A/N: Pertama-tama, untuk para pembaca lama saya yang kebetulan membaca author note ini maka saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyaman ini. Fic ini akan saya rencanakan untuk benar-benar dirombak, diperbaiki dengan maksud untuk meningkatkan kualitas cerita yang ada di dalamnya serta memaksimalkan plot cerita yang masih sangat jauh dari kata bagus. Selain itu saya juga berencana untuk menambahkan beberapa cutscene serta words di setiap chapter yang dirasa masih sangat kurang demi bisa memaksimalkan penggambaran dunia di dalam cerita ini.
Perbaikan telah dimulai sejak tanggal 02 Desember 2022 yang lalu hingga hari yang tidak dipastikan. Maka oleh karena itu saya ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya sebagai penulis karena tidak bisa memenuhi ekspetasi kalian sebagai pembaca.
Akhir kata, terima kasih sebesar-besarnya kepada reader yang telah mendukung saya dengan cara membaca, me-review, mem-favorite, dan mem-follow fic ini sampai sekarang. Saya tahu bahwa cerita saya buat ini masih sangat jauh dari kata layak, namun saya masih setidaknya berkomitmen untuk bisa menamatkan fic ini terlepas dari jumlah review, favorite, maupun follow yang jauh dari apa yang saya inginkan.
.
.
.
How to Ex-Interstellar Nation Army Build the Kingdom
Chapter 4: Side Story 1 (By World Invaders)
Konspirasi Terselubung
(Revisi Tgl. 13/01/2023)
.
.
.
Lokasi di Planet Bumi, tepatnya di luar atmosfer Bumi yang berjarak ratusan kilometer jauhnya dari permukaan air laut.
ISF Uzumaki Space Port merupakan salah satu dari sekian banyak Space Port yang saat ini berada di orbit Bumi.
ISF (Galactic Space Federation) merupakan sebuah organisasi antar-galaksi yang dibentuk oleh Federasi Bumi setelah mereka membuat perjanjian damai dengan penduduk lokal yang berasal dari planet Kepler-1638b di Sistem Bintang Kepler-1638. Organisasi ini memiliki tujuan utama, yaitu membentuk sebuah aliansi sebagai bentuk upaya untuk mempersatukan seluruh makhluk hidup cerdas yang hidup di Alam Semesta.
Federasi itu telah berusia 783 tahun, lebih muda dari penemuan teknologi 'Dyson Swarm' yang telah dimanfaatkan oleh umat manusia sebagai sumber energi tak terbatas selama lebih dari lima ratus tahun.
Di antara banyaknya Space Port yang mengorbit Planet Bumi, salah satu Space Port yang dibangun oleh Negara Bagian Jepang merupakan satu-satunya jenis Space Port memiliki usia yang paling lama.
Normalnya, Space Port hanya memiliki usia aktif sekitar 90 tahun sejak dibangun di LEO (Low Earth Orbit). Namun karena perkembangan teknologi nano dan material reparasi sendiri yang sangat maju, membuat batas aktif Space Port ini menjadi jauh lebih lama dari ekspektasi awal.
Space Port ini memiliki tinggi hampir 50 kilometer dengan diameter sepanjang 67 kilometer, membuatnya menjadi yang terbesar yang pernah dibangun oleh umat manusia sampai sekarang.
"Capten on bridge." Ucap salah satu perwira militer ketika pintu anjungan terbuka.
Ketika pintu anjungan terbuka, seorang pria dengan pakaian militer berwarna putih choker khas angkatan laut mulai terlihat. Dia memiliki penampilan seperti pria berusia antara 40 hingga 45 tahun dengan fitur dewasa yang sangat terlihat jelas di wajahnya.
"Lanjutkan."
Perintah Admiral pada seisi ruangan yang sebelumnya menghentikan segala aktivitas mereka. Saat Admiral tersebut mulai duduk di kursi anjungan yang juga menjadi pusat kendali utama Space Port ini, seorang pria lain mulai mendatanginya
"Admiral, kami memiliki kabar buruk dari Kapal Ekspedisi Ke-78 ISF Kaguya Roosevelt..."
Alisnya langsung terangkat ketika mendengar nama dari Kapal Penjelajah Bintang Kelas Berat tersebut.
"Apa yang terjadi? Bukankah mereka dijadwalkan akan tiba di Sistem Bintang EMU-J0744 besok?"
"..."
Perwira itu langsung terdiam sambil menyerahkan sebuah laporan dari hasil investigasi.
"Berdasarkan hasil investigasi, kami menemukan adanya anomali arah dari sistem navigasi starship itu. Tepat setelah starship ISF Kaguya Roosevelt memasuki hyperspace, sistem navigasi yang ada di starship tersebut melakukan manuver dadakan sebelum akhirnya terjadi blackout komunikasi di menit ke-68. Sejauh ini markas pusat masih menduga jika itu hanyalah manuver koreksi untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan objek di luar angkasa. Namun..."
"Apa kau mengetahui sesuatu?"
Perwira itu terlihat agak ragu sebelum ia menatap ke arah Admiral dengan tatapan khawatir.
"... Sebelum terjadinya blackout komunikasi dengan ISF Kaguya, markas pusat menerima sinyal dari sebuah planet di susunan formasi Katai Merah yang secara kebetulan merupakan rute dimana kapal bintang ISF Kaguya akan melewatinya. Dari sinyal yang berhasil mereka tangkap, besar kemungkinan bahwa telah terjadi kontak bersenjata di dekat sistem bintang tersebut."
Pria yang menjabat sebagai admiral tersebut tampaknya tidak begitu tertarik dengan hasil laporan yang dibawa oleh bawahannya.
Dia menganggap bahwa ini merupakan hal yang biasa terjadi di sebuah planet yang dimana makhluk hidup cerdas yang tinggal di sana baru bertransformasi, dari yang awalnya merupakan Peradaban Tipe 0 menjadi Peradaban Tipe 1.
Bagaimana pun, hal ini juga pernah terjadi di Planet Bumi ketika umat manusia yang baru selamat dari bencana Perang Dunia Ketiga harus kembali bersaing guna memacu revolusi industri, yang nantinya akan memaksa seluruh umat manusia untuk maju ke tipe peradaban yang lebih tinggi.
Namun—
'Ada yang aneh.'
Admiral kemudian melirik kearah seorang perwira yang berdiri di dekatnya.
"Kontak bersenjata, kau bilang? Lalu jelaskanlah padaku, jenis kontak senjata apa yang terjadi di sana?"
"Mengenai itu, markas pusat mengkonfirmasi bahwa besar kemungkinan telah terjadi kontak senjata dari luar angkasa. Lebih tepatnya, senjata yang ditembakkan dari luar sistem bintang planet tersebut."
Admiral langsung melirik tajam kearah perwira tersebut sebelum dia kembali memperhatikan dokumen mengenai starship ISF Kaguya Roosevelt yang masih dinyatakan hilang.
Jelas di dokumen itu terdapat hal yang aneh dimana adanya manuver tak terduga dari sistem navigasi on-board yang terpasang di dalam kapal.
Sangat mustahil jika AI di kapal tersebut melakukan kesalahan saat melakukan manuver ketika berada di dalam hyperspace, terlebih lagi AI yang terpasang di kapal itu merupakan jenis AI yang jauh lebih maju ketimbang AI yang terpasang pada Space Port ini.
"Apa ada kabar mengenai keputusan dari petinggi UNSC mengenai kejadian ini?"
Perwira tersebut mengangguk sambil menyalakan Tablet yang ia bawa.
"UNSC telah mengkonfirmasi anomali ini dan rencananya mereka akan mengirimkan regu penyelamat di sekitaran Katai Merah yang merupakan lokasi terakhir dimana ISF Kaguya Roosevelt menghilang. Namun kemungkinan dapat ditemukannya keberadaan ISF Kaguya masih relatif cukup kecil mengingat misi ekspedisi mereka adalah menjelajah ke bagian terjauh dari Galaksi Bima Sakti."
"…Terima kasih untuk laporannya, kau boleh pergi."
Perwira militer itu kemudian memberikan hormat sebelum ia kembali ke tempat kerjanya. Sementara itu, Admiral masih menatap ke konsol kendali dimana terdapat sebuah interface yang menunjukkan simulasi ISF Kaguya Roosevelt yang hilang kontak berkat bantuan dari AI Space Port.
"AI, berikan aku nama Kapten yang memimpin kapal tersebut."
[Affirm.] Ucap AI tersebut kepada Admiral.
[Kolonel Marinir Kedua, James Town. Seorang perwira tinggi yang menjabat sebagai Kapten Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt sejak kelulusannya di Akademi Keperwiraan di New Jersey pada tahun 3518 GC. Dia dianugerahi sebagai Kapten Kelas Tinggi di jajaran perwira lainnya setelah aksi heroiknya dalam misi penyelamatan Planet Vulcan dari serangan Arachne pada Tahun 3522 GC yang hampir menghancurkan planet tersebut.]
"AI, berikan aku informasi mengenai kru di dalam kapal itu. Cari setiap kemungkinan adanya kru tak terduga di kapal itu, cari setiap rekaman kamera hingga jejak Login terakhir setiap kru yang naik atau turun dari Kapal Ekspedisi dalam satu minggu terakhir."
[Affirm.]
'Kuharap dugaanku salah...'
...
Galaksi Bima Sakti, SOL-78, Planet Erasol.
Kapal Penjelajah Carrier Based, ISF York Town.
"Kapten, Kita mendapat Transmisi dari Planet Bumi."
"Tampilkan di layar Utama."
"Yes, sir."
Di anjungan kapal Induk Kelas Super Carrier, Kapten Kapal ISF York Town yang sedang berlabuh di Space Port SOL 78 Planet Erasol langsung berdiri dari tempat duduknya ketika transmisi video mulai tersambung.
"Komandan Tertinggi, apa yang bisa saya bantu?"
Di layar terdapat seorang pria dengan setelan jas yang menjabat sebagai President dari UNSA (United Nation Space Alliance) sekaligus Komandan Tertinggi dari United Nation Space Command (UNSC).
United Nation Space Command (UNSC) merupakan angkatan bersenjata dari United Nation Space Alliance (UNSA) yang diisi oleh Federasi Bumi dan negara-negara koloni manusia yang berasal dari Planet Bumi. Tidak seperti Interstellar Space Federation (ISF) yang terdiri dari berbagai spesies makhluk cerdas yang memerintah wilayah mereka sendiri, UNSA secara administrasi berada di bawah kendali Federasi Bumi yang juga merupakan anggota dari ISF.
UNSC merupakan bagian penting dari UNSA. UNSC bertugas untuk melindungi koloni manusia dan melawan ancaman yang datang dari luar, baik itu dari spesies luar angkasa yang tidak bersahabat atau dari kelompok pemberontak yang ingin merdeka dari Federasi Bumi. UNSC juga bertanggung jawab untuk menjaga kestabilan di semua koloni manusia dan siap melakukan intervensi jika terjadi konflik internal di dalam wilayah yang mereka kuasai.
UNSC dapat berperan sebagai bagian dari pasukan Interstellar Defense Force (IDF) yang dibentuk untuk melindungi seluruh wilayah yang dikuasai oleh ISF dari ancaman yang datang dari luar. Terkadang UNSC juga dapat berperan sebagai jembatan penghubung komunikasi antar-spesies yang memiliki kecerdasan dan kesadaran seperti manusia. Namun, langkah ini seringkali dikritik karena dianggap sebagai upaya bagi Federasi Bumi untuk memperkuat penggaruh politik mereka di dalam ISF.
("Kapten, kami memiliki misi untuk kalian.")
Ucap komandan kepada kapten starship itu.
("Seperti yang anda ketahui, ISF Kaguya Roosevelt mengalami blackout komunikasi yang sudah berlangsung selama 2 hari sejak komunikasi terakhir.")
("Kami ingin kalian melakukan investigasi secepatnya ke lokasi terakhir ISF Kaguya Roosevelt dan mencari apakah ada keterlibatan dari Arachne mengenai insiden ini.")
"Yes, sir."
("Bagus. Kupercayakan tugas ini kepadamu.")
Komunikasi pun terputus setelah perintah telah diterima.
Kapten starship yang masih diam hanya bisa melamun dalam pikirannya ketika memikirkan misi yang sangat tidak biasa ini.
Rantai komando dalam Interstellar Defense Force (IDF) umumnya diatur oleh Komando Tertinggi IDF yang mengkoordinasikan operasi-operasi pertahanan ISF dan mengeksekusi strategi yang ditetapkan oleh Dewan Pemimpin ISF dan Sekretariat ISF. Tapi kali ini malah Pimpinan dari UNSC sendiri yang malah turun tangan memberikan perintah secara langsung, dengan kata lain—
'Ini ada hubungannya dengan insiden di Katai Merah itu, kah?'
Jika UNSC turun tangan dalam masalah hilang kontaknya starship ISF Kaguya Roosevelt, maka permasalahan ini jauh lebih kompleks dan beresiko tinggi, dibandingkan apa yang terjadi pada starship ISF Nassau Woodman saat insiden blackout komunikasi, UNSA sendiri yang langsung turun tangan untuk mengirimkan regu ekspedisi pencari dan penyelamat.
'...'
Kapten kapal kemudian menyalakan interface di layar sentuh komputer yang ada di anjungan kapal.
"AI, cari spesifikasi dari Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt."
[Affirm.]
AI mulai memberikan diagram penuh mengenai spesifikasi kapal penjelajah tersebut.
Spesifikasi Kapal ISF 77 Kaguya Roosevelt.
Kapal Penjelajah Antar Bintang Kelas Berat.
Dengan tinggi 900 meter dan diameter 600 meter, memiliki life support system terbaru yang dapat melakukan misi penyelamatan skala besar.
Tidak memiliki persenjataan lengkap dan modern karena ISF Kaguya Roosevelt didesain untuk misi ekspedisi dan tidak pernah dijadikan sebagai kapal kelas penyerang namun dilengkapi dengan pelindung warp yang dapat melindungi kapal secara mutlak dari beragam serangan selama 3 jam berturut-turut.
Kapal ini memiliki kapasitas kru sebanyak 780 Kru dan 1.300 Pasukan Sigap Tempur.
'Tidak ada yang spesial dari kapal ini.'
Pikirnya saat melihat desain kapal ini yang terlihat cukup usang. Memiliki artificial gravity untuk melengkungkan ruang dan waktu agar mudah memasuki hyperspace merupakan teknologi yang sangat outdated di ISF, karena mayoritas Kapal Penjelajah ISF saat ini menggunakan teknologi portal warp drive yang jauh lebih simpel dan mudah untuk direparasi.
Beberapa saat kemudian ISF 79 York Town yang telah selesai melakukan maintenance di Orbit Planet Erasol, mulai melakukan proses undocking dari Space Port.
"Baiklah tuan-tuan, misi kita kali ini adalah melakukan misi pencarian dan penyelamatan ISF 77 Kaguya Roosevelt yang dinyatakan hilang kontak saat menuju Sistem Bintang EMU-J0744. Tujuan kita adalah memastikan adanya korban selamat dan membawa pulang siapapun yang bisa kita bawa pulang."
"Persiapkan Warp Drive."
"Aye-aye Captain. Memasuki hyperspace dalam 10 detik."
Dari bagian belakang kapal Induk ISF York Town, mesin raksasa mulai hidup dan bersiap untuk memasuki hyperspace.
"...5, 4, 3, 2, 1."
'Boom!'
Suara kilatan terdengar dan dalam hitungan detik ISF York Town menghilang dari Tata Surya 78 Planet Erasol.
...
"AI, berikan laporan soal kondisi saat ini."
[Affirm. Saat ini kita memasuki hyperspace dalam keadaan stabil. Kita akan meninggalkan SOL-78 dalam 58 menit dan perkiraan tiba di Sistem Bintang EMU-J0744 sekitar 8 Jam dari waktu yang telah di prediksi sebelumnya.]
"Bagus. Berikan aku informasi setiap satu jam sekali."
[Affirm.]
Di dalam Kapal Induk starship ini terdapat setidaknya 6.900 Kru dan 4.000 pasukan tempur yang terdiri dari Marinir dan Pilot pesawat Space Plane yang di desain khusus untuk re-enter ke atmosfer planet. Karena starship dari Federasi tidak pernah di desain untuk memasuki atmosfer, kapal ISF sangat jarang memiliki pelindung panas namun hal itu tidak terlalu dibutuhkan mengingat pelindung hyperspace adalah pelindung mutlak yang dapat melindungi kapal dalam segala macam kondisi.
Selama perjalanan, pria yang menjabat sebagai kapten starship itu masih tetap diam. Dia melihat ke arah interface yang terus menerus melakukan update informasi mengenai status perjalanan mereka.
Hingga—
[Danger! Danger! Potensi serangan terdeteksi. Bersiap untuk melakukan manuver.]
"AI. Jangan lakukan manuver, katakan pada semua unit untuk siap tempur."
[Affirm.]
Alarm kapal pun berbunyi dan seketika seluruh awak kapal bersiap akan serangan dan banyak dari mereka juga menyiapkan persenjataan utama kapal.
[Keluar dari mode hyperspace dalam lima detik.]
[5... 4... 3... 2...1...]
Saat kapal keluar dari mode hyperspace, mereka lalu disambut oleh beragam kapal ruang angkasa yang tampaknya sudah menanti kedatangan mereka.
"Kapten, kita mendapat transmisi!"
Ucap Pilot Pesawat yang mengatur navigasi di Anjungan.
"Sambungkan."
"Yes, Sir."
Tak lama Video Transmisi pun tersambung.
("Greeting, Humans...")
Video tersebut menunjukkan seorang manusia dengan sepasang bola mata aneh.
"Disini Kapten Hurley, Komandan dari Kapal ISF 79 York Town. Tindakan kalian telah melanggar protokol keselamatan dan potensi ancaman kontak bersenjata dari ketetapan IDF. Perkenalkan siapa diri kalian atau kami tidak punya pilihan selain membalas dengan kekerasan."
Tegas Kapten Hurley kepada pria tersebut.
Meskipun mereka telah dikepung oleh 20 starship asing, Kapten Hurley jelas tidak bisa menunjukkan sikap ragu-ragu kepada musuh.
("Hoh? Kalian tampaknya cukup percaya diri sekali dengan kemampuan kalian, kalau begitu katakan padaku Kapten... Hurley. Apa yang kau tahu tentang rasa sakit?")
"Dengan nama UNSA, kami tidak mengerti apa maksud kalian. Katakan apa yang kalian inginkan atau kami akan melakukan tindakan bela diri."
("Begitu ya? Kalau begitu, ijinkan saya mengajari kalian apa yang harus kalian ketahui.")
Transmisi Video pun terputus dan dalam waktu singkat alarm peringatan dari AI bersuara keras di anjungan kapal.
[Warning, Potensi ancaman bersenjata. Merekomendasikan untuk memasuki mode tempur.]
Kapten Hurley langsung menyalakan intercom kapal yang terhubung ke semua pengeras suara yang ada di dalam Carrier.
"Disini Kapten Hurley kepada semua awak, bersiap untuk mode tempur! Aku ulangi, bersiap untuk mode tempur! Semua unit tempur stand by di pesawat kalian masing-masing."
Kapten Hurley kemudian menatap kearah Gunner Officer yang berada di sudut kiri di Anjungan kapal
"Siapkan Perisai dan aktifkan persenjataan utama!"
"Yes, Sir!"
Di luar angkasa saat ini sebuah kapal berukuran besar di kepung oleh setidaknya 20 Kapal Luar Angkasa Asing yang mengarahkan meriam mereka ke ISF 79 York Town.
Shuush...
Suara meriam laser di tembakkan dari semua kapal musuh yang mengepung mereka.
Grrr! Grrr! Grrr!
Serangan itu membuat seluruh kapal bergetar hebat namun tidak ada kerusakan sama sekali.
"Damage Report!" Ucap Hurley pada Officer Navigasi dan Defense System.
"Perisai 87 Persen!"
Dum... grrrr!
Getaran lainnya mulai terasa di seluruh kapal dan serangan itu berhasil membuat perisai mutlak ISF 77 York Town hampir hancur.
[Warning, Shield status 12 persen.]
Dari anjungan kapal, Kapten Hurley dan kru di Anjungan mulai panik ketika serangan beruntun dari kapal-kapal musuh itu nyaris menghancurkan mereka.
"Berikan aku status Air Space Unit!"
"Kapten! Tim Penyerang siap untuk lepas landas!"
Kapten Hurley langsung mengangguk.
"Buka air-lock dan siapkan semua senjata yang ada! Kita akan menyerang balik!"
"Copy that!"
Dari sisi samping ISF 79 York Town, 8 Air Lock terbuka dan dalam waktu singkat puluhan pesawat Combat Space Craft Generasi 8 keluar dari kabin.
["Disini Eagle 1. Kami siap menyerang balik.]
"Roger, disini Kapten Hurley berbicara. Semua unit, kalian di berikan ijin untuk melakukan pemboman ke Kapal Musuh."
["Affirmative."]
Sesaat setelah komunikasi dengan regu penyerang terputus, Skuadron tempur membentuk formasi menyerang.
78 Space Craft di persenjatai dengan Tipe 88 SDAM (Space Detonation Air Munition) yang memiliki fusion Nuklir 3 Kilo Newton langsung melesat kearah kapal musuh.
ISF 79 York Town yang mulai mengaktifkan sistem pertahanan dan serangan balik, beragam senjata tempur mulai terlihat di atas dan sisi samping kapal Induk.
Huuush...
Grrrruuu!
Rudal dan Laser di tembakkan ke arah Regu Kapal Luar Angkasa Asing milik musuh.
Dum!
Ledakan terlihat dari anjungan kapal ISF 77 dimana rudal balistik berhasil meremukkan sistem pertahanan musuh.
"Tetap pertahankan tembakan!"
"Aye Kapten!"
Officer Sistem Pertahanan mulai mengarahkan lagi setiap meriam yang ada ke regu musuh.
["Shit!"]
"Apa yang terjadi?! Bagaimana bisa makhluk itu ada bersama mereka?!"
"Eagle, apa yang terjadi?" Dari anjungan kapal, radar mulai menunjukkan berbagai objek yang muncul dari belakang kapal musuh.
"Tidak mungkin..." Kapten Hurley terkejut melihat apa yang muncul dari belakang kapal utama musuh.
"Itu Beast! Semua unit, fall back!"
Apa yang sedang mereka saksikan adalah sekawanan Arachne tipe Beast yang mengambil bentuk ikan yang secara tiba-tiba muncul melalui sobekan antar dimensi.
Secara umum, ISF & UNSC telah mengklasifikasikan Arachne menjadi tiga tipe utama, yaitu: Humanoid, Beast, dan True Ancestor. Khusus untuk Beast, mereka adalah bentuk evolusi dari Arachne yang mengambil hujud binatang. Mereka dianggap sebagai bagian dari kelas bawah dalam struktur sosial Arachne, dan seringkali digunakan sebagai tentara atau budak dalam pertempuran. Meski begitu, Beast sering kali dianggap sebagai ancaman yang berbahaya karena mereka memiliki kekuatan fisik yang luar biasa serta regenerasi yang tidak masuk akal. Beberapa dari mereka bahkan dapat mengontrol materi organik untuk menciptakan senjata melalui aktivitas biologis mereka yang sangat maju.
"AI, mulai aktifkan sistem pertahanan serangan mutlak!" Perintah Kapten Hurley kepada AI starship melalui antarmuka.
[Kapten, status Shield telah menurun hingga 8%, mengaktifkan ulang pertahanan mutlak membutuhkan reboot sistem. Lanjutkan?]
[ Ya atau Tidak.]
Kapten Hurley mulai mengumpat ketika melihat hal ini.
"Shit!"
"Semua unit, fokuskan serangan ke Kapal Musuh! Ini perintah Kapten Hurley kepada semua kru, siapkan persenjataan Particle Cannon. Kita akan memfokuskan serangan ke Arachne!"
Alarm kembali berbunyi dan kali ini di Deck persenjataan, beragam kru berlarian ke pusat kontrol energi dan pusat kendali persenjataan dimana mereka akan mengaktifkan secara penuh persenjataan yang ada di starship ini.
"Kapten, kru deck melaporkan, Particle Cannon aktif dalam 2 menit."
"Bagus, semuanya aku ingin kalian mempertahankan kapal ini dengan segala kemampuan yang kalian miliki!"
Ledakan demi ledakan tercipta di luar angkasa. Starship mulai menghindari dan men-interseve serangan yang mengarah ke arah mereka. Dari posisi tempur, 7 dari 20 starship musuh berhasil dihancurkan. Di saat yang sama, mereka juga berhasil mengalahkan hampir semua Arachne tipe Beast yang bergerak maju ke arah mereka, termasuk yang paling besar.
"Menarik..." Ucap pria dengan rambut oranye dengan beragam tindik besi di wajahnya ketika melihat bagaimana pasukannya di hancurkan dengan mudah oleh pasukan ISF.
"Kalian tampaknya terlalu meremehkan kami." Pria itu mulai menyalakan kontrol di anjungan kapalnya dimana sistem dengan tulisan aneh mulai bermunculan di atas layar.
"Kapten, kapal Induk siap menyerang mereka."
"Bagus, laksanakanlah!"
Starship mereka mulai kembali bersinar, meriam utama starship mengumpulkan kembali energi kapal yang masih tersisa untuk kembali menembak. Namun—
Hyuuush...
Sinar tersebut malah mengenai salah satu monster berukuran raksasa yang melayang keluar dari dalam lubang dimensi.
[Danger! Bahaya Level S terdeteksi.]
Peringatan sistem AI menyala dari Anjungan Kapal ISF 79 York Town.
Kapten Hurley yang melihat hal itu langsung mengeluarkan keringat dingin ketika melihat makhluk berbentuk Kraken itu.
"Holy Jesus!"
"Itu Kraken!"
Celah ruang dan waktu kembali terbuka. Kali ini memperlihatkan sosok gurita raksasa yang terlihat sedang merangkak keluar dari dalam celah dimensi. Monster itu mulai terlihat membesar dan semakin membesar dengan ukuran tujuh kali lebih besar dari ukuran starship ISF 79 York Town.
"Semua unit, fall back!"
["Aaarghh!"]
["Mike! Shit! All Squadron Evade!"]
Boom!
Ledakan tercipta namun ledakan itu bukan dari pasukan musuh melainkan dari starship yang berusaha menghindar dari serangan Kraken.
"Kapten! 70% Skuadron penyerang telah gugur." Ucap salah seorang officer navigasi ketika melihat status starship yang semakin dilucutkan.
"Kapten, makhluk itu berusaha menyerang kita!"
"Arahkan semua senjata ke makhluk itu!"
Saat ISF 79 mulai menyerang ke makhluk itu, ledakan tak terduga berhasil mengguncang seluruh Kapal.
"Apa yang terjadi?!"
[Warning, Reaktor Fusi mengalami ledakan. Seluruh sistem dimatikan.]
Dalam waktu singkat ISF 79 langsung jatuh dalam kegelapan setelah saluran listrik mengalami kerusakan.
"Graaaah!"
Makhluk itu mengaum di ruang hampa, tentakelnya mulai melilit tubuh kapal ISF 79 York Town dan dalam waktu singkat Kapal Induk Kelas Super Carrier terbelah menjadi dua bagian.
Dari anjungan starship Musuh, dia melihat bagaimana kapal Induk musuh ditelan oleh makhluk itu hanya bisa tertawa.
"Akan kami tunjukkan apa itu rasa sakit dan dendam pada kalian."
Booom!
Kapal ISF 79 York Town bersama dengan 2341 Kru di dalam nya langsung ditelan oleh Arachne itu.
…
[Initiating Launch Escape System.]
Dari buritan kapal, sebuah pod kecil di luncurkan dari sisa-sisa kapal yang sebentar lagi akan hancur.
"Kuharap kalian bisa mencapai UNSC..."
Ucap seorang pria ketika melihat dari kaca Air Lock dimana sebuah pod berisi dua orang manusia melesat dari starship itu.
Dia hanya bisa memejamkan mata ketika kapal ini meledak dan ditelan oleh makhluk itu.
...
