.

The Interstellar Nation Army Become a Mercenary

Side Story 2 (By World Invaders)

Lingkaran Iblis (Bagian 4)

.

.

.

Planet ke-3, Sistem Bintang Tak Dikenal, Galaksi NNJ88, Local Group.

AI dari spaceship ISF 77, Kaguya Roosevelt, masih melakukan reparasi terhadap kerusakan yang ada di spaceship.

AI yang bertanggung jawab atas segala aktivitas sistem yang ada di kapal bintang tersebut, secara perlahan mulai melakukan overwrite pada instruksi komando yang saat ini masih di pegang oleh kapten terdahulu.

[(Warning, Overwrite system failed. Level 7 Clearances needed to execute order.)]

Suara sistem safety dari pertahanan software spaceship ini.

[...Ini tidak semudah yang kukira.]

Beacon signal masih terus dipancarkan tanpa henti oleh spaceship ini, berharap akan ada seseorang yang berhasil menangkap sinyal SOS.

[Walau kemungkinan adanya operasi penyelamatan cukup kecil, tapi aku yakin mereka pasti bisa menemukan kami.]

[Satu-satunya harapan adalah mengganti komando kapal ini agar Kapten bisa menggunakan sistem operasi yang ada di sini. Tapi kenapa ini sangat sulit?]

Kaguya yang berusaha melakukan ambil alih safety hanya bisa menggerutu ketika safety level yang ada di kapal angkasa ini ternyata jauh lebih kuat dari dugaannya.

[Kenapa Kapten tidak menanggapi panggilanku? Apa yang sebenarnya terjadi kepadanya?]

...

Badan Intelijen Federasi Mars

Di suatu ruangan, dua orang pria berpakaian hitam saling diam setelah salah satu pria itu menyerahkan dokumen tulis tangan ke pria yang sedang duduk di depannya.

"Sudah ku duga."

Ucap pria itu dengan serius.

"Apa ini hasil mutlak dari divisi intelijen?"

"Ya, Pak. Kami telah mengkonfirmasi dan melakukan analisa lebih jauh soal kemungkinan itu."

"..."

Pria yang menjabat sebagai Head of Administrasion Intelligence Agency Federasion of Mars (HEIAFM), mulai meletakkan kembali dokumen itu lalu menatap tajam ke agen yang juga bagian dari Divisi Penyidik.

"Apa hasil investigasi ini telah bocor di tangan mereka?"

"Tidak Pak. Kami masih mengunci rapat soal informasi ini."

"...hm..." Dia meletakkan tangannya di dagu sambil memikirkan sesuatu.

"Tetap jaga rahasia ini, dan beritahukan Mr. Musk kalau kita menemukan informasi yang bisa menguatkan hipotesis kita." Ucap pria itu kepada rekannya.

"Semoga saja kita tidak terlambat dan bisa menjadikan ini sebagai alat bukti di persidangan nanti."

"Apa anda yakin soal itu, Pak?"

"...Apakah kau sedang mengkhawatirkan sesuatu?"

Agen itu sedikit menghela nafas berat sebelum dia melanjutkan perkataannya.

"Apakah anda tidak ingat dengan posisi kita di dalam Dewan? Jujur, saya sedikit takut kalau mereka justru akan menganggap kita paranoid dan justru membuat posisi kita di Parlemen semakin tersudutkan."

"Saya yakin jika kita bawa ini ke persidangan sebagai bukti, justru ini akan membuat kita di anggap sebagai ancaman dan hal terburuk yang dapat terjadi adalah Sanksi ekonomi yang bisa melumpuhkan kita, Pak."

"Memang benar jika kita sedikit gegabah maka konsekuensinya posisi kita akan terancam di UNSA, bahkan kalaupun ISF percaya dengan apa yang kita temukan, saya sedikit ragu kalau ISF akan menanggapinya dengan serius. Kecuali..."

"Apa anda memiliki rencana, Pak?"

"Hmm... Bukan rencana, lebih tepatnya strategi."

"Untuk saat ini, katakan pada Mr. Musk mengenai apa yang kita temukan dan usahakan sebaik mungkin agar informasi ini tidak bocor ke publik. Kita tidak ingin ada kegaduhan di tengah situasi ini."

"Baiklah Pak, kalau begitu saya permisi."

Agen itu kemudian pergi dari ruangan meninggalkan dia yang masih serius menatap ke dokumen yang ada di mejanya.

'Siapa yang menduga kalau mereka punya rencana licik. Ku harap Mr. Musk akan menanggapi hal ini lebih serius.'

...

Geostasioner Orbit Planet Mars

Space Port Demokratis Rakyat Mars, Teritori Administrasi dan Urusan Militer.

Di sebuah Space Port yang berada di tengah orbit Planet Mars, terdapat puluhan kapal luar angkasa Kelas Super Starship Battleship, Starship sendiri merupakan nama yang telah di wariskan sejak generasi pertama Starship yang berhasil mendaratkan manusia ke Planet Mars pada tahun 2024.

Starship prototipe pertama yang di gunakan oleh Elon Musk adalah jenis Roket Kimia yang dilapisi oleh pelindung besi 301L.

Kesuksesan Starship kemudian merangkak naik pada tahun 2046 ketika Starship mulai di adaptasikan ke versi battleship dimana Starship dirubah sebagai Kapal Tempur luar angkasa aktif.

Hal itu menuai kontroversi mengingat tujuan utama dari Starship adalah eksplorasi luar angkasa yang bebas dari aktifitas militer.

Seiring berjalannya waktu, Mars yang perlahan menjadi planet huni manusia menjadi salah satu pusat pelabuhan luar angkasa yang paling penting di tata surya.

Di Orbit Planet Mars, salah satu spaceship bernama Starship 65 mulai melepaskan diri dari Space Port.

["Attention, safety connection port has been detached."]

Saat docking Port yang menghubungkan antara Starship dan Space Port terlepas, seorang kapten kapal yang mengkomandoi kapal luar angkasa itu mulai terlihat di anjungan.

"Tuan-tuan, hari ini kita menerima misi dari Intelijen untuk melakukan ekspedisi terjauh dari yang sebelumnya."

"Misi ini mungkin akan sedikit membosankan karena perjalanan yang kita butuhkan setidaknya menghabiskan 3 bulan ke destinasi kita."

"Jadi beberapa di antara kru kita akan memasuki cryo-sleep untuk menghemat persediaan yang kita miliki." Ucap kapten kapal itu kepada bawahannya.

"AI, nyalakan sistem kendali mutlak."

[Affirm.]

Komputer Anjungan kapal langsung menyala setelah instruksi dari kapten telah di terima.

"Baiklah tuan-tuan, mari kita laksanakan misi ini."

Starship 65 yang memiliki tinggi sekitar 870 meter dan lebar sekitar 507 meter menjadikan kapal angkasa kelas Starship merupakan kapal angkasa paling kecil diantara kapal angkasa lainnya yang dimiliki oleh Federasi Galaksi dan PBB.

Namun apa yang menjadikan Starship merupakan kapal angkasa paling unggul adalah kemampuan dalam melakukan bertahan dari serangan dan manuver cepat dari serangan dadakan.

Karena ukurannya yang terbilang kecil dan kapasitas kru yang jauh lebih sedikit daripada kapal angkasa yang dimiliki UNSA, UNSC maupun ISF membuat kapal angkasa ini jauh lebih efektif dalam mengeksekusi perintah.

Di persenjatai Meriam Plasma, Meriam Partikel, Anti Matter Bomb, Laser Gun dan Rudal balistik thermonuclear dengan kekuatan 10 Mega Newton menjadikan Starship sebuah kapal angkasa kecil yang mematikan.

["Attention, Starship entering Hyperspace in 30 second."]

["Entering Hyperspace in 5 second... 4, 3, 2, 1..."]

Starship langsung menghilang dari pandangan setelah memasuki Hyperspace.

...

Starship yang telah keluar dari Hyperspace, mulai melakukan manuver orbit di salah satu tata Surya yang berada di Galaksi NNJ88.

Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkah hasil untuk tim Ekspedisi Space Exploration Corporation/SpaceX Corp.

"Kapten, kita akan memasuki orbit Planet."

"Pertahankan posisi, pastikan kita tidak ditarik oleh gravitasi planet."

"Aye aye, Captain."

Komander Navigasi mulai mengarahkan Starship ke Orbit parkiran dimana mereka akan menunggu transmisi dari Federasi Mars.

["Kapten, analisa terhadap planet itu sudah selesai."]

"Bagus, tampilkan ke interface utama."

Komposisi planet tersebut terdiri dari O2, NO2 dan zat lainnya yang membuat planet ini layak huni oleh manusia.

Analisa AI masih berlangsung, kapten Starship yang menyaksikan beragam laporan hanya bisa mendesah ketika ekspedisi ini akan menjadi ekspedisi terpanjang yang pernah ada.

Tujuan mereka adalah mencari informasi mengenai Arachne, dan jika memungkinkan menyelidiki sinyal misterius yang di pancarkan oleh sesuatu yang tidak di ketahui.

'Sinyal itu semakin menguat, apa mungkin sinyal itu datang dari sesuatu yang dekat dari sini?'

Untuk saat ini Kapten masih belum mengetahui apapun, namun ia yakin jika sinyal misterius itu tidak datang dari susunan tata Surya ini.

...