COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Wanita paruh baya itu memasuki pekarangan rumahnya dia terlihat senang sekali, dan kebahagiannya tambah ketika melihat mobil suaminya

"kapan kau datang hun?" tanya wanita itu

"baru saja, sepertinya aku melihat kebahagian diwajahmu, apa yang terjadi?" tanya lelaki paruh baya itu

" aku bertemu Mingyu, aku berbicara dengannya lagi" pekik wanita itu senang

"bagaimana kabarnya? Apa dia menanyakan ku?"

"tentu saja dia menanyakan kau, apa kau merindukannya juga?"

Lelaki itu mengangguk

"tak terasa dia sudah berumur 14 nde, padahal baru kemarin bayi gembul itu menangis di pangkuanku"

"aku sudah lelah bersembunyi darinya, aku ingin menemui dia sesuka hatiku namun " wanita itu menarik nafas

"kau harus bersabar sedikit lagi" ucap lelaki itu menangnkan

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Bebarapa orang berpakaian hitam sedang berbaris didepan meja seorang wanita paruh baya, dia masih cantik diusianya

"carikan aku info tentang anak difoto ini"

Dan orang-orang berjas itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan ruangan wanita itu, setelah kepergian orang itu dia mengangkat telepon nya yang bergetar

"bagus kau changmin, tidak mengunjungi ku saat kesini"

'mianhae Imo'

"apa kau mengajak Jaehyun?"

'tidak aku sendiri karena ini pekerjaan'

"ah...syukurlah, kalo dirimu saja aku tidak peduli"

Dan wanita itu tertawa setelah mendengar Changmin menggerutu

"mana Jaehyun-ku"

Wanita itu mengangguk saat Changmin bilang mencari putranya dulu

'anyeong haelmoni'

Mendengar suara itu dari telepon saja membuat dia tersenyum senang, dia berbincang bincang lama hingga akhirnya berakhir karena Jungsoo nama wanita itu harus pergi karena ada panggilan pasien, setelah selesai dia menarik nafas

"andai Yunho si bodoh itu tidak menikah dengan wanita mandul, aku akan ditemani cucu seperti Jaehyun sekarang, hah...aku lelah memikirkan nya"

Setelah itu Jungsoo meniggalkan ruang kerja nya dan melaksanakan kewajibannya sebagai dokter.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Jaejoong memutar matanya malas saat Umma nya memanggilnya dia sudah tahu kesalahannya

"ini perjodohan kesekian yang batal" bentak Heechul

"apa kau tak lelah main petak umpet dengan Umma, kau sudah cukup hidup dengan Yunho, menikahlah dengan lelaki yang layak"

"tapi bukan aku yang menolak tapi mereka yang tak terima keadaanku yang tak bisa hamil"

"lalu bagaimana dengan Yunho? Apa kau yakin dia tak selingkuh? Apa dia tak mau memiliki anak juga? Atau dia sudah punya anak dari wanita lain dan kau hanya pelampiasan saja..."

"STOP selamanya aku menolak perjodohan itu, aku dan Yunho sudah bahagia Umma"

Heechul tertawa

"hidup seperti itu bahagia? Kau saja seperti pencuri sembunyi dari orang tua mu untuk menutupi hubungan gila mu itu, lalu kau berbohong statusmu, dan hidupmu hanya bekerja dan dia juga sama apa yang bahagia dari hubungan seperti itu? Kau itu terlalu bodoh Jaejoong kau itu sudah masuk perangkap si pembunuh itu"

"kau bekerja dan kau tidak tahu apa yang dia lakukan di belakang mu, bisa saja dia berselingkuh dengan sekertarisnya dan memiliki anak karena kau tak bisa memberikannya"

Jaejoong tak bisa membalas, dia memang sibuk begitupun Yunho tetapi mereka tak hidup berdua tetapi bertiga ada Mingyu juga.

"terserah Umma, aku lelah"

setelah itu Jaejoong pergi dari ruang kerja Umma nya.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Yunho masih berfikir keras apa yang dilakukan Mingyu digudang, setau dia anak itu tidak pernah kesitu selain dia hukum, dia jadi penasaran apa yang anak itu cari, tadi pagi dia harus berbohong bilang mengunci Mingyu karena menghukumnya, faktanya dia mengunci gudang karena melihat gudang terbuka dalam keadaan lampu menyala dan dia sudah melihat jika tidak ada siapapun didalam makanya dia menguncinya, jika dia tahu ada Mingyu mana mungkin dia menguncikan putranya. Lalu kenapa seolah anak itu pasrah saat dia kuncikan digudang, dia kan bisa menghentikannya agar tak mengunci pintunya, semua nya terasa janggal, pasti ada sesuatu didalam situ yang sedang anak itu cari, tapi Yunho tak tahu apa, disitu banyak sekali barang-barang dan dia tak mengingatnya

"aku harus cari tahu"

Yunho bergegas merapihkan berkasnya dan pulang lebih awal untuk mencari tahu gelagat aneh Mingyu kemarin. 30 menit kemudian dia sudah tiba dirumah, dia segera membuka gudang dan mencari sesuatu yang aneh, tapi sudah 1 jam mencari ini itu hasilnya nihil tak ada yang aneh semua tertata rapih, ah...cara terakhir hanya mendesak anak itu jujur kepadanya

Mingyu mengelap peluh keringat di dahinya, setelah pulang sekolah dia latihan basket, karena turnamen 2 minggu lagi. Dia meminum airnya sambil memandang iri ke Seungcheol sang kapten, kenapa dia iri? Karena dia kapten tim basket, lalu semua menyukai nya seperti pelatih, teman setim dan juga Wonwoo, sedangkan dia? Pelatih sangat sinis kepadanya, daritadi dia kena marah terus, dan juga rekan setim nya yang semua nya senior karena Cuma dia satu-satunya kelas X yang masuk tim inti memandang sinis dan meremehkan ke arahnya, dia tidak punya teman untuk berbicara, dia kira akan diterima senang hati namun ternyata tidak mereka semua memakai topeng baik saat didepan Seungcheol namun jika dibelakang nya hah...mereka seperti monster.

"ya Mingyu bawakan air mineral, jangan bersantai kau kira kau siapa"

Mingyu menarik nafas panjang, dia Cuma beristirahat minum, baru 3 menit sepertinya, dia mengangguk dan memberikan air mineral ke senior yang menyuruhnya

"yak, lihat lantainya terkena tumpahan air"

Mingyu mengerti maksud sindiran itu, dia segera mencari kain pel, semua senior nya menertawakannya, sebenarnya tadi salah seorang seniornya sengaja menumpahkan satu botol air ke lapangan basket agar dia bisa disuruh suruh lagi.

"ayo kembali latihan" ucap Seungcheol yang baru kembali setelah berbicara dengan pihak sekolah, dibelakangnya diikuti pelatih mereka

"yak,Mingyu apa yang kau lakukan?" tanya Seungcheol

"aku tadi menumpahkan air sunbae"

"ok,setelah selesai nanti segera bergabung"

Mingyu mengangguk mengiyakan, setelah selesai dia segera ke tengah lapangan, pelatihnya sungguh sangat jahat Mingyu disuruh berlari karena telat gabung, setelah selesai hukumannya dia berlatih, saat sedang membawa bola pelatihnya menghentikannya dan memarahinya

"yak anak baru, kau kira kau ini bermain sendiri, kau ingin tenar dan menunjukkan jika kau paling hebat, ah...kenapa kau memilih anak egois sepertinya ?"

Mingyu tidak tahu apa salahnya, dia menunduk takut

"kau pualng lah, koreksi kesalahanmu"

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Mingyu menatap pelatih nya dengan mata sendu, dia diusir dihari pertama latihan

Yunho melihat jam sudah pukul 11 malam, Mingyu belum pulang juga, dia berkali-kali mengganti channel televisi dan tidak ada yang seru, tak lama dia mendengar suara pintu terbuka dia langsung berdiri dan benar saja itu orang yang ia tunggu

"dari mana kau pulang jam segini?"

"latihan" ucap Mingyu lesu dan berlalu tanpa menghiraukan keberadaaan ayahnya

"latihan apa yang sampai larut seperti ini?" Yunho tak puas menarik lengan putranya

"aku malas berdebat, aku lelah Appa"

"ok, aku anggap kau jujur untuk yang itu, jawab pertanyaanku yang ini"

"apa lagi" tanya Mingyu malas

"apa yang kau lakukan digudang semalam, apa yang kau cari di dalam sana?"

Mendengar itu Mingyu langsung membulatkan matanya, dia bingung harus menjawab apa

"jawab" paksa Yunho

"ak...u mencari..." Mingyu menggaruk rambutnya yang tak gatal

"apa yang kau cari?"

Yunho menunggu jawaban putranya

"ah...flashdisk appa, disitu ada tugasku dan dikumpulkan hari ini, aku tak tahu jika itu jatuh saat aku dihukum"

"kenapa kau tidak teriak saat aku menguncikanmu?"

Skak mat, kenapa Appa nya jadi kepo begini

"itu...hmm aku takut appa marah jika aku membuka gudang diam-diam untuk mencari itu"

Mingyu was-was apa reaksi Yunho, dia melihat tangan Appanya terangkat dan...dia merasakan usapan di kepalanya

"appa tidak akan marah jika kau mencari itu, apa sekarang sudah ketemu? Mau Appa bantu?"

"ah..sudah kok"

Mingyu menarik nafas, setidaknya hari ini tidak terlalu buruk

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Hari ini sudah akhir pekan lagi, Mingyu baru bangun setelah lelah latihan basket senin sampai sabtu sekarang dia bebas mengistirahatkan otot-ototnya, dia melihat jam sudah pukul 10, dia bergegas keluar mencari makanan, tapi yang ia liat hanya kedua orang tuanya yang sedang wara-wiri dan tak ada makanan

"Ah...kau sudah bangun Gyu" sapa Jaejoong senang saat melihat Mingyu

Walaupun Umma nya sedang sibuk entah sedang mencari apa, setelah melihat Mingyu, dia segera bergegas ke dapur tak lama dia membawa kan susu dan roti ke sukaan Mingyu

"makan lah"

Mingyu mengangguk, Setelah itu dia melihat Umma nya sibuk mencari ini itu

"apa sudah lengkap?" tanya Jaejoong kepada seorang maid

"sudah nyonya"

"Yun, ayo cepat, Jongin menunggu kita"

Ah...Mingyu menatap sedih kearah Jaejoong, dia lupa hari ini tanggal kelahiran Jongin, karena tiap tahun memang ada kunjungan rutin di tanggal kelahiran Jongin, orang tua nya pasti akan ke makam Jongin dan setelah itu membagikan hadiah ke anak-anak panti. Walaupun harus ditutupi masker dan topi agar Jaejoong tak ketahuan tapi ibu nya akan senang sekali menunggu hari ini, lalu bagaiamana nasib hari ulang tahunnya? Dia Cuma tidur dirumah kalo tidak bersama temannya, paling mereka berdua bekerja dan hanya memberikan kado saja

"hei apa aku sudah cantik? Aku harus tampil sempurna di depan Jongin"

"sudah boo, kau terbaik"

Mingyu mengelap air matanya, tentu dia iri akan hal ini, tapi dia harus sadar siapa dirinya, dirawat sama mereka dan dipenuhi kebutuhannya saja sudah sangat bersyukur, dan sekarang dia meminta dirinya disayang melebihi Jongin yang notabene putra kandung mereka, tapi dia Cuma anak remaja biasa yang iri dengan seseorang yang raganya sudah tak didunia lagi.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Saat orang tua nya pergi mengunjungi Jongin Mingyu menghubungi Imo nya dan Mereka bertemu dan disinilah Mereka berdua berjalan menuju ke restoran, lalu memesan makanan, saat menunggu mereka berbincang-bincang

"jadi bagaimana orang tua mu?"

"mereka masih sering meninggalkan ku sendiri Imo"

"tuntutan pekerjaan mereka memang padat"

"mereka tak ada waktu, bahkan mengakui ku pun tak ada waktu"

Wanita itu mengusap rambut Mingyu, memang dari kecil dia sering di tinggal bekerja oleh kedua orang tua nya, hanya dia dan ahjumma yang menemani Mingyu kecil, tapi dia bersyukur akan itu karena dia bisa menjadi orang yang merawat anak ini

Tak lama pelayan datang dan membawakan pesanan mereka

"oh iya Imo, maukah kau membantu ku?"

Wanita itu menatap serius Mingyu

"untuk apa gyu?"

"mencari tahu...siapa orang tua ku"

"hah?" wanita itu kaget akan pertanyaan Mingyu

"aku sudah tahu jika aku bukan anak kandung mereka, aku hanya anak adopsi "

Uhuk...Uhukk

Wanita itu langsung tersedak mendengar pernyataan Mingyu

"Imo pelan-pelan saja makannya"

"kau tahu darimana?"

"pertama mereka tak pernah mengakui ku, kedua aku menemukan bukti jika rahim Umma di angkat, dan ketiga aku melihat foto Umma sedang hamil tapi di belakang tulisannya nama 'jongin' bukan namaku, jadi aku menyimpulkan aku hanya pengganti anak mereka yang meninggal"

Wanita itu speechless dengan teori Mingyu, yah wanita itu tahu semuanya, tapi bukan dia yang pantas membuka rahasia ini semua, hanya Jaejoong dan Yunho yang harus menjelaskan ini semua

"Imo mau kan? Aku bingung harus kepada siapa menceritakan ini semua, aku tak mungkin bilang ke Umma ataupun Appa langsung, aku tak mau menyakiti mereka"

"jika Imo membantu dan kau mengetahui orang tua kau, apa yang kau akan melakukan apa? Meninggalkan mereka?"

Mingyu menggeleng

"tidak Imo, aku sudah sangat sayang dengan mereka, mereka walaupun sibuk tapi tetap memperhatikan ku, aku hanya ingin bertemu dan melihat orang tua kandungku, lalu berterima kasih karena sudah melahirkanku"

"kenapa tidak tanyakan ke Umma mu saja atau Appa mu?"

"tidak mau, nanti mereka mengira aku tidak bahagia bersama mereka makanya ingin kembali ke keluargaku"

Wanita itu menarik nafas panjang

"gyu-ya apa yang kau lihat belum tentu sesuai kenyataan, lebih baik bicara dan tanyakan langsung pada Umma mu dan Appa mu mereka tidak akan membohongi mu"

"tapi aku takut...mereka kecewa"

Melihat wajah sedih Mingyu membuat wanita itu tak tega dan dengan berat hati dia mengiyakan

"ok Imo mau membantu mu"

Mingyu langsung tersenyum bahagia

"gomawo Imo, kau memang segalanya"

'apapun akan kuberikan untukmu Gyu'

.

.

.

TBC


Maaf baru bisa update lagi, project dan tugas menumpuk T_T

gimana?gimana untuk part ini? disini gak ada part Meanie hehe, full tentang Keluarga Yunjae aja. btw identitasnya Mingyu makin jelas kan hehe

dan yang nunggu ff Kyuline ku harap sabar yak, bakal aku lanjut kok udah ada ide cuma belom sempet ngetiknya hmm

dan terakhir makasih yang udah sempetin review di cerita ini ^^

Thanks for :

priaanisa88 , shfly9 - Kim , kyulkulator , xxbbiw06 , TYongieBaby, mintchan17, ichinisan1-3 , MiOS , rosequartz , Haruharu, aeda, Isatun263, 17karat, xinger22

ditunggu kritik dan sarannya ^^