Jaejoong sedang bersenandung sambil melihat hasil makanan nya yang sudah tertata rapih di meja makan,sudah lama sekali dia tak makan dengan putra semata wayang nya itu,hari ini suaminya tidak dirumah dia masih harus ke luar negeri hingga minggu depan,sehingga dia hanya memasak makanan kesukaan putranya saja. Setelah selesai,dia segera berlari menaiki tangga dan mengetuk pintu besar yang bertuliskan '...' Jaejoong tersenyum membaca tulisan itu,dia mengetuk pintu besar itu sambil memanggil putranya

"Mingyu-ah"

Cklek

Tak lama munculah seorang remaja lengkap dengan seragam sekolahnya,Jaejoong tersenyum melihat putranya,hari ini adalah hari pertama putranya masuk ke sekolah menengah atas. Jaejoong memperhatikan paras Mingyu,kini tinggi Mingyu sudah melampaui nya,wajah anaknya mirip dengan Yunho,ditambah gigi taringnya yang sangat lucu menambah kadar ketampanan nya. Dia masih tak percaya jika putra gembul nya itu sekarang sudah besar,dia makin tampan dan berkarisma.

"ehem..."

Lamunan Jaejoong buyar karena deheman Mingyu,dia tersenyum dan berniat merapihkan rambut putranya,tapi sebelum itu terjadi Mingyu malah mundur selangkah,membuat Jaejoong membatalkan niatnya

"ada apa?" tanya Mingyu to the point

"kajja,kita sarapan,umma sudah masak makanan kesukaanmu" Jaejoong masih tersenyum cerah

"aku harus upacara,ini hari pertama"

"tapi..Gyu-ah sebentar saja,atau kau ingin umma buatkan bekal,nde?"tanya Jaejoong penuh harap

Tapi Mingyu melengos pergi meninggalkan Jaejoong,wanita itu mengejar anaknya tapi tangannya ditepis oleh Mingyu,Jaejoong hanya bisa melihat kepergian Mingyu dengan nanar,tubuhnya langsung lemas saat mendapatkan perlakuan seperti itu lagi,selalu saja begini,Mingyu nya berubah dia tidak seperti dulu lagi. Dia menjadi dingin,kasar,tertutup dan juga menyebalkan padahal dulu Mingyu itu penurut dan juga sangat perhatian kepadanya,dia merasa kehilangan putranya,dia merindukan Mingyu yang dulu.

"maafkan umma sayang hiks hiks"

Hanya kata maaf yang bisa Jaejoong ucapkan untuk sekarang.

==0604==

Mingyu upacara dengan khidmat sebenarnya dia bukan siswa penurut juga sih,namun karena ini hari pertama setidaknya dia harus melihat kondisi dulu. Saat amanah pembina upacara,dia menengok ke kiri dan ke kanan dan matanya penasaran dengan wanita yang berada di sebrang tempat barisnya itu,wanita itu sangat datar,wajahnya menyeramkan,mata sipitnya membuat dia seperti seorang pembully,tapi entah Mingyu tertarik dengan nya,karena dia unik dan satu lagi dia cantik.

Selesai upacara semua murid dibubarkan,dan untuk murid baru mereka harus melihat nama mereka di papan untuk mengetahui di kelas manakah mereka,Mingyu dan juga sahabatnya yaitu Hoshi,Dokyeom dan juga Vernon ikut mengantri untuk melihat kelas mereka. Mereka berdoa agar dapat satu kelas lagi,dan akhirnya doa mereka terkabul. Dengan riang mereka ber 4 melangkah ke kelas X-B,semua nya adalah wajah baru mereka sama sekali tak mengenal nya. Mereka sudah pasti duduk bersama dan berdekatan,Mingyu berjalan malas karena tidak ada yang menarik namun matanya melihat gadis tadi duduk di pojok barisan belakang,wajah datarnya itu diganti oleh sebuah senyuman,ah sial dia bertambah cantik jika senyum.

"hei,kau kenapa Gyu-ah"

Lamunan Mingyu buyar karena Hoshi yang menepuk punggungnya,dia sebal dengan sahabatnya itu tidak tau apa dia sedang menikmati pemandangan indah.

"kau duduk dengan siapa Gyu-ah?"

"terserah"

Hari pertama ini diisi dengan perkenalan saja,dan Mingyu sangat menanti saat giliran nya gadis itu

"anyeong...namaku Jeon Wonwoo,senang berkenalan dengan kalian"

'ok,wonwoo nama yang indah'pikir Mingyu

Vernon yang duduk sama Mingyu merinding karena sahabat nya itu senyum-senyum sendiri,dia menyenggol Hoshi dan juga Dokyeom

"kau menyukainya"

"unik juga seleramu"

Ah...sial

"apa sangat terlihat?"

Ketiga temannya tertawa dan memukul badan Mingyu,sungguh sahabatnya satu ini sama sekali tidak pandai berakting dan juga berbohong.

==0604==

Jaejoong menatap dirinya di cermin,wajah nya masih terlihat seperti seorang remaja,tak heran jika fans nya sangat banyak sekali. Tentu kalian tahu jika menjadi artis di korea bukanlah hal mudah,dan ini adalah mimpinya dari kecil. Kau juga tahu jika banyak fans yang membenci idola nya jika ketahuan menjalin cinta,mereka ingin idolanya single dan hanya milik fans nya saja. Jaejoong memang menutupi rahasia besar jika dia sudah menikah bahkan sudah memiliki anak, selain karena fans nya yang bakal marah dan mengancam karirnya,satu alasan besar lainnya adalah orang tua Jaejoong dan Yunho adalah rival dan sama sekali tak merestui keduanya.

"Jaejoong-ssi kita akan take sebentar lagi"

"ah,nde"

Setelah berkali kali mengulang adegan untuk mengambil yang bagus,akhirnya dia bisa beristirahat juga,dia segera mencari handphone nya itu dan membaca pesan manis dari suaminya,dia merasa bersyukur bisa menikah dengan Yunho walaupun tak direstui dan diam-diam tapi mereka sangat bahagia ditambah hadirnya Mingyu membuat dia menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.

'jangan lupa makan siang,nanti hangatkan lagi makanan nya,ah..satu lagi umma sudah membeli persedian susu coklat untukmu,istirahatlah jangan lupa minum vitamin'

Jaejoong tersenyum dan mengirim pesan itu ke putranya walaupun tak pernah dibalas,setidaknya anak itu akan membacanya.

==0604==

Mingyu yang sedang bersantai di taman belakang rumahnya mengambil ponselnya dan melihat ada satu pesan dari ibunya,selalu saja wanita itu mengirim nya pesan mengingatkan untuk ini itu,Mingyu menghela nafas panjang,dia tidak butuh pesan ini itu,dia hanya ingin umma nya. Umma nya yang mengakui nya di depan semua orang,umma nya yang bangga memiliki putra seperti dirinya,namun Mingyu harus menerima kenyataan itu semua hanyalah mimpi nya disiang bolong,Mingyu malas untuk mengingat hari itu,hari dimana hati nya tersakiti oleh orang yang dia paling sayang

"umma"

Mingyu memanggil Jaejoong saat melihat ibunya itu sedang berjalan menuju press confress untuk drama terbarunya,Mingyu masih tersenyum senang,dia kabur dari supirnya dan menyusul ibunya setelah sepulang sekolah.

Berbeda dengan Mingyu,wanita itu panik karena takut ada media yang memergokinya,bisa hancur drama nya dan juga karirnya saat ini juga

"apa yang kau lakukan disini?"tanya Jaejoong panik sambil menarik Mingyu ke parkiran yang sepi

"aku rindu umma"

Mingyu memeluk umma nya namun Jaejoong mendorongnya karena melihat ada wartawan yang memergokinya

"ah ternyata kau disini noona"seorang remaja sepantaran dengan Mingyu menghampiri Jaejoong

"hei,Jinwoo kau darimana saja"

Jinwoo langsung berlari dan Jaejoong membuka tangannya untuk memeluk anak itu,mereka berpelukan sangat erat,Jaejoong juga mengacak rambut nya Jinwoo

"umma bogoshipo" percayalah itu bukan Mingyu namun itu suara Jinwoo,dia merubah panggilan untuk Jaejoong

"nado,kau ini semakin sibuk saja hehe"

Mereka berdua melupakan Mingyu yang daritadi berdiri mematung memandang momen yang menyakitkan itu,dia yang tak bertemu berbulan-bulan hanya meminta pelukan saja,di tolak oleh Jaejoong,namun anak tadi yang bahkan tak ada ikatan bahkan diberikan pelukan erat oleh umma nya,salahkah Mingyu iri ?

Tak lama banyak wartawan yang memergoki mereka,Mingyu yang sadar itu segera memakai masker dan menggunakan topi nya untuk menutupi identitasnya

"itu siapa Jaejoong-ssi?"

"tadi aku mendengar dia memanggil kau 'umma' "

Tanya beberapa wartawan

"ah...mungkin kau mendengar panggilan Jinwoo untukku,untuk anak itu aku tidak mengenalnya,aku bertemu dengannya kali ini saja,dia sepertinya fans ku"

"aku juga baru melihatnya,haha aku memang sering memanggil noona dengan sebutan umma karena dia sangat menjagaku dan merawatku dengan baik saat syuting ini "tambah Jinwoo

'jika itu hanya fans mengapa kau menariknya kesini?' tanya salah seorang wartawan

"dia ingin memberikan ku kado,karena aku takut ketauan manager ku sehingga aku mengajaknya kesini"jawab Jaejoong mengarang

Jaejoong mendapat pujian dari wartawan karena dia sangat menghargai fans nya berbeda dengan Mingyu yang tersenyum miris mendengar pengakuan ibu nya,dia sudah besar dan sangat jelas mendengar penuturan ibunya,yang sama sekali tak mengakuinya. Itulah hari yang sangat Mingyu benci terlebih semua itu dihari kelahirannya.

To be Continued

==0604==

ditunggu kritik dan sarannya ^^