Part 3:
Kinap
xxx
Sebenernya Baekhyun biasa aja. Begitu juga dengan Kris. Apalagi ketika perempuan berbadan dua disamping Chanyeol dengan baik hati ngajak mereka makan bareng di Sushitei karena mereka kenalannya Chanyeol.
Kris seneng karena sushi emang makanan enak yang tadi gak kepikiran kalau perempuan kenalan Chanyeol gak ngajak dan Baekhyun yang super seneng dan norak karena kapan lagi dia bisa makan dengan meja yang bergerak tidak pernah habis membawa sushi-sushi baru di hadapannya.
Tapi kenapa Chanyeol jadi alay sih?
"Dek, ini gak seperti yang kau bayangin!" Seru Chanyeol dramatis, menggenggam erat tangan Baekhyun.
"Apasih kak, ganggu aku aja!" Baekhyun menepis tangan Chanyeol bukannya marah. Lah gimana gak kesel ketika dia mau ngambil sushi yang diatasnya ada bulet-bulet orange lucu, tangannya malah ditahan Chanyeol. Jadi keburu lewat kan sushinya. Selama ini dia cuma makan pecel lele, kalo bapak abis gajian biasanya mereka makan ikan gurame, bandeng sama ikan ayam-ayaman. Momen dia makan sushi tuh jarang, dan Chanyeol ngerusak semuanya.
Chanyeol ngeliat Baekhyun dengan pandangan nanar. Kayaknya, drama ini gak bakal habis dengan cepat.
"Kakak tau kamu kecewa dek, tapi dengerin dulu penjelasanku! Aku sama dia gak ada hubungan apa-apa. Yang hamilin dia, pake pose apa buatnya, rupa spermanya aja kakak gak tau. Percaya sama Kakak, dek!" Jelas Chanyeol super absurd. Yang mana ngebuat perempuan disebelahnya naik pitam dan mukulin Chanyeol pake sumpit besi.
"Kak Chanyeol kenapa sih?" Protes Baekhyun karena lagi-lagi dia kelewatan sushi dengan bulet-bulet orange lucu dihadapannya. Dia malah melirik masnya yang sedang makan dengan khidmat.
"Mas itu apa? Lele?"
"Bukan, ini namanya tuna."
"Yang ijo-ijo apa? Greentea?"
"Gak semua yang ijo itu greentea dek. Ini namanya wasabi, pedes. Jangan makan, kamu gak akan kuat. Biar mas aja."
"Kalo yang warna pink? Adek suka. Boleh aku bawa pulang gak?"
"Itu irisan jahe, mosok mau kamu bawa pulang. Buat apa?"
"Buat aku pajang dikamarku mas."
Ngeliat dia yang dikacangin, ngebuat Chanyeol bete. Apalagi ngeliat tetangganya dan kecengannya ini ngobrol berasa dunia berasa milik berdua yang lain ngontrak. Mending kontrakan dua pintu. Lah ini kamar mandinya aja diluar rame-rame.
Chanyeol jadi curigakan kalo Kris ada sesuanu dengan Baekhyun.
"Dek, kamu gak cemburu apa kakak jalan sama orang lain? Lagi hamil lagi!" Rentetan kalimat aneh itu keluar dari mulut Chanyeol. Ngebuat Pertanyaan Baekhyun tentang kenapa sumpitnya besi tapi gak dari kayu ke Kris jadi terintrupsi.
"Loh, emang kakak siapanya aku?" Perkataan itu dikeluarkan Baekhyun dengan suara lembut dan muka polosnya. Tapi entah kenapa rasanya jadi ngebuat Chanyeol pengen makan gurita idup yang dari tadi ngeliatin dia naksir dari balik akuarium di pojok restoran.
Kris ketawa ngakak, bahkan wasabi yang dia makan rasanya jadi greentea. Beberapa mas-mas koki didepan mereka ngeliat miris Chanyeol sambil ngegulung sushi, dan pelanggan lain yang ada didekat mereka menatap Chanyeol dengan pandangan geli.
"Oke, jadi ini ceritanya kalian berdua adalah pasangan bahagia lucu dan Chanyeol yang datang terus jadi pelakor?" Perempuan yang dari tadi diam disamping Chanyeol akhirnya buka suara.
"Apaansih kak, gua bukan pelakor!" Protes Chanyeol gak terima. Enak aja orang setampan, sekece, dan sehits dia jadi pelakor.
"Mas, pelakor itu apa?" Tanya Baekhyun pada Kris yang masih aja nyemilin wasabi dicocol kecap asin.
"Pelakor itu perebut laki orang," Jelas Kris singkat, gak mau otak suci nan polos Baekhyun dipenuhi konten negatif yang merusak sel otak bersihnya.
Ya, kata seseorang yang menonton video porno saat kelas 4 SD.
"Oh sejenis walingmi ya?" Terka Baekhyun.
"Hah, walingmi itu apaan?" Kini balik, Kris yang bertanya. Dibelakang mereka, Chanyeol sibuk meluruskan kejadian dengan kakak perempuannya itu.
"Wanita maling suami. Itu single terbarunya mimi fairy, penyanyi kondang di kampung aku. Lagu dia enak banget, bahkan lagunya memuncaki Billboard hot 100 loh!" Seru Baekhyun berapi-api membicarakan biasnya.
Iya mimi fairy biasnya. Kenapa, gak suka? Sini gelut sama Baekhyun!
"Oh jadi kamu sepupu dari tetangga apartemen Chanyeol yang suka dia tumpangin itu?" Suara perempuan yang tadi menyapa pendengaran Baekhyun. Ia menoleh dan tersenyum.
"Iya kak, bukan numpang lagi kak Chanyeol. Tapi udah kayak ngungsi. Dari tidur, makan, buang air aja di apartemen mas Kris, gak tau apa isi apartmentnya," Jelas Baekhyun dengan nada ceria. Kris kembali ngakak, efek kota udah mulai berpengaruh ke Baekhyun.
"Baek kamu berbuah."
"Berubah goblok." Kakak Chanyeol gak sengaja mengumpat, langsung menarik kata-katanya dan mengelus pelan perutnya yang berisi jabang bayi.
"Apasih kak Chanyeol, ngomongnya ntar aja napa, itu ada sushi telor nya lewat lagi kan. Makan telor dadar aja jarang, dan kakak ganggu aku mulu!" Baekhyun merengut, menatap sedih sushi idamannya yang sudah berjalan menjauh.
"Astaga dek..." Chanyeol menatap Baekhyun dengan mata bulatnya.
"Kamu kok lucu banget sih? Pengen cepet-cepet kakak hamilin rasanya."
"Halalin dulu pea." Dan itu Kris yang nyolek mata Chanyeol pake wasabi.
xxx
Baekhyun gak pernah segugup ini sebelumnya.
Momen mendebarkan ini memang beberapa kali ia rasakan. Seperti saat bapaknya memberikan pidato di pelantikan kepala desa. Saat dia diem-diem mecahin piring kesayangan ibunya. Juga saat dia naik kereta sendiri pertama kali dalam hidupnya.
Tapi rasanya, semua itu gak bisa ngalahin rasanya berdebarnya saat ini juga.
"Dek, kamu kenapa? Deg-degan?" Tanya Kris dengan tangan yang masih setia di balik kemudi. Jaga-jaga kalo Baekhyun mengurungkan niatnya pergi kesekolah, dia bisa langsung tancap gas pulang.
"Iya nih gak tau. Apakah ini yang dinamakan cinta?"
Kris menatap malas Baekhyun, anak ini mulai lagi.
"Udah sana kamu masuk, entar gak jadi diterima loh," Canda Kris yang berhasil membuat Baekhyun kelabakan.
"Apa iya? Berarti aku harus cepet-cepet!" Baru saja Baekhyun ini membuka pintu mobilnya, pergerakkannya terhenti dan berbalik menatap Kris penuh harap.
"Uang jajan?"
Dan Kris gak bisa gak senyum ngeliat cengiran polos itu.
xxx
Baekhyun grogi demi apapun. Sekarang, seluruh mata lagi natap dia kepo seakan-akan Baekhyun baru aja kegep berbuat zina di toilet sekolah dan otw di arak satu sekolah.
Oke, itu lebay.
"Hari ini kita kedapetan murid baru dari daerah. Nah, kamu perkenalin diri kamu ya." Pas guru itu senyum kearah dia, Baekhyun otomatis cengengsan dan bales senyum lebar. Ya gimana enggak, oro itu guru ganteng bengad. Baekhyun kan jadi gak kuku liatnya.
Baekhyun menolehkan lagi kepalanya kedepan, tarik nafas-buang. Lalu ngeberaniin diri natap balik seluruh warga kelas yang masih natap dia kepo.
"Namaku Budi Eko Huyono tapi lebih biasa di panggil Baekhyun. Aku pindahan dari Kebumen di Jawa. Salam kenal," Ujar Baekhyun dengan logat jawa kental. Nohkan, kalo udah gugup biasanya medoknya keluar.
"Ada yang mau tanya?" Tanya Pak Suho, wali kelas kece mereka.
Dan serempak satu kelas hampir pada nunjuk tangan semua, hadeuh.
"Di kebumen kamu nyemilin genteng gak? Soalnya kata kakek aku itu cemilan hits disana."
"Enggak, aku gak suka. Tapi aku suka basreng!"
"Budi--maksud aku, Baekhyun! kamu ada instagram gak?"
"Ada, di follow ya @Baekhyunnee!"
"Baek, lo cewek apa cowok?"
"Hmm kata bapak sih cowok tapi aku belom pernah cek sih. Tengah-tengahin aja."
"Baek, homo gak? jadi homoan gua yuk?"
"Ihh kamu mau balik jadi homo sapiens lagi? Kan jelek. Kamu aja sana!"
"Baek, suka sama mimi fairy gak?"
"IH SUKA BANGET! AYUK ATUH BIKIN FANS CLUB NYA!"
Sedangkan Pak Suho cuma ngeliatnya sambil ngelus dada. Astagfirullah anak muridnya gini amat. Mana anak barunya sama sengkleknya.
"Sudah-sudah, dilanjut nanti perkenalannya. Nah Baekhyun, sekarang--"
"Tunggu pak, masih ada yang kurang." Tiba-tiba, sosok cowok jangkung muncul dengan senyuman tampan diambang pintu. Ngebuat semua murid yang ada dikelas terpana akan ketampanan haqiqi si kapten basket itu.
"Apa yang kurang?" Tanya Pak Suho, sedangkan Baekhyun malah salfok sama Chanyeol yang ke sekolah pake sendal.
Niat sekolah gak sih?
"Baekhyun lupa bilang, kalo dia bakal jadi ibu untuk anak-anak saya nanti."
Halah sa ae saipul.
xxx
D0eh bener2 gak mood nulis ini. maapkeun ancur, next chap bakal panjang deuh janji acu.
thanks for reading!
adios! chanpawpaw.
