.

The Interstellar Nation Army Become a Mercenary

Side Story 2 (By World Invaders)

Lingkaran Iblis (Bagian 2)

.

.

.

Deklarasi Perang UNSA terhadap Arachne langsung menuai dukungan penuh dari beragam Anggota Planet Aliansi PBB yang juga menjadi korban atas insiden ISF 77 dan ISF 79.

Di planet Bumi, UNSA Washington DC.

"Pak Presiden, kami telah mengkonfirmasi bahwa 80 persen dari kongres mendukung penuh atas keterlibatan UNSC dalam operasi Militer ini."

"Cukup bagus. Katakan pada Dewan Keamanan PBB, kita akan membutuhkan banyak intelijen mengenai keberadaan mereka, mengingat operasi militer skala besar terakhir kita terjadi saat insiden planet Trappist. Jadi kita masih belum banyak mengetahui soal asal usul dan basis mereka."

"Mengenai itu Pak Presiden... Organisasi Space Exploration Corporation, telah memiliki sejumlah informasi mengenai Arachne."

Presiden dari United of Planet Earth sedikit menaikkan alis matanya ketika mendengar Perusahaan kontroversial itu.

"Apa yang kau dapatkan? Terakhirku dengar, mereka menentang keras soal deklarasi perang Aliansi Antar Galaksi PBB terhadap Arachne."

"Mengenai itu."

Sekretariat Jenderal dan Administrasi Negara, mulai menyerahkan iPad Miliknya yang berisikan Video Transkrip dari pimpinan SpaceX.

Lima menit berlalu dalam keheningan ketika Presiden mendengarkan dengan sangat serius apa yang ada di video itu.

Saat dia selesai mendengarkan laporan dari pimpinan SpaceX Howard R. Musk, Presiden mulai menyerahkan iPad itu pada sekretariat Jenderal.

"Hapus laporan itu, dan jangan pernah kau berani mengatakan apapun soal apa yang ada disini."

"Kita tidak bisa membiarkan hal ini bocor ke Publik, atau jika tidak kredibilitas UNSA akan di pertanyakan di depan Intergalactic Space Federation."

"Apa itu artinya kita memilih untuk bungkam soal apa yang mereka temukan, Pak Presiden?"

"..."

"Maaf jika lancang Presiden, tapi seperti yang anda ketahui. Federasi Mars sendiri cukup kritis dalam menyelidiki sesuatu, saya khawatir mereka akan melakukan sesuatu yang dapat membuat status quo kita terguncang."

"Anda terlalu paranoid. Itu tidak mungkin terjadi, setidaknya tidak dalam waktu dekat ini. Selama kita bisa menjaga kepercayaan publik terhadap UNSA, Federasi Mars tidak akan berani melakukan apapun."

...

Planet Mars, Sistem Tata Surya, Planet ke-4.

"Mr. Musk."

Ketukan terdengar dari balik pintu.

"Silahkan."

Saat pintu terbuka, seorang pria dengan pakaian Militer berpangkat Jenderal 3 Bintang mulai terlihat memasuki ruangan.

"Oh, Jenderal. Senang anda bisa berkunjung."

"Kehormatan bagi saya untuk bisa datang kemari."

"Silahkan duduk Jenderal."

Setelah Jenderal duduk di kursi berhadapan dengan Howard R. Musk.

"Seperti biasanya, planet ini tak kalah indahnya dengan Bumi."

"Saya sangat tersanjung dengan pujian anda, Jenderal. Tapi seperti yang anda ketahui, hal ini tidak mungkin terwujud jika Kakek Buyut saya tidak melakukan hal gila seperti menaklukkan planet Mars."

Dia tertawa kecil saat menatap sebuah foto pria dewasa dengan senyuman lebar di depan sebuah perusahaan yang sekarang ini sangat terkenal.

"Elon Musk, sangat luar biasa sekali jika saya bisa bertemu dengan dia saat ini juga."

Puji Jenderal saat melihat foto itu.

Di tahun 2024, umat manusia pertama kalinya menginjakkan kaki di Mars di bawah organisasi antariksa Amerika Serikat atau yang dulu di kenal sebagai NASA, dan impian Elon Musk pun terwujud setelah anggaran NASA berhasil meningkat tajam yang akhirnya di tahun 2068 setidaknya ada 430 Ribu manusia hidup di Mars hingga akhirnya di era saat ini, ada lebih dari 896 Juta manusia hidup di planet Mars.

"Ngomong-ngomong soal Mars, saya ada mendapat kabar bahwa kalian ingin melakukan sesuatu hal yang 'kami' tidak ketahui, yah?"

Nada menyindir Jenderal kali ini berhasil membuat Howard menaikkan alis matanya.

"Apa yang anda maksudkan, Jenderal?"

"Oh? Berarti kalian sama sekali tidak mau mengakui soal penolakan dan tindakan tersembunyi kalian semenjak UNSA mendeklarasikan perang pada Arachne ya?"

"Jenderal, dengan hormat. Kami sama sekali tidak memiliki niatan apapun ataupun hal tersembunyi apapun yang bisa mengancam UNSA. Saya berani menjamin itu."

"Ho? Lantas katakan padaku, kenapa justru kalian menolak bahkan berusaha mencegah Armada ISF untuk berangkat?"

Howard kemudian menyalakan Laptop miliknya, AI langsung menunjukkan sebuah transmisi yang berhasil di cegat oleh OpenAI.

"Kami meyakini bahwa adanya aktivitas mencurigakan saat insiden ISF 79. Kami menduga adanya pihak ketiga yang melakukan sabotase saat insiden itu terjadi. Dari hasil investigasi kami mencurigai kalau UNSA mengetahui adanya serangan tapi memilih tutup mulut dan-"

"Hentikan itu."

Nada Jenderal yang terdengar sangat dingin itu langsung membuat Howard diam.

"Saya tidak akan mengijinkan anda mengatakan lebih dari itu."

Kali ini Howard yang mulai membalas Jenderal dengan tatapan dingin.

"Jenderal, Saya sedikitpun tidak peduli dengan urusan apa yang kalian miliki atas insiden ini. Tapi jika ini benar, saya tidak akan pernah memaafkan kalian karena melibatkan penduduk kami sebagai kambing hitam."

"Fufu... Kurasa anda sedikit berkhayal terlalu jauh, Sebaiknya anda tenangkan kepala anda sedikit."

Tiba-tiba layar Laptop miliknya langsung berubah warna dan dalam hitungan detik langsung padam.

"Jenderal... Apa maksud ini semua?!"

"Tidak ada, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk pertemuan luar biasa ini."

Jenderal pun langsung keluar dari ruangan meninggalkan Howard yang masih menatapnya dengan marah.

'Jika mereka rela melakukan sampai sejauh itu, kami tidak akan pernah memaafkan kalian. Jika itu artinya kami harus menjadi musuh Umat Manusia'

Howard kemudian menyalakan smartphone miliknya.

"Sambungkan aku pada Divisi Starship"

...

"Disini Howard. Katakan pada Kementerian Pertahanan untuk segera mengaktifkan status siaga pada Starship 45, katakan pada mereka untuk bersiaga."

Howard kemudian melirik kearah langit merah dimana bintang dapat terlihat.

'Naruto Osbern. Kalau tidak salah dia bagian dari UNSA. Ada yang tidak beres dengan semua ini.'

'Kenapa mereka menghentikan investigasi mengenai insiden planet Trappist... Apa hubungan antara ... Tunggu sebentar.'

Howard teringat sesuatu, sesaat setelah sambungan telepon terputus dia langsung mengeluarkan dokumen elektronik mengenai hasil investigasi.

'...'

'Sudah ku duga , ada yang tidak beres dengan UNSA...'

...

"Sebuah kehormatan untuk bertemu dengan anda."

"Tidak, justru ini merupakan kehormatan tertinggi bagi kami untuk bisa berhadapan dengan anda. Tuan."

Di sebuah Planet, lima orang manusia berlutut di depan sosok yang duduk dengan tenang di hadapan mereka.

"Jadi, apa yang ingin kalian katakan?"

"Kami telah menerima kabar kalau manusia telah bergerak. Sepertinya mereka masih primitif sama seperti dulu."

"Ho... Bagus, kalau begitu kalian bisa pergi. Juga katakan pada Admiral kalau aku mengijinkan kalian untuk menghancurkan sangkar lebah."

"Dengan senang hati, Yang Mulia"

...