Apa jadinya jika kamu diberikan misi untuk menjalani hidup sebagai Harry Potter?
Eillene Roxzvy hanya seorang mahasiswi kedokteran tingkat akhir dan seorang maniak penyuka fantasy. Hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum kelulusannya, ia tiba-tiba mendapati dirinya menjadi Harry Potter.
"WTF! Apa ini?!"
"Kamu telah mati, namun kami berharap kamu dapat mengubah takdir anak ini"
"Oh Shit! Kenapa bisa begini?!"
...
Harry Potter hanya milik Jk. Rowling. semua yang ada di sini hanya fanfict belaka, tidak perlu menghujat, cukup nikmati jika anda tertarik. Bukan untuk fans weasley or Dumbledore.
Semua hanya fiksi tidak untuk mengubah cara pandang kalian akan harry potter. fanfict ini murni karya saya. tolong jangan copas or plagiat. Harry potter hanya milik Jk. Rowling
Bagian 1
Sakit, lapar, lelah, tubuh seakan akan remuk sedikit saja bila di gerakkan. Itu adalah perasaan yang saat ini dirasakan oleh Eillen.
'Oh Shit! Kenapa tubuhku terasa sakit semua'
Mengerjabkan mata perlahan, ia mencoba untuk bangun. Gelap, berdebu, itu yang pertama kali yang terlihat saat ia membuka mata.
Mata nya kemudian meneliti tempat dimana ia bangun, itu berantakan. Tempat tidur usang koyak yang sepertinya tidak pernah dicuci, mainan patah dan rusak yang tersebar di pinggirnya. Dan tempat yang sempit seperti didalam lemari.
'Omg, aku dimana?'
Belum sempat ia memikirkan kenapa ia bisa sampai di tempat seperti ini. Ketukan atau lebih tepatnya memukul pintu? tempat ini mungkin dan seorang wanita yang tengah berteriak memecahkan lamunannya.
"Bangun sekarang Boy! Buat sarapan!"
Eillen tidak menanggapi, ia hanya diam. namun pukulan d pintu dan teriakan wanita itu semakin kuat. Mau tidak mau Eillen menjawab nya.
"E..er i Iya"
Eillen terkejut, wanita itu berhenti memukul dan seperti nya pergi menjauh. Eillen terkejut bukan karena apa, ia terkejut dengan suaranya. Suaranya terdengar seperti bocah laki-laki.
Dengan skeptis dia memeriksa keadaanya. Baju yang kebesaran, tubuh yang sakit seperti habis di jadikan samsak tinju, perut lapar. Dan lagi...
Dengan was-was ia memeriksa sesuatu di bawah...
'Tidak.. Jangan bilang..." Gumamnya.
'Noooooooooo... Persetan, Aku seorang gadis!' Teriaknya dalam hati ketika ia mendapati ada sesuatu yang tumbuh diantara kakinya.
"Boy!"
Teriakan wanita tadi memecahkan kefrustasian Eillen, dan dengan enggan ia melangkah keluar. Membuka pintu, itu kecil, ia harus menundukkan kepala nya agar tidak terbentur.
Melangkah keluar ia melihat rumah itu, itu bagus. walaupun kecil namun semua tertata rapi. Ia melangkah ke tempat wanita tadi berteriak. Sepertinya tadi ia menyuruhnya memasak sarapan.
'Astaga anak kecil ini memangnya babu apa? sudah lapar lagi'
Eillen memasuki ruangan yang sepertinya adalah dapur. Ia lihat seorang wanita yang tengah sibuk menata piring di meja, Pria gemuk yang tengah duduk di kursi malas dan membaca koran. Bocah laki-laki gemuk yang terlihat seperti babi tengah duduk di meja makan.
Pria tersebut melihat Eillen dengan jijik dan kemudian membentak.
"Apa yang kamu lakukan diam disana anak aneh. Cepat buat sarapan!"
Anak.. Aneh?
entah kenapa dia merasa familiar dengan sebutan itu.. dimana dia mendengarnya ya.
"Hei Aneh cepat lah" Ucap bocah babi itu.
Daripada ia terus di bentak, lebih baik ia membuat sarapan. beberapa bacon dan juga telur goreng.
'ughh, aku lapar' Ucap Eillen dalam hati.
Ketika sarapan itu selesai dan Eillen akan ikut duduk d meja. Lagi-lagi ia dibentak dan tidak boleh makan.
'Wtf!'
Namun entah kenapa tubuhnya seakan bergerak dan menjauh dari mereka dan mulai berkutat dengan piring kotor.
belum sempat ia pulih dari keterkejutannya, 3 orang itu kemudian asyik sendiri. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah kepada bocah laki-laki itu. Sepertinya ia tengah berulang tahun. Namun satu kata yang di dengarnya membuatnya syok.
"Selamat ulang tahun Dudley kecilku~"
Huh..!
Eillen memutar badannya dan melihat mereka, ia tidak salah dengar bukan. Tidak salah kan. Tidak tidak dia pasti salah.
Bocah laki-laki itu yang melihat Eillen kemudian menyeringai.
"Ada apa aneh? Merasa iri tidak pernah merayakan ulang tahun"
Huh?
"Apa yang kamu lihat anak aneh, cepat kembali ke kamar mu" Ucap pria itu.
"Kembali ke kamarmu" Ucap wanita itu.
Eillen dengan langkah kaku berjalan menuju tempat yang disebut kamar itu. Dimana ia tadi bangun. Ketika sampai, ia bisa melihat bahwa itu hanya lemari di bawah tangga.
'What! kamu sebut ini kamar?! U bastard!'
kekesalannya terputus dengan secarik kertas menempel d depan lemari itu. Menariknya, ia melihat apa yang tertulis dan tidak dapat berkata-kata.
Ditulis dengan coretan buruk adalah
Kamar anak aneh, Harry Potter
Tanpa sadar ia menjatuhkannya. Syok jelas, terkejut apalagi. Eillen tidak menyangka bahwa ia...
AKU DI TUBUH HARRY POTTER KECIL!!!
XxX
oke segini saja dulu, hahaha
tunggu kelanjutannya, karena saya juga menterjemahkan fanfict lain.
semoga terhibur.
(o)
