COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Siangnya Mingyu berangkat ke sekolah untuk berlatih basket, sebenarnya tangannya sakit tapi dia malas ada dirumah bersama kedua orang tuanya, saat orang tuanya sibuk, dia diam-diam pergi. Malas saja jika ibunya bertanya ini itu, dan dia masih tidak mood bertemu ayahnya. Butuh waktu 45 menit untuk sampai ke sekolahnya, dia langsung berganti pakaian dan bersiap bergabung dengan temannya.

Setelah pemanasan dan latihan sebentar selanjutnya adalah tanding 3 on 3, untuk melihat apakah yang diajarkan tadi sudah mereka mengerti atau belum. Mingyu memegang lengannya yang agak nyeri untuk mendribble bola, tapi dia tidak mau menyerah. Walaupun pertandingan ini hanya latihan namun dari pertandingan ini juga akan dinilai siapa saja yang pantas sebagai pemain yang akan ikut turnamen bulan depan.

Pertandingan ini tidak semudah yang dibayangkan, karena semua berambisi untuk menjadi yang terbaik, bahkan mereka tak segan untuk mendorong dan menjatuhkan lawan. Mingyu mengatur nafasnya, cukup lelah bertanding dengan tangan yang sakit seperti sekarang, apalagi lawannya badannya besar, sehingga dia harus bersenggolan dan tentu saja Mingyu lah yang tersungkur namun dia tetap bangun lagi dan lagi, sehingga tim nya memimpin.

PRITTT PRITTT

Permainan usai dengan tim Mingyu yang menang, dia langsung ke pinggir lapangan merebahkan dirinya, saat dia memejamkan matanya dia merasa pipinya dingin

"yak, aku sedang malas bercanda Yugyeom"

Tapi orang itu tetap tidak menyingkirkan benda dingin dari pipi Mingyu, karena kesal akhirnya dia bangun dan ingin memarahi orang disampingnya namun semua itu buyar saat melihat orang itu tertawa

"kau lucu jika sedang kesal"

Ah...pipi Mingyu jadi merah sepertinya, tawa orang disampingnya membuat hatinya jadi tak karuan begini

"ah...mian ku kira temanku"

"tak apa, tapi kau sangat lucu tadi, ini minuman untukmu"

Mingyu memandang tak percaya, mimpi apa dia semalam dikasih minuman oleh Wonwoo begini

"untukku?" tanya Mingyu ragu

Wonwoo mengangguk

"sebagai terima kasih untuk fansign kemarin, dan aku juga berniat mentraktir mu makan"

"ah tak usah"

"pokoknya kau tidak boleh menolak, kau tahu aku menjual kiss mark itu sangat mahal dan ternyata laku haha, itu semua karenamu makanya kau harus mau"

"hmm baiklah"

Mingyu menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena salah tingkah begini jadinya, lalu percakapan mereka berdua harus berakhir karena yah...kalian sudah tahu kan siapa

"Wonwoo-ya"

Wonwoo menoleh saat Seungcheol memanggilnya

"nanti aku kabari kapan, bye Mingyu"

Senyum Mingyu menghilang seiring Wonwoo yang makin mendekat ke Seungcheol, ah...lagi senang-senang nya ada saja pengganggu, tadi tangannya tak nyeri kenapa sekarang nyerinya datang ,dia menghampiri sahabatnya dan menunggu hingga ini selesai, pukul 7 malam mereka baru selesai, dan pengumuman nama-nama yang akan masuk tim akan di beri tahu 3 hari lagi, Mingyu dan ke 3 temannya berjalan keluar bersama, mereka ber 3 membawa mobil pribadi, Mingyu sudah ditawari tebengan namun dia menolak karena rumah temannya tidak ada yang searah. Mobilnya belum dikembalikan oleh Appanya, tapi dia sudah terbiasa dengan naik angkutan umum, dan biasanya dia menggunakan alasan bis nya lama datangnya sebagai tameng agar tidak ketahuan jika dia habis ke game center dengan temannya dan pulang larut malam.

.

.

.

==0604==

.

.

.

Jaejoong menarik nafas panjang saat melihat tanggal di ponselnya, rasanya dia ingin minggu ini segera berakhir karena dia malas bertemu dengan orang yang Umma nya kenalkan pada akhir pekan nanti, dia berangkat pagi-pagi buta karena keperluan pekerjaan, dia jadi tidak berpamitan dengan Mingyu. Padahal dia rindu putranya itu, karena anak itu kemarin saat makan siang sudah menghilang entah kemana.

"Jae-ssi"

Jaejoong yang sedang fokus di make up, memandang orang yang memanggilnya

"nde"

"apa bisa kita lakukan seperti yang aku katakan kemarin?"

Jaejoong mengerutkan keningnya tak mengerti

"tentang kencan demi drama ini"

"boleh, kapan kita memulainya?"

"sekarang saja otte?"

Jaejoong mengangguk dan segera meninggalkan tempatnya. Hari ini take nya masih lama, karena adegan dimainkan pemain yang anak kecil dulu baru mereka yang memainkan peran dewasa dari mereka.

.

.

==0604==

.

.

Mingyu bingung harus bersyukur atau tidak atas kejadian kemarin, dia sedih karena di tuduh pencopet oleh ayahnya, tapi dia senang uang jajan nya naek 2 kali lipat. Melihat isi dompetnya yang tebal membuat Mingyu tidak tahan untuk menggunakannya sekarang juga, dia mengajak teman-temannya ke toko game dan mentraktirnya kaset games, lalu dia mengajak temannya makan

"woah tumben sekali kau mentraktir kita kesini gyu"

"aku hanya ingin bersedekah saja"

Teman-temannya langsung menatap nya malas

"hehe aku mendapat hadiah jackpot hyung,makanlah sesuka kalian, sebelum aku merubah niatku ini"

Mereka ber 3 tentu saja bersorak senang, kapan lagi makan gratis kan?

Setelah makan mereka berjalan-jalan lalu mata Miingyu melihat ke toko penjual aksesoris wanita

"hmm...apa kalian tahu kesukaan wanita itu apa?"

Hansol, Dokyeom dan Hoshi saling pandang karena pertanyaan Mingyu itu

"kau ingin membelikan untuk siapa?" tanya Dokyeom penasaran

"ah itu rahasia" ucap Mingyu lagi

"uang, semua wanita suka itu" ucap Hoshi

"ah hyung kalo itu semua orang juga suka" ucap Hansol menambahkan

"lagian minta saran pakai rahasia segala, kita kan tidak tahu wanita itu ibumu, nenekmu, kakakmu, atau pacarmu" ucap Hoshi kesal

"hmm...untuk temanku" ucap Mingyu ragu sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal

"bilang saja untuk si rubah itu kan?" tebak Dokyeom dan Mingyu langsung diam tapi wajahnya memerah

"diam berarti iya haha" ucap Dokyeom puas

"belikan saja pita rambut, atau kalo tidak gantungan"

Mingyu mengangguk mendengar saran Hoshi akhirnya dia masuk ke toko tersebut sedangkan teman-temannya menunggu diluar, mereka malas melihat benda-benda pink yang bertebaran di toko itu.

Setelah 15 menit Mingyu membawa 2 kantung yang sudah di bungkus kotak hadiah

"banyak sekali gyu"

"kau ingin menduakan si rubah"

Mingyu menatap kesal kearah Hoshi yang bicara asal jeplak saja

"untuk Umma ku hyung"

Setelah itu mereka balik ke rumah masing-masing, setibanya dirumah Mingyu melihat 2 kotak hadiah itu, satu kotak akan dia berikan pada Wonwoo saat akhir pekan nanti, dan satunya lagi untuk Ummanya, dia tidak pernah membelikan wanita itu hadiah, tadi niatnya dia hanya membelikan untuk Wonwoo saja tapi saat di toko tadi dia melihat seorang anak seusianya mencari hadiah untuk ibunya dan saat ditanya hadiah untuk apa dia menjawab memperingati hari kematian ibunya, Mingyu langsung tertegun dia menjadi malu sendiri dengan dirinya, dia menatap kotak berwarna biru muda itu, dia bingung ingin memberikannya kapan, dia bukan anak yang bisa mengungkapkan rasa sayagnnya secara langsung, akhirnya dia pun menaruh itu di meja rias Umma nya, untung Appanya masih diruang kerja nya.

.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Jaejoong cukup senang dengan kencan nya hari ini, dia merasa makin mengenal lawan mainnya namun berbeda dengan sang namja, yang mulai tertarik dengan dirinya bukan sebagai lawan main, tapi sebagai pasangan.

"woah,kalian seperti mengenal sudah lama yak" ucap sutradara

"nde,ini semua berkat ... dia mengajakku keluar dan kami bercerita banyak,ah tadi sangat menyenangkan sekali" ucap Jaejoong

"sepertinya setelah ini ada couple baru" ucap kru lain menggoda

"aniya" ungkap Jaejoong

"doakan saja" ucap Seunggi

Jaejoong memberikan tatapan death glare lalu memukul lawan mainnya itu, dia mengira bercanda saja, namun berbeda dengan namja itu yang menganggap ini serius

'aku akan mendapatkan mu joongie'

Pukul 11 malam Jaejoong baru pulang, dia melihat ruang kerja suaminya masih menyala lampunya, sepertinya namja nya itu harus bekerja ekstra karena akhir-akhir ini banyak perusahaan yang gulung tikar karena kalah saing dengan perusahaan negara tetangga yang sekarang perlahan mulai menguasai dunia. Dia memlih membersihkan dirinya dulu baru menghampiri suaminya itu, setelah selesai mandi saat ingin menggunakan skin care dia melihat kotak berwarna biru di meja riasnya

'tumben sekali Yunho memberikan ku ini'

Saat dia buka kotak itu dia tersenyum hadiahnya sangat cantik sebuah gelang tangan, yang sangat sederhana talinya dari katun berwarna merah dan di tengah gelang itu terdapat heart shape yang terbuat dari sterling silver, Jaejoong langsung menggunakan di tangan kirinya, lalu ada surat di kotak itu

'thank you'

Jaejoong bingung dibuatnya padahal kan dia yang seharusnya berterima kasih, dia jadi tak sabar menemui suaminya dan bilang terima kasih karena sudah memberikan dia hadiah cantik ini, dia segera bergegas ke ruang kerja Yunho

" Yun"

BRUKK

Yunho yang sedang membaca file-file kaget karena istrinya memeluknya erat sekali

"kau kenapa boo?apa Umma mu membuat kau sakit hati lagi"

Jaejoong melepaskan pelukannya lalu tersenyum dan menggeleng sebagai jawaban pertanyaan Yunho

"gomawo, aku sangat suka"

Yunho mengernyit heran, dia memberikan apa memangnya dia saja dari tadi belum beranjak dari kursi kerjanya

"untuk apa?"

"kau ini tidak usah berpura-pura, ah...kau semakin romantis ya"

Yunho yang memang tidak merasa memberikan apa-apa menatap Jaejoong heran, wanita itu memeluknya lagi sekarang

"emangnya apa yang kau dapatkan hmm?" tanya Yunho penasaran

"kan kau yang membelikan, apa sih Yun, tidak usah bercanda, aku sudah tau lihat ini" ucap Jaejoong penuh senyum

"tapi..."

CUPP

"terima kasih" ucap Jaejoong sambil tersenyum nakal

Jaejoong segera pergi dari ruang kerja Yunho, setelah kepergian wanita itu dia jadi tidak bisa berfikir lagi dan akhirnya mengejar wanitanya itu, salahkan dia menggoda sekali.

.

.

.

==0604==

.

.

.

Pagi harinya Jaejoong masih memeluk suaminya itu, tak lama Yunho bangun, dia melihat gelang yang berada di tangan Jaejoong itu memang bukan darinya, istrinya bilang hadiahnya diletakkan di meja rias kamar merek, sudah bisa dipastikan bukan dari orang lain karena hadiahnya di letakkan di kamar bukan diberikan pas di lokasi syuting istrinya , di rumah ini hanya ada mereka bertiga dan maid, kalo bukan dirinya berarti Mingyu, anak itu ternyata perhatian juga membuat Yunho tersenyum, dia harus berterima kasih juga sepertinya karena Jaejoong mengira itu dirinya dia menjadi mendapat tidur nyenyak semalam.

"hmm...pagi Yun"

"pagi boo"

"aku malas bekerja jika begini"

Jaejoong langsung memberikan tatapan mematikan untuk Yunho, dan Yunho hanya terkekeh, wajah istrinya tidak berubah saat dia pertama kali bertemu, makanya dia masih ditawarkan jadi anak sekolah.

"hmm ada yang aku ingin bicarakan"

"apa?"

"hadiah itu bukan dariku"

"jangan bercanda Yun"

"sungguh boo, aku tidak membelikan itu, dari kemarin aku sibuk kan kau tahu itu"

"lalu ini dari siapa, fans ku tidak mungkin masuk ke kamar kita"

"apa kau kira kita tinggal berdua saja"

Jaejoong menggeleng dan matanya langsung membulat sempurna saat satu nama melintas ke otaknya

"ah...benarkah ini darinya Yun" mata Jaejoong berkaca kaca ingin menangis

"entah tapi siapa dilihat dari kemungkinan yang ada sepertinya iya"

Jaejoong melihat ke arah jam weker di meja, dia tersenyum masih pukul 6 pagi, Mingyu belum berangkat sekolah, dia segera meninggalkan Yunho dan keluar kamar

.

.

==0604==

.

.

Mingyu baru selesai mandi, dia mendengar pintu kamarnya diketuk oleh ibunya, karena malas mendengar ketukan yang tidak berhenti henti membuat Mingyu membukakan pintu itu

"gyu..."

CKLEK

BRUKK

Mingyu kaget ibunya langsung memeluknya

"Umma lepaskan"

Jaejoong tidak mendengarkan kata-kata Mingyu

"aku hanya memakai handuk saja"

Setelah mendengar itu dia langsung melepaskan pelukannya dan melihat tubuh putranya, dia baru sadar jika Mingyu sudah besar, baby gembulnya sekarang sudah memliki 2 kotak di perut ratanya itu

"uh...kau punya roti sobek yak" goda Jaejoong

"Um...ma" Mingyu menutupi badannya dengan kedua tangannya

"hahaha...padahal dulu kau selalu minta mandi dengan Umma"

Wajah Mingyu memerah meanahan malu

"itu kan dulu" mendengar jawaban polos Mingyu membuat Jaejoong tertawa

"Umma tunggu dibawah nde"

Mingyu mengangguk

"dan...gomawo untuk ini, Umma menyukainya" ucap Jaejoong sambil mengangkat tangannya, lalu beranjak keluar kamar

Mendengar ucapan terima kasih Ummanya, membuat Mingyu tersenyum, dia memang sangat mencintai wanita itu, walaupun statusnya entah putra kandung atau tiri, dia tak peduli karena wanita itu lah yang ia kenal dari kecil selalu melindunginya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

.

.

==0604==

.

.

Rasa ceria Jaejoong terbawa hingga lokasi, wanita itu tidak bisa menutupi rasa bahagia nya mendapat hadiah pertama dari putranya. Semua hadiah bermerk dan mahal yang diberikan oleh fans nya masih kalah dengan gelang yang diberikan Mingyu. Satu satunya malaikat kecil yang ia punya.

"sepertinya mood mu sedang bagus yak"

"ah Seunggi oppa" balas Jaejoong sambil tersenyum

"igo" Seunggi memberikan sebuah kotak hadiah

"ah ini apa, tidak usah" ucap Jaejoong menolak hadiah itu

"anggap saja hadiah dari teman"

"ah...baiklah" ucap Jaejoong karena tidak enak melihat wajah Seunggi yang memelas

Jaejoong membuka kotak hadiah itu dan hadiahnya adalah sebuah jam tangan

"wah darimana kau tahu aku menyukai warna ini, sangat cantik"

"kau menyukainya?"

Jaejoong mengangguk sebagai jawaban

"sini kupakai kan" tawa Seunggi dan Jaejoong memberikan tangannya

Saat melakukan itu ada beberapa staf yang melihat kemesraan mereka berdua dan tersenyum sambil memfoto diam-diam kejadian itu

"ehem...Jaejoong setelah ini kau take"

Mereka berdua kaget dan melihat semua mata staf tertuju kepada mereka

"kapan traktirannya"

"uh...romantis sekali"

"kalian sangat cocok"

Celetuk semua staf menggoda mereka berdua, Jaejoong tentu risih akan hal itu namun sebagai orang profesional dia hanya menjawab dengan gelengan dan senyuman dan membuat dia makin di goda oleh staf lainnya

"ternyata kau bergerak cepat yak kawan" ucap salah satu staf kepada Seunggi

"ah...aku ingin cepat-cepat memilikinya"

"semangat bro, semoga berhasil"

Seunggi mengangguk dan mata nya kembali ke arah kamera yang sedang menyorot wajah cantik Jaejoong.

.

.

==0604==

.

.

Tok...tok...tok

"masuk"

Mata Yunho membulat sempurna saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya

==0604==

.

.

TBC


hai hai ku comeback lagi, adakah yang menunggu cerita keluarga ini? wkwk abaikan

btw chap kemarin ku lupa bilang terima kasih ke reader yang udh mau nyempatin buat review *deep bow

Thanks to :

Soufi Park, ohshyn76, Levieren225, priaanisa88, Park Rinhyun-Uchiha, dprasmetidewi, kyulkulator, sebutsajadia, rebaem, ichinisan1-3, Kaisoo69, jjunie, Taringnya Mingyu, Jung Minwoo96, mengku, Tyongiebaby

ku tunggu kritik dan sarannya ^^