Hoshi kembali ke meja nya,dia memberikan selembar kertas ke Mingyu yang sedang mendengarkan musik dengan headset

"apa ini?" tanya Mingyu yang bingung melihat kertas yang diberikan Hoshi

"hutang ku yang kemarin" ucapnya sambil tersenyum

Mingyu menatap Hoshi tajam,dan yang di tatap seakan mengerti maksudnya

"hei,itu asli,lihat saja tulisannya" Mingyu melihat tulisan itu dan dia tahu itu bukan tulisan sahabatnya

"kau tak bilang makasih?" ucap Hoshi menggoda Mingyu,karena dari tadi sahabatnya itu lebih banyak diam

"Sama-sama Hyung" ucap Mingyu sambil tersenyum terpaksa

Untuk hasil tes kemarin Mingyu lolos,tentu saja itu tidak sulit untuknya karena dia saat SMP sudah menggeluti olahraga itu hingga menjadi kapten dari tim nya. Dia agak kesal dengan kedekatan ketua tim eskul nya itu dengan Wonwoo tapi kan mereka baru pacaran?dan bisa saja putus jadi Mingyu masih memperjuangkan cintanya itu.

"kau tidak ikut dengan Vernon dan Dokyeom ke kantin?" tanya Hoshi membuka percakapan

"tidak,aku sedang malas hyung"

"apa kau sedang ada masalah,daritadi diam saja "

"hmm hanya sedikit masalah dirumah"

Hoshi mengangguk mengerti,walaupun dia sudah bersahabat 3 tahun lamanya dengan Mingyu namun dia sama sekali tidak tahu rumah Mingyu dimana,latar belakangnya apa,pokoknya yang berhubungan dengan keluarga,Mingyu agak tertutup,dan Hoshi tidak ingin memaksa nya untuk cerita karena itu adalah masalah keluarga.

"ku kira karena rubah itu" ucap Hoshi menggoda Mingyu,dan Mingyu hanya menggeleng sambil tersenyum. Tak lama Hoshi menarik tangan Mingyu untuk berdiri dan menuju tempat yang tadi dia singgahi

"hmm jihoon-ah ini sahabatku yang ingin ku kenalkan" ucap Hoshi tenang,sedangkan Mingyu menatap tak percaya ke arah Hoshi,masalahnya bukan hanya ada Jihoon saja tapi juga ada Wonwoo yang notabene nya teman sebangku Jihoon

"oh hai aku Jihoon,dan ini temanku Wonwoo" ucap Jihoon

"mmm a.k.u Mingyu" ucapnya terbata bata,dan Wonwoo hanya tersenyum saja ke arah Mingyu,setelah itu suasana menjadi sepi

"apa itu lanjutan episode yang kemarin?" tanya Hoshi yang beralir membicarakan drama yang sedang Jihoon dan Wonwoo putar

"nde,apa kau sudah menontonnya Hoshi-ya,bagaimana?" ucap Wonwoo senang,ekspresi nya langsung berubah tidak sedatar tadi lagi,Mingyu pun ikut bahagia melihat wajah berseri seri Wonwoo

"ah...aku sampai begadang marathon,karena terlalu seru,oh ya kau tahu aku beberapa waktu lalu foto dengan Jaejoong noona loh" ucap Hoshi pamer kearah 2 yeoja itu

"no pic hoax" ucap Jihoon meremehkan,tak lama Hoshi mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto itu

"WOAH daebakkk" ucap mereka berdua

"bagaimana bisa?aku saja tak pernah" ucap Jihoon tak percaya

"ini semua karena Mingyu,dia kenal dengan Jaejoong noona" ucap Hoshi berbohong,dan Mingyu yang dari tadi diam langsung memberikan death glare ke arah Hoshi

"apa aku bisa berfoto dengannya?" tanya Wonwoo pada Mingyu dan yang ditanyai hanya diam karena bingung mau jawab apa

"hanya foto saja sangat mudah bukan,iya kan Gyu?bahkan kau bisa meminta cap bibirnya" ucap Hoshi mantap,dan yang menjadi sasaran sudah menahan amarahnya

"Woah kebenaran sekali aku membeli 2 tiket fanmeeting nya sebenarnya itu punya Jihoon tapi karena aku ingin sesuatu jadi mau kan kau menemaniku untuk mewujudkan itu semua?" tanya Wonwoo dengan mata yang berbinar binar senang

Dan karena tak tega sekaligus kesempatan juga untuknya akhirnya Mingyu mengangguk mengiyakan,dan setelah itu kedua yeoja itu memekik keras. Hoshi tersenyum puas karena berhasil mengerjai temannya itu.

'mati kau setelah ini kwon hoshi' walaupun tak berbicara tapi mata Mingyu mengisyaratkan kalimat itu.

.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Esok nya Mingyu menjemput Wonwoo di halte lalu mereka berangkat bersama,sesekali mereka bercerita ini itu untuk mengurangi rasa canggung dan supaya lebih dekat,ia kira Wonwoo adalah yeoja dingin dan kaku tapi ternyata dia begitu hangat dan ceria. Hanya tampangnya saja menipu haha.

"woah banyak sekali yang datang" ucap Wonwoo kagum

"apa ini kunjungan pertama mu?" tanya Mingyu penasaran

Wonwoo menggeleng sebagai jawaban

"hmm ini sudah lebih dari sepuluh sepertinya" dan jawaban Wonwoo sukses membuat Mingyu kaget karena Wonwoo begitu ngefans nya dengan Jaejoong

"oh ya ini foto-foto yang kau mintai ttd"

Wonwoo mengeluarkan foto yang berukuran F4 yang jumlahnya lebih dari satu dan itu diberikan ke Mingyu

"dan ini"

Mingyu agak bingung dengan Wonwoo yang memberikan dia lipstick,dia saja tidak pernah menggunakannya.

"untuk apa itu?" tanya nya penasaran

"kau bukan meminta ttd saja tapi sekalian kiss mark kau kan dekat dengan noona" ucap Wonwoo senang,sedangkan Mingyu langsung tersenyum kikuk bingung mau berkata apa sepertinya dia ingin kabur saja dari sini dan menghajar Kwon Hoshi

"hmm tapi kenapa sebanyak ini juga?" Mingyu menunjukkan foto yang jumlahnya sekitar 5-6 lembar

"aku akan menjualnya hehe"

Untung naksir kalo gak mah rasanya ingin sekali Mingyu nendang Wonwoo ke planet lain,minta satu aja malu eh malah disuruh minta banyak.

"oh ya nanti saat giliranmu juga jangan lupa bilang ke noona jika aku ingin berfoto dengannya,aku iri dengan teman hamster mu itu"

Mingyu hanya tersenyum sebagai jawaban,satu saja belum kelar ditambah satu lagi

"gomawo mingyu-ya" ucap Wonwoo tersenyum

Ah...melihat wajah bahagia itu,semua kekesalan Mingyu hilang,dia harus nyari tak tik biar dapet itu semua

Mereka berdua menukarkan tiket lalu mendapat nomor antri acak,dan Mingyu mendapat jauh di belakang Wonwoo. Saat giliran Wonwoo,Mingyu lihat kalo yeoja itu Cuma minta 1 ttd aja,padahal dia udh serimg dateng sedangkan dia yang pertama kali dateng disuruh borongan manalagi ditambah cap bibir,Mingyu hanya bisa menghela nafas memikirkan nasibnya,manalagi manajernya badannya besar-besar semua. Hanya tinggal 3 orang lagi dan itu giliran dia,daritadi dia gak fokus cuma mikir cara biar dapet itu gimana,wajahnya udah ditutupin masker tak lupa juga topi dan kaca mata. Tak terasa ini gilirannya dia duduk dibangku depan Jaejoong,lalu raut wajah Jaejoong agak bingung karena fansnya ditutupi semua jadi tak kelihatan wajahnya.

Jaejoong POV

Aku memandang heran ke arah fans ku ini,dia sangat rapat sekali pakaiannya,dan aku seperti tak asing dengan semua pakaian itu,saat dia duduk aku mencium parfum yang sudah tak asing lagi,lalu dia ingin memastikan dengan mendengar suaranya

"apa kau sakit?" tanyaku untuk memastikan dugaanku tapi dia malah hanya menggeleng dan memberikan ku beberapa foto ku,ah...melihat tangan itu berarti dugaanku benar.

"apa kau tidak mau bertanya sesuatu dulu begitu?" tawarku karena aneh saja dia mau datang,aku masih berakting tak mengenalinya

"siapa namamu dan darimana ?" tanyaku lagi seolah benar-benar tidak tahu kalo itu dia hehe,tapi dia masih diam padahal aku ingin mendengar suara nya,aku pun hanya menandatangani dengan santai,padahal dia bisa meminta saat dirumah

"ini sudah selesai" ucapku tapi dia tak mengambilnya dan hanya diam,lalu malah menaruh lipstick di mejaku,yah aku sebenarnya tahu itu untuk apa tapi tak apa menggodanya

"ini apa?untuk ku?"aku masih terus berusaha menariknya untuk berbicara denganku dan tentu saja berpura-pura tak tahu jika itu dirinya

"kiss mark" ucapnya pelan,benar saja kan dugaanku haha,tapi aku masih ingin menggodanya

"APA?"

"kiss mark" ucap dia sekali lagi,tapi aku masih ingin menggodanya lagi hehe

"aku tidak paham" ucapku pura-pura tak mengerti

"kiss mark noona,berikan itu disini" ucapnya akhirnya suara itu keluar juga,aku tak bisa berpura-pura lagi,dia pasti tahu setelah ini aku mengenalinya

"kau tidak boleh meminta itu bukankah sudah ada diperaturan jika..." ucap managerku

Tanpa banyak bicara aku langsung merebut itu dan memakai nya dibibirku

"tinggalkan saja,aku tak apa" ucapku mutlak

"buat siapa?tumben sekali" tanyaku penasaran padahal sih sudah tahu jawabannya

"untuk temanku" ucapnya dan aku mengangguk

"dia juga minta foto denganmu" ucap nya lagi dan aku pun sudah tau ini akan terjadi tapi tak apa jika Mingyu yang minta itu lebih berarti untuk ku

"yang mana orangnya?" tanyaku pura-pura tak tahu

"yang tadi urutan 40,Wonwoo namanya"

BAM...benar saja,ah...kenapa seleranya mirip denganku sih aku mencintai musang dia menyukai rubah hehe

"tunjukkan orangnya"

Aku berlaga tak mengenal anak itu,sebenarnya saat anak itu maju tadi dia bercerita jika temannya yang bernama Jung Mingyu mengenal diri ku hingga bisa membuat ke 3 sahabatnya berfoto denganku dan dia ingin juga,tanpa dia minta pun aku akan memberikan nya apalagi dia berarti untuk Mingyu ku.

Pov end

.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Mingyu pulang malam karena mengantar Wonwoo dulu baru balik kerumahnya seandainya ada mobil mungkin dia bisa lebih cepat tapi karena dia harus naik angkutan umum jadi dia harus sabar menunggu

"pukul 11 pulang,apa tidak cukup hukumanku?"

Baru saja melangkah masuk,suara Appanya sungguh mengganggu telinganya

"bisakah kau ijin dulu jika ingin pergi,jangan seperti hantu yang pergi dan datang sesuka hati" ucap Yunho kesal,sebenarnya khawatir juga

Mingyu menghela nafas panjang,dia malas menjawab dan bertatap muka dengan appa nya. Untuk Ummanya tak pulang ke rumah karena sibuk acara fansign nya. Dia melengos pergi tanpa menjawab sepatah kata pun,tapi Yunho menarik lengannya dan mengahadiahkan sebuah tamparan untuknya.

PLAKK

Mingyu memegang pipinya yang panas akibat ditampar oleh Appanya untuk pertama kali

"aku ini Appa mu,apa susahnya menjawab" bentak Yunho karena kesal

"aku mengantarkan temanku" singkat padat jelas setelah itu dia meninggalkan Yunho

Yunho hanya bisa mengelus dada menghadapi putranya itu,tapi dia agak menyesal sudah menampar nya tadi.

Pagi harinya Yunho kaget melihat putranya itu duduk dimeja makan,Jaejoong belum bangun karena baru balik jam 5 subuh tadi

"ehem" kode Yunho untuk membuat anak itu menyadari keberadaannya,lalu dia duduk seperti biasa dan memakan roti yang sudah tersedia,dan Mingyu hanya diam saja sambil membalik balik amplop ditangannya,dia sama sekali tak menyentuh makanan

"Yun,maaf aku kesiangan,aku buatkan sarapan nde" ucap Jaejoong tergesa-gesa,dan dia langsung diam saat melihat Mingyu ada disitu,dia tersenyum melihat hal itu

"apa kau ingin sesuatu Gyu-ya?" dan pertanyaan Jaejoog hanya dijawab oleh gelengan,melihat susu yang tersedia di depan Mingyu,Jaejoong langsung bergegas ke dapur dan membawa yang baru,karena anak itu tidak akan meminumnya kecuali rasa coklat saja.

"apa ada sesuatu?'" tanya Jaejoong dan duduk disamping Mingyu,anak itu terus menunduk dan memainkan amplop ditangan nya,tak lama amplop itu digeser ke arah Jaejoong,tentu saja dia langsung membuka dan melihat isi dari amplop itu dan wajah Jaejoong langsung berubah sedih

"nanti Umma akan bilang ahjumma untuk datang ke sekolah mu,nde?" ucap Jaejoong pelan dan hati-hati setelah itu Mingyu bangkit dan pergi sambil berkata

"tak usah datang saja sekalian"

Raut wajah Jaejoong langsung berubah sedih,Yunho yang paham pun ikut merasa bersalah,setelah kepergian maid kepercayaan nya sekaligus nenek bagi Mingyu,anak itu jadi jarang memberikan undangan orang tua kepada mereka karena dia tahu jawabannya pasti apa,dan karena ini sekolah barunya dia ingin mereka hadir namun tetap sama saja.

Mingyu berjalan ke sekolah dengan perasaan sedih,tentu saja dia ingin sekali seperti temannya,memilki orang tua yang mengakui dirinya,datang rapat orang tua,ikut pengambilan rapot,melihatnya bertanding basket,berjalan jalan bersama tidak seperti ini semua pertemuan yang menyangkut dirinya disekolah selalu di wakilkan oleh maid nya bahkan sakit sampai masuk rumah sakit pun dia hanya sendirian,karena mereka dengan sejuta alasan tidak memungkinkan untuk menemuinya. Dirinya tentu saja muak dan kesal dengan hal itu tapi sebenci apapun Mingyu mencoba tetap saja rasa sayang nya mengalahkan itu semua. Dia sengaja membuat mereka kesal akan dirinya agar mereka tahu jika Mingyu bukanlah Mingyu yang dulu yang penurut sekali akan perintah. Dia juga mengacuhkan orang tua nya agar mereka juga merasakan apa yang dia rasakan namun saat melihat air mata dan nada sedih dari ibunya dia sungguh tidak tega,sekeras apapun dia membalas perlakuan mereka tetap saja dia menyayangi mereka berdua.

Saat melihat mereka sakit adalah hal yang paling dibenci Mingyu,pernah Jaejoong sakit karena kecelakaan waktu syuting,Mingyu yang waktu masih kecil mendengar hal itu langsung merengek dan meminta beremu ibunya,tapi Yunho menahannya,lalu akhirnya dia ikutan jatuh sakit dan maidnya membawanya ke dokter dan dia kabur mencari ruangan Jaejoong dengan susah payah mencari dan akhirnya ketemu dia ingin masuk namun bodyguard yang berbadan besar mendorong tubuh kecilnya.

"hah aku kesepian haelmoni" ucap Mingyu sambil memperhatikan jalanan menuju ke sekolahnya

Mingyu hanya mengenal satu nenek di hidupnya,dan neneknya lah yang menemaninya dari kecil,dia sangat menyayangi wanita itu,tapi sayang saat dia masuk SMP neneknya meninggal,dan dia begitu terpukul karena dia akan sangat kesepian dan benar saja kan? Namun sampai sekarang Mingyu tidak tahu jika haelmoninya adalah seseorang yang tidak memiliki hubungan darah dengannya.

Teringat sesuatu Mingyu membuka tasnya dan mengambil selembar foto yang ia temukan di kamar orang tua nya,dia memandangi foto itu ada 4 orang di foto itu,2 orangnya adalah Appa dan Ummanya dan 2 lagi dia tak kenal,disitu seperti ada 2 pasangan. Dan dari foto itu wanita yang ia tak kenal sedang mengandung.

'apa dia orang tua ku?'

Tebakan mIngyu bukan tanpa alasan karena dia pernah menemukan surat dari rumah sakit yang berisi tentang pengangkatan rahim Ummanya,dan sekarang ditambah foto itu,dugaan Mingyu makin kuat saja perihal jika statusnya hanyalah anak pungut dari Yunho dan Jaejoong.

TBC

.

.

==0604==

.

.

Thanks to Kiming,priaanisa88,sebutsajadia,Ryye29,dpramestidewi,Park RinHyun-Uchiha,ohshyn76,kyukulator

.

.

maksih yang udah mau baca ff abal bin gaje ini ^^,oh iya aku baru sadar di awal part aku gak kasih judul summary sama cast wkwk,soalnya aku sekrang keseringan baca Watty dan disana udah ada prolog sebelum baca chapter jadi kebawa kan haha ,karena dari awal gak dikasih jadi semuanya gak dikasih biar adil wkwk

sekian

.

.

ku tunggu kritik dan sarannya ^^