Disclaimer
Multi Crossover Fanfic
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi
Game of Thrones by David Benioff and D.B Weiss
(Based on A Song Ice and Fire by George R.R Martin)
Friendship, Hurt Comfort, Family, Fantasy and Romance
Rating M
Bahasa tidak baku, miss tanda baca, Multi Crossover, typo, gaje dan kawan2 nya
Anime Lovers Indonesia
Mempersembahkan
House of Dragon
Don't Like Don't Read
Happy Reading
Chapter 1
"ne Ri-chan, apa kita akan bertemu lagi besok"
"Pasti Naru-kun, besok aku akan kesini dengan onii-tama"
"Aku tunggu disini ya, jangan lupa ajak So-chan, aku ingin tunjukan sesuatu pada kalian"
"Tentu saja. Janji kelingking ya"
"Janji kelingking"
"Rias-sama, ayo kita segera pergi"
"Baiklah Grayfia nee-sama"
"Aku pulang dulu Naru-kun"
"Hati-hati Ri-chan"
Tok
Tok
Tok
Sebuah suara ketukan pintu membangunkan seorang gadis dari tidurnya.
"Rias apakah kau sudah bangun ?" tanya orang diseberang pintu.
"Aku sudah bangun Akeno. Tunggu aku di ruang kumpul club" ucapnya.
"Baiklah" ucap yang bernama Akeno lalu gadis berambut merah panjang berjalan menuju kamar mandi yang tak jauh dari kasur dan segera bersiap.
'Apakah Rias sering membersihkan ruangan ini' batin Akeno yang melihat sekitar yang tampak bersih mengkilat.
Time Skip
"Jika tebakanku tidak salah, kau bermimpi tentang dia lagi kan Rias" ujar Akeno yang melihat sang pemimpin sekaligus sahabatnya itu termenung sambil berjalan di sampingnya.
"Kau memang tahu diriku Akeno" Rias hanya bisa berujar pelan. Selama perjalanan menuju kelas, banyak yang berteriak kearah mereka berdua dan menatap dengan tatapan memuja. Ada juga yang berkhayal bisa menjadi pacar salah satu great oneesama ini.
"Sepertinya kepopuleranmu masih tinggi ya Rias" ucap seseorang yang menyandarkan salah tiang dekat tangga.
"Seperti yang kau lihat Sona" ujar Rias berlalu tanpa menatap Sona tentu saja membuat Sona menatap sahabat masa kecil nya itu lalu berpaling ke Akeno tapi sebelum Sona berucap Akeno memotongnya.
"Seperti yang kau pikirkan Sona-sama"ucapnya sedangkan Sona hanya bisa mendesah saja lalu mengikuti Rias ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
Time Skip
Akhirnya pelajaran selesai dan semua murid bergegas pulang tapi Rias dan Akeno segera kembali ke tempat mereka untuk mengadakan pesta penyambutan Issei dan Asia.
"Apakah kau akan mengajaknya ?"
"Bagaimanapun juga dia merupak-"ucapan Akeno terpotong karena Rias segera menatapnya dengan tatapan tak senang.
"Aku tak senang kau membahas dia" ucap Rias dengan suara keras dan membuat semua yang ada disana menatap kearah mereka.
"Ano Buchou, siapa yang dimaksud Akeno-san ?" ujar Issei.
"Bukan siapa-siapa Issei" ujar Rias.
"Kau tidak bisa selamanya seperti ini Rias, dia adalah keluargamu sama seperti kita"ucap Akeno.
"Kenapa kau malah membangkitkannya, biarkan saja dia mati waktu itu" ujar Akeno lagi.
"Kau tidak tahu kan bagaimana perasaannya yang kau acuhkan. Bukannya kau yang mengatakan pada Issei dan Asia kalau kita keluarga Gremory yang mencintai dan menyayangi peerege nya" ujar Akeno lagi terus menekan Rias.
"Kau kan tahu kenapa aku membangkitnya dan kau juga merasakan hawa kuat yang ada padanya. Kupikir apa yang oniisama katakan benar tapi aku salah telah membangkitnya.
"Bukan berarti kau bisa melakukan semaumu hanya karena dia tidak seperti yang kau pikirkan" ujar Akeno dengan nada agak tinggi.
"Kurasa cukup Rias" mereka mengalihkan pandangan ke pintu dan melihat Sona dan queen nya Tsubaki memasuki ruangan.
"Apa maksudmu Sona, aku mengatakan hal yang benar ?" ucap Rias.
"Apakah dia meminta kau untuk membangkitkan nya ?"
"Apakah dia yang memaksamu membangkitkannya ?"
"Apakah kau pernah memikirkan perasaanya saat ini mendengar semua ucapanmu?
"Pernah kau sedikit memikirkan perasaannya"
"Jawab pertanyaanku Rias Gremory" akhirnya keluar semua unek unek yang selama ini ditahan Sona. Kiba, Asia, Issei dan Koneko yang tahu akan ada debat panjang antara Rias dan Sona mencoba menyingkir dari ruangan.
"Mungkin ini bukan tempat ku berucap Rias-sama tapi semua yang dikatakan oleh Sona-sama benar. Aku pernah sekali melihat Naruto-san di bukit tak jauh dari sekolah. Kau tahu apa yang kulihat disana, dia dalam keadaan penuh pelu berlatih dan yang paling mengejutkanku adalah sebuah luka melintang di belakang badannya dan yang membuat ngeri adalah banyak bekas jahitan yang ada di pundak, dadanya. Aku juga mendengar dia sempat berucap "Setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri dan tidak merepotkan Rias dan yang lain" "ujar Tsubaki.
"Aku tidak bermaksud menceramahimu Rias-sama tapi setiap makhluk hidup baik setan, malaikat jatuh dan malaikat memiliki kelemahan dan kekuatan mereka masing-masing. Mungkin Naruto-san lemah dalam hal kekuatan dan sihir tapi dia bagus dalam segi kecerdasaan bahkan Sona-sama kalah main catur dengannya" tambahnya.
"Intinya Rias, apa yang dikatakan Tsubaki adalah setiap makhluk memliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Maaf jika aku menghancurkan acara penyambutan kalian" ucap Sona sambil memandang tidak suka kearah Tsubaki karena memberitahu mereka tentang kekalahannya.
"Tidak masalah Sona-sama, kami bisa melakukannya lain kali" ucap Akeno mewakili Rias.
"Aku hanya ingin memberi salinan dokumen yang dikirim oneesama padaku pagi ini" ucap Sona menyerahkan amplop coklat.
"Kau pasti akan terkejut melihatnya" Akeno mengambil amplop tersebut dan membaca isinya.
"Ini-"ucapan Akeno tak selesai lalu mengarahkan pandangannya kearah Sona dan Tsubaki.
"Kalau begitu aku mohon pamit, masih ada berkas yang belum selesai" lalu Sona dan Tsubaki pergi dan kembali ke ruang Osis.
"Rias kau harus membaca berkas ini" ucap Akeno yang menyadarkan lamunan Rias.
"Aku tidak ada waktu membaca dokumen itu" ucapnya menuju kursi kerja nya.
"Tapi kau harus-"ucapan Akeno tak selesai lagi-lagi Rias memotong ucapannya.
"Terserahlah Rias, aku akan menyusul Kiba dan yang lain" Akeno lalu meninggalkan ruangan tak lupa meninggalkan amplop yang sedari tadi dipegangnya. Sementara Rias berjalan menuju jendela dan menatap langit yang menjelang sore dengan semilir angin yang menyapu wajahnya tapi tanpa disadari Rias, Sona, Tsubaki dan Akeno ada seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka.
'Semakin menarik'
Di tempat Issei dkk
"Kiba-san, bolehkah aku bertanya ?" tanya Asia.
"Tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan Asia-san ?" ucap Kiba.
"Siapa yang dimaksud Akeno-san tadi ?" ucap Asia. Kiba dan Koneko saling menatap dan sedikit menghela nafas.
"Issei-kun apakah kau tau berapa banyak bidak pawn yang digunakan Rias-buchou untuk membangkitkanmu kembali ?" tanya Kiba.
"7 bid-" ucapan Issei terhenti sambil menatap kearah Kiba dan Koneko.
"Benar Issei-senpai, Rias-buchou memiliki pion lain selain dirimu" ucapan Koneko membuat Issei dan Asia kaget lalu kembali berucap.
"Kalau buchou memiliki pion lain, kenapa dia tak ada saat perkenalan aku dan Asia ?" ucap Issei dan Asia mengiyakan ucapan Issei.
"Karena Naruto-kun tidak memiliki apapun dalam dirinya dan Rias telah salah menebak" mereka semua menatap kebelakang dan melihat Akeno berjalan kearah mereka.
"Apa maksudmu Akeno-san ?" ucap Issei.
"Naruto siapa yang kau maksud" Issei kaget mendengar nama yang begitu dikenalnya.
"Namikaze Naruto, 18 tahun, saat ini bekerja sebagai pekerja paruh waktu di kedai Ichiraku" lalu terlihat gambar Naruto dalam lingkaran sihir yang dibuat Akeno. Asia yang melihat wajah kaget Issei lalu berucap.
"Apa kau mengenalnya Issei-san ?" tanya Asia.
"Aku bukan lagi mengenalnya, dia sudah kuanggap sebagai kakak dan dia satu-satunya orang yang tidak menjauhi dan menghujatku karena kemesumanku ini bahkan dia pernah menolongku dari kakak tingkat yang mencoba mengeroyok" Issei berucap sambil menatap sosok Naruto.
"Bagaimana awal mula Rias-Buchou bisa membenci Naruto-san, Akeno-san ?" tanya Asia.
"Seperti yang kuucapkan tadi. Awalnya sebelum kami mengawasi Issei, Rias mendapatkan pesan dari Lucifer-sama untuk mengawasi Naruto karena 10 tahun yang lalu ada sebuah ledakan tidak jauh dari sekolah dan ketika Grayfia-sama dan yang lain datang mereka mendapati banyak malaikat jatuh dan anggota fraksi maou lama yang tewas dan juga tampak seorang anak kecil berumur 7 tahun dengan tanduk dan tangan naga yang yang berdiri tak jauh dari sana dan tekanan sihirnya setara dengan setan kelas tinggi atau bisa lebih tinggi lagi" Akeno menjelaskan semua yang dia tahu.
"Lalu kemana anak itu pergi, apa pasukan Lucifer-sama tidak menangkapnya ?" ucap Kiba.
"Sebelum Grayfia-sama membekukan pergerakannya, sebuah lingkaran sihir membawa anak itu pergi"jelasnya.
"Lalu hubungan nya dengan Naruto-senpai apa ?" tanya Issei.
"Jangan-jangan"
"Beelzebub-sama awalnya mengkonfirmasi bahwa aura anak 10 tahun yang lalu dengan Naruto memiliki aura yang sama tapi ketika Naruto-kun diserang malaikat jatuh dan dibangkitkan oleh Rias semua perkiraan dan tebakan Beelzebub-sama salah, setelah di cek di Laboratorium di dunia bawah, Naruto dikonfirmasi hanya manusia biasa dan tidak ada yang istimewa darinya seperti dugaan awal. Sejak saat itu Rias merasa menyesal karena telah membangkitkannya. Berita ini juga didengar oleh tetua disana, mereka semua menyesalkan dan menyuruh Rias untuk mengunset evil piece Naruto karena dianggap memalukan bagi keluarga Gremory dan Bael. Hanya Zekram Bael-sama yang menentang ucapan itu yang membuat Venelana-sama, Lucius-sama dan Lucifer-sama merasa lega karena para pemimpin tetua menolak seruan itu" jelas Akeno.
"Sejak saat itulah Rias menyesali semuanya" tambahnya.
"Aku tidak percaya dengan semua ini, Buchou tega melakukan semua ini. Aku akan berbicara dengannya" lalu tanpa sempat dicegah Issei berlari ke gedung ORC untuk menemui Rias, mereka juga menyusul Issei ke gedung ORC.
Di gedung ORC
Sedari tadi Rias hanya berdiri dekat jendela menikmati angin yang menerpa wajahnya, tak lupa dengan mata tertutup dia mencoba menikmati waktu yang singkat ini sebelum masalah dalam hidupnya datang ke dunia manusia. Rias terkesiap karena tiba-tiba pintu dibuka dengan keras oleh Issei yang berlari kearahnya.
"Aku sudah mendengar semuanya dari Akeno-san, Buchou"
"Kenapa kau memperlakukan Naruto-senpai seperti itu"
"Jawab aku Buchou"
Issei lantas berteriak karena ucapannya tidak ada yang dijawab sambil meninju di kusen kayu jendela dan tampak tangannya yang lecet dan berdarah.
"Kau sudah mendengar semuanya kan Issei" jawab Rias.
"Aku masih tidak terima dengan apa yang kau lakukan pada orang yang kuhormati. Keluarkan aku dari anggota keluargamu" ucapan Issei membuat semua orang kaget dan Rias cepat melihat kearahnya.
"Kau akan melakukan hal yang sama padaku jika tebakanmu tentangku salahkan"
"Kenapa Naruto-senpai harus merasakan semua ini. Dia orang baik, lebih baik kau biarkan saja dia mati daripada kau mengacuhkannya. Tidak enak rasanya diacuhkan karena aku sudah pernah merasakannya, tidak ada yang mau berteman denganku kecuali Matsuda, Motohama dan Naruto-senpai. Naruto-senpai banyak mengajari pelajaran kehidupan dan aku akan melawan siapapun termasuk Lucifer dan rajaku sendiri jika mereka meremehkan dan merendahkan orang kuhormati"
Asia hanya memeluk Issei dan menenangkannya, sementara Rias terkesiap sebentar lalu berjalan menuju mejanya.
"Mungkin semangkok ramen bisa membuatmu tenang Issei, tak lupa telur rebus setengah matang" mereka semua kecuali Rias mengalihkan pandangan dan melihat Naruto yang berjalan kearah mereka.
'Aku tidak merasakan kedatangannya' Batin Rias, Akeno, Kiba dan Koneko.
"Maaf buchou aku memasuki ruangan ini, aku hanya menyerahkan hasil selebaran dari panggilan terhadapku yang diberikan Akeno-san 3 hari yang lalu" ucapnya. Akeno mengambil kertas tersebut karena Rias sedari tadi diam.
"Naruto-senpai, kenapa kau tidak marah diperlakukan begini ?" ucap Issei dengan nada tinggi.
"Aku tidak marah karena diperlakukan seperti ini oleh Rias, Issei. Malah sebaliknya aku berterimakasih karena telah membangkitkanku kembali walaupun aku tidak berguna baginya dalam pertempuran tapi setidaknya aku bisa menyelesaikan tugas panggilan dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak merepotkan dan tidak membuat malu Rias dan yang lain karena kelemahanku ini. Aku menerima semua yang terjadi dalam hidupku karena ini sudah menjadi takdirku" ucap Naruto lalu membungkuk kan badannya dan memberikan senyuman yang mampu membuat semua gadis disana memerah termasuk Rias sendiri.
"Aku akan berusaha dalam berbagai hal dan akan membuat House of Gremory menjadi lebih dikenal lagi tapi aku tidak bisa membantumu dalam mewujudkan impianmu untuk menang disetiap pertandingan karena aku tidak memiliki apa yang kalian miliki" Issei dan yang lain hanya bisa memandang sedih dan Naruto yang menunduk dan sekejap mengangkat kepalanya.
"Aku mengundang kalian ke tempat kerjaku, aku akan mentraktir kalian khususnya untuk Asia-chan dan Issei. Tak usah takutm tidak hanya ramen yang dijual. Semua makanan ada disana" ucap Naruto.
"Kau bisa pergi juga Rias-Buchou ji-"ucapan Naruto dengan Issei yang menarik tangan Naruto berjalan keluar.
"Ayo pergi Naruto-senpai" ucap Issei yang menarik tangan Asia, disusul Kiba dan Koneko.
"Kau dengar sendirikan Rias, dia tak pernah membencimu malah berterimakasih karena telah dibangkitkan"
"Kau pasti juga merasakannya kan, ketika dia memasuki ruangan ini, tak ada satupun dari Kiba, Koneko, kau dan aku yang merasakan hawanya. Itu berarti pelatihannya menunjukan hasil dan kuharap kau tidak menyesal dikemudian hari" lalu Akeno pergi menyusul Naruto dll.
Time Skip
Di Kedai
"Silahkan pesan apa yang kalian inginkan, aku yang teraktir. Anggap saja ucapan selamat datang dari ku" ucap Naruto yang telah berpakaian kerjanya.
"Aku Tonkotsu Ramen dan Miso Ramen dan Ice Lemon Tea tak lupa bonus telur rebus yang kau janjikan" ucap Issei sambil menyengir.
"Aku Hamburger Steak cheese minumnya sama seperti Issei-kun" ucap Kiba.
"Aku Mapo Tofu set dan Ocha" ucap Asia
"Aku Sushi set dan Ocha" ucap Akeno.
"Aku pesan Mochi, Ice Cream Sundae, Lava Cake dan Cheese Cake" ucap Koneko dengan wajah berseri.
"Koneko-chan kau bisa membuat kantong Naruto-senpai jebol" ucap Issei sambil sedikit ketawa.
"Hahaha tidak masalah Issei. Silahkan pesan yang lain. Pesanan kalian akan segera datang" ucap Naruto yang menuju dapur untuk mempersiapkan semuanya.
"Bolehkah kami bergabung bersama kalian" mereka melihat Sona dan Tsubaki yang memasuki kedai.
"Naruto sepertinya kau kedatangan tamu lagi" ucap pemilik kedai yang menyajikan minuman kearah mereka.
"Benarkah..."
"Owh kau Sona-san dan Tsubaki-san" ucap Naruto.
"Silahkan duduk dan mau pesan apa" tambahnya.
"Aku dan Tsubaki pesan Nasi Kari dan minumnya Ocha saja" ucap Sona.
"Baiklah silahkan ditunggu" lalu Naruto bergegas ke dapur.
"Sepertinya Rias tidak ikut dengan kalian" ucap Sona sambil membenarkan kacamatanya.
"Seperti yang kau lihat Sona-sama" ucap Akeno yang mewakili yang lain. Mereka melajutkan pembicaraan baik tentang sekolah bahkan sampai kontrak panggilan tak beberapa lama pesanan mereka datang dan mereka menikmati makanan yang sudah disajikan.
"Terimakasih makanannya Naruto/Naruto-senpai" ucap Sona, Tsubaki, Akeno, Issei, Asia, Kiba dan Koneko.
"Sama-sama semuanya" ucap Naruto yang menampilkan senyuman nya dan sukses membuat para cewek disana memerah.
"Owh ya Sona, bolehkah aku bertanya sesuatu ?" tanya Naruto.
"Apa yang ingin kau tanyakan Naruto-san ?" ucap Sona.
"Apa yang kau ketahui tentang House of Targaryen karena seingatku nama Targaryen tidak ada dalam daftar keluarga elite di buku yang pernah kau pinjamkan padaku dulu" ucapan Naruto lantas membuat Sona kaget dan secara tak sadar melepaskan pegangan pada cangkir ocha-nya dan langsung menatap kearah Naruto dengan tatapan kaget, takut dan perasaan yang khawatir. Sementara yang lain juga kaget dengan reaksi yang Sona berikan dan mereka sama sekali juga tidak mengetahui nama tersebut apalagi Issei dan Asia yang masih baru dalam menjadi setan.
"Darimana kau mengetahui tentang itu" ucap Sona menatap Naruto dengan wajah horror. Semua hening sejenak tapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang duduk tak jauh dari mereka yang ikut mendengarkan ucapan mereka.
'Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat' batinnya.
To Be Continue
Halo para reader semuanya, saya kembali dengan cerita baru. Kali ini masih seputaran Naruto DxD tapi ada unsur Game of Thrones didalamnya. Yang menunggu update-nya Prince of Fire, sabar ya... soalnya lagi proses pengetikan dan aku minta maaf pada reader yang udah follow dan fav cerita The Duo Fairy karena cerita aku hapus karena terkena penyakit WB. Semoga suka dengan cerita kali ini dan maaf ya kalau ada typo. Kalau ada pertanyaan, kritik dan saran, silahkan ketikkan di kolom komentar.
Arigatou Gozaimasu
