Drak!
Drak!
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
(teru-teru bozu, teru bozu)
Ashita tenki ni shite o-kure
(Buatlah esok hari yang cerah)
Itsuka no yume no sora no yō ni
(Seperti langit dalam mimpi pada suatu waktu)
Prak!
Prak!
Haretara kin no suzu ageyo
(Jika cerah aku akan memberimu sebuah lonceng emas)
Sratt!
Sraakk!
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
(teru-teru bozu, teru bozu)
Ashita tenki ni shite o-kure
(Buatlah esok hari yang cerah)
Watashi no negai wo kiita nara
(Jika kamu membuat keinginanku menjadi kenyataan)
Amai o-sake wo tanto nomasho
(Kita akan banyak minum anggur beras manis)
Brak!
Braakk!
Teru-teru-bōzu, teru bōzu
(teru-teru bozu, teru bozu)
Ashita tenki ni shite o-kure
(Buatlah esok hari yang cerah)
Sorete mo kumotte naitetara
(Tetapi jika awan menangis)
SRAATT!
BRUAKK!
Sonata no kubi wo chon to kiru zo
(Aku akan memotong kepalamu)
PRRAANG!
Sonata no kubi wo chon to kiru zo
(Aku akan memotong kepalamu)
BRAAKK!
BRAAAKK!
"KUBII WOOO CHOOON TOOO KIRUUU ZOOOOO~"
BRUAAGHH!
SRRAAAATTT!
"..."
"..."
"Err, Naruto .."
"Nani? Itachi-nii perlu sesuatu?"
"A-ah, ano.. Sepertinya, lagu barusan terdengar-"
"Nani? Menyenangkan?"
"E-etto, sepertinya lagu barusan terdengar terlalu.. Well, menyeramkan."
"Are? Menyeramkan? Lagu barusan, ttebayou?"
"Menurutku lirikny-"
BRAK!
"URUSAI NA, KERIPUT! DUDUK DITEMPATMU!"
"D-demo, Kyuu-"
"TUTUP MULUTMU!"
" ... "
"DAN LIPAT MANIS TANGANMU DIATAS MEJA MAKAN!"
" ... "
"Mengganggu orang memasak saja! Jangan dihiraukan, Naru. Mari lanjutkan duet maut kita!"
"Ha'i, Kyuu-nii. Benar-benar lagu yang membuat semangat membara, ne?"
"Tentu saja! Lagu favorit kita yang tiada duanya. MARI!"
Sratt!
Sraakk!
"Teru-teru-bōzu, teru bōzu~"
Semua orang diruang makan hanya bisa speechless melihat kelakuan Namikaze bersaudara yang kewarasannya entah berada dimana tersebut. Lihat saja kelakuan mereka berdua, tangan mereka sedang menggenggam pisau berukuran paha orang dewasa untuk mengiris bahan masakan –mereka beranggapan semakin besar pisau yang digunakan, maka semakin cepat pula proses 'mutilasi' bahan mentah- dengan lihainya saat melangkah memasuki dapur lagi.
Menyanyikan lagu anak-anak -yang entah kenapa terasa menyeramkan karena telah dicover ulang bernada hardcore oleh Namikaze bersaudara dengan melengking bak kuda susah buang air besar dan keedanan.
Dan tolong abaikan saja duo Namikaze tersebut sebelum kita tertular virus tidak waras mereka. Mari kita beralih keruang makan!
Kiba, Shikamaru, Gaara, Neji, Tobi, dan juga Uchiha bersaudara sedang duduk manis, sopan, dan kalem di meja makan. Oh, jangan lupakan juga Minato dan Kushina yang tersenyum manis menatap mereka semua; dengan pemikiran yang berbeda tentunya. Tenang saja, Minato tersenyum tulus kok.
Kenapa mereka bisa berada di kediaman Namikaze?
Bertepuk tanganlah atas keramahan Kushina karena sudah mengajak –memaksa- mereka untuk makan malam bersama. Kushina beralasan makan malam ini adalah untuk menyatukan kekuatan, kekompakan, kesatuan, ketulusan, keharmonisan, dan ke-ke-ke lainnya; Sebenarnya Kushina hanya ingin tau hasil laporan misi mereka. Agar berjalan mulus tidak perlu dengan fulus, cukup dielus-elus saja perut mereka sampai kenyang, keluarlah hasil laporan misi tanpa bersusah payah menagih dengan menggunakan urat. Bersyukurlah Naruto dan Kyuubi berkenan memasak guna melancarkan idenya, jadi sangat praktis kan?
Deidara? Konan? Sasori? Nagato? Yahiko?
Oh, mereka tidak boleh mengikuti makan malam ini.
Mereka harus menyelesaikan misi kelompok mereka, dan dengan terpaksa mereka tidak dapat bergabung di kediaman Namikaze tersebut. Sebenarnya mereka –hanya Deidara dan Yahiko- memaksa ikut bergabung dalam makan malam menyenangkan ini, hanya saja permohonan mereka harus ditelan 'MAKJEGLUK' saat melihat rambut panjang merah membara hampir berkibar. So, mereka terpaksa menuntaskan misi mereka; daripada disambit arit emak-emak berjiwa ABG. Yah, setidaknya mereka tidak menyadari bahaya apa yang terjadi jika mereka malah ikut bergabung makan malam bersama, ne?
Lalu, Mikoto?
Oh, nyonya besar Uchiha itu terpaksa pulang setelah mendapat telfon dari Fugaku. Kepala keluarga Uchiha itu marah-marah saat mengetahui tombak dan senjata-senjata koleksinya menghilang dari tempat pajangan. Fugaku mengatakan kepada Mikoto, dia berniat menyuruh seluruh informan handalnya untuk melacak pencuri koleksi berharganya tersebut. Dia juga berniat mengerahkan semua bodyguard, yakuza, dan tukang jagal sapi serta ayam bawahannya untuk mengeksekusi pencuri tersebut.
Dan, semua hanya angan-angan belaka saat Mikoto mengatakan bahwa Kushina yang 'meminjam dengan sopan' koleksi kesayangannya, serta dengan gumaman datar saja sebagai suara terakhir disambungan telfon, Fugaku langsung memutuskan panggilannya.
Alhasil, pulanglah Mikoto kerumahnya sendiri sambil membawa koleksi-kolesi yang dipinjam oleh Kushina. Mikoto pulang bukan karena takut Fugaku marah, justru Mikoto pulang karena tahu bahwa Fugaku pasti sedang pundung dipojok kamar mereka sambil menyumpahi ketua kesayangannya ini sambil menjahit boneka voodo menyerupai Kushina. Sepertinya Fugaku paham bahwa akan sulit melawan predator betina berambut merah itu. Tenang saja, akal sehat Fugaku masih berjalan normal dan sehat untuk tidak mendapatkan 'treatment' secara cuma-cuma di wajahnya oleh Kushina. Jadi, mending dia main santet saja kan? Walaupun toh tidak akan mempan pada Kushina; Nyonya Namikaze gaharnya lebih canggih dari ilmu santet.
Jadi begitulah, kenapa hanya anak-anak muda ini yang satu meja dengan keluarga Namikaze ini.
Itachi berkedip, masih fokus mendengarkan tembang kenangan yang dinyanyikan oleh Namikaze bersaudara itu. "Sasuke.."
"Hn."
"Kurasa kali ini kita tidak akan selamat."
" ... "
" ... "
"Berdoa saja, Aniki. Semoga ditengah-tengah memasak, mereka khilaf dan insyaf." Ucapan Sasuke membuat Itachi hanya dapat facepalm dan acara bisik-bisik yahut mereka terhenti dengan sendirinya.
Oh, C'mon guys! Itu akan menjadi suatu keajaiban jika Namikaze bersaudara bisa 'VIOLALINGLING' berubah seperti harapan kalian?!
"Oh, Aku sampai lupa. NARUTO! KYUUBI! JANGAN MEMASUKKAN ZAT-ZAT ANEH KEDALAM MASAKAN KALIAN! KAA-SAN TIDAK MAU REPOT MALAM INI!"
BRUKK!
PRANG!
SRAKK!
SRAKK!
Srett!
"..."
Hening ..
"E-eh? Kaa-san bicara apa, ttebayou?! Tentu saja kami tidak akan melakukan hal nista seperti itu?!"
'LALU SUARA RIBUT TADI ITU APA?! MENGHILANGKAN BARANG BUKTI?'
Dan sekali lagi, semua orang disana –minus Minato dan Kushina- kembali speechless untuk kesekian kalinya. Semoga doa Sasuke tadi didengarkan oleh Kamisama, ne?
2 CERITA DAN 1 WAKTU
Chapter 9
Disclaimer
Naruto©Masashi Kishimoto
StoryBy©Hikari No OniHime
Pairing. : SasuNaru / ItaKyuu and another pairing^^
Warning : Hime ingatkan, disini unsurnya YAOI, OOC, typo bertebaran, dan lain* ..
Rated : T (plus*plus*)
Genre : Romance, Humor, Drama, dan little Action
Author Note : FF yang bakal slow update. Jadi dimohon untuk tidak di-copas, di-remake, dan dijulid ria.*Lolol
"Tidak suka? MOHON MENYINGKIR?!"
and Then ..
"HAPPY READING MINNA-SAN~!"
"JAAAAA~, MAKANAN ISTIMEWA TELAH SIAAAAAAAP~"
Naruto mulai menghidangkan satu persatu masakan buatannya dengan sangat lihai dan terampil. Berbanding terbalik dengan Kyuubi yang menata peralatan makan dengan sangat berhati-hati. Lihat saja bagaimana Kyuubi meletakkan piring dan sendok makan dengan sangat memperhitungkan sudut dan kemiringan meja. Oh, dan jangan lupakan bagaimana dia mengelap sendok dan sumpit dengan sangat teliti dan serius, seolah-olah sedang berusaha menghilangkan sidik jarinya disetiap benda yang dia dan Naruto sentuh.
Oke, ini mulai mengkhawatirkan kokoro mereka yang akan makan.
"Nah, kalian pasti akan terkejut saat menikmati masakan buatan Naruto dan Kyuubi." Kushina terlihat bangga saat mengucapkan hal tersebut. Yaiyalah, orang yang nge'brojolin'?!
Lain halnya dengan maksud yang ditangkap saat mendengarkan ucapan Kushina, pikiran yang lainnya sudah melalang buana dalam menghadapi sakaratul maut yang menanti.
Serius, mereka khawatir mati dengan cara yang tidak elit hari ini!
"Ara, kenapa hanya dilihat saja?"
"Mungkin karena kita belum membaca doa, anata. Mari kita berdoa terlebih dahulu." Setelah Minato mengucapkan hal tersebut, seluruh orang yang berada di meja makan langsung mengatupkan tangan untuk berdoa dengan sangat khikmat.
Keluarga Namikaze yang didalam doanya mensyukuri nikmat yang diberikan untuk mereka hari ini.
Dan para pemuda yang berdoa untuk diselamatkan dari sebuah kejahatan terencana secara kejam hari ini dengan seribu janji bertaubat kepada Kamisama.
"Nah, mari kita makan. Ittadakimasu~" . Minato tersenyum dengan sangat manisnya, dan mengakibatkan semua orang mulai mengangkat sumpitnya masing-masing.
.
.
.
.
"Kurasa kalian sudah mengerti mengapa aku mengundang kalian semua untuk makan malam disini, ne?" Kushina mencoba mencairkan keheningan yang tercipta sejak makan malam berlangsung.
Mereka semua saat ini sedang berkumpul diruang keluarga milik Namikaze tersebut. Bak anak domba yang sedang linglung, mereka semua digiring Kushina dengan sangat bersahabat.
Mereka semua?
Benar, Deidara, Sasori, Konan, Nagato dan Yahiko pun juga hadir disana secara ajaibnya. Bagaimana tidak, ditengah-tengah misi, mereka ditelfon oleh Kushina untuk segera sampai di kediaman Namikaze dalam waktu 10 menit. Daripada membayangkan kembali bagaimana Akuma betina merah tadi sore itu mengamuk, mereka langsung kebut-kebutan menggunakan bantuan pemacu peledak milik Deidara. Oh, polisi disini baik hati untuk tidak mencoba mengejar mereka kok. Buang-buang bensin dan lemak tubuh, dan akhirnya tetap tidak akan tertangkap juga kan? Mending cuman melirik saja sambil dadah emesh~.
Minato sendiri pamit undur diri sebentar menuju ruang kerjanya untuk menelfon klien, karena itulah Kushina berkesempatan untuk langsung to the point tentang maksud tujuannya mengumpulkan mereka semuamalam ini
"Kami berdua, Kaa-san!"
"Kita! Kita duluan yang melapor, ttebayou!"
Kyuubi dan Naruto melompat-lompat bak orang kebelet pipis hanya untuk supaya terpilih sebagai yang pertama dalam melaporkan hasil misi.
"Hmm, siapa yang kupilih duluan, ttebane?" Kushina mengangguk-angguk sok berpikir keras dengan sangat terlihat pura-pura kalemnya, sedangkan Kyuubi dan Naruto dengan sangat antusiasnya mengangkat tangan kanan mereka tinggi-tinggi dan tak lupa juga menggunakan telapak tangan kiri mereka untuk menutup ketiak mereka.
Oh, mari kita berpikir positif. Ketiak mereka ditutup bukan karena berkeringat kok, mungkin karena ketiak mereka bisa mengeluarkan sinar ultra-beam. Jadi guna menghindari kerusakan pada setiap mata yang memandang, oleh karena itu lebih baik ditutup saja. Benar-benar berhati baik dan bijak mereka itu.
"AHAAA, ANAK-ANAKKU! KALIAN DULUAN YANG MELAPOR!" Kushina dengan hebohnya ikut melompat-lompat kegirangan mengikuti kedua anaknya.
"YATTAAAA~"
Naruto dan Kyuubi yang terpilih, langsung berhigh-five ria dan melakukan joget-joget tidak jelas dengan berangkulan dan menari ala-ala ombak tsunami.
Sasuke dan Itachi yang duduk dibawah tepat dibelakang kedua Namikaze itu hanya bisa melongo dan berkedip beribu kali dengan kecepatan cahaya.
Pantat bergoyang kekiri~
Kepala duo raven miring kekiri-
Pantat bergoyang kekanan~
Kepala duo raven miring kekanan-
Pantat maju-mundur dua kali~
Kepala duo raven manggut-manggut ribuan kali-
'PANTAT! PANTAT! PANTAT!'
BRAAGGH!
"Teruskan saja kalian melihat pantat kedua anakku, dan kalian akan merasakan massage salon kecantikan dari tinjuku!"
Tembok yang berada disamping Minato langsung retak melebar dan hampir berlubang, sedangkan sang pelaku perusakan tembok hanya tersenyum manis dengan menyiratkan janji siksaan yang nyata kepada dua Uchiha bersaudara itu.
Saat dirinya telah selesai menelfon kliennya, dengan tergesa-gesa Minato langsung menuruni tangga untuk ikut bergabung dengan yang lainnya. Namun siapa sangka, ditengah-tengah menuruni tangga dirinya menyaksikan hal nista seperti itu?!
Shitt?! Sebagai seorang ayah yang sangat mencintai keluarganya, mana mungkin dirinya dengan suka rela berkenan untuk membiarkan kedua anaknya ditatap dengan sangat mesumnya! Mana kepala kedua Uchiha bersaudara itu ikut menikmati gerakan pantat kedua anaknya pula?! Minato tidak terima anaknya dizholimi?!
Naruto dan Kyuubi langsung membalikkan badan dan menutup pantat mereka dengan kedua telapak tangan. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka berdua langsung menjitaki kepala kedua Uchiha tersebut dengan sangat beringas dan tanpa ampun.
Kushina yang sedang melihat Minato dalam mode terkejamnya, langsung berfans-girling dengan sangat hebohnya. Kushina sangat jatuh cinta jika Minato dalam versi jahat tapi gemay, serasa ada legit-legitnya gitu~
Kiba, Gaara, Neji, Shikamaru, dan Tobi sudah kabur dari tempat tersebut dengan sangat tangkasnya. Hanya membutuhkan waktu 0,004 per secondmili detik, tepat setelah Minato memasang senyumnya.
Tanpa pamit, mereka langsung mengambil berjuta-juta langkah; karena langkah seribu sudah tidak laku.
Kiba dan Gaara sebenarnya ingin ikut bergabung menjitaki kepala duo Uchiha itu, tapi berhubung makan malam ini mereka sudah diselamatkan Kamisama, maka mereka tidak yakin untuk diselamatkan kembali jika Minato sangat murka macam itu. Biarlah kali ini duo Uchiha lolos dari rasa kesal mereka, pembalasan dendam akan dipikirkan nanti, sekarang mereka kabur dulu?!
Deidara, Sasori, Konan, Yahiko dan juga Nagato yang kehadirannya dipaksa oleh Kushina hanya bisa merengut jengkel. Sudah tadi dilarang ikut makan malam bersama, mengebut edan-edanan, membuang-buang peledak, takut diterkam Kushina, malah sia-sia perjuangan mereka untuk sampai kesini gara-gara duo Uchiha sialan itu.
Ah~, sepertinya mereka butuh pelampiasan untuk menghilangkan semua kejengkelan mereka.
Mungkin ikut membantu Naruto dan Kyuubi menjitaki kepala Uchiha sedikit lebih baik. Lagipula mereka berdua juga telah menatap mesum kedua adik kesayangan mereka bukan?
Sedikit jitakan tidak masalah kan? Mungkin ditambah 50x tinjuan tersembunyi pun tak apa-apa kan?
Dan dengan seringaian lebar, mereka berlima langsung melangkah bersama-sama menghampiri Sasuke dan Itachi yang sedang dijitaki oleh kedua adik kesayangan mereka.
Sasuke dan Itachi?
Oh, mereka sudah pingsan setelah melihat tembok yang hampir remuk dihantam tinju oleh Minato. Mental mereka belum siap untuk menghadapi kenyataan bahwa Minato adalah manusia yang ternyata paling patut diwaspadai di keluarga Namikaze ini. Mereka berdua kira, Minato adalah penjelmaan malaikat diantara ketiga manusia Namikaze edan itu. Kushina saja sudah menyeramkan, ini malah ditambah melihat sosok asli Minato. Bagaimana mereka tidak pingsan coba? Bodo amat dibilang tidak jantan!
Coba kalian berada diposisi mereka berdua, bisa-bisa langsung ngompol di celana sih iya?!
Dan malam ini pun Kushina gagal mendapatkan laporan misi dari Habanero Junior, dan sepertinya akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk mendapatkan keberhasilan Habanero Junior ini.
_Keesokan paginya di Kediaman Uchiha_
Kaos turtleneck warna hitam?
'Cek!'
Jas warna hitam?
'Cek!''
Jam tangan warna hitam?
'Cek!'
Celana jeans warna hitam?
'Cek!''
Kacamata keren warna hitam?
'Cek!''
Parfum?
'...'
'...'
"Ah, tanpa parfum pun aku sudah wangi."
Dompet kulit berisi uang tunai, kartu kredit, kartu debit, dan kartu asuransi jiwa?
"Sudah lengkap semua, sekarang waktunya menjemput Naruto."
Sasuke segera mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja belajarnya dan menuruni tangga untuk berpamitan kepada orangtuanya.
Bagaimana dia dan Itachi bisa sampai dirumah secara utuh?
Oh, berterima kasihlah kepada Kushina yang menelfon Mikoto untuk menyuruh pelayannya segera menjemput Sasuke dan Itachi. Selain untuk menyelamatkan keduanya dari keberingasan para pemuda dan satu pemudi yang kalap, alasan lainnya adalah karena Kushina ingin bermesraan dengan Minato yang sedang bermode Hulk tapi varian pirang itu. Jarang-jarang kan Minato menunjukkan mode kesukaannya, jadi Kushina langsung bergegas menelfon Mikoto, membubarkan para pengunjuk rasa dadakan itu, dan kemudian menyeret Minato kekamar mereka dengan sangat bernafsu. Kushina nampak berbinar-binar dan ngiler dimana-mana sebelum membanting dan mengunci pintu kamarnya.
Jadi begitulah bagaimana mereka berdua bisa selamat dari amukan massa dadakan itu. Dan setelah mereka berdua sampai di kediaman Uchiha, Sasuke yang telah sadar dari pingsannya langsung begadang di meja belajarnya untuk menyusun rencana dan tujuan kencannya dengan Naruto dengan semangat membara. Ah, dia sudah tidak sabar untuk membuat Naruto terkagum-kagum dengannya. Akan Sasuke buat Naruto semakin jatuh cinta hanya padanya.
"Kaa-san, Tou-san, Ohayou."
"Ah, Sasuke, Ohayou"
"Hn."
Fugaku dan Mikoto sedang berada di ruang keluarga dengan menikmati teh buatan nyonya Uchiha tersebut.
Mikoto dan Fugaku saling berpandangan kemudian kembali menatap Sasuke dengan wajah heran. "Kau mau kemana?"
"Pergi kencan dengan Naruto, Tou-san." Jawaban si bungsu menghasilkan Fugaku dan Mikoto yang saling berpandangan kembali dan masih memasang ekspresi heran.
"Ohayou, Kaa-san, Tou-san, Otouto~" Itachi segera menghampiri mereka bertiga dengan menguap lebar, lupakan bahwa dia belum mandi. Tetap tampan kok?!
"Ohayou mo Itachi, kau mau teh?"
Itachi tidak menjawab tawaran Mikoto, melainkan mengamati Sasuke yang berdiri disampingnya dari ujung rambut hingga ujung kaki adik lelakinya tersebut. Kemudian dengan cepat Itachi langsung menatap kedua orangtuanya dengan wajah terheran-heran. "Kaa-san, siapa yang meninggal?"
"..."
"..."
"..."
"Apa maksudnya Itachi?"
"Sasuke memakai pakaian berkabung di pagi hari begini, memang siapa yang meninggal?"
Duak!
Tanpa basa-basi, Sasuke langsung menginjak kaki Itachi tanpa ampun dan memberikan deathglare yang tentu saja tidak mempan untuk kakaknya tersebut.
"ARGH! SAKIT! DASAR BAKA-OTOUTOU!"
"Baka-aniki!"
Fugaku dan Mikoto yang menyaksikan pertengkaran anak-anak mereka hanya bisa tertawa pelan.
"Adikmu akan pergi berkencan dengan Naruto." Fugaku sebagai ayah yang baik langsung menjelaskan kepada Itachi mengenai alasan Sasuke berpakaian highclass namun salah kostum itu.
"Berkencan? Dengan memakai pakaian seperti itu? Yang ada malah kau dikira sebagai bodyguardnya, dasar bodoh."
"Berisik!"
"Kalau begitu aku juga ikut! Aku juga ingin berkencan dengan Kyuubi!"
"Berangkat sendiri sana!"
Sasuke memberikan tatapan tajam kepada Itachi, dan Itachi balas melotot kepada Sasuke. Enak saja adiknya itu berkencan dengan Naruto, dia kan juga mau berkencan dengan rubah kesayangannya?!
"Sudah, ajaklah anikimu juga, Sasuke." Mikoto hanya tersenyum maklum ketika kedua anaknya menatapnya dengan ekspresi yang berbeda. Yang satu berbinar-binar, yang satunya sudah merengut kesal.
"Turuti saja apa kata Kaa-sanmu, Sasuke. Sesama orang yang sama sekali belum pernah berkencan lebih baik saling akur dan bekerja sama."
Sasuke langsung semakin merengut jengkel mendengar ucapan Fugaku, sedangkan Itachi langsung berlari menuju
kamarnya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Berharap saat Kyuubi melihatnya, Kyuubi langsung terpesona ulalala.
Dan mereka berdua tidak menyadari mengapa Fugaku mengetahui jika mereka berdua tidak pernah pergi berkencan dengan siapapun sebelumnya.
Hmm, ayah yang menakjubkan.
"Ayo, Sasuke! Kaa-san, Tou-san, kami pergi dulu~"
Tanpa babibu, Itachi langsung menarik kerah jas Sasuke dan menyeret keluar adiknya itu dengan bersemangat, mengabaikan Sasuke yang berteriak kesal karena ditarik seperti anak monyet.
"Hari yang cerah~". Mikoto menatap Fugaku dengan tatapan penasaran. Padahal semalam suaminya itu masih merajuk, sekarang mood sudah berubah lebih baik ternyata.
"Ada apa, Mikoto?"
"Ah, tidak. Aku hanya iri dengan mereka."
Fugaku menatap Mikoto dengan mengangkat salah satu alisnya.
"Mereka pergi berkencan-"
"Kau ingin pergi berkencan juga? Baiklah, mari kita pergi kencan hari ini."
Wajah Mikoto langsung berbinar mendengar ucapan Fugaku. "Benarkah? Wah, aku harus bersiap-siap sekarang."
"Untuk apa bersiap-siap?"
Mikoto langsung menatap Fugaku dengan jengkel. Jadi suaminya hanya main-main?
"Tak usah bersiap-siap, kita kencan sekarang saja"
"Eh?"
Tanpa berkata-kata lagi, Fugaku langsung menggendong Mikoto ala bridal style dengan sangat romantisnya.
"Ehh? Kita mau kemana?"
"Kamar.."
"Ehh? Katanya pergi berkencan?"
"Kita kencan dikamar saja, siapa tau Sasuke bisa mendapatkan seorang adik. Wajah Mikoto langsung memerah mendengar ucapan Fugaku.
"Mari kita berkencan dengan sangat bersemangat. Satu adik? Mungkin Sasuke bisa mendapatkan adik kembar. Benarkan sayang?"
Mikoto sudah tidak tau lagi bagaimana memerah wajahnya sekarang ini. Dirinya lupa tipikal suaminya, jika kemarin Fugaku ngambek maka keesokan harinya Fugaku akan berubah menjadi lelaki yang penuh dengan libido tinggi. Dia juga senang kok bisa berkencan di kamar dengan Fugaku. Ah, semoga kedua anaknya itu pulang malam hari saja. Eh, pulang besok pun boleh juga sih. Biar ihik-ihik dengan Fugaku lebih lama. Hohoho~
Tok! Tok! Tok!
"..."
"..."
Tok! Tok! Tok!
"..."
"..."
Dokk! Dokk! Dokk!
"Mungkin mereka semua tidak ada di rumah, Sasuke."
"..."
BRAAK! BRAKK! BRAKK!
"Oke, lebih baik kau hentikan itu dan kita pulang saja." Sasuke menatap kesal Itachi, sudah memaksa ikut, tidak mau membantu menggedor pintunya juga. Sialan!
"Akan kudobrak pintunya!"
Itachi hanya menghela nafas melihat tingkah adiknya. Orang yang jatuh cinta itu menyeramkan, ya?
Satu ..
Dua ..
TIGA!
Srak!
"BERISIK! MENGGANGGU ORANG TIDUR SAJA! Eh, sedang apa kau dibawah kakiku, ayam?"
Sasuke harus merelakan dirinya yang nyungsep dibawah kaki Kyuubi. Dia kan mau mendobrak pintunya, kenapa malah dibuka? Kan jadinya nyungsep dengan tidak elitnya?! Mana Itachi hanya tertawa dengan riangnya pula!
Dasar kakak durjana?!
"Ohayou, Kyuu-chan~"
Kyuubi hanya berekspresi jijik mendengar sapaan Itachi. Untuk apa juga lelaki keriputan itu datang pagi-pagi menebar senyum sok charming macam itu. Masih charming-an dirinya berpuluh-puluh milyar kali lipat kan?
"Syuhh! Syuhh! Rumah ini tidak menerima sales vakum cleaner dan tukang pijat!" Kyuubi mengibaskan tangannya dengan sangat bossy. Itachi dan Sasuke yang merasa dihina hanya bisa menatap tajam Kyuubi.
"Dimana Naruto? Aku tidak ada urusan denganmu, rubah buluk."
"Hah? Naruto tidak suka dipijat, tidak mungkin dia ada urusan dengan tukang pijat urut seperti dirimu, ayam ungkep-ehh- nyungsep!". Sasuke mendeathglare Kyuubi, sedangkan Kyuubi hanya tersenyum meremehkan. Itachi yang menyaksikan hanya tertawa terbahak-bahak dan memegang perutnya.
"Uhh, kenapa berisik sekali, Kyuu-nii?"
Naruto menghampiri mereka yang masih berdiri diambang pintu dengan mengucek matanya dan menguap lebar.
"Oh, tidak ada apa-apa. Kau tidur lagi saja, Naru. Biarkan Nii-chanmu ini yang mengusir sales dan tukang pijat ini."
Kedip..
Kedip..
"Kyuu-nii, matamu ambeien ya? Mereka kan Sasuke dan Itachi. Tenang saja Kyuu-nii, nanti akan aku racikkan obat ambeien khusus untuk mata."
Sasuke dan Itachi langsung tersenyum sumringah mendengar ucapan Naruto, ternyata pemuda pirang ini bisa membela mereka.
"Lalu Sasuke, Itachi-nii, keluarga kalian benar-benar bangkrut ya, sampai kalian beralih profesi menjadi tukang pijat dan sales? Tenang saja, oke. Nanti aku akan membuat ramuan yang bisa membuat seseorang kembali kaya itu sesegera mungkin, seperti yang aku rencanakan sebelumnya."
Oh Oke, mungkin otak Naruto memang tidak pernah sesuai pada posisinya. Kampret! Sasuke dan Itachi berharap terlalu tinggi pada pemuda pirang ini.
"Kita ada rencana hari ini jika kau lupa, Dobe." Sasuke hanya bisa menghela nafas saat melihat Naruto yang hanya terbengong-bengong mendengarkan ucapannya, berbanding terbalik dengan Kyuubi yang mengembang kempiskan lubang hidungnya; antara penasaran dan bangga adik terbaiknya lupa rencana dengan si ayam upilan.
"Oh, kau benar?! Kita ada kencan hari ini?!" Naruto menepuk tangannya dengan riang setelah mengatakan tersebut. Lain halnya dengan Kyuubi yang melotot tidak percaya ucapan adiknya.
"K-KAU MAU BERKENCAN DENGAN AYAM PANUAN INI?! TIDAK BOLEH, NARU!"
Naruto hanya mengangguk senang sebagai jawaban.
"TIDAK BOL-"
Sret!
Naruto langsung membungkam mulut Kyuubi dengan santainya, mengabaikan ekspresi kakaknya yang sudah gelagapan; antara jengkel dan juga susah bernafas. Dia kan belum gosok gigi, kalau ditutup begini aura mulutnya jadi langsung masuk kembali ke hidungnya kan?!
"Sstt?! Kyuu-nii, jangan berteriak! Kaa-san bisa mendengarnya. Kyuu-nii, ingin tragedi 1 tahun yang lalu kembali terulang?"
Seketika juga Kyuubi langsung terdiam kaku, tentu saja membuat kedua Uchiha yang menyaksikan interaksi Namikaze bersaudara itu terdiam.
Kejadian penuh tragedi 1 tahun yang lalu, tentu saja Kyuubi sangat jelas mengingatnya.
Hari itu adalah pagi yang indah, dimana bunga-bunga bermekaran dengan eloknya. Dan kemudian terdengar teriakan Naruto serta Kyuubi yang membahana hingga kepelosok kota. Itu semua karena Kyuubi yang menjahili Naruto dengan berteriak akan membakar gambar desain bendera geng milik Naruto yang dianggapnya terlalu mainstream. Tentu saja Naruto yang tidak terima langsung berteriak kesetanan dan mengejar Kyuubi yang tertawa sambil berlari menjauhi adiknya. Naruto yang merasa membutuhkan bala bantuan, langsung berteriak memanggil Minato, sang penakluk Ratu akuma Suna.
Dan kemudian semua itu terjadi begitu saja..
Kyuubi yang tepat berada di bawah halaman rumah, terkejut setengah mati saat mendengar Kushina yang menggeram marah. Sang wanita merah itu langsung melompat dari lantai atas, tepat kamarnya dan Minato berada.
Meluncur turun kebawah-
Jatuh tepat diatas di punggung Kyuubi-
Dan menikam pantat Kyuubi dengan spatula, yang entah darimana bisa berada dalam genggaman Kushina-
Oh, tidak lupa juga Kushina memutar spatulanya dengan kecepatan penuh, sehingga mengakibatkan pantat Kyuubi mengeluarkan asap.
Dan sejak saat itulah, Kyuubi tidak berani lagi menggoda Naruto. Lebih tepatnya, tidak menggoda adik pirangnya itu saat kedua orangtuanya bermesraan hebat semalaman.
Ibunya itu paling tidak suka jika waktu bermesraan dengan ayahnya terganggu.
Anak sendiri pun dilahap habis olehnya, bagaimana dengan yang lainnya?
"Sudah, Kyuu-nii. Lebih baik kita mandi terlebih dahulu. Ne, kalian berdua duduk saja dulu. Maaf kami tidak berniat menyuguhi tamu pagi-pagi. Jika haus, bikin sendiri di dapur yaa~". Naruto menarik Kyuubi dengan semangatnya, berbeda dengan ekspresi Kyuubi yang masih merinding mengingat tragedi pada pantatnya. Lebih kasihan lagi adalah, kedua Uchiha bersaudara yang masih melongo mendengar ucapan Naruto. Menyuruh tamunya membuat minuman sendiri? Sungguh, tuan rumah yang penuh rasa mengajarkan hidup dalam kemandirian yg baik. Bo'ong ding, emang lagi malas saja meladeni pagi-pagi. Wkwkwk!
.
.
.
.
"Kau tidak boleh pergi!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Aku bilang tidak, tetap tidak!"
"AKU TETAP INGIN PERGI, BAKA KYUU-NII!"
"AKU TETAP TIDAK MENGIZINKANMU, BAKA NARU!"
Naruto dan Kyuubi saling berdebat dan melempar tatapan tajam satu sama lain. Sasuke dan Itachi yang melihat mereka hanya bisa terdiam, lebih tepatnya tidak mau ikut campur dalam perdebatan ini. Toh, kalau mereka lelah pasti akan berhenti dengan sendirinya bukan?
"Pokoknya aku tetap ingin pergi berkencan dengan Sasuke sekarang juga?!"
Oh, Oke. Sasuke jadi makin sayang dengan Naruto-nya.
"Tidak boleh?! Aku saja belum pernah pergi berkencan sebelumnya, seenaknya saja kau ingin melangkahi kakakmu ini?!"
Bagus, Itachi jadi merasa terpesona dengan kejujuran Kyuubi.
"Kyuu-nii labil sih, makanya tidak ada yang ingin mengajak Kyuu-nii pergi kencan!"
Helloow Naruto, ada Itachi yang siap sedia untuk bertindak menculik Kyuubi berkencan saat ini~
"Kau saja yang terlalu bodoh untuk menerima ajakan kencan siluman ayam ini!"
Please Kyuubi, justru Naruto itu jenius karena hanya mau pergi berkencan dengan Sasuke~
Dan Uchiha bersaudara ini hanya sanggup menanggapi perdebatan kedua Namikaze didalam hati saja. Takutnya jika terucap lewat mulut, akan berakhir dengan gagalnya keseluruhan rencana kali ini.
"Ugh, Aku tetap akan pergi?! CEPAT LARI, TEME?!" Naruto menarik lengan Sasuke dan berlari sekencang mungkin, menghindari amukan sang rubah merah.
"Dasar adik tidak punya tenggang rasa?!"
"Err, Kyuu-"
"Berani sekali dia melangkahi kakak kesayangannya ini?!"
"Kyuu, sebenar-"
"Dia pikir aku tidak bisa pergi berkencan apa?!"
"Nah, maka dari it-"
"Ayo kita juga pergi berkencan sekarang, keriput!"
"..."
"Kita jangan mau kalah dari mereka berdua! Cepat kita berangkat sekarang?!"
Baiklah, Itachi tidak tau harus berekspresi seperti apa sekarang; antara senang atau jengkel karena setiap perkataannya diterabas melulu. Ah, tapi yang penting sekarang dia akan pergi berkencan dengan Kyuubi. Tidak perlu susah-susah menculik pemuda merah ini, jadi tali tambang yang ada di dalam bagasi mobil Sasuke sudah tidak ada gunanya. Saatnya sekarang bermesraan ria ulalaaaaa~
"Kudengar Sakura ditangkap oleh kepolisian Suna. Kau ingin aku menghabisinya, Kabuto?". Kabuto menatap sekilas wanita cantik itu, dan menghela nafasnya dengan keras.
"Fokuslah dengan misimu untuk menculik kedua bocah sialan itu! Tuan Orochimaru akan lebih murka jika kau juga ikut gagal dalam misi sepele ini." Wanita itu hanya menyeringai mendengar ucapan Kabuto.
Sratt! Dakk!
"BRENGKSEK!"
Kabuto memekik marah saat pipinya mengeluarkan darah akibat pisau yang menggoresnya dengan sengaja dimana telah menancap pada dinding di belakang kepalanya. "Berterima kasihlah karena aku sengaja tidak merobek mulut idiotmu itu, Kabuto."
"KAU-"
"Sadarilah posisimu yang tidak lebih tinggi dariku. Sampah rendahan sepertimu tidak layak mengaturku."
Kabuto hanya bisa mengatupkan mulutnya dengan marah. Dia tidak pernah suka dengan wanita licik ini sedari dulu. Andai saja Orochimaru tidak menyanjung wanita ini, mungkin Kabuto sudah mengoyak perut wanita yang berjalan meninggalkannya dengan tertawa mengerikan itu. "KUSO!"
_SasuNaru Side_
Ok fix, Sasuke ingin menangis sekarang?!
Rencana kencan ultra amazing, double boombastis, and mega romantisnya, telah gagal dan hancur.
Kokoro Sasuke pun sudah luluh lantak?!
Bagaimana bisa?
Padahal Sasuke sudah mengatur rencana kencan pertamanya ini dengan perhitungan yang sistematis dan dinamis, sudah diteliti hingga matang luar dalam, serta renyah nan gurih jika digigit.
Pertama!
Ketika Naruto menarik lengannya untuk kabur dari amukan sang rubah epilepsi, pemuda pirang itu langsung mendudukkannya sebagai pengemudi dari motor sport merah berstiker kodok besar penuh kutilan. Kemudian Naruto memeluk pinggangnya dengan erat dan berteriak untuk tancap gas saat itu juga. Otomatis Sasuke yang masih belum ter-connect dengan baik, langsung menuruti perintah pemuda kesayangannya itu. Apalagi dipeluk romantis macam telenovela begini, tentu saja otak blank Sasuke makin tidak tersambung dengan benar.
Tetapi kemudian terjadi begitu saja..
Ketika hampir sampai di jalan raya, Sasuke langsung tersadar bahwa dia sama sekali TIDAK BISA mengendarai kendaraan roda dua.
Perpaduan antara Sasuke yang sudah terlanjur panik, dan Naruto yang berteriak-teriak kesetanan mirip banci yang ditarik celana dalamnya, langsung mengakibatkan motor merah kesayangan Kyuubi melaju mulus menabrak 'saudara tiri tiang listrik papa' dengan tidak elitnya.
Naruto yang entah sejak kapan sudah menyelamatkan diri dengan bersalto bak Son Goku dari dimensi Dragonb*ll.
Dan Sasuke yang selamat namun harus kembali nyungsep kedua kalinya pada pagi hari ini.
Sepeda motor milik Kyuubi?
Roda depannya telah menggelinding entah kemana, dengan stang motor yang membengkok dengan kedalaman sudut 34 derajat. Super action scene, right?
Kedua!
Setelah berhasil lolos dari kedipan laknat malaikat maut dan membiarkan motor milik Kyuubi dibawa ke bengkel, Sasuke berniat melanjutkan perjalanan kencan mereka dengan menelpon taksi. Namun sekali lagi, Sasuke mendadak hilang fokus saat tiba-tiba Naruto mengamit lengannya dengan mesra dan mengajaknya berjalan menuju stasiun Konoha.
Entah bagaimana jadinya, karena pikiran Sasuke yang masih berkelana di alam romantis dan efek dirinya yang tidak tau bagaimana rute jalan jika menggunakan kendaraan umum, Sasuke membeli tiket kereta secara sembarangan.
Alhasil, ketika telah TERSADAR KEMBALI, ekspresi terbengong-bengong langka milik Sasuke dengan menggenggam tiket, tampak terpantul jelas dari jendela kereta yang dinaikinya.
'HELL HAILLLL?! KEMANA KENDARAAN PANJANG-PANJANG INI AKAN MELAJUUUU?!'
Oke, mungkin Sasuke terlalu berlebihan. Toh hari ini masih panjang untuk berakhir.
Sekarang mari kita beralih pada pasangan yang lainnya
.
.
.
_ItaKyuu Side_
"Jangan berlarian sayang!"
"Mama, belikan aku souvenirnya!"
"SOUVENIR! SOUVENIR LIMITED EDITIOOOON!"
Itachi hanya berkedip-kedip menyaksikan keramaian didepannya.
Sungguh, dia tidak paham event apa yang akan berlangsung pada Big Hall Konoha yang terletak tidak jauh dari taman kota. Baliho, spanduk, dan pernak-pernik didepannya hanya berupa tulisan berwarna merah dengan background hitam kelam, tidak ada gambar atau logo-logo tertentu.
Ini bukan sedang ada demonstrasi pengasuh anak kan?
Itachi lalu mengingat ulang rentetan kejadian dari awal, dan semua ini berawal dari titah agung sang Rubah merah yang mengaku paling tampan dan jantan se-kota Suna.
_Flashback_
"Jadi, kau ingin kita k-kencan kemana, Kyuu?"Itachi ingin menggigit lidahnya, rasanya susah sekali mengucapkan kata 'kencan' saja.
"Pertama-tama, kita lacak kemana Naruto dan ayam labil itu pergi. Kemudian kita ikuti mereka sampai Naruto kembali kerumah. Tenang saja, aku sudah menempelkan alat pelacak di sepeda motorku. Sekarang kemudikan mobil ini dengan benar!"
Sungguh, Itachi ingin menjedotkan dahinya pada stir kemudi. Sumpah! Kyuubi mengerti makna berkencan tidak sih?!
"T-tunggu! Sekarang harinya!"
"Hah?"
Itachi hanya terheran-heran melihat Kyuubi seperti orang kebobolan menstruasi saat melihat handphone digenggamannya
"Sialan! Keriput, cepat putar arah. Kita tidak jadi mengejar Naruto!"
"Hah?"
"CEPAT!"
"Hah?"
"PUTAR ARAH!"
"HAH?"
"HAH HEH HOH! DIPUTAR SEPERTI INI, BRENGSEK?!"
"HAHOLOBEH! KYUUBI, AWAS ADA TRUK!"
_Flashback End_
Sumpah, jika mengingat kejadian tadi jantungnya serasa mendadak berpindah tempat diujung pantatnya. Kentut sedikit, lepas sudah jantungnya.
"Keriput, kenapa kau malah melamun! Cepat jalan! Antrian didepanmu sudah mulai masuk kedalam!" Kyuubi yang berada dibelakangnya menowel-nowel pantatnya dengan beringas.
'Tunggu?! P-pantatnya?!
Itachi menoleh kebelakang dengan kecepatan seperperempatan, sepertiga, seperdua, dan seper-seper second detik tercepat lainnya.
"Apa lihat-lihat! Cepat maju! Kau ingin aku melewatkan event special extreme ini?!". Kyuubi memasang ekspresi gahar yang menurun dari Kushina. Itachi sih bukannya takut, hanya saja speechless.
Kyuubi itu sadar tidak sih, dia baru saja menowel-nowel hal yang tidak pantas! Kan dibalik pantatnya ada yang 'geli-geli-enak'.
Ah, jantungnya yang dipantat jadi naik keatas lagi deh.
"A-ano Kyuu-chan, memangnya ini event apa?"
"Event yang bisa menyenangkan adrenalinku, dan ini hanya diadakan 2 tahun sekali. Jadi, cepat jalan!". Itachi pucat, darahnya mendadak enggan touring di tubuhnya. Masalahnya, Kyuubi terjangkit aura psikopat edan tapi manis menggigit ini adrenalinnya sudah lower. Jadi jika event ini dapat menyenangkan adrenalinnya, otomatis event ini pasti terdapat unsur-unsur gore-nya kan? Bunuh-bunuhan? Mutilasi? Secara Live?
'YANG BENAR SAJA?! KENCAN PERTAMANYA BAKAL PENUH HUJAN DARAH?'
Oke, tarik nafas.
Tenang.
Itachi tidak boleh takut. Biarkan saja jika hari ini akan menjadi hari pengaktifan trauma baru untuknya. Ini resikonya mencoba menjadi pendamping Kyuubi.
Tapi tunggu-
Kenapa banyak anak kecil yang menonton?
Bukannya ini acara illegal?
Orang tua mereka membiarkan anak-anaknya menonton acara-acara tidak berperidarahan seperti ini?
Oh Gross, bagaimana nasib masa depan nanti?
Oh Shit, banyak anak-anak akan beringas seperti Kyuubi?!
Astaga, bisakah Itachi lari saja dan melaporkan event ini pada Komisi Perlindungan Kepribadian Anak?!
"Ah, antriannya sudah mau sampai didepan pintu. Ugh, aku sudah tidak sabar, Keriput~"
Sungguh, jika ini keadaan normal pasti Itachi akan mengeluarkan aura lovey-dovey melihat Kyuubi yang mendadak bertingkah menggemaskan dan memegang lengan bajunya dengan imut. Sayangnya, keadaannya tidak mendukung, dan Itachi ingin kabur saja daripada didalam nanti dia pipis di tribun.
'KENCAN PERTAMAKU NISTA AMAAAATT?!'
.
.
.
_SasuNaru Side_
Sumpah!
Susu tumpah?
Bukan!
Tetapi Sasuke muntah.
Pemuda raven ini benar-benar lemas, setelah memuntahkan sarapan anginnya di westafel toilet pria.
Bilang saja Sasuke lemah, BODO AMAT! SASUKE MAUNYA BODO AMATTTTT!
Why? Sasuke mabuk kendaraan umum?
Of Course not, babee~
Sasuke sudah Legowo soal kendaraan panjang-panjang itu, yang menjadi masalah adalah setelah turun dari kereta api.
Kedua pemuda ini turun di stasiun –yang entah namanya apa, Sasuke malas mengingat- diperbatasan kota Konoha, dan kemudian Naruto mengamit lengannya untuk mengajak berkeliling.
Dari situlah firasat Sasuke mendadak merasakan akan terjadinya badai kesialan selanjutnya.
Naruto yang syaraf capeknya memang sudah putus dari lahir, menggeret Sasuke kesana kemari melewati hutan kecil diperbatasan kota ini. Sasuke yang ingin mengajak Naruto untuk kembali ke stasiun menjadi tidak tega. Bagaimana bisa tega, jika pemuda pirang yang menggenggam tangannya itu berjalan dengan sedikit melompat-lompat dengan kedua mata biru shappire yang berbinar-binar menoleh kesekeliling jalan setapak didalam hutan ini dengan antusias-
Kalau kau mencari lokasi~
Akulah orang yang kau cari~
Aku peta.. Aku peta.. Aku peta..
Jika kau mencari tempat~
Akulah orang yang tepat~
Aku peta.. Aku peta.. Aku peta..
Aku peta.. Aku peta.. Aku peta..
YEEEEEAAAAAY!
Dan tak lupa juga suara cempreng milik Naruto yang sejak masuk hutan ini terus bernyanyi lagu absurd, yang membuat Sasuke sedari tadi menahan ingin melongo dan melotot didepan wajah Naruto.
Heh, Sasuke bukannya berusaha menjaga image kok! Sasuke berusaha menahan karena Sasuke tidak mengetahui lagu yang dinyanyikan oleh Naruto, dia kan tidak mau Naruto menganggapnya kudet soal lagu. Kalau Sasuke tau lagu tersebut, sudah dari tadi dia akan ikut bernyanyi bersama pemuda kesayangannya itu. Tapi karena suara Sasuke yang tidak cukup bagus dan cenderung bernada B minor salah tempat, setidaknya dia mau kok mengiringi Naruto dengan beat box, atau jika kurang seru, Sasuke mau kok membuka bajunya dan menjadikan perut sixpacknya sebagai gendang.
Demi Naruto mah -asal akhirnya nikah- akang Sasuke rela euy!
Kemudian setelah berjalan kaki lumayan lamanya, mereka berdua menemukan tempat ini. 'KONOHA FUNNY PARK'
Naruto yang pada dasarnya tingkat keingintahuannya begitu tinggi, kembali menggeret Sasuke untuk kesekian kalinya. Sasuke yang mulai sedikit kebal dengan pesona Naruto, sempat memikirkan nama tempat tersebut dengan sangat positive thinking.
Funny Park? Mungkin didalam sana hanya terdapat permainan anak-anak.
'Ada ayunan lucu..'
'Perosotan lucu..'
'Jungkat-jungkit lucu..'
'Oh, mungkin ada kolam pasirnya juga..'
'Ok, mungkin acara kencan dengan membuat istana pasir tidak buruk juga.'
'Siapa tau, nanti malam mereka bisa membuat istana cinta membara milik berdua, Hwehehe~'
Jadi dengan pemikiran tersebut Sasuke rela saja digeret Naruto dengan beringasnya.
Dan..
Sepertinya..
Hari ini Kamisama sedang julit dengan rencana kencan romantis miliknya.
.
.
.
Gyuut!
"Sasuke.."
Gyuut!
"Sasuke, apa kau baik-baik saja, ttebayou?"
Naruto memijat tengkuk leher berwarna porselen itu dengan hati-hati, takut salah urat, terus mati. Lah, kalau Sasuke mati dirinya diantar pulang dengan siapa coba?
Sasuke yang mendengar pertanyaan Naruto benar-benar ingin mencebikkan bibirnya dan mewek saja, ingin minta pulang. Sasuke merasa dirinya telah terkena 'Laser-Beam Seme Ganteng Tapi Sial' dan kesialannya sangat terasa sekali hari ini. Pemikiran positive thinking yang telah diajarkan Kaa-sannya sejak dini, membuatnya benar-benar sangat suuppwweeeeer ulala ingin merajuk tidak etis untuk hari ini. Ingin rasanya Sasuke -sekali lagi- 'BENAR-BENAR' melupakan bahwa marganya adalah Uchiha. Biar dirinya boleh terlihat ekspresif! Daripada menahan muka kalem tapi asem begini?!
"Bajumu basah, Teme. Tunggu disini, akan aku carikan baju dulu, dattebayou."
Sasuke hanya menatap lemas punggung mungil Naruto yang telah menghilang dibalik pintu toilet.
Baiklah, mungkin Sasuke perlu mengingat kembali mengapa dia bisa letih, lemah, lesu seperti ini.
PERTAMA!
Taman yang mereka masuki ini adalah taman TERLUCKNUTdi dunia. Apanya yang FUNNY?! Sasuke menyesal sudah masuk kedalam sini. Jika dipikir-pikir memang dia kurang teliti memperhatikan sekitarnya; Sudah keenakan digelayuti manja oleh Naruto. Mana mungkin ada taman bertema 'funny' tapi tidak nampak 1 pun anak kecil diantrian pintu masuknya. Akhirnya Sasuke harus terima kembali ternistakan disamping Naruto.
Ada ayunan lucu? PERSETAN?!
Yang ada malah flying-fox dari ujung tebing, ketebing lain yang jauuuuuuuh diujung sana. Oh, jangan lupakan dibawah tebing satu ke tebing yang lainnya terdapat laut, dimana ombaknya begitu ganas berdeburan ingin membunuh orang. Eits, karang yang ujungnya terlihat runcing itu juga mengintip kepo dari balik air laut.
Sasuke sih tidak begitu takut, hanya ketar-ketir saja. Naruto? Kabel ketakutannya tidak pernah disolder, jadi sudah karatan dan putus sejak lama.
Sebenarnya Sasuke sih tidak masalah jika naik flying-fox nyerempet maut seperti ini, JIKA HANYA SEKALI!
LAH KEKASIH EDANNYA INI MALAH MENGAJAK MENAIKI WAHANA INI HINGGA 7X?! PIKIRKAN BAGAIMANA JANTUNGNYA HARUS BEREAKSI?
KEDUA!
Bagaimana dengan perosotan lucu?
SUNGGUH, SURUH SASUKE NGEMIL UPIL GAJAH JIKA HAL TERSEBUT ADA DISINI?!
Perosotan?
PEROSOTAN?!
F*CK?! MAKAN INI BUNGEE-JUMPING?!
Duh Gusti, jantung Sasuke yang sudah perosotan lucu-lucuan disini?!
Setelah berusaha menahan berteriak unyu-unyu saat flying-fox tadi, sekarang harus menghadapi hal absurd macam ini?! SUMPAH, SIAPA YANG MENCIPTAKAN PERMAINAN MACAM INI?! SASUKE TUSUK PANTATNYA DENGAN LINGGIS?!
Naruto?
Man, dia sangat heboh menyeret Sasuke yang otaknya masih polos dengan girangannya bukan main, hingga hampir 5x mengantri untuk menikmati wahana ini. Naruto sangat senang ada tempat penuh wahana extreme macam disini! Dia pikir hanya kota Suna saja yang memiliki tempat macam ini. Ah, bedanya adalah jika di tempat ini terdapat tebing yang dibawahnya adalah laut ganas, sedangkan di kota Suna tempatnya hanya tebing curam berpasir yang gampang longsor. Jika tidak sengaja longsor, Naruto –yang selalu dengan Kyuubi- biasanya langsung melompat dan surffing diatas pasir yang longsor dengan hebatnya itu dengan tertawa cekikikan. Oh, Namikaze bersaudara ini selalu membawa papan skateboard jika ketempat itu, berjaga-jaga jika momen 'longsor menyenangkan' terjadi. Lah, kalau di Konoha Funny Park ini lebih menggugah jiwa sinting Naruto. Lelaki pirang ini ingin mencoba menyelam didalam ombak ganas itu, deh. Siapa tau dirinya bisa bertemu Nemo dan kawan-kawan.
Ingatkan dia untuk mengajak saudara kuadrat sintingnya itu kesini.
KETIGA!
Sasuke yang berusaha menahan keras untuk menjaga imagenya didepan Naruto, akhirnya harus kalah dengan rasa mual di perutnya. Kepalanya yang pening akibat ditarik Naruto untuk melompat berkali-kali, memaksanya untuk berlari meninggalkan Naruto dan mencari toilet –yang untungnya dekat- untuk memuntahkan isi perutnya kedalam wastafel. Sialnya, perutnya hanya berisikan angin saja! Jadi anggap saja dia kentut melalui mulut. Iyuuwwhh~
Baju keren –salah kostum- Sasuke sampai basah akibat dirinya yang menempel di wastafel tidak berbau ini. Untung Naruto yang menyusulnya berlari ke toilet berbaik hati bergegas mencarikan baju ganti untuknya. Entah, kata 'mencari' yang diucapkan Naruto itu maksudnya apa, Sasuke tidak peduli. Mau merampok toko, kek. Korek-korek di tempat sampah, kek. Atau membegal lalu melucuti baju orang lain, kek. SASUKE BODO AMAAAATTT?!
.
.
.
_ItaKyuu Side_
Itachi memasang wajah berkharismanya semenjak memasuki aula besar ini, berbanding terbalik dengan wajah Kyuubi yang merona dan sesekali terkikik gemas layaknya gadis kasmaran. Nampak seperti mereka pasangan muda yang sedang kencan ala-ala romantis kekinian.
BUT SERIOUSLY, THAT'S JUST YOUR OPINION ?!
Anak sulung dari pasangan tua dan alay Uchiha itu sedang komat-kamit didalam hati.
Takut matanya tidak perawan lagi.
Takut pikirannya terkontaminasi.
Takut mendadak menghamili Kyuub-
Ok, imajinasi absurd tidak tepat dalam situasi yang seperti ini.
Itachi mengamati Kyuubi yang tidak bisa duduk diam disebelahnya, sejak tadi pemuda kesayangannya itu memasang ekspresi sok imut dan menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan. Itachi yang duduk disebelahnya berkali-kali menghela nafasnya saat bahunya tercolek-colek jemari Kyuubi. Bukannya apa, hanya saja Itachi merasa perilaku Kyuubi tidak cocok bersanding dengan kondisi mentalnya.
Itachi kan jadi bingung, mau berekspresi merinding atau berbunga-bunga.
"Ne, Ta-putt. Itachi keriput yang mengaku baik hatinya. Setelah acara ini aku yakin kau akan ikut ketagihan sepertiku."
Tuhkan, ucapan Kyuubi bikin Itachi mau salto aja deh. Sekarang Itachi harus jawab apa?
Patss!
"Ops, sudah dimulai."
Kyuubi mengeluarkan 2 light stick berbentuk kapak saat lampu tribun mulai dipadamkan dan lampu panggung terlihat meriah.
"Kapan kau membeli itu, Kyuu?"
"Syuh, jangan berisik! Cepat pegang ini." Itachi menerima barang bersinar dan absurd itu dengan heran, sedangkan Kyuubi menggerakkan lighting itu keatas dengan heboh.
"Wkwkwkwk, kau tidak pernah mengikuti event seperti ini kan? Terlihat kau udik sekali, Keriput."
'Duh, Kyuu-chan mulutnya minta dicup-cup sedot WC deh.'
Sett!
"Nah, pegangnya seperti ini-"
Kyuubi menggenggam tangan Itachi yang memegang lighter tersebut.
"Diangkat seperti ini, lalu digoyang-"
Itachi hanya memandang tangannya yang digoyangkan Kyuubi dengan merona.
"Be-begini Kyuu-"
"Ish! Bukan dikocok-kocok seperti itu, Keriput. Digoyang seirama, Ok."
'Aku inginnya sih menggoyang hal lainnya, Kyuu. Jadinya kau yang belajar mengocok.'
Kyuubi mengacuhkan Itachi yang menatap dirinya dengan cengengesan dan merona dengan idiotnya.
'Ish, semoga saja aku dapat banyak pahala karena mengajak Itachi menonton ini. Jadinya kan aku bisa incip-incip dosa jahil lagi ke orang-orang. Muehehehe~'
Musik mulai menghentak hebat dari arah panggung, menyadarkan Itachi bahwa ada hal yang lebih penting dari imajinasi kelabunya. KESELAMATAN MENTALNYA!
Oke, Itachi memejamkan mata, berharap ini bukan event gulat dimana para pesertanya berwajah garang, memakai topeng, dan menggunakan kostum Lingerie itu. Ups, maksud Itachi kostum ala-ala celana dalam Sup*rman dililit tali itu.
Bisa-bisa Itachi sendawa rudal kearah panggung. Biar bubar sekalian ini acara!
Well, kejiwaan Itachi sudah terganggu. Mari beralih ke sang Otouto kuyy.
.
.
.
_SasuNaru Side_
"Kau kenapa, Teme? Bajunya tidak enak dipakai?".
Naruto memandangi Sasuke yang menunduk semenjak berganti baju dengan pakaian yang telah berusaha didapatkannya itu. "Teme, apa kita perlu kembali ke toilet dan membiarkanmu memeluk westafel lagi? Sepertinya moodmu memburuk semenjak kau melepaskan pelukanmu dari westafel berkerak itu. Kau jatuh cinta dengan westafel itu yaa, Teme?"
Boleh tidak Sasuke menjejalkan celana dalamnya kedalam mulut Naruto? Biar Naruto jadi mabuk kepayang padanya gitu.
Sebenarnya Naruto sangat berbaik hati dalam mencari baju untuk Sasuke, hanya baju normal dan nyaman seperti pada umumnya. Tapi yang membuat mood Sasuke tambah anjlok adalah tulisan berwarna merah di kaos hitam ini loh bikin persepsi orang kemana-mana terhadapnya.
'KECANDUAN SUAMI ORANG'
Hati Sasuke terasa miris jadinya. Sasuke boleh Harakiri disini?
"Aku lapar, ayo kita kesana, Teme. Sepertinya makanan di kedai itu enak." Sasuke masih menunduk ketika Naruto menarik lengannya kedalam kedai ramai itu. Orang-orang yang melihat mereka kemudian berbisik-bisik dan tertawa terbahak-bahak.
Bagaimana tidak, kedai yang dimasuki oleh mereka berisikan manusia-manusia berotot yang hanya mengenakan celana pendek saja, sedangkan mereka berdua tampak seperti upil diantara para T-rex. Abaikan Sasuke yang sebenarnya berotot juga namun tertutup oleh kaos bertulisan sesat tersebut,
"Jii-san, aku ingin melihat beberapa menu disini." Teuchi, sang koki tersebut tersenyum dan mengeluarkan selembar kertas menu kehadapan Naruto.
"UWOOOOO, RAMEEEEEEEN?! Jii-san, aku pesan Ramen ektra pedas super jumbo 3. Ah, jangan lupa tambahkan irisan daun bawangnya ne."
Semua orang yang berada disana hanya terdiam mendengar pesanan Naruto, berpikir disini bahwa yang rakus adalah Sasuke. Duh, kasihan ini bocah merana mulu.
"A-ah, tentu. Duduklah, aku akan mengantarkan pesanannya ke mejamu."
Naruto mengibaskan tangannya dengan semangat layaknya ibu-ibu sosialita yang sedang bergosip ria. "Tunggu dulu, Jii-san. Calon suamiku tersayang yang merajuk ini belum memesan makanannya. Kau ingin makan apa, Teme?
Ji-jiwa Sasuke terpanggil..
Dengan kata 'calon suami'..
DAN KATA 'TERSAYAAAAANG''
CALON SUAMI TERSAYAAAAANG?!
Sasuke yang masih menunduk itu melotot kegirangan dan segera menutup mulutnya yang tersenyum selebar 1 meter. "E-ehem, aku terserah kau saja, s-sayang."
"Hm, jika begitu aku memesan 5 onigiri isian tumisan daging dan tomat yang banyak, lalu minumnya jus jeruk ukuran besar 2 yaa. Oh, untuk dia cukup jus tomat ukuran biasa saja. Di harus diet supaya tidak berkokok di pagi hari, Jii-san. Kami duduk disebelah sana ne. Ayo, Teme."
Sasuke menulikan telinganya mengenai berkokok yang diucapkan Naruto. Dia sudah bahagia loh diakui oleh Naruto sebagai CSDBnya; Calon Suami Doyan Berkokok.
Pasangan kasmaran itu tidak menyadari semua orang memandang mereka dengan menganga. Si pirang rakus dan si raven berwajah mesum dan ileran. Pasangan millenial susah dicopy yang sangat sulit ditemukan.
"Orochimaru-sama, anda mendapatkan kiriman paket lagi."
Kabuto meletakkan bungkusan berwarna hitam dimeja bundar kesayangan tuannya itu. Orochimaru yang membelakanginya hanya mengibaskan tangannya, menyuruh Kabuto untuk meninggalkannya sendirian diruangannya.
"Tidak menyerah, heh." Orochimaru tersenyum sendu memandang bungkusan itu dan kemudian meletakkannya kedalam lemari kaca miliknya. Terdapat banyak bungkusan serupa yang tersusun rapi di dalam lemari tersebut.
"Tinggal sebentar lagi, dan semuanya akan sesuai dengan harapanku."
"HUAAAAAAAHH?! AKU KENYANG SEKALI DATTEBAYOU!" Naruto menepuk perut buncitnya dengan riang gembira suka cita bahagia. LOL
"Baru kali ini ada seseorang yang bisa menghabiskan porsi besar ramen buatanku itu, apalagi 3 porsi jumbo. Kau hebat nak." Teuchi tertawa disamping Naruto yang menyengir dengan cerahnya. Sasuke yang ada dihadapan mereka hanya tersenyum dan meminum jus tomatnya dengan khidmat.
"Ramen buatan Jii-san saaaaaangat enaaaaaaaak. Sayang sekali perutku hanya muat sedikit, padahal aku ingin tambah lagi." Ucapan yang dikatakan Naruto membuat Teuchi semakin tertawa terbahak-bahak dan menepuk bahu Naruto dengan semangat. Lain halnya dengan Sasuke yang malah tersedak jusnya.
"Aku suka dengan anak muda seperti kalian, selalu semangat dan berapi-api hingga gosong. Kali ini kalian tidak usah bayar, tapi sering-seringlah datang kemari oke."
"Ehh, jangan begitu Jii-san. Aku tetap akan membayarnya. Untuk urusan berkunjung kemari, pasti akan sering kulakukan. Oh, aku juga akan mengajak Nii-sanku kemari, Jii-san."
Teuchi tersenyum mendengar ucapan Naruto, Sasuke pun hanya mengangguk mendengar ucapan calon ist-suaminya itu. Toh Sasuke sangat menyukai onigiri disini, kenapa tidak sering-sering kemari? Kan sekalian sambil modus kencan lagi dengan Naruto. Muehehe~
Setelah berbincang sebentar dengan sang pemilik kedai tersebut, mereka berdua meninggalkan kedai bernama Ichiraku itu dengan senyum bahagia.
"Ne, setelah ini kita kembali ke stasiun saja, Teme. Jadwal kereta ke Kota Konoha 1 jam lagi." Sasuke hanya mengangguk mendengar ucapan Naruto. Moodnya sudah kembali, dan baju busuk yang dipakainya tadi sudah berganti menjadi kaos normal bertuliskan Ichiraku.
Ingatkan Sasuke untuk membalas kebaikan hati Teuchi nanti.
.
.
.
_ItaKyuu Side_
Boleh Itachi menangis manja sekarang?
.
.
Kalian pernah merasa khawatir berlebihan, ketakutan berlebihan, paranoid berlebihan dan cenat cenut berlebihan, tetapi berakhir ZONKK?
.
.
.
Itulah yang sedang dirasakan sulung Uchiha itu saat ini. Keriput miliknya serasa tumbuh cabang baru.
Sudah menampung hawa-hawa negatif menjadi satu didalam dada, demi mempersiapkan mental menonton acara pertunjukan Haluu. Ehh, malah acaranya berisikan hal-hal yang membuat Itachi tertawa terbahak-bahak.
Itachi belum gila kok. Memang acaranya saja yang membuat salah paham dan akhirnya Itachi tertawa.
Jadi, acara yang sebelumnya membuat Itachi down ini hanyalah acara anak-anak biasa. Dimana berisikan berbagai macam maskot-maskot. Ada beruang hitam unik bernama Kumamon, si kucing shopping cantik, Yachinyan, terdapat pula samurai berkepala onigiri, Musubimaru; Itachi membeli gantungan kunci berbentuk Musubimaru ini untuk Sasuke, tipikal kakak yang sayang dedek. Lalu masih banyak lagi, termasuk beberapa maskot lucu dari berbagai anime yang familiar di matanya.
Dan acara tersebut hanya berisikan drama musikal dari maskot-maskot tersebut, yang anehnya lagi Kyuubi hafal semua gerakan tarian, nyanyian, dan setiap sesi adegan yang ditampilkan. Bagaimana Itachi tau?
Itachi memperhatikan Kyuubi sedari awal kok, termasuk mendengarkan bagaimana Kyuubi berkali-kali mengucapkan hal yang dianggap tabu di dunia ini; SPOILER. Coba saja jika orang lain yang menemaninya, pasti lidah Kyuubi itu sudah diajak adu panco.
"Fuaaaaah~, benar-benar menyenangkan. Aku tidak menyangka kau menemaniku dengan baik, Keriput." Kyuubi memeluk lengan Itachi kegirangan. Lupakan sikap yang seharusnya tsundere, Kyuubi sedang bahagia.
Itachi hanya tersenyum tipis memperhatikan bagaimana Kyuubi memperlakukan lengannya. Mau lengannya digoyang-goyang, ditarik kesana kemari, ataupun lengannya dilepas untuk dijadikan stik golf juga tidak apa-apa. Itachi juga sedang bahagia.
"Setelah ini, kau ingin kemana Kyuu? Menyusul Naruto lagi?" Dengan berbaik hati, Itachi menawarkan Kyuubi untuk kembali ke rencana awalnya. Tidak apa-apa dia hanya berkencan sebentar dengan Kyuubi, toh besok-besok juga bisa kan? Yaa walaupun Itachi sendiri tidak yakin sih.
"Hah?! Kau benar, keriput! Bagaimana bisa, aku terkecoh dengan mudahnya!" Menyentak lengan Itachi dengan hebohnya, Kyuubi kembali menatap ponselnya untuk mengecek dimana titik koordinat adik pirangnya itu. Tapi-
"Ish! Mereka berada dipinggiran Konoha, aku malas menyusul mereka. Bagaimana jika kita bersenang-senang sendiri? Biar kujitak kandung kemih anak ayam itu begitu sampai dirumah."
'Loh? Kok jadi Kyuubinya yang mengajak berkencan?'
"Tapi kau yang harus mentraktirku, sebagai bayaran karena Kyuubi yang terhormat ini berkenan menemanimu. Paham?" Kyuubi kembali mengamit lengan Itachi dengan beringas, mengabaikan Itachi yang masih berkedip kebingungan. Bukan bingung karena harus mengeluarkan uang untuk pujaan hati sih, itu mah enteng baginya. Yang membuatnya bingung adalah, Kyuubi yang itu tuh, yang judesnya keterlaluan, yang omongannya pedas dan nyelekit seperti di-pisui mantan mengajaknya berkencan dengan lempengnya? Nih bocah masih bernama Kyuubi kan?
"Hmm, mari kita lihat kemana tujuan selanjutnya." Mengabaikan Kyuubi yang kembali berkutat dengan ponselnya dan bergumam sendiri, Itachi mulai melajukan mobilnya dengan perlahan sambil sesekali terkekeh kecil saat melirik Kyuubi. Pemuda oranye itu sungguh membuat dadanya seperti terinvasi milyaran kupu-kupu lagi clubbing.
"Keriput, kita pergi ketempat ini saja!" Mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya agar terlihat keren, Itachi langsung menaikkan kecepatan mobilnya begitu Kyuubi menyodorkan ponsel merah darah itu ke wajah tampan berkeriputnya. Hari ini benar-benar membahagiakan untuknya, semoga berlanjut untuk selamanya.
Kabuto mengetukkan jarinya tidak sabaran pada meja kerja miliknya. Dirinya masih tidak terima atas perlakuan anak pungut tuannya itu. Dilain sisi dia harus memikirkan rencana untuk menghabisi Sakura yang dipastikannya akan membocorkan semua seluk beluk organisasinya. Dirinya juga harus mematuhi tuannya untuk menculik anak-anak Namikaze itu, abaikan saja Uchiha bersaudara itu. Dirinya tidak membutuhkan generasi lemah itu. Tapi dilain pihak, dia ingin sekali mengacaukan rencana anak pungut sialan itu untuk menculik kedua Namikaze bersaudara itu. Dia ingin menghancurkan permainan perempuan tengik itu dengan caranya sendiri. Biar saja, agar Orochimaru mengerti, bahwa hanya dirinyalah yang benar-benar berguna untuk tuannya itu.
Tersenyum dengan liciknya , Kabuto lekas mengambil ponsel miliknya dan menekan nomor kontak yang sudah dihafalnya.
"Sepertinya aku memerlukan bantuanmu kembali.."
.
.
.
.
.
TEBECE BUKAN ABECE
Yoo minna-san~, Genki desuka?
Maafkan atas sangat super duper ultra luar biasa sekali keterlaluannya terlambat –mengabaikan- mengupdate chapter terbaru ini. Sebagai permohonan maaf, Hime sudah menggabungkan 2 chapter ini menjadi satu. Fic ini akan slow update dikarenakan banyak beberapa jutaan hal yang terjadi. Ekekekek~
Bagaimana? Apakah Hime berhasil kembali menghibur kalian pada chapter ini? Oke tidak, Hime tau bahwa guyonannya receh. Ekekekek.
Daaaaaan, jangann menanyakan kapan Hime update kembali, yang pasti Hime butuh like dan comment kalian sebagai moodbooster saya. Semakin banyak yg like dan comment, semakin cepat Hime update chapter selanjutnya.
Mengancam? Janji-janji saja?
Bukan, Hime menawarkan kesepakatan kok.
But, thanks for reading, thanks for waiting. God bless Us ;*
Best Regard,
Hikari no Onihime
