He's Our Son?!
-
Chapter 6
.
.
.
.
.
- Dorm Bangtan -
Namjoon dan Yoongi sampai di dorm Bangtan sekitar pukul 7 malam. Terlihat bahwa Jihoon terlelap di dalam gendongan Namjoon.
Di dalam dorm, mereka disambut oleh kelima member Bangtan lainnya. Jin dan Hoseok telah berdiri di depan pintu dorm saat Namjoon dan Yoongi masuk.
Namjoon menatap kedua rekannya itu dengan heran. "Kalian... Menunggu kami?" tanya Namjoon sambil bergantian menatap Jin dan Hoseok.
Jin menggeleng singkat, "Apa kalian belum melihat berita yang tersebar di Twitter?" Jin balik bertanya.
Namjoon bergantian menatap Yoongi dan Jin. "Ne? Apa maksudmu hyung?"
Jin menghela napas, "Lebih baik kau bawa Jihoon ke kamarmu dulu Joon. Kami perlu berbicara dengan kalian berdua," ujar Jin.
Namjoon ingin kembali bertanya, tapi akhirnya ia urungkan. Ia hanya mengangguk singkat dan segera masuk melewati Jin dan Hoseok menuju kamarnya. Membawa Jihoon yang masih terlelap dalam gendongannya.
Yoongi menatap Jin dan Hoseok yang masih belum bergerak dari tempat mereka. "Ada apa sebenarnya?" Yoongi bertanya kepada kedua orang yang berada dihadapannya itu.
"Umm, sepertinya ada sedikit masalah hyung," jawab Hoseok kali ini.
"Masalah?"
.
.
.
.
.
"Apa?!"
Namjoon buru-buru merebut ponsel yang dipegang oleh Jin. Ia menatap tidak percaya foto yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Yoongi yang berada di samping Namjoon ikut melihat foto tersebut.
"Ini..." Yoongi menatap bingung kearah foto tersebut.
Jimin menatap Namjoon dan Yoongi cemas, "Hyung..."
"Namjoon-ah, tadi Sejin hyung meneleponku karena kau tidak bisa dihubungi. Ia bilang kau dan Yoongi dipanggil oleh Bang PD-nim besok pagi di kantornya," ujar Jin.
Namjoon menghela napasnya. Tangannya memijat keningnya, pasrah.
"Apakah... fans merasa marah dengan foto ini?" tanya Yoongi kepada Jin. Raut khawatir tak dapat terelakan dari wajah Yoongi.
Jin tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya, "Tidak, untunglah tidak. Para fans malah merasa lucu melihat foto ini. Mereka berpikir Jihoon adalah keponakanmu atau Namjoon, tidak ada yang berkomentar buruk mengenai ini," jelas Jin.
"Hanya saja, kurasa agensi ingin meluruskan masalah kalian ini dengan Jihoon. Karena pasti cepat atau lambat, Jihoon pasti akan jadi bahan pertanyaan para fans," lanjut Jin kemudian.
Yoongi mengangguk memahami perkataan Jin.
"Jam berapa Bang PD-nim ingin bertemu denganku dan Joon, hyung?" tanya Yoongi lagi.
"Jam 10 besok pagi," jawab Jin singkat.
"Oh iya, Bang PD-nim juga ingin bertemu dengan Jihoon besok," tambah Jin.
Mendengar perkataan Jin, Namjoon dan Yoongi reflek membelalakkan matanya.
.
.
.
.
.
- Gedung Big Hit -
Namjoon, Yoongi dan Jihoon tengah berada di dalam lift yang membawa mereka menuju lantai 7, lantai dimana ruangan Bang Sihyuk terletak.
Jihoon berdiri di tengah-tengah Namjoon dan Yoongi. Kedua tangannya masing-masing menggenggam tangan Namjoon dan Yoongi.
"Appa, kenapa kalian diam saja? Memangnya kita akan bertemu siapa?" tanya Jihoon dengan muka polosnya.
Namjoon memandang Jihoon, "Eh? Memangnya appa terlalu diam, hm?" ujar Namjoon balik bertanya.
Jihoon menganggukkan kepalanya.
"Ne! Appa dan papa dari tadi diam saja! Seperti aku kalau mau dimarahi saja!" balas Jihoon sambil mengerucutkan bibirnya.
Namjoon dan Yoongi kompak menelan ludah mereka sendiri. Merasa memang benar bahwa mereka akan dimarahi. Mungkin akan dimarahi.
Mengabaikan kekhawatirannya sendiri, Namjoon terkekeh.
"Siapa yang akan dimarahi, eh? Papa dan appa diam karena..."
"Karena kita akan bertemu dengan bos papa dan appa," sela Yoongi sebelum Namjoon mampu menyelesaikan kalimatnya.
Sekarang, atensi Jihoon berpindah kepada Yoongi.
"Bos appa dan papa? Maksudnya Sihyuk harabeoji?"
Namjoon dan Yoongi terkejut mendengar penuturan Jihoon. Apakah dimasa depan, Jihoon sudah pernah bertemu dengan Bang Sihyuk?
"Eh, kamu pernah bertemu dengan... Sihyuk harabeoji?"
Yoongi bertanya kepada Jihoon. Jujur, ia merasa aneh memanggil Bang PD-nim dengan sebutan harabeoji. Bagaimana tidak, coba saja panggil bosmu dengan panggilan kakek. Meskipun itu hanya sebagai panggilan pengganti di depan anakmu.
Mengabaikan rasa aneh yang menggelitik di lidahnya, Yoongi sibuk memandang Jihoon dengan pandangan menyelidik.
Jihoon mengangguk dengan bersemangat, "Ne! Sihyuk harabeoji kan baik sekali! Aku sering diberikan hadiah olehnya!" seru Jihoon.
Yoongi nampaknya semakin terkejut dengan jawaban Jihoon. Ia sampai melirik ke arah Namjoon yang sudah melongo sekarang. Ternyata bukan pendengaranku yang salah, batin Yoongi.
"Jadi, bos appa dan papa ini sering memberikanmu hadiah, eh?" tanya Yoongi memastikan.
Jihoon mengangguk sekali lagi, "Benar papa! Masa Jihoon berbohong!" ujar Jihoon dengan polos.
Yoongi mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia akhirnya melirik Namjoon yang kini sedang tampak berpikir.
"Hei Joon, bagaimana ini? Dia sudah kenal dengan Bang PD-nim," bisik Yoongi sepelan mungkin. Menghindari agar Jihoon tidak dapat mendengarnya.
Namjoon mengangguk singkat, "Hyung, lebih baik kita ingatkan Jihoon kalau di masa ini Bang PD-nim belum mengenalnya," balas Namjoon berbisik.
Yoongi mengangguk, "Ya sudah, kau yang beritahu ya," balas Yoongi.
Namjoon melirik sekilas ke arah Yoongi sebelum menghela napas. Tuh kan, aku lagi yang harus memberi tahunya, batin Namjoon.
*TING*
"Wah, kita sudah sampai appa!" seru Jihoon saat pintu lift mulai terbuka. Bocah kecil itu langsung melepaskan genggaman tangan Namjoon dan Yoongi, kemudian langsung berlari keluar dari lift.
"Hei! Jihoon-ah!" seru Yoongi. Pemuda pucat itu berusaha memanggil Jihoon. Akan tetapi, Jihoon mengabaikan panggilan tersebut. Anak itu malah semakin berlari dan menghilang di balik belokan ruangan.
"Hah..." Yoongi menghela napasnya. Ia kemudian melirik Namjoon yang malah melongo disampingnya.
"Ya, Joon-ah! Bagaimana ini? Kenapa kau tidak menahannya?!" tanya Yoongi tak sabar.
Namjoon balas menatap Yoongi.
"Eh? Hyung kupikir kau masih menggandengnya!" balas Namjoon tak kalah.
Yoongi mendengus, "Lalu kenapa kau tidak menangkapnya? Malah melamun sepertu itu!"
Namjoon menatap Yoongi yang tampak kesal.
"Sekarang kita kehilangan Jihoon kan! Kau tahu sendiri dia bisa ada di ruangan mana saja di lantai ini!" lanjut Yoongi masih kesal.
Namjoon menatap Yoongi dengan pandangan yang sulit diartikan. Seakan-akan ia seperti akan menertawakan Yoongi namun ditahan.
"Hei, jangan marah seperti itu hyung. Kau malah lucu kalau sedang kesal seperti itu," ujar Namjoon sambil terkekeh.
"Lagipula ini baru jam 9.40 AM, kita masih punya waktu untuk mencari Jihoon terlebih dahulu," lanjut Namjoon lagi. Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.
Yoongi menggelengkan kepalanya, menghela napasnya.
"Ya sudah, kita cari Jihoon dulu," ujar Yoongi pada akhirnya.
Namjoon tersenyum tipis, "Hyung tenang saja, aku yakin Jihoon tidak akan macam-macam di tempat ini. Dia juga pasti akan mencari kita nantinya," ujar Namjoon.
"Kuharap..."
.
.
.
.
.
Pukul 10 tepat.
Namjoon dan Yoongi sekarang telah berada di depan pintu ruang kerja Bang Sihyuk.
Ya, mereka hanya berdua karena mereka tidak berhasil menemukan Jihoon.
"Joon, kau yakin kita menghadap Bang PD-nim sekarang, eh? Masalahnya PD-nim kan ingin bertemu Jihoon!" ujar Yoongi. Ia melirik pintu ruang kerja Bang Sihyuk sekilas.
Namjoon mengangguk, "Hyung kalau tidak sekarang nanti kita akan terlambat. Kau tahu sendiri PD-nim tidak suka jika kita telat menghadapnya," balas Namjoon.
Selepas Namjoon menjawab Yoongi, tidak ada lagi percakapan diantara kedua pemuda itu. Sekarang, keduanya tengah sibuk menatap pintu ruangan Bang Sihyuk. Tak ada yang mengetuk pintu itu. Keduanya saling menunggu.
"Hyung, kau kan lebih tua dariku, jadi kau saja yang mengetuk ya," ujar Namjoon sambil menyenggol Yoongi.
Yoongi melirik Namjoon, menyipitkan matanya tidak suka.
"Ya! Kau kan leader-nya Joon! Kau saja yang mengetuk!" balas Yoongi.
Namjoon menatap Yoongi dengan memelas, "Hyung! Kau selalu menggunakan posisi 'leader' untuk menyuruhku melakukan sesuatu!"
"Dan kau selalu mengeluarkan posisi 'lebih tua' agar aku yang melakukannya untukmu!" balas Yoongi tak mau kalah.
Menghela napasnya, Namjoon akhirnya mengalah. Ia mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kerja Bang Sihyuk.
*Tok Tok*
'Masuk!'
Seruan dari dalam pintu membuat Namjoon menarik tangannya.
Ia melirik Yoongi sekilas kemudian menganggukkan kepalanya. Sesudahnya, Namjoon mendorong pintu tersebut. Yoongi mengikuti dari belakang.
"APPA! PAPA! KALIAN LAMA SEKALI!"
Namjoon dan Yoongi yang awalnya menundukkan kepala mereka terkejut ketika mendengar suara Jihoon.
Tunggu, ini tak mungkin kan...
Kedua pemuda itu kompak mengangkat kepala mereka. Keduanya membulatkan matanya tanda terkejut.
"Ji-Jihoon?!"
Yoongi-lah yang pertama kali berseru.
Ya, bagaimana tidak kaget. Jihoon kini tampak dipangku oleh... bos mereka sendiri. Nampak Jihoon yang terkekeh melihat ekspresi Namjoon dan Yoongi.
Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah, ekspresi bahagia dari Bang Sihyuk yang ikut tertawa bersama Jihoon.
.
.
.
.
.
"Kalian ini, masa putra kalian duluan yang sampai kemari. Dasar anak muda jaman sekarang, masih saja membudayakan kebiasaan telat."
Namjoon dan Yoongi hanya mampu menundukkan kepala mereka mendengar penuturan Bang Sihyuk. Tidak berani memberikan jawaban apapun. Berbeda dengan Jihoon, bocah yang duduk di tengah-tengah Namjoon dan Yoongi itu malah tertawa.
"Harabeoji! Jangan marah pada appa dan papa! Kan Jihoon sudah bilang, tadi Jihoon yang kabur dari appa dan papa," ujar Jihoon.
"Jadi, maafkan appa dan papa ya, harabeoji? Mereka pasti terlambat karena mencari Jihoon!" lanjut Jihoon. Anak itu kini tengah mengeluarkan wajah memelas di hadapan Bang Sihyuk.
Bang Sihyuk tersenyum ke arah Jihoon.
"Ne.. karena Jihoon yang meminta, harabeoji akan memaafkan orang tuamu," balas Bang Sihyuk sambil mencubit pipi Jihoon.
Jihoon tergelak, "Terima kasih harabeoji!"
Bang Sihyuk mengangguk-anggukan kepalanya. Usai menganggukan kepalanya, Bang Sihyuk kini menatap Namjoon dan Yoongi. Kemudian kembali ke Jihoon.
"Hei Jihoon-ah, harabeoji ingin berbicara dulu dengan orang tuamu. Kamu, mau main dengan teman harabeoji yang lain tidak? Nanti harabeoji belikan es krim deh kalau kamu mau main dengannya," ucap Bang Sihyuk sambil mengusap lembut rambut Jihoon.
Mata Jihoon berbinar mendengar kata es krim tersebut, ia kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya bersemangat.
"Ne harabeoji! Tentu saja aku mau!" ujar Jihoon.
Bang Sihyuk terkekeh kecil mendengar jawaban Jihoon, "Hm, ya sudah, sini ikut harabeoji menemui teman harabeoji ya."
Bang Sihyuk mengulurkan tangannya ke arah Jihoon yang kemudian diterima dengan senang hati oleh Jihoon.
"Eh, PD-nim, Jihoon mau dibawa ke-"
"Tenang saja, dia akan bermain dengan Adora, kau tenang saja," ujar Bang Sihyuk memotong perkataan Yoongi.
Yoongi akhirnya menutup mulutnya dan hanya menganggukkan kepalanya.
Bang Sihyuk menggandeng Jihoon dan mereka mulai berjalan keluar dari ruangan.
"Appa, papa! Aku pergi main dulu ya!" ujar Jihoon sambil melambaikan tangannya ke arah Namjoon dan Yoongi.
Melihat Jihoon yang tersenyum senang, mau tak mau Namjoon dan Yoongi ikut tersenyum. Mereka melambaikan tangan mereka sampai Jihoon dan Bang Sihyuk menghilang dibalik pintu.
Usai keluarnya Jihoon dan Bang Sihyuk, Namjoon dan Yoongi langsung menghela napas mereka.
"Jihoon pergi, pasti kita mati di tangan PD-nim," ujar Namjoon lemas.
Yoongi mengangguk, "Ya, setidaknya Jihoon tidak perlu melihat orang tuanya disiksa oleh pamannya sendiri Joon," balas Yoongi pasrah.
.
.
.
.
.
Bang Sihyuk kini telah kembali dari mengantar Jihoon ke Adora. Ya, dia membiarkan bocah kecil itu bermain di studio Adora. Kebetulan, beberapa produser Big Hit tengah berkumpul juga disana, jadi semakin banyak orang yang bisa menjaga Jihoon.
Kini, Bang Sihyuk sudah duduk di kursi kerjanya. Di hadapannya juga sudah duduk Namjoon yang Yoongi yang sudah siap untuk dihakimi.
"Apa tak ada yang ingin kalian katakan?"
Bang Sihyuk memulai penghakiman Namjoon dan Yoongi.
.
.
.
.
.
Saat ini, Namjoon, Yoongi, dan Jihoon tengah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka kembali ke dorm Bangtan.
Namjoon dan Yoongi saling diam, mereka hanya memerhatikan Jihoon yang dari tadi sibuk berceloteh. Menceritakan bagaimana serunya acara bermain dia tadi dengan Adora dan beberapa produser Big Hit yang lain.
Menyadari orang tuanya yang tidak terlalu bersemangat menyahuti celotehnya, Jihoon akhirnya menatap Namjoon dan Yoongi bergantian.
"Appa? Papa? Kalian tidak apa-apa kan?" tanya Jihoon khawatir.
Namjoon yang menyadari bahwa dirinya dan Yoongi terlalu diam dari tadi akhirnya menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum tipis sambil mengusap puncak kepala Jihoon.
"Ani Jihoon-ah, appa dan papa... Kami hanya sedikit lelah dan mengantuk. Makanya kami banyak diam dari tadi," ujar Namjoon menjawab pertanyaan Jihoon.
Jihoon menatap tak percaya ke arah Namjoon. Masih tak puas dengan jawaban Namjoon. Namjoon yang menyadari tatapan khawatir Jihoon akhirnya mencoba memaksakan senyumnya agar tampak lebih tulus.
"Jihoon-ah, jangan menatap appa seperti itu. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan appa dan papa," jawab Namjoon masih tersenyum.
Jihoon masih menatap Namjoon dengan pandangan menyelidik. Sampai akhirnya dirinya merasakan seseorang menarik tubuhnya dan memindahkannya ke atas sebuah pangkuan. Jihoon memekik terkejut atas perlakuan tersebut.
"Kyaa!"
"Hei, apa kamu tidak percaya pada orang tuamu sendiri, hm? Tidak percaya pada appa-mu, eh?"
Tanya Yoongi yang sudah memangku Jihoon. Dirinya mengusap kepala Jihoon dengan lembut.
Jihoon mencoba menoleh kepada Yoongi, dirinya kemudian terdiam sejenak sampai akhirnya dia menggeleng.
"Ani, aku percaya kok pada appa dan papa! Hanya saja, aku khawatir, aku takut appa dan papa kenapa-kenapa," ujar Jihoon sambil mengerucutkan bibirnya.
Namjoon dan Yoongi tersenyum tipis mendengar perkataan Jihoon yang terdengar sangat tulus.
"Hei Jihoon-ah, percayalah pada appa dan papa. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Namjoon yang kini ikut mengelus kepala Jihoon.
.
.
.
.
.
to be continued
.
.
.
.
.
AUTHOR'S NOTE :Halo! maaf ini bukan update, tapi merupakan revisi untuk chapter 6.
Untuk kevin lost in galaxy, terima kasih untuk kritiknya. Aku juga akhirnya menyadari kalo memang lebih cocok buat manggil Sihyuk menggunakan panggilan 'harabeoji' dibandingkan 'samchon' :"
Sekali lagi, terima kasih untuk kritiknya! :)
