COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Hari ini sebenarnya hanya pengarahan karena mereka murid baru,jadi orang tua diberi tahu tentang peraturan dan juga standar nilai,saat orang tua melakukan kumpul dengan pihak sekolah,murid-murid menunggu diluar.

Mood Mingyu sudah baik lagi,dia daritadi sedang bermain dengan ke 3 sahabatnya,mereka ber 4 sedang fokus ke ponsel masing-masing karena sedang bertanding games yang sedang hits sekarang apalagi kalo bukan Mobile legend,sesekali umpatan mereka keluarkan.

"yak Vernon,kemarin aku melihatmu bertemu dengan anak kelas sebelah,diam-diam lagi dari kita,siapa dia" ucap Dokyeom sambil menyenggol bahu Vernon yang kebetulan disebelahnya

"aniya,dia Cuma teman les ku saja" ucap Vernon singkat

"benarkah?kenapa sampai kau berikan hadiah juga" ucap Hoshi menambahkan

"yak,kenapa aku saja yang tidak tahu,kalian berhutang penjelasan titik" ucap Mingyu menggerutu

"dia baru ulang tahun hyung"

"jawaban klise" ucap Hoshi

"HUWAAAA aku mati,sialan" ucap Dokyeom sambil menatap nanar ponselnya lalu dia menatap teman-temannya dan melanjutkan perkataannya saat melihat wajah Vernon

"hei,Vernon-ah kita kan tidak sedang di tempat yang panas lalu kenapa wajahmu memerah "

"AKHH SIALAN AKU JADI MATI KAN" ucap Vernon karena ucapan hyungnya itu sukses buat dia kaku dan tidak fokus

"sudahlah bilang saja kau menyukainya,seperti aku yang menyukai Jihoon,dan Mingyu yang menyukai si rubah,lalu Dokyeom yang naksir senior kita..." Hoshi belum menyelesaikan perkataannya tapi dia sudah dapet pukulan dari Dokyeom membuat ponsel nya jatuh dan gamesnya berakhir

"Yak bodoh,aku jadi kalah "

"malas hyung aku bercerita denganmu,aku kan bilang baru naksir kau sudah membocorkan saja,dasar ember"

Hoshi menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia lupa akan hal itu

"hehe lagian Cuma kita ber 4 saja kok"

"yak kenapa kau juga meyembunyikannya dariku,aku merasa seperti orang asing" ucap Mingyu sedih

"hmm aku sebenarnya ingin menyimpannya sendiri dulu,tapi sial hyung satu ini memergoki ku akhirnya aku cerita,maafkan aku belum cerita karena aku juga lupa hehe"

Perdebatan mereka berakhir saat nama Mingyu dipanggil oleh temannya yang katanya disuruh menemui guru

"ada apa Ssaem?" ucap Mingyu setelah tiba di meja registrasi

"kau Jung Mingyu?" pertanyaan itu dijawab anggukan oleh Mingyu

"kemana orang tua mu,nak?dari kelas mu hanya orang tua mu saja yang tidak datang,apa kau menyembunyikan undangan nya?"

Mingyu diam memikirkan jawaban apa yang tepat,jika dia bilang bekerja ini kan hari sabtu hampir sebagian besar pekerja libur,ah...dia harus jawab apa

"hmmm...mereka pergi menjenguk nenek ku yang sakit" ucap Mingyu

"kenapa kau tidak ikut hmm?"

Sial gurunya ini banyak tanya sekali

"aku kan sekolah Ssaem,kata mereka karena aku masih murid baru jadi tidak boleh bolos dulu" jawab Mingyu berusaha meyakinkan,dan akhirnya guru itu mengangguk mengerti

"aku harap mereka datang dilain hari"

Mingyu mengangguk lalu pergi,saat dia ingin kembali ke temannya,pintu aula sekolahnya terbuka dan semua orang tua keluar menghampiri anak-anaknya,Mingyu menunggu hingga sepi dulu baru dia menghampiri temannya,matanya melihat seorang ibu yang menghampiri anaknya,yang tak lain adalah calon mertua nya wkwk,dia tersenyum saat melihat rubahnya itu bergelendotan manja dengan Umma nya,hal itu membuat senyum Mingyu mengembang,tapi lagi-lagi ada perusak saja,Seungcheol sang rival menghampiri calon pacar dan juga calon mertuanya itu,bahkan dia seperti sudah dekat sekali

'ah lagi-lagi dia selangkah lebih maju dari ku' gerutu Mingyu dalam hati.

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu berjalan menuju halte untuk pulang ke rumah,teman-temannya pulang cepat karena bersama orang tua mereka,dia berjalan sambil mendengar musik dari Headphone yang ia kenakan sambil memakan permen karet,saat di tikungan dia ditabrak oleh seorang pelajar juga entah siapa hingga membuat orang itu mennjatuhkan dompetnya

"ahgassi dompet mu tertinggal"

Orang itu tidak menoleh sedikit pun,saat Mingyu ingin melanjutkan jalannya ada segerombolan orang yang menghampirinya

"itu dompetku"

Seketika itu juga mereka menghampiri Mingyu

"kau harus ikut kami nak" saat orang itu selesai berkata,dia memasang borgol ditangan Mingyu

"a...ku? bu...kan aku ahjusii ak...u menemukan in"

"kita urus dikantor saja"

Setelah itu dia digiring untuk masuk ke mobil polisi,semua orang melihatnya,dia seperti pencuri sungguhan sekarang

Mingyu di interogasi beberapa pertanyaan,dia sungguh ketakukan dia sudah menjelaskan jika itu bukan dia tapi polisi itu terus membentaknyaa dan menyudutkan dia,tak lama murid yang tadi menabraknya masuk dan tangannya diborgol juga

"jadi jelaskan?"

"aku sedang berjalan,lalu dia menabrakku dan menjatuhkan dompetnya saat aku ingin mengembalikannya dia kabur dan kalian menangkapku" ucap Mingyu

"lalu bagaimana dengan kau?"

"dia...dia itu bos ku,aku hanya disuruh dan karena ketahuan aku jadi ketakuan dan melemparkan dompet itu saja,untuk menyetor hasil kerjaku"

Mata Mingyu terbelalak kaget,heol bahkan dia tidak kenal orang disampingnya ini siapa,akhirnya dia dinyatakan bersalah dan ditahan sedangkan pelaku sebenarnya bebas. Tapi baru 4 jam dia didalam sel,dia sudah diperbolehkan pulang,ternyata pengacara ayahnya yang mengurusnya,Mingyu menekuk wajahnya kesal,hari ini adalah hari tersial baginya.

.

.

.

==0604==

.

.

.

"aku pulang" ucap Mingyu,dia melihat ayahnya sudah berada di ruang tamu,wajahnya tidak tersenyum sama sekali

"apa uang yang ku berikan kurang,sampai kau menjadi bos pencopet?" tanya Yunho,tentu saja Mingyu tersinggung

"aku tidak melakukannya Appa"

"kalau kau tidak melakukannya kau tidak akan ditangkap,bikin malu saja"

Mingyu rasanya ingin menangis sekarang,dia berharap orang tua nya tidak menyudutkannya malah mendukung pernyataan nya tapi sepertinya harapan nya terlalu tinggi

"BUKAN AKU APPA" teriak Mingyu kesal

PLAKK

Mingyu mengatur nafasnya,dia memegang pipinya yang ditampar lagi,sudah sekian kali dirinya ditampar ayahnya

"apa kau tidak bisa mengakui kesalahanmu,aku pasti akan memaafkan mu mingyu-ah,tapi kenapa kau tetap berbohong hah,apa aku mengajarkan kau untuk berbohong?" ucap Yunho kesal,dia masih tidak percaya putranya melakukan itu

Mingyu tentu saja tak terima,dia tidak bersalah,bukan dia pelakunya

"BUKAN AKU APPA BUKAN AKU" Mingyu sudah bingung harus berkata apa lagi agar ayahnya percaya

PLAKK

"kesalahan ku memanjakan mu,sehingga kau seperti sekarang,tak beretika,berandal,dan berlaku semaumu,akan aku ajarkan kau kedisiplinan mulai sekarang,tak peduli ibu mu akan marah,karena kau sudah keterlaluan"

Lalu Yunho masuk kedalam lalu mengambil tongkat kayu

"berikan tanganmu,bukankah itu tangan yang kau gunakan untuk mencuri"

Mingyu masih diam saja

"CEPAT"

Mingyu menjulurkan tangan nya kedepan dan

CTARRR

Perih dan sakit,itulah yang dia rasakan saat tongkat itu menyentuh telapak tangannya

"masuk kamar cepat"

Mingyu pun menurut

"siapa yang menyuruh mu balik ke kamarmu hah?malam ini kau tidur digudang,kau harus merasakan apa yang mereka rasakan saat kehilangan uang nya karena mu"

Mingyu pun mengekori Yunho dari belakang,saat Appanya menyuruhnya masuk dia menurut

"masuk dan renungkan kesalahanmu"

Mingyu tidak pernah masuk ke gudang rumahnnya,dia melihat sekeliling dengan pencahayaan yang sangat minim itu,dia tidak tahu jika lantainya tidak datar ada tangga untuk kebawah,dan dia terjatuh karena salah melangkah

Dia memegangi keningnya yang sakit karena mencium lantai duluan,sepertinya akan memar karena ini lumayan tinggi sekitar 5 anak tangga,dia melepas tas nya dan menjadikan itu sebagai bantal,tubuhnya lelah dengan aktifitas hari ini,menguras tenaga dan mentalnya,air matanya tiba-tiba meluncur

"ah...kenapa cengeng begini"

Tangannya memang sakit dan perih setelah dipukul tapi hatinya lebih sakit saat ayahnya menuduh dia juga seorang pencuri.

.

.

.

==0406==

.

.

.

Jaejoong mengeram kesal,karena dia berhasil di tangkap bodyguard orang tuanya,jadilah dia terkurung di kamar ini lengkap dengan ikatan di tangan nya

CKLEK

"Umma lepaskan ini semua"

"tidak sebelum kau menyetujui usulanku"

"Umma kau kan tahu kalau aku itu ..."

"masih tinggal dengan si pembunuh itu,tinggalkan dia dan menikahlah dengan Siwon"

Orang tuanya tidak tahu jika dia masih berstatus istri sah dari Yunho,mereka mengira mereka berdua sudah bercerai belasan tahun lalu

"dia bukan pembunuh Umma,kenapa kau masih tidak bisa mengikhlaskan kepergian Eonni,dia tidak akan tenang Umma"

"seorang ibu tidak akan pernah ikhlas saat nyawa anaknya dirampas begitu saja "

Jika membicarakan tentang kematian kakak nya akan membuat ibunya seperti psikopat,dia tidak mungkin menuruti itu semua hei dia sudah berkeluarga,dia juga tidak mau ditahan seperti ini,bagaimana pekerjaan nya dan yang lebih utama adalah dia rindu rumahnya dan juga 2 namja kesayangannya

"nde,aku menerimanya,tapi lepaskan ini semua dan ijinkan aku kembali ke apartemen,aku harus bekerja"

Wanita paruh baya itu langsung tersenyum

"nanti Umma akan atur jadwal kencan kalian"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Hari minggu ini diawali Mingyu dengan penampakan gudang yang sangat kotor

"sshhh" ringisnya

Dia melihat tangannya yang membengkak,kemarin saat dipukul hanya terasa perih setelah itu hilang,tapi sekarang baru terasa sakitnya,dia menengok ke pintu gudang yang masih terkunci,dia melihat jam tangannya sudah pukul 9,pantas saja dia kelaparan,kemarin dia hanya makan sekali saat disekolah. Mau tidur lagi tidak bisa,mau mainan ponsel nya mati,dia duduk dan menatap gudang sekitar,banyak kardus yang dia tidak tahu isinya apa,lalu dia mendapatkan ide

'mungkin aku dapat menemukan petunjuk lagi,tentang diriku'

Dia sudah mencari dibanyak kardus,dan itu semua hanya berisi berkas entah dia tidak peduli itu apa,dan juga ada mainan nya waktu kecil,akhirnya dia menemukan tumpukan foto dan juga beberapa buku,disitu sama sekali tidak ada foto dirinya saat kecil dulu,Mingyu memperhatikan satu-persatu foto yang dia temukan

"apa ini keluarga nya Umma dan ini keluarga Appa,tapi kenapa aku sama sekali tidak mengenal mereka semua,bahkan di foto ini tidak ada Haelmoni"

Mingyu memperhatikan 2 buah foto keluarga yang begitu asing untuknya. Lalu sisanya hanya foto mereka berdua dan juga sahabat mereka,Mingyu membuka buku yang seperti buku diary,dia malas membaca karena banyak,sepertinya punya ibunya,dia kaget melihat foto di tengah buku itu,foto ibunya sedang berbadan dua dan ayahnya,tak ada yang menarik tapi tulisan di buku diary itu membuat dia sedih

'kami sangat menyayangimu Jongin'

Bahkan bukan namanya yang tertulis,padahal Mingyu berharap itu adalah dirinya saat dikandungan ibunya,jadi rahim ibunya diangkat saat dia sudah lahir,namun ini apa ibunya menyebut nama 'Jongin' dia tidak tahu itu siapa karena dari kecil dia hanya sendiri dan tidak memiliki hyung ataupun dongsaeng

CKLEKKK

Saat mendengar itu Mingyu buru-buru merapihkan nya lagi,takut ayahnya murka kembali

"tuan muda,anda boleh keluar"

Mingyu menarik nafas lega,dia kira itu ayahnya,dia pun langsung keluar

"Gomawo ahjumma"

"hmm maaf tuan muda,keningmu memar,apa perlu ku obati"

"ah...tidak usah,nanti aku sendiri saja"

Setelah itu Mingyu berjalan masuk ke kamar,dia masih kepikiran foto tadi

'kenapa terlalu banyak teka-teki sih'

.

.

.

==0604==

.

.

.

Siang hari Jaejoong baru tiba di rumahnya,dia sudah rindu dengan 2 namja kesayangan itu,dia melihat Yunho sedang bersantai sambil membaca koran

"apa kau tidak merindukan ku?" Jaejoong memeluk suaminya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di punggung suaminya

"kau kenapa?" tanya Yunho karena istrinya menangis

"aku hanya lelah saja dengan ini semua" ucapnya lemah dan seperti putus asa

"apa yang terjadi?"

"Umma menjodohkanku lagi,aku harus bagaimana "

Yunho mengusap air mata Jaejoong,dia masih belum bisa blak-blakan akan hubungan mereka sebenarnya kepada orang tua mereka karena terlalu rumit,dan takut nya bukan direstui malah mereka dipisahkan lebih jauh lagi.

BRUKK

Kegiatan mereka berdua berakhir saat mendengar suara jatuh dari belakang

Mingyu menggerutu kesal,lagi-lagi sial,dia yang terburu buru ingin makan tidak melihat ada ember pel didepannya dia menabarak itu dan terpeleset karena licin,jadilah dia tersungkur lagi dilantai,baju nya jadi basah karena terkena air pel

"tuan muda tak apa"

Maid nya langsung berlari membantu Mingyu

"maaf,aku menaruh sembarangan"

"ah...aku yang salah ahjumma,kerjaan mu jadi berantakan karena aku mian" ucap Mingyu meminta maaf

"kau tak apa Mingyu-ah?" Jaejoong langsung membantu Mingyu berdiri karena lantai nya masih licin

"Akhhh"

Karena Jaejong menarik tangan Mingyu yang sedang bengkak

"kau kenapa?yang mana yang sakit?" tanya Jaejoong panik,Mingyu merutuk mulutnya yang reflek merintih kesakitan

Mata Jaejoong terbelalak kaget saat melihat lebam di kening Mingyu yang tertutup poni anak itu

"kening mu kenapa Gyu?"

"tidak apa Umma,aku ingin berganti pakaian dulu"

Jaejoong menoleh kebelakang saat Mingyu pergi,menatap suaminya tajam

"jadi kau bisa jelaskan kenapa putraku menjadi luka seperti itu?"

"aku tidak tahu Boo,kali saja dia terbentur di sekolah"

"kau tidak akan gugup jika kau tidak tahu"

Yunho menarik nafas panjang

"ayolah aku tidak mungkin membenturkan kepala Mingyu ke tembok dengan sengaja"

Jaejoong langsung melengos pergi sambil berkata

"aku ingin menyiapkan makanan dulu,kuterima jawabanmu itu"

.

.

.

TBC

==0604==

hai hai ku kembali dengan ff gaje ini wkwk,huhu aku galau hari ini,rasanya di kalender kaga ada tanggal 23 wkwk,derita fans modal kuota hanya bisa liat mereka dari layar laptop saja wkwk./abaikan curhat gaje ini

Maaf kalo ada typo dan kata-kata gak baku,ku tunggu kritik dan sarannya ^^