Takami Ichiro atau biasa dipanggil sama Hiruma kacamata sialan. Hari ini bisa dibilang hari paling konyol selama dia hidup. Perkara ini hanya akibat sebuah kacamata yang tidak ditemukan.
Dia juga tinggal di hotel dengan kamar VVIP, sama dengan Unsui, dan Hiruma. Sisanya ada temen sekamar, ada juga yang sekamar sama pacar.
Takami bangun dari tidurnya, saat mau mengambil kacamatanya yang biasa dia taro di meja samping tempat tidur menghilang.
Panik ga? Panik ga? PANIKLAH MASA ENGGA!
Tanpa kacamata dia akan susah melihat dengan jelas, mau suudzon sama Hiruma, emang udah sehari-hari begitu. Kemarin padahal Takami tidur sendiri, udah dia pastiin, tidak ada mahluk tidak tau diri yang menyusup ke kamarnya.
"Kacamataku ... kemana ya?" Takami menyentuh kepalanya.
Tidak ada.
"Kacamatakuuuuu!" jerit Takami penuh keputusasaan, inilah saat-saat dia menjadi OOC, semua pasti dapat.
Dimulailah pengobrak-abrikkan kamar tanpa belas kasih, semua laci, lemari tas dikeluarin semua isinya sama Takami, betapa paniknya QB terganteng di Ojo ini.
Takami meraih ponselnya sambil nyipit-nyipitin mata, dia mau menelpon para penanggung jawab parodi ini sulit sekali.
"Halo Unsui."
"Ada apa Takami? Kalo Agon sekarang masih dikurung di kandang kok."
"Bukan itu, liat kacamata aku ga?"
"Lho kok tanya aku? Terakhir kamu taro dimana?"
"Meja kamarku."
"Hiruma kali."
Bersuudzon pada Hiruma memang hobi mereka semua.
"Masa sih dia nyelinap masuk ke kamar cuman buat nyulik kacamataku?"
"Bisa aja, tuh anak kan suka caper kalo Marco lagi gabisa dia ***."
"Yaudah, aku coba telpon Hiruma."
Ditutuplah telepon oleh Takami, lalu Takami mencoba untuk menelpon Hiruma dengan titik darah penghabisan alias nyipitin kata dan mendekatkan layar ponselnya ke mata.
"Hiruma."
"Apa kacamata sialan?!"
Baru sekedar halo langsung disambar oleh si penelpon sebrang.
"Liat kacamata aku engga?"
"Lu pasti suudzon sama gua ya?"
"Engga ..." Iya.
"Masa lu ga sadar sih, kemarin lu naro kacamata di meja makan."
"Kok bisa?!"
"Jangan tanya gua, lu ga sadar kali, tadi pas sarapan."
Sarapan? Takami baru aja bangun dari tidur, kenapa dia udah sarapan?
"Aku belum sarapan."
"Mulai anemia."
"Amnesia Hiruma."
"Iya pokoknya itu anjir, yaudah gua anterin ya kacamata lu."
"Boleh, kalo mau."
"Gua otewe, tunggu aja."
Telepon pun mati, Takami merasa ada sesuatu yang berat di telinganya, pas dia pegang telinganya, dia merasa ada gagang kacamata tersemat.
"Kacamata aku kok ada di belakang kepala ..."
Takami diem beberapa saat.
Keberadaan kacamatanya itu rahasia ilahi, dan tak lama pintu kamarnya diketok dan saat dibuka ternyata Hiruma dan membawa kacamatanya, bener-bener kacamatanya.
Sebenernya apa yang terjadi?
