OMPLICATED
CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member
YUNJAE/MEANIE/other couple/GS
.
.
.
.
"Hyung,I'm back"
Yunho masih tak menyangka melihat sepupu kesayangannya yang sudah belasan tahun tidak bertemu
"ah...ku kira kau sudah mati chwang"
Yunho benar benar tidak bisa menutupi bagaimana bahagianya dia, dia langsung memeluk sepupunya itu
"aku tahu aku memang ngangenin hyung"
PLETAKK
"aw...appo, kita baru 5 menit bertemu kau sudah memukulku aishh" gerutu Changmin
"apa kau tidak mengajak Kyuhyun?" tanya Yunho
"no,dia sibuk dengan bukunya dan juga butiknya"
"lalu Jaehyun-ie?"
"dia sekolah hyung,tidak mungkin ikut denganku lagian aku hanya seminggu disini"
Yunho sering berhubungan melalui telepon dan video call, Changmin adalah sepupu kesayangan Yunho, dia pindah ke jepang sejak lulus SMA, kisah cintanya dengan adik kelasnya yang merupakan fans nya dulu, ah dia masih ingat bagaiamana Kyuhyun mengejarnya dan tiba-tiba Changmin melihat dan langsung jatuh hati dengan Kyuhyun dan meminta Yunho untuk menjadi mak comblang, dan berakhir dengan Kyuhyun mengira Yunho menyukainya, lalu pertengkaran Changmin dan Kyuhyun yang tak pernah usai dan setelah Yunho lulus mereka malah menjadi sepasang kekasih dan akhirnya menikah dan memiliki Jaehyun
"tumben kau ke sini"
"karena aku ada kebutuhan penting hyung"
"apa itu?"
"menculik Kim Jaejoong"
Tatapan Yunho langsung berubah horor, dan Changmin tertawa terpingkal-pingkal
"aku serius hyung, noona itu menolak tawaran perusahaanku, mungkin karena dia tidak kenal siapa pemimpinnya, karena stafku tak ada yang berhasil mengontraknya terpaksa aku yang turun tangan sekalian aku ingin bertemu dengan Imo"
Yunho mengangguk, tapi dia sangat senang karena hal itu dia bisa bertatap langsung dengan Changmin lagi
"hmm hyung"
"apa?"
"ijinkan aku menumpang di rumahmu, Kyuhyun takut aku kesepian jika dihotel"
"alasan macam apa itu,Yak...kenapa sifat pelit mu tak berubah aish"
"ayolah hyung nde nde"
Changmin mengeluarkan aegyo nya, yang sebenarnya sudah tidak mempan untuk Yunho, apa dia tak sadar sekarang dia sudah memiliki putra, tapi akhirnya Yunho mengangguk mengiyakan
"ah gomawo Hyung"
.
.
.
==0604===
.
.
.
Jaejoong melempar handphone nya kesal, Ummanya menyuruh dia bertemu dengan orang yang dijodohkan untuknya hari ini, manalagi pakai ancaman segala, akhirnya saat break dia bergegas ke restoran yang Umma nya suruh
"meja no 16 "
Jaejoong melihat ada lelaki yang sudah duduk disitu dan dia membelakanginya, dia tak ambil pusing pokoknya dia harus membuat laki-laki ini tidak mau dengannya
"hmm maaf apa benar kau Siwon?"
Lelaki itu menengok dan wajah Jaejoong langsung kaget
"Noona" panggil pria itu yang tak kalah kaget dari Jaejoong
"Ommo ternyata kau Siwon-ah"
Siwon adalah adik kelasnya yang dulu menyukainya, namun ada satu adik kelasnya yang baik hati selalu membantu Jaejoong menyukai Siwon, jadilah Jaejoong mak combalng mereka berdua karena adik nya kelasnya itu sangat pemalu sekali, dan mereka akhirnya pacaran namun awalnya mereka Cuma pacaran karena agar Jaejoong bahagia saja, dibelakang Jaejoong sikap Siwon sangat amat kasar kepada Kibum namun karena kesabaran Kibum akhirnya Siwon luluh dengan wanita cantik itu, dan Jaejoong tidak tahu lagi cerita mereka karena dia harus kuliah ke luar negeri.
"apa kabar mu?" tanya Siwon
"seperti yang kau lihat Won-ie,lalu bagaimana dengan kau?"
"seperti ini saja Noona"
Mereka lalu bercerita mengenang masa sekolah mereka dulu, tentang Siwon yang menyukai nya, lalu tentang Kibum
"jadi apa kau mau menikah dengan ku Noona?"
Jaejoong kaget, tentu saja tidak
"apa...kau masih menyukai ku?" tanya Jaejoong hati-hati
"hmm"
Aura wajah Jaejoong langsung berubah
"tapi sebatas Noona-dongsaeng saja"
Jaejoong menghela nafas lega
"aku kesini ingin membatalkan rencana ini Noona, orang tua ku terus menerus menjodohkan ku, padahal aku sudah menikah dengan Kibum dan memiliki Minho" jelas Siwon jujur
"thanks god, aku juga ingin semua ini batal Siwon-ah, kenapa kita bisa sama begini hahaha"
"kenapa kau menolak Noona?kau kan masih lajang" goda Siwon
"aku...sudah menikah" aku Jaejoong
"ah...jinja,bagaimana bisa?siapa dia?" wajah Siwon sungguh tak biasa saat mengetahuinya
"kau mengenalnya sangat mengenalnya, lalu kenapa mereka menyuruh mu menikah lagi padahal sudah ada Kibum?" tanya Jaejoong penasaran
"ah...kau belum menjawab padahal, hmm baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu Noona, kau tahu Kibum dari keluarga biasa saja, dan orang tua ku tidak setuju dengan itu, mereka penggila harta" mata Siwon penuh amarah dan kesedihan saat menceritakan itu
"kita bernasib sama sepertinya, aku juga menutupi pernikahanku karena orang tua ku menganggap keluarga Yunho adalah dalang dibalik kecelakaan maut Eonni ku, mereka sama sekali tidak menerima Yunho" Jaejoong menatap piring didepannya, miris sekali kisah mereka berdua
"aku mendengar nama Yunho, apa dia kapten basketku dulu?" tanya Siwon penasaran
"gotcha Siwon-ie"
Tak lama percakapan mereka terhenti karena ada seorang pelayan yang mengantarkan pesananan
"ayo kita bersulang untung nasib buruk kita berdua Noona"
Mereka berdua bercerita lagi tentang semua kehidupan mereka, mereka berdua seperti bertemu teman yang cocok untuk curhat
"jadi apa yang kita harus bilang ke Umma masing-masing"
"aku akan bilang kau menolakku karena aku tidak bisa memberikan keturunan" ucap Jaejoong santai, Siwon yang sedang minum langsung tersedak
"kau mandul Noona?"
"no,kecelakaan harus membuatku merelakan rahimku" Siwon menyesal menanyakan itu, dia menjadi melihat wajah sedih Jaejoong
"Mian...aku.."
"tak apa, pikirkan pembelaanmu untuk ke Umma mu"
Jaejoong sudah tidak mau mengingat masa kelam itu, masa dimana dia benar-benar terjatuh
"apa aku boleh menggunakan alasanmu juga Noona?" tanya Siwon hati-hati takut melukai hati Jaejoong
"oh sure, lagian itu kenyataan, kau bisa bilang jika aku tidak bisa memberikan penerus, and now its clear"
Dan pertemuan mereka diakhiri dengan canda tawa, setidaknya Jaejoong lega untuk kesekian kalinya perjodohan Umma nya batal
.
.
.
==0604==
.
.
.
"hyung kau ingin meninggalkan ku dihutan ini?" gerutu Changmin karena dia Cuma melihat banyak pohon dibalik pagar tinggi itu
"diam saja, apa kau ingin ku tinggal dijalanan?"
Dan Changmin hanya menggerutu selanjtunya, tapi setelah itu matanya membulat ketika melihat sebuah rumah besar, Changmin masih tak habis pikir dengan Hyungnya biasanya rumah akan terlihat oleh orang-orang dari jalan tapi tidak dengan rumah Hyungnya ini, karena dari jalan hanya terlihat sebuah hutan yang luas namun saat masuk jauh kedalam ternyata ada rumah, ah...suasana nya pasti sangat sepi dan tenang
"Woah...kau terbaik hyung"
Changmin segera mengikuti Yunho menunjukkan kamar untuknya, rumah Hyungnya sangat sepi, maidnya sepertinya tidak terlalu banyak
"dan rumah sebesar ini kalian hanya berdua ckck" kagum Changmin, tapi setelah itu dia kaget melihat anak remaja yang usianya mungkin sama dengan putranya Jaehyun, objek yang ditatap pun kaget melihat keberadaan Changmin
"dia siapa Hyung?"
Yunho yang baru selesai mencari kunci kamar, melihat Mingyu yang sudah berdiri didepan Changmin
"putra ku, beri salam pada paman mu" perintah Yunho
Mingyu membungkuk ke arah Changmin
"kapan kau mengadopsinya?" tanya Changmin
Changmin tidak tahu akan keberadaan Mingyu, dia tahu akan pernikahan Jaejoong dan Yunho namun tidak dengan Mingyu, yang Changmin tahu Noona nya keguguran saat hamil 7 bulan dan mengharuskan dia merelakan rahimnya diangkat
Mingyu menunggu momen ini saat dia mengetahui jati dirinya, walaupun kecewa karena jujur dia berharap lebih dia ingin menjadi anak kandung mereka namun menjadi anak adopsi juga tidak salah bukan? tapi setidaknya Changmin menjadi orang luar pertama yang menjadi saksi orang tua nya mengakuinya sebagai anak
"kamarmu sudah siap, beristirahatlah, aku menyiapkan makan malam dulu" Yunho menolak menjawab dan memberikan alasan agar cepat pergi dari Changmin dan Mingyu
"kau bisa memanggilku Samchon" ucap Changmin memecah keheningan
"nde"
"kau beruntung bisa hidup bersama mereka, jadilah anak yang membanggakan,ah..aku sudah seperti haraboji saja memberikan petuah,"
Mingyu terkekeh akan kelakuan Changmin
"aku ke kamar dulu Samchon" ijin Mingyu
.
.
.
==0604==
.
.
.
'maaf yun,aku tidak bisa pulang'
Yunho membaca pesan dari Jaejoong, selesai menyiapkan makan malam dia bergegas memanggil Changmin dan juga Mingyu, tapi untuk Mingyu sepertinya dia tidak akan memanggil anak itu karena mereka masih perang dingin akibat insiden kemarin
"kenapa kita berdua saja hyung, mana Mingyu?"
"nanti juga turun sendiri jika lapar"
Changmin heran dengan jawaban Yunho, sepertinya hyungnya ini sedang memiliki masalah dengan putrannya, dia tidak mau ikut campur masalah itu
"mana Noona?"
"ah sayang sekali dia tak pulang malam ini karena harus syuting, besok kau bisa bertemu"
"aish..apa kau tidak bilang jika aku datang?"
Yunho menggeleng
"padahal aku rindu dengan Noona"
"jangan dramatis,esok juga dia pulang"
"kau tidak seru hyung"
.
.
==0604==
.
.
.
Yunho lembur menyelesaikan pekerjaan nya, karena ini akhir tahun jadi dia harus bekerja ekstra untuk membuat laporan perusahaannya selama 1 tahun kerja, dia melihat jam sudah pukul 2 pagi dia bergegas merapihkan laporannya dan menuju ke kamarnya, namun saat akan masuk kamar dia melihat lampu dapur menyala, dia dengan hati-hati melihat siapa orang yang berada di dapur, dan semua ke khawatirannya lenyap saat melihat Mingyu yang sedang bingung mencari sesuatu
"apa yang kau lakukan"
Mingyu kaget dengan kehadiran Yunho
"ak...u..."
Yunho melihat kotak ditangan Mingyu, dia menarik nafas
"apa kau belum tidur?"
Mingyu menggeleng
"aku tidak tahu jika ini habis" tambah Mingyu lagi
Yunho benar-benar lupa pesan Jaejoong tadi pagi yang menyuruhnya membeli susu coklat untuk Mingyu, karena anak itu tidak akan bisa tidur tanpa susu coklat, ah dia merasa bersalah sekarang
"pakai jaketmu"
Mingyu menurut dia kekamar dan mengambil jaket lalu setelah itu ke mobil appa nya
Ah...dia merasa canggung sekali
Mereka berdua tidak ada yang bicara sama sekali, Yunho fokus menyetir dan Mingyu yang mencuri pandang ke arah Yunho, setelah mengumpulkan keberanian Mingyu mulai membuka suara
"Appa"
Mingyu kira Appanya tidak akan menyahut namun tidak Yunho merespon walaupun gumaman saja
"untuk yang kemarin Mianhae, Jeongmal mianhae"
Yunho tak merespon sama sekali
"aku ditabrak oleh seseorang dan dia meninggalkan dompetnya lalu aku mengambilnya dan meneriaki dia,namun tiba-tiba masa datang dan menuduhku pencuri,lalu saat dikantor polisi orang itu malah bilang aku bos nya, padahal aku tak mengenalnya, aku tahu Appa kecewa, aku tak meminta Appa percaya padaku, yang penting aku sudah jujur pada Appa"
Yunho diam tak merespon tapi dia mendengar semua penjelasan Mingyu, lalu mobilnya berhenti di toko 24 jam
"ayo turun"
Yunho memborong susu coklat kesukaan Mingyu, dan saat membayar dia melihat Mingyu sedang meminum 1 kotak, wajah Mingyu yang sedang meminum susu sangat menggemaskan
"kajja"
Mingyu mengangguk, dan mengikuti Yunho sambil meminum susu dan membawa belanjaan yang hanya berisi susu untuknya, Yunho merasa dia baru 5 menit masuk ke mobil dan sekarang putranya itu sudah jatuh ke alam mimpi, tak tega dia menggendong Mingyu ke kamarnya
Yunho menyelimuti Mingyu dan mencium kening putranya
CUPP
"appa percaya padamu nak"
Dia mematikan lampu kamar Mingyu lalu bergegas keluar, dan Mingyu menyungingkan senyum nya, dia terbangun saat Yunho mengangkatnya tadi tapi dia ingin merasakan gendongan Appanya lagi jadi dia pura-pura tertidur
.
.
.
==0604==
.
.
.
Changmin menatap horor pemandangan di depannya, dia langsung ke ruang tengah untuk melayangkan protes
"hyung kau bilang itu kulkas minuman kan?"
Yunho mengangguk
"apa kau tak salah sebut"
"tidak aku selalu meletakkan minuman disitu"
"kau tahu, dalamnya itu tak ada bir, isotonik, soda dan teman-temannya, hanya ada susu coklat didalamnya, setahuku perusahaan mu tidak bergerak dibidang susu, apa itu kesukaan mu karena tidak dikasih jatah oleh..."
PLETAKK
"jangan sembarangan bicara chwang"
"itu untukku Samchon" ucap Mingyu saat bergabung dimeja makan
"mwoya?"
"dia tak bisa tidur tanpa itu"
Dan itu sukses bikin Changmin melongo kaget, lalu akhirnya mereka sarapan pagi bersama, Changmin adalah orang yang easy going dia sangat mudah dekat dengan Mingyu, ya karena mereka berdua sama-sama maniak games, Yunho memutar matanya malas saat Changmin membanggakan dirinya sendiri, dan Mingyu yang terkagum kagum akan cerita Changmin
"aku pulang"
Mata Jaejoong membulat sempurna saat melihat orang yang duduk disebelah Mingyu
"Chwang"
Wanita itu langsung berlari dan memeluk Changmin, dan tentu Changmin menerimanya
"bogoshippo noona"
"my evil dongsaeng" ucap Jaejoong sambil mengacak rambut Changmin
"mana Kyuhyun dan juga Jaehyun?"
"hmm tidak ikut"
Jaejoon mendesah kecewa padahal dia rindu dengan evil couple ini, dan juga keponakannya yang menggemaskan
"hah padahal aku ingin mencubit pipi bakpau kyuhyun dan juga mencium Jaehyun"
"untuk ku saja Noona" goda Changmin
"kau...pantas meneriman ini"
PLETAKK
"aw...kenapa aku malah dipukul, kau sama saja sama Hyung suka menyiksa ku" ucap Changmin merajuk
"oh iya Yun, kenapa kau ijinkan dia disini?"
"Noona"
"aku kasihan karena dia terdampar"
"cih kalian kira aku ikan paus"
Dan sarapan itu menjadi lebih ramai karena cerita Jaejoong dan Changmin, Mingyu mendengarkan saja dan sesekali tertawa mendengar nya
"kau tahu noona, aku kesini hanya untuk menculikmu"
"mwoya"
PLAKK
"aih...selalu kena pukul, aku serius noona, semua staf ku frustasi mendapatkan mu untuk iklan mereka selalu menerima penolakan"
"tapi...aku tidak pernah menolak mu sepertinya"
"nde, itu karena Noona tidak tahu mana perusahaanku"
Dan Jaejoong Cuma terkekeh menanggapinya, lalu dia mengambil gelas Mingyu dan mengisi nya lagi dengan susu coklat
"jangan lupa minum air putih"
Objek yang diajak bicara hanya mengangguk
"dia sampai turun sendiri boo" ledek Yunho
"uh...malangnya Changmin ku, tapi dengan begini aku bisa melihatmu lagi hehe"
"jadi noona mau kan?"
"tidak"
Ucapan Jaejoong membuat Changmin mendesah kecewa
"jika aku tidak bertemu Jaehyun dan Kyuhyun, pokoknya kau harus membawa mereka ke hadapanku"
Senyum Changmin langsung merekah kembali
"ayay siap kapten, sebentar Noona aku ambil kontraknya"
Changmin memberikan kontrak itu ke Jaejoong, wanita itu membaca dengan seksama
"bisakah syutingnya diganti hari lain saja?"
"kenapa noona?" tanya Changmin heran
"sepertinya aku menolak ini karena tanggalnya"
"apa kau syuting drama?"
Jaejoong menggeleng
"apa kau fansign dan lain sebagainya?"
Jaejoong menggeleng lagi
"bukan itu ada hal penting lainnya yang harus aku lakukan, karena aku sudah janji untuk datang mengambil rapot Mingyu"
Changmin mengerti dan jawaban itu sukses membuat Mingyu kaget sekaligus senang
"as you wish noona, kau bisa meminta tanggal kapan saja, dan sekalian ajak Mingyu juga"
"bagaimana denganku?"
"tidak usah, nanti kau malah bulan madu" jeplak Changmin
PLETAKK
"again and again, hobi kalian berdua sama saja, menyebalkan"
.
.
TBC
.
.
==0604==
huhu I'm back dengan cerita gaje keluarga ini wkwk, di chap ini akhirnya Changmin muncul juga wkwk, maafkan tidak bisa update cepet, tugas numpuk T_T, tapi aku usahain update kok
tidak lupa Thanks for :
Isatun263, KaiSoo69, xxbbiw06, TYongieBaby, Ichinisan1-3, priaanisa88, Ahnyona, shfly9, Kyulkulator, ohshyn76
di tunggu kritik dan saarannya ^^
