He's Our Son?!

-

Chapter 3

.

.

.

.

.

Namjoon dan Yoongi masih terdiam di tempat mereka berdiri. Terpatung mendengar penuturan dari Taehyung.

Yoongi akhirnya menjadi orang pertama yang menghampiri Taehyung dan member BTS lain yang sedang berkerumun. Yoongi merebut foto yang sedang dipegang oleh Taehyung.

Yoongi mengamati foto yang sedikit lecek itu dalam diam. Member yang lain berpindah mengelilingi Yoongi.

"Lihat hyung, kalian benar-benar menikah!" Taehyung kembali bersuara.

Yoongi masih mengamati foto tersebut lekat-lekat. Di dalam foto itu, terdapat Yoongi dan Namjoon yang berdiri berdampingan di depan altar dengan nuansa putih. Mereka berdua kompak memakai jas berwarna hitam dengan corak merah pada kemeja mereka. Tampak dalam foto itu mereka tersenyum bahagia menghadap kamera yang memotret mereka.

"Dari mana kau mendapatkan foto ini?" Yoongi bertanya kepada Taehyung.

Taehyung melirik Jihoon yang masih terlelap di sofa, "Dari Jihoon, hyung."

Yoongi ikut melirik Jihoon. Mengamati Jihoon lekat-lekat.

"Aku tadi bertanya kepadanya mengapa ia memanggilmu dan Namjoon hyung dengan sebutan Papa dan Appa. Dia berkata kalau kalian memang orang tuanya, lalu dia mengeluarkan foto itu dari saku celananya," jelas Taehyung.

Namjoon akhirnya menghampiri Yoongi dan ikut melihat foto tersebut.

"What the-"

"Dilarang mengumpat Namjoon," Seokjin mengingatkan sebelum Namjoon sempat menyelasaikan kalimatnya.

Namjoon menghela napas, ia mengambil foto tadi dan mengamatinya.

"Ini... Tidak mungkin kan?" entah kepada siapa Namjoon bertanya.

Yoongi menatap Namjoon, "Ini, bohong kan? Hanya editan saja?" Yoongi ikut bertanya.

Taehyung menggelengkan kepalanya, "Ani hyung. Tadinya aku juga berpikir demikian. Tapi, jika kau lihat lebih detail lagi, kau pasti akan menyadari kalau di dalam foto ini wajah kalian berdua tampak di usia 30 tahunan. Dan lagi, lihatlah di balik foto itu, terdapat tulisan dan tanggal yang tertera."

"Oh ya, ditambah tidak mungkin Jihoon bisa mengedit foto seapik itu. Dia baru berusia 5 tahun. Kalaupun dia mendapatkan foto itu dari orang lain, maka tulisan di belakang itu bisa menyangkal hal tersebut," lanjut Taehyung.

Namjoon membalik foto tersebut. Disana, terdapat sebuah tanggal dan tulisan tangan yang-

"Ini... Ini bukannya tulisanmu hyung?" Namjoon menatap Yoongi dengan pandangan bertanya.

Yoongi menatap lekat tulisan tersebut, "Itu... Ya. Itu tulisanku... Tapi kenapa..." Yoongi tidak mampu menyelesaikan perkataannya.

"Bacalah tanggal dan tulisan tersebut hyung," Taehyung kembali berujar.

"13 November 2024.

14 tahun yang lalu merupakan pertemuan pertama kami.

Hari ini, kami dipertemukan untuk bersama selamanya."

Namjoon agak meringis saat membacanya. Begitu pula member Bangtan yang lainnya.

"Yoon aku tidak tahu kau bisa menulis sesuatu yang manis seperti itu," ucap Seokjin dengan ekspresi meringis.

Namjoon menyadari hyung-nya yang diam sedari tadi. Ia menatap Yoongi dan menyadari bahwa wajah hyung-nya mulai memerah karena malu.

"Hei sudahlah. Jadi Taehyung, maksudmu Jihoon berasal dari masa depan, begitu?" tanya Namjoon.

Taehyung mengangguk, "Yap. Tadi aku juga sempat mengobrol dengannya. Katanya dia merupakan anak angkat dari kalian. Dulu... Dia adalah anak korban kekerasan di rumahnya. Orang tua kandungnya sering bertengkar, dan ia sering menjadi sasaran kekesalan orang tuanya. Suatu hari, orang tuanya bertengkar hebat, hingga salah satu dari mereka meninggal akibat kekerasan," ujar Taehyung. Dia menatap iba Jihoon, "Akhirnya dia di pindahkan ke panti asuhan. Disana katanya ia pertama kali bertemu dengan kalian hyung," lanjut Taehyung.

Seluruh member Bangtan, termasuk Namjoon dan Yoongi menatap Jihoon yang terlelap dengan iba.

"Jihoon bilang, dia sangat sedih ketika kalian tidak mengenalinya. Makanya dia menangis kencang seperti tadi. Dia sepertinya takut akan kehilangan orang tuanya lagi," Taehyung kembali menjelaskan.

Namjoon menghela napas, ia memijat dahinya, pusing.

"Apa kau dapat cerita lain dari Jihoon lagi Taehyung?" tanya Namjoon.

Taehyung menggeleng, "Tidak. Hanya itu saja. Kalian bisa bertanya pada Jungkook kalau mau. Aku kan tadi menenangkan Jihoon bersama Kookie," ucap Taehyung.

.

.

.

Seluruh member Bangtan bersama Jihoon akhirnya pulang ke dorm Bangtan. Seperti yang sudah disepakati, Jihoon akan tinggal bersama member Bangtan sampai waktu yang tidak dapat ditentukan.

Jihoon digendong oleh Namjoon karena ia masih tertidur. Member Bangtan tidak tega membangunkan anak itu. Dengan segala upaya, akhirnya Seokjin mampu membuat Namjoon menggendong Jihoon. Ungkit saja Namjoon adalah orang tua dari Jihoon dan Namjoon akan bungkam.

Namjoon menggendong Jihoon dengan awkward. Bayangkan saja, Namjoon tidak pernah menggendong anak kecil sebelumnya -adiknya saja tidak pernah is gendong- dan sekarang ia harus menggendong bocah yang mengaku kalau dia merupakan anaknya.

"Joon, pegal tidak?"

Pertanyaan Yoongi membuat Namjoon mengalihkan pandangannya dari Jihoon yang terlelap di pangkuannya. Ya, mereka sekarang berada di dalam mobil van dalam perjalanan pulang.

"Ne? Kenapa hyung?" Namjoon balik bertanya.

"Pegal tidak? Biar aku saja yang menggendongnya kalau kau pegal," ujar Yoongi.

"Ah. Tidak hyung, tidak apa-apa. Biar aku saja, toh sebentar lagi akan sampai," jawab Namjoon sambil tersenyum tipis.

Yoongi terdiam sejenak sebelum ia membuka suara lagi. "Umm, baiklah..."

.

.

.

Seluruh member Bangtan akhirnya sampai di dorm. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.

"Nah, sekarang mari kita tidur!" Hoseok berujar sambil menguap lebar.

"Hei.. hei tunggu dulu. Jihoon tidur dimana?" Namjoon bertanya. Dia masih menggendong Jihoon yang masih anteng terlelap.

Seluruh member Bangtan menghentikan langkah mereka. "Hmm? Ya bersamamu atau Yoongi lah, Joon," jawab Seokjin.

Namjoon melirik Yoongi yang berdiri tak jauh darinya. "Hyung?" Namjoon memanggil Yoongi.

"Err, aku saja? Mungkin?" Yoongi malah balik bertanya.

"Hoamm, lebih baik bersama kalian berdua saja. Daripada nanti Jihoon bertanya-tanya dimana salah satu dari kalian ketika dia bangun. Lebih baik kalian tidur bersama saja," ucap Taehyung enteng.

Namjoon dan Yoongi saling bertatap-tatapan. Haruskah?

.

.

.

"Hyung, kau yakin kita tidak perlu menceritakan bagian itu?" Jungkook bertanya kepada Taehyung. Mereka sekarang berada di dalam kamar Taehyung.

Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya, "Tidak perlu. Untuk saat ini, mereka tidak perlu tahu hal itu. Cukup kau, aku dan Jihoon saja yang tahu. Namjoon dan Yoongi hyung hanya perlu tahu kalau Jihoon adalah anak mereka dari masa depan," tutup Taehyung.

"Sudahlah, lebih baik sekarang kau kembali ke kamarmu dan tidur Kook. Ini sudah malam."

.

.

.

.

.

to be continued

A/n.

halooo :)

sebetulnya, aku cuman pengen ngasih tau aja, walaupun cerita ini genrenya humor dan family, aku bakal masukin sedikit unsur mystery dalam cerita ini (bahkan kedatangan Jihoon dari masa depan aja udah misteri ya ahahahaha xD).

okee, sekian dariku.. sampai jumpa di chapter selanjutnya :)