Mikoto hanya bisa menganga saat Kushina datang ke kediamannya dengan tampang seperti abg labil. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan ibu 2 anak ini. Lihat saja bagaimana Kushina dengan hebohnya berlari kearahnya -berdiri dibalkon kamarnya dilantai 2- dengan berteriak-teriak dengan sedikit -terlalu banyak- tertawa ria dengan memanggil namanya, melupakan motor sport di depan pos keamanannya yang tidak diparkir dengan benar. Dan lihatlah bagaimana si rambut merah berkibar itu berlari menggunakan sandal rumahan, yang Mikoto yakin Kushina pakai dari kediaman Namikaze sendiri dalam posisi yang tertukar; Maksud Mikoto bukan tertukar kewarasannya, tetapi posisi sandal antara kiri dan kanannya terbalik. Astaga, ini masih pukul 10 pagi! Mikoto saja belum mandi!

"Miko-chan! Miko-chan! Dengar! Dengar!"

"Err, Kushi-chan aku bisa kau hentikan ini? Aku bisa muntah darah."

Kushina hanya menyengir mendengar ucapan Mikoto. Hey, bukan salahnya kan dia terlalu bersemangat dan berputar-putar dengan menarik bahu Mikoto. Dia khilaf man!

"Jadi ada apa? Kenapa kau heboh seperti ini?"

Mikoto duduk dipinggir ranjangnya dengan memegang kepalanya, sedangkan Kushina dengan semangat yang tidak pernah padam layaknya ninja Hatori langsung duduk disebelah Mikoto.

"Dengar Miko-chan, Naruto berhasil menangkap mata-mata dari Saint Hebi!"

Mikoto kembali menganga melihat Kushina, tetapi bukan karena hal yang disampaikan oleh sahabatnya tersebut. Dia menganga karena melihat Kushina dengan sangat super duper ultra spesialnya melompat-lompat diranjangnya dengan bertepuk tangan dan bersenandung riang. Hey, ini the great amazing ranjangnya dengan Fugaku! Kenapa mendadak menjadi trampolin ibu-ibu kekinian!?

"Err Kushi-chan, bisakah kau bercerita dengan tidak melompat-lompat seperti itu? Kepalaku bisa migrain karena melihatmu begitu."

"Hwehehe, aku benar-benar senang dengan berita ini Miko-chan. Akhirnya kita mempunyai generasi penerus yang tangguh."

"Oh, aku juga sudah dihubungi oleh Obito tentang mata-mata itu Kushi-chan."

"Eehh? Benarkah? Jika tau seperti itu aku hanya perlu menelfonmu saja yaa."

"Dasar kau ini tidak pernah berubah, selalu terlalu bersemangat seperti itu."

"Ehh, aku lupa menelfon Tsunade kaa-san untuk meminta izin anak-anak itu. Tunggu sebentar ne Miko-chan, jangan bersuara dulu."

"Err, baiklah. Aku akan mandi dulu jika begitu."

Mikoto meninggalkan Kushina yang mulai berjalan kearah balkon kamarnya. Dia mengambil jubah mandinya kemudian berhenti didepan pintu kamar mandinya untuk melihat Kushina sejenak yang sedang mondar-mandir dengan melompat-lompat, kemudian menggelengkan kepalanya perlahan lalu masuk kekamar mandinya dengan menutup pintu secara perlahan.


2 CERITA DAN 1 WAKTU


Chapter 8

Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^

Warning : Hime ingetin inih unsurnya YAOI , OOC , banyak typo , dan Lain* ..

Rated : T ( belum berani incip* M )

Genre : Romance, Humor, dan Little Action

Author Note : Hime masih baru disini, jadi gomen yaa kalo ada yg salah* tulis. inih inspirasi sendiri jadi gomen kalo ada kesamaan cerita ..

and Then .. " HAPPY READING MINNA-SAN~ !" (^^)


[Moshi- ]

"HELLOOOOOOOWW IBU MERTUA TERSAYAAAAANG!"

[BAKAA! JANGAN BERTERIAK! KAU INGIN MEMBUAT TELINGAKU BERKEMBANG BIAK!?]

Kushina hanya tertawa mendengar teriakan Tsunade. Dia yakin, pasti ibu mertuanya itu menelfon dengan mengaktifkan loudspeakernya.

[Kau ini! Ada apa menelfon? Soal Naruto atau Kyuubi?]

"Err, keduanya Kaa-san. Malah akan kutambah soal anak-anak yang lain.]

[Oh, soal itu. Tadi Naruto sudah bercerita tentang apa yang terjadi.]

"Ehh, benarkah? Syukurlah kala-"

[SYUKUR!? SYUKUR KAU BILANG!? SYUKUR KAOS KAKIMU!?]

"E-EHH!? ADA AP-"

[KAU PIKIR AKU PERCAYA BEGITU SAJA SAAT NARUTO MEMINTA IZIN UNTUK DIA DAN TEMAN-TEMANNYA ITU HANYA KARENA SAKIT PERUT!? DAN KAU BILANG SYUKURLAH!]

"T-tenang dulu Kaa-san, aku bisa jelaskan soal in-"

[TENANG KAU BILANG!? KAU FIKIR INI MASUK AKAL,HUHH!? AKU TAU PASTI TERJADI SESUATU DAN KAU MENGETAHUINYA! BENARKAN!]

"A-AKU TIDAK MENGETAHUI APAPUN KAA-SAN!"

[Aku tau kau pasti berbohong! Dasar menantu sialan! Berani membohongi aku rupanya,huhh!]

Kushina mulai berkeringat dingin mendengar ucapan Tsunade. Dia belum mau dipisahkan dengan Minato! Dia masih cinta mati penuh ulala dengan lelaki kuning itu ttebane!

[Kenapa diam saja! Dasar rambut merah hasil sablonan kualitas KW!]

"E-ehh! Enak saja! Ini warna merah alami lahir batin tau! Kau itu yang KW! Dasar dada semangka hasil implan dengan bahan ember cucian baju!"

[A-APAAA! INI JUGA ASLI SIALAN! SUDAH TERBUKTI DAN DIJAMIN OLEH AYAH MERTUAMU DAN JUGA SUAMIMU!]

"Ke-kenapa ayah mertua jadi-"

[JANGAN BAHAS LELAKI KUTILAN ITU! Aku sedang tidak ingin mengingat si brengsek itu!]

"E-ehh? Jiraiya Tou-san membuat masalah lagi?"

[Lelaki kutilan itu mengambil semua persediaan sake ku untuk taruhan gila dengan tetangga sebelah. Dan kau tau hasil taruhannya apa!? CELANA PANTAI BERGAMBAR KODOK UPILAN!]

"E-err, tenanglah Kaa-san. Nanti akan kubelikan sake lagi yang sama seperti yang Jiraiya Tou-san ambil."

[Tapi lelaki kutilan itu memang patut dihajar!?]

"Dan aku yakin pasti Kaa-san sudah menghajarnya .."

[ ... ]

" ... "

[S-sudah sih. Tetapi tetap saja mengesalkan.]

"Araaa~. Meskipun kesal tetapi masih cinta kaaan?"

[S-SIAPA YANG C-CINTA LELAKI BERKUTIL SEPERTI DIA!]

"Horaa~ Tsunade Kaa-san dan Tsundere-nyaa~"

[A-aku tidak Tsundere dasar menan-! HEI! KAU JANGAN SEMAKIN JAUH MENGALIHKAN PEMBICARAAN KITA BAKA! JELASKAN KENAPA NARU-]

"A-ahh, Kaa-san! Aku lupa sedang menjemur mobil diatap rumah!? JAA!"

[TUNGG-]

PLIP!

Kushina membalikan badannya dan menemukan Mikoto yang menganga melihatnya. Mikoto yakin, rahangnya setelah ini akan benar-benar lepas dari tempatnya.

"K-kenapa kau melihatku seperti itu Miko-chan?"

"Astaga Kushi-chan! Kau fikir Tsunade-san akan percaya dengan alasanmu menjemur mobil!?"

"E-ehh? Memangnya salah yaa? Aku fikir Tsunade kaa-san akan percaya ttebane."

'Kushina dan sifat error diambang batasnya.'

Mikoto benar-benar gagal paham dengan sahabat kesayangannya ini. Siapapun pasti tidak akan percaya dengan kebohongan macam itu! Semoga saja sifat sahabatnya ini tidak menurun ke Naruto atau Kyuubi; Dan sayangnya Mikoto tidak menyadari sifat itu sudah tercetak, tertempel, dan tersemen permanen ditubuh Naruto. Bahkan sifat Naruto melebihi Kushina sendiri.

"Jadi perlukah kita menyusul anak-anak, Kushi-chan?"

Kushina mengikuti Mikoto yang sedang duduk di salah satu kursi di balkon kamar tersebut.

"Tidak perlu ttebane. Mereka pasti bisa mengatasinya sendiri."

"Kau benar Kushi-chan, aku mengkhawatirkan hal yang tidak perlu."

"E-ehh? Memang apa yang kau khawatirkan Miko-chan?"

"Aku hanya khawatir anak-anak bertindak diluar batas karena emosi."

"Biarkan saja, jangan khawatir! Mereka pasti tidak akan terbawa emosi sepertiku ttebane."

"Benar juga. Aku hanya khawatir saat mendengar Naruto hampir dibius dengan makanan dan wajah Naruto diludahi ole-"

"APAA! NARU-CHAN TERSAYANGKU DILUDAHI!"

"E-ehh!? Kupikir kau sudah mengetahuinya!?"

"Naruto tidak memberitahuku soal itu ttebane! Akan kutendang burung emas pemuda mata-mata itu!?"

"Ta-tapi Kushi-chan, mata-matanya adalah perempuan."

"A-APAAAA! PEREMPUAN!"

"E-ehh? Kau juga tidak tau jenis kelamin mata-mata itu? Aku kira kau-"

"Aku saja tidak pernah meludahi Naru-chan ttebane! AKAN KUPANGKAS HABIS BULU HIDUNG PEREMPUAN SIALAN ITU!"

Tuh kan! Mikoto bilang apa, dia itu khawatir dengan tingkah ababil macam ini. Apanya yang tidak terbawa emosi? Tidak mungkin Kushina akan diam saja dan bersantai. Buktinya wanita berambut merah itu sudah berlari keluar kamarnya dengan beringas. Apa dia perlu menyusulnya?

"Sebaiknya aku minum teh dulu .."

Mikoto melanjutkan acara minum tehnya dengan tenang dan kembali menghadap kedepan, kearah pintu gerbangnya berada. Ehh? Kenapa Kushina belum terlihat batang hidungnya dari sini?

"ASTAGAA MIKO-CHAN! KENAPA KAU MALAH MINUM TEH DISAAT SEPERTI INI!

"Tenanglah dulu Kush- ASTAGA! KENAPA KAU MENGAMBIL KATANA MILIK FUGAKU! ASTAGA! JANGAN MENGOBRAK-ABRIK LEMARI KACA ITU KUSHI- ASTAGAA! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN DENGAN TOMBAK ITU KUSHI- ASTAG-"

"BERHENTILAH BERASTAGA MIKO-CHAN! ASTAGA! AKU PINJAM TOMBAK INI UNTUK MENGOREK HIDUNG PEREMPUAN ITU!"

"TAPI KAU TIDAK BISA MENGOREK DENGAN ITU KUSHI-CHAN! ASTAGA! YANG ADA LUBANG HIDUNGNYA AKAN MELEBAR!"

"ASTAGA! BIARKAN SAJA! ANGGAP SAJA SERVIS TAMBAHAN AGAR HIDUNGNYA MANCUNG! SEKARANG KAU BAWA INI!"

"ASTAGAA! KENAPA KAU MENYURUHKU MEMBAWA GERGAJI LISTRIK! INI MILIK SASUKE!"

"ASTAGAA! AKU PINJAM SEBENTAR SAJA! CEPAT KITA BERANGKAT!"

Mikoto pasrah saja dirinya -yang sedang memeluk gergaji listrik milik Sasuke- ditarik dengan tenaga badak bercula merah milik Kushina. Astaga, apa wanita merah yang mengalungkan tombak dipundaknya itu tidak sadar jika Mikoto masih mengenakan jubah mandi? Astaga, kenapa hari ini penuh dengan kata astaga ttebayou!?


"Konan-nee, jangan memutar-mutar tubuhku seperti ini ttebayou!"

"Tapi aku harus mengecek keadaanmu dulu Naru"

"Sudah kubilang aku tidak apa-apa ttebayou! Yang ada Konan-nee akan membuatku pusing."

Sasuke hanya diam saja melihat tingkah Naruto dan Konan dari pojok ruangan dengan aura gelapnya. Hey, dia juga khawatir dengan Naruto! Jangan dikuasai sendiri seperti itu!?

Saat ini para Habanero Junior sedang berkumpul dimarkas mereka. Markas ini adalah Dojo utama yang terletak dipusat kota Konoha milik keluarga Hyuuga. Tempat ini juga merupakan Dojo terbesar dan strategis diantara Dojo-dojo lain milik keluarga Hyuuga tersebut. Dojo tersebut memiliki 3 aula besar, 3 kamar mandi, dan 6 ruangan yang merangkap sebagai kantor dan ruang peristirahatan. Dojo tersebut dikelilingi pagar baja yang tinggi dengan pintu gerbang besar yang berasal dari kayu terbaik, dan jangan lupakan taman yang indah dengan kolam ikan koi besar di dekat masih-masing aula.

Jangan ditanya bagaimana tempat hebat nan terbaik ini bisa menjadi markas Habanero Junior. Semua itu hasil kerja keras -ancaman- dari Naruto dan Kyuubi 3 hari yang lalu. Mereka tidak melakukan hal yang buruk kok. Mereka hanya mendatangi kediaman utama milik Hyuuga dengan membawa bingkisan tangan -ramuan aneh- yang dibungkus secara rapi, tak lupa tersenyum manis dengan saling tawar menawar antara pihak Namikaze junior dengan kepala keluarga Hyuuga didalam ruang kerja lelaki Hyuuga itu. Neji saja tidak tau apa saja yang dilakukan kedua Namikaze itu didalam ruang kerja tersebut, yang dia tau setelah itu hanya kedua Namikaze pamit undur diri dengan senyum riang dengan membawa map yang isinya entah apa itu dan kepala kelurga Hyuuga yang tepar diatas meja kerjanya dengan aura pundung yang kentara sekali. Dan setelah itu terjadilah seperti ini, Dojo utama keluarga Hyuuga telah menjadi hak penuh disewakan kepada Habanero Junior untuk dijadikan markas dengan batas waktu tidak terbatas. Hebat kan!?

"Neji, kenapa kau melamun?"

Gaara menepuk bahu pemuda berambut panjang itu, tanpa tau bahwa Neji sedang mempertanyakan bagaimana cara Namikaze itu mendapatkan Dojo ini. Hey, ini Dojo terbaik milik keluarga Hyuuga yang paling dibanggakan tau!?

"Tidak .."

Gaara hanya mengangkat bahu mendengar jawaban Neji dan berlalu dari samping pemuda itu untuk membantu Naruto yang masih diputar-putar oleh Konan.

"Aku benar-benar tidak percaya apa yang dilakukan gadis itu pada Naruto."

"Tenanglah Nagato-nii. Jangan emosi dengan wajah datar begitu, Un."

"Hoo, kau pikir dirimu tidak emosi juga huh? Lalu mengapa kau membawa banyak petasan tidak berguna itu didalam bagasi mobilku."

"Siapa bilang tidak berguna! Petasan itu dengan kualitas ledakan terbaik yang pernah kuciptakan. Dan tentu saja untuk diledakkan dimulut perempuan itu, Un. Dia sudah meludahi Naru-chanku!"

"Lihat siapa yang emosi sekarang. Dasar peledak gila."

"Nagato-nii juga gila, Un! Mana ada emosi dengan wajah datar begitu! Dasar mata karatan!"

"Ini pola riak air, Dei. Sepertinya mulutmu harus diperbaiki. Kemarilah adikku sayang, biar kuajarkan bagaimana tata krama yang baik kepada orang yang lebih tua darimu!"

Dan selanjutnya kalian akan melihat bagaimana Nagato mengejar Deidara dengan aura pscyopatnya tak lupa senyuman manis bertengger dibibir lelaki berambut merah darah itu. Sedangkan Deidara berlari menghindar, dengan melompat-lompat, menggelengkan kepala dengan anggun berkali-kali, dan tak lupa air mata berurai seperti adegan dramatis nan cantik dikomik-komik Shoujo yang paling fenomenal. Ano, Mari kita tinggalkan saja adegan kedua orang ini.

Sasuke memejamkan matanya setelah melihat adegan antara Deidara dan Nagato yang saat ini entah berada dimana. Pamuda berambut raven ini duduk dengan bersila kaki dan melipat tangannya didepan dada. Shit, dia masih emosi dengan kejadian tadi!?

Tap!

Tap!

Tap!

Pluk!

Sasuke sedikit berjengit kaget saat merasakan ada beban sedikit berat menimpa pahanya. Dia sedang berfikir -sedikit melamun- tadi. Jadi dia tidak terlalu peka dengan sekelilingnya.

"Dobe .."

"Sedang memikirkan apa Teme?"

Naruto berbaring dengan menghadap keatas -menatap wajah Sasuke- menggunakan paha Sasuke sebagai bantalannya. Badannya sedikit kelelahan karena perkelahiannya dengan gadis bersurai pink itu.

"Kenapa kau tiduran dipahaku?"

"Habisnya disini tidak ada bantal ttebayou~"

'Tapi nanti ada yang jadi terbangun, bodoh!?'

Sasuke membantin dengan miris walaupun wajahnya masih menampakkan sifat acuh. Sedangkan Naruto dengan santainya malah menyamankan posisi kepalanya.

"Kau-"

"Aku tidak apa-apa, Teme. Hanya sedikit lelah saja."

"Hn."

"Ne, Teme .."

"Hn?"

"Apa yang kau pikirkan, ttebayou?

" ... "

"Teme .."

"Aku hanya merasa aneh, Dobe"

"Kenapa?"

" ... "

Naruto memandang Sasuke yang terlihat memikirkan sesuatu, tapi entah mengapa Naruto merasa Sasuke tidak dapat mengatakannya sekarang.

"Aku hanya-"

Tuk!

Naruto memotong ucapan Sasuke dengan meletakkan kedua jari telunjuknya pada dahi pemuda raven itu.

"Sudah, jangan dipikirkan ne? Aku yakin tidak akan terjadi hal buruk ttebayou."

Gyutt~

"Jadi hentikan mengerutkan dahimu. Lihat, Kau jadi makin terlihat tampan jika seperti ini."

" ... "

Sasuke hanya terpana mendengar ucapan Naruto kepadanya setelah melihat bagaimana pemuda berambut pirang itu menarik dengan lembut dahinya yang berkerut secara tidak disadarinya jika dia memikirkan sesuatu. Jangan lupakan senyuman manis Naruto saat pemuda itu melakukannya.

"Teme, bagaimana kalau besok malam kita pergi?"

"Hn?"

"Aku ingin jalan-jalan ttebayou~"

"Kemana?"

"Tidak tau, aku belum hafal tempat-tempat di Konoha."

"Baiklah, besok kita akan berkeliling Konoha."

"Hontou ni Teme?

"Hn."

"Hhehe, akhirnya besok aku akan merasakan apa itu berkencan ttebayou~"

"K-kencan?"

"Hu'umpp! Tobi-nii bilang pergi berdua dengan orang yang disayangi artinya berkencan ttebayou. Makanya aku mengajakmu, untung kau mau menerimanya."

Sasuke tidak tau harus berekspresi seperti apa saat melihat Naruto menyengir dengan begitu senangnya. Kencan? Jadi Naruto belum pernah berkencan sebelumnya? Jadi dia yang pertama? Jadi besok dia harus mengajak kemana? Tempat yang berkesan romantis atau bagaimana? Tapi kan dia juga belum pernah berkencan sebelumnya. Jadi mereka akan sama-sama mengalami kencan pertama? Kamisama! Sasuke jadi ingin menari Daddy-daddy sekarang!?

BRAKK!

"Hentikan senyuman menjijikkan itu, keriput sialan! Sudah kukatakan, aku terpaksa menjemputmu di rumah sakit! Ingat! Terpaksa!"

Kyuubi datang dengan membanting pintu aula dan berteriak-teriak penuh emosi pada Itachi yang berada dibelakangnya. Sedangkan Itachi hanya tersenyum dengan begitu charmingnya menanggapi teriakan Kyuubi. 'Itu teriakan cinta, man!?' batin Itachi tidak waras.

"Dan aku mencintaimu Kyuu-chan~"

"Hentikan ucapanm-"

"Aku merasa menjadi pangeran yang dijemput pujaan hatinya~"

"Kau-"

"Kau membuat cintaku meletup-letup dengan bahagia~"

"HENTIKAN GOMBALANMU SEKARANG JUGA BRENGSEK! DASAR KERIPUT BENJOL-BENJOL MENJIJIKKAN!"

"Aww, ini kan benjol-benjol tanda cinta darimu Kyuu-chan~"

"KAU-"

"Kau memang yang terbaik Kyuu-chan! Aku jadi tambah sayang deh~"

"KAMISAMAA! KENAPA AKU HARUS BERTEMU MAKHLUK SEPERTI INI!? APA DOSAKU, KAMISAMAA! AKU TOBAT! AKU JANJI AKAN MEMBUANG KEBIASAAN USILKU DIKIT DEH! HUWEEEE!"

"Cupp.. Cupp.. Cupp.. Jangan menangis Kyuu-chan. Nanti keriput tampan kesayanganmu ini akan membelikanmu 5 balon bentuk kepala rubah, ne?"

"15 BALON!"

"15 balon, 300 balon, bahkan penjual balonnya pun akan kuberikan untukmu. Apapun untukmu, sayang~"

Semua orang hanya bisa menganga -minus Naruto- melihat tingkah absurd antara Itachi dan Kyuubi. Hell no, telenovela macam apalagi ini!

"Err, aku sudah sadar jika kalian mau tau"

Ucapan Sakura menghentikan tingkah orang-orang diruang aula itu yang masih menganga melihat Itachi yang masih menepuk dengan pelan kepala Kyuubi, hingga semua menatap Sakura dengan ekspresi yang berubah menjadi emosi.

Sakura duduk dikursi kayu yang berada ditengah-tengah aula. Gadis itu tidak akan bisa kabur kemana-mana. Lihat saja bagaimana gadis itu terikat dengan kreasi tali temali dengan simpul yang rumit -hasil kerja Sasori dan Nagato- dengan sangat erat. Dan jangan lupakan lem super yang teroles dibelakang tubuh Sakura -hasil pemikiran cermelang nan absurd dari Tobi dan Yahiko- dengan sangat lekat menempel dikursi. Gadis pink itu menyorot tajam saat Konan dan yang lainnya mulai mendekati dirinya.

"Gadis pom-pom pink brengsek! Katakan sekarang dimana markas banci obralan itu!"

"Maa.. Maa.. Tenanglah dulu Konan-nee. Serahkan semuanya padaku dan Kyuu-nii ttebayou."

Kyuubi yang merasa namanya disebut oleh adik satu-satunya itu langsung mendekati Naruto yang sedang berjongkok didepan kursi yang diduduki oleh Sakura. Tanpa berkata apapun -akibat masih ngambek karena gombalan Itachi- , Kyuubi langsung mengeluarkan alat suntik yang berisi cairan berwarna hijau kehitaman dan langsung menyuntikkannya pada lengan Sakura.

"Aku tidak takut dengan kalian! Aku tidak peduli meskipun kalian telah menyuntikkan racun pada tubuhku! Aku tidak akan membocorkan rahasia apapun!"

Sasuke dan yang lainnya langsung geram dengan ucapan Sakura, lain halnya dengan Naruto dan Kyuubi yang sedang saling menatap dan terkikik geli.

"Kenapa kau malah tertawa Naru?"

"Ppfft! Habisnya dia bilang kita menyuntik racun sih. Dasar sok tau! Ppfft~"

"Baiklah, kita tunggu 5 menit lagi. Sekarang aku akan menyiapkan alat yang diperlukan nanti,. Dan kau keriput, ikut aku!"

Semua orang melihat Kyuubi yang berlalu dengan diikuti Itachi hingga punggung kedua pemuda lain warna tersebut hilang di balik pintu geser aula tersebut. Naruto kemudian bergelayut bak koala pada punggung tegap Sasuke, dan mengakibatkan Sasuke mengubah auranya menjadi lovey dovey. Tobi yang kembali bermodus-modus ria pada Kiba, dan mengakibatkan Shika memasang wajah badas mengantuknya. Gaara yang kembali bertanya-tanya pada Neji tentang Kaligrafi yang merupakan kesukaan pemuda dengan tatto kanji Ai didahinya itu, sehingga membuat Neji ikut-ikutan mengeluarkan aura lovey dovey tapi jaim seperti Sasuke. Konan yang kembali mengawasi Sakura, dan Yahiko yang sedang membahas entah apa itu bersama Sasori disamping Konan.

"Kalian akan menyesal memperlakukanku seperti ini!"

Semua orang menoleh malas menatap Sakura dan kembali mengacuhkan gadis itu dengan tampang tidak peduli. Sakura mendesis rendah melihat mereka mengacuhkan ancamannya. Lihat saja jika, mereka akan menangis dan merengek memohon ampun nanti. Dia yakin, dia kebal dengan racun yang disuntikkan tadi. Orochimaru sudah berkali-kali melakukan eksperimen pada tubuhnya, jadi Sakura jamin itu!?

Dan sayangnya itu dalam khayalanmu gadis muda!

Srak!

"Ara~ Kukira introgasinya sudah dimulai."

Nagato datang dengan tersenyum dengan begitu menawan, dengan menyeret Deidara yang pingsan dengan mengeluarkan buih dimulutnya. Mengabaikan tatapan orang-orang yang terarah padanya, Nagato langsung melemparkan Deidara dengan ketidak keperi-kemakhluk kuningan dan langsung reflek ditangkap oleh Sasori.

"Dia hanya kuberi sedikit pelajaran sopan santun, sebentar lagi juga dia siuman."

Setelah mengatakan hal tersebut, Nagato langsung menghampiri Yahiko yang masih berkedip-kedip dengan lucunya menyaksikan Deidara yang bergumam meracau 'Dei jadi anak baik' berkali-kali. Nagato yang melihat wajah Yahiko hanya mendengus geli dan mengusap-usap rambut pemuda itu .


"Ini barangnya Naru!"

Kyuubi datang dengan aura bossy -entah kemana ngambeknya tadi- dengan diikuti oleh Itachi yang membawa tas hitam berukuran kecil dipundaknya. Naruto yang melihat Kyuubi datang, langsung melepaskan rangkulannya pada pundak Sasuke dengan riang dan menghampiri kakaknya tersebut.

"Kalian perhatikan dari jauh saja! Biar aku dan Naruto yang mengintrogasi."

Naruto mengangguk dengan semangat menanggapi ucapan Kyuubi pada teman dan sepupu-sepupunya tersebut. Tanpa mengucapkan apa-apa lagi, Kyuubi dan Naruto langsung mengeluarkan sesuatu dari tas hitam tersebut.

"S-sisir dan .. Gunting?"

"K-kaca dan .. Handycam?"

"P-pita juga?"

Kiba hanya melongo saat menyebutkan benda-benda yang dikeluarkan oleh Namikaze bersaudara itu. Kenapa mereka mengintrogasi menggunakan barang-barang seperti itu!? Ini ajang introgasi atau mau tutorial make up!?

"Hey, Dei! Bangun! Kami butuh bantuanmu disini! Dan kau anak ayam, pegang handycam ini. Rekam dengan benar!"

Serasa ada yang memanggil, Deidara langsung siuman dan menghampiri Kyuubi. Sedangkan Sasuke dengan tampang datarnya mulai merekam sesuai perintah Kyuubi.

"Naru, kau yang bertanya atau aku?"

"Aku membantu Dei-nii saat eksekusi saja ttebayou! Kyuu-nii saja yang bertanya."

Sakura melotot horror mendengar ucapan Naruto. Jadi selain disuntik racun tadi dia akan dihabisi!? Gawat, dia mulai takut!? Dia tidak mau mati disini!?

"Baiklah nona Haruno, kita mulai pertanyaan pemanasan dulu."

"MESKIPUN KALIAN MENGHAJARKU ATAU MENGHABISIKU AKU TIDAK AKAN MEMBOCORKAN APAPUN!?"

"Ish! Jangan berteriak brengsek!"

Kyuubi mengusap-usap telinganya yang berdenging, sedangkan Itachi langsung menghampiri Kyuubi. Mengacuhkan deathglare dari Kyuubi yang seakan berkata agar pemuda raven itu tetap berdiri ditempat asalnya.

"Aku akan bertanya dengan memberikan 2 pilihan jawaban, jadi jawab ucapanku bocah pink!"

" ... "

" ... "

Semua orang -minus Naruto- mulai konsentrasi mendengarkan pertanyaan yang akan diajukan oleh Kyuubi. Mereka tidak boleh melewatkan info apapun.

" ... "

" ... "

" ... "

"Hari ini kau sarapan roti atau nasi?"

BRUAAKK!

Semua orang -minus Naruto dan Kyuubi- langsung sweetdrop ditempat. Pertanyaan macam apa itu!?

"Nasi .."

Dan orang -minus Naruto dan Kyuubi lagi- melongo mendengar jawaban Sakura. Gadis itu benar-benar mau menjawab pertanyaan absurd itu!?

Kyuubi melirik Naruto, dan pemuda pirang itu hanya menyengir dengan mengacungkan jempolnya. Sasuke yang melihat itu hanya mengangkat sebelah alisnya diikuti oleh Itachi. Sakura pun merasa aneh, kenapa dia tidak bisa menolak untuk menjawab!?

"Bagus! Sekarang aku bertanya lagi, itu warna rambutmu itu asli atau bukan?"

"Tentu saja asli!?"

Syuutt~

Ehh!? Mereka tidak salah lihat kan!?

"Baiklah, kurasa pemanasannya sudah cukup. Aku akan bertanya serius kali ini."

" ... "

" ... "

"Sejak kapan Saint Hebi terbentuk kembali? Baru saja atau sudah lama?"

"Baru saja."

Syuutt~

EHH!? MEREKA MEMANG TIDAK SALAH LIHAT!?

"Tetoot! Kau berbohong~"

"A-apa!? Kenapa-"

"Aku pasti akan tau jika kau berbohong bocah pink, jadi sebaiknya kau berkata jujur atau kau akan menyesal nantinya.

" ... "

"Pertanyaan selanjutnya. Berapa banyak anggota Saint Hebi yang berada dilingkungan sekolah? Kurang dari 5 atau lebih?

"Lebih"

Syuutt~

TUH KAN, MEREKA MEMANG TIDAK SALAH LIHAT!? ALIS DAN BULU HIDUNG GADIS ITU MEMANJANG!?

"TETOOT! Dei, ambilkan kacanya!

Deidara langsung menyerahkan kaca yang sudah disiapkan kepada Kyuubi.

"Nah, lihatlah wajahmu nona Haruno~"

Naruto hanya terkikik geli melihat Sakura yang menjerit saat kaca yang dipegang oleh Kyuubi diarahkan pada wajah gadis pink itu. Lihat saja bagaimana berantakan wajahnya itu!?

"Aku sudah bilang untuk berbicara jujur bukan? Kau tau apa yang kusuntikkan tadi? Itu adalah hasil penemuan Naruto untuk mendeteksi kebohongan. Zat itu juga akan memaksa dirimu untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan. "

"Saat kau berbohong, alis dan bulu hidungmu akan mendadak memanjang ttebayou. Aku berbaik hati dengan mengurangi kadarnya zatnya, karena jika kadar zatnya tidak kukurangi bukan hanya alis dan bulu hidungmu saja yang memanjang tapi bulu ketiak juga. Dan bisa jadi bukan hanya memanjang tapi juga melebat dan berbentuk keriting. Penemuan yang hebat kan ttebayou?"

'HEBAT ABSURDNYA MAKSUDNYA!?"

Mereka hanya bisa membatin dan menggeleng-geleng melihat kedua Namikaze yang sedang ber-highfive itu. Penemuan-penemuan mereka layak diacungi jempol dalam hal aneh anti mainstream.

"Ka-kalian memang gila!?"

"Kami tidak gila nona, hanya saja terlalu kurang waras."

'SAMA SAJA!?"

"Baiklah, pertanyaan selanjutnya. Konoha utara atau selatan?"

"S-selatan"

" ... "

"Bagus, jangan berbohong atau kami tidak akan memberikan obat penawarnya."

Sakura menghela nafasnya, dia tidak mungkin membiarkan wajahnya semakin berantakan akibat ulah kedua orang gila didepannya ini. Dia lebih memilih dihajar daripada dipermalukan begini, apalagi direkam seperti itu. Dia tetap saja perempuan yang menjaga kecantikan wajahnya!? Harga dirinya bisa tercoreng kalau begini, jadi lebih baik dia mengatakannya dengan jujur saja. Lagipula dia yakin pasti zat yang disuntikkannya tadi juga membuat alis dan bulu hidungnya yang memanjang ini sulit dipotong. Dasar penemu jelmaan God Loki!?

"Oke, pertanyaan selanjutnya. Mengapa Orochimaru mengincarku dan Naruto?"

"A-aku tidak tau, aku hanya menjalankan perintah"

" ... "

"S-sungguh aku tidak berbohong."

"Yah, kau tidak berbohong. Pertanyaan lainnya, apa motifmu bergabung dengan Saint Hebi?"

"A-aku hanya membalas budi, tuan Orochimaru memungutku saat aku lari dari panti asuhan. A-ku baru dua tahun bergabung dengan Saint Hebi. Tuan Orochimaru juga memberiku tempat tingal, baju, dan makanan yang layak selama ini. Dia juga memberiku gaji yang besar saat aku membantunya. Sungguh hanya itu"

"Dia berada dimana sekarang?"

"E-entahlah, aku sudah seminggu tidak bersamanya. Dia hanya menghubungiku menggunakan telephone, biasanya juga Kabuto yang menyampaikan misi-misi yang diberikan tuan Orochimaru"

"Tolong biarkan aku pergi, aku yakin Kabuto akan membunuhku karena sudah mengatakan ini. Tolong aku, aku janji akan keluar dari Saint Hebi dan pergi sejauh mungkin."

Kyuubi hanya diam saja mendengar ucapan Sakura. Gadis itu tidak berbohong, dia tau itu. Dia kemudian melirik Naruto, dan Naruto langsung tersenyum dan mengangguk dengan tulus.

"Naruto, Dei! Lakukan eksekusi!"

"To-tolong jangan bunuh aku!?"

Sakura makin berteriak histeris saat Deidara menutup kedua matanya menggunakan pita berwarna hitam. Dia yakin dia akan mati disini! Dia makin yakin saat merasakan kepalanya dicengkram dengan erat dari belakang sehingga kepalanya terpaksa mendongak keatas. Kamisama! Dia sudah mendengar suara gunting!? Apa lehernya akan ditikam dengan gunting? A-atau dahinya yang akan ditikam!?

Crash!

Crash!

Ehh!? Kenapa tidak terasa sakit?

"Aku akan merapikan alismu. Jadi jangan bergerak,Un!"

'Ehh? Aku tidak dibunuh?'

"Setelah ini pihak kepolisian akan menjemputmu. Kau akan ditahan di Suna, dan kau akan menjadi tahanan kota dalam waktu satu setengah tahun. Bertanggung jawablah dengan kejahatan yang sudah kau lakukan. Kuharap dalam jangka waktu itu kau bisa merubah dirimu ttebayou"

Sakura hanya mengerjapkan matanya saat kedua matanya telah dibuka. Dia sungguh merasa beruntung belum mati saat ini. Dia hanya akan dipenjara selama satu setengah tahun, padahal kejahatannya dalam menuntaskan misi yang diberikan oleh Orochimaru sungguh terlalu banyak. Entah mengapa, dia terlalu malu saat ini. Dia benar-benar merasa berdosa dan kecewa dengan dirinya sendiri. Orochimaru hanya memanfaatkannya, dia tau itu. Dan gerombolan orang yang sedang bercanda didepannya ini benar-benar berbeda. Dia akan minta maaf sekarang! Sudah cukup dia berkecimpung di dunia gelap! Dia akan merubah hidupnya sesuai ucapan Naruto.

"Na-naruto .."

Semua orang menatap dirinya yang sedang menunduk saat ini, menunggu kelanjutan ucapannya.

"A-aku minta maaf atas kelakuanku. Sebagai gantinya aku akan memberitahumu satu hal, ada orang lain dalam Saint Hebi yang lebih licik dariku. Dia berada dalam lingkup sekolah, dan kau harus benar-benar berhati-hati. Aku tidak tau wajah dan namanya, tapi dia perempuan. Hanya itu yang aku tau."

"Humph! Terima kasih atas infonya Sakura-chan. Itu sudah membantu."

Sakura kembali mengerjapkan matanya, dia benar-benar takjub dengan Naruto. Bisa-bisanya lelaki pirang itu berterima kasih padanya, padahal dia adalah musuhnya. Dia sudah salah menjadikan lelaki ini sebagai musuhnya. Dan dia merasa bodoh karena itu.

"Nah, sekarang tinggal mengurus bulu hidungmu. Sayangnya guntingnya terlalu besar untuk itu, jadi kau rapikan sendiri,Un. Lagipula kami masih sedikit kesal padamu."

"T-terima kasih."

"Kurasa sebentar lagi cairan yang kusuntikkan efeknya juga akan habis. Jadi selama itu berkatalah dengan jujur."

"Ta-tapi katamu tadi ada obat penawarnya?"

"Obat penawarnya tentu saja gunting untuk merapikan tadi. Memang ada lagi?"

"Ha'i, arigatou Namikaze-san"

Kyuubi hanya membuang muka setelah Sakura mengucapkan terima kasih padanya. Yang lainnya pun masih kesal pada gadis itu, Naruto kesayangan mereka buddy!?

"Baiklah ttebayou! Sekarang kita susun rencan-

BRAAKK!

"DIMANA GADIS SIALAN YANG SUDAH MELUDAHI NARU-CHAN KU!"

Dan kembali orang-orang harus melotot melihat pintu yang saat ini melayang dengan gerakan slow motion, ditambah diambang pintu terdapat sosok akuma betina berambut merah berkibar-kibar dengan gagahnya -pelaku penendang pintu tak berdosa- mengacungkan kedua tombak -yang diselipkan diantara kedua lengannya- dan menggenggam katana sepanjang 1 meter dikedua tangannya. Oh, jangan lupakan juga dibelakang akuma tersebut terdapat wakil ketua raja dunia siluman bawah tanah yang menenteng gergaji listrik dibahunya. Sontak semua orang langsung menunjuk Sakura yang gemetaran hebat dikursinya.

"K-kaa-san mode akuma Kyuu-nii."

"Mati! Dia akan benar-benar mati!"

Dan Sakura semakin histeris mendengar percakapan Kyuubi dengan Shit! Kedua makhluk nan menyeramkan disana mulai berlari dengan beringas ke arahnya. Sialan! Kenapa dia harus mati dalam keadaan bulu hidung memanjang begini!?

"MATI! MATI! MATI! TAMAT RIWAYATMU GADIS MUDA!"

Dan selanjutnya yang terdengar adalah teriakan memilukan dari Sakura, teriakan lebay nan alay dari Namikaze bersaudara, juga teriakan histeris nan absurd dari Kiba, Tobi, Deidara, dan Yahiko. Lupakan bagaimana yang lainnya, sudah pasti manusia-manusia kalem dan sok cool itu sudah pingsan dengan tertutupi wajah datar mereka. Ah, jangan lupakan gelegar tawa menyeramkan dari ibu-ibu yang sedang kalap.

Sepertinya, rencana Habanero Junior selanjutnya akan sedikit tertunda .

TBC


Konnichiwa Minna-san !

Masih ada yang ingat dengan fic ini?

Sepertinya tidak! Whehehe .

Maavkan Hime yang sudah menelantarkan fic ini bertahun-tahun.

Tenang saja! Sampai saat ini Hime belum dapet kerja juga *nangis terharu*

Alasan ngga bisa update bukan gara-gara males kok, cuman dalam 2 tahun ini sering ada intrik keluarga dan gara-gara penyakit sialan ini. Hime juga sempet tertekan bangtsampe pernah berpikir untuk mengakhiri hidup *karena merasa tidak ada yang bisa dipertahanin lagi dihidup ini*

But, akhirnya Hime sadar kalo Hime belum boleh mati *Ada ibu yang sangat berharga yang harus benar-benar Hime jaga*

Meskipun ngga ada yang sayang sama Hime, tapi Hime akan terus berusaha kok berjuang kok.

Jadi bagi yang sedang berputus asa, tolong jangan menyerah!

Karena hari ini adalah hari ulang tahun Hime maka nanti malam Hime akan menghadirkan 1 fic oneshoot.

Ah, yg mau add Line, Kakao, atau IG Hime bisa langsung search ID "Hikarihime95". (Satu add kalian akan menambah 1 alasan saya untuk tetap bertahan).

Doumo Arigatou minna-san! m(_ _)m

Hime akan update ch. selanjutnya dalam 2 minggu (atau mungkin lebih cepat).

Sekali lagi! ARIGATOU!