COMPLICATED
CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member
YUNJAE/MEANIE/other couple/GS
.
.
.
.
"kenapa kau kejam sekali hah?" bentak Youngwoon kearah istrinya
Jungsoo bingung harus berkata apa saat suaminya memergokinya sedang berbincang dengan anak buahnya merencanakan sesuatu untuk Mingyu
"aku hanya menyuruh dia tinggal pisah saja dengan Yunho, aku tidak menyakitinya" ucap Jungsoo melakukan pembelaan
Lelaki didepannya mengacak rambutnya kasar
"memang kau tidak menyakiti fisiknya tapi kau menyakiti mental dan hatinya Jungsoo-ya, biarlah dia tinggal dengan Yunho, dia masih pertumbuhan juga"
Jungsoo sangat kesal mendengar perkataan suaminya itu
"aku tidak memaksanya dia yang mau tinggal disitu, lagian dia juga ingin mencari orang tua kandungnya" ucap Jungsoo kesal
Lelaki itu membuang nafasnya kasar
"aku tau siapa kau, dibalik wajah angel mu itu menyimpan berbagai kejahatan, kau mengancamnya bukan?"
"dia ingin mencari orang tua kandungnya bukan aku yang mengancamnya"
"sudahlah menyerah, biarkan Yunho bahagia jangan kau usik lagi, kau akan liat betapa hancurnya Yunho jika kau menyakiti putranya itu"
Jungsoo mulai terisak
"kau tahu kan hiks hanya Yunho harapanku hiks aku hanya ingin dia bahagia dan aku hiks ingin cucu darinya ak...u juga iri melihat temanku bercerita tentang cucu nya hiks hiks tiap hari aku Cuma berdoa itu saja, apakah aku terlalu berharap tinggi?" tangis wanita itu pecah
Youngwoon menenangkan Jungsoo, dia tahu istrinya memang mengharapkan itu sekali, walaupun dia menolak Jaejoong tapi dia menangis saat tahu Jaejoong kecelakaan dan cucu mereka harus pergi, istirnya ini hanya ingin cucu dari Yunho saja tidak peduli siapa ibu dari cucunya dia akan menerima
"anggaplah dia cucu kandungmu, anggaplah dia cucu kita yang pergi"
Dalam pelukan suaminya, Jungsoo menggeleng tidak mau menerima Mingyu
"kau hanya butuh waktu saja, dan relakan dia dengan Jaejoong, jika kau seperti ini terus kau akan menyakiti Yunho dan juga menyakiti dirimu juga, cobalah menerima yang sudah ada, aku juga mencoba menerimanya"
Jungsoo masih menggeleng menolak
"hei, cukup Daehyun yang menjadi korban, apa kau juga mau melihat Yunho seperti Daehyun?"
Jungsoo pun menggeleng, dia tidak mau Yunho menjadi seperti anak mereka yang pertama harus mendekam di tahanan rumah sakit jiwa karena stress ditinggal meninggal calon istrinya yang tak lain adalah kakak Jaejoong, dan sebelum anak itu seperti sekarang, dia sempat mengamuk kepada Jungsoo karena ibunya lah yang menentang hubungan mereka bahkan dia sempat menuduh Jungsoo yang membunuh calon istrinya. kejadian itu adalah pukulan berat untuk mereka, ditambah saat tahu Yunho menikah dengan Jaejoong keluarga yang mereka benci, dan tidak seperti Daehyun,Yunho malah lebih berani dari Daehyun dia memilih keluar dari rumah dan tidak membawa apa-apa tapi asalkan tetap dengan Jaejoong, malah dia juga dihapus dari daftar keluarga Jung namun saat melihat Daehyun jauh dari kata akan normal kembali jadilah mereka meminta Yunho balik dan mengurus perusahaan walaupun sekarang anak itu sudah sukses dengan caranya sendiri namun dia menjadi menjauh dari Jungsoo
"suruh Mingyu pulang nde"
Jungsoo pun mengangguk
"coba terima dia, aku juga akan mencoba menerimanya"
"aku rindu dengannya" ucap wanita paruh baya itu
.
.
Sejak kejadian itu dia membuang ponselnya, betapa bodohnya sehingga dia tidak bisa menghubungi Mingyu, padahal dia tidak bisa jauh dari anak itu
"apa aku harus melihatnya dari jauh lagi" ucapnya pasrah
Dia mengambil foto di laci kerjanya, yang menampilkan dirinya dengan bayi yang sekitar usia 1 tahunan, dia adalah Mingyu
"maaf aku harus melakukan ini Mingyu-ya, kau harus sadar jika Jaejoong dan Yunho sangat mencintaimu dan mereka tidak akan rela jika kau pergi dari mereka"
.
.
.
Mingyu kaget karena kedatangan Jungsoo dan juga laki-laki paruh baya disebelahnya, Mingyu mempersilahkan mereka masuk
"siapa nama mu nak?" tanya laki-laki itu
"Mingyu" mingyu yang memang takut dengan Jungsoo hanya menunduk dari tadi
"hei jangan takut, aku Jung Youngwoon, aku adalah Haraboejimu"
Mingyu menatap kearah lelaki itu dan dia tersenyum, lalu tangan lelaki itu mengelus rambutnya, lalu melirik ke Jungsoo wanita itu masih membuang muka
"apa kau ingin pulang?"
Mingyu bingung dan hanya diam
"begini apa kau tidak ingin kembali ke rumah bertemu dengan Yunho Appa?"
Mingyu mengangguk tapi melirik Jungsoo lagi
"hei rilex saja jangan menatap Haelmoni mu terus, jawablah sejujurnya dia tidak berani mengancam mu jika ada aku"
"Hara..hmmm..maaf maksudku ahjussi" Mingyu mengganti panggilannya karena reaksi dari Jungsoo yang tidak suka dengan itu
"hei, panggil saja Harabojie kau cucuku"
Wajah Jungsoo berdecak tak suka
"jangan menakutinya Jungsoo-ya"
Wanita itu hanya membuang mukanya saat suaminya menegurnya
"apa aku boleh mengenalmu, karena Yunho tidak pernah mengenalkanmu, apa kau mau bercerita sedikit saja" pinta Youngwoon
Mingyu diam lama sebelum akhinrya membuka suara
"namaku Jung Mingyu, aku berusia 14 tahun dan aku bersekolah di Seoul High School"
Setelah itu Youngwoon mengajak Mingyu berbicara tentang dirinya lagi dan Jungsoo yang hanya diam saja, pembicaraan itu diakhiri dengan Mingyu yang di ijinkan untuk kembali pulang ke rumah, Mingyu sangat bahagia kakek nya mau menerimanya, dan dari kecil baru kali ini dia merasakan memiliki kakek
Drrt drrt
Mingyu mengambil ponsel disakunya dia mendapat 1 pesan dari Jungsoo
'permainan kita belum berakhir, ada bayaran untuk ini semua, tunggu saja dan jangan bilang suami ku'
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Yunho mengamuk saat melihat portal berita yang artikelnya berisi 'artis cantik Kim Jaejoong ketahuan berkencan dengan lawan main nya sendiri', dia melempar koran itu jauh-jauh
"ARGHHH "
Prangg
Yunho sudah tidak fokus lagi dia harus buru-buru pulang dan mendengar dari bibir istrinya sendiri, tapi sepertinya dia butuh tempat pelampiasan sekarang
Wanita itu tertawa puas membaca headline news di semua portal berita
"berita pertama sudah keluar tunggu berita besarnya Jaejoong"
Jaejoong kaget bukan main dia baru saja terbangun dari tidurnya dia malah mendapat telepon dari agensinya dan langsug menyuruhnya menyelesaikan masalah hubungan nya dengan Seunggi yang diketahui publik luas, Jaejoong pun panik tapi bukan karena karir nya tapi pada Yunho, ini adalah berita dating pertama untuk dirinya, apalagi ditambah foto mereka yang terlihat berciuman padahal mereka tidak melakukan itu, tapi angel foto nya yang salah membuat mereka seolah seperti itu, Jaejoong melihat jam sudah masuk tengah malam tapi Yunho belum pulang juga, dia sungguh khawatir sekarang. tak lama suara mobil terdengar Jaejoong langsung berlari dan benar saja itu Yunho tapi dia mabuk
"Yun..."
"minggir...hik"
Yunho mendorong jaejoong yang hendak menghampirinya
"kenapa kau seperti ini hah?" Jaejoong berucap kecewa karena suaminya sudah lama sekali tidak mabuk seberat ini terakhir adalah saat dia dibuang keluarganya biasanya Yunho mabuk berat seperti ini saat ada masalah besar saja, tapi Yunho terus melengos pergi tak menggubris Jaejoong
"Yun"
Jaejoong menarik lengan suaminya
"aishhh..." Yunho menatap Jaejoong lalu berjalan terus mendekat ke Jaejoong hingga Jaejoong tersudut kan di tembok
"ini karena mu hik...bibir ini Cuma untukku hik" Yunho langsung mencium Jaejoong kasar dan Jaejoong memberontak karena Yunho bermain kasar sekali
Jika didalam adegan drama ada bagian kissing, jaejoong akan meminta ijin dari Yunho dan jika tiba dirumah Yunho akan menghapus jejak bibir itu, dan dalam hal ini berbeda
"sadarlah Yun hiks "
"kau jahat hik kau berselingkuh hik" Yunho terus merancau tidak jelas
"ayo bersihkan dirimu"
Jaejoong memegang tangan Yunho dan dilepas paksa oleh Yunho
"aku mencintaimu sungguh hiks"
Yunho menyeringai lalu menyeret tubuh Jaejoong ke kamar dan melemparnya ke kasur mereka, lalu dia mulai mencium Jaejoong
"aku akan menghapusnya " Jaejoong pun mengangguk pasrah
.
.
.
Pagi hari
Yunho memegang kepalanya yang pusing karena mabuk kemarin, dia melihat istrinya masih tidur
"ishhh" Yunho meringis mencoba mengingat apa yang terjadi semalam namun sepertinya tidak baik-baik saja karena dia mendengar tangisan Jaejoong apakah semalam dia menyakiti Jaejoong, ah entahlah dia tak ingat
Tak lama Jaejoong membuka matanya
"apa kepalamu pusing? Ku buatkan susu hangat sebentar" Jaejoong buru-buru bangun karena melihat suaminya memegangi kepalanya, Yunho menahan lengan Jaejoong
"waeyo?" tanya Jaejoong bingung
"apa aku menyakitimu semalam?" tanya Yunho bingung karena dia tidak ingat apa-apa
Jaejoong tersenyum "tidak, sama sekali tidak"
Mendengar itu Yunho pun melepas tangan Jaejoong, membiarkan istrinya melakukan tugasnya dan dia pun segera bergegas mandi, setelah selesai dia ke meja makan dan melihat Jaejoong yang terlihat murung, Yunho duduk disebelah Jaejoong dan mulai memakan sarapan
"Yun, aku hiks percayalah kami tak berciuman itu hanya angel yang salah saja dan aku hiks juga hiks hiks tak berpacaran dengannya hiks" tangis Jaejoong pecah karena takut menyakiti Yunho
Yunho menarik nafas lalu mengusap air mata Jaejoong
"maaf kemarin aku gelap mata" ucap Yunho menyesal lalu Jaejoong tersenyum
"kau cemburu kan? " goda Jaejoong
"ti...dak"
CUPP
Yunho kaget akan kecupan tiba-tiba Jaejoong tapi diapun tidak mau kalah mencium bibir Jaejoong dalam karena kemarin dia dalam keadaan mabuk
"akan ku hapus"
Jaejoong pun mengangguk lalu melanjutkan ciuman mereka lagi
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Mingyu berangkat sekolah dengan perasaan senang karena nanti dia akan kembali ke rumahnya
"hai chingu-ya"
Mingyu menyapa ke-3 sahabatnya namun mereka sedang sibuk dengan koran di atas meja
"hei, kalian, kenapa tidak menjawab ku, apa wanita di surat kabar itu full naked sampai..."
Mingyu berhenti berbicara dan tersenyum kikuk karena temannya menatap tajam ke arahnya
"ini berita seru Mingyu-ya, membuat wanita wanita itu heboh" ucap Hoshi
Mingyu pun penasaran menarik surat kabar itu dan matanya membulat membaca judul itu
"kya...couple favoritku akhirnya mereka berlayar"
"jika menikah pasti anaknya sangat tampan dan cantik"
"aku sangat mendukung mereka"
Mingyu mendengar sambutan positif dari teman-temannya yang merupakan penggemar Jaejoong
"hah..hyung apa-apaan kau membaca berita seperti ini " ucap Mingyu
"aish...karena ini menyangkut uri jihoon jadi aku harus tahu perkembangan berita seperti ini " ucap Hoshi
"lalu kau hansol-ah tumben kau mau membaca ini "
"yak apa kau lupa Mingyu-ya, si boo itu tukang gosip beginian, jadi dia harus update berita seperti ini" ucap Seokmin
Mingyu menggeleng kan kepala nya mereka benar-benar berusaha mendapatkan pujaan hati, walaupun Mingyu tersenyum namun dia memikirkan berita itu
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
"aku tidak mau sajangnim" teriak Jaejoong
Bos nya pun memegang tangan Jaejoong penuh harap
"ku mohon Jae-ya, kau itu aset berharga kami, dan karena berita ini saham kita naik, aku mohon kau mau kan berpura-pura"
Jaejoong mengusap air mata di pipi nya
"aku tak apa kau suruh bekerja siang malam selama setiap hari tapi ku mohon untuk ini aku tidak bisa"
"ku mohon, sepertinya seunggi menyukai mu"
"tidak, tidak, aku tidak akan mau"
"baiklah jika itu keputusanmu"
Akhirnya setelah berdebatan itu mereka mengadakan konfersi pers dan seperti keputusan final tadi mereka menyangkal berita dating itu sesuai permintaan Jaejoong yang memang dia tidak memiliki hubungan apapun
"aku menyerah Jae-ah, aku sadar kita Cuma teman saja" ucap Seunggi pasrah
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Mingyu sengaja ijin tidak ikut latihan karena dia harus mengambil barang dan kembali ke rumahnya, seperti biasa dia berjalan ke arah halte bus untuk membanya ke rumah, dia melihat sebuah layar besar yang biasa menampilkan iklan kini menampilkan acara langsung konfersi pers dari artis terkenal 'Kim Jaejoong', sepertinya dia sangat menarik perhatian karena sepanjang jalan ini orang-orang ramai menonton, akhirnya Mingyu pun ikutan menonton karena penasaran
'aku Kim Jaejoong menyatakan tidak memiliki hubungan sama sekali dengan Seunggi selain rekan kerja, aku mohon maaf atas berita yang tiba-tiba ini dan membuat kalian resah, aku akan bekerja keras...'
Tanpa sadar Mingyu tersenyum, ada perasaan lega saat Umma nya bilang begitu, Mingyu tidak rela kehilangan Jaejoong, tapi seperti nya berbanding terbalik dengan nya karena kebanyakan orang-orang kecewa karena mereka ternyata hanya rekan kerja saja
.
.
Wanita itu menonton acara itu dan tersenyum
"seperti dugaan ku"
Dia lalu meminum wine nya
"setelah ini kau akan hancur Jaejoong"
Dia tertawa puas
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Yunho juga menonton acara konfersi pers itu dia pun tersenyum, dia begitu percaya dengan Jaejoong
'aku mencintai mu boo'
Hari ini Yunho memilih pulang cepat untuk memberikan hadiah ke istrinya itu, dia membeli bunga dan beberapa bahan makanan, dia akan memasak spesial untuk istrinya itu, mereka akan makan malam spesial mumpung Mingyu tidak dirumah
Yunho menggulung lengan kemejanya lalu mulai memotong sayuran
'jangan makan di luar'
Yunho tersenyum setelah mengirim pesan ke Jaejoong lalu melanjutkan acara memasaknya itu
TING
Dia buru-buru membuka pesan di ponselnya
'aku akan langsung pulang hun'
Yunho pun makin semangat setelah membaca itu, 1 jam akhirnya dia selesai memasak dan menghias meja makan spesial untuk istrinya, tak lama dia mendengar suara mobil dia pun langsung membuka kan pintu untuk Jaejoong
"selamat datang"
Senyum Yunho berubah menjadi sebuah tanda tanya besar
"Yun, lihat aku bawa siapa"
Yunho masih penasaran siapa orang dibalik badan Jaejoong
"ayo masukk"
Wajah Yunho menatap tak percaya
"Anyeong Appa"
Yunho langsung mendekat dan memeluk Taeyong
"bogoshippo"
"kau sudah besar, my little boy"
Jaejoong tersenyum melihat momen didepan nya ini
Mereka bertiga langsung memakan makanan buatan Yunho
"Yun, ini sangat enak"
Taeyong pun mengangguk mengiyakan
"hei, bagaimana bisa kalian bertemu?"
Jaejoong memberhentikan makan nya lalu mulai mengingat kejadian tadi
Jaejoong kembali bekerja setelah konfersi pers dan katanya ada pemain baru yang berperan sebagai adiknya di drama, katanya orang itu adalah artis baru. Lalu lamunan Jaejoong dikagetkan dengan kehadiran seseorang
"anyeonghaseo Kim Taeyong imnida"
Jaejoong menatap kaget begitupun lawannya
"Umm...a"
Tanpa pikir lama Jaejoong segera memeluk Taeyong
"Tae...benarkah ini tae ku?" ucap Jaejoong dalam hati, dia benar benar merindukan anak itu, sudah lama mereka tidak bertemu langsung paling mereka Cuma video call itu juga sangat jarang terjadi karena kesibukan mereka.
Akhirnya semua pemain berkumpul dan mereka membaca naskah drama lagi, setelah itu semua bubar, saat semua pemain sudah pergi dan suasana sudah sepi, Taeyong berjalan ke arah Jaejoong
"Umma...neomu bogoshippo"
Jaejoong tentu saja tidak bisa menahan harunya
"owh...kau sudah besar nde"
Akhirnya mereka memilih keluar bersama untuk mengobati rasa kangen, sekalian makan malam
"selama project ini kau akan tinggal dimana?" tanya Jaejoong karena dia tahu anak ini tinggal di Jeju dan itu sangat jauh
"aku akan menyewa apartemen sepertinya Umma"
"hah..aku khawatir kau sendirian, bagaiamana tinggal dirumahku? Sekalian mengobati rasa kangen ku, Yunho juga pasti senang kau tinggal dirumah kami, nanti kita bisa berangkat bersama"
"ah...tidak usah Umma, aku tinggal..."
"tidak menerima penolakan Tae, kajja"
Selama perjalanan mereka berceloteh mengenai kenangan mereka dulu, jadi Taeyong anak adopsi Jaejoong dan Yunho waktu mereka kuliah, waktu itu anak itu mereka temukan di taman sambil menangis, lalu mereka lapor ke polisi namun sampai 3 bulan tidak ada yang mencarinya akhirnya dia diadopsi mereka berdua, tapi saat mereka mengasuh selama 1 tahun ada yang datang ke rumah mereka untuk menjemput Taeyong dan itu adalah orang tuanya, jadi saat ingin mencari Taeyong orang tua anak itu kecelakaan dan koma, dan mereka baru sadar setelah beberapa bulan, setelah itu mereka mencari anak mereka kembali. Sejak saat itu mereka jadi dekat, bahkan sering video call hingga sekarang namun tidak sesering mungkin karena jadwal mereka yang makin padat. Saat Jaejoong kecelakaan Taeyong juga menjenguk bersama orang tuanya, dia menangis melihat keadaan Jaejoong waktu itu.
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Mingyu dikamarnya sedang bingung ingin mengundang Appa dan Umma nya untuk menonton pertandingan basket pertamanya
"bilang tidak yak"
Dia mendengar suara ibunya, jadi dia bisa simpulkan orang tua nya sudah berada dirumah semua
"jika mereka datang lalu aku menjadi cadangan bagaimana"
Mingyu mengacak rambutnya frustasi
"bilang tidak, iya, tidak, iya, tidak, iya"
Mingyu menghitung jarinya dan berhenti dikata 'Iya' akhirnya dia keluar kamar dan mencari orang tuanya, dia mendengar suara ramai di ruangan makan seperti suara orang tertawa jadi dia langsung kesana, baru sampai anak tangga terakhir senyum merekah Mingyu hilang melihat momen dihadapannya, Appa nya memeluk anak remaja seusianya lalu Ummanya juga tertawa bahagia, Mingyu melihat wajah anak itu sekilas mirip Umma nya
"Apa dia kembaran...Jongin"
Mingyu melangkah mundur dan memilih kembali ke kamarnya.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Jungsoo sedang diam diruangan nya dia lagi memikirkan cara untuk membuat putranya yang belasan tahun jauh darinya untuk kembali kerumah, dia akan melakukan apapun tidak peduli dia harus menyakiti orang untuk mencapai tujuannya itu
"apa sih yang wanita itu gunakan sehingga putraku menggilainya"
Sejenak dia berpikir lagi hingga dia terlintas sebuah ide cemerlang , diapun segera mengambil ponselnya
"temui aku di restoran"
Senyum licik terpancar diwajah cantiknya
"kali ini harus berhasil"
Pukul 11 malam mereka baru selesai berbincang, Jaejoong merapihkan barangnya dulu untuk besok pagi, jadi dia terakhir masuk kamar, setelah selesai semua keperluannya dia menuju lemari es untuk mencari minuman karena dia haus sekali, saat baru membuka lemari es dia tersenyum melihat isinya yang dipenuhi kotak susu coklat kesukaan putranya, ah biasanya ini akan habis cepat. Dia jadi rindu Mingyu.
Setelah merasa segar dia pun naik kelantai dua dan menuju kamar putranya, matanya membulat kaget karena lampunya menyala, diapun tanpa ragu membuka pintu itu dan rasanya dia ingin teriak karena melihat orang yang ia rindukan sedang berbaring dikasur.
"kenapa tidak bilang Umma kau pulang hmm"
Jaejoong mengelus rambut Mingyu dan memperhatikan wajah Mingyu, tak ingin mengganggu dia merapihkan posisi Mingyu, menyelimutinya dan tak lupa membawakan segelas susu coklat untuknya
"jaljayo"
Jaejoong mengecup kening Mingyu dan segera beranjak keluar, hari ini dia sangat bahagia mendapatkan kejutan suaminya, bertemu anak angkatnya dan orang yang ia rindukan pulang ke rumah.
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Pagi hari Jaejoong bangun pagi-pagi untuk menyiapkan makanan spesial untuk Taeyong, sudah lama mereka tidak sarapan bersama, sekalian menyambut kepulangan Mingyu juga, Jaejoong langsung menaruh bahan masak nya dan dia begitu kaget saat melihat Mingyu yang akan berangkat sekolah padahal ini masih pukul 6 pagi
"Mingyu ya"
Panggilan Jaejoong sama sekali tidak digubris anak itu, hingga akhirnya Jaejoong menahan lengan Mingyu
"sarapan dulu, ini masih terlalu pagi, Umma ambilkan kesukaan mu nde"
Mingyu tak menjawab dan meghempaskan tangan Jaejoong kasar
"Gyu, kau kenapa?"
Ucap Jaejoong melihat kepergian Mingyu, dia tidak tahu salah apa lagi, bukankah kemarin kemarin anak itu sudah lumayan luluh kenapa sekarang balik lagi, apa yang ia perbuat sampai menyakiti hatinya seperti itu. Dia kembali ke dapur, sesekali dia mengusap air matanya, jika ditanya dia sangat lelah mengahadapi Mingyu yang sama sekali tidak menganggapnya, tapi jika dia meluapkan kekesalannya anak itu malah makin menjauh, lagian ini salahnya yang jarang punya waktu untuk anak itu.
Pukul 7 Yunho dan Taeyong sudah siap di meja makan, Jaejoong memaksakan senyumnya namun bagi orang yang sudah tinggal lama dengan nya sangat tahu jika wanita itu habis menangis, tapi Yunho mengurungkan niatnya untuk bertanya karena ada Taeyong, saat anak itu ijin ke kamar kecil dia baru membuka suara
"Kau kenapa? Bukankah kemarin kau sangat bahagia?"
"tidak aku tidak apa-apa"
"matamu bengkak"
"ah ini efek memasak tadi"
"kau bisa membodohi semua orang dengan aktingmu tapi tidak denganku"
Setelah mendengar ucapan Yunho, Jajeoong menarik nafas panjang
"Mingyu berubah lagi, aku tak tahu apa yang salah"
Yunho memutar matanya malas, selalu anak itu yang membuat istrinya sedih, rasanya dia ingin sekali menghukumnya kembali, tak lama Taeyong kembali dan mereka memberhentikan pembicaraan itu.
Pukul 10 Jaejoong dan Taeyong menuju lokasi syuting
"ahjussi turunkan aku di persimpangan"
"Umma mau kemana?"
"ada urusan sebentar, ahjussi akan mengantarmu"
Taeyong mengangguk lalu Jaejoong turun dan naik taxi, setelah sampai di tempat tujuan dia segera menuju salah satu gundukan besar
"Anyeong ahjumma..." dia langsung menangis
"aku lelah hiks hiks aku tidak bisa mengambil hati Mingyu, aku iri dengan mu hiks, tatapan kearahmu dan arahku berbeda, senyumnya hiks hiks..."
"ak..u sangat senang saat dia memberiku hadiah, sikapnya juga agak lunak ku kira dia akan luluh dan seperti dulu lagi namunn... hari ini semua musnah dia kembali lagi hiks hiks"
"Imo baik kau pasti tau orang itu kan? Saat Mingyu cerita ekspresi nya sama seperti dia dengan mu, aku iri dengan orang itu walaupun aku tak tahu dia siapa tapi dia punya tempat setara denganmu"
"tolong hiks hiks beritahu aku membuat Mingyu ku seprti dulu lagi hiks hiks"
Jaejoong menumpahkan segala rasa sesak di dadanya, walaupun tak mendapat jawaban tapi dia merasa lebih tenang
"aku pergi dulu ahjumma"
Dia kadang ingin menyerah akan Mingyu namun dia mengingat kembali jika itu salah dia dan Yunho karena dulu Mingyu tak seperti ini, waktu ada ahjumma yang Mingyu biasa panggil Haelmoni anak itu baik, penurut dan menggemaskan. Dia selalu senang dengan kepulangan Jaejoong maupun Yunho selalu bertingkah lucu di depan mereka, tapi mereka selalu mengabaikan permintaan kecil Mingyu seperti bermain dengannya, sarapan dengannya, mengantarnya ke sekolah, hingga menemani dia tidur permintaan sederhana dari seorang anak.
Tapi mereka tidak bisa memenuhi itu karena waktu itu Yunho asetnya di tarik semua dan mereka harus memulai dari nol jadi mereka bekerja tak kenal waktu, karena demi masa depan Mingyu, hingga akhirnya ahjumma tiada akibat kecelakaan disitu Mingyu terpuruk dan Jaejoong sebagai ibu tidak bisa menemani karena dia sudah terkenal dan tuntutan pekerjaan nya sangat padat dan Yunho yang perusahaan sudah berjalan lagi tapi masih berkembang masih banyak juga yang harus ia kerjakan, sehingga anak itu sendirian dan setelah ekonomi mereka stabil dan meluangkan waktunya untuk Mingyu anak itu yang menjauh.
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Sore hari Mingyu ada sparing dengan sekolah tetangga dia dimasukkan ke tim inti untuk bertanding, namun karena dia yang tak fokus karena masalah semalam, membuat dia menjadi blackhole besar di tim nya, hingga dia berkali kali kena teguran
"kau ini baru sparing saja sudah menjadi black hole bagaimana jika bertanding sungguhan?" sindir sang pelatih
"lihat lah pemain baru yang lolos seleksi dari puluhan murid hanya bisa jadi black hole di timnya"
Semua pemain diam dan Mingyu objek yang dimarahi hanya menunduk saja
"kau akan menjadi pemain utama..."
Semua pemain memandang pelatihnya tak percaya
"di bangku cadangan"
Semua pemain tertawa mendengar kalimat akhir pelatihnya, berarti dirinya hanya sebagai pemain pelapis saja, tak ada harapan untuknya
.
.
.
==0604==
.
.
.
.
Pukul 11 malam akhirnya syuting selesai, Jaejoong segera merapihkan barangnya dan menuju parkiran untuk pulang, dia tak sabar untuk merebahkan badannya
"aku balik duluan"
"hati-hati Jae"
Jaejoong berjalan sendiri ke parkiran, tadi managernya sedang ke kamar mandi dulu dan Taeyong sudah menunggu dimobil, saat melewati ruangan kosong dirinya ditarik seseorang, Jaejoong kaget dan ingin berteriak namun mulutnya di dekap dengan tangan orang itu
"sssttt"
Mata Jaejoong membulat sempurna melihat orang di depan nya
"hai cantik" sapa lelaki itu
Jaejoong mundur dia ketakutan sekarang
"jangan mendekat...jangan mendekat"
"aku Oppa mu, Jae-ya kau tak perlu takut"
Jaejoong menggeleng dia mulai kehilangan kendali atas dirinya
"bukan...kau pembunuh, kau pembunuh eonni ku hiks hiks, kau mengambil putraku hiks hiks"
Orang itu mendekat kearahnya lagi
"anak itu pantas mati, dia anak Yunho" ucap orang itu sambil tertawa
"Kau GILA, pergi...jangan mendekat hiks hiks"
Jaejoong terdesak di tembok, orang itu mengusap pipi nya
"aku akan merebutmu darinya"
Orang itu mencium pipinya sebelum pergi, Jaejoong sudah menangis dia takut sekali, setelah orang itu pergi Jaejoong terus mengusap kasar pipinya dia ingin menghilangkan bekas bibir si pembunuh itu
"Jae kau kenapa hah"
Jaejoong tak menjawab dan terus menangis
"pu...lang hiks"
"nde...kajja kita balik"
Selama perjalanan Jaejoong terus terisak, dia mengingat bagaimana dia kehilangan kakak satu-satunya, lalu yang paling berbekas sampai sekarang adalah kehilangan Jongin, putranya yang tidak akan pernah kembali lagi
'Yun, mana bayi ku hiks hiks'
'relakan jongin sayang, dia sudah pergi'
Sekelebat kejadian itu membuat Jaejoong menarik rambutnya frustasi
"tidak...putraku hiks"
'Yun, kau mau menamai dia siapa?'
'Jung Jongin'
'Jongin-ah Anyeong'
"Jongin ku hiks hiks"
Taeyong yang tak tahu kenapa Umma angkatnya bisa seperti ini dan dia hanya bisa menatap iba
"aku mohon tuhan jangan kembali seperti dulu lagi, aku tidak tega melihatnya" doa Taeyong
.
.
TBC
Hai I'm back hehe, diriku ternyata masih sibuk dan baru bisa update sekarang (deepbow) makasih buat yang udah mau baca ff ini dan juga yang udah setia sama ff ini #xoxo
Special Thanks for
baenam101, Chiaka Angels, anonim, ichinisan1-3, xxbbiw06, Haruharu, Guest, priaanisa88 , Park RinHyun-Uchiha , babychami
makasih banget buat kalian yang udah nyempetin review ^^ (dipeluk Mingyu satu-satu)
hmm hari ini juga special, cast utama ff ini dan bias ku juga lagi ultah hehe, Happy birthday for Kim Mingyu, ye...si bayi besar nya seventeen
tahun lalu aku mulai mengenal 13 pemuda ini wkwk, diawali dari lagu DWC yang sukses bikin ku ketagihan berlanjut ke suaranya Lee Seokmin yang aduhai, terus kepincut si bule Vernon, lalu berakhir dengan si taring yang memporak porandakan list bias ku wkwk
