

"Mungkin saja dia sadar bahwa dulu dirinya terlalu irit bicara makanya dia sekarang berbicara panjang seperti itu tadi"

"Ehh? Analisismu benar juga Shika. Tapi Shika.."

"Hoaam~.. Apa lagi?"

"Kenapa Sasuke membawa kamus dan esklopedia sebanyak itu yaa? Bukankah hari ini tidak ada pelajaran Iruka sensei? Lagipula biasanya juga jika ada pelajaran Iruka sensei kita tidak perlu membawa esklopedia sebanyak itu" ujar Kiba sambil menunjuk tumpukan buku tebal yang ada dimeja Sasuke .

"Entahlah" ujar Shikamaru sambil menenggelamkan kepalanya kembali.

Sementara itu ..

Naruto dan Sakura kini sedang berada ditaman belakang sekolah. Tempat ini memang jarang sekali dikunjungi oleh siswa-siswi, pasalnya ditempat ini beredar rumor bahwa para murid sering melakukan tindak bunuh diri di taman yang sebenarnya indah ini. Bagaimana tidak indah? Lihat saja danau kecil buatan berwarna biru gemerlap yang memukau, sisi-sisi danau dikelilingi pohon Ginkgo, beberapa kursi taman memanjang didekat pohon tersebut yang mengarah ke danau, lampu-lampu taman yang bernuansa eropa, dan tak lupa beberapa angsa yang sedang berdempet malu-malu ditengah danau tersebut. Bukankah ini adalah tempat yang mengagumkan? Berterima kasihlah pada Naruto yang semasa kecilnya sering memberikan desain taman kepada sang Baa-chan tercinta. Lupakan beberapa fakta jika terkadang dia sering memberikan beberapa rancangan desain taman yang penuh dengan gambar 'naruto' dan patung rubah raksasa ditengah danau.

"Jadi apa yang mau kau bicarakan denganku Haruno-san? Ucap Naruto dengan tersenyum manis pada gadis disampingnya.

"Umm.. Aku ingin meminta maaf atas perlakuanku tempo hari Namikaze-kun.."

"Ara~, tidak apa-apa Haruno-san. Aku tidak marah ttebayo~"

"U-umm.. Dapatkah kita menjadi teman baik Namikaze-kun?" ucap Sakura malu-malu.

"Un! Tentu saja ttebayo~. Ehh, cukup panggil saja aku Naruto" Ucapnya dengan menampakan cengiran andalannya.

"Jika begitu, panggil saja aku Sakura ne Naruto-kun?"

"Yosh! Baiklah Sakura-chan"

"Ne, sebagai tanda pertemanan kita maukah kau menerima kue buatanku ini?" Sakura mengulurkan bungkusan berbentuk persegi yang diikat dengan kain bercorak sakura putih.

"Ehh! Sakura-chan yang membuat ini?" Naruto terkejut saat membuka bungkusan yang diberikan padanya. Isi dari bungkusan tersebut adalah cookies coklat dengan berbagai macam bentuk.

"Hmm, cobalah kau cicipi rasanya. Kuharap kau suka Naruto-kun" ucap Sakura dengan tersenyum manis.

"Yosh! Itadakima-"

"DOBE!" Sasuke berlari menghampiri Naruto yang sedikit lagi akan melahap cookies berbentuk bintang buatan Sakura dengan aura hitam yang menguar dipunggungnya, entah karena dirinya masih marah karena Naruto yang menistai kepala pantat ayamnya atau karena dirinya cemburu melihat sang pirang duduk berdua dan sedikit merapat dengan gadis bubble gum itu.

"Untuk apa kau bersama perempuan ini!" Sasuke melirik tajam Sakura yang kini menampilkan ekspresi sedikit takut.

"Ne, kau tidak boleh bicara seperti itu Baka-Teme. Sakura sudah meminta maaf dan berteman denganku ttebayo~" ucap Naruto yang kini meletakkan cookies yang belum dia makan itu kedalam bungkusnya kembali.

"Aku tidak peduli! Sekarang kau harus bertanggung jawab atas perlakuanmu dengan kepalaku Dobe!" Sasuke menunjuk beberapa benjolan dikepalanya dan dijawab dengan cengiran sang pelaku pemukulan.

"Ehehe~, tapi akibatnya kau jadi berbicara sepanjang itu Teme. Berterima kasihlah padaku ttebayo~" Naruto mengacungkan jempolnya kearah hidung mungilnya, dan tanpa banyak bicara lagi Sasuke segera menyeret Naruto menjauhi taman tersebut.

"A-ano Sakura-chan, aku pergi dulu- Berhenti Teme!- Jaa ne Sakura-chan~" Naruto melambaikan tangannya walaupun sesekali mengumpat atas tindakan Sasuke. Sakura pun hanya melambaikan tangannya dan tersenyum. Setelah Naruto dan Sasuke tidak terlihat lagi, senyum manis yang ditampakkan oleh gadis bersurai bubble gum ini langsung menghilang dan digantikan oleh tatapan tajam kearah dimana kedua pemuda kontras tersebut menghilang.

"Akan kupastikan besok tidak akan gagal untuk yang kedua kalinya"


_Kelas XII-1_

Suara gelak tawa menggelegar milik Kyuubi mendominasi ruang kelasnya. Semua itu diakibatkan sang Uchiha sulung yang memasuki kelas dalam keadaan tragis. Lihat saja keadaannya, kepala benjol disana-sini, ikatan rambutnya berantakan, gakuran miliknya yang tampak kusut, dan jangan lupakan begitu banyak kamus dan esklopedia yang sedang dibawanya sebagai barang bukti pemukulan sang pelaku kepadanya.

"BHUAHAHAHA!"

"…."

"HUAHAHAHA"

"…."

"HUAKAKAKAKAKAK"

"…."

"PFFT~.. NYUAHAHAHAHAH-"

Chuu~

"…."

"Dengan itu kau akan diam. Dasar Baka Kitsune~"

"…."

"…."

"…."

"Kau pikir tidak sakit dipukul seperti itu menggunakan buku-buku ini hehh?"

"…."

Itachi menyandarkan punggungnya setelah meletakkan banyak buku tebal yang ia bawa tadi pada meja Kyuubi yang berada disebelahnya. Kyuubi sendiri hanya membuka mulut lebar-lebar dan membelalakkan matanya. Semua yang melihat apa yang baru saja dilakukan Itachi kepada sang rubah manis itu juga ikut membelalakkan matanya.

'UCHIHA ITU BENAR-BENAR CARI MATI!' Batin seisi kelas dengan wajah horror.

"…."

"…."

"…."

"Jika kau tetap berekspresi sperti itu maka aku tidak akan segan-segan memakanmu saat ini juga Kyuu-chan~" Ucap Itachi sambil mengatupkan mulut Kyuubi yang masih cengo.

Tap ..

Kyuubi membalikan badannya menghadap kearah teman sekelasnya yang bernama Juugo .

"Ne, kau tau tidak apa yang baru saja terjadi?" Kyuubi bertanya dengan memiringkan kepalanya dan dengan pandangan kosong.

"I-iya Kyuu-sama.." Juugo merasakan horror luar biasa, seakan sedang berhadapan dengan Sadako manis berambut merah yang sedang menyeringai .

"Bisa kau jelaskan padaku apa yang terjadi?" tangan Kyuubi kini mencengkram erat kepala Itachi yang sedang duduk dengan santai.

"K-kau b-baru s-saja d-dicium o-oleh Uchiha-san, K-kyuu-sama.." Juugo seakan ingin pipis dicelana melihat pemandangan didepannya. Lihat saja Kyuubi dengan mata kosong yang menyeringai dan memiringkan kepalanya, tangan kanan yang mencengkram erat kepala Itachi, dan jari-jari tangan kiri yang bergerak sendiri dengan gerakan patah-patah. Seumur hidup baru kali ini Juugo seakan melihat penampakan sang sadako manis bersifat psikopat dibelakang tubuh Kyuubi. Kyuubi langsung memutar kepala itachi menghadap kearahnya dan berkata dengan sangat nyaring ..

"MATI KAU KERIPUT !"


_Skip Time, Keesokan Harinya_

"Ne Kyuu-nii, kudengar kemarin Itachi-nii dikirim kerumah sakit dengan ambulance. Apa yang terjadi?"

"…."

"Kyuu-nii.."

"…."

"Kyuu-"

"Seharusnya aku benar-benar membunuh si keriput sialan itu!"

Kyuubi dan Naruto kini sedang berjalan kearah sekolah mereka, dan selama perjalanan itu Kyuubi sama sekali tidak berhenti mengumpat yang sudah pasti ditujukan kepada sang Uchiha sulung. Naruto pun hanya mengangguk-angguk seakan mengerti racauan milik Kyuubi.

"Ne, bukankan itu Konan-nee? Kenapa dia ada disini ttebayo?"

Naruto segera menghampiri Konan yang sedang berdiri dibawah pohon dekat gerbang sekolah sambil membaca buku, sedangkan Kyuubi mengikuti langkah Naruto sambil terus bergumam kesal.

"Konan-nee.. Konan-nee~" Naruto melambai kearah Gadis yang sudah ia anggap sebagai kakak perempuannya itu, sedangkan Konan yang mendengar teriakan melengking milik 'Ototou'nya itu segera menyimpan buku miliknya kedalam tas jinjingnya dan tersenyum manis kearah Naruto.

"Konan-nee.. Konan-nee.. Kenapa ada disini ttebayo? Kukira kau sudah kembali ke Amegakure"

"Aku pindah kemari Naruto.." ucap Konan sambil terus mengusap surai pirang Naruto menggunakan tangan kirinya.

"Ehh? Souka?" Ucap Kyuubi yang kini berada disamping Naruto.

"Bukankah kami semua sudah berkata bahwa kami akan pindah kemari?" Kini Konan berkata sambil terus mencubit pipi Kyuubi menggunakan tangan kanannya.

"Ehh? Kami?" ucap Naruto dan membiarkan kepalanya terus diusap oleh 'Onee-chan'nya, sedangkan Kyuubi berusaha melepas cubitan Konan dari pipi mulusnya.

"Hn, aku dan beberapa 'manusia tidak jelas' itu pindah kemari.."

"Siapa yang kau maksud manusia tidak jelas itu Imotou?"

"Ehh? Yahiko-nii?" Naruto terkejut mendapati pemuda-pemuda yang hadir dalam rapat itu menggunakan gakuran yang sama dengan miliknya dan Kyuubi .

"Sudah, lebih baik kita kekelas dulu saja Un"


Dan keenam orang itu pun memasuki kelasnya masing-masing.

"Baiklah, bisa kalian memperkenalkan diri?" ucap Iruka selaku wali kelas dari X-2 ini .

"Namaku Uchiha Obito, tapi aku lebih suka dipanggil Tobi. Yoroshiku~" ucap Tobi sambil mengangkat kedua tangannya.

"Selanjutnya?" Iruka mempersilahkan Konan memperkenalkan diri.

"Hn, Konan dari Amegakure" ucap Konan dengan menunjukkan wajah datarnya .

"Ehh? Hanya segitu saja?" tanya Iruka lagi.

"Hn" Konan mengangguk dan kembali menatap sekeliling kelasnya.

"B-baiklah, silahkan Konan-san dan Tobi-san duduk di meja tambahan dibelakang Inuzuka Kiba. Kiba bisaka-"

"Ahh! Ada Kiba-chan~. Tobi senaang sekali~" Tobi segera berjalan dengan riang kearah bangku dibelakang Kiba, sedangkan Shikamaru yang mendengarkan ucapan Tobi segera menegakkan kepalanya dan memasang status waspada.

"Kiba-chan.. Kiba-chan.. Nanti kita berkeliling sekolah bersama ne?" Ucap Tobi setelah duduk dikursi miliknya bersama Konan.

"H'ai, tentu saja Tobi-san. Pasti-"

"Tidak boleh puppy!" Shikamaru langsung memutar tubuh Kiba untuk kembali menghadap kearah papan tulis, sementara dirinya melempar deathglare kepada pemuda bertopeng spiral itu.


_Skip Time, Waktu Istirahat_

"Ano, Dimana Naruto? Ada yang melihatnya?" Kiba bertanya pada Gaara dan dijawab Gaara dengan mengendikkan bahu pertanda dia tidak tau.

"Ne Sasuke, kau tau Naruto dimana?" Kiba bertanya lagi kepada pemuda raven yang sedari tadi sibuk membaca buku novel .

"Tidak" jawab Sasuke tanpa mengalihkan pandangannya dari buku novel yang berada ditangannya.

"Ehh~, Tobi tadi melihat Naruto bersama gadis berambut pink kearah atap" ucap Tobi sambil merangkul bahu Kiba, dan langsung ditepis oleh Shikamaru yang telah berjaga disekeliling Kiba. Gaara dan Kiba langsung berlari menuju tempat Naruto dengan wajah was-was dan diikuti oleh Sasuke, dan Neji yang kebingungan dengan sikap dua pemuda didepan mereka yang berlari dengan tergesa-gesa, sedangkan Tobi sibuk memuji Kiba didepan Shikamaru yang kini dengan senang hati melemparkan deathglare tertingginya untuk Tobi.

Sementara itu di Atap Sekolah ..

Naruto kini sedang menggenggam garpu dengan potongan kecil Cake keju diatasnya .

"Ne, silahkan dicoba Naruto-kun. Kuharap itu enak untukmu" ucap Sakura sambil tersenyum manis.

"Un, Itadakimasu~" Nruto menyuapkan potongan kecil itu kedalam mulutnya, namun-

Puih!

Naruto memuntahkan potongan cake yang belum sempat ia kunyah itu.

"E-eh? Kenapa Naruto-kun? Apa rasanya tidak enak?" Sakura menatap Naruto dengan eskpresi khawatir .

"Aku heran kepadamu Haruno-san. Kenapa cake yang tampak lezat itu kau campurkan dengan zat (CH3CH2)2O atau kata lainnya adalah Zat Eter dengan beberapa campuran zat P9X7 untuk menutupi aroma dan rasanya?"Ucap Naruto yang segera meminum air sebanyak-banyaknya. Sakura hanya bisa membelalak akibat ucapan Naruto, bagaimana mungkin pemuda itu mengetahuinya .

"Kenapa kau diam saja Haruno-san?" Naruto mulai melangkahkan kakinya mendekati Sakura yang sebelumnya gadis itu telah memundurkan dirinya hingga terpojok.

"Cih, tidak ada cara lain!"

Sakura segera melayangkan pukulannya kearah wajah Naruto.

Tap!

BUAAK!

Tapi dengan sigap Naruto menunduk dan mengayunkan tinjunya kearah ulu hati gadis berambut bubble gum itu.

"UGH!"

GREPH!

Sakura tidak bisa menghindari tinju yang bersarang diperutnya, saat dia sibuk menahan sakit diulu hatinya itu Naruto langsung mencengkram leher Sakura hanya menggunakan tangan kanannya saja.

BRAGH!

Naruto segera membenturkan Sakura pada dinding dibelakangnya tanpa melepaskan cengkramannya pada gadis itu.

"Katakan siapa yang menyuruhmu?" ucap Naruto dengan intonasi mengintimidasi.

'B-brengsek!' Sakura segera mengeluarkan pisau lipat yang disimpan dibalik rok sekolahnya.

Sakura segera mengayunkan pisau lipatnya kearah sisi perut kiri Naruto.

DUAAK!

Traang!

Saat Sakura sedikit lagi akan menusukkan pisau lipatnya tiba-tiba saja Konan datang dan menendang tangan Sakura sehingga pisau yang sedang digenggamnya terpental hingga jatuh dari atap.

"Konan-nee.." Naruto masih mencengkram leher Sakura tanpa melonggarkannya sedikitpun, sedangkan Konan menatap tajam gadis yang berusaha melukai adik tersayangnya itu.

"Biar kubunuh saja gadis brengsek ini Naru!" Konan mendesis berbahaya, dia benar-benar marah saat ini.

"Tidak Konan-nee, dia harus-"

Sreet!

BRUAAK!

Belum selesai Naruto berbicara tiba-tiba Sakura menekuk kedua kakinya kedepan dan menendang dengan sekuat yang ia bisa kearah dada Naruto. Naruto yang tidak siap dengan serangan itupun langsung terpental kebelakang dan meringis menahan sakit. Sakura yang tidak menyia-nyiakan waktunya langsung berusaha menyerang Konan dengan mengayunkan tinjunya kearah wajah gadis tersebut.

GREPH!

Konan sedikit menghindar kesamping kiri dan mencengkram pergelangan tangan Sakura, kemudian ia memutar tubuhnya sehingga tangan Sakura terpelintir kebelakang.

DHUAGH!

KRAAK!

"ARGGH!"

Konan yang kini berada dibelakang Sakura dan memelitir tangan gadis itu langsung mengayunkan sikutnya pada bahu Sakura hingga tangan yang sedang dicengkram olehnya patah dan Sakura menjerit kesakitan.

"Sebenarnya aku ingin menyiksamu lebih dari ini Dahi Lebar berambut 'pom-pom' pink brengsek!" Konan meremas tangan yang masih dalam cengkramannya sehingga Sakura meringis kesakitan.

'Aku bingung harus tertawa atau sweetdrop gara-gara ucapan Konan-nee ttebayo~'

Naruto segera berjongkok, menyamakan wajahnya sejajar dengan Sakura dan mengangkat dagu gadis itu dengan telunjuknya.

"Ne Haruno-san, kau bilang kita sekarang berteman kan? Jadi sekarang beritahu aku siapa yang mengirimmu?" ucap Naruto dengan tersenyum manis.

Cuih!

"Jangan harap aku akan mengatakannya brengsek!" Sakura meludahi wajah manis Naruto dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh sang pemuda pirang.

BRAAK!

"NARUTO!"

Gaara, Kiba dan Sasuke mendobrak pintu atap dengan sangat keras dan berteriak ketika melihat Naruto sedang diludahi oleh Sakura.

"GADIS BRENG-"

"CUKUP!"

Naruto menghentikan Sasuke, Gaara dan Kiba yang akan memukul Sakura yang masih dalam cengkraman Konan, sontak mereka menggeram menahan marah terlebih Sasuke yang ingin merobek mulut Sakura yang telah meludahi wajah sang pemuda tercintanya.

"Konan-nee, tolong buka seragam Sakura sekarang!" ujar Naruto dengan wajah tegas dan berefek pada teman-temannya yang membelalakkan matanya akibat ucapan Naruto yang menyuruh Konan membuka baju Sakura, apa Naruto berniat mempermalukan Sakura?

"With my plessure Naru-chan~"

BREEETT!

SRAAKK!

"Sudah kuduga sebelumnya. Kiba, segera hubungi yang lainnya untuk berkumpul dimarkas kita sekarang dan sampaikan kepada Tobi-nii dan Shikamaru untuk membawa barang-barang kita yang berada dikelas. Gaara, segera hubungi Kyuu-nii untuk menyiapkan larutan P76DX. Neji, tolong ambilkan selimut dan larutan Eter dilemari laboratorium dan ini kunci ruangannya. Konan-nee, tetap jaga Sakura dan jangan biarkan dia kabur. Dan kau Teme, tolong siapkan mobil untuk pergi sekarang. Aku akan menghubungi Kaicho untuk mengizinkan kita semua pada kepala sekolah. Cepat laksanakan sekarang!"

Naruto segera menyuruh semua yang ada disana untuk melakukan tugasnya masing-masing setelah melihat sendiri bukti yang menjadi dugaannya pada Sakura. Semua yang mendapatkan tugasnya langsung bergegas mengerjakannya setelah ikut menyaksikan sendiri bukti itu pada Sakura. Bukti pada perut kiri Sakura, tattoo yang selalu membuat darah mereka mendidih saat melihat ini. Tatto pedang berlilitkan ular brengsek milik SAINT HEBI ..

.

.

.

.

.

TBC


Yoo minna-san~ , Gomen ne, lagi-lagi Hime kelamaan updatenya. Ini semua gara-gara Hime sibuk nyari kerja sana-sini, padahal Hime lebih suka dirumah sambil baca komik, liat anime, plus baca fic* orang lain, dan ketawa sendiri didepan kaca (- . –")a

Ne, berhubung Hime bisa nyempet*in nyari waktu longgar maka Hime update chapter 7 ini. Semoga tidak mengecewakan para reader tersayang, Nyuehehehe~
Ano, jangan Lupa reviewnya ttebayo~


RepLay Review :

Guest :

Arigatou Guest-san..
Anoo, Hime cuman mau duo Uchiha itu jadi apa adanya didepan Namikaze saja ttebayo~
Un, Hime usahakan update cepat ;)

Angelo'sBlackNeroisFujoshi :

A-ahahaha, arigatou Angelo'sBlackNeroisFujoshi-san ..
Hime juga maunya seperti itu sih ..
Ne, apa pertarungan Konan dan Sakura kurang panjang?
Yosh! Hime usahakan secepatnya~

LemonTea07 :

A-ano, ngga jadi dde *nyengir garing*
Arigatou suda ketawa, padahal Hime ngga yakin itu beneran lucu ..
Hhehehe, sepertinya memang Jiraiya *PLAK*
Ano, ini pain versi cuman tindikan ditelinga ajah lhoo~
Sekali lagi arigatou~

UchiNami Naru-chan No Kawaii :

Ara~, ndapapa kugg tenang sajaa~
Nyehehe, itu ngga akan terjadi kok *nyengir garing again*
Un, Arigatou ne UchiNami Naru-chan No Kawaii-san :D

Minae Cute :

Nyehehe, itu masih rahasia~ *guling-guling dilantai*
Un, tapi belum tentu Namikaze bersaudara mau sama mereka *LOL*
Hime mau ngasih mereka rintangan sebanyak mungkin buat cinta mereka *Smirk*
Un, Arigatou~

Amour-chan :

GYAAAA~ , TENTU SAJA AMOUR-CHAN ! *Lompat ditempat*

Rizky2568 :

Yosh! Arigatou suda suka :D

TheBrownEyes'129 :

Yosh! Salam kenal juga ttebayo~
Ne, reviewnya bikin Hime seneng kok, Sueerr ! *Nyengir*
Arigatou ne buat dukungannya ttebayo~

:

Un, Arigatou~
Untuk hubungan SasoDei, mereka belum ada apa* kok tapi mau dibikin ada apa* sih *Smirk*

LNaruSasu :

Unn, apakah diChapter ini sudah terjawab ttebayo?
Arigatou ne~

Trisna :

Yosh! Arigatou Trisna-san :D
Siapp Komandan~ *Nyengir*

Axa Alisson Ganger :

Hhahaha, mereka kand emang duo nyeremin *Nyengir*
Yosh! Bakal Hime lanjut ttebayo~

EstrellaNamikaze :

Yosh! Ini suda dilanjut ttebayo~

Kirei-Neko :

Un, tapi itu masi secara besarnya belum yang rinci ..
Ayoo! Taklukkan! *LOL*
Arigatou Kirei-Neko-san *Nyengir*

Hanazawa Kay :

Yosh! Arigatou suda menunggu :D

Lee Kiamho :

Un, tentu saja ttebayo~


Arigatou buad semua Reviewnya ..
Umm, dan arigatou juga buad para silent reader

Jadi ..

Bisa minta review lagi ? :P