Part 2 Al Jisr (The Bridge)

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

"Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya." (Q.S. Asy-Syura : 29)

Hari itu merupakan hari yang cerah di kota gaza, salah satu kota yang berada di daerah provinsi palestina. mobil terlihat berlalu lalang di jalan raya Gaza. Sebagian besar menepi ke arah masjid untuk melakukan ibadah sholat dhuhur karena waktu sudah memasuki waktu dhuhur. Jalanaan terlihat ramai dengan para warga kota yang berlalu lalang. Sebagian merupakan wanita dengan pakaian niqab nya dan sebagian lainnya para pekerja yang terlihat sibuk. Ada juga kendaraan kendaraan seperti bus yang menuju atau berasal dari Provinsi Mesir.

Terlihat seorang pria dengaan kemeja warna hitam dan celana kain dengan warna yang sama yang sedang duduk di salah satu kursi restoran outdoor yang sedang menikmati secangkir the di depannya. Ahmed sedang menunggu salah satu anggota regu nya yang ikut berlibur di gaza di masa cutinya. Ahmed merupakan seorang Perwira Ghazi berpangkat letnan. Dia dan regu nya baru saja selesai dari misinya di myanmar membantu proses evakuasi muslim rohingya yang menjadi korban para ekstrimis disana ditengah intervensi militer oleh Daulah Islamiyah karena pihak pemerintah myanmar mengabaikan permintaan khalifah untuk menghentikan para ekstrimis tersebut.

Saat ini daulah islamiyah memiliki kekuatan militer terbesar di dunia dan menjadi anggota tetap dewan keamanan PBB. Memiliki jumlah personil militer aktif sebanyak 5 juta dan 4 juta personil militer cadangan dengan peralatan dan teknologi militer tercanggih di dunia yang di ikuti oleh Amerika, Rusia, dan China. Daulah pun juga aktif dalam misi perdamaian di seluruh dunia seperti saat kejadian dimana neo nazi beraksi di jerman untuk melakukan kudeta pada tahun 2010, para Ghazi daulah islamiyah di terjunkan untuk melindungi warga sipil dari para ekstrimis neo nazi.

Lamunan Ahmed tentang kejadian beberapa tahun terakhir dibuyarkan setelah dia mendengar suara kursi yang digeser di depannya. Rupanya orang yang dia tunggu sudah datang, Karim, seorang Sersan Master sekaligus orang kedua di regu Ahmed.

"Assalamualaikum" Karim menyapa atasannya dengan salam.

"Wa'alaikumsalam"

"Jadi bagaimana liburanmu di gaza? Kau sudah mengunjungi Al Quds kan" ucap Karim membuka pembicaraan.

"Alhamdulillah, rasanya sangat melegakan setelah semua yang kita lalui, apalagi setelah kita menyelamatkan saudara saudara kita yang ada di myanmar. Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberi kesempatan kita membantu saudara rohingya."

"Ya, Alhamdulillah. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka alami apabila khalifah tidak memerintahkan intervensi militer kesana untuk melakukan evakuasi. Aku juga tidak menyangka ternyata selama ini mereka juga menggunakan senjata AK 47. Padahal media barat memberitakan seoalah mereka hanya menggunakan bambu atau batu".

"Mereka memang tidak pernah objektif dalam menyiarkan berita, kau ingat kan saat media mereka juga membanggakan tentara amerika yang mengalahkan para komunis di korea. Padahal apa yang mereka lakukan juga tidak berbeda jauh dari para komunis itu".

Obrolan mereka berlanjut selama beberapa menit lamanya. Membicarakan tentang pecahnya uni soviet dan penyatuan negara korea setelah uni soviet pecah. Sebelumnya uni soviet pernah melakukan intervensi di Afganistan untuk mendukung para muslim sekuler nasionalis yang mendukung komunis disana. Pemerintah Afganistan yang berhaluan sunni meminta khalifah membantu mereka. Meskipun khalifah saat itu tidak bisa menyetujui intervensi militer secara langsung karena khawatir menimbulkan pertempuran langsung antara pasukan Ghazi dan tentara soviet, namun khalifah setuju untuk mengirim bantuan persenjataan dan pasukan Ghazi secara diam diam untuk melatih pasukan Afganistan.

Tentara soviet yang kewalahan menghadapi pasukan Afganistan yang dilatih para Ghazi pun akhirnya mundur dari Afganistan. Pemerintah Afganistan pun saat itu berterima kasih kepada khalifah dan bersedia berbaiat yang kemudian menggabungkan Afganistan dengan daulah islamiyah.

Soviet yang mengalami kekalahan di Afganistan mengalami krisis berkepanjangan yang akhirnya menimbulkan pecahnya uni soviet menjadi russia dan negara kecil lainnya. Sayangnya sisa-sisa dari simpatisan soviet masih banyak tersisa sampai sekarang dan sering kali membuat beberapa gerakan pemberontakan di wilayah-wilayah perbatasan daulah Islam.

Daulah islamiyah sendiri sudah menjadi negara adidaya dengan kekayaan alam yang melimpah dan memiliki banyak kota besar yang bergerak di bawah hukum syariat islam. Meskipun menggunakan uang kertas sebagai alat tukar, ekonomi daulah tetap stabil, karena keuangan daulah islamiyah di backup oleh emas asli tanpa bergabung di keuangan internasioal dan tetap menggunakan emas untuk transaksi internasionalnya. Semenjak penduduk daulah semakin padat, khalifah memutuskan untuk menggunakan uang kertas untuk menggantikan emas yang jumlahnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa penduduknya dan hanya digunakan di dalam negeri.

Ahmed dan karim yang masih mengobrol tiba tiba menghentikan obrolan mereka saat tiba tiba tanah berguncang dan menimbulkan kepanikan di sekitar mereka.

"Masya Allah, sepertinya terjadi gempa. Karim, bantu aku mengarahkan para penduduk ke daerah terbuka dan menjauh dari gedung tinggi".

"Siap Letnan".

Ahmed mulai berlarian dan mengarahkan para warga yang panik menuju ke daerah terbuka dan ke sekitar jalan raya. Di tengah proses tersebut, jalan raya yang luas di dekat mereka tiba tiba amblas miring ke dalam dan seperti membentuk terowongan ke bawah tanah yang lebarnya selebar jalan raya yang bisa di masuki empat truk sekaligus dan tingginya mencapai 8 meter. Ahmed segera mengarahkan penduduk untuk menjauh dari jalan raya ke taman yang ada di dekat jalan raya.

Tidak lama setelah jalan raya amblas, gempa pun berhenti. Penduduk yang masih di sekitar jalan raya dan belum sampai ke taman mulai mendekat dan berkerumun di dekat jalan raya yang amblas melihat ke dalam. Ahmed pun yang ikut penasaran menerobos kerumunaan warga dan ikut melihat ke dalam. Di ujung jalan yang amblas terlihat terowongan bawah tanah yang mengarah ke dalam.

Ahmed dan penduduk yang melihatnya tidak bisa melihat lebih jauh di dalam terowongan yang gelap itu. Suara sirine terdengar mendekat, polisi setempat dan juga ambulan mulai berdatangan untuk mengamankan lokasi gempa. Para warga sipil pun dihimbau untuk menjauhi jalan yang amblas. Ahmed dan karim sempat diminta mundur sebelum mereka menunjukkan identitas mereka yang sesungguhnya dan mulai turut serta membantu polisi. Untungnya dari gempa tadi tidak ada bangunan roboh karena kuatnya arsitektur bangunan, sehingga tidak ada korban jiwa. Hanya ada beberapa orang yang luka luka yang kemudian dirawat oleh para petugas Bulan sabit merah yang datang.

"Masya Allah, bagaimana bisa ada sebuah terowongan tepat dibawah kota ini?" tanya Ahmed terheran dengan bangunan mirip petra yang di dalam tanah itu.

"Para ahli geologi sudah pernah menggali tempat ini dan mereka tidak pernah menemukannya letnan".

Ahmed memandang Karim dengan pandangan heran, bagaimana mungkin para ahli geologi bisa melewatkan bangunan ini. Ditengah perbincangan pendek mereka, tiba tiba dari dalam terowongan itu terdengar suara yang terdengar seperti derap langkah kaki yang berbaris, suara itu semakin lama semakin jelas membuat Ahmed dan Karim memandang dan meneliti apa yang ada di dalam terowongna itu dari jauh. Petugas polisi yang berjaga pun juga menengok ke dalam mengikuti Ahmed dan Karim sambil mengarahkan pistol mereka.

Dari terowongan yang gelap di dalam bangunan itu awalnya muncul siluwet manusia yang berjajar dan kemudian semakin jelas menampakkan diri mereka. Mereka terlihat seperti tentara eropa abad pertengahan dengan tombak, tameng, dan baju zirah serta seragamnya yang berwarna kuning. Tak lupa bendera dan panji-panji kuning bergambar kepala singa dengan pedang di kanan kirinya. Mereka berbaris keluar dari jalan masuk itu menaiki aspal yang miring ke dalam menuju ke permukaan. Dibelakang mereka terlihat sosok pria berkuda dengan baju zirah yang terlihat berbeda dan mencolok dibandingkan pasukan yang berbaris di depannya. Pria berkuda itu seketika mengangkat pedangnya dan meneriakkan kata yang tidak dimengerti oleh Ahmed dan sekitarnya, sekilas terdengar seperti bahasa prancis. Disaat yang sama suara sangkakala aneh pun juga terdengar dari pasukan yang berbaris di depan terowongan itu.

Pasukan yang berbaris di depan terowongan itu langsung berlari menghambur dan menyerbu kepermukaan. Polisi yang mengarahkan pistolnya pun seketika langsung menembakkan pistol mereka setelah melihat barisan pasukan itu menyerbu dengan pedang dan tombak terangkat. Tembakan polisi berhasil menjatuhkan beberapa perajurit yang menyerbu. Namun prajurit itu terlalu banyak dan seolah jumlah yang ditembak jatuh tidak ada artinya. Ahmed, Karim dan para polisi pun langsung berlari mundur sambil mengevakuasi para penduduk yang masih ada disekitar sana. Kepanikan pun kembali terjadi. Dengan beberapa polisi dan penduduk yang bernasib malang terbunuh oleh panah, tombak, atau pun pedang dari penyerang.

Dari dalam tanah, selain prajurit pejalan kaki juga muncul pasukan berkuda dan juga penunggang sebuah naga kecil atau yang mirip dengan Wyvern di cerita mitologi eropa. Mereka mengejar para penduduk yang berlari menjauh, memanah, menombak, atau bahkan menembakkan sihir yang terlihat seperti kilatan cahaya putih. Hasil yang ditimbulkan oleh sihir itu berupa ledakan kecil yang cukup fatal bila terkena manusia secara langsung. Karim dan Ahmed pun berlari sambil menembak jatuh beberapa penunggang kuda dengan pistol yang mereka dapatkan dari polisi yang mati, sambil menyelamatkan penduduk sebanyak mungkin.

"Karim, ambil ponsel mu dan hubungi pusat Divisi ke 2 Palestina di markas. Kita butuh bantuan militer sekarang" ujar Ahmed sambir tetap berlari sambil menembakkan pistolnya.

Karim pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi markas militer terdekat. Di tengah kericuhan antara penduduk dan para penyerbu, tiba tiba terdengar suara raungan yang cukup memekikkan telinga. Seketika itu Ahmed yang sibuk menembak musuh sebanyak yang dia bisa langsung mengarahkan pandangannya ke sumber suara itu dan seketika itu juga matanya membelalak melihat darimana suara raungan itu berasal.

GROARRR

Sekelompok wyvern lengkap dengan penunggangnya mengejar dan memangsa para penduduk yang berusaha menyelamatkan diri tanpa memandang perempuan atau laki- laki, dewasa atau anak anak. Para pasukan penyerang itu memang tidak memandang siapa pun yang mereka bunuh meskipun itu anak anak atau wanita.

Ahmed yang melihat kejadian itu hanya bisa menggeram sambil berusaha menyelamatkan diri dan penduduk yang berlari di sekitar nyaa.

"Letnan, pasukan Ghazi sedang mengerahkan seluruh divisi ke 2 Palestina yang saat ini tersebar di seluruh wilayah Palestina. Waktu kedatangan mereka sekitar 5 menit, kita harus menahan para barbar ini sampai pasukan kita datang." Ujar Karim sambil mesih menahan ponselnya di telinga.

"Baiklah, ambil peluru sebanyak yang kau bisa dari para syuhada disini dan lindungi para penduduk." Jawab Ahmed sambil memungut beberapa klip pistol.

"dan satu lagi letnan, kata jenderal Ayyub sebelum mereka sampai, kau yang bertanggung jawab memimpin disini"

Ahmed menganggukan kepalanya, lalu berlari ke arah sekumpulan polisi yang berusaha melindungi penduduk di belakangnya. Ahmed memerintahkan polisi itu untuk berkoordinasi kembali dan membuat barikade di tengah jalan agar bisa menghambat musuh.

Pasukan barbar itu memang seperti tidak ada habisnya, sebagian besar polisi sudah kehabisan peluru, begitu juga dengan Ahmed dan Karim. Beberapa polisi sudah bersiap dengan peralatan seadanya yang bisa mereka dapatkan untuk menggantikan pistol mereka seperti pipa atau pun patahan besi di jalan.

Pasukan kuno yang mulai kewalahan dengan perlawanan polisi pun mulai menunjukan senjata mereka yang lainnya yang sangat sulit dipercaya oleh manusia modern manapun, hal yang sudah hilang selama ribuan tahun sejak zaman Fir'aun, SIHIR. Para penunggang kuda mereka yang menggunakan pakaian mencolok dan seragam yang berbeda dengan prajurit lainnya maju ke depan barisan mereka dan mengarahkan sebuah tongkat kecil. Dari tongkat itu muncul sebuah kilatan cahaya putih ke arah pertahanan polisi dan membunuh beberapa polisi yang kurang beruntung terkena tembakan itu.

Ahmed dan lainnya hampir saja nekat menyerang pasukan kuno itu menggunakan senjata seadanya selain pistol sampai tiba tiba suara helikopter di udara mengejutkan sekaligus melegakan mereka.

Salah satu radio yang dipakai polisi di dekat Ahmed berbunyi

"Disini Qomar 1 kami dengar kalian butuh pengusir nyamuk di bawah sana"

Ahmed yang berada di dekatnya pun langsung mengambil radio itu untuk menjawabnya.

"Disini Mubarizun 1, kau datang di waktu yang tepat. Nyamuk nyamuk itu menggigit kita sampai kita hampir kehabisan darah"

"Baiklah Mubarizun 1, kami akan fokus mengusir nyamuk nyamuk itu untuk kalian, duduk dan perhatikan saja di bawah sana bagaimana kami menghabisi para nyamuk"

Tidak lama setelah itu, suara rentetan senapan gatling helikopter diatas mereka terdengar dan menumbangkan banyak wyvern di barisan musuh.

BBRRRTTTTTTT

Pasukan musuh terlihat sangat syok. Bahkan para penyihir yang tadinya membombardir kita berhenti untuk melihat wyvern yang berjatuhan di atas mereka.

Tidak lama kemudian tanah bergetar, suara deru mesin di belakang barisan polisi dan Ahmed mengalihkan perhatian mereka. Senyum Ahmed dan Karim semakin merekah melihat pasukan berseragam camo warna hitam yang mengiringi tank yang diatasnya terdapat bendera daulah islamiyah ditengah mereka. Suara keras dari meriam tank yang menembak ke arah para barbar terdengar, disusul dengan rentenan tembakan dari tentara Ghazi.

BOOOMMM

TATATATATATA

Musuh yang melihat tentaranya berjatuhan dengan cepat pun mulai kocar kacir berlari mundur. Penyihir mereka mulai berusaha membuat perisai kasat mata untuk melindungi pasukan mereka. Sepertinya untuk membuat perisai perisai itu para penyihir harus menghabiskan tenaganya, namun dalam sekejap pelindung mereka hancur dan pecah layaknya kaca terkena tembakan tank ataupun senjata peluncur roket yang dibawa tentara Ghazi.

Para tentara Ghazi pun mulai memukul mundur tentara barbar itu sambil meneriakkan kalimat takbir.

"Allahu Akbar…"

"Allahu Akbar…"

Dalam sekejap, ribuan tentara musuh jatuh bergelimpangan di jalanan. Suara rentetan senapan mesin dan ledakan terdengar dimana mana. Pasukan musuh yang mencoba melindungi diri mereka dengan perisainya pun tidak membuahkan hasil, karena peluru yang ditembakkan para Ghazi mampu menembus perisai tipis mereka yang terbuat dari kayu.

Helikopter pengangkut maupun helikopter tempur Saqr beterbangan di langit gaza. Beberapa helikopter tempur menurunkan pasukan diatas gedung dan sisanya menurunkan pasukan di jalanan. Pasukan yang turun diatas gedung pun langsung menembaki pasukan musuh yang berceceran dari atas gedung.

Melihat keadaan seperti itu, sebagian pasukan musuh yang ketakutan langsung menjatuhkan senjatanya dan berjongkok meringkuk sambil mengangkat tangan. Tanda mereka menyerah. Anggota polisi yang bergabung dengan Ghazi pun seketika langsung menangkap dan mengamankan mereka. Beberapa diantara orang orang yang menyerah itu ternyata sebagian adalah para penyihir yang memakai seragam yang berbeda dan terlihat mewah.

Pada titik ini semua wyvern yang tadinya menyerang warga secara bebas sudah di basmi oleh helikopter H1 yang juga dibantu pesawat SU110, pesawat terbaru yang memiliki teknologi siluman. Penunggang wyvern itu bahkan hampir tidak percaya tunggangan mereka bisa dikalahkan dengan sesuatu yang hampir tidak dapat dilihat oleh mata.

Pertempuran terus berlangsung di jalanan, pasukan pemanah dan penyihir musuh masih keukeuh memberikan perlawanan kepada tentara Ghazi. Meskipun panah dan sihir mereka tidak mempan terhadap tank CV-8 Mahmud, namun beberapa serangan mereka berhasil mengenai infantri yang kurang beruntung yang menyebabkan Sebagian luka, sebagian lain yang kena panah terselamatkan oleh rompi anti peluru mereka. Hanya sedikit yang syahid.

Pasukan musuh terus dipukul mundur sampai akhirnya mereka tiba di tempat awal mereka memulai serangan. Mereka mulai melarikan diri memasuki terowongan bawah tanah tempat mereka berasal. Pada titik ini semua wyvern pun sudah di tumbang kan oleh helikopter yang beterbangan di udara. Di darat, pasukan penyihir pun mulai putus asa setelah menembakkan beberapa sihir mereka ke arah tank, namun tidak menimbulkan apa apa.

Begitu juga bangsawan dan perwira mereka yang berlari meninggalkan pasukannya di belakang. Beberapa dari mereka terjatuh karena kaki mereka tertembak atau terkena pecahan bom.

Mereka semua berlarian menuju terowongan itu. Di tengah pertempuran, Ahmed dapat melihat dari jauh tentara tentara musuh menyeret orang orang yang terlihat dirantai sebagai tahanan mereka. Kebanyakan orang yang dirantai merupakan para wanita. Kerudung mereka sudah hilang entah kemana, sedangkan pakaian mereka sudah berantakan dan banyak terdapat sobekan. Tanpa perlu berpikir, Ahmed sudah bisa menebak apa yang telah mereka alami. Ahmed menoleh ke arah prajurit terdekat disekitarnya.

"Sersan, aku ingin para tahanan itu diselamatkan. Jangan biarkan para barbar itu membawa mereka ke dalam terowongan."

Sersan yang dimaksud pun melihat ke arah Ahmed menunjuk, lalu segera menyalurkan perintahnya ke radio. Tanpa menunggu lama, beberapa regu ditemani Ahmed dan Karim bergerak untuk menyelamatkan penduduk itu. Mereka menembak semua musuh yang mencoba menghalangi mereka.

Seorang prajurit musuh yang menarik ujung rantai para tahanan dan berteriak teriak menggunakan bahasa mereka sambil menunjukan ekspresi marah, tiba tiba terjatuh dengan lubang dikepalanya. Prajurit musuh lain yang menyaksikan itu pun langsung ketakutan dan meringkuk menjatuhkan senjata mereka.

Ahmed, Karim, dan tentara Ghazi lainnya yang melihat musuh menyerah langsung bergerak mengamankan prajurit musuh serta membebaskan tawanan. Beberapa tawanan ada yang langsung menangis tersedu sedu, sebagian lain ada yang langsung berlari ke arah tentara Ghazi berasal untuk mencari tempat aman.

1 jam kemudian, pertempuran sudah usai. tentara Ghazi pun mulai bergantian sholat ashar setelah pertempuran usai, tak terkecuali Ahmed dan Karim. Mereka membeberkan karpet besar dan sholat berjamaah diluar. Para tahanan musuh yang melihat ritual ibadah kami pun terheran, karena mereka tidak melihat apa apa di arah kami bersujud. Tapi para tentara Ghazi pun juga tidak terlalu menghiraukan mereka.

Beberapa tank berjaga tepat di depan gerbang terowongan gelap yang ada di dalam tanah itu. Di benaknya, Ahmed berpikir bahwa kejadian ini akan membuat nya melewatkan liburan nya dan dinyatakan bertugas.

"yah, setidaknya aku tidak punya rencana kegiatan penting di liburanku kali ini."

###

Di istana Yildiz

Khalifah yang sedang duduk di kantornya sambil mengamati laporan keuangan tahunan di tiap provinsi pun tiba-tiba mendapati salah satu Menterinya nya masuk ke ruangan.

"Pasha? Ada apa? Kau terlihat buru-buru sekali."

"Sultanku, Kota Gaza sedang diserang tuan."

"APA? Bagaimana bisa? Apakah orang-orang eropa dan Amerika yang menyerang kita? Dan bagaimana status pertempuran disana pasha?" ujar khalifah

"Kami mendapati musuh yang tidak dikenal dan datang dari terowongan misterius yang muncul di tengah kota. Alhamdulillah, pertempuran berhasil kita menangkan, saya membawa detail laporan hasil peperangan."

"Tolong bacakan."

"Dari pertempuran gaza, kami berhasil membunuh tentara musuh sebanyak 40.000 pasukan, sedangkan sisanya melarikan diri di balik terowongan tempat mereka berasal. Korban dari tentara kita berjumlah 20 orang meninggal dan 230 lainnya luka luka. Kita juga mendapati sekitar 3000 kematian warga sipil dan 100 warga sipil hilang."

"apa maksudmu hilang?"

"kami tidak dapat menemukan jenazahnya, namun juga tidak mendapati mereka di keluarga mereka."

"kumpulkan para menteri dan staf yang lain, kita akan membahas masalah ini. Kita harus segera membuat tindakan balasan untuk menanggapi serangan dari pasukan tak dikenal ini."

"Baiklah Sultan."

###

2 minggu kemudiaan

Baik berita Dalam Negeri maupun internasional tidak berhenti menayangkan berita tentang penyerangan oleh pasukan misterius di tengah kota gaza. Kota gaza merupakan salah satu kota pariwisata yang selain dekat dengan Al Quds juga dekat dengan pantai laut mediterania.

Negara-negara anggota NATO mulai meminta untuk di izinkan pergi masuk ke gerbang yang saat ini secara resmi disebut dengan Al Jisr (The Bridge) karena sifatnya yang menjembatani dua dunia. Namun khalifah tidak memberikan izin dan hanya mau menerima bantuan berupa supplai dan peralatan.

Setelah 2 minggu, sebuah tembok dan barikade di bangun mengelilingi tempat terowongan itu berada. Belum lagi bangunan yang berbentuk seperti hangar pesawat yang terbuat dari beton dengan gerbangnya yang terbuat dari besi. Di dalam hangar, terdapat sederet senapan mesin yang dikendalikan melalui remot dari jarak jauh.

Jalanan di dekat Al Jisr menjadi salah satu pusat aktifitas militer. Di taman terdekat, wilayah taman sudah berubah menjadi markas militer yang mirip di vietnam. Ratusan tenda militer berdiri disana. Tank dan kendaraan tempur lainnya terparkir rapi di pinggiran taman. Helikopter beterbangan keluar masuk.

Khalifah memutuskan untuk sekali lagi mendeklarasikan jihad dan berencana menghimpun pasukan dari berbagai wilayah daulah. Berbagai drone dan juga regu pengintai akan dikirimkan selama 2 minggu ke depan untuk mempelajari wilayah yang akan mereka masuki seperti kandungan oksigen, tingkat gravitasi, dan kondisi alam dibalik Al Jisr. Selain mencari pihak pihak yang bertanggung jawab, tujuan ekspedisi dari tentara daulah juga menyelamatkan orang orang yang diculik oleh pasukan dari kerajaan yang mereka sebut Leonia. Jika perlu, operasi ekspedisi ini juga ditujukan untuk memperluas dakwah Islam ke dunia di balik Al Jisr.

Aktivitas dan kantor-kantor yang sebelumnya beroperasi di daerah dekat Al Jisr di pindahkan ke daerah lain, seluruh bangunan di sana digunakan untuk keperluan militer. Dengan sumber daya yang dimiliki oleh daulah islam, memang tidak memerlukan waktu yang lama untuk menghimpun pasukan.

Tenda-tenda militer dan juga pendaratan helikopter dibangun di daerah taman dekat Al Jisr, bangunan-bangunan disekitar Al Jisr diubah menjadi bangunan militer seperti barak dan gudang senjata. Di salah satu tenda yang ada di taman, terdapat salah satu regu J17 yang dipimpin oleh Ahmed. Saat ini mereka sedang beristirahat didalam tenda setelah selesai menjalani latihan rutinan. Jumlah anggota regu Ahmed ada 20 orang yang berasal dari berbagai daerah wilayah daulah seperti pakistan, maroko, mesir, nusantara(indonesia dan Malaysia).

Salah satu nya Faruq yang merupakan anggota regu Ahmed yang berasal dari palestina. Hanya saja Faruq tidak berasal dari gaza, tapi dari kota Haifa. Faruq seorang petugas medis di regu Ahmed. Di lengan kiri seragamnya terdapat bandana putih dengan gambar bulan sabit merah.

Saat ini faruq sedang duduk di tempat tidurnya sambil membaca salah satu buku cerita fantasi yang berasal dari jepang dan sudah di terjemahkan ke bahasa arab. Tiba-tiba Ahmed duduk di samping Faruq melihat buku yang sedang dibawa oleh Faruq.

"Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui tentang adanya penyerangan di gaza?" tanya Ahmed memulai pembicaraan.

"Aku hanya bisa bersyukur pasukan Leonia itu tidak sampai ke Haifa Letnan!" Faruq menandai buku yang dibacanya sebelum menutup dan meletakkan buku itu di meja sampingnya

"Mereka telah mendeklarasikan perang ke daulah islam dengan membantai para warga sipil tanpa memandang pria, wanita, ataupun anak anak."

"benar, dan khalifah telah mengumumkan seruan Jihad ke kerajaan mereka. Menurutmu akan ada apa aja di balik terowongan itu letnan?"

"aku tidak tahu Faruq, yang pasti kita sudah melihat sesuatu yang selama ini hanya kita baca di buku buku fantasi saja seperti sihir dan wyvern. Kemungkinan akan ada lebih banyak lagi makhluk yang selama ini kita anggap fantasi di dunia mereka."

"Menurutmu apakah kita bisa mendakwahkan islam kepada mereka?" tanya faruq.

"Meskipun di dunia mereka banyak makhluk fantasi, mereka tetap manusia biasa seperti kita. Dan Islam adalah Rahmat bagi seluruh semesta alam, bukan hanya bumi ini. Selanjutnya bisa kau simpulkan sendiri."

"Sepertinya para ulama kita akan lebih sibuk ber ijtihad kedepannya mengingat banyak hal asing yang akan kita temui disana."

Mereka melanjutkan obrolan mereka seputar dunia fantasi dan juga buku yang Faruq baca.

###

2 Minggu kemudian

28 hari setelah serangan

Berbagai penyelidikan ke dunia di balik Al Jisr sudah dilakukan. Hasilnya dunia di balik Al Jisr memiliki kadar oksigen dan atmosfer yang 99% sama dengan bumi. Dari informasi yang diberikan oleh para tawanan perang, benua tempat kerajaan mereka berada disebut Edela. Selain Leonia, ada 5 kerajaan lain yang ada di benua itu, yaitu Byzantius, Galinea, Isylum, Greecia, dan Scotia. Kelima kerajaan itu berstatus netral satu sama lain sebelum akhirnya kerajaan Leonia menyerang Scotia tanpa alasan yang jelas.

Leonia adalah kerajaan terbesar ke 3 disana. Tatanan sosial mereka hampir sama dengan tatanan sosial bangsa eropa di masa abad kegelapan. Yaitu Raja dan Bangsawan adalah kelompok tertinggi dimana semua anggotanya memiliki kemampuan sihir. Lalu dibawahnya ada Kelompok rohani, cendekiawan, Filsuf, dan rakyat jelata. Memiliki kepercayaan menyembah dewa dewa seperti orang romawi kuno salah satu dewanya yang paling diagungi, yaitu Solus.

Senjata mereka juga setingkat dengan senjata abad pertengahan. Hanya saja mereka memiliki wyvern dan sihir, tapi selain itu senjata yang mereka gunakan tidak lebih dari busur, panah, pedang, dan tombak.

Pagi itu, seluruh pasukan Ghazi melakukan sholat subuh berjamaah di lapangan dekat Al Jisr, ribuan orang dengan seragam corak hitam berjajar rapi. Imamnya tidak lain Jenderal Ayyub yang akan memimpin penyerangan balik melalui Al Jisr. Setelah sholat, 3000 orang pasukan Ghazi yang akan berangkat melewati Al Jisr sebagai gelombang pertama segera menuju ke posisi mereka masing-masing, infantri pun segera memasuki Jeep "Jamal" atau armor ringan "Safir". CV-8 Mahmud berposisi di barisan paling depan, kendaraan Pasukan Ghazi yang akan memasuki Al Jisr membentuk dua kolom.

Ahmed dan timnya yang memiliki kode panggilan J17 berlari memasuki Armor Safir yang disediakan untuk mereka, 20 orang anggota regu Ahmed memasuki 2 kendaraan Safir yang disediakan. Kode J17 itu sendiri memiliki arti bagian dari kompi J regu ke 17. Di dalam Safir, Ahmed mendengar Radio kendaraan Safir menyala, lalu dari radio terdengar suara yang tidak ahmed sangka, Khalifah Osman. Khalifah pun mulai berbicara

Assalamualaikum Saudara-saudaraku sekalian

Para Ghazi yang aku banggakan, sekitar 1 bulan yang lalu, sekelompok tentara asing yang ternyata tidak berasal dari dunia ini menyerang kota Gaza dan membunuh banyak saudara dan saudari muslim kita, mereka membunuh orang-orang tanpa pandang bulu. Banyak saudara muslim kita yang kehilangan baik harta maupun anggota keluarga mereka. Mereka menunggu keadilan untuk bisa ditegakkan, bahkan banyak juga orang hilang semenjak peperangan, mereka juga punya keluarga yang menunggu mereka untuk pulang. Tugas kalian adalah menegakkan keadilan dan juga agama Islam serta meninggikan nama Allah diluar sana. Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan Tunjukkan kepada mereka bahwa Islam diatas segalanya. Tidak ada kemenangan yang datang tanpa melalui pertolongan Allah. Semoga Allah bersama kita.

Kemudian suara di radio berganti menjadi suara Jenderal Ayyub.

Wahai para Muslimin, para Ghazi, Setelah ini kita akan mulai menyeberangi Al Jisr, dengan nama Allah kita akan menemukan membebaskan orang-orang muslim yang diculik dan ditawan, dan juga menegakkan Islam disana. Meskipun mungkin senjata dan peralatan kita jauh lebih maju dibanding mereka, hilangkan lah kesombongan dari hati kalian semua meski itu hanya sebiji zarrah, karena tidak ada kemenangan yang tidak datang dari kehendak dan pertolongan Allah Subhanahu Wata'ala. Laa Hawla wa Laa Quwwata illa Billah. Ayo maju singa-singaku, para Mujahidin, ALLAHU AKBAR!

Kemudian suara radio pun mati digantikan mesin yang mulai terdengar dari berbagai kendaraan. Tank Mahmud yang berada di barisan depan mulai menuruni jalan dan memasuki Al Jisr. Kemudian disusul Tank Osman, lalu LAV Safir dan juga jip jamal. Ketika kendaraan yang dinaiki Ahmed memasuki terowongan Al Jisr, cahaya yang masuk kedalam kendaraan dari luar mulai meredup sampai hilang sama sekali digantikan oleh lampu dalam kendaraan yang dinyalakan.

Ahmed mencoba melihat keluar melalui celah kendaraan. Didalam terowongan terlihat seperti terowongan bawah tanah biasa. Lampu kendaraan yang dinyalakan di luar menyinari tanah yang berwarna coklat di atas, bawah dan kanan kiri. 5 menit setelah kendaraan masuk terowongan dalam sekejap, warna dan tekstur tanah tiba-tiba berubah, yang tadinya berwarna coklat seperti tanah arab pada umumnya, sekarang berubah menjadi Lebih hitam. Begitu pula dengan suhu udara yang juga tiba-tiba menjadi lebih dingin, mengingatkan Ahmed pada wilayah Eropa timur. perubahan yang tidak normal pikir Ahmed, tangan ahmed menggenggam Erat senjata T-7 yang dia pegang, merasakan hawa peperangan yang tidak lama lagi akan datang.