Sudah 3 hari sejak Eillene bertemu Edward.

Ia juga sudah banyak berfikir selama ini, membuat teori-teori dalam pikirannya kenapa harus ia yang menjalankan misi ini.

'maaf jika ini menyusahkan mu'

Ketika mendengarnya Eillene menghembuskan nafas yang entah kesekian kalinya.

'Tidak perlu meminta maaf dear, aku dengan senang hati menerima misi ini. Lagipula aku selalu ingin memiliki seorang adik, Harry'

Yap, saat ini Eillene sedang berbicara dengan Harry Potter dalam hati.

Tunggu! Bagaimana bisa? Oke, kita kembali saat pertemuan pertama mereka.

Flashback*

Eillene menatap bolak-balik antara Edward dan 3 orang yang datang kearah mereka. Ekspresi tidak percaya sangat jelas diwajah cantiknya.

"Ka-Kalian! James Potter dan Lili Potter!! Omg!!" Teriak Eillene tidak percaya. "Dan..."

Pandangan Eillene beralih ke Anak laki-laki berusia 10 tahun yang bersembunyi di belakang Lili Potter.

"Harry Potter"

Eillene tidak mempercayai matanya. Tokoh yang hanya ia baca dalam buku sekarang ada di hadapannya.

"Senang bertemu denganmu Miss Roxzvy"

Yang duluan berbicara adalah Lily Potter. Tidak diragukan lagi, Ia sangat cantik dan dengan senyuman hangat yang terbentuk di bibirnya.

"Ah, Ye -Yes. Senang bertemu dengan kalian" Jawab Eillene dengan terbata.

"Silahkan duduk" Ucap Edward mempersilahkan ketiga orang itu duduk.

Eillene tidak pernah berhenti untuk memandangi ketiga orang tersebut. Terutama Harry Potter, mengingat ia baru saja berada dalam tubuh anak laki-laki itu.

"Saya anggap anda mengetahui apa yang terjadi Miss Roxzvy?"

Suara Lily Potter yang berbicara kepadanya memecahkan lamunan Eillene.

"Ah.. Ya.. hanya sebagian. Saya harus masih harus mengetahui sendiri kenapa nasib anak anda harus berubah"

"Ck"

Eillene dengan cepat memandang Lily. Ia tidak salah dengar bukan. Pendengarannya tidak sedang bermasalah bukan. Lily Potter baru saja berdecak kesal. Mengingat perawakan Lily Potter yang digambarkan dalam novel, sepertinya ini situasi yang benar-benar membuatnya kesal.

"Itu hanya orang tua bajingan manipulatif" Ucap Lily kemudian.

Eillene tidak paham maksud yang Lily katakan. Tapi, sepertinya ia pernah mendengarnya di suatu tempat.

"Sekarang Lily sayang. Bukankah sebaiknya kamu menahan amarahmu didepan anak kita dan tamu kita" Ucap James Potter yang sedari tadi diam di samping istrinya.

Ctak

Sepertinya Eillene baru saja mendengar sesuatu. Melihat ekspresi Lily yang semakin kesal, jika bisa digambarkan, mungkin tanda perempatan sudah tergambar di dahi Lily.

"Itu semua karena kamu dengan bodohnya mengikuti orang tua bodoh itu. Daripada kamu semakin membuatku kesal, lebih baik diam! James." Ucap Lily sambil mendesis berbahaya. Dan James disebelahnya terlihat sedang menelan ludah dengan susah payah.

"Yah, baiklah lupakan terlebih dahulu tentang itu. Mari kita saling mengenal terlebih dahulu Miss Roxzvy" Ucap Lily hangat.

'Perubahan ekspresi itu sangat menakutkan' Batin Eillene.

"Eillene. Tolong panggil saja saya Eillene, Mrs. Potter"

"Kalau begitu panggil aku dengan Lily. Dan juga mari kita jatuhkan formalitas" Lily tampak berseri-seri.

.

.

.

.

.

"So, Kita akan melakukannya seperti itu"

Setelah mengenal satu sama lain, Eillene mengetahui bahwa keluarga Potter sangat bersahabat. Bukankah itu sering disebutkan. Dan Eillene belajar satu hal, Harry Potter awal nya sangat menutup diri dengannya. Mungkin itu karena disebabkan oleh keluarga Dursley. Namun seiring percakapan, Harry muda perlahan membuka diri.

"Baiklah, jika tidak ada yang akan dibicarakan lagi. Saya akan mengirim anda kembali dengan Harry Potter, Miss Roxzvy."

"Eh?! Apa maksud anda Edward?"

"Ah, maafkan saya jika saya lupa memberitahu anda. Jiwa anda dan jiwa Harry Potter akan berada di tubuh Harry Potter. Jika anda mengambil alih maka Harry potter hanya akan memperhatikan anda. Jika anda bersedia untuk Harry Potter mengambil alih, anda hanya akan menjadi pemantau dan pembimbing Harry Potter."

"Begitu, Aku aku mengerti."

"Ehm. Eillen" Panggilan ragu tersebut berasal dari Harry kecil.

"Ya Harry?"

"Aku minta maaf kamu harus berada di tubuhku dan melakukan misi ini. Jika aku mengambil alih tubuh, aku takut aku akan melakukan kesalahan. Dan... Dan langkah yang sudah kita rencanakan hancur karena ku." Ucap Harry dengan lirih sambil menundukkan kepala.

"Oh dear" Eillene bangkit dari kursinya dan menuju dimana Harry duduk. Eillene meletakkan tangannya lembut dikepala Harry yang menyebabkan dia melihat kearah Eillene.

Eillene tersenyum hangat.

"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu sayang. Tidak masalah jika kamu melakukan kesalahan. Aku ingin kamu mengambil alih tubuhmu dan merasakan semua nya untuk pertama kalinya. Tidak masalah jika rencana kita hancur, kita hanya perlu membuat yang baru. Aku ingin kamu merasakan bagaimana belajar sihir, menemukan teman baru, atau mungkin menemukan cinta sejati mu." Goda Eillene yang menyebabkan Harry tersipu.

"Hahaha, aku bercanda. Yang jelas, aku hanya akan mengambil alih untuk urusan-urusan orang dewasa. Kamu bisa memperhatikan dan belajar. Tapi untuk sesuatu yang menyenangkan. Kamu harus merasakannya sendiri, sayang."

"A Aku mengerti. Terima kasih Eillene"

"Sama-sama Dear, Oh. Aku selalu ingin memiliki adik" Ucap Eillene sambil memeluk Harry. Lily dan James yang dari tadi melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum.

*Flashback End*

Dan itulah bagaimana Eillene dan Harry Potter berada di satu tubuh yang sama.

"Yah, ini akan menjadi waktu yang panjang sebelum kita berangkat ke Hogwarts tahun depan Harry."

"Aku tidak sabar untuk pergi!"

"Hahaha, benar. Aku juga tidak sabar untuk melihat bagaimana Hogwarts asli disini"

Dengan percakapan semangat yang sering mereka berdua bagikan. Tanpa terasa 1 tahun berlalu begitu saja. Dengan semua pelecehan yang diterima tubuh Harry, saat itu terjadi Eillene lah yang mengambil alih.

Karena Eillene belajar. Saat ia mengambil Alih, rasa sakit tubuh itu Eillene yang merasakannya bukan jiwa Harry. Namun saat pengambil alihan tersebut Harry selalu berteriak pada Eillene untuk membiarkan dia saja yang merasakannya.

Sekeras kepala Harry, lebih keras kepala Eillene. Harry tidak bisa melawan Eillene yang sudah ia anggap kakaknya sendiri.

Dan begitulah, sampai surat Hogwarts tiba. Eillene sepertinya melupakan suatu kata penting yang pernah diucapkan Lily Potter.

XxX

Bersambung!!

XxX

Hello readers~

sorry jika update nya lama.

smoga kalian menyukai chapter kali ini..

tetap sehat smuanya~