COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Jaejoong baru balik dari perayaan ultah jongin yang rutin tiap tahunnya, alasan dia merayakan ini tiap thun adalah bentuk penebusan atas rasa bersalahnya karena tidak bisa menjaga jongin membuat anak itu pergi selamanya

Walaupun pergi bersama namun nanti mereka akan merayakan ditempat terpisah Yunho di tempat A dan Jaejoong di tempat B,mereka juga kemakam nya bergantian tidak bersama,demi privasi keluarga mereka

Ah ya dia lupa,dia melupakan Mingyu hari ini,si anak periang dan ceria yang berubah menjadi dingin dan diam, Jaejoong tersenyum saat mengingat dulu Mingyu selalu menunggunya dan berlari senang ke arahnya saat dia baru tiba dirumah,namun dia jahat sering mengabaikan putranya itu karena dulu dia merasa lelah dan butuh istirahat lagian Mingyu sudah ada pengasuh begitulah pemikirannya,namun dia baru sadar jika itu malah membuat putranya seperti terabaikan dan saat pengasuhnya meninggal Jaejoong melihat kehancuran dan perubahan putranya,saat dia ingin berubah anak itu malah menjauh,tapi Jaejoong percaya jika dia terus bersabar dan memberikan perhatian pasti suatu saat Mingyu akan luluh dan berubah menjadi seperti dulu

.

Jaejoong sekarang menikmati masa kuliahnya dan juga masa indahnya menjadi istri dari Yunho, walaupun diam-diam tapi mereka bahagia, pagi ini sebelum berangkat kuliah dia berkaca dulu, dia merasa tubuhnya sedikit membengkak, nafsu makannya juga naik

"Ah aku harus diet sepertinya"

Padahal jika dibandingi yang lain tubuh Jaejoong masih langsing, tapi karena dia model dia harus sempurna bukan, dia bergegas mengambil tas nya dan pergi ke kampus. Karena nanti ada pemotretan dia jadi pake heels, tapi akhir akhir ini kakinya pada bengkak padahal dia tidak ngapa ngapain, saat berjalan dia melewati lubang dan diapun terjatuh dan entah kenapa dia merasa perutnya sakit sekali, dia sampai dibantu ke ruang kesehatan

"Perutku sakit sekali " keluh Jaejoong sambil terus meringis

Dokter itu memeriksa perut Jaejoong yang agak membengkak

"Sepertinya ada sesuatu di perutmu jae ssi"

Dokter memegang perut Jaejoong lagi dan ...

"Bergerak, di perutmu ada sesuatu, sepertinya kau kau..."

"Aku apa dok?"

"Kau hamil"

Seketika dunia Jaejoong gelap,dia belum selesai kuliah, perutnya akan melar, dia akan jadi ibu-ibu

"Sebaiknya kau kerumah sakit"

Jaejoong mengangguk dan benar saja dia ke rumah sakit dan hasilnya

"Selamat kau hamil 6 bulan, makanlah yang banyak kau terlalu kurus untuk ibu hamil, jangan lupa minim vitamin dan..."

Jaejoong sudah tidak mendengarkan ucapan dokter itu lagi, 6 bulan oh god dia tidak siap untuk itu

Setelah itu dia pulang dan bertemu Yunho, suaminya sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah nya

"Kita harus bicara yun"

"Mwo?"

"Aku hamil 6 bulan"

"Mwoya?"

"Aku tidak mau Yun,aku tidak siap hiks " Jaejoong benar-benar terpukul akan hal ini, dia benar-benar tidak siap

Yunho juga bingung dia juga sama belum siap tapi sangat beresiko jika anak itu dibunuh bukan

"Kau hanya menjaga nya 3 bulan lagi dan aku janji akan memulangkan dia ke korea dan mencari pangasuh jadi kau tidak perlu memikirkannya" Yunho mencoba merayu istrinya yang masih labil itu

"Kau janji?" ucap Jaejoong yang sepertinya tertarik

Yunho pun mengangguk

"ok aku akan menjaganya"

Untuk menutupi perut buncitnya Jaejoong memakai korset saat berpergian, lalu dia tidak meminum susu ataupun vitamin. Yunho sibuk dengan skripsi nya dia juga tidak memperhatikan bayi nya, mereka sama-sama mengacuhkan anak dalam kandungan Jaejoong, saat 9 bulan lebih Jaejoong lupa dia sedang hamil dia merasakan perutnya sakit sekali tapi karena dia harus profesional dia menahan sakit itu hingga pemotretannya selesai, setelah itu dia ke rumah sakit dan dokter bilang dia sudah pembukaan 5 tak lama dia sudah melahirkan secara normal dan sendiri tanpa Yunho

Jaejoong menjerit dan menangis ini begitu sakit sekali, berjam-jam menahan sakit dan akhirnya bayinya lahir namun anak itu tidak menangis, dia tidak tahu apa yang dilakukan dokter tak lama anak itu menangis

"Selamat bu, bayi anda laki-laki"

Jaejoong tersenyum palsu menunjukan kebahagiannya, dia tersenyum bukan karena dia memiliki bayi itu, tapi karena akhirnya dia bisa bebas menggapai cita-citanya

Saat jaejoong sudah di ruang rawat,Yunho datang terburu buru setelah dia selesai mengikuti kelas dia melihat bayinya dan juga Jaejoong, istrinya itu sedang bermain hp saja padahal anak mereka menangis, dia mendekat, ada perasaan yang dia tidak bisa ungkapkan

"Hei sayang ini appa"

Walaupun yunho belum siap, tapi saat melihat anak ini rasanya dia sangat bangga, hidupnya lengkap.

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Mingyu meringis badannya sakit semua, karena akan turnamen latihannya harus ekstra apalagi dia kan anak baru, jadi dia harus menyesuaikan gaya permainan nya dengan yang lain, untuk teman hanya Seungcheol saja yang tulus sisanya memusuhinya, dia tidak menceritakan hal ini ke shabatnya mungkin ini cobaan atau ospek untuknya jadi dia mencoba bersabar saja. Walaupun dia lelah dia juga kadang senang karena bisa melihat Wonwoo lebih lama setiap harinya, wanita itu juga latihan untuk menyemangati tim mereka, berbeda dengan dirinya, Wonwoo sangat diterima di klubnya. Kadang jika istirahat dia sering mengajak ngobrol Wonwoo karena mereka berdua kan sekelas sedangkan sisanya senior,seperti sekarang ini

"Badanmu kurusan Gyu" ucap Wonwoo sambil menatap langit,mereka berdua lagi tiduran di taman belakang sekolah,mereka sedang istirahat sekarang

"Benarkah?" Tanya Mingyu

Wonwoo memberikan jawabannya dengan anggukan

"Apa kau se stress itu" tanya Wonwoo penasaran

"Ah tidak aku sedang membentuk tubuhku" jawab Mingyu dan sontak membuat Wonwoo tertawa

"Padahal aku suka dengan pipi gembul mu" jawab Wonwoo tanpa sadar membuat teman nya itu merasa senang bukan main

.

Mingyu dihadang senior basketnya karena tadi dia mendapat pujian, walaupun memberinya pukulan sekali di pipinya namun itu cukup membuat bibirnya sobek dan sialnya saat pulang ada Yunho, kenalah dia

"Kau berani berkelahi lagi iya"

PLAKKK

"Ap...po"

Lalu mingyu memilih pergi daripada ribut panjang dengan appa nya

Orang itu tersenyum melihat foto ditangannya,senyum licik dan penuh dendam sebenarnya orang itu meremas dengan kasar foto itu

"Sekarang waktunya"

Pria itu melajukan mobilnya menuju suatu tempat

Yunho sedang di ruang kerjanya, setelah bertengkar dengan Mingyu dia memilih bekerja saja untuk menenangkan diri karena istrinya sekarang masih ada kegiatan

Drrttt

Yunho yang sedang menatap laptop beralih menatap kearah ponsel nya yang menampilkan no tak dikenal,dia mengangkatnya karena takut itu adalah client nya

"Halo"

"Bagaimana hidupmu sekarang Jung Yunho?"

Deg

Yunho diam suara itu suara itu, suara orang yang ia benci

"Kapan kau keluar?"

"Uh...kau mmeperdulikanku yak,hmm ngomong ngomong istrimu makin cantik ya"

Yunho menggebrak meja kerjanya

"JANGAN MENYENTUHNYA, JIKA KAU BERANI AKU TAK AKAN SEGAN UNTUK MEMBUNUHMU"

"Aww aku takut"

Yunho mendengar suara tertawa sebrang sana

"The real game is start"

Tut...tut...tutt...

Yunho membanting ponselnya hingga menjadi beberapa bagian lalu dia membuang file-file nya,dia begitu marah sekarang,orang itu orang yang sudah membunuh kakak Jaejoong,dan yang paling tidak bisa dia lupakan dia penyebab Jaejoong celaka membuat putranya 'Jongin' pergi bahkan sampai membuat Jaejoong mengangkat rahimnya,semua yang berharga untuk wanita kesayangannya itu dirampas oleh orang gila itu dan dia sekarang masih ingin Jaejoong,dia tahu orang itu sangat mencintai Jaejoong jauh sebelum dia mengenal wanita itu jadi orang itu sebenarnya bukan ingin menyelakai Jaejoong tapi ingin membunuh dirinya,tapi sayangnya malah salah sasaran,tapi tetap saja dia seorang psikopat.

Jaejoong baru balik pukul satu pagi, dia segera menuju kamarnya dilantai 2 namun dia selalu tak melewatkan melihat ke pintu kamar Mingyu, dan dia agak bingung karena pintu kamar putranya itu terbuka sedikit biasanya selalu terkunci, akhirnya dia memilih masuk ke kamar Mingyu mungkin dia bisa menyapa anak itu jika dia belum tidur

Kriett

Jaejoong melihat Mingyu tertidur masih dengan seragam sekolahnya, Dia mendekat ke kasur karena melihat lebam biru diwajah Mingyu, Jaejoong mengusap rambut Mingyu lalu berjalan menuju lemari putranya mengambil baju tidur untuknya, lalu dia dengan telaten mengganti seragam Mingyu dengan baju tidur setelah selesai dia berjalan keluar menuju dapur mengambil susu coklat dan juga kotak p3k

"Gyu"

Jaejoong mengguncang tubuh Mingyu,sebenarnya dia tak tega namun anaknya tidak akan tertidur pulas jika belum minum susu coklat

"Hmm"

Mingyu mengucek matanya dan menatap Jaejoong bingung

"Habiskan ini lalu tidur lagi"

Mingyu mengangguk dan mengambil gelas susu itu,setelah selesai dia ingin tidur lagi namun Jaejoong menahannya

"Umma obati dulu nde"

Mingyu kadang meringis merasakan perih di pipinya

"Apa kau berkelahi hmm?"

Mingyu diam saja tak berniat menjawab Jaejoong, Umma nya menarik nafas karena tak dapat jawaban Mingyu

"Umma percaya kau anak yang baik"

Jaejoong memberikan senyumannya

"Jja selesai, kau bisa tidur lagi"

Mingyu merebahkan dirinya, Jaejoong merapihkan obat-obatan lalu merapihkan selimut Mingyu

"Umma keluar nde, jaljayo"

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Wanita cantik itu tersenyum mengetahui kelemahan musuhnya itu dia tak sabar menemuinya, ah kebetulan orang itu sedang duduk manis menunggu giliran take

"Hai Kim Jaejoong" sapa wanita itu

Jaejoong yang sedang istirahat terperanjat kaget

"Mau apa kau?" Tanya Jaejoong curiga

"Hanya bertemu teman saja"

"Jangan banyak bicara cepat katakan" Jaejoong sudah mengerti wanita didepannya ini siapa

"Aku tahu rahasia besar mu"

Jaejoong langsung takut

"Ayo bicara diluar"

Wanita itu tersenyum senang,Jaejoong berarti tertarik

"Apa itu?"

"Wah kau penasaran haha"

"Cepat katakan"desak Jaejoong

"Kau tak bisa punya anak" bisik wanita yang bernama Hyosung itu

Jaejoong langsung diam membeku saat mendengar itu

"Haha mereka melihat kau sempurna,cantik,kaya dan sebagainya tapi sebenarnya kau itu wanita tidak sempurna karena kau tidak bisa mengandung,kasian sekali lelaki yang nanti menikah denganmu"

Jaejoong paling tidak suka hal itu di ungkit itu adalah hal sensitif untuknya

Plakk

"Jaga ucapanmu" bentak Jaejoong

"Wah kau marah,berarti semua ini benar haha"

"Kau ingin apa?" Bentak Jaejoong

"Ingin kau hancur,karirmu hancur,seperti kau menghancurkan ku"

Jaejoong mengepalkan tangannya,dia tidak menghancurkan ,dia kerja dari titik nol salah Hyosung yang terkena skandal tapi dia malah menyalahkan Jaejoong

"Wah aku harus pergi sepertinya,bye...wanita mandul"

Jaejoong benar benar kesal sekarang,mereka tak mnegerti kondisinya hanya bisa mencap wanita mandul ini lah itu lah,air matanya tak sadar turun dari pipinya

Untuk awal permusuhannya dengan Hyosung berawal dari saat Jaejoong belum tenar seperti sekarang Hyosung lebih dulu terkenal, mereka berdua satu agensi, dan disitu semua orang mengelu eluhkan Hyosung, tapi wanita itu memang seorang playgirl dia sudah berkali kali ditegur oleh CEO untuk berhati-hati tapi dia malah ketahuan dan dia mendapatkan kebencian dari netizen apalagi di iringi dengan video panas dia dengan pacarnya, akhirnya Jaejoong lah yang mengganti posisi Hyosung sebagai artis kebanggaan perusahaannya dan wanita itu tidak terima dan berkali kali ingin mengahancurkan dirinya

.

.

.

==0604==

.

.

.

.

"Mingyu,kau dipanggil pak satpam" ucap salah satu temannya

Mingyu yang sedang merapihkan alat tulisnya langsung mengangguk

"Ok,gomawo"

Setelah selesai Mingyu segera menuju pos satpam, dan dia melihat seorang yang asing untuknya

"Maaf apa anda mencariku?" tanya Mingyu

Wanita paruh baya itu langsung memperhatikan Mingyu dari atas sampai bawah

"Ayo bicara di dalam mobil saja"

Mingyu pun menurut mengikuti wanita itu,tapi sampai di depan mobil Mingyu ragu untuk masuk

"Ayo masuk"

Mingyu tetap berdiam di pinggir

"Maaf,tapi anda siapa?aku tidak mengenalmu" jawab Mingyu jujur, dia tidak mungkin ikut dengan orang yang tak dikenal bagaimana jika orang itu ingin berbuat jahat

"Oh,perkenalkan Park Jungsoo,ibu dari Jung Yunho" setelah mendengar itu Mingyu malah kaget sekaligus takut

"Ayo masuk" perintah Jungsoo dan akhirnya Mingyu menurut

"Hael...m" panggil Mingyu ragu setelah di dalam mobill

"No jangan panggil aku seperti itu,kau bukan cucu ku"

Kata Jungsoo sangat menohok untuk Mingyu

"Ahjumma ada perlu apa dengan ku?" tanya Mingyu hati-hati sepertinya dia tidak suka dengan dirinya

"Tinggalkan putraku,oh ya aku sudah menyelidiki tentang dirimu pertama kau bukan putra kandung mereka,kedua kau itu entah berasal darimana dan ketiga kau itu ancaman untukku"

Mingyu menunduk mendengar perkataan Jungsoo yang begitu menohok

"Nde,memang aku cuma putra angkat,aku tahu itu" ucap Mingyu pelan

"Oh ternyata kau tahu,lalu kau tidak tinggalkan mereka begitu?oh betapa tidak tahu dirinya kau,seharusnya kau sadar mereka malu mempunyai mu, buktinya mereka tidak mau mempublikasikan dirimu dan parahnya mereka tidak mengenalkan ke orang tua mereka, bahkan aku tahu karena aku menyelidiki sendiri,betapa mirisnya" sindir Jungsoo

Mingyu mendengar itu semua,lagi perkataan itu begitu menyakitkan

"Aku juga tahu tentang putra mereka yang tiada,Jongin kan?sebenarnya jika dia lahir aku mau menerimanya jadi cucuku tapi sayang ibu mu bodoh membuat dia pergi, dan sekarang dia tidak bisa punya anak lagi malah memungut anak tidak jelas"

"Nde"

"Aku ingin cucu kandung dari putra ku,untuk kujadikan penerus,dan tugas kau adalah pergi dari hidup mereka biar aku bisa menikahkan putraku ke wanita sempurna,jika kau tidak pergi nyawa Jaejoong taruhannya" ancam Jaejoong

"Jika kau pergi aku akan mengabulkan semua keinginanmu nak,kau ingin apa?rumah?uang?"

"Ak..u ingin bertemu orang tua kandungku" ucap Mingyu setelah berpikir lama

"Ok,itu hal mudah,aku akan memenuhi itu, memberikan kau apartemen beserta isinya dan fasilitas lainnya bagaimana?"

Mingyu berdiam lama

"Beri aku waktu" ucap Mingyu

"Ok karena aku baik aku beri waktu 24 jam terhitung dari sekarang, nyawa Jaejoong atau kau pergi"

Mingyu mengangguk lalu dia diturunkan dijalan, dia memang tahu dia bukan putra kandung, dia juga tidak dikenalkan dengan orang tua dari Yunho dan Jaejoong tapi dia tidak tahu alasannya apa, dia yakin mereka bukan karena malu sehingga melakukan seperti sekarang, ada alasan lain tapi dia tidak tahu, Mingyu ingin bertemu orang tua kandung nya tapi hanya bertemu saja dia hanya ingin menanyakan kenapa dirinya dibuang, setelah itu dia akan balik ke Jaejoong dan Yunho, tapi Haelmoni nya itu meminta dirinya meninggakalkan mereka berdua dengan nyawa Jaejoong sebagai taruhannya jika dia menolak mengikuti wanita itu.

.

.

==0604==

.

.

.

.

Jaejoong pulang lebih cepat dia sedang kacau pikirannya,dia melihat suaminya sudah dikamar sedang bermain ponsel

"Yun" panggil Jaejoong dan duduk disebelah Yunho

"Hmm"

"Apa kau tidak ingin punya anak lagi?" tanya Jaejoong hati-hati

Yunho menengok ke arah istrinya

"Kenapa?" tanya nya bingung

" ya apa Kau tidak ingin memiliki buah hati,yang cantik dan tampan, kau tidak ingin menikahi wanita yang sempurna" tambah Jaejoong lagi

"Maksudmu apa Jae" Yunho makin bingung dengan istrinya itu

"Menikahlah hiks,aku rela"

Mendengar itu Yunho tersulut emosi, siapa yang sudah berbicara buruk kepada istirnya hingga dia membicarakan tentang ini lagi

"Apa yang kau bicarakan hah" bentak Yunho kesal

"Kau meragukanku?" Tanya Yunho

"Tidak sayang tidak, tapi aku ingin kau memiliki keturunan,aku wanita mandul hiks hiks" ucap Jaejoong tangisnya sudah pecah

Brakk

Yunho melempar handphone nya

"Sudah ku katakan kau tidak mandul,kau kecelakaan Jae,kau berada di tempat yang salah,kau tahu kan itu jebakan untukku bukan untuk kau, kau menyelamatkan nyawaku mengorbakn Jongin dan rahim mu, aku tidak bisa membalas dengan apapun Boo"

Jaejoong menangis mendengar itu

"Jadi biarkan aku disampingmu selalu" ucap Yunho

"Aku mencintaimu sayang" tambah Yunho diakhir kalimat nya

Jaejoong memeluk suaminya

"Maaf...maaf...aku juga mencintaimu hiks hiks" ucap Jaejoong menyesal membicarakan itu

"Cukup kau dan Mingyu,aku sudah sangat bahagia"

Jaejoong makin mengeratkan pelukannya

"Gomawo hiks"

Cupp

.

.

==0604==

.

.

.

Saat sarapan Mingyu sudah mempunyai jawaban,dia yang pergi demi Jaejoong, dia merenung hingga tidak tidur, dia sudah memikirkan akibat apa yang dia terima, dia siap dengan semua itu, jika harus dibenci dan dibuang tak apa, asalkan Jaejoong baik-baik saja

"Appa..Umma" panggil Mingyu

"Iya sayang" jawab Jaejoong sedangkan Yunho hanya bergumam saja

"Hmm aku kan menjadi tim inti basket sekolah,agar latihannya lebih optimal semua anggota disuruh tinggal di asrama"

"Dulu perasaan Appa tidak seperti itu" ucap Yunho bingung

Mingyu bingung beralasan apa lagi, dia tahu dulu Appa nya juga tim basket sekolahnya

"Tapi ini sistem baru Appa" ucap Mingyu meyakinkan mereka berdua

"Biarkan Yun, dia sama seperti mu, ingat kau dulu bagaimana ok" sindir Jaejoong

"Hmm baiklah Appa ijinkan"

Mingyu tersenyum

"Umma juga tapi kau harus pulang 2 hari sekali paling lama satu minggu" ucap Jaejoong rela tak rela

"Gomawo Umma,Appa"

Rencana awal Mingyu berhasil sebenarnya dia tidak ke asrama tepatnya dia berpindah ke apartemen yang dibelikan Jungsoo dia sudah mengirim jawabannya pukul 5 tadi

Mingyu sudah tinggal sekitar 2 minggu, dia merasa kesepian dia juga sudah beberapa kali pulang soalnya Mingyu berencana meninggalkan mereka bukan sekaligus tapi perlahan lahan, Mingyu sekarang di kafe bersama ahjumma baik

"Ahjumma bogoshippo"

"Nado"

"Ahjumma kita kerumahku saja nde?"

Wanita itu kira Mingyu mengajak kerumah nya

"Ah tidak aku..."

"Bukan rumah Appa dan Umma,tapi apartemen aku ahjumma" sanggah Mingyu cepat

Wanita itu berpikir lama sebelum akhirnya mengangguk, sekitar 15 menit akhirnya mereka tiba

"Tara ini tempat tinggalku sekarang"

Wanita itu terperanjat kaget dan masuk ke dalam mengikuti Mingyu

"Maksudmu?"

"Aku tinggal di sini Ahjumma,aku sudah keluar dari rumah" ucap Mingyu bahagia

"Apa kau keluar dari rumah begitu?" Tanya wanita itu

"Yes", jawab Mingyu pasti

"Nanti ahjumma sering main yak" tambah Mingyu lagi

"Apa mereka membelikanmu,atau kau beli sendiri?" tanya wanita itu penasaran

"Tidak ini pemberian haelmoni" ucap Mingyu sambil menyiapkan cemilan

"Apa haelmoni?" tanya wanita itu kaget

"Iya Umma nya Appa, dia meminta ku pergi dari rumah dan diganti dengan ini semua" jawab Mingyu enteng

Mendengar itu wanita itu panas sekali dia marah

"Jadi kau menukar harta ini dengan orang tua mu iya?" bentak wanita itu

"Dia juga berjanji mencari orang tua kandungku" jawab Mingyu sambil tersenyum

Plakk

Senyum diwajah Mingyu menghilang, dia kaget ditampar oleh ahjumma baik untuk pertama kalinya

"Apa yang kau lakukan Mingyu,kau melukai hati mereka dan kau juga tidak percaya dengan ku, bukankah kau meminta bantuanku? Kau malah percaya dengan wanita tua itu" kesal wanita itu

"Dia haelmoni ku ahjumma,kau bukan siapa-siapa ku,kau cuma orang lain jangan mencampuri urusan keluargaku" ucap Mingyu kesal

Wanita itu kesal mendengar penuturan Mingyu, hatinya sakit bukan main, dia sudah mengenalnya lama dan anak itu lebih memilih dengan wanita tua itu bagaimana dia tidak emosi dan apa-apaan anak ini menukar orang tua nya dengan harta apa dia sudah gila

"Ok jangan temui aku mulai sekarang, aku tidak peduli dengan mu, aku bukan siapa-siapa mu kan, semoga kah bahagia,aku pergi"

BRAKK

Setelah wanita itu pergi Mingyu menangis

"Maaf ahjumma maaf, ini demi Umma, aku tidak mau Umma terluka hiks maaf"

.

.

.

TBC


Hai, I'm back(lambai ke kamera) uhmm maaf banget buat update yang telat parah, ini lah akibatnya jika udah tua, hah jujur tugasku numpuk, harus ini harus itu sampe gak sempet buat ngetik padahal ide banyak, dan makasih buat reader yang setia sama ff ini, makasih banget, aku bakal selesain ini kok tenang aja, tapi harap bersabar nde ^^

Thanks for :

priaanisa88, KaiSoo69, seonbaenim, Haruharu, ichinisan1-3 , Chiaka Angels, xxbbiw06

makasih buat kalian yang udah nyempetin review ^^ (dipeluk Mingyu satu-satu)