COMPLICATED

CAST : Jung Yunho,Kim Jaejoong, Kim Mingyu, Jeon Wonwoo and other seventeen member

YUNJAE/MEANIE/other couple/GS

.

.

.

.

Jaejoong berkunjung ke rumah orang tuanya, terakhir dia kesini karena diseret paksa pengawal ibunya

"Eomma"

"Ku kira kau lupa ingatan"

Jaejoong memeluk ibunya itu, walaupun kata-katanya pedas namun Heechul begitu menyayanginya terbukti saat dia kehilangan Jongin, Heechul menemaninya setiap saat

"Bogoshippo" Heechul tersenyum memeluk balik Jaejoong, sudah lama dia tidak seperti ini, karena biasanya mereka berdebat jika bertemu selanjutnya Jaejoong membantu Heechul menyiram tanaman bunganya, sesekali dia melirik Eommanya, dia menghela nafas dan mulai membuka pembicaraan

"Eomma"

"Hmm"

Jaejoong diam sejenak dia bingung harus mulai bagaimana

"Aku...hmm..."

"Kau apa?" Tanya Heechul penasaran karena gerak gerik anaknya mencurigakan, Jaejoong mencoba memberanikan diri untuk bilang rahasia terbesar dirinya selama ini

"Aku memiliki putra" Heechul hanya bergumam sebagai jawaban, dia kira mau bicara apa "Taeyong?" Ya Heechul tahu tentang Taeyong karena dulu dia cerita tentang anak itu

"Hmm bukan"

Heechul menatap Jaejoong minta penjelasan, Heechul tidak tahu lagi selain anak itu

"Hmm eghhh dia...Mingyu"Heechul diam tidak mengeluarkan ekspresi sedikitpun setelah mendengar nama itu

"Dia siapa? Dimana kau mengadopsinya?" Sentak Heechul, Jaejoong ciut sekarang dia jadi takut

"Apa itu alasanmu selalu mengelak perjodohanku?" ya benar sih itu salah satunya selain Yunho dan Jaejoong terpojokan sekarang

"Bagaimana asal usulnya? Kau jangan asal mengambil anak, siapa tahu dia cuma ingin hartamu saja" Jaejoong menggeleng tidak terima dengan ucapan Heechul barusan "Tidak Eomma"

"Kau memang siapa? Ibu kandungnya? Kau harus sadar dia itu cuma anak pungut dan kapan saja keluarganya bisa kembali dan meminta ia menguras hartamu" skak mat, Heechul melihat Jaejoong menarik nafas kesal

"Eomma dengarkan aku" bentak Jaejoong kesal, daritadi Eommanya tak memberikan ia waktu untuk bicara

"Aku tahu Mingyu seperti apa, aku tahu tentang dia" Jaejoong kekeh dengan argumennya

"Benarkah? Apa kau tahu makanan favoritnya apa? Hobi dia apa? Bagaimana sikapnya jika marah?..." Heechul masih ngotot, dan dia kesal ucapannya di potong

"Eomma..."

"Kalian berdua begitu sibuk, bisa saja dia memanfaatkan itu untuk mencelakai mu, dan mengambil seluruh milik kalian" Heechul melanjtkan perkataannya

"Eomma aku bersamanya sejak ia kecil"

"Tapi waktumu bersamanya bisa dihitung jari" sindir Heechul "Jangan sok mengenalnya"

Jaejoong mendesah frustasi, ibunya sangat susah menerima orang baru

"Yun..."

"Jangan menyebut namanya, jangan membuat aku tambah membencinya" Jaejoong memeluk Heechul untuk menenangkan amarah ibunya

"Tapi Mingyu bolehkan bertemu denganmu?"

Heechul tak menjawab, dan jaejoong tersenyum tndanya ibunya tak menolak

"Jangan membuatku kecewa" ucap Heechul

Jaejoong mengeratkan pelukannya

"Umma Saranghae"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Jungsoo menatap intens ke arah Yunho, detik selanjutnya yunho sudah memeluk dirinya

"Bogoshippo"

"Ku kira kau sudah melupakan ibu mu ini" Yunho tersenyum kikuk

"Umma, ayo ke hyung, aku merindukannya" Jungsoo tersenyum dan menyetujui ah..sudah 3 bulan dia tak mengunjungi putranya

"Kau membawa apa?"

Yunho menyerahkan kado untuk Ummanya dan dia juga membelikan hadiah untuk hyung nya

"Ternyata kau masih hafal" jungsoo tersenyum saat melihat isi kado untuknya tersebut

Jungsoo bergegas untuk mengunjungi putra sulungnya bersama Yunho, sudah lama mereka tidak berkunjung berdua lagi rasanya sangat bahagia. Mereka menuju suatu tempat rehabilitasi, disini tempatnya orang sakit tapi tidak terasa sakit

"Hyung...bogoshipo"

Tak merespon orang itu hanya diam menatap jendela, Dahyun begitu terguncang atas kepergian calon istrinya membuat dia depresi

"Belum ada perkembangan signifikan" ucap Jungsoo lemah

Yunho duduk disebelah hyungnya itu, dia mengeluarkan kalung, ketika melihat kalung itu, hyunng nya memberikan respon

"Jae...hee hiks"

Jungsoo tersenyum anaknya mau merespon

"Darimana benda itu?"

"Milik Jaejoong, kebetulan sama persis"

Ya Kim Jaehee adalah kakak Jaejoong, yang merupakan tunangan hyung nya Yunho, Heechul memberikan kalung kembar untuk putrinya, dan yang sekarang Yunho bawa adalah punya Jaejoong

Sebelum kejadian itu, Heechul dan Jungsoo adalah sahabat, bahkan mereka hampir menjadi besan namun naas kecelakaan tragis yang menewaskan Jaehee membuat Heechul benci setengah mati pada keluarga Jungsoo, Heechul menuduh Dahyun lah pembunuh putrinya karena sebelum itu mereka bertengkar hebat. Jungsoo tentu saja tidak terima, dia membenci Heechul, teman nya itu tak mau melihat keadaan putranya dulu yang sampai depresi ditinggal Jaehee.

Takdir akibat sumpah masa lalu yang mereka ucapkan berimbas pada Yunho dan Jaejoong, yah...tuhan menakdirkan mereka menjadi keluarga besar. Walaupun Dahyun dan Jaehee tidak jadi menikah tapi Yunho dan Jaejoong lah yang menikah membuat dua keluarga itu bersatu namun sayang api kebencian masih berkobar.

Menikah diam-diam, menjadi pilihan mereka berdua, akibat restu yang tak kunjung di dapat, beruntung mereka disatukan dibangku kuliah, dan untungnya mereka kuliah jauh dari orang tua mereka sehingga cinta itu tetap terjalin, hingga rahasia besar terbongkar saat Jaejoong kecelakaan, mereka dipisahkan kembali, namun karena keadaan mereka yang jauh dari kata baik, Jungsoo melepaskan Yunho agar dia tidak depresi seperti Dahyun dan Heechul melepaskan Jaejoong untuk trauma kecelakaannya.

Tapi beberapa tahun kemudian, saat dirasa keadaan keduanya sudah baik, Jungsoo menyuruh Yunho menikah lagi namun anaknya menolak dan bertahan dengan jaejoong. Jungsoo murka dia menarik seluruh aset anaknya. Membuat Yunho jatuh miskin.

Heechul juga menyuruh Jaejoong menikah lagi, namun anak itu selalu punya alasan, dan tak lama dia terjun sebagai artis, kehidupan putrinya ditutupi dia mengaku lajang, awal debut Jaejoong, Heechul tak berani menyuruh Jaejoong kencan, karena dia tahu kehidupan artis di korea begitu keras dan dia bukan ibu yang jahat merusak mimpi anaknya dari kecil

Dan setelah Jaejoong memiliki karier yang bagus dia menyuruhnya menikah dengan orang lain, namun sayang selalu ditolak, Heechul sudah mencoba menerima Yunho tapi selalu terbayang wajah Jaehee jika mengingat keluarga anak itu.

.

Malam Hari

"Bagaimana?" Tanya Yunho

Yunho segera merebahkan tubuhnya disebelah istrinya

"Umma baik, lalu kau?" Jaejoong mengingat kejadian tadi, walaupun tadi Heechul tempat kesal namun akhirnya dia mau menerima Mingyu juga

"Sama, respon nya tidak terlalu buruk"

"Aku sudah bilang tentang Mingyu"

Yunho kaget bukan main, dia saja tidak diterima sudah belasan tahun apalagi Mingyu adalah orang yang Heechul baru kenal

"Apa? Lalu?"

"Umma tidak menolak, aku akan mengajak nya lain kali"

"Aku masih mendekati Umma kembali, sepertinya butuh wktu untuk bilang tentang Mingyu" Yunho tidak mau mengambil resiko menyeret Mingyu ke masalahnya. Jaejoong mengangguk mengerti, setelah itu mereka berdua tidur, berharap esok hari keluarga mereka bisa bersatu.

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu hari ini ada pertandingan, sudah dibilang dia jadi pemain cadangan bukan, tapi duduk di bangku cadangan tidak buruk juga, karena dia bisa memperahtikan Wonwoo yang sedang mendukung tim basketnya

"Yak" Mingyu tertegun karena tepukan dari Yugyeomm sahabatnya dari kelas lain.

"Siapa?"

Mingyu bingung maksud pertanyaan Yugyeom

"Yang mana yang kau suka?" Yugyeom memperjelas pertanyaan nya dan sukses memnbuat wajah Mingyu langsung memerah

"Benarkan. Kau menyukai salah satu dari mereka? Nuguya?" Yugyeom memaksa Mingyu memberi tahu nya siapa wanita yang temannya itu suka, soalnya daritadi Mingyu tidak melihat tim basket tapi lebih memperhatikan cewek-cewek di pinggir lapangan

"Yang paling pinggir kanan" jawab Mingyu akhirnya dia jujur dengan temannya itu

"Ah...Jeon Wonwoo" ucap Yugyeom senang karena menangkap

"Kau kenal?" tanya Mingyu kaget, karena Wonwoo itu pendiam dan jarang sekali bermain dengan teman dari kelas lain

"Siapa yang tak kenal dia, cewe berwajah dingin namun cantik, banyak yang naksir dengannya" Mingyu merasa tersaingi jadinya

"Tapi dia seperti milik Seungcheol hyung" ucap Mingyu lesuh

"Ah matta, kaka kelas banyak yang iri olehnya, semangat Gyu, saingan mu berat"

BRUKK

"AHHH"

Yugyeom dan Mingyu langsung berlari mendekati lapangan akibat suara teriakan penonton dan juga suara jatuh. Mingyu melihat Seungcheol yang kesakitan berguling diatas lapangan memegangi kakinya, yang sepertinya terkilir, mingyu melihat Wonwoo yang penuh kekhawatiran, lalu saat Seungcheol digotong ke pinggir lapangan, Wonu ikut menyusul

"Yak Jung Mingyu" bentak pelatihnya, Mingyu akhirnya sadar dari lamunannya akibat terlena dan iri melihat adegan romantis tadi

"Cepat masuk lapangan"

Wajah Mingyu shock bukan main, dia bahkan tidak ada persiapan, niatnya hari ini dia cuma menonton saja dan melihat teknik para pemain, mau tak mau dia berganti pakaian dan masuk kelapangan.

Menit awal, dia tidak diberikan bola oleh tim nya sama sekali, padahal dia sudah mengkode, namun mereka lebih memilih menyelesaikan sendiri, akibat itu tim mereka ketinggalan jauh

PRITT

Babak pertama usai, semua pemain kepinggir lapangan

"Yak berikan Mingyu bola" bentak pelatihnya itu

"Dan kau Mingyu, jangan hanya menunggu, kejarlah bola nya"

"Aku ingin kerja sama kalian lebih bagus lagi"

Jika didepan pelatihnya mungkin teman setim nya menyetujui untuk memberikan dia bola, namun dilapangan nyatanya dia diabaikan timnya

.

Tribun penonton

"Permisi...permisi"

Dokyeom, Hansol dan Hoshi baru tiba di lapangan, mereka harus ke bengkel dulu karena mobil Hansol bocor, mereka bertiga mencari spot ditengah, dan sepertinya supporter sekolahannya seperti diam saja tidak teriak teriak seperti biasanya

"Eh...kenapa Seungcheol hyung di pinggir lapangan?" Akhirnya Hansol menyadari ketidak adaan sang kapten dilapangan

"Dia terjatuh dan cedera" ucap salah satu wanita

Mereka bertiga mengangguk, ah...ini alasan mereka lesu semua

"YAK...KELUAR KAU ANAK BARU SIALAN" Mereka bertiga menatap horor wanita didepannya, mereka baru sadar jika yang diteriaki tadi adalah Mingyu

"Yak...kenapa Mingyu tidak diberikan bola" kesal Hoshi

"Bukan masalah itu, tapi dia memang tidak bisa main" jawab wanita lainnya

Dokyeom meminum air yang ia bawa lalu memberi kode kepada Hoshi, detik selanjutnya mereka berdua berdiri dan Hansol yang biasa pendiam juga ikut berdiri

"YAK...JUNG MINGYU PABO, KEJAR BOLA MU BODOH" teriak Seokmin

"JUNG MINGYU SIALAN, KENAPA MAIN MU JELEK SEKALI HAH, KAU MAU MEMPERMALUKAN KAMI" teriak Hoshi

"MINGYU HYUNG JIKA KAU MENANG AKU AKAN TRAKTIR" teriak Hansol

Mereka bertiga sukses menjadi perhatian orang banyak

"Ekhmmm" setelah itu mereka bertiga jadi salting karena menjadi pusat perhatian

.

Lapangan

Mata Mingyu membelalak kaget mendengar teriakan sahabatnya itu, bikin malu dirinya saja, tapi...Mingyu jadi terharu

"GOMAWOOO" teriak Mingyu

Setelah itu rasa gugup dan ketakutan nya hilang entah kemana, dia memberanikan diri ke depan merebut bola, mencetak angka dari jauh, dan sukses membuat semua orang terkejut

"Hyung"

Mingyu tidak serakah dia memberikan bola ke temannya, akhirnya mereka luluh dan memberikan Mingyu bola, dan semua trik yang anak itu gunakan sungguh mengagumkan bahkan keadaan yang tadi berbeda jauh sekarang imbang

"SARANGHAYEO JUNG MINGYU" jangan tanya ini siapa, ini teriakan Hoshi dan Dokyeom untuk dirinya

.

Tribun

"Wah kenapa dia sebagus ini"

"wow daebak"

"Dia keren juga"

Hoshi dan Dokyeom mendengar itu hanya tertawa meremehkan, tadi saja dia mencaci maki sahabatnya, sekarang memuji nya setelah liat kemampuan Mingyu

PRITTT

Kemenangan di rebut oleh Seoul Senior High School, saat sunbae nya berpelukan dan merayakan kemenangan Mingyu memilih menghampiri sahabatnya

"Yeoksii..."

"Yak..Lee Seokmin lain kali teriaklah Mingyu tampan" ucap Mingyu kesal namun setelahnya dia memeluk ketiga sahabatnya itu

"Gomawoo"

Mereka tahu Mingyu mengalami masa sulit, di bully akibat hanya dia kelas 10 yang masuk tim, berbagai desas desus tak mengenakan membuat sahabatnya itu makin terpojokan dan sekarang mereka bungkam karena memang kemampuan Mingyu pantas buat dirinya diterima

"Hansol ingat janji mu" ucap Mingyu meledek

"Aish...Hyung"

Lalu mereka berempat tertawa. Mingyu merasa beruntung sekali memiliki mereka, disaat semua orang mencemooh dirinya, dan hanya mereka yang mendukungnya, walaupun tidak ada kata pujian di teriakan penyemangat mereka tapi dia tahu sahabatnya mendukungnya selalu dimanapun dan kapanpun

Para sunbae tim basket merasa malu dan bersalah pada Mingyu, mereka ingin anak itu dikeluarkan, sudah berbagai cara kejam mereka lakukan tapi ternyata mental Mingyu begitu kuat, dia bertahan dan pada pertandingan ini bahkan Mingyu membantu mereka

Dan saat perayaan kemenangan, anak itu pergi menemui sahabatnya, padahal dia adalah MVP hari ini

.

Tribun

.

Supporter yang kebanyakan wanita ini, merasa bersalah karena tadi begitu kejam menghina Mingyu, padahal mereka belum tahu kemampuan Mingyu. Tadi saat perebutan bola kadang mingyu terjatuh namun dia bangkit lagi dan lagi, semangat nya sungguh luar biasa hingga tim mereka menang

Bahkan merek cuma tertunduk saat Mingyu menghampiri para sahabatnya

"Hoshi Hyung, Seokmin ah, Hansol, sepertinya aku tidak bimbang lagi"

Mingyu tersenyum

"Ini pertandingan terakhirku, aku akan mengundurkan diri"

Lapangan

.

"Kim Mingyu" teriak pelatihnya dan Mingyu menghampiri timnya lagi, saat semua nya berkumpul sang pelatih memberikan masukan

"Pertandingan ini membuktikan tim kita masih banyak yang kurang, teruslah berlatih karena lawan semakin berat"

"Ada yang ingin dibicarakan" Mingyu mengangkat tangan

"Hmm songsaenim, aku ingin..." Mingyu menjeda kalimatnya

"Kau ingin jadi kapten? Ingin minta traktir" Mingyu hanya menggeleng

"Ingin mengundurkan diri dari tim, semua perkataan kalian benar aku begitu payah disini, jadi aku akan pindah ke kelas seni saja" Semua orang disitu diam mendengar pengunduran diri mingyu

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu balik sore hari, dirumahnya masih sepi, hanya ada appanya saja, dia masuk ke kamarnya segera, tak lama ternyata Umma nya balik dengan Taeyong

"Yun...hiks"

Wajah Jaejoong panik bukan main

"Asma nya kambuh"

Jaejoong memapah Taeyong yang terlihat lemas sekali

"Dimana inhalernya Jae?"

"Aku tidak tahu" jawaban itu membuat Yunho menggeram frustasi

.

Makan malam

.

Makan malam hari ini lengkap, Taeyong sudah baikan, tapi wajahnya masih pucat

"Tae ini bubur untukmu" ucap Jaejoong menyodorkan makanan khusus untuk Taeyong

"Ini tambahkan biar proteinmu terpenuhi" Yunho menyodorkan daging kearah Taeyong

Dan Mingyu hanya menguyah makanannya masa bodo, dia merasa seperti nyamuk, hanya mengganggu saja saat momen keluarga ini, tak sadar dia memakan cabai yang ada disayur

"huwa...pedas" Mingyu buru buru mencari air, dia menyambar gelas punya Taeyong yang isinya susu panas

"uhuk..." Mingyu wajahnya merah padam, Jaejoong buru-buru memberikan air dingin, lalu menepuk pundak Mingyu

"masih pedas?" Jaejoong melihat wajah putranya masih merah, ada air mata disudut matanya

"makan ini" Yunho memberikan apel, Jaejoong mengambilnya lalu menyuapi putranya, Mingyu menurut saja, dia itu tidak suka pedas biasanya dia memisahkn cabai, tapi tadi lupa

tak lama maidnya memberikan susu coklat untuk Mingyu

"minum lah" Jaejoong menyodorkan untuk Mingyu, dia mengelap keringat diwajah Mingyu

"mianhae aku meminum punyanya hyung"

"tak apa Gyu, Umma akan buatkan lagi, kau mau makan lagi? Umma ambilkan yang baru" Mingyu menggeleng, dia sudah tak nafsu

"makanlah buah badan mu makin kurus" Yunho memberikan potongan buah yang sudah siap makan, Mingyu sadar Appa nya ternyata memperhatikan dirinya

Di lain Tempat

"Aku masih butuh data lengkap untuk dijadikan berita nona"

"Ah..apa ini kurang?"

"Ya, harus ada data dari institusi bersangkutan"

Wanita itu mengeram frustasi, dia hanya punya bukti suara, tapi dia malah disuruh mencari bukti yang kuat lainnya, kalo seperti ini akan memakan waktu lama untuk melihat Jaejoong karirnya hancur

.

Pagi Hari

Jaejoong lupa membawa ponselnya, manalagi dia nanti harus menghubungi rekan kerja nya, dengan meminjam ponsel supirnya, Jaejoong menelpon no rumah

"Yeobseo"

"Gyu-ya" Mingyu hanya bergumam

"Tolong antarkan ponsel Umma, ponsel nya ada di meja rias kamar"

"Tapi..."

"Jebal Gyu, kau datang ke alamat..."

Lalu Mingyu hanya bergumam, setelah itu dia ke kamar Yunho dan Jaejoong untuk mengambil ponsel Jaejoong, saat masuk kamar orang tua nya Mingyu jadi ingin mencari sesuatu tentang dirinya, kebetulan ini Minggu dia libur, Yunho ada meeting, dan Jaejoong syuting, bukankah itu kesempatan bagus?

Mingyu membuka lemari besar itu, tapi tak ada apa-apa, saat membuka laci dia menemukan foto bayi tapii dia tidak tahu itu siapa, saat ingin mencari lagi Jaejoong menelponnya,dia mengambil foto itu lalu pergi

.

Rumah Sakit

.

"Nyonya ini data bayi yang lahir 6 april 2004, tapi tidak ada yang ibunya Kim Jaejoong"

Jungsoo mengangguk, melihat list-list data dari orang suruhannya itu

"Hmm..nanti akan kuhubungi lagi"

Orang itu permisi keluar, lalu Jungsoo sedang berfikir harus bagaimana selanjutnya

"Berarti benar dia bukan anak kandung mereka"

Jungsoo mengeram frustasi

"Lalu bagaimana aku mencari orang tua kandung anak itu"

Dia melihat daftar list itu lagi

"Tapi.. bisa saja dia lahir dengan nama yang beda...aishhh"

Tiba-tiba ada ide dikepalanya

"Panti asuhan, mungkin aku bisa mendapatkan data dari situ"

Jungsoo tersenyum lalu mengambil ponselnya

"Cari data panti atas nama Jung Yunho atau anak bernama Mingyu"

Jungsoo tersenyum, ah...jika bukan anak kandung mereka bukankah peluang terbesar adalah mereka berarti adopsi anak

"Hmm tapi Yunho kemarin tidak cerita tentang Mingyu, ah...molla tugasku hanya membuat dia segera pergi dari Yunho

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu mengenakan topi, untuk menutupi wajahnya, dia menunduk saja saat tiba di lokasi

'Aku sudah di tkp' Mingyu mengirim pesan ke ibunya, Tak lama Jaejoong muncul, dan mengambil ponsel dari Mingyu

"Gomawo"

Tanpa sadar ada orang yang memotret mereka

.

Tempat lain

Drrttt

"Konfirmasi, anak itu benar memiliki ikatan dengan Jaejoong" Lelaki itu tersenyum puas melihat hasil jepret anak buahnya

"Tapi apa hubungan anak ini dengan Jaejoong?"

Lelaki itu mengetuk jarinya dimeja

"Siapa duluan untuk umpanku, melenyapkan Yunho"

Dia menjejerkan 2 buah foto anak laki-laki, diam lama untuk mengamati foto itu lekat

"Dia punya kemiripan sekali dengan Jaejoong, target utama ku anak ini" Lelaki itu mencoba mengatur strategi balas dendamnya, tujuannya melenyapkan Yunho dan mendapatkan Jaejoong

'Cari info lebih untuk anak ini' dia mengirim pesan ke anak buahnya

"Lets play the games"

Sebenarnya Junho itu memiliki dendam dengan Daehyun karena dia memutuskan adiknya dan lebih memilih Jaehee, membuat adiknya depresi dan bunuh diri, setelah itu dia melancarkan misi balas dendamnya namun naas yang meninggal malah Jaehee

Yunho adalah anak yang cerdas, dia merasa ada kejanggalan di kecelakaan Hyungnya membuat dia menyelidiki diam-diam, dan mengajak Jaejoong untuk gabung awalnya Jaejoong menolak namun karena dia bermimpi eonninya minta tolong, akhirnya dia ikut penyelidikan

Siapa sangka dari situ benih cinta muncul diantara mereka berdua, dan sekian lama mencari bukti akhirnya bukti kuat mengarah kepada Junho, mereka sudah bilang ke orang tua mereka namun tak ada yang percaya dengan mereka, saat beberapa hari sebelum penangkapan, Junho mengetahui berkasnya sudah dipolisi dan sebelum dia mendekam dia ingin melenyapkan Yunho yang dengan sialan merebut gadis yang ia cintai dan juga orang itu terlalu ikut campur untuk urusannya

Junho memutus rem mobil Yunho, namun saat hari kejadian, Yunho memakai mobil Jaejoong dan Jaejoong yang menggunakan mobil itu untuk mengantar makan siang Yunho, akhirnya kecelakaan hebat terjadi, mendengar berita itu membuat Junho shock bukan main, gadis yang ia cintai yang menjadi korban rasanya ia memiliki dendam berlipat lipat kepasa Yunho, tapi mendengar Jaejoong selamat membuat dia senang apalagi tahu fakta jika anak Yunho dan Jaejoong ikut menjadi korban, setidaknya gadisnya tidak jadi melahirkan anak dari orang yang ia benci

"Eh tapii...jika aku menjadikan mereka berdua umpan, akan semakin seru sepertinya"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Wonwoo menatap Seungcheol khawatir, karena kaki orang ia sayang harus di perban

"Sudah lah, ini tak apa" Seungceheol berusaha membuat Wonwoo tak khawatir

"Apanya gimana? Lihatlah sampai digotong seperti tadi" ucap Wonwoo kesal

"Uhuhu uri wonu khawatir" Seungcheol meledek Wonwoo, lucu sekali wajah anak itu sekarang

Takk

Wonwoo memukul Seungcheol kesal, masih bisanya orang itu membuat lelucon disaat dirinya khawatir

"Oppa, jangan terluka lagi" Wonu memeluk Seungcheol erat

"Ah..dongsaengku sudah besar nde, eh..keundae"

"Mwo?" Wonwoo melepas pelukannya karena penasaran

"Aku melihat sketsa baru mu"

"Lalu?" Wonwoo mencoba mengingat terakhir dia mengambar apa di buku nya itu

"Seprtinya orang itu tak asing...hmm bukan kah dia Mingyu?"

Wajah Wonwoo langsung memerah, sialan dia lupa menyembunyikan itu dari kakak nya terlaknat ini

"Yak kau melukisnya diam-diam, benarkan?" Seungcheol menggoda Wonwoo yang diam dari tadi, Wonu masih diam karena malu ketahuan

"Tidak, kau salah orang" Wonwoo mencoba menyakinkan Seungcheol

"Aish...sudahlah, aku ini kapten nya anak itu aku hafal wajahnya" sialan memang kakak nya satu ini, bagaimana lagi sketsa itu memang jelas sekali wajahnya Mingyu

"Jangan bilang, awas bocor" Seungcheol tertawa terpingkal pingkal berhasil meledek adik tirinya itu, yak mereka adalah adik kakak tapi tidak sedarah

"Upss kau berani bayarku berapa?" Seungcheol makin senang meledek adik nya ini

"Aku akan bilang ke Jeonghan noona kalau kau jalan dengan Jisoo kemarin" Wonwoo balik menyerang kakak nya

"Aku tidak takut"

"Geurrae foto ini akan aku kirimkan" Wonwoo tersenyum puas saat memperlihatkan gambar di ponselnya

"Yak Jeon WONUU" berhasil Seungcheol kena jebakannya

"Ok kita imbang" Wonwoo tersenyum puas

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu masuk seperti biasa namun ada yang aneh, sepanjang jalan koridor ada tulisan entah apa Mingyu malas baca, dia fokus mendengarkan musik dari ponselnya sambil memakan permen karet, Mingyu menuju loker nya dia kaget karena banyak sekali orang, tapi loker dia kan dekat Hansol paling itu untuk nya, sahabatnya yang bule memikat banyak wanita

Mingyu tak ambil pusing dia membuka lokernya lalu saat pintu lokernya dibuka semua hadiah jatuh berserakan

"Hmm maaf noona, kau salah loker mungkin, ini punyaku dan ini punya Hansol"

"Itu untukmu"

Wajah Mingyu kaget bukan main

"Untukku? Ah...aku bukan bintang sekolah, aku bukan siapa-siapa"

"Permainan mu sangat bagus kemarin" wanita itu tersenyum

Pujian itu membuat Mingyu tersipu malu, tapi dia sudah bertekad untuk mundur bukan

"Ah...tidak, yang lain lebih bagus" Mingyu merendah diri

"Terima lah, kami merasa buruk memperlakukan mu kemarin"

Mingyu pun mengangguk memunguti kadonya yang banyak sekali

.

KELAS

.

"Yak lama sekali kau" teriak Hoshi, Mingyu masuk sambil membawa plastik besar

"Woah daebak kau mendapat banyak sekali" Mingyu juga kaget melihat mejanya penuh kado, belum lagi surat

Saat istirahat Mingyu membaca satu satu intinya itu permintaan maaf untuknya dari semua supporter tim basket sekolahnya, dan tulisan di koridor itu ditujukan untuknya, ah...dia jadi malu

Lalu dia keruangan basket bertemu sunbae pelatihnya untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya hari ini

.

RUANG BASKET

.

"Gyu" panggil salah satu seniornya setelah melihat kedatangan Mingyu

"Ini suratnya" Mingyu memberikan itu ke mereka lalu Pelatihnya datang dan mengambil itu dan selanjutnya di sobek menjadi berkeping keping

"Aku menolaknya, cepat minta maaf" perintah sang pelatih kepada anak didiknya

"Gyu, maaf kan kebodohan kami, memperlakukan mu dengan sangat kejam, kami sadar kau memang pantas disini" ucap salah satu seniornya

"Tapi..." Mingyu bingung mau menjawab apa, dia sudah melupakan itu dan dia memang ingin mengundurkan diri

"Kau mau kan bergabung dengan tim kami?" Tawar Seungcheol lagi, Mingyu memandangi semua orang yang ada disitu dan mereka seperti sangat mengharapkan dirinya untuk menerima ajakan itu

"Hyung" akhirnya Mingyu mengangguk mantap. Mereka semua memeluk sang maknae, menyambut nya kembali

"Ah..kapten kita ada 2 ternyata" sindir sang pelatih membuat mereka yang ada disitu bingung

"Maksud songsaenim apa?" Tanya semua anggota tim

"Lihat video ini" sang pelatih menyodorkan video dari handphone nya

"Wow daebak" mereka takjub melihat orang yang berada di video itu

"Yeoksi kau memang pantas" ucap salah satu yang menonton dan yang menjadi pembicaraan cuma menunduk malu

"Ah kau telat ssaem aku sudah tahu duluan" ucap Seungcheol

Ya mereka melihat pertandingan kelas junior high school dan siapa kaptennya, yokssii Jung mingyu. Bahkan dia sampai ujian kelulusan saja esok harinya masih bela tim nya

"Aku sudah tahu dari awal, tapi aku tak mau memujimu, aku takut kau besar kepala" ucap sang pelatih

"Tapi ternyata pribadimu memang hebat, kau sabar menghadapi kita-kita"

"Ah..kau tau aku itu dulu hanya pemain cadangan, semua anggota menjauhiku, tapi kapten ku begitu baik dia mengajariku bermain, hingga aku menjadi seperti sekarang, dia seorang yang hebat, dulu kami sangat berjaya, berbagai gelar kami dapatkan, sayang dia harus kuliah di amerika dan terjun di bisnis karena permintaan ortunya padahal sebenarnya dia ingin menjadi atlet" sang pelatih malah menjadi mengingat masa lalu nya

"Sekarang bagaimana dia ssaem?"

"Dia sudah mencapai mimpinya, ah aku merindukan dia" ah dia menjadi mengingat sahabatnya itu

"Nuguya?" tanya mereka semua penasaran

"Jung Yunho"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Mingyu tidak pulang dulu dia berhenti dilapangan basket dengan rumahnya, semangat nya berlatih makin besar apalagi sekarang mereka menerimanya

Duk

Duk

Duk

Entah sudah berapa jam dia disini, dia beigtu bersemangat

Yunho melirik kiri kanan,ah..pertemuan dengan temannya tadi membuat dia rindu dengan hobinya. dulu, Jung yunho dan basket adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan

Saat melintas lapangan basket, dia melihat seseorang yang bermain sendiri, postur tubuhnya tak asing, dia memarkirkan mobilnya

"Oh jadi ini alasan pulang malam" Mingyu kaget melihat Appanya datang

"Memangnya tidak ada waktu lain" nada bicara Appa nya begitu serius, Yunho mengambil bola yang menggelinding begitu saja

Duk

Duk

Duk

Hanya ada suara bola, karena Mingyu tetap diam

Shoot

Yunho tersrnyum shootingnya akurat

"Ayo berduel"

Yunho melemparkan bola ke arah Mingyu, wajah appanya menjadi tersenyum

25 menit ayah dan anak itu berduel, untuk ukuran lelaki mendekati 40, Yunho masih begitu lincah, Mingyu saja kewalahan

"Hah...aku menyerah" ucap Yunho, lalu merebahkan dirinya di lapangan

Mingyu ikutan berbaring disebelahnya

"Appa...kau masih lincah sekali" Yunho terkekeh mendengar pujian itu

"Kau juga Gyu, permainan mu meningkat, dulu bola basket itu lebih besar dari tanganmu, sekarang kau sehebat ini" Mingyu tersenyum mengingat itu

"Kau mencontoh Appa mu dengan baik ternyata"

Ya...dulu saat Yunho masih tidak ssibuk mereka berdua selalu bermain basket, bahkan Mingyu diajarkan dari usia 4 tahun, hingga terakhir kelas 6, setelah itu Yunho begitu sibuk, jadi tidak heran jika mingyu begit mencintai bola oren itu

"Bagaimana tim basket yang sekarang?"

"Aku masuk tim inti" Mingyu tersenyum senang

"Yoksii, kau memang putraku" Ada perasaan senang saat appa nya memujinya tadi

"Appa"

"Hmm"

"Pelatih basket ku adalah rekan timmu"

"Jinjay? Nugu?" tanya Yunho penasaran karena dia punya banyak sahabat saat menjadi atlet basket

"Park Yoochun"

"Aih...anak itu memang, dia mewujudkan mimpi menjadi atlet dan sekarang ia pensiun lalu menjadi guru" ucap Yunho mengingat sahabatnya itu

"Dia mengidolakanmu" ucap Mingyu

"Aish..jangan percaya dulu Appa mu ini payah" Yunho mencoba merendah diri

"Appa..aku sudah lihat medali dan fotomu" Yunho tersenyum tidak bisa berbohong kepada putranya

"Baiklah, aku hanya menekuni apa yang kusuka, kau juga jika menyukai bidang tekunilah, apa yang kau suka Mingyu ya?"

"Basket" Yunho tertawa, gen dia menurun sempurna ke Mingyu

"Kajja kita beli minuman"

Mingyu mengikuti Yunho dari belakang dia melihat tubuh tegap Appa nya, ah sudah lama dia tak melakukan ini

"Appa"

"Jangan bilang"

Yunho sudah bersiap sudah lama dia tidak melakukan ini dengan putranya

Brukk

Mingyu naik dipunggung Yunho, dulu jika selesai bermain dan kelelahan dia pasti minta piggy back yunho

"Wah kau sungguh berat" keluh Yunho, bayangkan sekarang Mingyu sudah 14 tahun setelah ini dia 15 tahun

"Aku sudah besar berarti" ucap Mingyu senang. Walau berat dia tetap menggendong Mingyu

"Appa"

"Hmm"

"Saranghae"

Yunho terkekeh mendengar bisikan di telinga nya, sudah lama sekali anak itu tidak manja dengannya

.

.

.

==0604==

.

.

.

Yunho melirik kesebelah, Mingyu yang sudah tertidur pulas, padahal jarak lapangan kerumah cuma beberapa kilo meter saja, efek susu coklat dan kelelahan

Yunho mengangkat Mingyu ke kamar, menggantikan seragam kotornya dengan baju tidur

"Aish...lihat kotak kecil ini" Yunho terkekeh melihat perut Mingyu, dulu perut putranya itu buncit, dia sering sekali menggelitiknya, tapi sekarang sudah rata begini

"Terima kasih sudah hadir dikeluarga kecilku. Dulu, sekarang, selamanya kau akan selalu jadi bayi kecilku"

"Saranghae"

Cupp

Walaupun Yunho sering menghukum mingyu akhir akhir ini, dulu saat anak itu kecil, yunho lah yang menemani Mingyu bermain, dia begitu dekat dengan Yunho, Mingyu si anak yang ceria, cerewet, pintar tapi manja, begitu mengidolakan Yunho, dia akan menangis jika yunho pergi, dan mingyu kecil dia tidak begitu dekat dengan jaejoong, karena istrinya sibuk syuting dan photoshoot

Jadi iangan heran jika yunho lebih tahu tentang Mingyu, dan dia juga orang yang paling sedih melihat Mingyu menjadi pendiam dirumah, sebenarnya menghukumnya hanya untuk menegurnya agar tidak salah pergaulan, tapi jauh dilubuk hatinya, yunho sangat menyayangi Mingyu

Hari ini dia sadar, mingyu kecilnya tak berubah hanya fisiknya saja yang tambah besar, sifat manja dan cerewetnya masih melekat di putranya itu

.

Kamar Yunjae

.

"Darimana kau?" Tanya Jaejoong khawatir

"Bermain dengan putraku" senyum Yunho berkembang

"Sampai semalam ini? Kau abis melakukan apa? Yak...dia besok harus sekolah Yun" Jaejoong kesal karena ini sudah pukul 12 malam dan Yunho mengajak Mingyu sampai semalam ini

"Ssstt ini urusan laki laki" jawaban yang membuat wajah Jaejoong tertekuk

"Dasar menyebalkan, aku membencimu" Jaejoong tidur membelakangi Yunho. Yunho mencoba memeluk Jaejoong

"Singkirkan tanganmu" ketus Jaejoong

"Ah...putraku mengukuti jejakku ternyata?" Yunho mencoba menarik perhatian Jaejoong lagi

"Apa yang Mingyu ikuti? Nilai merahmu? Prestasi membolos mu?" tuh kan dia tertarik

"Yak kenapa kau kesal sekali dia itu putraku, tak heran jika dia mengikuti jejak ayahnya" ucap Yunho tak mau kalah

"Sebagai ibu nya aku tak terima dia mewarisi gen mu yang itu"

"Apa dia harus mengikuti jejak kau yang galak, manja, cerewet, tukang gosip"

"Hmm setidaknya aku pintar ranking ku selalu teratas" ucap Jaejoong bangga

"Tapi wajahnya menuruni ketampananku kan?" Yunho dengan percaya diri memuji wajahnya

"Tidak Mingyu lebih tampan karena ketambahan genku" Jaejoong tak setuju dengan itu, Lalu mereka berdua tertawa, sudah lama tidak berdebat hal itu

"Kau ibu terbaiknya Jung Mingyu" puji Yunho

"Kau juga appa terbaiknya Jung Mingyu" puji Jaejoong balik

"Aku menyayangimu"

"Aku menyayangimu juga"

.

.

.

==0604==

.

.

.

Hari ini mereka ber 3 menyiapkan pesta barbeque untuk Jaejoong, kebetulan Taeyong sedang libur dan mingyu juga.

Yunho bagian membakar daging, Mingyu bagian menyiapkan bahan dan Taeyong bagian dekorasi, saat sedang membakar, Yunho mendapat telepon dari rekan nya

"Mingyu gantikan dulu" Mingyu menurut segera menggantikan posisi Appa nya, namun baru 3 menit dia sakit perut dan harus segera ke kamar mandi

"Hyung, aku ke kamar kecil, tolong gantikan ya" Mingyu segera melesat pergi karena sudah tak tahan

Taeyong agak ragu karena dia tidak bisa kena asap, saat dia berdiri didepan panggangan angin tertiup kencang, membuat api semakin besar dan asap makin banyak, tak lama nafas Taeyong sudah sesak, dia kesakitan tapi api dipanggangan kian besar dan asap mengepul, Taeyong sudah tak kuat oksigen kian menipis

"Aku pulang" mata Jaejoong terbelalak kaget, di halaman belakang dia melihat asap yang banyak sekali

"TOLONG" jaejoong berteriak apalagi dia menemukan Taeyong yang sudah tak sadarkan diri, Yunho datang dan segera mengambil kain basah untuk memadamkan api

"Hyung..."senyum mingyu hilang, halaman belakang nya kacau dan disana ada Ummanya yang menangis melihat kondisi Taeyong, Appanya yang berdiri dengan baju yang basah menghampirinya

PLAKK

"Kau mau membunuhnya mingyu"

Yunho ingin memarahi lagi tapi Jaejoong mengintrupsi

"Tolong Yun"

Akhirnya Yunho mengangkat Taeyong kedalam, mereka segera memanggil dokter pribadi yang masih memiliki ikatan saudara jadi tidak akan terbongkar rhasia mereka

1 jam kemudian

Jaejoong mengelus rambut Taeyong dengan sayang, putranya sampai harus menggunakan bantuan selang oksigen karena tadi sesak nafasnya lumayan parah

"Jelaskan semuanya"

Yunho melirik sebal ke arah mingyu

"Kami membuat pesta barbeque, aku bagian memanggang, lalu ada rekan kerja menelponku, aku menyuruh Mingyu menggantikan dan setelah itu aku tak tahu kenapa itu terjadi"

Jaejoong melirik Mingyu yang daritadi menunduk

"Aku sakit perut dan menyuruh Taeyong hyung..."

Mingyu belum selesai tapi Yunho sudah memotongnya

"Appa meragukan itu semua, kau terlalu banyak sandiwara, kau menjadi bos pencopet, sering pulang malam, dan sekarang ingin membunuh saudaramu"

"Appa aku sudah menejaskan itu semua" Mingyu mengeram frustasi

PLAKK

"Umma kecewa padamu"

Mingyu berlari menuju kamarnya lalu mengunci dirinya, dia menangis menumpahkan kesedihannya

.

.

.

TBC


Holla I'm back, iya hampir 2 bulan aku gak update, maaf banget T_T karena aku ini di tingkat akhir jadi tau lah T_T, tapi ini aku langsung update 5k loh hehe

dan maksih buat yang mau nunggu dan baca ff ku ^^, seperti biasa :

.

Special Thanks for

Kameleea, anonim, babychami , Park RinHyun Uchiha, beanie, Guest, Shasae , Chiaka Angels, shfly9 - Kim, soufi park,hlyjs

.

oh iya mungkin tertarik untuk mampir ke lapak ku satu lagi : story/154723178-funky-monkey-97-line (ini cast nya ada Mingyu juga kok hehe)

untuk update selanjutnya aku usahain secepatnya yak ^^