Disclaimer

Multi Crossover Fanfic

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool DxD by Ichiei Ishibumi

Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)

Fairy Tail by Hiro Mashima

Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance

Rating M

Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, setengah AU ,typo, gaje dan kawan2 nya

Anime Lovers Indonesia

Mempersembahkan

House of Dragon

Don't Like Don't Read

Happy Reading

Sebelumnya di House of Dragon

"Bertahanlah Naruto, kami akan membawamu ke dunia bawah, keluarga Sitri bisa menyembuhkanmu" ketika Rias ingin memerintah Kiba membawa Naruto, Naruto dengan pelan berucap.

"Tidak perlu Issei, kurasa menghabiskan waktu dengan teman-temanku adalah yang kubutuhkan sekarang" ucap Naruto lirih.

"Aku minta maaf karena telah menyebabkan semua yang dikatakan malaikat jatuh itu tapi sekarang kau tidak akan malu lagi dan kau akan berbaikan dengan ibumu. Sampai salamku pada kakakmu, orang tuamu dan para Maou, terimakasih sudah menerimaku di keluarga kalian dan menjadi bagian dari kalian. Aku sangat senang dan bersyukur pada tuhan. Sampai nanti semuanya, semoga kedamaian selalu menyertai kalian" lalu genggaman Naruto sedikit menguat lalu terlepaslah genggaman itu diikuti menutupnya mata Naruto. Hanya tangisan dan teriakan penyesalan terdengar melihat orang yang mereka cintai meninggal dihadapan mereka.

"Tidak salah lagi, Irene Belserion lah yang menyerbu tadi. Kuroka dan Le Fay bukanlah lawan yang tepat untuk dia." Ucap Ophis yang duduk disinggasana.

"Apakah sang ratu naga memiliki tujuan yang sama denganmu, Ophis" ucap sosok berambut silver.

"Ya, kami memiliki sebuah janji" ucap Ophis, mereka bingung dengan apa yang dikatakan pemimpin mereka itu.

"Rias kau harus ikhlas " ucap Sirzech.

"Aku tidak akan melupakan apa yang kulihat kemarin"

"AKAN KUBALAS 10X LEBIH KEJAM DARI INI!" ucap Rias dengan dingin dan penuh penekanan sambil menatap kearah nisan Naruto. Ketika Sirzech ingin berucap lagi, pundaknya dipegang oleh sang ibu dan dia melihat ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Sebentar lagi kau akan bangkit dan Targaryen akan kembali mendapatkan tempatnya sebagai The Conquer. Hanya tinggal menunggu waktu" ucap sosok yang ternyata Irene yang menatap kearah tabung tersebut sambil mengelusnya. Dia tidak menyadari bahwa kristal berisikan cahaya perak itu bersinar warna merah, hitam dan perak secara bergantian.

Chapter 9

Tiga hari sejak kematian Naruto, tidak ada yang berbeda yang terjadi pada murid yang lain karena Sona dibantu Tsubaki menghapus seluruh ingatan murid dan guru tentang keberadaannya termasuk Teuchi yang merupakan pemilik kedai tempat Naruto bekerja, mereka bahkan juga mengjhilangkan semua ingatan warga di kota Kuoh tentang Naruto. Hanya Rias, Sona dan kebangsawanan mereka yang masih mengingat siapa Naruto.

"Apa hari ini Rias-oneesama akan masuk ?"

"Kabar yang terdengar dari Sona-kaichou bahwa Rias-oneesama dan Akeno-oneesama sudah tiga hari ini tidak masuk karena sakit, semoga mereka cepat sembuh" itulah kata-kata yang sering diucapkan murid Kuoh Academy belakangan ini, karena duo great oneesama Kuoh yaitu Rias dan Akeno sudah tiga hari tidak menghadiri kelas. Kegiatan pembelajaran berjalan seperti biasa, jam 12 merupakan jam makan siang dan jam 4 merupakan jam pulang. Ada juga yang melanjutkan kegiatan ekskul mereka seperti yang sedang dilakukan Issei yang datang bersama Asia menuju tempat mereka yaitu gedung ORC.

"Cuman kau Koneko-chan ?" tanya Issei melihat adik kelasnya itu.

"Yuuto-senpai barusan pergi membeli makanan" balasnya.

"Buchou dan Akeno-san ?" tanya Asia.

"Belum datang atau tidak akan datang" ucap Koneko membalas ucapan Asia.

"Mereka berdua khususnya Akeno-san masih sedih kejadian ini dan Rias buchou masih merasa bersalah dengan apa yang telah dialami oleh Naruto-senpai" Kiba yang baru datang berucap dan meletakan makanan yang dia beli.

"Aku akan menepati janjiku pada Naruto-senpai" Issei berucap dengan tekad dan mereka yang ada disana juga menyahuti dan setelah itu ada hanya keheningan. Seperti yang dikatakan Kiba, Rias dan Akeno masih terlihat murung dan mulai mencoba untuk menyingkirkan kesedihan ini. Rias masih mengingat betul ungkapan perasaan yang dilakukan Naruto waktu itu dan tanpa sadar dia juga merasakan hal yang sama tapi gengsi dan ego mengaburkan perasaannya itu, saat ini semua sudah terlambat, waktu tidak bisa diputar. Rias tahu bukan hanya dia yang sedih, sang ratu Akeno juga merasakan hal yang sama bahkan lebih besar dari dirinya. Dia tahu Akeno memiliki perasaan pada Naruto, ini jelas terlihat dari sikap dan prilakunya. Saat ini Rias, sedang berjalan menuju ruang ORC, kedatangannya ke sekolah membuat semua siswa yang menyadari ketidakhadiran dirinya merasa senang karena melihat salah satu duo great oneesama mereka sudah sehat. Diperjalanan menuju gedung lama, dia bertemu Sona dan memutuskan untuk mengundang Rias untuk minum teh di kantornya.

"Terimakasih Momo" ucap mereka berdua ke yang bersangkutan lalu Momo meninggalkan mereka berdua.

"Senang kau bisa hadir walaupun ini sudah jam pulang" ucap Sona sambil meminum teh yang disajikan.

"Ada hal yang harus kuurus dan aku harus kuat untuk kebangsawananku yang lain"Sona yang mendengar itu tahu, Rias mencoba tegar tapi dia masih tetap butuh sandaran untuk meluapkan kesedihannya.

"Kau bisa mengeluarkan semua kesedihanmu padaku Rias" setelah ucapan itu, Rias tidak bisa membendung air matanya karena masih teringat jelas Naruto yang mati di pangkuannya.

"Aku masih ingat betul pagi itu, kami berbicara dan dia mengatakan perasaannya padaku, seperti pertanda bahwa dia akan pergi selamanya. Aku masih ingat betul kejadian itu Sona, dia mati dalam pangkuanku. Aku yang membuat dia terbunuh, karena aku dia telah tiada, gara-gara keegoisanku dia pergi, aku baru menyadari bahwa aku mencintainya, aku mencintai Uzumaki Naruto. Orang yang menganggapku Rias bukannya Rias Gremory pewaris keluarga Gremory dan adik dari Sirzech Lucifer sang Maou. Aku mohon tolong hilangkan rasa sakit ini" Sona yang memeluk Rias sedari tadi hanya bisa mendengarkan dan mengelus punggung sahabat masa kecilnya itu, mencoba menenangkannya. Dia tidak memikirkan dampak kematian sahabatnya Naruto akan memberikan dampak seperti ini. Sementara Rias masih bersedih, di lain tempat atau lebih tepatnya sebuah ruangan yang terdapat dua pria yang sedang berbicara.

"Sepertinya Kokabiel membuat masalah lagi" ucap pria berambut perak.

"Surat dari Sirzech sudah kuterima. Pantau terus pergerakan Kokabiel, Vali. Suatu hari nanti dia akan berbuat lebih parah lagi" lalu sosok yang dipanggil menghilang dalam lingkaran sihir, meninggalkan sosok ini melihat lurus ke arah Kuoh Academy.

.

.

.

Mindscape On

(Lagi-lagi terjadi lagi) Naruto yang berada dialam bawah sadar segera menyadari bahwa dia sudah mati saat ini.

(Aku ingat sekarang malaikat jatuh itu yang telah membunuhku) Naruto menatap kearah tangannya dan mengepalkannya.

(Tapi ini dimana ?)

(Apa ini yang disebut tempat setelah kematian ?) ucapnya berjalan-jalan melihat sekeliling lalu lagi-lagi dia melihat sebuah kenangan yang menampak sosok wanita berambut platinum blonde sedang bersama wanita yang menolongnya duduk di pinggir pantai dan dibelakang terdapat istana yang begitu besar.

"Apakah Rhaegar mengatakan hasil pertemuan dengan ayahku, Irene ?" ucap gadis tersebut.

"Raja Aerys tetap bersikukuh untuk menikahkanmu dengannya tapi dia juga memberikan pilihan lain yaitu dengan menikah dengan Katarea Leviathan dan meminta yang mulia segera memutuskan hubungannya dengan Grayfia Lucifuge itu" ucap Irene sambil memainkan tangannya di air.

"Apa Rhaegar langsung memberikan jawabannya ?" tanyanya lagi.

"Yang mulia dikasih waktu 3 hari sebelum pengumuman itu diumumkan ke seluruh fraksi" jawab Irene.

"Aku berharap ayah dapat merestui hubungan Rhaegar dan menghentikan tradisi pernikahan sedarah ini" ucapnya.

"Akan sangat sulit melakukannya Dany, kau tahu sendiri bagaimana sifat ayahmu, semakin lama semakin terlihat bahwa kegilaan melandanya" ucap Irene. Perbincangan mereka terputus ketika pelayan datang menghampiri mereka, memberitahu bahwa Rizevim melakukan kunjungan dan rumor beredar adanya akan ada perang saudara diantara mereka. Visi berubah lagi, kali ini Naruto dapat melihat wanita yang bernama Dany itu sedang pergi secara sembunyi menuju tempat rahasianya dan dapat dia lihat bahwa sosok Dany ini sedang mencium sosok laki-laki dengan rambut merahnya kehitaman dan akan memasuki sesi lebih intim dan untungnya scene tersebut digantikan dengan peperangan yang sempat dia dengar tadi.

"Kau pengkhianat Grayfia" Rizevim berteriak marah karena semua rencananya bocor ke telinga pemberontak.

"Kami disini untuk menghentikan rezimmu Lucifer-sama" Sirzech muda berucap.

"Kalian adalah akuma muda, kalian tidak akan bisa mengalahkan kami apalagi dengan Targaryen bersama kami yang otomatis fraksi naga juga berpihak padaku" ucapnya. Para pemberontak melihat kearah Rhaegar bersama anggota bangsawanannya berjalan mendekat.

"Syukurlah kau disini Rhaegar Targaryen, dengan bantuanmu dan ayahmu kita akan menyingkirkan para pemberontak ini. Siapkan fraksi naga untuk pertempuran ini, setelah aku mengurus pemberontak ini aku akan memulai perang antar fraksi" dia hanya diam mendengar Rizevim berucap tapi langsung membuat para fraksi lama kaget karena Rhaegar berjalan mendekat kearah Sirzech dan yang lain.

"Aku akan memilih jalan putih dan aku akan membantu mereka menggulingkan anda dan ayahku Lucifer-sama, aku akan menghentikan era kalian, sudah cukup semua hal kejam ini terjadi" ucap Rhaegar yang telah mengeluarkan pedang Valyrian nya yaitu Dragon Wrath.

"Dasar sialan kalian semua, baiklah dengan ini aku nyatakan perang saudara dan perang besar dimulai" lalu scene itu menghilang dan Naruto kembali keruangan putih.

(Itu persis seperti yang kubaca) ucap Naruto.

(Itu yang namanya Rhaegar Targaryen, sosok yang disebut malaikat jatuh itu) lalu Naruto melihat lagi scene yang saat ini memperlihatkan sosok Dany yang sedang melahirkan. Proses itu sulit karena semua bagian kasurnya sudah ditutupi darah dan keringat membanjiri wajahnya.

"Selamat yang mulia, anak anda laki-laki yang sehat dan tampan" ucap yang membantunya melahirkan. Betapa senangnya dia ketika melihat sosok anaknya itu lalu dia melihat Irene yang dalam baju perangnya berjalan mendekati mereka dan meminta pelayan itu pergi.

"Aku masih tidak mengerti bagaimana kau bisa memiliki anak dengan Great Red sialan itu, Dany" ucap Irene.

"Mungkin itu yang dinamakan kekuatan takdir"

"Bagaimana keadaan perang saat ini Irene ?" tanyanya.

"Perang sudah berada di titik puncak dan pasukan pemberontak yang akan menjadi pemenangnya dan kita bersiap ke perang besar antar fraksi" balas Irene.

"Dan dimana si idiot itu" tambahnya.

"Aku disini" lalu Naruto dapat melihat bahwa sosok pria yang dilihatnya tadi adalah ayah dari bayi tersebut dan dia melihat apa yang telah dia lihat sebelumnya. Betapa terkejutnya dia ketika memory yang dia lihat adalah apa yang dia alami selama ini, dia mulai menyadari bahwa bayi itu adalah dirinya karena dia melihat dirinya sendiri dimulai dari awal dia dilahirkan dan sosok ayahnya terpaksa menitipkannya di panti asuhan karena ibunya meninggal karena kehabisan darah dan kelelahan, dia tumbuh besar di panti asuhan hingga yang membuatnya semakin kaget adalah ketika di diculik dan melihat sosok-sosok akuma yang mengelilinginya dan bagian akhir dari memory itu adalah dia memusnah semua akuma yang ada disana dan semua daerah berbau bakar dan asap yang mengelilinginya dan memori itu hilang lagi.

(Siapa yang melakukan semua ini , kenapa aku diperlihatkan semua ini ?) ucap Naruto entah pada siapa.

"Ini merupakan kenangan orang tuamu atau bisa dikatakan orang tua kita dan kenangan asli yang dihapus oleh anggota kebansawanan pamanmu. Zeref Dragneel dan Mavis Vermillion menghapus ingatanmu tentang insiden ini dan bersama dengan Irene Belserion, mereka memasang segel di tubuhmu untuk menekan semua kekuatan sihir milikmu dan memindahkanmu ke tempat yang aman sebelum Sirzech Lucifer dan Ajuka Beelzebub tiba" Naruto terkejut dengan sosok yang ada didepannya karena itu adalah dirinya sendiri tapi dengan rambut warna putih dengan mata ungu persis seperti wujud dari Rhaegar yang dilihatnya tadi.

(Kau siapa, apa maksud "orang tua kita" ?) tanya Naruto.

"Seperti yang kukatakan dulu, kau adalah aku dan aku adalah kau. Kita adalah satu jiwa, satu raga. Seperti yang kau lihat barusan perempuan berambut putih itu adalah ibu kita namanya Daenerys Targaryen putri bungsu Aerys Targaryen dan kau adalah keponakan dari pangeran naga Rhaegar Targaryen dan nama aslimu adalah Aegon Targaryen" ucap sosok tersebut.

(Jadi semua yang kulihat, ketertarikanku dengan naga dan pedang yang kutemukan waktu semuanya benar. Aku adalah Aegon Targaryen anak dari Daenerys Targaryen dan pria yang bernama Great Red itu) ucap Naruto sambil menatap kedua tangannya yang dikepal.

"Akhirnya kau menerima semua ini, memang berat tapi kau dilahirkan dengan kebesaran. Kau adalah pewaris Targaryen, keluarga yang berkaitan erat dengan para naga. Ayahmu adalah sosok yang begitu ditakuti sekaligus disegani dan menjadi musuih abadi dari Ophis sang Ouroboros Dragon, Ibumu adalah dari sekian orang yang mampu menguasai Blackfyre yang saat ini sedang mencoba masuk ke dalam dirimu. Ketika kau sadari nanti, Irene ratu naga itu akan membawamu ke lembah naga tempat dimana fraksi naga tinggal. Disitulah kau akan mempelajari semuanya baik tentang keluarga kita dan kekuatanmu. Aku harap sedikit informasi ini dapat memberikan kejelasan siapa dirimu sebenarnya diriku yang lain" ucap sosok itu.

(Aku masih banyak yang ingin kutanyakan padamu tentang orang tua kita khususnya ibuku" Naruto melihat sosok lain dari dirinya itu mulai menghilang seperti serbuk cahaya dan tempatnya saat ini juga demikian.

"Semuanya akan kau temukan di kemudian hari, kau bisa bertanya ke Irene Belserion untuk semua itu karena dialah ratu dari kebangsawanan pamanmu Rhaegar dan sebentar lagi orang yang berkaitan dengan keluargamu satu persatu akan bermunculan bahkan yang menculikmu juga, kau harus bersiap untuk itu. Ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, kau tidak akan bisa berbicara lagi denganku dan selamat terlahir kembali diriku yang lain" lalu sosok itu menghilang dan Naruto yang tenggelam dalam pusaran cahaya.

Mindscape Off

Sementara itu Irene yang saat ini berada dalam sebuah gua, memantau sebuah tabung berisi cairan hijau yang berisikan tubuh Naruto. Dapat dia lihat bahwa tabung itu mulai bereaksi keras dan dia tahu apa artinya itu, dengan cepat dia memasang mantra yang menyembunyikan dan menahan dia dan tempat ini karena seketika tempat dan tabungnya meledak.

"Sepertinya kristal itu menerimanya" Irene menggunakan mantra waktu dan mengembalikan kondisi tempat kembali bagus, dia melihat sosok yang dia kenal dengan berdiri membelakanginya tanpa busana. Sosok itu jelas beda dengan yang dia lihat karena dia berambut platinum blonde persis seperti sosok rajanya.

"Sepertinya Blackfyre menerima pengganti ibumu,pangeran" suara irene menggema di dalam gua itu dan sosok itu berbalik lengkap menggunakan pakaian. Irene dapat melihat sosok berambut platinum blonde dengan mata ungu pekat yang merupakan ciri khas dari Targaryen, badan yang telah terbentuk sempurna yang didapat dari kehidupan sebelumnya, dia juga merasakan aliran sihir yang mulai terbentuk, dengan perlahan segel yang menyegel sihirnya telah dibakar oleh api hitam.

"Bagaimana perasaanmu pangeran ?" tanya Irene.

"Hmm aku bisa merasakan diriku yang baru, tidak seperti yang dulu, begitu menjijikan" ucapnya monoton.

"Ini lah dirimu yang sebenarnya, Uzumaki Naruto adalah versi alternatif dari Aegon Targaryen yang asli" ucap Irene.

"Kapan kita akan ke lembah naga ?" ucapan Naruto membuat Irene membalasnya dengan seringaian di wajahnya.

"Araaa ternyata kau juga mewarisinya pangeran, kemampuan pamanmu yang dapat melihat masa lalu dan kurasa kau juga bertemu sosok dirimu yang lain. Apa lagi yang dia katakan?" tanya Irene sambil memfokuskkan pandangan.

"Lembah naga tempat dimana fraksi naga tinggal, disana aku akan berlatih kekuatanku ini, aku akan mendapatkan info terkait keluargaku, satu persatu yang berkaitan denganku juga akan bermunculan begitu juga yang menjadikanku percobaan. Aku harus bersiap untuk itu" ucap Naruto alias Aegon dengan suara yang menggeram marah ketika mengatakan kata terakhir.

"Baguslah kalau begitu, kita akan pergi ke lembah naga sekarang, tidak perlu menunggu lagi. Aku harus menyiapkan dirimu untuk hal itu" lalu Irene berdiri dari duduknya dan mengayunkan tongkatnya dan menciptakan robekan dimensi yang akan membawa mereka ke lembah naga.

"Kau siap Uzumaki Naruto" ucap Irene.

"Namaku Aegon Targaryen, nama itu begitu memuakkan" Irene memasang seringaiannya ketika kata-kata itu keluar dari mulut pangerannya. Dia sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi jika sosok ini bertemu kembali dengan teman-temannya dulu lalu mereka terhisap masuk, hanya suara hening yang terdengar di gua yang gelap itu.

To Be Continue

Halo para pembaca setiap, terimakasih tetap setia menunggu dan terimakasih juga telah memberikan support, dukungan padaku. Semoga suka chapter ini, maaf jika masih banyak typo dll.

Arigatou Gozaimasu