COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Yunho menatap sedih kearah Jaejoong yang kini sudah terlelap, dirinya kaget bukan main saat melihat keadaan Jaejoong tadi, bahkan ia sampai memberikan obat penenang lagi

"Appa"

Yunho menengok kearah Taeyong

"Umma baik-baik saja kan?"

Yunho mengangguk, menenangkan putranya itu, walaupun dia tidak tahu bagaimana nanti istrinya setelah kejadian tadi.

...

Tempat lain

Mingyu menenangkan dirinya di taman, dia bimbang harus bersikap apa, dia seharusnya tahu diri posisinya hanya 'anak angkat' , dan saat sang anak kandung kembali seharusnya dia pergi menjauh, ah...dia menyesal menuruti ucapan kakek dari ayahnya itu.

Tapi...dia masih tidak rela meninggalkan mereka, waktu tinggal di apartemen sendiri saja rasanya ada yang hilang dari dirinya, Mingyu harus apa, bertahan atau pergi?

Jika bertahan apakah dirinya siap melihat kasih sayang Yunho dan Jaejoong lebih condong kepada Taeyong yang notabene putra mereka dibanding dirinya

Jika dia pergi, dia mau kemana? Imo baik? Ssh..bahkan dia mengganti no ponselnya karena sangat kesal dengan Mingyu, padahal Mingyu mau bertemu dan menceritakan alasannya namun wanita itu begitu kesal ternyata

Haelmoni?hah lucu sekali memikirkan nenek yang bahkan memang ingin dirinya pergi, wajahnya saja membuat Mingyu merinding ketakutan, walaupun terlihat seperti malaikat tapi jika sudah berhadapan dengan Mingyu, Haelmoninya itu berubah jadi iblis

Terlalu lama merenung tak sadar sudah tengah malam, Mingyu segera bergegas pergi untuk pulang ke rumah.

.

.

.

==0604==

.

.

.

CKLEKK

"Kau masih marah?" tanya lelaki tua itu tetapi Wanita tua itu tetap diam saja

"Hei lihat aku belikan tas untukmu" bujuk lelaki tua itu, namun ucapannya tak dipedulikan

"Ayolah yeobo, ini demi kebaikannya" Wanita itu hanya membuang nafas kasar

"Baik katamu? Anak itu benalu untuk putraku, gara-gara kehadirannya dia tidak mau menikah dengan gadis lain yang sempurna" akhirnya wanita itu pun membuka suaranya, Lelaki tua itu jadi bingung harus bagaimana

"Tapi dia bahagia"

"Tidak denganku hiks, aku...aku hanya ingin cucu dari putraku, aku tidak mau tas dan sepatu mahal mu itu hiks"

Kangin panggilan lelaki itu memeluk istrinya erat

"Cobalah terima Mingyu, dia anak baik" Jungsoo menggeleng sebagai jawaban

"Kau belum mencobanya" Jungsoo tetap menggeleng

"Aku janji, jika kau merasa Mingyu bukan cucu yang baik dan dia hanya ingin mengambil harta Yunho saja, aku akan memisahkan mereka, aku yang akan memaksa Yunho menikah dengan wanita lain, dan mengusir Mingyu dari hidup Yunho" lalu Jungsoo menatap wajah suaminya mencari kebenaran

"Kau serius?"

"Hmmm"

Jungsoo tersenyum, baru kali ini suaminya itu mau ikut urusan Yunho biasanya hanya Jungsoo saja, sepertinya suaminya juga ingin cucu.

"Aku akan mendekati anak itu" ucap Jungsoo

.

.

.

==0604==

.

.

.

Pagi Hari

Mingyu agak bingung karena rumahnya sangat sepi, padahal anggota keluarganya lengkap dirumah, biasanya Umma nya sudah menyiapkan sarapan dan Appanya bersiap ke kantor

"Apa kau Mingyu?" Mingyu kaget mendengar suara dari belakang nya

"Haha..kenalkan aku Kim Taeyong" Mingyu membalas jabatan tangan Taeyong

"Jika kau mencari Umma, dia sedang dikamar, sepertinya hari ini dia tidak syuting" ucap Taeyong sambil mengikat tali sepatunya

"Apa Umma sakit?" Tanya Mingyu khawatir

"Hmm, dia butuh istirahat, jja aku duluan" Taeyong segera bergegas pergi karena ada syuting pagi

'Dia tidak buruk juga' Mingyu tersenyum mengulang ingatan nya bercakap dengan Taeyong tadi

Mingyu melihat jam masih pukul 6, dia menuju dapur berniat membuat sarapan, setengah jam hidangannya sudah selesai dia membuat bubur untuk Ummanya dan roti panggang untuk Appanya, dia membawa bubur beserta susu hangat ke kamar Jaejoong

Mingyu membuka sedikit pintu kamar Ummanya dan memastikan Appanya tidak ada, dirasa aman dia segera masuk dan meletakkan hidangan buatannya di meja, lalu dia mendekat ke kasur dan dia memegang dahi Jaejoong

"Hmm tidak panas" Dia tersenyum melihat wajah Jaejoong sangat damai saat tertidur

"Umma, mianhae selalu membuat mu menangis, aku bukan anak yang baik untuk mu, mianhae selalu mengecewakanmu" Mingyu diam sejenak

"Umma saranghae, cepat sembuh nde, aku berangkat" lanjut Mingyu

CUPP

...

Yunho segera berlari sebelum aksi mengintipnya ketahuan oleh Mingyu, setelah Mingyu turun kelantai satu, Yunho segera masuk ke kamar dan melihat istrinya sedang duduk dan ada air mata dipipinya, Yunho panik bukan main

"Jae..." panggil nya lembut

"Yun hiks" Yunho memeluk Jaejoong yang terisak

"Dia tidak ada disini kau aman " ucap Yunho menenangkan namun Jaejoong masih terisak

"Putraku.. "

"Sssttt...Jongin sudah tenang sayang" Jaejoong menatap heran kearah suaminya

"Mingyu...menyayanguiku Yun" Wajah Jaejoong penuh dengan senyum kebahagian

"Kau tida...kk ingat dengan kemarin kan?"

"Aku ingat, tapi...aku akan melawan dia, demi putraku kan, aku tidak ingin menelantarkan nya untuk kedua kalinya, aku tidak ingin dia menjauh lagi, aku ingin dia disampingku selalu, kau mau kan membantuku?"

Yunho mengangguk memeluk istrinya erat

.

.

.

Jaejoong membuka matanya dia tidak melihat keberadaan suaminya, awalnya dia ingin turun namun kepalanya pusing, ah...kejadian semalam membuka luka lama nya lagi

Cklek

Jaejoong buru-buru menutup matanya dia ingin mengagetkan suaminya, namun saat orang itu mendekat parfumnya bukan suaminya, tangan orang itu menempel di dahinya

"Hmm tidak panas" -Mingyu

'Kau mengkhawatirkan Umma mu ini ternyata'

Jaejoong masih pura-pura tertidur

"Umma, mianhae selalu membuat mu menangis, aku bukan anak yang baik untuk mu, mianhae selalu mengecewakanmu"

'Maaf Umma lebih lebih mengecewakanmu sebagai ibu, Mingyu-ya'

"Umma saranghae, cepat sembuh nde, aku berangkat"

CUPP

Setelah Mingyu pergi keluar kamar, Jaejoong segera bangun mengusap pipinya, rasanya bahagia sekali mendengar kalimat sayang keluar dari putranya itu, bahkan ini lebih bahagia dibanding dia menerima pujian dari orang lain

Satu kata yang membuat dia tersenyum, satu kata yang membuat dirinya kuat, dan sekian lama akhirnya dia tahu jika anaknya itu menyayanginya.

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu sedang mendengarkan pelajaran yang dijelaskan gurunya

Drrtt

Mingyu mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan masuk

'Temui aku setelah pulang sekolah'

Mata Mingyu membulat, apa dia harus kabur? Tapi kalo neneknya itu mau minta maaf bagaimana? Tapi mana mungkin nenek sihir menjadi baik aish...Mingyu segera menghapus pesan itu.

...

Setelah menghapus, dia jadi tak ingat, dia menjalani aktifitas seperti biasa, sore hari saat latihan basket dia disuruh membeli minuman disebrang oleh Seungcheol

"YAKK bocah" Mingyu mematung saat Jungsoo menjemputnya

"Ayo..cepat naik"

"Tapi...ak...u ada basket" Mingyu tak bohong dan semoga neneknya ini percaya

"Aku akan ijinkan" Mingyu hanya pasrah, dia diseret oleh neneknya menemui rekan basketnya

"Dia ada urusan denganku, jadi dia ijin berlatih hari ini"

"Nde ahjumma"

Tak ada wajah senyum hanya wajah datar dari neneknya ini

"Urusan kita belum selesai"

Mingyu menelan salivanya, dia takut neneknya berbuat macam-macam, keringat keluar dari tubuhnya padahal suhu dalam mobil dingin

"Nde" jawab Mingyu pelan

"Aku akan membantu mu mencari orang tua mu"

"Ye?" Mingyu memekik kaget

"Kau tak mau?"

"Sangat mau ahjumma"

Jungsoo berhenti di restoran dia mengajak Mingyu turun

"Samakan saja"

Mingyu hanya diam menunduk, tidak berbicara sedikit pun, dan Jungsoo asik bermain gadget nya

"Ini pesanan anda"

Dua porsi dengan menu yang sama, Mingyu masih menunduk tak berani mengambil makanan

"Makan lah" Mingyu hanya menggeleng sebagai jawaban

"Tak ada racun"

"Tidak...aku..tadi sudah makan"

Kriukkk

Ah...perutnya tak bisa ia ajak kompromi, Mingyu menunduk takut, berharap neneknya tidak dengar

"Kasihani perutmu itu" ucap Jungsoo dengan wajah yang datar

Mingyu pun akhirnya menurut memakan makanan nya, mereka makan dengan diam, Setelah selesai makan Jungsoo segera membuka pembicaraan

"Aku butuh informasi darimu, agar aku tahu dimana aku memulai semuanya" Mingyu mengangguk sebagai jawaban

"Berikan info yang kau tahu sejauh ini"

"Aku hanya tahu Jongin, putra Umma dan Appa yang meninggal, semua foto tentang dirinya ada di gudang tapi aku hanya menemukan foto Umma hamil saja tidak ada wajah Jongin, lalu kemarin ada orang baru datang namanya Taeyong dan aku tidak tahu dia siapa, tapi dia memanggil Umma dan appa dengan sebutan yang sama denganku"

Jungsoo mendengarkan seksama lalu menyeruput jus nya

"Bahkan kau tidak tahu tentang Jongin" sindir Jungsoo meremehkan, Mingyu makin menunduk

"Aku meragukan diriku karena menemukan surat rumah sakit yang menyatakan pengangkatan rahim Umma"

"Dengarkan penjelasanku, Umma mu menikah diam-diam dengan putraku, karena aku tak pernah mengijinkan mereka bersama, tapi..mereka menentang dan menikah lalu singkat cerita Jaejoong hamil dan boom dia kecelakaan saat Jongin masih di kandungan, kondisinya parah dan mengharuskan pengangakatan janin beserta rahim"

Mingyu mendengarkan dengan seksama

"Jaejoong terguncang hingga depresi, Yunho hidupnya berantakan tak terurus keadaan kacau, aku tak tega dan melepaskannya untuk wanita itu, sejujurnya aku juga sedih karena aku ingin melihat cucuku namun itu hanya angan saja" ucap Jungsoo sambil tersenyum sedih

"Ku kira sejalan waktu dia akan sadar jika Jaejoong tak sempurna, ku kira dengan menarik semua asetnya akan membuat dia balik denganku, tapi aku salah dia tetap bersama Jaejoong walaupun wanita itu tak sempurna"

"Umurku sudah tak muda, aku ingin cucu KANDUNG darinya"

Mingyu sadar ada penekanan di kata Kandung, dia bukanlah bagian itu dia cuma anak pungut yang beruntung

"Kau pasti paham maksudku" Mingyu mengangguk, intinya Jungsoo ingin Yunho menikah lagi dan memberinya cucu

"Tentangmu?"

Mingyu menunduk dan menatap Jungsoo lagi

" tak ada foto ku dikardus itu, tak ada surat pengadopsian dan sebagainya, aku tidak tahu" ucap mingyu pasrah

Jungsoo menarik nafas panjang akan sulit jika seperti ini

"Tanya saja ke Yunho"

"Aku takut appa marah" ucap Mingyu lemah

Jungsoo mengacak rambutnya

"Tanggal lahir mu?"

"6 April 2004"

Jungsoo menatap kaget kearah Mingyu

"Kau masih kecil ternyata"

Jungsoo lalu menelpon orang suruhan nya

"Cari semua data rumah sakit , untuk kelahiran bayi tanggal 6 april 2004 dengan ibu Kim Jaejoong"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Malam hari Taeyong baru balik kerumah, dia meminta ijin pulang duluan karena ingin bertemu Jaejoong, dia membawa pizza makanan kesukaan Ummanya itu, Taeyong tersenyum melihat Ummanya sedang menonton tv sambil menyemil keripik

"Umma...tidak baik makan seperti ini"

Jaejoong memekik senang melihat putranya datang

"Wow pizza, kau terbaik sayang"

Jaejoong membuka pizza itu dan segera memakannya

"Umma sudah baikkan?"

Jaejoong mengangguk, dia merasa sangat sangat baik

"Mianhae membuat mu khawatir"

Mereka lalu berbincang, Jaejoong menguap tanda mengantuk

"Umma ayo ku antar ke kamar"

Jaejoong menurut, saat Taeyong mengantar Mingyu pulang dia melihat momen itu, ada perasaan iri

'Umma sepertinya kau sangat bahagia ada Taeyong Hyung"

Jaejoong memang mengantuk tapi dia masih menunggu seseorang siapa lagi kalau bukan Mingyu, dia ingin memeluk anak itu

"Aku tidur dulu sebaiknya"

...

Niatnya dia hanya tidur sejam namun ternyata sekarang sudah pukul 3 pagi, Yunho sudah pulang dan tertidur sekarang, Jaejoong segera turun dan menuju kamar Mingyu

"Kumohon tidak di kunci"

Jaejoong memegang knop pintu itu pelan pelan, hatinya sangat senang saat mendengar bunyi Klik, artinya tak terkunci, dia masuk perlahan dan wajah nya tersenyum saat Mingyu ada dan sedang nyenyak tertidur di pinggir ranjang besarnya itu

"Hei bayi gembul Umma" ucap Jaejoong sambil mengusap wajah Mingyu, dia duduk di lantai sambil menatap wajah tampan anaknya itu

"Baru kemarin Umma mendengar kau menangis karena jatuh, kau menangis karena Umma tinggal, kaki kecil mu dan suara nyaringmu yang membuat rumah ramai" Jaejoong melanjutkan

"Kau sudah besar sekarang, wajah appa mu mewarisi kau ternyata" Jaejoong terdiam lama dia bahkan terisak pelan

"Gomawo mau menyayangi ibu bodoh sepertiku ini" Jaejoong terisak lagi

"Seharusnya...seharusnya kau tak berkata itu padaku, aku tak pantas, aku bahkan hampir membunuhmu" Jaejoong terisak semakin keras

"Eungh..." Mingyu agak terusik karena mendengar sesuatu berisik

"Sssttt..." Jaejoong menenangkan Mingyu agar tidur kembali

"Tidurlah Gyu ya, Umma dan Appa akan mengakhiri ini semua, kau mau kan bersabar sebentar lagi? " Mingyu tak merespon karena masih tertidur pulas

"Nado saranghae my baby"

CUPP

Jaejoong rasanya ingin memeluk bayi besarnya itu tapi dia tidak ingin mengganggu jadi dia pergi kembali ke kamarnya

.

.

.

==0604==

.

.

.

Pagi hari

"Jae, kau sedang apa?" tanya Yunho karena Jaejoong begitu sibuk mengatur beberapa kertas

"Ini adalah kontrakku dan semua akan ku selesaikan tahun ini, aku tak ingin perpanjang, aku ingin vakum"

"Kau siap?" Tanya Yunho dan Jaejoong mengangguk

"Aku ingin bersama putraku, aku sudah mengorbankan waktu bersamanya saat ia kecil dan sekarang aku tak ingin kehilangan waktu bersama nya ketika dia remaja" Yunho mengangguk menyetujui

"Ayo kita bertemu Umma dan Appa" ajak Yunho

Jaejoong terdiam lama lalu mengangguk samar

"Akhiri semua drama ini" ucap Jaejoong

Tempat Lain

Wanita itu tersenyum melihat kertas ditangannya

"Kau akan hancur Jaejoong, sebentar lagi"

.

.

"Putramu begitu mirip denganmu, Yunho"

Di dalam mobil hitam itu dia sedang mengamati seorang anak sekolahan

"Akan seru jika dia lenyap seperti saudaranya" Lelaki itu tertawa keras

"Dan wanitaku akan kembali ke sisiku"

Drrttt

"Katakan yang kau dapatkan"

'Kim taeyong memiliki ikatan juga dengan mereka'

"Lakukan tugasmu kembali"

"Baik tuan"

setelah menutup teleponnya, dia menyunggingkan sebuah seringai " sepertinya 2 lebih bagus dari 1"

.

.

.

.

TBC


untuk umur Mingyu anggap 14 tahun yak hehe

and Hola I'm back, udeh sebulan lebih diriku vakum hehe, dan yah aku gak bisa janji buat update cepet (mian)

Special Thanks for

17karat, ichinisan1-3, Angel Leeteuk Saranghae, soufi park

.

aku tahu ff ku ini jauh dari kata bagus, tapii please jangan jadi siders, komen kalian itu bikin aku semangat buat update T_T

dan makasih banyak untuk yang masih setia sama ff ini ^^

.

.

aku coba bikin ff straight tapi di watty hehe, kalo minat monggo mampir id : Darkblue81