A/N: Pertama-tama, untuk para pembaca lama saya yang kebetulan membaca author note ini maka saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyaman ini. Fic ini akan saya rencanakan untuk benar-benar dirombak, diperbaiki dengan maksud untuk meningkatkan kualitas cerita yang ada di dalamnya serta memaksimalkan plot cerita yang masih sangat jauh dari kata bagus. Selain itu saya juga berencana untuk menambahkan beberapa cutscene serta words di setiap chapter yang dirasa masih sangat kurang demi bisa memaksimalkan penggambaran dunia di dalam cerita ini.

Perbaikan telah dimulai sejak tanggal 02 Desember 2022 yang lalu hingga hari yang tidak dipastikan. Maka oleh karena itu saya ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya sebagai penulis karena tidak bisa memenuhi ekspetasi kalian sebagai pembaca.

Akhir kata, terima kasih sebesar-besarnya kepada reader yang telah mendukung saya dengan cara membaca, me-review, mem-favorite, dan mem-follow fic ini sampai sekarang. Saya tahu bahwa cerita saya buat ini masih sangat jauh dari kata layak, namun saya masih setidaknya berkomitmen untuk bisa menamatkan fic ini terlepas dari jumlah review, favorite, maupun follow yang jauh dari apa yang saya inginkan.

.

.

.

How to Ex-Interstellar Nation Army Build Kingdom

Chapter 2

Rekontruksi

(Revisi Tgl 09/01/2023)

.

.

.

Sudut Pandang Kaguya

Semua starship dari United Nation Space Aliance (UNSA) pada dasarnya mengikuti model silinder. Setiap starship tersusun atas kombinasi 1/4 atau 1/2 dari bulatan blok-blok silinder yang dikenal dengan sebutan section.

Alasan utama dibalik penggunaan metode konstruksi ini adalah perawatannya yang mudah. Di masa lalu, semua starship dibangun dalam satu kesatuan berdasarkan kerangka-kerangka yang terintegrasi, namun hal ini segera ditinggalkan karena dianggap tidak efisien.

Dengan sistem module construction, meskipun sebuah starship bintang mengalami kerusakan parah di beberapa bagian, starship tersebut masih dapat diperbaiki asalkan memiliki suku cadang yang cukup untuk mengganti bagian-bagian yang rusak.

Menurut laporan dari salah satu AI, kerusakan pada penampang kontrol gravitasi terlihat lebih rendah dari perkiraan awal. Karena Kapten sudah berhasil untuk melarikan diri, saatnya kita mulai memperbaiki starship.

Pertama-tama, potong bagian blok mesin yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Setelah itu, semua bagian starship sudah dapat diatur kembali.

Sejujurnya, membuang material asing ke planet—yang diduga—dihuni oleh makhluk hidup cerdas adalah bentuk pelanggaran militer yang serius, namun karena kami berada dalam situasi darurat tingkat satu, tindakan semacam ini masih bisa ditolerin.

Titik jatuhnya sampah-sampah starship adalah sekitar dua ribu kilometer jauhnya dari perkiraan koordinat pendaratan Kapten, jadi tidak akan ada masalah.

Aku akan menggunakan tractor beam untuk mengatur titik jatuhnya. Jika benda-benda itu jatuh ke atas planet dengan ukuran seperti itu, itu mungkin bisa menimbulkan bencana yang serius. Jadi aku mengaturnya agar meledak hingga berkeping-keping setelah mendapatkan cukup jarak dari permukaan planet.

Kalian bisa bilang bahwa satu-satunya keunggulan ras manusia jika dibandingkan dengan para "Arachne" adalah teknologinya. Selain itu, masing-masing penampang starship dilengkapi oleh mekanisme penghancuran diri agar mencegah bocornya teknologi penting ke tangan musuh.

Tentu saja, mekanisme itu dirancang oleh Militer Federasi untuk aktif tanpa kegagalan tidak peduli seberapa parah kerusakan yang akan diterima.

Selanjutnya, aku menggunakan mesin darurat yang digunakan untuk kontrol, membuat seluruh badan starship berotasi. Aku berniat menggunakan gaya sentrifugal untuk membuat section yang rusak jatuh ke koordinat yang diinginkan. Semakin cepat berputar, semakin baik.

Setelah mesin darurat berhasil memberikan momentum perputaran yang cukup, masing-masing penampang yang rusak datang satu persatu. Aku juga memperhitungkan waktu dan proses untuk melepaskan kedua bagian cyro-sleep.

Section yang saling terpisah juga jatuh ke atas planet menggunakan tractor beam. Ini memungkinkan diriku untuk memandu jalur lintasan mereka satu per satu.

Tindakan yang diambil sebelumnya telah meningkatkan kemungkinan sukses perbaikan dan rekontruksi hingga mencapai 68%.

Bagian hangar yang terpisah juga perlu dibuang, namun berat keseluruhannya terlalu besar.

Serangan sebelumnya benar-benar memusnahkan dua spaceship berkecepatan tinggi yang digunakan untuk pengintaian dan empat landership berukuran besar yang ditempatkan di dalamnya.

Aku memerintahkan semua spaceship yang masih dapat beroperasi untuk turun ke permukaan planet. Aku yakin itu nanti akan berguna untuk Kapten Osbern.

Setelah itu, aku akhirnya melepaskan bagian hangar. Aku juga menurunkannya menggunakan tractor beam.

Sebelumnya, ketika Kapten mengucapkan kalimat perintah sebagai kepala komando, dia mengubah kata yang hanya "mempertahankan kekuatan bertempur starship ini" menjadi "mempertahankan kekuatan bertempur starship ini dan kehormatan Tentara Federasi".

Ini mungkin karena pengaruh pendidikan perwira senior yang ia jalani. Itu benar-benar kalimat yang sesuai dengan codex Angkatan Bersenjata Federasi: Kehormatan Angkatan Bersenjata Federasi harus dijaga dan dijunjung tinggi setiap saat.

Namun menilai dari situasinya, dia tidak bisa menyalahkanku untuk memilih hanya fokus pada mempertahankan starship.

Banyak fungsi penting starship yang telah hilang, sehingga pelayaran saat ini mustahil untuk dilaksanakan. Selain itu, meriam utama dan cadangan keduanya tidak berfungsi, dan komunikasi antar-bintang pun tidak dapat digunakan.

Sejujurnya, dalam situasi saat ini, starship ini bahkan tidak akan mampu bertahan dari serangan starship perang ringan milik "Arachne" atau satelit kelas penghancur milik Federasi.

Kendati demikian, usaha terbaik masih harus dilakukan untuk memperbaiki dan memulihkan starship ke kondisi semula.

Agar mencapai itu, bagian penampang industri, penampang pendukung kehidupan, bagian medis, dan kontrol gravitasi harus sepenuhnya berfungsi, apapun yang terjadi.

AI yang terpasang pada penampang hangar yang terpisah saat ini berada di tengah-tengah kebingungan.

Sebuah perintah yang menyatakan semua starship yang mampu memasuki kembali atmosfer harus diluncurkan selagi mengabaikan semua regulasi keamanan yang datang baru-baru ini.

Sekalipun starship-starship itu mampu memasuki kembali atmosfer, mereka tidak dirancang untuk melakukannya dengan jalur lintasan yang jelek saat ini. Kira-kira, berapa banyak di antara mereka yang akan berhasil mendarat?

Saat ini, AI bagian hangar sedang dalam status siaga selagi menunggu penampangnya mencapai posisi optimal untuk peluncuran.

AI bagian hangar juga mengalihkan perhatiannya pada robot-robot general-purpose yang berbaris di dalam hangar. Robot-robot itu tidak diperlengkapi dengan pendukung kemampuan memasuki kembali atmosfer.

Mereka dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan manusia. Demi tujuan itu, mereka diciptakan dengan menyerupai bentuk manusia, dengan sepasang tangan dan juga kaki.

Meskipun mereka tidak terlalu bagus dalam kemampuan bertarung, mereka dibekali dengan berbagai fungsi yang berguna untuk menunjang peran mereka sebagai mesin penunjang kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, mereka mampu beroperasi secara independen dalam jangka panjang sama halnya dengan para drone.

Salah satu AI kemudian memberikan saran kepadaku. Periksa lebih lanjut di dalam dan pastikan ketersediaan drone. Dia menyarankan sebuah rencana untuk mengkombinasikan drone dan robot untuk saling bekerja sama.

Drone memiliki pengait di samping bawah mereka untuk tujuan memperlengkapi diri dengan suku-suku cadangan tambahan.

Spesifikasi dari drone dan robot sudah diperiksa dan keduanya memiliki fungsi ketahanan udara. Kemungkinan tingkat keberhasilannya pun cukup tinggi.

Sebuah rencana yang melibatkan robot yang memegangi pengait drone dimana drone itu bertindak untuk memasuki atmosfer segera dilakukan. Jika ini mustahil, robot-robot itu hanya perlu melepaskan pengait mereka.

Tentu saja, drone-drone itu tidak akan mampu terbang selagi membawa robot-robot itu karena efek gravitasi, namun meluncur di dekat permukaan masih dimungkinkan.

Robot-robot itu dilengkapi dengan pendorong yang meningkatkan kemampuan melompat mereka. Jika mereka menggunakannya untuk mengurangi kecepatan jatuh, pendaratan yang aman secara teori seharusnya masih bisa dilakukan.

Tak berselang lama sepasang robot dan drone dipasangkan bersama-sama, dan robot diperintahkan untuk menggenggam pengait drone. Sebenarnya jumlah robot sedikit lebih banyak dibandingkan drone, namun apa boleh buat.

Sementara itu, Aku tengah sibuk membongkar pasang kembali beberapa section starship yang masih tersisa. Aku baru saja selesai memasang penampang docking ke-14.

Setelah itu, aku kembali melanjutkan tugasku, yaitu melepaskan sebuah penampang, menggenggamnya dengan tractor beam dan memasangnya kembali ke bagian lain starship. Dengan terus-menerus mengulangi prosedur itu, jalan lintasan starship secara bertahap mulai berubah arah.

Hanya sedikit lagi dan starship akan mencapai jalur lintasan ideal untuk berbelok. Karena penampang mesin sudah rusak, tenaga starship sangat terbatas. Bahkan kesalahan kecil pun tidak dapat ditolelir.

Rencananya adalah untuk berbelok dengan terhubung dengan pendorong darurat agar bergerak ke orbit yang lebih stabil. Ini akan memakan beberapa waktu.

Aku saat ini tidak bisa menghubungi Kapten. Seharusnya sudah cukup lama semenjak dia berhasis mencapai permukaan planet.

Hangar akhirnya sudah mencapai titik optimal untuk peluncuran.

Pintu hangar terbuka, dan tractor beam pun dipasang satu per satu tepat di depan semua spacehip dan unit-unit lain yang akan memasuki atmosfer planet.

Drone-drone itu memiliki bentuk yang mirip dengan seekor burung dengan panjang 15 meter, lebar 10 meter dan tinggi 4 meter.

Robot-robot yang digunakan untuk keperluan umum mulai mendekati mereka dan menggenggam pengait pada drone.

Satu per satu, pasangan drone dan robot berangsur-angsur melakukan peluncuran.

Unit-unit peluncuran dengan segera menyalakan mesin-mesin jet bertenaga hidrogen mereka.

Mereka harus bergegas dan menjauh dari hangar. Itu karena hangar diatur untuk penghancuran diri tak lama setelah mereka berangkat.

Ketika semua unit peluncuran mendapatkan jarak yang cukup, penampang hangar akhirnya meledakkan diri. Semua unit menguatkan diri mereka untuk bertahan dari gelombang kejut ledakan.

Mereka kemudian menggunakan aerial breaking agar mampu mendekati sudut optimum untuk memasuki atmosfer.

Sekitar 80% unit selamat dalam proses itu. Sudut masuk atmosfer begitu buruk sehingga menyebabkan 20% dari mereka benar-benar hancur karena tersapu oleh ledakan dari section hangar.

Drone-drone yang berhasil selamat harus menghemat bahan bakar mereka yang terbatas, jadi mereka mulai terbang melayang dan berencana terus melakukan itu sampai mereka mencapai ketinggian terendah. Agar tidak terpisah satu sama lain, mereka mengatur formasi dan turun secara bersama-sama.

Unit pemimpin menginstruksikan salah satu pasangan drone dan robot untuk menyalakan pendorong mereka dan mengambil titik pendaratan.

Ketika pasangan itu mencapai ketinggian seribu meter, mesin jet mereka lalu dinyalakan untuk mengurangi kecepatan jatuh mereka. Semua unit yang berada di atas pasangan pertama kemudian memfokuskan perhatian mereka pada data yang secara terus-menerus dikirim oleh pasangan yang tengah melakukan mendarat tersebut.

Semua drone merupakan tipe Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Mereka segaja dirancang untuk tipe-tipe manuver seperti itu.

Setelah itu, robot dari pasangan pertama pun sukses mendarat di permukaan planet. Namun tampaknya dia melepaskan pengait pada drone sedikit lebih awal. Lantas, dia pun jatuh dari ketinggian 30 meter namun pada akhirnya mendarat dengan selamat.

Menggunakan jalur data yang dikirim oleh pasangan pertama sebagai rujukan, semua unit dengan cepat menciptakan sebuah rencana penerbangan dan secara mandiri mengaktifkan mesin jet mereka ketika mereka mencapai ketinggian seribu meter.

Drone-drone itu menginstruksikan robot yang menggantung pada mereka untuk menunggu sampai mereka mencapai ketinggian 15 meter sebelum melepaskannya agar mendarat dengan selamat.

Semua unit-unit sisanya berhasil mendarat tanpa kendala.

Unit pemimpin kemudian memerintahkan mereka untuk siaga. Robot-robot general-purpose berkumpul bersama-sama dan berbaris. Drone-drone mengepakkan baling-baling mereka dan menggunakannya untuk terbang ke atas.

Mereka naik ke atas awan dan menggunakan energi yang disediakan oleh bintang utama di planet ini untuk mengisi ulang baterai mereka. Bahan bakar hidrogen yang hampir habis juga harus diisi kembali dengan mengambilnya secara langsung dari udara.

Kembali ke dalam starship.

Aku cukup diterkejutkan oleh laporan yang aku terima dari permukaan planet. Sekitar 80% drone, 60% robot general-purpose, dua tractor industrial besar dan tiga escavator berhasil mendarat dengan selamat. Ini tingkat keberhasilan yang tidak terduga.

Sayangnya, senjata sekunder yang terpasang pada landership tipe besar tidak mampu bertahan saat memasuki atmosfer dan kemudian lenyap.

Kelihatannya tractor dan escavator mampu mendarat dengan selamat karena mereka diletakan pada peti khusus yang mampu bertahan dari atmosfer. Meski begitu, kegunaan mereka semenjak awal memang tidak begitu penting.

Beda halnya dengan drone dan robot-robot general-purpose, mereka cukup berguna, terutama dalam situasi saat ini dimana kontak dengan Kapten telah terputus.

Selagi melakukan itu, aku memerintahkan drone-drone itu melakukan pencarian, mencari tempat-tempat yang tampak seperti pemukiman makhluk hidup cerdas dan mengobservasi penduduk lokal yang tinggal di dalamnya.

Unit lainnya yang tidak mampu terbang diperintahkan untuk siaga karena bagaimanapun mereka tidak mampu memanfaatkan awan untuk menutupi pergerakan mereka.

Kelihatannya aku tidak bisa menghubungi kapsul penyelamatan. Aku penasaran, apakah terjadi sesuatu kepada Kapten?

...