A/N: Pertama-tama, untuk para pembaca lama saya yang kebetulan membaca author note ini maka saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyaman ini. Fic ini akan saya rencanakan untuk benar-benar dirombak, diperbaiki dengan maksud untuk meningkatkan kualitas cerita yang ada di dalamnya serta memaksimalkan plot cerita yang masih sangat jauh dari kata bagus. Selain itu saya juga berencana untuk menambahkan beberapa cutscene serta words di setiap chapter yang dirasa masih sangat kurang demi bisa memaksimalkan penggambaran dunia di dalam cerita ini.
Perbaikan telah dimulai sejak tanggal 02 Desember 2022 yang lalu hingga hari yang tidak dipastikan. Maka oleh karena itu saya ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya sebagai penulis karena tidak bisa memenuhi ekspetasi kalian sebagai pembaca.
Akhir kata, terima kasih sebesar-besarnya kepada reader yang telah mendukung saya dengan cara membaca, me-review, mem-favorite, dan mem-follow fic ini sampai sekarang. Saya tahu bahwa cerita saya buat ini masih sangat jauh dari kata layak, namun saya masih setidaknya berkomitmen untuk bisa menamatkan fic ini terlepas dari jumlah review, favorite, maupun follow yang jauh dari apa yang saya inginkan.
.
.
.
How to Ex-Interstellar Nation Army Build Kingdom
Chapter 1
Pendaratan
(Revisi Tgl 07/01/2023)
.
.
.
Sudut Pandang Naruto
Aku masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa serangan misterius dan kematian rekan-rekanku adalah kenyataan. Selama di atas kapal, aku hanya menuruti instruksi yang diberikan oleh Kaguya. Namun, sekarang, aku menjadi satu-satunya orang yang selamat dari insiden itu. Wajah rekan-rekanku dan komandanku muncul kembali satu per satu di dalam kepalaku, dan tanpa sadar, air mata mulai mengalir di wajahku.
"Sialan!"
Tiba-tiba, kapsul penyelamat yang aku tumpangi mulai berguncang hebat.
"Apa yang terjadi?" tanyaku masih diselimuti oleh kesedihan.
AI dari kapsul penyelamat, yang saat ini sedang memasuki atmosfer, menjawab:
[Tidak ada masalah yang terjadi. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Goncangan semakin kuat.
"Hoi, apa benar tidak ada masalah?"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Dan lagi, goncangan semakin bertambah kuat.
"Hoi!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Semuanya sesuai dengan perhitungan.]
Tentu ada yang tidak beres! Meskipun ini kapsul penyelamat sekali pakai, tidak seharusnya AI menjawab seperti itu. Mungkin AI mengalami kerusakan atau sesuatu. Kalau aku ingat-ingat kembali, aku belum pernah mendengar kapsul penyelamat dipakai langsung untuk mendarat ke sebuah planet. Aku harus menanyakan hal ini kepada of Form
"Wise, berapa banyak kasus mendaratnya kapsul penyelamat ke suatu planet dalam kurung waktu seribu tahun terakhir?" tanyaku.
Wise, nama yang kuberikan kepada nano-machine itu, lantas menjawab.
[Ada 17 kali dalam kurung waktu seribu tahun terakhir. Catatan terbaru adalah 314 tahun yang lalu.]
Hanya ada belasan kasus, seperti yang kuduga. Yah, kukira ini wajar mengingat pertempuran tidak biasanya terjadi di dekat sebuah planet. Aku penasaran, berapa lama waktu yang sudah terlewati? Ketika aku akhirnya kehilangan kesadaran akan waktu, goncangan tiba-tiba mereda.
Saat pendorong aktif dan rotasi berhenti. Setelah beberapa saat, sebuah hentakan datang bersama dengan suara gedebuk. Kemudian, aku mendengar suara menyembur. Apakah ada sesuatu yang bocor?
"Apa lagi sekarang?" tanyaku.
[Parasut berhasil dilepas, namun nampaknya ada sebuah sobekan yang terbuka di bagian tertentu karena goncangan tadi.]
Sobekan terbuka hanya karena parasut dilepas?! Aku sepenuhnya yakin ini tidak masuk standar Federasi.
"Apakah ada masalah dengan parasutnya?" tanyaku lagi. [Tidak ditemukan adanya masalah. Dua puluh lima menit hingga mencapai permukaan planet.]
Meski kau bilang seperti itu, ini masih agak mengkhawatirkan.
"Hei, kapsul. Apa nama pabrik asalmu?"
[Michayev Heavy Industries.]
Ah, jadi begitu.
"Michayev Heavy Industries" merupakan salah satu perusahaan pemasok senjata yang sudah lama berdiri, namun beberapa tahun yang lalu sebuah cacat serius ditemukan di salah satu produk buatan mereka, sehingga menimbulkan berbagai masalah yang hampir membuat perusahaan tersebut gulung tikar. Dan aku cukup yakin bahwa kapsul penyelamatan yang tengah aku tempati ini juga salah satu dari produk cacat mereka.
"Tidak kah ada masalah dengan pendaratannya?!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]
"Tunggu! Jadi kita juga kehilangan banyak oksigen?!"
[Tidak ditemukan adanya masalah. Ada cukup banyak oksigen yang tersisa.]
Sialan, dia sudah tidak tertolong lagi—tunggu, itu dia!
"Apakah di luar memungkinkan untuk bernafas?"
[Udara di luar memungkinkan untuk bernafas. Parameternya berada dalam standar aman.]
Yah, itu sedikit melegakan. Setidaknya aku tidak perlu khawatir dengan udara yang ada di planet ini.
Ketika aku hendak memeriksa pemandangan di luar kapsul melalui monitor ekstenal. Lagi-lagi, AI kapsul sialan ini memberi peringatan yang seketika membuatku ingin sekali menonjoknya.
[Kita akan mendarat di permukaan air dalam waktu satu menit lagi.]
"Apa maksudmu mendarat di air?!"
[Titik pendaratan berada di atas permukaan danau.]
"Ubah titik pendaratan sekarang juga!"
Pendorong diaktifkan sekali lagi.
[Tidak dimungkinkan mengubah titik pendaratan. Pendorong utama hanya berfungsi dalam lingkungan dengan gravitasi-nol.]
Aku benar-benar sudah kesal dengan AI sialan ini.
"Apakah kapsul ini bisa mengapung di atas air?"
[Negatif. Terdapat retakan di beberapa bagian. Ada resiko tinggi kemasukan air.]
Aku baru tau itu.
[Kita mendarat sekarang.]
Kami menghantam permukaan danau dengan cukup keras. Aku buru-buru melepaskan sabuk pengamanku dan mulai bersiap-siap meninggalkan kapsul.
Aku membawa sebuah ransel, pulse rifle, pistol laser, pisau elektromagnetik, kantong yang berisi modul prosesor, seragam militer, pakaian kerja, dan dua buah selimut. Ini bisa dibilang cukup banyak.
Aku tidak bisa membawa botol air mineral bersamaku. Aku tidak punya banyak pilihan selain bertaruh pada air danau, semoga saja layak minum. Jika tidak, membawa botol air mineral hanya akan meningkatkan resiko kematianku.
Aku memasukan pistol laser, modul prosesor, seragam, dan pakaian kerja ke dalam ransel dan mengenakannya di punggungku. Aku juga mengikatkan fulse rifle ke bahuku.
Selimut membungkus keduanya, jadi aku membawa benda-benda itu dengan mengikatkannya ke kepalaku dan masing-masing lenganku.
Aku kembali memeriksa keadaan di luar melalui monitor eksternal. Sialan! Benda rongsokan ini benar-benar akan tenggelam.
"Buka pintunya!" teriakku.
Saat pintu terbuka, sejumlah air mulai masuk ke dalam kapsul dan membanjiri seluruh ruang yang ada di sana. Aku entah bagaimana berhasil menggenggam ujung pintu dan menarik diri keluar dari kapsul.
Udara, tentunya tidak ada masalah.
Dari apa yang dapat kulihat, tepi danau berjarak kurang lebih tujuh meter ke arah depan. Cukup jauh jika harus ditempuh dengan cara berenang. Tapi untuknya, selimut yang menggulung di kedua sisi lenganku terbuat dari bahan anti air sehingga dapat membantuku untuk tetap mengambang di permukaan air. Kemudian, aku berenang dan mencapai tepi danau sekitar tiga atau empat menit.
Akhirnya! Aku senang bahwa ini masih siang hari. Jika aku mendarat saat malam hari, aku yakin aku akan mengalami cukup banyak kesulitan.
Aku memeriksa sekeliling. Tumbuh-tumbuhan lokal nampaknya cukup familiar dengan yang pernah kulihat di suatu planet. Di dominasi oleh warna hijau dan mempunyai bentuk yang sama dengan tanaman yang sudah kukenal. Kau bahkan bisa mengatakan itu entah kenapa mengingatkanku pada planet asalku. Tapi apa yang harus kulakukan sekarang?
Ketika aku memikirkannya, aku baru menyadari sesuatu yang penting. Semenjak awal, alasan kenapa aku terpaksa melarikan diri ke planet ini adalah hilangnya kemampuan kapal dalam mempertahankan oksigen dan Kaguya memerlukan waktu untuk memperbaikinya.
Ini benar-benar berita buruk!
Tanpa alat komunikasi di dalam kapsul penyelamat, aku tidak akan bisa menghubungi Kaguya.
"Kapsul penyelamat, respon! Tolong responnya!" teriakku.
Tidak berguna. Aku berteriak beberapa kali namun masih belum ada jawaban. Lagipula apakah kapsul itu dari sejak awal memang tahan air? Aku harusnya memastikannya terlebih dahulu. Tunggu. Benda itu bisa bertahan dalam lingkungan kedap udara jadi harusnya juga berfungsi dalam air. Namun aku tidak bisa terlalu berharap banyak pada sepotong sampah itu.
Kemungkinan terburuk, aku harus mencari cara mengangkat kapsul penyelamat dari dalam air. Tapi itu sepenuhnya mustahil jika kulakukan sendiri. Haruskah aku membuat kontak dengan makhluk hidup setempat dan meminta bantuan mereka? Itu satu-satunya cara yang terpikirkan olehku sekarang.
Tunggu dulu!
Aku akhirnya menyadari sesuatu. Mengapa menurunkan kewaspadaanku di tempat seperti ini? Tempat ini tak ubahnya medan pertempuran. Makhluk-makhluk buas sering kali bersemayam di dalam danau. Aku dengan cepat mengambil senapanku dalam posisi siaga. Tempat ini benar-benar mirip dengan tempat asalku, jadi tanpa sadar aku kehilangan kewaspadaan. Untuk sekarang, aku perlu keluar dari sini dan mencari yang tempat aman untuk berlindung.
Aku menemukan sesuatu yang mirip perbukitan jadi aku akan menuju kesana.
Bukitnya cukup besar, dengan formasi berbatu yang memiliki diameter kurang lebih dari sepuluh meter dan tinggi limat meter. Okey, tempatnya cukup bagus, pemandangan terbuka. Potensi pembunuh akan menyergapku juga kecil, dan aku mempunyai senapan. Itu artinya aku memiliki lebih banyak keuntungan.
Aku memeriksa area sekitar dan mendapati sesuatu jatuh dari atas langit. Aku langsung mengenalinya. Aku sudah melihat kejadian seperti ini dari atas holobit beberapa kali.
Mereka terbakar, banyak objek-objek kecil menyala dan jatuh bukan hanya ke selatan, namun juga utara dan langit bagian barat juga. Ah! Bukankah itu puing-puing dari kapal bintang yang hancur.
"Ugh… jadi itu sama sekali tidak berhasil?"
Kaguya menyatakan bahwa peluang suksesnya rekonstruksi kapal adalah 53%. Meskipun peluangnya hanya sedikit di atas 50%, aku benar-benar percaya bahwa itu akan berhasil entah bagaimana. Bahkan jika peluangnya hanya 50:50, aku tidak bisa membayangkan bahwa Kaguya akan gagal.
Apakah ada penjelasan lain dari kejadian ini selain kegagalan Kaguya dalam rekonstruksi kapal? Tidak, membuang material asing ke sebuah planet adalah kejahatan serius dalam aturan militer. Terlebih lagi, Kaguya tidak akan menjatuhkan benda-benda itu dengan sengaja karena dia tau aku masih terjebak di sini.
"Ugh..."
Tidak ada kata lain yang bisa keluar dari mulutku. Puing-puing kapal terus berjatuhan, layaknya hujan komet di siang hari. Aku bahkan bisa melihat kabut kecil yang terangkat dari tanah saat benda-benda itu jatuh ke tanah. Aku menatap ke langit dan merasakan sebuah rasa sesak di dalam dadaku.
Kaguya, teman-temanku, dan komandan ku... semuanya hilang begitu saja. Aku merasa takut dan tidak yakin apakah aku bisa melakukan sesuatu sendiri di planet ini. Namun, aku tidak punya pilihan lain selain melanjutkan hidupku di sini. Aku harus mencari makanan dan air, serta mencari cara untuk bertahan hidup selama yang aku bisa. Aku harus segera bergerak. Kulihat ke sekeliling dan menyadari bahwa aku tidak tahu harus menuju ke mana. Aku hanya tahu satu hal: aku harus mencari cara keluar dari hutan ini.
…
Aku menghabiskan waktu yang tak terhitung lama menatap kosong ke arah langit. Kemudian aku kembali tersadar karena rasa lapar. Mari makan sesuatu untuk saat ini.
Sial, aku membiarkan kewaspadaanku turun sekali lagi! Yah, kali ini karena keterkejutan konyolku. Aku benar-benar merasa dihantam oleh pukulan penghabisan dan menjadi babak belur olehnya. Sekarang, kupikir aku harus bertahan hidup di planet ini hingga aku mati.
Sebuah kapal perang bintang kelas penjelajah berat telah menghilang secara tiba-tiba. Sebuah tim pencarian mungkin akan diberangkatkan setidaknya. Namun peluang mereka untuk menemukan planet ini dan bahkan sistem bintang ini kemungkinan sangat kecil. Komando Tertinggi sudah familiar dengan jadwal pelayaran kami.
Pencarian mungkin akan berpusat pada sekitar koordinat di mana kami benar-benar kehilangan kontak. Akan sulit mengandalkan mereka karena kapal bintang yang sebelumnya kutempati itu terpaksa menyimpang ke planet ini setelah diserang oleh entitas yang tidak dikenal.
Berlawanan dengan ekspektasiku, ransum ini ternyata cukup lezat. Aku juga merasa haus, jadi kupikir aku akan mencoba air danaunya. Sangat disayangkan bahwa aku tidak bisa membawa botol-botol air mineral itu bersamaku.
Jika dilihat dari atas, kupikir sekarang sudah bertepatan dengan pukul 4 sore. Ketika aku mengarahkan pandanganku ke danau, aku menemukan sesuatu.
"Hey, itukan–!"
Ada sekitar lima botol air mineral yang mengambang di atas permukaan air danau dan bergerak bersama terpaan angin. Aku pikir disana sebenarnya ada lebih dari sepuluh. Mungkinkah sisanya tenggelam bersama kapsul penyelamatan? Bagaimanapun, ini merupakan penemuan yang tidak terduga. Aku akan memungutnya kembali selagi mencoba air danau.
'Gleuk.'
Setelah mencapai tepi danau, aku lantas mengambil seteguk air danau menggunakan tanganku, meminumnya dan segera meludahkannya. Yah, rasanya tidak ada bedanya dengan air biasa.
'Bagaimana hasilnya?' Aku menyuruh Wise untuk memeriksanya.
[Airnya sudah memenuhi standar layak minum.]
Untuk saat ini, aku tidak perlu khawatir lagi tentang kebutuhan akan air minum.
Di saat aku sedang menjelajahi pesisir danau, aku tidak sengaja menemukan banyak jejak kaki yang mirip dengan manusia. Hal ini membuat tingkat kewaspadaanku meningkat dan dengan cepat aku mengeluarkan senapanku.
Aku tetap siaga, namun tidak menemukan keanehan apapun.
Jejak kaki itu tidak baru dan sepertinya sudah ada selama dua atau tiga hari yang lalu. Saat aku memeriksanya lebih teliti, aku perhatikan bahwa meskipun jejak kaki itu mirip dengan manusia, ada perbedaan yang cukup mencolok. Jumlah jarinya hanya ada empat dan cukup kecil, seperti anak-anak.
Untuk sekarang, aku harus pergi dari tempat ini dulu. Namun, aku membawa terlalu banyak barang bawaan, dan termasuk lima botol air mineral yang kubawa di kedua tanganku, sehingga aku tidak bisa menggunakan senapanku dengan benar.
Mari sembunyikan dua botol sisanya di tempat yang tidak mencurigakan.
Setelah itu, aku pun kembali ke perbukitan berbatu. Di sana, aku lalu meletakkan semua barang bawaanku dan kemudian menghela nafas.
Kalau dipikir-pikir lagi, puncak batu ini adalah tempat yang bagus. Jika aku berbaring, orang-orang di bawah tidak akan bisa melihatku. Yah, ini adalah tempat yang sempurna untuk mengamati danau.
Sekarang sudah malam. Aku benar-benar lelah karena kejadian hari ini. Karena aku tidak mungkin melanjutkan perjalanan tanpa tidur, aku hanya perlu mengatur Wise dalam posisi siaga saat aku terlelap.
Meskipun aku bilang mengatur Wise dalam posisi siaga, yang sebenarnya kulakukan adalah meningkatkan pendengaranku beberapa kali melalui sensor tambahan nano-machine yang tertanam di dalam otak. Meskipun pendengaranku ditingkatkan, bukan berarti lingkungan sekitarku tiba-tiba berubah menjadi bising. Hal ini terjadi karena suara yang kudengar akan dibrokir oleh Wise sebelum itu bisa mencapai bagian otak. Ini mirip seperti filter pada sebatang rokok. Jika Wise menilai situasi tidak normal, dia akan dengan segera membangunkanku, menjadikan fungsi ini sangat nyaman untuk digunakan.
Aku menggelar satu selimut lalu membungkus diriku dengan selimut yang lainnya. Telingaku adalah satu-satunya bagian yang terbuka.
'Mode siaga dinyalakan. Bangunkan aku saat fajar.'
Setelah memberikan perintah, suara dari sekelilingku sepenuhnya menjadi hening.
[Roger.]
…
[Sekarang sudah fajar. Mohon bangunlah.]
Suara cicitan burung mengisi telingaku. Matahari sudah terbit lumayan tinggi.
Bagaimana Wise bisa tahu sekarang sudah fajar saat mataku terus tertutup saat tidur? Nano-machine benar-benar bisa diandalkan, seperti biasa.
Aku benar-benar tidak merasa ngantuk lagi. Berapa jam sebenarnya satu hari di planet ini? Aku akan bangun lagi besok pagi untuk memastikannya.
Aku berencana untuk mengamati danau seharian ini. Aku tidak boleh terlalu gegabah lagi. Aku memakan sisa ransumku dan menenggak beberapa teguk air. Aku tiarap di atas selimut dan mulai mengamati danau. Karena Wise juga bisa meningkatkan penglihatanku, mem-zoom sampai sepuluh kali pembesaran adalah perkara mudah.
Aku terus melakukan ini sampai siang hari. Oh benar juga, aku pikir sudah saatnya mengambil kembali botol-botol air mineral itu.
Saat aku sedang memikirkan hal itu, 'mereka' muncul. Jarak antara aku dan mereka sekitar tiga ratus meter. Sekilas, mereka mirip dengan manusia, namun lebih pendek. Aku kemudian mem-zoom sekali lagi. Tinggi mereka sekitar 120 cm. Jumlah mereka ada empat orang. Tapi aku benar-benar tidak berpikir mereka adalah manusia. Warna kulit mereka hijau. Namun bukan hijau polos.
Aneh, ada sedikit corak gelap yang terlihat sebagai hasil perpaduan antara warna hijau dan putih.
Aku mendengar suara, "Gukyaa... gukyaa..." melalui peningkatan pendengaranku. Mereka memegang tongkat kayu tumpul di tangan mereka. Apakah itu pentungan? Beberapa dari mereka juga memegang tongkat kayu panjang yang ujungnya dipertajam seperti tombak. Mereka juga tampaknya benar-benar mengenakan cawat dekil.
Yah, karena mereka mengayun-ayunkan senjata seperti pentungan dan tombak serta mengenakan cawat, mereka sepertinya termasuk mahluk hidup yang memiliki kecerdasan.
Saat aku mem-zoom mereka sekali lagi, aku mendapati bahwa muka mereka agak jelek. Tidak ada yang bagus-bagus tentang penampilan mereka: muka yang benar-benar datar, mata yang sedikit ke atas, telinga yang runcing, dan hidung yang kelewat besar.
Kemungkinan satu-satunya bentuk kehidupan cerdas selain diriku adalah mereka. Yah, itu sangat mungkin. Untuk sekarang, pilihan terbaikku adalah menyingkirkan prasangka burukku tentang mereka.
Tidak akan ada yang berubah jika aku terus bersembunyi di tempat ini. Mari akhiri saja ini dan katakan "halo" kepada para pribumi.
Senjata yang mereka bawa tidak memberikan ancaman kepadaku. Aku menyembunyikan barang-barangku yang lain di antara celah-celah batu dan menyiapkan senjataku. Aku menodongkan senapanku dan menaruh pistol laser dan pisau elektromagnetik di dalam kantong pakaianku. Mereka sepertinya mengarah ke danau.
Aku mendekati tempat itu sambil tetap waspada. Ada waktu di mana aku kehilangan mereka, namun karena mereka terus bersuara "Gukyaa... gukyaa..." dengan keras, aku dengan mudah menemukan mereka sekali lagi.
Mereka tidak memperhatikan lingkungan sekitar mereka sama sekali. Apakah mereka benar-benar mahluk cerdas? Tapi ya, jika seorang alien melihat anak-anak manusia bermain-main dan membuat keributan, pemandangan itu mungkin akan serupa dengan apa yang lakukan oleh makhluk-makhluk itu.
Ketika mereka mencapai tepi danau, mereka bahkan semakin membuat kegaduhan. Akan menyebabkan kepanikan jika aku tiba-tiba muncul di depan mereka dan memanggil mereka, jadi aku memutuskan untuk menarik perhatian mereka dari jauh.
"Hey!" aku berteriak cukup keras. Sekelilingku seketika menjadi sunyi. Mereka semua mengalihkan perhatian mereka kepadaku.
Aku mengangkat kedua tanganku untuk menunjukkan isyarat bahwa aku tidak punya niat untuk bermusuhan, namun senapanku tetap berada dalam posisi siap di bahuku.
"Hai. Hari yang cerah ya, semuanya."
Aku memanggil mereka lagi. Tentu saja, mereka tidak mungkin memahamiku. Aku hanya ingin menunjukkan maksudku dengan nada bicaraku.
Masing-masing dari mereka saling beradu pandang dan mulai tertawa histeris. Beberapa dari mereka bahkan ada yang bergelayutan di tanah sambil memegang perut. Aku mendekati mereka langkah demi langkah.
Tunggu, bukankah itu—
Dua botol air mineral hancur oleh pentungan kayu yang digenggam salah satu dari mereka. Sepertinya mereka menemukan itu di tempat aku menyembunyikannya dan menusuk-nusuknya untuk bermain-main. Melihat itu, aku akhirnya kehilangan kesabaranku dan termakan oleh amarah.
Aku mengambil senapanku di bahuku dan menodongkannya. Ketika mereka melihat tindakanku, mereka mulai dengan gila berlari ke arahku. Jarak mereka kurang dari sepuluh meter, namun itu sudah cukup. Aku sudah mengunci mereka melalui bidikan virtual yang ditampilkan oleh Wise. Tidak masalah seberapa liar mereka bergerak. Aku hanya perlu menodongkan senjataku ke arah mereka dan menarik pelatuknya.
Senapanku AK-13L terhubung langsung dengan sistem pengontrol Wise melalui saraf buatan. Lensa tipe-remot terpasang di badannya yang secaraotomatis melacak musuh dan melumpuhkan mereka dengan ledakan laser yang terkonsentrasi. Aku bisa menembak empat kali berturut-turut dalam waktu kurang dari setengah detik.
Senapan keluaran Angkatan Bersenjata Federasi Manusia memang sangat menakjubkan. Penyerang kecilku lumpuh tidak berdaya.
Aku merasa sedikit lebih tenang setelah mendapat beberapa botol air mineral kemarin. Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Mungkin danau ini satu-satunya sumber air minum yang bisa langsung dipakai. Tanpa botol-botol itu, aku mungkin tidak bisa pergi terlalu jauh dari danau ini. Dan para bajingan ini menghancurkan botol-botol berharga itu hanya untuk bersenang-senang! Aku kesal selama beberapa saat, tapi setelah aku berhasil tenang kembali, Wise membuat permintaan yang agak menjijikan.
[Dimohon untuk memotong mereka jika memungkinkan.]
Meskipun aku tidak suka, aku tidak bisa menolak permintaan dari pihak yang telah membantuku sejauh ini. Yah, terserahlah. Mari kita mulai memotong.
Aku tidak terlalu benci melihat darah, tapi aku benar-benar tidak mau menyentuh mereka jika bisa. Karena aku tidak mau menyentuh mereka, aku hanya memotong mereka menjadi dua bagian. Aku memotong mereka dari kepala hingga selangkangan dengan pisau elektromagnetik. Uhh! Bau! Bau yang sangat tidak menyenangkan keluar dari dalam isi perut makhluk itu.
Setelah membelah mereka menjadi dua, aku menggunakan tombak yang mereka bawa untuk membalikkan tubuh mereka agar Wise bisa menganalisanya.
[Ada sesuatu di bawah tulang rusuk.]
Saat aku menyodok bagian yang disebutkan menggunakan tombak kayu, sebuah kristal berlumuran darah dengan diameter sekitar dua cm keluar. Aku penasaran apa ini? Warnanya pucat agak keputihan. Wise menginginkan data kode genetik mereka, jadi aku mengambil kristal itu dengan jari-jariku dan bergegas untuk mencuci tangan dan pisauku.
Yah, karena botol air mineral yang mereka rusak berlubang di tengahnya, jadi aku memutuskan untuk memotongnya dengan pisauku dan mengubahnya menjadi cangkir.
Bagus!
Untuk diriku sekarang, yang tidak punya akses ke barang-barang yang bersifat sekunder, benda-benda ini tak ubahnya seperti harta karun.
Setelah membereskan semua kekacauan tadi, aku sedikit beristirahat sejenak sambil memperhatikan pantulan cahaya yang ada di atas danau.
Jika dilihat berdasarkan jalur rotasi planet ini, kira-kira sekarang mulai tengah hari. Aku benar-benar harus memperoleh makanan. Namun akankah aman mengkonsumsi dan mendapatkan nutrisi dari makhluk-makhluk yang ada di planet ini?
Sedikit-sedikit, aku bisa menyimpulkannya berdasarkan informasi dari pertemuan pertamaku dengan makhluk-makhluk ini. Mereka bukan mahluk cerdas, namun mereka mungkin bisa menjadi sumber makanan yang aman untuk aku konsumsi—enggak deh, aku gak ingin memakan daging mereka yang baunya sangat busuk itu.
Selain itu, mereka juga seperti tidak peduli dengan lingkungan yang ada disekitar mereka. Ini mungkin mengindikasikan bahwa tidak ada apapun di sekitar area ini yang bisa memberi mereka ancaman.
Tapi mungkin juga kalau ancaman itu memang ada, namun mereka gagal mendeteksinya. Itu juga mengindikasikan bahwa mereka tidak terlalu cerdas, bukan?
Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yang perlu kulakukan hanyalah tetap waspada.
…
