COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Mingyu berkali kali menatap kaca untuk memastikan penampilannya karena hari ini dia akan jalan dengan Wonwoo, dia tidak lupa memasukkan kotak hadiah untuk Wonwoo

"ternyata aku tampan" monolog Mingyu didepan cermin

Dia melihat jam tangannya sudah pukul 3 lalu dia bergegas turun dari kamar, namun langkah nya melambat saat mendengar percakapan Umma dan Ahjussinya itu

"apa kau masih sering mengunjungi Jongin?"

"tentu saja, aku selalu menyempatkan sebulan sekali mengunjunginya"

"sepertinya akan lengkap jika dia bisa hadir di keluarga kalian, dan ahjumma juga ahjussi pasti luluh karena melihat cucu nya itu"

'ingat Mingyu kau Cuma anak adopsi, kau Cuma pengganti Jongin yang meninggal, kau bukan siapa-siapa mereka'

"hmm kau benar tapi..."

Ucapan Jaejoong terpotong karena kemunculan Mingyu yang pamit untuk main

"kau tidak ingin kencan kan, gyu?" selidik Changmin

Wajah Mingyu langsung merah padam, kenapa ahjussi nya pintar sekali

"tidak usah dijawab aku sudah tahu kok haha, noona siap-siap puya mantu nde"

Jaejoong menatap Changmin malas yang terus menggoda putranya

"jangan pulang terlalu malam, jangan lupa makan , jangan hujan-hujanan, dan buat rubahmu itu senang"

Mingyu mengangguk malu-malu ah...wajahnya merah sekarang manalagi Umma nya tahu siapa yang ia suka, setelah itu Mingyu langsung bergegas keluar, setelah kepergian Mingyu mereka melanjutkan lagi

"apa dia tahu?"

Jaejoong menggeleng

"aku menutupi semuanya, tentang keluarga kami, tentang Jongin, tentang diriku ataupun Yunho"

"kenapa noona?"

"aku tidak ingin dia terlibat, aku tidak ingin dia sedih, aku hanya ingin melihat senyumnya, dia tidak tahu semua ini, dan ini bukan urusannya juga"

"kau begitu menyayangi Mingyu sepertinya"

"of course, Cuma dia yang aku punya sekarang"

Changmin mengerti bukan hal mudah bagi seorang wanita kehilangan 2 bagian penting dalam hidupnya secara bersamaan, setelah Jongin kecil meninggal karena prematur dan noona nya juga harus merelakan rahim nya diangkat, dan Changmin sangat senang Noona nya normal kembali seperti dulu, dia melihat sendiri keadaaan Jaejoong yang terguncang, sepertinya kehadiran Mingyu membawa perubahan untuk Noona nya menjadi lebih tegar lagi

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Wonwoo mentraktirnya ke Lotte world, mereka berdua sudah menaiki banyak wahana, dan karena ini Mingyu tahu ternyata Wonwoo itu cerewet dia kira Wonwoo adalah orang yang kalem

"aku lelah gyu"

Senyum mereka terus mengambang, mereka benar-benar menikmati jalan-jalan ini

"kau ingin rasa apa, aku ingin membeli ice cream" tawar Mingyu

"hmm strawberry"

10 menit kemudia Mingyu datang membawa 2 ice cream

"bagaimana?lanjut atau?"

"ah aku sudah lelah, sepertinya semua sudah kita coba"

Mingyu mengangguk mendengar ucapan Wonwoo

"bahkan ada yang kita naiki berulang-ulang" tambah Mingyu lalu mereka berdua tertawa, dan selama perjalanan menuju halte mereka terus bercerita apapun dan hal-hal lucu

"mingyu, maaf sepertinya Seungcheol oppa akan menejmputku, jadi kita tak bisa pulang bersama"

Mingyu mengangguk dan tersenyum, padahal dia ingin sekali membawa kabur Wonwoo dari Seungcheol, Mingyu membuka tasnya dan mengambil hadiah untuk Wonwoo

"ini untukmu"

Wonwoo menerima dengan wajah yang kaget

"aku tak ulang tahun"

Mingyu mengangguk

"aku hanya ingin memberikannya saja"

Wonwoo membuka kotak pink kecil itu, dan matanya berbinar saaat melihat isi dalamnya sebuah pita rambut

"igo jepitkan dirambutku" perintah Wonwoo

Mingyu mengambil pita itu, lalu dengan ragu memegang rambut panjang Wonwoo, dan menjepitkannya di sebelah kiri

"otte?"

"cantik" ucap Mingyu keceplosan

Wonwoo tersenyum mendengar jawaban Mingyu, dan Mingyu salah tingkah setelah menyadari perkataannya

"ah bis ku sudah datang"

Mingyu jadi bertingkah aneh

"selamat malam Wonwoo, terima..."

CUPP

Mingyu mematung karena Wonwoo memberikan ciuman di pipinya mendadak sekali

"hei cepat naik bismu akan berangkat"

"ah...ah...nde"

Wonwoo tertawa melihat ekspresi kaget Mingyu, temannya itu cukup menarik juga, didalam bis Mingyu memegang pipinya yang dicium Wonwoo

"ah...mimpi apa aku semalam"

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Tiba di halte menuju rumahnya, Mingyu memicingkan mata ke toko di depannya dia melihat seseorang yang tak asing untuknya, karena ingin memastikan dia langsung menyebrang dan mata nya membulat sempurna ternyata benar dugaannya

"IMO..." teriak Mingyu

Wanita paruh baya itu menoleh dan kaget akan kehadiran Mingyu

BRUKK

Mingyu memeluk wanita itu erat, tidak tahukah jika dirinya begitu merindukan wanita ini

"hiks hiks...Imo kemana saja? Haelmoni sudah tiada, Gyu selalu nunggu Imo main ke rumah tapi tidak pernah datang hiks "

Wanita itu mengusap surai hitam Mingyu, dia memang sengaja untuk tidak menemui Mingyu lagi karena akses menuju kesana hanya orang yang Mingyu panggil Haelmoni, dan sekarang dia sudah tiada jadi wanita itu sudah tak bisa kesana lagi

"mian...mianhae, Imo harus mengurus beberapa pekerjaan"

Mingyu masih menangis, dan membuat wanita itu tak tega

"hei, kau sudah lebih tinggi dariku, tapi sifat cengeng mu masih sama saja nde"

"Imo.." rajuk Mingyu

Wanita itu juga rindu dengan remaja dihadapan nya ini, dia yang dari bayi melihat perkembangan anak ini tidak bisa lepas begitu saja, sebenarnya diam-diam dia masih mengawasi Mingyu walaupun dari jauh

"kajja kita makan, dan hapus air matamu nanti ku dikira phedofil menyukai anak remaja"

Mingyu tersenyum mendengar ucapan Imo nya itu, dia mengelap wajahnya yang basah oleh air mata

'nanti nak kau akan tahu siapa aku, dan kita akan sering bertemu'

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Jaejoong menemukan foto Mingyu kecil di laci rias nya, dia tersenyum melihat pipi gembul putranya, dia banyak kehilangan momen tumbuh kembang Mingyu karena harus bekerja, jika waktu bisa di ulang dia ingin menjadi orang pertama yang tahu akan perkembangan Mingyu

"Umma"

Jaejoong kaget dipeluk oleh Mingyu dari belakang

"wae?apa kencan nya berhasil"

Mingyu mengangguk

"dan aku bertemu Imo lagi"

Ucapan Mingyu membuat Jaejoong khawatir

.

"Umma tadi aku ketemu Imo baik" ucap Mingyu kecil

Jaejoong mengerutkan keningnya, setaunya tidak ada yang tahu akan rumahnya selain dia,Yunho dan maid mereka

"ahjumaa siapa yang Mingyu maksud?"

"tidak tahu Joongie sepertinya dia berkhayal" ucap ahjumma yang menjaga Mingyu

Jaejoong khawatir akan Mingyu yang selalu menceritakan Imo dan Imo tapi Jaejoong ataupun Yunho tak perah bertemu dengan wanita itu

"aku takut Yun, ada penyusup dirumah ini"

"bukan kah ahjumma bilang Mingyu berkhayal atau dia melihat sesuatu yang tak bisa kita lihat"

"entahlah aku harap begitu"

.

"jangan berkhayal Mingyu, Imo mu itu tidak ada" bentak Jaejoong tak sadar membuat Mingyu takut

"Imo itu ada Umma, dia manusia aku akan mengenalkannya dengan Umma" ucap Mingyu tak terima

BRAKK

Mingyu menutup pintu kamar Jaejoong kasar, wanita itu menarik nafas dan menangis ketakutan, jika apa yang Mingyu ucapan itu benar, siapa wanita itu? mau apa dia? Kenapa selalu menemui Mingyu nya? Pikrian Jaejoong langsung kemana-mana, kejadian buruk yang menyebabkan dia depresi membuat dia sangat was-was akan Mingyu, dia tak akan mau kehilangan lagi

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Saat makan malam semua diam saja, tidak seperti tadi pagi Jaejoong banyak bicara dan memperhatikan Mingyu sekarang wanita itu hanya makan dengan diam

"hmm sepertinya sangat dingin malam ini"

"aku selesai" ucap Mingyu

Changmin melihat perubahan diwajah Jaejoong dan dia tahu pasti ada sesuatu lagi

"kau bertengkar?" tanya Yunho dan Jaejoong memberikan anggukan

"dia berbicara tentang Imo itu lagi aku takut Yun hiks hiks"

Changmin yang tak tahu apa-apa bertanya dengan hati-hati

"Imo siapa Hyung?" tanya Changmin mulai penasaran

"entah anak itu waktu kecil selalu bercerita tentang Imo baik, tapi ketika aku tanyakan pada pengasuhnya dia bilang jika Mingyu hanya berkhayal dan aku tidak pernah menemukan satu CCTV yang menampilkan wajah Imo itu" terang Yunho

"apa ahjumma itu bersengkokol dengan Imo yang dicerita Mingyu, jadi hmm maksudku Mingyu tak berkhayal dia memang ada" ucap Changmin memberikan pendapat

Yunho dan Jaejoong saling tatap, Mingyu tak pernah bercerita lagi tentang Imo itu semenjak Ahjumma meninggal, dan hari ini dia bilang di bertemu lagi, itu aneh jika dibilang hanya khayalan, dan ucapan Changmin ada benarnya juga Mingyu tak berkhayal, orang itu ada dan dia berkerja sama dengan Ahjumma untuk menutupi semuanya

"kalo dia benar hidup, apa yang dia inginkan dari Mingyu-ku?" ucap Jaejoong khawatir

"dia mungkin ingin mengambil haknya kembali Noona, aku berspekulasi dia orang baik, dia menyayangi Mingyu juga" ucap Changmin

"haknya, hak apa?" tanya Yunho bingung

"merawat dan membesarkan Mingyu, sudah saatnya dia tahu Noona, Hyung, dia sudah cukup besar untuk mengetahui rahasia kalian" saran Changmin

"kau benar Chwang dia harus tahu dan paham akan hal ini semua" ucap Yunho membenarkan

"tapi Yun hiks aku tak siap hiks" ucap Jaejoong khawatir sambil terisak pelan

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Esok paginya, Mingyu melihat Changmin yang membawa kopernya dan Appa nya yang sepertinya siap mengantar, lalu Ummanya yang menyiapkan beberapa bekal untuk Samchon nya itu

"kenapa cepat sekali sih Chwang, katanya seminggu hmm" ucap Jaejoong sedih

"aish...ini karena panggilan ibu negara ku Noona, dia menangis karena Jaehyun tak pulang ke rumah setelah dia menolak membelikan anak itu game console"

"Apa Jaehyun tak apa?" ucap Jaejoong khawatir

"tenang saja Noona, anak itu sering seperti itu, dan cuma aku yang tau kemana dia pergi"

"Jam 6.30 Chwang" ucap Yunho memberi kode

"Noona, aku pamit, see you soon, ajak Mingyu jika kau jepang" ucap Changmin memberikan salam perpisahan kepada Jaejoong

"nde,aku akan mengajaknya"

saat ingin keluar Changmin melihat Mingyu di pinggir tangga

"hei,tidak ingin memberi salam perpisahan" ucap Changmin

Mingyu tersenyum dan berlari memeluk Changmin

"hati-hati Samchon, I will miss you, jangan lupa perjanjian kita" ucap Mingyu

"aishhh...kau masih ingat saja" Changmin mengacak ngacak rambut Mingyu

"belajar yang benar" ucap Changmin lagi

"dan jangan lupakan Games" bisikan terakhir Changmin membuat Mingyu tersenyum

"yak apa-apaan itu" ucap Yunho kesal mendengar nasihat Changmin untuk Mingyu

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Mingyu berjalan santai di koridor sekolahnya, lalu berbelok dan memasuki ruang kelasnya, baru saja masuk ke 3 sahabatnya sudah berteriak senang ke arahnya

"wae? apa aku melupakan sesuatu? apa ada sesuatu diwajahku? atau..."

"bukan kawan, KAU..." ucap Hoshi memperlambat dan membuat Mingyu makin penasaran

"dung...dung...dung" Dokyeom dan Vernon membuat backsound, membuat Mingyu makin penasaran

"aku apa hyung? cepat katakan" ucap Mingyu tak sabar

"Chukkae" ucap Hoshi

"untuk apa?" tanya Mingyu heran

"Kau menjadi bagian dari...Hoshi hyung lanjutkan" Mingyu menatap kesal Vernon yang berbicara setengah setengah

"TIM INTI BASKET" ucap Hoshi dengan ciri khas heboh nya

yah yang sekarang adalah pengumuman final nya karena yang kemarin lolos itu harus mengikuti tahap seleksi lagi, Mingyu sudah hopeless karena teman-teman dan senior nya banyak yang hebat mainnya

"jinja?" ucap Mingyu tak percaya

dia segera berlari ke mading sekolah yang berada di lantai 1, lalu matanya membulat saat melihat nama nya terpampang di daftar itu

"WOAHHHHH aku lolos" ucap Mingyu seperti anak kecil yang membuat sekelilingnya menatapnya aneh, lalu dia langsung salah tingkah dan berjalan menuju kelasnya lagi, lalu dia segera menghampiri sahabatnya setelah mengetahui kebenaran itu

"aku sangat senang, akhirnya hehe" ucap Mingyu bahagia

"jangan lupa traktirannya Gyu, tapi kau harus membelikan kita minum dulu, kita lelah berteriak-teriak tadi" ucap Hoshi

"nde, aku akan membelikan kalian air putih kajja" ajak Mingyu, tapi muka mereka ber 3 langsung berubah malas, buble tea kek, atau yang lainnya

"hehe itu yang paling sehat hyung" ucap Mingyu mengeles

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

hari ini Mingyu pulang dengan perasaan senang, setidaknya dia bisa menghindari Umma dan Appa nya dengan berlatih basket untuk lomba-lomba, walaupun dengan sibuknya dia di tim basket akan mengurangi intensitas bertemu mereka, tapi tak apa lagian mereka berdua juga sibuk jarang menemaninya dirumah, sekarang pukul 9 malam, dia tadi harus ikut welcome party tim basket, rumah nya sangat sepi karena orang tuanya belum pulang, Mingyu mengecek handphonenya dan melihat satu pesan dari ibunya yang mengabarkan jika tidak pulang hari ini, dia berjalan malas ke kamar dan merebahkan dirinya di kasur, Mingyu diam menatap langit-langit kamarnya, dan melihat keselilingnya

"hah andai aku seperti Jongin"

Mingyu tidak bisa mengelak dia ingin menjadi anak kandung Jaejoong dan Yunho, hidup belasan tahun dengan mereka dirawat, dijaga dengan penuh kasih sayang, namun kenyatan pahit kini dia harus dapatkan, tapi walaupun begitu dia masih disayang sampai hari ini entah kedepannya, dan Mingyu harus bersiap siap jika nanti diusir, walaupun sepertinya Yunho dan Jaejoong tidak akan melakukan itu, tapi kalo dia lelah dengan tingkah Mingyu kan mungkin saja terjadi, dan Mingyu juga ingin tahu siapa orang tua nya dan darimana dia berasal, hingga terlintas sebuah ide

"kenapa aku tidak kembali ke gudang dan mencari sesuatu kali saja ada petunjuk lagi tentangku"

Mingyu langsung beranjak dari kasurnya lalu berganti pakaian rumah, setelah itu dia melesat ke gudang tempat dia dikurung, tapi saat sampai didepan gudang pintunya terkunci, jadilah Mingyu harus mencari maidnya menanyakan kunci gudang, dan sialnya itu di pegang Appanya, Mingyu mendesah pasrah, dia berjalan ke ruang kerja Appa nya, dan dia menjerit senang saat tahu ruangan itu masih gelap berarti tidak ada penghuninya, dia masuk dan mulai mengacak-ngacak, dia meminggirkan dokumen-dokumen perlahan karena dia tahu itu barang penting dan dia malas berdebat, dia menemukan kunci dilaci kerja Appa nya, dia berlari ke gudang itu lagi, dan Mingyu menggerutu kesal karena kunci yang ditangannya sangat banyak dan dia harus mencoba satu persatu

TAK

akhirnya setelah 15 menit pintu itu bisa terbuka juga, Mingyu menyalakan lampu gudang dan mulai menyusuri tempat itu lagi, dia berjalan hati-hati pada tangga yang membuat dia jatuh dan menyebabkan keningnya benjol, dia menatap ke arah kardus-kardus dan menyusuri satu persatu kardus itu, tapi saat dia lagi menyusuri itu ada suara orang masuk, Mingyu segera mengumpat dibalik lemari besar, tak lama lampu gudang itu mati dan dia dikunci, dan orang itu adalah Appa nya sendiri

Mingyu keluar dari persembunyiannya dan meraba tembok untuk menyalakan lampu gudang lagi, sudah dikunci juga mungkin ini kesempatan untuknya mencari tahu tentang dirinya, setelah berhasil mencapai dekat saklar dia segera menyalakan lampu nya, dan mulai lagi menyusuri tiap kardus dan matanya berbinar saat mendapat kardus yang kemarin belum sempat dia acak-acak

"Woah" ucap Mingyu takjub seperti menemukan harta karun

isi kardus itu album foto dan buku note mungkin, dia membuka satu-persatu dan melihat foto dengan caption tulisan tangan yah mungkin ini bisa dibilang buku diary, sepertinya punya Umma nya, berjam-jam berkutat untuk menyelesaikan itu semua, dia makin meyakini dia bukan siapa-siapa mereka, karena semua di kardus itu adalah foto saat Umma nya hamil Jongin, dengan berbagai caption manis, dia tiap hari selalu menulis aktifitasnya dan perkembangan apa saja yang terjadi, dan sekarang muncul pertanyaan dikepalanya

'Jongin itu pergi karena apa?'

karena terlalu banyak berfikir hingga akhirnya dia tertidur di gudang

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Jaejoong pulang pagi harinya dan hanya melihat Yunho di meja makan, tidak melihat putranya itu, walaupun masih perang dingin tapi dia masih khawatir

"Mingyu mana?"

dan Yunho hanya mengangkat bahunya tidak tahu, Jaejoong mendesah pasrah dan menanyakan maidnya dan mereka bilang belom melihat Mingyu, akhirnya Jaejoong ke kamar putranya dan tidak ada siapa pun kamar itu kosong, khawatir dia menelpon Mingyu dan handphone anak itu ada di meja kamarnya, Jaejoong langsung menuju suaminya namun saat akan mengadu dia mendengar suara ketukan dari gudang, dia kira cuma salah dengar namun ketukan itu makin keras akhirnya dia mendekat dan benar ada seseorang di dalam

"Appa bukain"

Jaejoong mengenal suara ini, suara putranya

"Mingyu, kau didalam?"

"nde,Umma bukakan aku mau sekolah" teriak Mingyu dari dalam

15 menit kemudian Mingyu dan Yunho duduk di sofa dengan Jaejoong yang berdiri seakan menyidang mereka berdua

"kenapa kau tega melakukan nya Yun?"

Yunho kaget karena dituduh menguncikan Mingyu

"aku? aku tidak menguncikannya" bela Yunho

"memangnya siapa yang memegang kunci gudang jika bukan kau" sindir Jaejoong

Yunho mengacak rambutnya dan bingung harus gimana meyakinkan istrinya ini

"Umma aku akan terlambat" ucap Mingyu memelas

"tidak sebelum semua jelas" tolak Jaejoong

"Umma please, hari ini ada ujian"

Mingyu segera melesat pergi sebelum mendapat jawaban dari Jaejoong, setelah kepergian Mingyu, Jaejoong menatap galak ke arah Yunho

"jelaskan sekarang"

"aku akan terlambat" ucap Yunho untuk menghindar

"tidak ada yang akan memarahimu" ucap Jaejoong tegas

"tapi..."

"jika kau pergi selangkah dari pintu rumah, kupastikan besok kau akan melihat mobil baru mu itu ada di pembuangan sampah"

GLEK

yah...walaupun dia pemimpin perusahaan dan disegani oleh karyawan nya, pecayalah dia akan tunduk oleh seorang bernama Kim Jaejoong

.

.

.

TBC


Udah ada clue clue tentang Mingyu kan wkwk, menurut kalian Mingyu itu anak adopsi atau apa?

aku bikin si Mingyu disini dingin ke Yunho sama Jaejoong kaya OOT gitu, soalnya Mingyu itu asli petakilan dan pengennya minta disayang, manja gimana gitu wkwk

dan kisah Meanie dibikin banyak atau gak usah biar tentang keluarga Yunjae aja, soalnya kalo aku bikin banyak momen mereka nanti takut melebar dan gak selesai-selesai wkwk

dan gak pernah lupa untuk pembaca tersayangkuuhh, thanks for yang mau review, aku baca semua kok, dan suka banget kalo kalian review nya panjang hehe, kalian lah semangatku hehe

Thanks for :

xxbbiw06, priaanisa88, Isatun263, ichinisan1-3, ohshyn76, Haruharu, memegyu, Angel Leeteuk Saranghae , joons

Enjoy reading^^

ditunggu kritik dan sarannya ^^